Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Sabtu, 20 Desember 2025

lembah thuwa

 Bukit Thuwa adalah lembah suci tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah SWT. Lembah ini terletak di sisi kanan Gunung Sinai.Musa   melihat    api  dan   beliau   kembali    merasa    menggigil.    Beliau mendapati suatu pohon hijau dari duri dan setiap kali pohon itu terbakar dan berkobar api darinya maka pohon itu justru semakin hijau. Seharusnya pohon itu berubah warnanya menjadi hitam saat terbakar, tetapi anehnya api justru meningkatkan   warna    hijaunya.   

lembah thuwa


  Musa    tetap    menggigil    meskipun      beliau merasakan kehangatan dan tampak mulai berkeringat. Lembah yang di situ Musa berdiri adalah lembah Thua'. Musa meletakkan kedua tangannya   di   atas   kedua   matanya   kerana   saking   dahsyatnya   cahaya.   Beliau melakukan yang demikian itu sebagai usaha untuk melindungi kedua matanya. Kemudian Musa bertanya dalam dirinya: Ini cahaya atau api? Tiba-tiba beliau tersungkur ke tanah sebagai wujud rasa takut,

Surat An-Nazi’at Ayat 16

إِذْ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلْوَادِ ٱلْمُقَدَّسِ طُوًى

tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;

Surat An-Naml ayat 7

اِذۡ قَالَ مُوۡسٰى لِاَهۡلِهٖۤ اِنِّىۡۤ اٰنَسۡتُ نَارًاؕ سَاٰتِيۡكُمۡ مِّنۡهَا بِخَبَرٍ اَوۡ اٰتِيۡكُمۡ بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَّعَلَّكُمۡ تَصۡطَلُوۡنَ‏ ٧

(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, "Sungguh, aku melihat api. Aku akan membawa kabar tentang itu kepadamu, atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api)."

Surat An-Naml ayat 8

فَلَمَّا جَآءَهَا نُوۡدِىَ اَنۡۢ بُوۡرِكَ مَنۡ فِى النَّارِ وَ مَنۡ حَوۡلَهَا ؕ وَسُبۡحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَ‏ ٨

Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, "Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam."

Surat An-Naml ayat 9

 

يٰمُوۡسٰۤى اِنَّـهٗۤ اَنَا اللّٰهُ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُۙ‏ ٩

(Allah berfirman, "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

 

Surat An-Naml ayat 10

وَاَ لۡقِ عَصَاكَ ؕ فَلَمَّا رَاٰهَا تَهۡتَزُّ كَاَنَّهَا جَآنٌّ وَّلّٰى مُدۡبِرًا وَّلَمۡ يُعَقِّبۡ ؕ يٰمُوۡسٰى لَا تَخَفۡ اِنِّىۡ لَا يَخَافُ لَدَىَّ الۡمُرۡسَلُوۡنَ ۖ‏ ١٠

dan lemparkanlah tongkatmu!" Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Wahai Musa! Jangan takut! Sesungguhnya dihadapan-Ku para rasul tidak perlu takut,

QS Thaha; 20: 11-14

فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِيَ يَا مُوسَى (١١) إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى (١٢) وَأَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَى (١٣) إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي (١٤

Maka ketika ia datang ke tempat api itu, ia dipanggil, “Hai Musa, Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu. Sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS Thaha; 20: 11-14)

QS. al Qashash 28 :29

 فَلَمَّا قَضَى مُوسَى الأجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِ آنَسَ مِنْ جَانِبِ الطُّورِ نَارًا قَالَ لأهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

Ia berkata kepada keluarganya: “Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan.” (QS. al Qashash 28 :29)

Cahaya itu berasal dari Dzat Allah SWT. Allah menamakan tempat itu dengan nama Thuwa, yaitu suatu tempat yang diberkahi. Allah berfirman:

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي

“Sesungguhnya, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku.” (QS Thaahaa 20 : 14). Lihat pula dalam surah al Qashash 28: 30.

Karena itulah, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk membuka sandal sebagai bentuk penghormtan, pengangungan, dan kesopanan terhadap tempat yang dimuliakan dan diberkahi itu. “Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa” QS Thaahaa 20: 12.

Lokasi Lembah Suci Thuwa

Mengenai dimana letak lembah suci thuwa ini sebenarnya, sempat mengalami perdebatan panjang dari para ulama. Ada yang mengatakan ini di daerah Sinai Mesir. Adapula yang mengatakan ini terletak di Palestina.

Bahkan, ada yang menyebut bahwa lembah thuwa ini adalah lembah yang sama dengan yang di maksud dengan bukit thurisina.

Beberapa menafsirkan bahwa yang di maksud lembah thuwa adalah bukit thursina yaitu, letaknya di gunung az-zaitun. Yang mendukung pendapat ini salah satunya adalah Muhammad bin Abdul Mun’im al-Himyari dalam kitabnya, Al-Raudh Al-Mi’thar fi Khabari Al-Aqthar.

Gunung Az-Zaitun berada di sekitar bukit Baitul Maqdis yang masuk wilayah Palestina.

Apakah kalian pernah mendengar lembah suci thuwa? Tentu bagi yang mempelajari sejarah nabi, nama lembah ini sangat tak asing.

Bagaimana tidak, di tempat ini merupakan lokasi yang istimewa.

Ketika nabi Musa akan kembali ke Mesir dari madyan atau saat ini lebih dikenal dengan nama Yordania, ia mendapat peristiwa besar.

0 comments:

Posting Komentar