DALIL AS SUNNAH ADANYA ALAM KUBUR
Dalil pertama Dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: “Seandainya kalian tidak akan saling menguburkan, tentulah aku akan berdoa kepada Allah agar memperdengarkan kepada kalian siksa kubur yang aku dengar”.
Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan:“Setelah itu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam berbalik menghadap kami, dan bersabda: mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab neraka! Para sahabat pun berkata: kami meminta perlindungan kepada Allah dari adzab neraka. Nabi bersabda: mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur! Para sahabat pun berkata: kami meminta perlindungan kepada Allah dari adzab kubur. Nabi bersabda: mintalah perlindungan kepada Allah dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi! Para sahabat pun berkata: kami meminta perlindungan kepada Allah dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi. Nabi bersabda: mintalah perlindungan kepada Allah dari fitnah dajjal! Para sahabat pun berkata: kami meminta perlindungan kepada Allah dari fitnah dajjal Dalam k i t a b Silsilah Ahadits Shahihah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa syawahid, yaitu dari jalan Zaid bin Tsabit dan dari jalan Jabir bin Abdillah.Setelah itu, beliau memberikan penjelasan penting. Beliau berkata: “Dari beberapa hadits di atas terdapat banyak faedah, yang paling penting di antaranya:
Pertama, menetapkan adanya adzab kubur, dan hadits-hadits tentang hal i n i mutawatir. Maka tidak ada lagi kerancuan bila ada yang mengklaim bahwa hadits-hadits tentang hal ini adalah hadits Ahad.
Kedua, pun
andaikata memang benar
hadits-haditsnya adalah hadits Ahad,
tetap wajib mengimaninya
karena Al Qur’an
telah menunjukkan kebenarannya.
(Kemudian Syaikh Al Albani membawakan surat Ghafir ayat 45-46). Ketiga, pun
andaikata memang benar bahwa permasalahan adzab kubur tidak ada dalam Al
Qur’an, maka hadits-hadits shahih yang ada sudah cukup untuk menetapkan
akidah tentang adzab
kubur ini. Klaim
bahwa perkara aqidah tidak
bisa ditetapkan dengan
hadits Ahad yang shahih
adalah klaim yang batil
yang diselipkan ke
dalam ajaran Islam.
Tidak ada imam yang
mengatakan pendapat demikian,
tidak tidak katakan
oleh imam madzhab yang
empat atau semisal
mereka. Pendapat ini
hanya dikemukakan oleh ulama ahli kalam yang sama sekali tidak
didasari oleh dalil”. Beliau juga
mengatakan, “Adanya pertanyaan
dua Malaikat di
alam kubur adalah benar adanya. Wajib untuk mengimaninya. Hadits tentang
hal ini pun mutawatir”.
Dalil ke
dua Dari Aisyah
radhiallahu ‘anha, ia berkata:“Suatu ketika ada dua orang tua dari kalangan
Yahudi di Madinah datang kepadaku.
Mereka berdua berkata kepadaku bahwa orang yang sudah mati diadzab di dalam
kubur mereka. Aku pun mengingkarinya dan tidak mempercayainya. Kemudian mereka berdua
keluar. Lalu Nabi shallallahu’alaihi wasallam datang menemuiku. Maka aku pun
menceritakan apa yang dikatakan dua
orang Yahudi tadi kepada beliau. Beliau lalu
bersabda: ‘Mereka berdua benar, orang yang sudah mati akan diadzab dan semua binatang ternak dapat mendengar suara
adzab tersebut’. Dan aku pun melihat
beliau senantiasa berlindung dari adzab kubur setiap selesai shalat”.Hadits ini
menunjukkan dengan tegas
tentang adanya adzab
kubur dan alam kubur.
Diperkuat lagi dengan
pemahaman Aisyah radhiallahu'anha
yang menyampaikan hadits ini,
menunjukkan bahwa Aisyah radhiallahu'anha juga meyakini adanya adzab
kubur dan alam kubur.
Dalil ke
tiga Dari Al Barra' bin Azib radhiallahu'anhu,
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:“Jika seorang mukmin telah
didudukkan di dalam kuburnya, ia kemudian
didatangi (oleh dua malaikat lalu bertanya kepadanya), maka dia akan
menjawab dengan mengucapkan:’Laa ilaaha illallah wa anna muhammadan
rasuulullah’. Itulah yang dimaksud al qauluts tsabit dalam firman Allah Ta’ala
(yang artinya): ‘Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan al qauluts tsabit’ (QS. Ibrahim:
)”. Ini adalah dalil Al Qur’an sekaligus
As Sunnah. Karena merupakan bukti bahwa surat Ibrahim ayat 27 berbicara tentang
adzab kubur dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang
menafsirkan demikian.
Dalil ke
empat Dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu'anhu, ia
berkata: “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari sebagian pekuburan di Madinah atau Makkah. Lalu
beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang diadzab di kuburnya.
Beliau bersabda, ‘Keduanya sedang
diadzab. Tidaklah keduanya diadzab karena dosa besar (menurut mereka bedua)’,
lalu Nabi bersabda: ‘Padahal itu merupakan dosa besar. Salah satu di antara
keduanya diadzab karena tidak membersihkankan
bekas kencingnya, dan yang lain karena selalu melakukan namiimah (adu
domba)”.
Dalil ke
lima Dari Utsman bin Affan radhiallahu’anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda, “Alam kubur adalah
awal perjalanan akhirat, barang siapa yang berhasil di alam kubur, maka setelahnya lebih mudah. Barang
siapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih berat”. Utsman
radhiallahu’anhu berkata, “Aku tidak
pernah memandang sesuatu yang lebih mengerikan dari kuburan.
Dalil ke
enam Dari Umar bin
Khathab radhiallahu'anhu, Nabi
Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya mayit itu diadzab (di
dalam kuburnya) ketika keluarganya
menangisinya". Dalam riwayat lain: "Sesungguhnya mayit itu
diadzab (di dalam kuburnya) ketika keluarganya
melakukan niyahah terhadapnya".
Dalil ke
tujuh Dari Abu Ayyub
Al Anshari radhiallahu'anhu, ia berkata: “Suatu hari Rasulullah
Shallallahu'alaihi Wasallam keluar rumah tatkala matahari telah tenggelam. Beliau
mendengar suara-suara, lalu bersabda:
“Orang-orang Yahudi sedang diadzab di kuburan mereka ”.
Dalil ke
delapan Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu'anhu, ia
berkata:“Suatu hari Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam pergi ke kebun kurma milik
Bani Najjar. Beliau mendengar suara-suara dari orang-orang Bani Najjar yang
telah meninggal di zaman Jahiliyah. Mereka sedang diadzab di dalam kuburnya. Kemudian beliau pun keluar dalam
keadaan ketakutan dan memerintahkan para
sahabatnya untuk berlindung dari adzab kubur”.
Dalil ke
sembilan Dari Ummul
Mukminin Aisyah radhiallahu'anha, ia berkata: “Rasulullah shallallahu’alaihi wa
sallam berdoa ketika sedang shalat
dengan doa (yang artinya): ‘Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari
adzab kubur, dari fitnah al masih ad
dajjal, dari fitnahnya orang yang masih hidup atau yang telah mati. Ya Allah
aku berlindung kepadamu dari dari perbuatan
dosa dan hutang’.
Dalil ke
sepuluh Dari 'Auf bin Malik Al Asyja'i radhiallahu'anhu,
ia mengatakan:“Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam pernah shalat jenazah, dan
aku menghafalkan doa yang beliau
ucapkan, yaitu: Ya Allah, berilah ampunan
baginya dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah ia.
Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah
tempat masuknya, mandikanlah ia dengan
air, es dan salju. Bersihkanlah dia dari kesalahannya sebagaimana
Engkau bersihkan baju yang putih dari
kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih
baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya semula, istri yang lebih baik dari istrinya
semula. Masukkanlah ia ke dalam surga,
lindungilah ia dari adzab kubur dan adzab neraka Dan
sebenarnya masih banyak
lagi dalil dari
hadits-hadits yang shahih mengenai adzab kubur. Karena para
ulama mengatakan hadits-hadits tentang adzab
dan nikmat kubur
itu mencapai level mutawatir karena sangat banyaknya. Yang sebagian
hadits-hadits tersebut akan kami sebutkan dalam bab “Beberapa Keyakinan Ahlussunnah Terkait Alam
Kubur
Sumber
: .

0 comments:
Posting Komentar