Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 15 Maret 2026

Dampak Besar Penaklukan Persia

Penaklukan Persia oleh pasukan Muslim pada abad ke-7 turut mengubah arah sejarah kawasan tersebut.Secara politik, wilayah Persia kemudian menjadi bagian dari kekhalifahan Islam dan masuk ke dalam jaringan pemerintahan serta perdagangan dunia Islam yang sedang berkembang.

Dampak Besar Penaklukan Persia

Dalam segi agama, Islam menggeser posisi dominan Zoroastrianisme di persia. Meski begitu, Zoroastrianisme tidak sepenuhnya hilang dan komunitasnya tetap bertahan di beberapa wilayah seperti Fars dan Kerman hingga sekarang.Menariknya, identitas budaya Persia tidak lenyap setelah penaklukan. Sebaliknya, masyarakat Persia beradaptasi dengan menggabungkan tradisi lama dengan unsur-unsur Islam.

Dari proses ini lahir budaya Islam-Persia yang kemudian memainkan peran besar dalam perkembangan peradaban dunia Islam, terutama pada masa Kekhalifahan Abbasiyah.

Pada periode ini, banyak ilmuwan Persia muncul sebagai tokoh penting dalam Zaman Keemasan Islam:

seperti avisenna atau ibnu sina. yang dikenal dengan karya filsafat dan kedokterannya.kanen of medisin kedokteran dan filsafat. menjadi rujukan penting dalam ilmu medis dan filsafat dunia islam dan eropa selama berabad-abad.

begitu juga dengan ilmuwan persia dalam bidang sains. al-razi atau rhazes penelitian medis dan karya ilmiah tentang penyakit dan kimia. memberikan kontribusi besar dalam bidang sains dan kedokteran dengan metode ilmiah.

ilmuwan dalam bidang sejarah salah satunya ferdowsi shahnameh. melestarikan sejarah dan legenda iran pra islam dan menjadi ketahanan budaya persia.

Warisan Persia juga mempengaruhi sistem pemerintahan dunia Islam. Model birokrasi yang berkembang di Persia kemudian menjadi inspirasi bagi berbagai kekaisaran Islam berikutnya, termasuk Seljuk Empire dan Safavid Empire.

Penaklukan ini akhirnya melahirkan perpaduan budaya yang memperkaya peradaban Islam dan meninggalkan warisan intelektual yang bertahan hingga berabad-abad kemudian.


Read More

runtuhnya kekaisaran persia oleh pasukan muslim

Salah satu titik balik paling penting terjadi dalam Pertempuran al-Qadisiyyah pada tahun 636 Masehi. Dalam pertempuran ini, pasukan Muslim yang dipimpin oleh Sa'd ibn Abi Waqqas berhadapan dengan tentara Persia di bawah komando jenderal Rostam Farrokhzad.

runtuhnya kekaisaran persia oleh pasukan muslim

Kemenangan pasukan muslim pada pertempuran ini membuka jalan untuk merebut ibu kota Kekaisaran Sassanid, Ctesiphon. Jatuhnya pusat pemerintahan tersebut menjadi simbol bahwa kekuasaan Persia mulai runtuh.

Beberapa tahun kemudian, pertempuran lain yang tak kalah penting terjadi pada 642 M, yaitu Pertempuran Nahavand. Pertempuran ini sering dijuluki sebagai "Victory of Victories" karena dampaknya yang sangat besar.

Kekalahan Persia dalam pertempuran ini hampir sepenuhnya mengakhiri perlawanan militer terorganisasi dari Kekaisaran Sassanid. Setelah kemenangan tersebut, pasukan Muslim mampu menembus lebih jauh ke wilayah dataran tinggi Iran, membuka jalan bagi penaklukan wilayah Persia secara menyeluruh.

pasukan muslim yang dipimpin oleh Sa'd ibn Abi Waqqas dan Al-Nu'man ibn Muqarrin.sedang pasukan persia dipimpin oleh Rostam Farrokhzad.pasukan muslim yang berjumlah 30 ribu harus menghadpi pasukan persia yang berjumlah 100 ribu pasukan.setelah kemenangan pasukan muslim saat itu telah menghancurkan perlawanan militer kekasiran sasanid.Raja terakhir Persia, Yazdegerd III, berusaha melanjutkan perlawanan dengan berpindah dari satu kota ke kota lain untuk mencari dukungan dan mengumpulkan kembali kekuatan militer, namun upaya tersebut tidak berhasil.

Pada akhirnya, Yazdegerd III terbunuh di Merv pada tahun 651 Masehi. Peristiwa ini menandai berakhirnya Kekaisaran Sassanid sekaligus mengakhiri salah satu kekuatan besar yang pernah mendominasi kawasan Timur Tengah.

Keruntuhan kekaisaran persia 636 Masehi

Read More

kekalahan persia terhadap pasukan muslim

Kekaisaran Sasanian (Sassanid) merupakan salah satu kerajaan besar dalam sejarah Persia yang menjadi cikal bakal identitas Iran modern. Kekaisaran ini berdiri pada 224 Masehi hingga 651 Masehi dan didirikan oleh Ardashir I setelah berhasil menumbangkan Dinasti Parthia.Pada masa kejayaannya, wilayah kekuasaan Sassanid sangat luas. Kekaisaran ini mencakup hampir seluruh wilayah Iran modern, serta meluas hingga Irak, sebagian kawasan Kaukasus, Asia Tengah, hingga wilayah Arabia dan Levant. Dengan cakupan wilayah tersebut, secara geografis dan politik Sassanid dapat dianggap sebagai negara Iran pada masa kuno.

kekalahan persia terhadap pasukan muslim

Dalam sejarah Iran, Sassanid juga dikenal sebagai kekaisaran Persia terakhir sebelum datangnya Islam. Kekuasaan dinasti ini berakhir pada abad ke-7 setelah kalah dalam peperangan melawan pasukan Arab Muslim.Pasukan Khalid ibn al-Walid merupakan tentara muslim yang memiliki motivasi religius yang kuat. Mereka percaya bahwa mati di medan perang demi membela agama Allah akan mengantarkan mereka ke surga. Motivasi ini membentuk semangat tempur yang tinggi Kemenangan 4 pertempuran besar yang diraih Khalid membuka jalan bagi ekspansi yang lebih luas ke wilayah Persia.Keberhasilan pasukan Muslim juga tidak lepas dari kondisi geopolitik Persia yang sedang rapuh.Kekaisaran Sassanid, penguasa Persia, mengalami perang yang berkepanjangan melawan Bizantium dari 602 hingga 628 Masehi. Konflik ini menguras sumber daya militer dan ekonomi negara secara besar-besaran.

Di sisi lain, situasi internal juga tidak stabil. Setelah wafatnya kaisar Persia, Khosrow II, pada 628 Masehi, kekaisaran mengalami pergantian penguasa secara cepat disertai konflik politik di kalangan elite.Selain itu, kebijakan pajak yang berat membuat sebagian masyarakat tidak puas terhadap pemerintahan pusat. Kondisi tersebut membuat struktur kekuasaan Sassanid semakin rapuh ketika menghadapi invasi dari luar.

kekalahan persia oleh pasukan muslim

Read More

mengapa kekaisaran ottoman sulit taklukan persia

Kekaisaran Ottoman merupakan salah satu kekuatan militer paling tangguh dalam sejarah manusia, membentangkan pengaruhnya melintasi tiga benua. Panji-panji mereka berkibar dari pinggiran Wina hingga hamparan pasir Afrika Utara.

Kekaisaran Ottoman merupakan salah satu kekuatan militer paling tangguh dalam sejarah manusia, membentangkan pengaruhnya melintasi tiga benua. Panji-panji mereka berkibar dari pinggiran Wina hingga hamparan pasir Afrika Utara.

Namun, ada satu wilayah yang terus menjadi ganjalan bagi ambisi besar para Sultan di Konstantinopel: Persia. Meskipun berkali-kali melancarkan ekspedisi militer besar-besaran, Ottoman tidak pernah benar-benar mampu menundukkan negeri tetangganya itu secara total dan permanen.

Kegagalan ini menjadi anomali menarik mengingat mesin perang Ottoman jarang menemukan tandingan sepadan di palagan lain. Hubungan kedua kekuatan besar ini justru lebih sering berakhir pada titik buntu yang menguras energi dan sumber daya.

Sejarah mencatat bahwa meski kemenangan-kemenangan taktis sering diraih, keberhasilan strategis untuk mencaplok jantung Persia tetap berada di luar jangkauan.

Apa sebenarnya yang membuat benteng alam dan perlawanan manusia di Persia begitu sulit ditembus oleh pasukan Janissari? Faktor logistik, geografis, ataukah rivalitas sektarian yang menjadi penghalang utamanya?

Geografi yang Melelahkan dan Taktik Bumi Hangus

Medan tempur antara wilayah Turki modern dan Iran merupakan tantangan logistik yang nyaris mustahil ditaklukkan sepenuhnya pada masa itu.Mohammed Shahidullah -Bin- Anwar dalam risetnya yang berjudul "Factors Hindering Ottoman Conquest of Persia" di laman Research Gate menjelaskan bahwa topografi yang menakutkan (mulai dari jajaran pegunungan yang menjulang hingga lembah gersang) menjadi faktor kunci kegagalan tersebut.

Jarak yang sangat jauh dari pusat kekuasaan di Konstantinopel menuju garis depan di Persia menuntut stamina yang luar biasa dari para prajurit. Minimnya akses air bersih dan pasokan makanan di sepanjang jalur ekspedisi menciptakan "mimpi buruk logistik" yang merontokkan moral pasukan bahkan sebelum mereka mengangkat senjata.

Ketika pasukan Ottoman akhirnya tiba di tanah Persia, mereka sering kali berada dalam kondisi sangat lelah. Kerentanan ini dimanfaatkan dengan cerdik oleh pihak Persia melalui taktik gerilya dan pelecehan terus-menerus yang kian menguras kekuatan lawan.

Dinasti Safawiyah, yang menjadi rival utama, juga kerap menerapkan taktik bumi hangus untuk memastikan tidak ada sumber daya yang bisa digunakan oleh penjajah.Riset Anwar menyebutkan bahwa kondisi fisik yang payah membuat setiap jengkal tanah yang berhasil direbut menjadi sangat sulit dipertahankan. Begitu pasukan Ottoman mulai mundur karena kelelahan, pihak Persia dengan relatif mudah melakukan serangan balik untuk merebut kembali wilayah mereka.

Rantai Peperangan dan Kebangkitan Sang "Orang Sakit"

Perselisihan ini tidak sekadar soal wilayah, melainkan juga pertentangan ideologi yang tajam antara Sunni di pihak Ottoman dan Syiah di pihak Persia. Gesekan ini memicu rangkaian panjang Perang Ottoman-Persia yang dimulai sejak abad ke-16. Pada Pertempuran Chaldiran tahun 1514, Sultan Selim I memang berhasil meraih kemenangan besar atas Safawiyah.

Namun, kemenangan itu terasa hambar karena kendala logistik memaksa Selim segera kembali ke Konstantinopel sebelum sempat mengonsolidasi kekuasaan di jantung Persia.

Pola serupa terulang dalam perang tahun 1532-1555; Ottoman berhasil menduduki Tabriz yang merupakan ibu kota Safawiyah, tetapi tekanan eksternal dari aliansi Eropa dengan Persia membatasi langkah mereka untuk merangsek lebih dalam.

Memasuki periode 1578-1590, Ottoman kembali mencaplok lahan luas, namun tetap gagal mempertahankan kehadiran permanen di wilayah inti Persia. Kondisi semakin memburuk pada perang 1603-1618 ketika kekaisaran mulai terpecah konsentrasinya akibat pemberontakan internal dan konflik di perbatasan Eropa.Memasuki abad ke-18 dan awal abad ke-19, perlawanan dari Dinasti Afsharid dan Zand memastikan bahwa tidak ada perubahan teritorial yang berarti bagi Ottoman. Perang terakhir pada 1821-1823 berakhir dengan jalan buntu tanpa perubahan peta sama sekali.

Akhirnya, pada abad-abad terakhirnya, Kekaisaran Ottoman yang mulai rapuh dijuluki sebagai "sick man of Europe" atau orang sakit dari Eropa. Dalam kondisi yang didera pembusukan internal dan tekanan diplomatik Barat, upaya untuk menaklukkan Persia yang medannya begitu berat menjadi mustahil secara ekonomi dan militer.

Seluruh rangkaian konflik panjang ini pada akhirnya hanya membuktikan satu hal: ketangguhan pertahanan Persia dan sulitnya medan geografis Timur Tengah adalah benteng yang tidak bisa diruntuhkan, bahkan oleh kekaisaran terkuat di dunia sekalipun

kenapa ottoman sulit taklukan persia

Read More

Sahara yang kini dikenal sebagai gurun terpanas dan paling luas di dunia ternyata pernah hijau

Sahara yang kini dikenal sebagai gurun terpanas dan paling luas di dunia ternyata pernah hijau. Ada bukti dari sebuah penelitian dalam sebuah gua yang menunjukkan wilayah ini hijau dan banyak menerima curah hujan ribuan tahun lalu.

Sahara yang kini dikenal sebagai gurun terpanas dan paling luas di dunia ternyata pernah hijau


Bukti tersebut ditemukan para ilmuwan di gua yang berada di wilayah Maroko selatan. Di sana, para peneliti menganalisis formasi mineral di dalam gua yang menyimpan rekaman iklim masa lalu. Temuan ini memperkuat teori lama bahwa Sahara pernah mengalami periode yang jauh lebih basah dibandingkan kondisi ekstrem saat ini.Para ilmuwan menemukan bahwa sekitar 8.000 tahun lalu, wilayah Sahara menerima curah hujan jauh lebih tinggi dibandingkan sekarang. Kondisi itu membuat wilayah yang kini berupa gurun tandus berubah menjadi lanskap yang jauh lebih hijau.

Analisis dilakukan pada stalagmit, formasi mineral yang tumbuh dari lantai gua akibat tetesan air yang kaya mineral. Struktur ini dapat menyimpan jejak kimia yang merekam kondisi lingkungan saat terbentuk.Dari sampel stalagmit tersebut, para peneliti menemukan bukti bahwa antara sekitar 8.700 hingga 4.300 tahun lalu, wilayah Sahara mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan. Pada masa itu, Sahara diperkirakan bukan gurun luas seperti sekarang. Sebaliknya, wilayah tersebut dipenuhi padang rumput, danau, serta sungai yang mendukung kehidupan manusia dan hewan.

Sejumlah bukti arkeologi juga menunjukkan bahwa manusia pernah menetap di kawasan Sahara pada periode tersebut, termasuk komunitas penggembala yang memanfaatkan kondisi lingkungan yang lebih subur.Para peneliti menyebut periode ini sebagai 'Green Sahara', fase ketika Afrika Utara mengalami curah hujan lebih tinggi akibat perubahan pola iklim global. Yang membuat penelitian ini penting adalah lokasi bukti yang ditemukan. Rekaman iklim tersimpan di dalam gua, tempat yang relatif terlindungi dari erosi selama ribuan tahun.

Hal ini memungkinkan para ilmuwan mendapatkan gambaran lebih jelas tentang bagaimana kondisi iklim Sahara berubah dari masa ke masa. Penelitian tersebut memberikan bukti kuat bahwa gurun terbesar di dunia itu pernah mengalami siklus perubahan drastis, dari lanskap hijau penuh kehidupan menjadi gurun kering seperti sekarang.Temuan ini juga membantu ilmuwan memahami bagaimana perubahan iklim alami di masa lalu dapat memengaruhi lingkungan, migrasi manusia, serta perkembangan peradaban di Afrika Utara.


gurun sahara

Read More

KISAH NABI YAHYA A.S

 KISAH NABI YAHYA A.S

Kisah Kelahiran Nabi Yahya AS

Allah SWT berfirman:

"Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: 'Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan solat di mihrab (katanya): 'Sesungguhnya Allah menggembirakan   kamu   dengan   kelahiran   (seorang   puteramu)   Yahya,   yang membenarkan   kalimat   (yang   datang)   dari   Allah,   menjadi   ikutan,   menahan diri   (dari   hawa   nafsu)   dan   seorang   nabi   termasuk   keturunan   orang-orang soleh." (QS. Ali 'Imran: 38-39)

silsilah nabi yahya


"Hai Yahya, ambilah al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih anak-anak, dan rasa belas kasihan yang    mendalam dari  sisi  Kami    dan   kesucian     (dari  dosa).   Dan    ia  adalah seorang   yang   bertakwa,   dan   banyak   berbakti   kepada   kedua   orang   tuanya, dan    bukanlah     ia  orang    yang   sombong      dan   derhaka.     Kesejahteraan       atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari itu ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan kembali." (QS. Maryam: 12-15)

"Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi khabar gembira kepadamu akan (memperoleh)   seorang   anak   yang   namanya   Yahya,   yang   sebelumnya   Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia." (QS. Maryam: 7)

Inilah   Yahya   seorang   Nabi   yang   Allah   SWT   bersaksi   bahawa   sebelumnya   tak seorang     pun   yang   serupa    dengannya.      Yaitu   seorang    Nabi   yang   Allah   SWT berkata tentangnya:

"Dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami." (QS. Maryam: 13)

Sebagaimana   Khidir   diberi   ilmu   dari   sisi   Allah   SWT,   maka   Yahya   diberi   rasa cinta   dari   sisi   Allah   SWT.   Al-Hanan   ialah   ilmu   yang   luas   yang   terkandung   di dalamnya   sesuatu   kecintaan   yang   dalam   terhadap   makhluk   dan   alam.   Hanan ialah   salah   satu   dari   tingkat   cinta   yang   bersumber   dari   ilmu.   Yahya   adalah seorang Nabi yang menjadi cermin dari ibadah, zuhud, dan cinta. Nabi Yahya mengungkapkan         cinta   kepada     semua     makhluk.     Ia  dicintai   oleh   manusia, burung-burung,   binatang   buas,   bahkan   gurun   dan   gunung.   Darah   Nabi   Yahya tertumpah        ketika    beliau     berusaha      mempertahankan          kebenaran      yang disampaikannya di istana raja yang lalim. Peristiwa tragis itu berkaitan dengan seorang   penari   pelacur.   Para   ulama   banyak   menyebutkan   keutamaan   Yahya. Yahya hidup sezaman dengan Nabi Isa dan termasuk kerabat dekatnya dari sisi ibu (anak bibinya).

Ada   hadis   yang   meriwayatkan   bahawa   Yahya   dan   Isa   pernah   bertemu   pada suatu hari. Lalu Isa berkata kepada Yahya, mintakanlah ampun bagiku wahai Yahya.     Sesungguhnya       engkau     lebih   baik    daripada     aku.   Yahya     berkata:

"Mintakanlah ampun bagiku wahai Isa kerana engkau lebih baik daripada aku."

Isa    berkata:    "Tidak,    engkaulah      yang   lebih    baik   daripada     aku.    Engkau mengucapkan         salam    kepadaku     sedangkan     Allah   SWT     mengucapkan       salam kepadamu." Kisah tersebut menunjukkan keutamaan Yahya ketika Allah SWT menyampaikan salam kepadanya pada hari ia dilahirkan, pada hari ia mati, dan pada hari ia dibangkitkan kembali dalam keadaan hidup. Diriwayatkan bahawa Rasulullah saw pernah pergi dan menemui para sahabatnya. Pada suatu hari, beliau mendapati mereka sedang menyebut-nyebut keutamaan para nabi. Ada yang mengatakan, Musa kalimullah (seorang nabi yang diajak bicara oleh Allah SWT). Ada yang mengatakan, Isa ruhullah (tiupan roh Allah SWT). Dan ada juga yang mengatakan, Ibrahim khalilullah (seorang kekasih Allah SWT).

Demikianlah   para   sahabat   berbicara   tentang   para   nabi   lalu   Rasulullah   saw menemui mereka. Ketika Rasul saw mendapati mereka tidak menyebut nama Yahya, beliau berkata: "Di manakah putera seorang syahid yang mendapatkan banyak   penderitaan,   yang   memakan   pohon   kerana   takut   dosa,   di   manakah Yahya bin Zakaria."

Sementara itu, datanglah musim semi di Palestina dan bumi tampak semakin menghijau      dan   langit   semakin   terang.    Bulan    dengan    cahayanya     menembus puncak-puncak        pohon    dan   kebun.    Bunga-bunga      mawar     dan   jeruk   semakin berkembang dan baunya tersebar ke udara. Dan burung- burung yang sedang berterbangan   tampak   bernyanyi   dan   melantunkan   lagu-lagu   kegembiraan   di tengah-tengah suasana yang ceria dan penuh keindahan.

Kemudian   lahirlah   Yahya.   Kelahiran   Yahya   dipenuhi   banyak   mukjizat.   Beliau lahir pada saat ayahnya Zakaria berusia lanjut sehingga tampak seakan-akan ia putus   asa   kerana   tidak   akan   mempunyai   keturunan.   Beliau   lahir   melalui   doa yang   suci   yang   bersumber   dari   hati   Nabi   Zakaria   yang   suci   dan   tulus.   NabiYahya   lahir   di   tengah-tengah   masa   yang   dipenuhi   dengan   puncak   kesucian sebagaimana   juga   dihiasi   dengan   puncak   kelaliman.   Maryam   adalah   simbol puncak kesucian di zamannya. Mihrabnya penuh dengan bau yang harum yang memancarkan         kalimat-    kalimat    solat  yang    terus   menerus     dan   zikir  yang bersumber   dari   hati   yang   suci.   Masjid   tampak   dipenuhi   dengan   gelombang orang-orang yang solat dan orang-orang mukmin yang berzikir. Namun nun jauh di sana kelaliman tetap membunyikan genderangnya.

Masa Kecil Nabi Yahya AS

Yahya   dilahirkan   dan   masa   kecilnya   tidak   seperti   lazimnya   masa   yang   dilalui oleh    anak-anak.     Umumnya      anak-anak     saat   itu  bermain     hal-hal   yang   tidak berguna,   sedangkan   Yahya   tampak   serius   sejak   beliau   kecil.   Anak-anak   kecil saat    itu  merasa     senang    dan   terhibur    ketika   mereka     menyeksa     binatang, sementara   Yahya   justru   memberi   makan   bintang-   binatang   dan   burung   dari makanannya   sebagai   bentuk   belas   kasihan   darinya,   bahkan   terkadang   Yahya sendiri   makan   dari   daun-daun   pohon   atau   buahnya.   Ketika   beliau   menginjak usia    dewasa,    maka    cahaya    wajahnya     semakin    bersinar    dan   hatinya   penuh dengan   hikmah   dan   cinta   kepada   Allah   SWT   serta   kedamaian.   Yahya   adalah seseorang yang menyukai membaca sejak usia dini. Beliau rajin membaca dan menggali ilmu. Ketika beliau masih kecil, Allah SWT memanggilnya: "Hai Yahya, ambilah     al-Kitab    (Taurat)   itu  dengan     sungguh-sungguh.       Dan   Kami    berikan kepadanya hikmah selagi ia masih anak-anak."

Yahya mendapatkan perintah—saat beliau masih kecil—untuk mengambil Kitab dengan kekuatan. Yakni, hendaklah ia belajar kitab dengan penuh ketelitian, Yaitu    kitab   syariat.  Allah   SWT    memberinya      kemampuan       untuk    mengetahui syariat dan memutuskan perkara manusia saat beliau masih kecil. Yahya adalah orang   yang   paling   alim   di   zamannya   dan   paling   banyak   menerima   hikmah. Beliau    mempelajari      syariat   secara    sempurna.     Oleh   kerana    itu,  Allah   SWT memberinya kekuasaan saat beliau masih kecil. Beliau mampu menyelesaikan persoalan   di   antara   manusia   dan   menjelaskan   mereka   rahsia-rahsia   agama, bahkan beliau mengenalkan mereka jalan kebenaran dan mengingatkan mereka dari   jalan   kesalahan   atau   kebatilan.   Kemudian   Yahya   semakin   dewasa   dan ilmunya   makin   bertambah   serta   kasih   sayangnya   pun   makin   meningkat,   baik kepada     kedua    orang   tuanya    mahupun      kepada    binatang.    Kasih   sayang   Nabi Yahya meliputi segala sesuatu.

Kisah Perjalanan Spiritual Nabi Yahya AS

Beliau     mengajak      manusia      untuk    bertaubat      dari   dosa    mereka;      beliau memandikan mereka di sungai Jordania agar mereka menyucikan diri mereka dengan taubat; beliau mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT. Di sana tidak   terdapat   seseorang   yang   tidak   suka   kepada   Yahya   atau   menginginkankeburukan       baginya.     Yahya    adalah    seseorang     yang    sangat    dicintai    oleh masyarakatnya        kerana    ia  memang      seorang    yang   penyayang,     seorang    yang bertakwa, seorang yang alim, dan seorang yang berbudi mulia. Beliau keluar dan pergi ke gunung dan kebun bahkan gurun dan tinggal di dalamnya selama berbulan-bulan   untuk   menyembah   Allah   SWT   dan   menangis   di   hadapan-Nya serta    solat.  Beliau   merasakan      kedamaian      di  daratan,   bahkan     beliau   tidak memperhatikan makanannya. Beliau makan dari daun-daun pohon dan minum dari air sungai. Bahkan beliau makan belalang dan juga rumput. Beliau tidur di gua    mana     pun   yang    ditemuinya     di   gunung    dan   lubang    mana     pun   yang didapatinya di bumi.

Terkadang beliau masuk di suatu gua gunung lalu beliau menemukan binatang buas di dalamnya seperti serigala atau singa namun kerana kesibukannya dan konsentrasinya saat berzikir kepada Allah SWT dan solat sehingga beliau tidak lagi   memperhatikan   serigala   atau   singa.   Serigala   dan   singa   itu   melihat   Nabi Yahya lalu mereka mengetahui bahawa ini adalah seorang Nabi Allah SWT yang sangat     berbelas    kasih   kepada    binatang,    maka     binatang-binatang      buas    itu menundukkan kepalanya dan meninggalkan tempat itu dengan tenang sehingga Nabi Yahya tidak mendengar suara mereka.

Pada   kesempatan   yang   lain,   Nabi   Yahya   memberi   makan   binatang-   binatang buas dengan penuh kasih sayang. Bahkan beliau tidak makan di malam harinya kerana   makanannya   diberikan   kepada   binatang-binatang   itu.   Beliau   merasa puas   saat   menjadikan   solat   dan   zikir   sebagai   makanan   dari   hatinya   sebelum beliau memberi makanan pada tubuhnya. Beliau makan dari daun-daun pohon.

Beliau bermalam atau bergadang dalam keadaan air matanya berlinangan saat berzikir   kepada   Allah   SWT   dan   tenggelam   dalam   lautan   cinta   dan   bersyukur kepada-Nya.       Ketika   Nabi   Yahya    berdiri   di  depan   manusia     untuk   mengajak mereka      menyembah        Allah   SWT,    maka     beliau    mampu     membuat       mereka menangis kerana cinta dan khusyuk. Beliau mampu mempengaruhi hati mereka dengan   kebenaran   yang   dibawanya   dan   beliau   menampakkan   bahawa   beliau memang dekat dengan Allah SWT.

Pada   suatu   hari,   Nabi   Yahya   keluar   menemui   manusia.   Masjid   tampak   ramai dipenuhi      orang-orang.      Nabi   Yahya     berdiri   dan    beliau   mulai    berbicara: "Sesungguhnya         Allah    SWT     memerintahkan         aku     untuk     menyampaikan kalimat-kalimat yang telah aku kerjakan dan aku telah memerintahkan kalian untuk juga mengerjakannya. Hendaklah kalian menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya.           Barang     siapa    yang    menyekutukan        Allah    SWT     dan menyembah         selain-Nya,    maka    ia  seperti   seorang     budak    yang   dibeli   olehmajikannya   lalu   ia   bekerja   dan   memberikan   tenaganya   kepada   tuan   selain tuannya. Siapakah di antara kalian yang ingin memiliki budak seperti itu. Dan aku memerintahkan kalian untuk melaksanakan solat. Sesungguhnya Allah SWT melihat   hamba-Nya   saat   ia   solat.   Oleh   kerana   itu,   jika   kalian   solat,   maka hendaklah      kalian   berusaha     untuk   khusyuk.     Aku   pun   memerintahkan        kalian untuk     berpuasa,     maka    siapa   yang    melakukan      demikian,     maka    ia  seperti seseorang   lelaki   yang   mempunyai   bingkisan   dari   misik   yang   baunya   harum. Setiap   lelaki   ini   berjalan,   maka   akan   terpancarlah   bau   harum   misik  darinya. Aku pun memerintahkan kalian agar banyak melakukan zikir kepada Allah SWT, maka   orang   seperti   itu   seperti seorang   lelaki yang   dicari-cari oleh musuhnya lalu ia segera berlindung dalam benteng yang kuat. Dan benteng yang paling kuat adalah zikrullah dan tiada keselamatan tanpa benteng itu."

Nabi   Yahya   mengakhiri   nasihatnya   lalu   ia   turun   dari   mimbar   dan   kembali   ke gurun.   Di   gurun   itu   hanya   terdapat   pasir   yang   berterbangan   dan   tiada   suara lain selain suara angin dan nafas pohon serta suara kaki-kaki binatang buas dan gerakan      batu-batu     gunung.     Di   sanalah     Yahya    berdiri    di  tengah-tengah kesunyian ini. Beliau melaksanakan solat dan menangis.

Pergulatan Pemerintah dan Nabi Yahya AS

Kemudian terjadilah pergelutan hebat antara Nabi Yahya dan pemerintah yang berkuasa. Salah seorang penguasa di zaman itu adalah seorang yang lalim dan sempit akalnya. Kerosakan tersebar di istananya. Ia mendengar berita tentang Yahya. Ia heran kerana banyaknya manusia yang memberikan penghargaan dan penghormatan yang luar biasa kepada Yahya sedangkan ia sebagai seorang raja tidak mendapatkan penghormatan yang demikian besar.

Raja tersebut ingin memperkosa isteri saudaranya di mana ia mempunyai anak perempuan yang memiliki kecantikan yang terkenal. Dalam cerita disebutkan bahwa   anak   perempuan   itu   mampu   melakukan   tarian   yang   mengagumkan sambil   memakai   tujuh   helai   baju.   Setiap   ia   menari,   maka   terlepaslah   setiap baju yang dipakainya dan pada tarian yang terakhir, ia tampak dalam keadaan telanjang.

Raja   bertanya   kepada   Yahya,   apakah   ia   boleh   menikahi   isteri   saudaranya. Yahya menjawab, itu tidak diperbolehkan. Raja tetap berbicara kepada Yahya dan mendesak kepadanya agar membolehkannya menikah dengan wanita yang disukainya   itu,   dan   hendaklah   Yahya   mencari   solusi   atau   fatwa   yang   sangat memuaskannya. Namun Yahya menolak keras untuk memenuhi permintaan raja itu.   Kemudian      Yahya    pun   meninggalkannya.        Akhirnya,    raja   tampak  marah

kepada   Yahya   dan   memerintahkan   agar   Yahya   dipenjara.   Kemudian   raja   itu pun   memperkosa   isteri   saudaranya.  

Wafatnya Nabi Yahya AS

Anak   perempuan   wanita   itu   yang   suka menari telah melihat Yahya saat ia berbicara dengan raja. Anak perempuan itu sangat tertarik akan ketampanan Yahya dan keagungan keperibadiannya.

Ringkasnya, wanita yang ahli menari itu pun merasa jatuh cinta kepada Yahya. Ia   pergi   menemui   Yahya   di   penjaranya   dan   ia   melihat   Yahya   dalam   keadaan duduk solat dan menangis. Wanita itu terus mengawasi Yahya saat beliau solat sampai      selesai.   Lalu    ia  meletakkan      dirinya    di   bawah     kaki   Yahya    dan memintanya        agar    mencintainya      sebagaimana       ia  mencintai     Yahya.     Yahya menjawab   bahawa   di   dalam   hatinya   tidak  ada   cinta   lain  selain  cinta   kepada Allah SWT. Wanita itu pun bangkit dari tempatnya dalam keadaan putus asa. Ia meninggalkan   Yahya   dalam   keadaan   hatinya   dipenuhi   kebencian   padanya.   Ia kembali ke istana raja.

Waktu Isyak telah berakhir. Raja mulai meminum minuman kesukaannya, yaitu khamr.   Wanita   itu   memberikan   minum   kepada   raja.   Makin   banyaknya   raja minum, sampai-sampai raja merasa bahawa kepalanya seperti belon besar dan ia   sebentar   lagi   akan   terbang.   Di   sanalah   wanita   penari   itu   segera   memakai pakaian     tarian   dan   kembali     kepada    raja.   Raja   melihatnya     dan   ia  merasa kepalanya      bertambah      besar   dan   wanita    itu  mulai   menari.     Lalu  dipukullah rebana     dan    berbagai    alat  muzik    sehingga    wanita    itu   tampak    menari     dan menikmati tariannya. Pada tarian ke tujuh ia berhenti lalu membuka wajahnya sambil     berkata    kepada     raja:   "Wahai    tuanku,     aku   ingin   bertanya     sedikit kepadamu." Raja yang sedang mabuk itu berkata: "Segala sesuatu yang engkau inginkan   akan   kuberikan   kepadamu   sekarang   juga."   Wanita   itu   berkata:   "Aku menginginkan kepala Yahya bin Zakaria."

Mendengar perkataan itu, raja segera sadar dari mabuknya lalu ia merasakan ketakutan. Ia berkata kepadanya: "Mintalah kepadaku yang lain saja." Wanita itu   berkata:   "Aku   menginginkan   darah   Yahya   bin   Zakaria."   Wanita   ini   adalah simbol  keburukan.   Raja   berkata   sambil  minum   minuman   keras  yang   keempat kalinya     setelah   empat     puluh    kali:  "Bunuhlah     Yahya!"    Akhirnya,    pemimpin pasukan   raja   mengeluarkan   perintah   kepada   anak   buahnya   untuk   menghabisi Yahya.   Kemudian   Yahya   menemui   ajalnya   secara   tragis   dan   meneguk   madu syahadah.

Injil Mata pada pasal yang keempat belas menyebutkan suatu riwayat sebagai berikut:

"Hirdus   telah   menangkap   Yuhana   lalu   ia   memasukkan   ke   dalam   penjara kerana   Hirduya   isteri   dari   saudaranya.   Sebab   Yuhana   berkata   kepadanya, engkau     tidak  boleh   mengambilnya     sebagai   isterimu.   Ia  ingin  membunuh Yuhana     tetapi   ia  khuatir   terhadap    reaksi   masyarakat     kerana   mereka menganggapnya        sebagai   seorang   Nabi.   Ketika   diadakan    acara  kelahiran Hirdus salah seorang perempuan anak dari Hirduya menari di tengah-tengah para    hadirin   sehingga    Hirdus   merasa    kagum,    kerananya     kemudian     ia bersumpah      bahawa    apa   pun   yang   diminta   penari   itu  akan  diturutinya. Wanita itu berkata: "Berikanlah kepadaku kepala Yuhana." Sebetulnya raja itu    keberatan    tetapi   ia   sudah    terlanjur   bersumpah      dan   disaksikan orang-orang   di   sekitarnya,   maka   ia   pun   memerintahkan   agar   permintaan wanita    itu  dituruti.  Kemudian    kepala   Yuhana    dikirim   dari  penjara,   dan diberikan kepada gadis itu, lalu gadis itu membawanya kepada ibunya."

Read More