Bukit Thuwa adalah lembah suci tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah SWT. Lembah ini terletak di sisi kanan Gunung Sinai.Musa melihat api dan beliau kembali merasa menggigil. Beliau mendapati suatu pohon hijau dari duri dan setiap kali pohon itu terbakar dan berkobar api darinya maka pohon itu justru semakin hijau. Seharusnya pohon itu berubah warnanya menjadi hitam saat terbakar, tetapi anehnya api justru meningkatkan warna hijaunya.
Musa tetap menggigil meskipun beliau merasakan kehangatan dan tampak mulai berkeringat. Lembah yang di situ Musa berdiri adalah lembah Thua'. Musa meletakkan kedua tangannya di atas kedua matanya kerana saking dahsyatnya cahaya. Beliau melakukan yang demikian itu sebagai usaha untuk melindungi kedua matanya. Kemudian Musa bertanya dalam dirinya: Ini cahaya atau api? Tiba-tiba beliau tersungkur ke tanah sebagai wujud rasa takut,
Surat An-Nazi’at Ayat 16
إِذْ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلْوَادِ ٱلْمُقَدَّسِ طُوًى
tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;
Surat An-Naml ayat 7
اِذۡ قَالَ مُوۡسٰى لِاَهۡلِهٖۤ اِنِّىۡۤ اٰنَسۡتُ نَارًاؕ سَاٰتِيۡكُمۡ
مِّنۡهَا بِخَبَرٍ اَوۡ اٰتِيۡكُمۡ بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَّعَلَّكُمۡ تَصۡطَلُوۡنَ ٧
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, "Sungguh, aku melihat api. Aku akan membawa kabar tentang itu kepadamu, atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api)."
Surat An-Naml ayat 8
فَلَمَّا جَآءَهَا نُوۡدِىَ اَنۡۢ بُوۡرِكَ مَنۡ فِى النَّارِ
وَ مَنۡ حَوۡلَهَا ؕ وَسُبۡحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَ ٨
Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, "Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam."
Surat An-Naml ayat 9
يٰمُوۡسٰۤى اِنَّـهٗۤ اَنَا اللّٰهُ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُۙ
٩
(Allah berfirman, "Wahai Musa!
Sesungguhnya Aku adalah Allah, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Surat An-Naml ayat 10
وَاَ لۡقِ عَصَاكَ
ؕ فَلَمَّا رَاٰهَا تَهۡتَزُّ كَاَنَّهَا جَآنٌّ وَّلّٰى مُدۡبِرًا وَّلَمۡ يُعَقِّبۡ
ؕ يٰمُوۡسٰى لَا تَخَفۡ اِنِّىۡ لَا يَخَافُ لَدَىَّ الۡمُرۡسَلُوۡنَ ۖ
١٠
dan lemparkanlah tongkatmu!" Maka ketika
(tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor
ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Wahai
Musa! Jangan takut! Sesungguhnya dihadapan-Ku para rasul tidak perlu takut,
QS Thaha; 20: 11-14
فَلَمَّا
أَتَاهَا نُودِيَ يَا مُوسَى (١١) إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ
إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى (١٢) وَأَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ
لِمَا يُوحَى (١٣) إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي
وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي (١٤
Maka ketika ia datang ke tempat api itu, ia dipanggil, “Hai
Musa, Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu.
Sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa. Dan Aku telah memilih
kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). Sesungguhnya Aku
ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan
dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS Thaha; 20: 11-14)
QS. al Qashash 28 :29
فَلَمَّا
قَضَى مُوسَى الأجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِ آنَسَ مِنْ جَانِبِ الطُّورِ نَارًا
قَالَ لأهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا
بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ
Ia berkata kepada keluarganya:
“Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat
membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api,
agar kamu dapat menghangatkan badan.” (QS. al Qashash 28 :29)
Cahaya itu berasal dari Dzat Allah SWT. Allah menamakan tempat
itu dengan nama Thuwa, yaitu suatu tempat yang diberkahi. Allah berfirman:
إِنَّنِي
أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي
“Sesungguhnya, Aku
ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat
untuk mengingat-Ku.” (QS Thaahaa 20 : 14). Lihat pula dalam surah al
Qashash 28: 30.
Karena itulah, Allah
memerintahkan Nabi Musa untuk membuka sandal sebagai bentuk penghormtan,
pengangungan, dan kesopanan terhadap tempat yang dimuliakan dan diberkahi itu.
“Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu;
sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa” QS Thaahaa 20: 12.
Lokasi Lembah Suci Thuwa
Mengenai
dimana letak lembah suci thuwa ini sebenarnya, sempat mengalami perdebatan
panjang dari para ulama. Ada yang mengatakan ini di daerah Sinai Mesir. Adapula
yang mengatakan ini terletak di Palestina.
Bahkan,
ada yang menyebut bahwa lembah thuwa ini adalah lembah yang sama dengan yang di
maksud dengan bukit thurisina.
Beberapa
menafsirkan bahwa yang di maksud lembah thuwa adalah bukit thursina yaitu,
letaknya di gunung az-zaitun. Yang mendukung pendapat ini salah satunya adalah
Muhammad bin Abdul Mun’im al-Himyari dalam kitabnya, Al-Raudh Al-Mi’thar fi
Khabari Al-Aqthar.
Gunung
Az-Zaitun berada di sekitar bukit Baitul Maqdis yang masuk wilayah Palestina.
Apakah kalian pernah mendengar lembah suci thuwa?
Tentu bagi yang mempelajari sejarah nabi, nama lembah ini sangat tak asing.
Bagaimana
tidak, di tempat ini merupakan lokasi yang istimewa.
Ketika
nabi Musa akan kembali ke Mesir dari madyan atau saat ini lebih dikenal dengan
nama Yordania, ia mendapat peristiwa besar.




.jpg)

