Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 05 April 2026

Fitnah pendeta yahudi kepada seorang wanita

 Fitnah pendeta yahudi kepada seorang wanita

Mula-mula pemerintahan       Romawi     tidak   turut   campur    dalam    masalah    tersebut    kerana mereka      melihat    bahawa  itu   hanya    sekadar    perselisihan    dalaman     antara kelompok-kelompok   Yahudi.   Bagi   mereka,   selama  orang-orang   Yahudi   sibuk dengan   masalah   mereka   sendiri   dan   tidak   peduli   dengan   kekuasaan,   mereka pun tidak turut campur.

Fitnah pendeta yahudi kepada seorang wanita


 Kemudian para pendeta Yahudi mulai merancang suatu persekongkolan untuk menyingkirkan   Isa.   Mereka   ingin   mengusir   Isa   dan   membuktikan   bahawa   Isa datang   untuk   menghancurkan   syariat   Musa.   Syariat   Musa   memutuskan   untuk merejam wanita yang berzina. Para pendeta Yahudi menghadirkan wanita yang salah   yang   berhak   direjam.

Mereka   berkumpul   di   sekeliling   Isa   dan   bertanya kepadanya:       "Tidakkah     syariat   menetapkan       untuk  merejam      wanita    yang bersalah?"   Isa   menjawab:   "Benar,"   Mereka   berkata:   "Ini   adalah   wanita   yangbersalah." Isa memandang wanita itu dan ia pun melihat para pendeta Yahudi. Isa   mengetahui      bahawa     para   pendeta     Yahudi   lebih   banyak    kesalahannya daripada   wanita   tersebut.   Para   pendeta   itu   menunggu   jawapan   Isa.   Jika   ia mengatakan       bahawa      wanita    itu  tidak   berhak    dibunuh,    maka     berarti   ia menentang syariat Musa, dan jika ia mengatakan bahawa ia berhak dibunuh, maka ia justru menghancurkan dirinya sendiri yang membawa syariat cinta dan toleransi.    Nabi   Isa  memahami       bahawa     ini  adalah    persekongkolan.    

 Beliau tersenyum   dan   wajahnya   tampak   bercahaya.   Kemudian   beliau   melihat   para pendeta Yahudi dan wanita itu sambil berkata: "Barang siapa di antara kalian yang tidak memiliki kesalahan, maka hendaklah ia merejam wanita itu." Suara   beliau   yang   keras   itu   memecahkan   keheningan   tempat   penyembahan. Beliau    menetapkan      peraturan    baru   yang   berhubungan      dengan    hukum     yang dijatuhkan     kepada    orang   yang   berbuat    salah.   Hendaklah     orang   yang   tidak berbuat   salah   menghukum   orang   yang   salah   dan   tidak   berhak   seseorang   pun dari   kalangan   manusia   untuk  menghukum   orang   yang   bersalah   jika   ia   sendiri bersalah,   tetapi   yang   menghukumnya   adalah   Allah   SWT   yang   Maha   Suci   dan Maha Tinggi dan Allah SWT adalah Maha Pengasih di antara yang mengasihi. Nabi Isa keluar dari tempat penyembahan itu. Tiba-tiba, wanita itu mengejar dari   belakangnya.   Lalu   wanita   itu   mengeluarkan   dari   pakaiannya   satu   botol dari minyak yang berharga. Ia berdiri di depan Isa dan menjatuhkan dirinya di atas kedua kaki Isa lalu menciumnya dan membasuhnya dengan minyak wangi dan air mata. Setelah itu, ia mengeringkan kedua kakinya dengan rambutnya.

Bagi     wanita    itu,   al-   Masih    mempakan       harapan     terakhir    yang    dapat menyelamatkannya.   Lalu   keluarlah   dari   belakang   Isa   seorang   tokoh   pendeta Yahudi.   Ia   berdiri   menyaksikan   pemandangan   tersebut   dan   ia   merasa   kagum terhadap     kasih   sayang   Isa.  Isa  melihat    kepadanya     dan   bertanya;    "Seorang kreditor yang memiliki dua orang debitor, salah satunya berhutang lima ratus dinar dan yang lain lima puluh dinar." Pendeta itu berkata: "Ya." Isa berkata: "Tak   seorang   pun   dari   mereka   berdua   yang   memiliki   wang   yang   cukup   untuk melunasi     wangnya.     Lalu  si  kreditor   memaafkan      mereka    dan   membebaskan mereka dari hutang." Pendeta berkata: "Ya." Kemudian Isa bertanya: "Siapa di antara   mereka   yang   paling   senang   kepada   kreditor   itu?"   Pendeta   menjawab: "Tentu    yang   berhutang     lebih  besar.''  Isa  berkata:    "Benar   apa   yang   engkau ucapkan. Lihatlah wanita ini. Aku telah masuk ke rumahmu tetapi engkau tidak memberikan kepadaku air agar aku dapat membasuh wajahku, tetapi wanita itu   membasuh   kedua   kakiku   dengan   air   mata   lalu   ia   mengusapnya   dengan rambut   kepalanya.  

Begitu   juga   engkau   tidak   memberikan   ciuman   kepadaku tetapi wanita ini tidak merasa puas dengan hanya mencium kedua kakiku. Jadi, hatimu sungguh sangat keras tetapi hati wanita itu dipenuhi dengan rasa cinta. Maka     barang   siapa   yang   banyak   mencintai      nescaya    kesalahan-kesalahannya akan   diampuni."   Kemudian   Isa  menoleh   ke   wanita   itu   dan   memerintahkannya untuk bangkit dari tanah sambil berkata: "Ya Allah, ampunilah wanita ini dan hilangkanlah kesalahan-kesalahannya." Nabi   Isa   berusaha   menyedarkan   para   pendeta   Yahudi   bahawa   para   dai   yang menyeru   di   jalan   Allah   SWT   bukanlah   algojo   yang   bengis   yang   menerapkan hukum syariat tanpa melihat keadaan masyarakat yang bersalah, tetapi mereka datang   dan   membawa   ajaran   Allah   SWT   yang   merupakan   ajaran   yang   penuh dengan   rahmat   kepada   manusia.   Jadi,   rahmat   adalah   tujuan   semua   dakwah Ilahi ini.

Read More