Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Rabu, 23 September 2026

DALIL HADITS ADANYA ALAM KUBUR

DALIL AS SUNNAH ADANYA ALAM  KUBUR

Dalil pertama  Dari  Anas  bin  Malik radhiallahu'anhu,  bahwa  Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: “Seandainya kalian tidak akan saling menguburkan, tentulah aku akan berdoa kepada Allah agar memperdengarkan kepada kalian siksa kubur  yang aku dengar”. 

DALIL HADITS  ADANYA ALAM  KUBUR

Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan:“Setelah itu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam berbalik menghadap  kami, dan bersabda: mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab neraka! Para sahabat pun berkata: kami meminta perlindungan kepada Allah dari adzab neraka. Nabi bersabda: mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur! Para sahabat pun berkata: kami meminta perlindungan kepada Allah dari adzab kubur. Nabi bersabda: mintalah perlindungan kepada Allah dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi! Para sahabat pun berkata: kami meminta perlindungan kepada   Allah dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi. Nabi bersabda:   mintalah perlindungan kepada Allah dari fitnah dajjal! Para sahabat pun berkata: kami meminta perlindungan kepada Allah dari fitnah dajjal  Dalam   k i t a b Silsilah   Ahadits Shahihah,  Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa syawahid, yaitu dari jalan Zaid bin Tsabit dan dari jalan Jabir bin Abdillah.Setelah itu, beliau memberikan penjelasan penting. Beliau berkata: “Dari beberapa  hadits  di  atas  terdapat  banyak  faedah,  yang  paling  penting  di antaranya:  

Pertama, menetapkan adanya adzab kubur, dan hadits-hadits tentang hal i n i mutawatir.  Maka  tidak  ada  lagi  kerancuan  bila  ada  yang  mengklaim bahwa hadits-hadits tentang hal ini adalah hadits Ahad. 

Kedua,  pun  andaikata  memang  benar  hadits-haditsnya  adalah  hadits Ahad,  tetap  wajib  mengimaninya  karena  Al  Qur’an  telah  menunjukkan kebenarannya. (Kemudian Syaikh Al Albani membawakan surat Ghafir ayat 45-46). Ketiga, pun andaikata memang benar bahwa permasalahan adzab kubur tidak ada dalam Al Qur’an, maka hadits-hadits shahih yang ada sudah cukup untuk  menetapkan  akidah  tentang  adzab  kubur  ini.  Klaim  bahwa  perkara aqidah  tidak  bisa  ditetapkan  dengan  hadits Ahad  yang  shahih  adalah  klaim yang  batil  yang  diselipkan  ke  dalam  ajaran  Islam.  Tidak  ada  imam  yang mengatakan  pendapat  demikian,  tidak  tidak  katakan  oleh  imam  madzhab yang  empat  atau  semisal  mereka.  Pendapat  ini  hanya  dikemukakan  oleh ulama ahli kalam yang sama sekali tidak didasari oleh dalil”.  Beliau  juga  mengatakan,  “Adanya  pertanyaan  dua  Malaikat  di  alam kubur adalah benar adanya. Wajib untuk mengimaninya. Hadits tentang hal ini pun mutawatir”.

Dalil ke dua Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata:“Suatu ketika ada dua orang tua dari kalangan Yahudi di Madinah datang  kepadaku. Mereka berdua berkata kepadaku bahwa orang yang sudah mati diadzab di dalam kubur mereka. Aku pun mengingkarinya dan tidak   mempercayainya. Kemudian mereka berdua keluar. Lalu Nabi shallallahu’alaihi wasallam datang menemuiku. Maka aku pun menceritakan  apa yang dikatakan dua orang Yahudi tadi kepada beliau. Beliau lalu  bersabda: ‘Mereka berdua benar, orang yang sudah mati akan diadzab dan    semua binatang ternak dapat mendengar suara adzab tersebut’. Dan aku   pun melihat beliau senantiasa berlindung dari adzab kubur setiap selesai shalat”.Hadits  ini  menunjukkan  dengan  tegas  tentang  adanya  adzab  kubur  dan alam  kubur.  Diperkuat  lagi  dengan  pemahaman  Aisyah radhiallahu'anha yang   menyampaikan  hadits ini,  menunjukkan bahwa Aisyah radhiallahu'anha juga meyakini adanya adzab kubur dan alam kubur.                              

Dalil ke tiga  Dari Al Barra' bin Azib radhiallahu'anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:“Jika seorang mukmin telah didudukkan di dalam kuburnya, ia kemudian  didatangi (oleh dua malaikat lalu bertanya kepadanya), maka dia akan menjawab dengan mengucapkan:’Laa ilaaha illallah wa anna muhammadan rasuulullah’. Itulah yang dimaksud al qauluts tsabit dalam firman Allah Ta’ala (yang artinya): ‘Allah meneguhkan orang-orang yang beriman  dengan al qauluts tsabit’ (QS. Ibrahim: )”.  Ini adalah dalil Al Qur’an sekaligus As Sunnah. Karena merupakan bukti bahwa surat Ibrahim ayat 27 berbicara tentang adzab kubur dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang menafsirkan demikian.

Dalil ke empat  Dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu'anhu, ia berkata: “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari sebagian    pekuburan di Madinah atau Makkah. Lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang diadzab di kuburnya. Beliau bersabda,   ‘Keduanya sedang diadzab. Tidaklah keduanya diadzab karena dosa besar (menurut mereka bedua)’, lalu Nabi bersabda: ‘Padahal itu merupakan dosa besar. Salah satu di antara keduanya diadzab karena tidak membersihkankan   bekas kencingnya, dan yang lain karena selalu melakukan namiimah (adu domba)”.

Dalil ke lima Dari Utsman bin Affan radhiallahu’anhu, ia berkata:  “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Alam  kubur adalah awal perjalanan akhirat, barang siapa yang berhasil di alam    kubur, maka setelahnya lebih mudah. Barang siapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih berat”. Utsman radhiallahu’anhu berkata, “Aku tidak     pernah memandang sesuatu yang lebih mengerikan dari kuburan.

Dalil ke enam Dari Umar bin Khathab radhiallahu'anhu,  Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya mayit itu diadzab (di dalam kuburnya) ketika keluarganya   menangisinya". Dalam riwayat lain: "Sesungguhnya mayit itu diadzab (di dalam kuburnya) ketika keluarganya  melakukan niyahah terhadapnya".

Dalil ke tujuh Dari Abu Ayyub Al Anshari radhiallahu'anhu, ia berkata: “Suatu hari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam keluar rumah tatkala matahari telah tenggelam. Beliau mendengar suara-suara, lalu bersabda:  “Orang-orang Yahudi sedang diadzab di kuburan mereka  ”.

Dalil ke delapan  Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu'anhu, ia berkata:“Suatu hari Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam pergi ke kebun kurma milik Bani Najjar. Beliau mendengar suara-suara dari orang-orang Bani Najjar yang telah meninggal di zaman Jahiliyah. Mereka sedang diadzab di dalam  kuburnya. Kemudian beliau pun keluar dalam keadaan ketakutan dan  memerintahkan para sahabatnya untuk berlindung dari adzab kubur”.

Dalil ke sembilan Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu'anha, ia berkata: “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berdoa ketika sedang shalat  dengan doa (yang artinya): ‘Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab  kubur, dari fitnah al masih ad dajjal, dari fitnahnya orang yang masih hidup atau yang telah mati. Ya Allah aku berlindung kepadamu dari dari perbuatan  dosa dan hutang’.                               

Dalil ke sepuluh  Dari 'Auf bin Malik Al Asyja'i radhiallahu'anhu, ia mengatakan:“Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam pernah shalat jenazah, dan aku   menghafalkan doa yang beliau ucapkan, yaitu: Ya Allah, berilah ampunan  baginya dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah ia. Berilah  kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah ia dengan  air, es dan salju. Bersihkanlah dia dari kesalahannya sebagaimana Engkau   bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang  lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya  semula, istri yang lebih baik dari istrinya semula. Masukkanlah ia ke dalam  surga, lindungilah ia dari adzab kubur dan adzab neraka  Dan  sebenarnya  masih  banyak  lagi  dalil  dari  hadits-hadits  yang  shahih mengenai adzab kubur. Karena para ulama mengatakan hadits-hadits tentang adzab   dan   nikmat   kubur   itu   mencapai   level mutawatir karena   sangat banyaknya. Yang sebagian hadits-hadits tersebut akan kami sebutkan dalam bab  “Beberapa Keyakinan Ahlussunnah Terkait Alam Kubur       

 

Sumber :                .

58 HR. Muslim no. 963 42 HR. Muslim no.7393, Ahmad no.12026 56  HR. Ahmad no.14152. Syu'aib Al Arnauth dalam takhrij-nya mengatakan: “Sanad hadits ini shahih sesuai syarat      Muslim”. Demikian juga yang dikatakan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah (no. 3954). 57  HR. Bukhari no. 832, 6376, Muslim no. 589 53 HR. Bukhari no. 1304, Muslim no. 929 54 HR. Bukhari no. 1292, Muslim no. 927 55 HR. Al Bukhari no. 1375, Muslim no. 2869 51 HR. Bukhari no.6055, Muslim no.703 48 idem 49 HR. Bukhari no.600543 HR. Muslim no. 2867, dari sahabat Zaid bin Tsabit radhiallahu'anhu 44 Lihat kitab

Silsilah Ahadits Shahihah penjelasan hadits nomor 158-159 45 HR. Muslim no. 2867, 7392 46 HR. Ahmad no. 14185, Al Albani berkata: “Shahih muttashil (bersambung) sesuai persyaratan Imam Muslim”. 47 As-Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, 1/244 52 HR. At Tirmidzi no.2308, ia berkata: “hasan gharib”, dihasankan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Futuhat     Rabbaniyyah, 4/192 50 HR. Bukhari no.1369, Muslim no.7398                                                        

0 comments:

Posting Komentar