Sakaratul
Maut bagi ahli maksiat
Sebaliknya, pendosa
atau kafir akan mendapat kunjungan dari sesuatu yang menunjukkan tempat
untuknya yang buruk.
مسند أحمد ١١٦٠٥: حَدَّثَنَا ابْنُ
أَبِي عَدِيٍّ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ
لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ قُلْنَا يَا
رَسُولَ اللَّهِ كُلُّنَا نَكْرَهُ الْمَوْتَ قَالَ لَيْسَ ذَاكَ كَرَاهِيَةَ
الْمَوْتِ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا حُضِرَ جَاءَهُ الْبَشِيرُ مِنْ اللَّهِ
عَزَّ وَجَلَّ بِمَا هُوَ صَائِرٌ إِلَيْهِ فَلَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ
أَنْ يَكُونَ قَدْ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ
وَإِنَّ الْفَاجِرَ أَوْ الْكَافِرَ إِذَا حُضِرَ جَاءَهُ بِمَا هُوَ صَائِرٌ
إِلَيْهِ مِنْ الشَّرِّ أَوْ مَا يَلْقَاهُ مِنْ الشَّرِّ فَكَرِهَ لِقَاءَ
اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ
Anas bin Malik bin An
Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram berkata bahwa Nabi Muhammad SAW
bersabda, "Siapa pun senang bertemu dengan Allah, maka Allah senang
bertemu dengannya. Siapa pun tidak senang bertemu dengan Allah, maka Allah
tidak senang bertemu dengannya."
Para sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah, kami semua tidak menyukai kematian?" Rasulullah
SAW bersabda, "Bukan itu yang aku maksud, tetapi seorang yang beriman
apabila menghadapi sakaratul maut, maka seorang pemberi kabar gembira utusan
Allah datang menghampirinya seraya menunjukkan tempat kembalinya, hingga tidak
ada sesuatu yang lebih dia sukai kecuali bertemu dengan Allah. Lalu Allah pun
suka bertemu dengannya."
"Adapun orang yang
banyak berbuat dosa atau orang kafir, apabila telah menghadapi sakaratul maut,
datang seseorang dengan menunjukkan tempat kembalinya yang buruk atau apa yang
akan dijumpainya berupa keburukan. Maka itu membuatnya tidak suka bertemu
Allah, hingga Allah pun tidak suka bertemu dengannya." (Musnad Ahmad).
"Alangkah dahsyatnya
sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang zalim berada dalam tekanan
sakaratul maut, sedangkan para malaikat memukuli dengan tangannya (sambil
berkata), “Keluarkanlah nyawamu.” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang
sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan)
yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap
ayat-ayat-Nya,”(QS Al-An‘am: 93)"
Sedangkan pada ayat 93 Surat al-An'am, Ibnu Katsir mengatakan bahwa
firman Allah: "Dan jika kamu melihat tatkala orang-orang zalim itu berada
dalam kedahsyatan maut, yakni tengah sakratul-maut" dan bencananya, sedang
para malaikat membentangkan tangan-tangannya, keluarkanlah nyawa-nyawa kalian,
yakni, para malaikat memukul mereka hingga nyawa mereka keluar dari jasadnya.
Hal itu karena apabila orang kafir sekarat, maka
para malaikat menyambutnya dengan azab, bencana, belenggu, neraka jahim, air
yang bergolak, dan kemurkaan yang dahsyat serta hebat, lalu nyawa si kafir itu
membandel, berpindah-pindah dalam tubuh si kafir dan menolak untuk keluar. Lalu
para malaikat pun memukul mereka hingga nyawa kaum kafir keluar dari tubuhnya.
