Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 05 Juli 2026

Adzab Kubur

 Adzab Kubur

Salah satu dalil yang menggambarkan hal ini adalah Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar.

azab kubur


إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ يُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: Sesungguhnya apabila meninggal salah satu diantaramu, maka ditampakkan kepadanya, setiap pagi dan sore, tempat tinggalnya. Jika dia termasuk ahli surga maka surgalah tempat tinggalnya, dan bila dia ahli neraka maka nerakalah tempat tinggalnya. Kemudian dikatakan, “inilah tempat tinggalmu, sampai nanti engkau dibangkitkan di hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar).

Azab Kubur (bahasa Arab:عذاب القبر) adalah kesengsaraan dan penghimpitan yang dihadapi manusia setelah meninggal dan ketika dia masuk ke alam barzakh. Kita tidak mengetahui dengan detail apa dan bagaimana mereka mendapatkan tekanan azab di alam kubur; sebagian meyakini bahwa azab tersebut akan dirasakan oleh jasad yang dimakamkan di bawah tanah dan sebagian meyakini bahwa itu akan dirasakan oleh jiwa dan raga secara barzakh.

Azab kubur memiliki berbagai macam bagian yang salah satunya adalah penghimpitan dan tekanan kuburan itu sendiri. Ayat-ayat dan riwayat-riwayat Ahlulbait as mengupas sebagian dari hakikat tersebut, dan ada sebuah riwayat dari Imam Shadiq as yang mengatakan bahwa tidak sedikit dari manusia yang merasakan azab kubur itu.

Begitu pula sekelompok dari Ahlusunah meyakini bahwa menangisnya sanak keluarga dekat mayit akan menambah azab di dalam kuburnya.

Apa itu Azab Kubur?

Apa dan bagaimana azab kubur itu, kebanyakannya sampai saat ini masih belum jelas bagi kita dan bentuk metafisik kehidupan setelah mati sangat sukar dicerna oleh orang-orang yang dari sejak lahir bergelut dengan dunia materi. Apa yang dijelaskan dalam Alquran dan hadis dalam menggambarkan keadaan-keadaan tersebut juga sesuai dengan nilai-nilai materi manusia dan sukarnya penggambaran-penggambaran tersebut sebagaimana ketika kita ingin menggambarkan perbedaan warna kepada seorang yang buta yang mana dalam hal ini kita terpaksa menggunakan istilah-istilah yang mereka kenal namun selama ia tidak melihat maka sama sekali dia tidak akan mengenal hakikat warna tersebut. Namun yang penting adalah kita mengetahui apa yang menyebabkan tekanan atau siksa kubur dan apa yang menyebabkan manusia selamat dari tekanan dan siksaan tersebut.

Dalam banyak ayat dan riwayat telah disinggung sebagian sudut dari kehidupan di dalam kubur. Allamah Majlisi telah mengutip 127 riwayat yang mengulas tema tersebut dalam Bihar al-Anwar, pada jilid ke-6. Dan telah dinukil juga dari doa-doa dan Munajat Ahlulbait as bahwa berkali-kali meminta perlindungan kepada Allah swt dari ketakutan dan hukuman berat dari azab kubur.

Siksa kubur tidak hanya berkaitan dengan orang-orang yang dikubur di tanah bahkan mencakup setiap orang yang telah menjadi mayit. Imam Shadiq as ditanya: Apakah siksa dan tekanan kubur juga sampai kepada orang yang disalibkan dan tidak dikuburkan? Dia mengatakan: Dia (Allah) yang bumi ada dalam komandonya, udara dalam perintahnya, kemudian Allah berfirman, mengilhamkan kepada udara wahyu untuk menghimpit dan menekannya lebih keras dan lebih berat dari kuburan.

Hadis ini menyatakan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, akan ditunjukkan kepadanya tempat tinggalnya setiap pagi dan sore. Jika dia termasuk ahli surga, maka tempat tinggalnya adalah surga, namun jika dia termasuk ahli neraka, maka tempat tinggalnya adalah neraka. Hal ini menegaskan bahwa setiap individu akan mendapatkan hasil dari amal perbuatannya di dunia.

Selain itu, ada juga riwayat Hadis dari Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa seseorang dapat diberi siksa kubur karena perilaku tertentu, seperti kurang menjaga kebersihan atau suka mengadu domba.

Dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi melewati dua kuburan, maka beliau bersabda:

إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا بِنِصْفَيْنِ ثُمَّ غَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا فَقَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Artinya: “Sesungguhnya keduanya tidak disiksa kubur karena sebab yang besar. Satu di antara keduanya disiksa karena tidak bersih dari air kencingnya, dan yang satu lagi karena suka mengadu domba.” Kemudian Nabi meminta untuk diambilkan pelepah kurma dan membelahnya menjadi dua, selanjutnya beliau bersabda: “Mudah-mudahan meringankan mereka selama belum kering keduanya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis ini, Nabi Muhammad menyampaikan bahwa dua orang yang meninggal tersebut menerima siksa kubur, satu karena tidak menjaga kebersihan dari air kencingnya, dan yang lainnya karena suka mengadu domba. Namun demikian, Nabi juga berusaha untuk meringankan siksa kubur keduanya dengan mengambil pelepah kurma dan membaginya menjadi dua bagian.

Selain itu, terdapat riwayat lain yang menyatakan bahwa Nabi pernah mendengar suara dari kuburan di waktu maghrib dan menyampaikan bahwa seorang Yahudi sedang disiksa di kuburnya. Hal-hal ini menunjukkan bahwa siksa kubur adalah suatu realitas yang dapat dialami oleh individu yang berbuat dosa.

Dalam tuntunan Nabi yang selalu dibaca pada waktu salat di waktu duduk tahiyyat, terdapat permohonan perlindungan dari empat hal, termasuk di antaranya adalah perlindungan dari siksa kubur. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga diri dari siksa kubur dan berdoa agar terhindar darinya.

Gambaran Siksa kubur

  • Ular berbisa melilit tubuh
  • Pintu neraka jahanam terbuka, sehingga asap dan panas apinya sampai ke alam kubur
  • Malaikat memukul telinga dengan gada besi
  • Kuburan menghimpit dan menyempit
  • Ditemani amalan buruk yang menyerupai wujud yang mengerikan
  • Suasana azab kubur digambarkan dalam Al-Qur'an dan hadits sebagai tempat yang gelap, penuh siksa, dan tekanan.

Gambaran suasana azab kubur

  1. Kuburan gelap
  2. Kuburan menyempit dan menghimpit tulang belulang
  3. Diberi alas dari api neraka
  4. Dipukul palu besi di wajah
  5. Dililit ular
  6. Ditunjukkan pemandangan neraka
  7. Ditemani wujud mengerikan
  8. Dibuka pintu neraka jahanam, sehingga asap dan panas apinya sampai ke alam kubur


Read More