Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Sabtu, 07 Maret 2026

10 Bahasa Tertua di Dunia yang Masih Hidup atau Berdampak Besar

10 Bahasa Tertua di Dunia yang Masih Hidup atau Berdampak Besar

Bahasa adalah jendela sejarah dan identitas suatu peradaban. Seiring berjalannya waktu, banyak bahasa muncul dan punah, namun beberapa yang ada hingga kini telah menyaksikan perkembangan peradaban manusia selama ribuan tahun. Berikut adalah 10 bahasa tertua di dunia yang memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah bahasa.

10 Bahasa Tertua di Dunia yang Masih Hidup atau Berdampak Besar


1. Mesopotamia (Bahasa Sumeria)

Asal-usul: Daerah lembah Sungai Tigris dan Eufrat, sekitar abad ke-3.500 SM.Merupakan bahasa tertua yang memiliki sistem tulisan tertulis (cuneiform). Bahasa ini digunakan untuk mencatat administrasi kerajaan, sastra, dan agama di peradaban Sumeria, meskipun sudah tidak digunakan secara lisan sejak ribuan tahun yang lalu.

2. Bahasa Mesir Kuno

Asal-usul: Mesir kuno, sekitar abad ke-3.200 SM.Dikenal dengan sistem tulisan hieroglifnya, bahasa ini digunakan dalam prasasti, makam raja, dan dokumen agama. Perkembangannya melahirkan bahasa Koptik, yang masih digunakan dalam ibadah gereja Koptik hingga saat ini.

3. Sanskerta

Asal-usul: India kuno, diperkirakan muncul sekitar abad ke-2.500 SM.Sebagai bahasa induk dari keluarga bahasa Indo-Aria dan banyak bahasa di Asia Selatan, Sanskerta menjadi dasar sastra suci agama Hindu, Buddha, dan Jainisme. Karya seperti Rigveda dan Mahabharata ditulis dalam bahasa ini.

4. Bahasa Farsi Kuno (Avestan dan Pahlavi)

Asal-usul: Persia kuno (sekarang Iran), sekitar abad ke-1.500 SM.Bahasa Avestan digunakan dalam kitab suci agama Zoroastrianisme, Avesta, sedangkan Pahlavi menjadi bahasa resmi Kekaisaran Sassanid. Bahasa modern Persia (Farsi) merupakan kelanjutannya dan masih digunakan di Iran, Afghanistan, dan Tajikistan.

5. Bahasa Cina Kuno

Asal-usul: Tiongkok kuno, sekitar abad ke-1.200 SM.Sistem tulisan karakter Cina yang kuno telah ada selama ribuan tahun dan menjadi dasar bagi bahasa Cina modern. Naskah kuno seperti Kitab Perjamuan dan Kitab Musim ditulis dalam bahasa ini, yang memiliki pengaruh besar pada budaya Asia Timur.

6. Bahasa Hebrawi Kuno

Asal-usul: Timur Tengah kuno, sekitar abad ke-1.000 SM.

Bahasa ini menjadi bahasa suci agama Yahudi dan digunakan dalam kitab Taurat. Setelah beberapa abad tidak digunakan secara lisan, bahasa Hebrawi berhasil dihidupkan kembali pada abad ke-19 dan kini menjadi bahasa resmi Israel.

7. Bahasa Yunani Kuno

Asal-usul: Yunani kuno, sekitar abad ke-800 SM.Bahasa ini menjadi dasar bagi banyak istilah di bidang ilmu pengetahuan, filsafat, dan hukum. Karya Socrates, Plato, dan Aristoteles ditulis dalam bahasa ini, dan pengaruhnya terasa dalam bahasa-bahasa Eropa modern.

8. Bahasa Latin

Asal-usul: Italia kuno, sekitar abad ke-750 SM.Sebagai bahasa Kekaisaran Romawi, Latin menjadi bahasa resmi dalam pemerintahan, agama Kristen Katolik, dan pendidikan selama berabad-abad. Meskipun tidak lagi digunakan secara lisan sehari-hari, ia menjadi induk bahasa-bahasa Romawi seperti bahasa Spanyol, Prancis, dan Italia.

9. Bahasa Basque

Asal-usul: Spanyol dan Prancis bagian utara, diperkirakan muncul sebelum abad ke-500 SM.Merupakan bahasa isolasi yang tidak memiliki hubungan dengan bahasa lain di Eropa. Meskipun pernah terancam punah, upaya pelestarian telah membuatnya tetap hidup dan digunakan oleh komunitas Basque hingga saat ini

10. Bahasa Tamil

Asal-usul: India selatan dan Sri Lanka, diperkirakan muncul sekitar abad ke-300 SM atau lebih awal.Merupakan salah satu bahasa tertua yang masih digunakan secara luas hingga kini. Tamil memiliki sastra kuno yang kaya, seperti karya Thirukkural, dan diakui sebagai bahasa klasik oleh pemerintah India.

Kesimpulan

Setiap bahasa tertua di dunia menyimpan cerita unik tentang peradaban yang melahirkan dan menjaganya. Baik yang masih digunakan secara aktif maupun yang hanya hidup dalam naskah kuno, mereka menjadi bukti kekuatan budaya dan warisan sejarah manusia.

Apakah Anda tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang salah satu bahasa tertua yang disebutkan di atas, khususnya bagaimana pengaruhnya terhadap bahasa yang kita gunakan saat ini?

beberapa bahasa tertua di dunia

Read More

aksara tertua di dunia

Aksara tertua di dunia adalah Aksara Paku Sumerian, yang muncul sekitar 3.000 tahun lalu di lembah sungai Efrat dan Tigris (sekarang Irak). Aksara ini dikembangkan oleh Bangsa Sumeria dan menjadi cikal bakal terciptanya seluruh jenis aksara di dunia.

Aksara Paku Sumerian berbentuk paku dan dituliskan di atas lempengan tanah liat. Kata "aksara paku" merupakan terjemahan harfiah dari bahasa Latin, "cuneus" yang berarti 'baji' atau 'paku' dan "forma" yang berarti "bentuk" ¹ ² ³.

aksara tertua di dunia

https://bit.ly/4lciw6s

Aksara ini kemudian berkembang dan digunakan oleh orang Persia, Babilonia, dan bangsa-bangsa lain hingga awal masa perhitungan tahun dunia barat ⁴.

Aksara Paku Sumeria adalah salah satu aksara tertua di dunia, dikembangkan oleh Bangsa Sumeria sekitar 3.500 tahun SM di Mesopotamia (sekarang Irak). Aksara ini digunakan untuk menulis bahasa Sumeria dan kemudian diadopsi oleh bangsa lain seperti Akkad, Babilonia, dan Asiria.

Aksara Paku Sumeria awalnya berupa gambar (piktogram), tapi kemudian berkembang menjadi simbol-simbol yang mewakili suara (fonogram). Aksara ini ditulis dengan cara menekan ujung bambu atau kayu ke tanah liat basah, menciptakan bentuk paku.Aksara Paku Sumeria digunakan selama lebih dari 3.000 tahun, sampai akhirnya digantikan oleh aksara lain seperti aksara Alfabet Fenisi


Sekilas tentang aksara paku

Read More

Anjuran Bertasbih pagi dan petang hari

 Anjuran Bertasbih pagi dan petang hari


 سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ  سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ 

Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung

keutamaan bertasbih

Terdapat ayat yang memerintahkan untuk mensucikan Allah SWT dan memerintahkan untuk bertasbih kepada-Nya sebagai bentuk pengabdian dan melaksanakan ibadah kepada Allah SWT pada pagi dan petang.

Surat Ar-Rum ayat 17


فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ

Artinya : Bertasbihlah kepada Allah ketika kamu berada pada waktu senja dan waktu pagi.

Menurut tafsir tahlili Kemenag, dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT memberi petunjuk kepada umat muslim tentang cara-cara untuk melepaskan diri dari azab neraka dan memasukkan mereka ke dalam surga. Allah SWT memerintahkan mereka untuk menyucikan-Nya dari segala sifat yang tidak layak bagi-Nya, memuji dan memuja-Nya serta menyebut nama-Nya dengan segala sifat-sifat yang baik dan terpuji.

Dalam ayat ini, Allah SWT menyatakan apabila telah diketahui bahwa surga itu suatu tempat bagi orang-orang yang beramal saleh, maka sucikanlah Allah SWT dengan iman yang baik dalam hati, esakanlah ia dengan lisan, dan beramal salehlah dengan mempergunakan anggota tubuh. Semuanya itu merupakan penyucian dan pemujian. Bertasbihlah kepada Allah SWT agar kegembiraan di surga dan kesenangan yang dicita-citakan itu dapat dicapai.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,   


مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ إِلَى ﴿وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ أَدْرَكَ مَا فَاتَهُ فِي لَيْلَتِهِ وَمَنْ قَالَهُنَّ حِينَ يُمْسِي أَدْرَكَ مَا فَاتَهُ فِي يَوْمِهِ  

Artinya: "Barangsiapa yang membaca wirid dengan ayat "fa sub-ḫânallâhi ḫîna tumsûna wa ḫîna tushbiḫûn," pada pagi hari, maka dia men-dapatkan apa yang dia lewatkan pada malamnya, dan siapa yang membaca wirid itu pada petang hari, maka dia mendapatkan apa yang dia lewatkan pada siangnya."  

Pada hadits lain, Rasulullah SAW juga bersabda,   


مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُكَالَ لَهُ بِالْقَفِيْزِ الْأَوْفَى فَلْيَقُلْ فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ ..الآية  

Artinya: "Barangsiapa yang ingin dipenuhi timbangan kebaikannya dengan penuh, maka hendaklah ia membaca tasbih (Subhanallah) di waktu pagi dan petang, sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam ayat: ‘fa sub-ḫânallâhi ḫîna tumsûna wa ḫîna tushbiḫûn..’”   



Read More

Jumat, 06 Maret 2026

5 kerajaan tertua didunia

 5  Kerajaan Paling Tua di Dunia, Era Mesopotamia Kuno ada banyak sekali kerajaan yang berada di dunia, ada yang memiliki kekuasaan paling lama, kekuatan paling kuat maupun luas  wilayah yang paling luas.

5 kerajaan tertua didunia


Daftar 5 Kerajaan Paling Tua di Dunia

yang pertama Kekaisaran Akkadia

Kekaisaran pertama, Mesopotamia kuno ini menjadi kekaisaran tertua di dunia. Berdiri pada 2334 SM dan berakhir pada 2154 SM,  kekaisaran berkuasa sekitar 180 tahun.Muncul di Mesopotamia pada milenium ke-3 SM. Kerajaan ini dikenal sebagai kekaisaran pertama di dunia yang menggabungkan kota-kota negara Sumeria di bawah satu pemerintahan. Akkadia terkenal karena bahasa Akkadia yang menjadi lingua franca dan kontribusi militernya.Di bawah kekaisaran orang Akkadia dan Sumeria, para warganya menguasai dua bahasa yaitu bahasa Akkadia dan Sumeria.

Terdapat delapan raja yang memerintah yaitu Sargon, Rimush, Manishtushu, Naram-Sin, Shar-Kali-Sharri, Interregnum, Dudu, dan  Shu-turul.Ibu kota dari kekaisaran ini berada di Akkad. Namun, meskipun para cendekiawan sudah mendokumentasikan lebih dari 7.000 teks  yang merinci kekaisaran Akkadia, mereka belum menemukan ibu kita Akkad.Ternyata sebagian besar penelitian arkeologi yang berkaitan dengan kekaisaran ini berasal dari Suriah Timur Laut. Daerah  tersebut diketahui menjadi bagian dari Asyur setelah jatuhnya Akkad.

yang kedua. Kekaisaran Asyur

Salah satu kerajaan paling kuat dan paling lama berdiri di Mesopotamia. Berbasis di utara Mesopotamia, Asyur dikenal karena kekuatan militernya yang canggih, penggunaan kavaleri, dan administrator yang efisien. Mereka membangun kekaisaran yang luas melalui penaklukan. Kekaisaran ini dibagi menjadi empat era yaitu Periode Asiria Awal, Kekaisaran Asiria Lama, Periode Assyria Tengah dan Periode  Assyria Baru.Berdiri pada 2025 SM sampai dengan 605 SM membuat kekaisaran ini memiliki masa berkuasa sekitar 1420 tahun.

Ibu kota pertama yang dimiliki oleh Kekaisaran Asyur adalah Assur. Kendati demikian pada masa periode awal, 

bangsa Asiria  masih berada di bawah Kekaisaran Akkadia.

yang ketiga, Kerajaan Babilonia (Dinasti Babilonia Pertama)

Terkenal melalui dua periode utama. Babilonia Lama (atau Kuno) menghasilkan salah satu undang-undang tertulis tertua yang terkenal, Kode Hammurabi. Babilonia Baru kemudian menjadi pusat budaya dan kekayaan yang luar biasa di bawah penguasa seperti Nebukadnezar II. Dinasti ini berlangsung sekitar tahun 1894 Sebelum Masehi sampai dengan 1595 Sebelum Masehi. Awal mula dari dinasti ini dimulai ketika Raja Amori  mendirikan kerajaan kecil yang mencakup wilayah Babilonia yang saat itu merupakan kota kecil.

Babilonia mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hammurabi (1728 Sebelum masehi  sampai 1686 Sebelum Masehi).Namun setelah kematiannya, Babilonia kembali menjadi kerajaan kecil. Sekitar akhir Dinasti Babilonia Pertama, ibu kotanya  dijarah oleh orang Het di bawah perintah Raja Mursili.

yang ke empat,Kekaisaran Het

Didirikan pada sekitar tahun 1600 Sebelum Masehi dan berakhir pada 1178 Sebelum Masehi yang memiliki durasi kekuasaan selama 422 tahun.Sebuah kekuatan utama di Anatolia (Turki modern) selama Zaman Perunggu Akhir. Bangsa Het memiliki keahlian militer yang signifikan, terutama dalam penggunaan kereta perang, dan mereka merupakan musuh utama Mesir di pertempuran Kadesh. Mereka juga mengembangkan sistem hukum yang unik.

Pada saat masa jayanya wilayah kekaisaran ini meliputi sebagian besar Anatolia serta bagian Levant utara (Suriah modern) dan  Mesopotamia Atas (Irak barat laut, Suriah timur laut, dan Turki tenggara).

Akibat dari letak geografisnya, Kekaisaran Het sering berperang dengan Kekaisaran Mesir, Kekaisaran Assyria Tengah, dan  Kerajaan Mitanni untuk menguasai wilayah tersebut.Pada akhirnya Asiria lah yang mendominasi dan mengambil sebagian besar Tanah Kekaisaran Het.

Hal tersebut menyebabkan banyak persaingan dari kerajaan sekitar dan menyebabkan kekaisaran ini mengalami periode kekuasaan  yang lemah dan berkurangnya wilayah milik Kekaisaran Het.

dan yang terakhir Kekaisaran Mesir (Kerajaan Baru Mesir)

Orang Mesir Kuno diketahui pertama kali mendirikan kerajaannya sekitar tahun 2686 Sebelum Masehi. Kendati demikian Kerajaan Baru yang  dibangun pada 1550 Sebelum Masehi dan memerintah selama 473 tahun sampai dengan 1077 Sebelum Masehi merupakan satu-satunya era yang dikenal sebagai  Kekaisaran Mesir.Pada era kekaisaran ini, Mesir berada dalam masa jayanya. Seni dan arsitektur juga berkembang dengan pesat selama era ini.

Selain itu pada era ini juga dibangun Lembah Para Raja yang digunakan sebagai kompleks penguburan terbesar yang berisikan  makam Firaun dan bangsawan yang kuat atau saat ini dikenal sebagai piramida.


kerajaan tertua didunia

Read More

Wujud Ikan Nun

 menurut cerita , ikan yang menelan Nabi Yunus adalah ikan Nun. Tidak ada yang tahu persis mengenai wujud ikan Nun, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Ikan ini digambarkan seperti ikan paus, tetapi ukurannya lebih besar. Ciri-ciri ikan nun Ukurannya sangat besar, Kemungkinan berbentuk seperti ikan paus, Dipercaya sebagai ikan terbesar di dunia, Wujud sebenarnya hanya diketahui oleh Allah, Diyakini masih hidup hingga hari kiamat.

Wujud Ikan Nun


Wujud Ikan Nun

Bahkan, tidak ada yang tahu pasti seperti apa sebenarnya Ikan Nun yang menelan Nabi Yunus AS itu atau seperti apa bentuknya.Hanya saja menurut cerita yang berkembang, Ikan Nun digambarkan sebagai ikan yang mirip ikan paus. Mengapa paus? Pasalnya, ikan paus dianggap sebagai ikan terbesar di dunia.Namun jika melihat kisah-kisah yang tertulis dalam Al-Qur’an, dijelaskan bahwa Ikan Nun adalah jenis ikan paus. Hanya saja ukuran Ikan Nun tersebut tidak seperti ikan pada umumnya, melainkan ikan yang sangat besar. bentuk Ikan Nun menyerupai ikan paus. Jika menurut Anda paus yang ada saat ini berukuran cukup besar untuk ukuran ikan. Bahkan paus di lautan pun bisa menelan mayat manusia dengan sangat mudah.Bagaimana dengan Ikan Nun yang pernah menelan Nabi Yunus AS? Berapa ukuran tubuhnya? Menurut cerita, Ikan Nun merupakan ikan yang sangat besar.

Ikan nun apakah masih ada?

Ikan Nun diyakini masih hidup hingga saat ini, tetapi keberadaannya tidak diketahui. 

Dalam perut ikan paus, Nabi Yunus berdoa dan memohon ampun kepada Allah. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan menjaga Nabi Yunus tetap aman tanpa luka sedikit pun.

Nabi Yunus bertahan hidup di dalam perut ikan paus selama beberapa hari 

Nabi Yunus mendirikan sholat Asar sebagai wujud syukurnya atas perlindungan Allah 

Munculnya Ikan Nun

Banyak cerita beredar bahwa seseorang melihat wujud ikan yang pernah menelan Nabi Yunus AS. Apakah tepat? Nyatanya, tidak ada yang bisa memastikan bahwa Ikan Nun masih hidup sampai sekarang atau sudah mati.


Read More

Kamis, 05 Maret 2026

NABI YUNUS a.s. DITELAN IKAN NUN

 NABI YUNUS a.s. DITELAN IKAN NUN

Yunus   bin   Matta   adalah   seorang   nabi   yang   di   utuskan   oleh   Allah   s.w.t   untuk berdakwah di sebuah tempat bernama Niwana. Nabi Yunus seorang pendatang ke   Niwana   semata-mata   atas   perintah   Allah   s.w.t   untuk   berdakwah   kepada penduduknya.

NABI YUNUS a.s. DITELAN IKAN NUN


Nabi     Yunus     mendapati       penduduk      Niwana      merupakan       manusia      yang menyekutukan Allah dengan menyembah berhala. Nabi Yunus mengajar mereka tentang ilmu tauhid dan keimanan. Nabi Yunus juga memberi nasihat kepada mereka tentang kebodohan mereka menyembah berhala sedangkan berhala itu adalah     hasil  buatan    manusia.     Nabi   Yunus    menasihatkan      mereka     bahawa berhala   tersebut   tidak   dapat   memberi   apa-apa   manfaat   kerana   berhala   itu tidak   boleh   bergerak   dan   berkata-   kata.   Nabi   Yunus   mengingatkan   mereka supaya   menyembah   Allah   s.w.t   yang   telah   menciptakan   manusia   dan   Allah sajalah yang wajib ditaati.

Oleh kerana ajaran yang di bawa oleh Nabi Yunus itu ajaran baru, maka tidak ramai     manusia    yang    mahu    menerimanya.       Mereka    lebih   suka   menyembah berhala-berhala       yang   di  sembah     oleh   datuk   nenek    mereka     secara    turun temurun.      Walaupun      Nabi   Yunus    memberi      nasihat,   tetapi    mereka     tetap berkeras dengan berkata "Ini adalah Tuhan kami (yakni berhala-berhala), datuk nenek   kami   telah   lama   menyembah   tuhan-tuhan   kami   dan   kami   tetap   tidak akan berganjak dari meninggalkan agama kami".

Nabi    Yunus   berkata    "Aku   hanya   menyampai      apa   yang   Allah   menyuruh     akusampaikan      kepada    kamu    semua,    oleh   itu  kamu    beriman    dan   bertauhidlah

menurut   agama   yang   aku   bawa   sebagai   amanat   Allah   s.w.t".   Berkata   Nabi Yunus lagi "Aku ini hanyalah pesuruh yang mana Allah s.w.t telah perintahkan kepadaku supaya menyelamatkan kamu semua daripada lembah kesesatan dan lembah   kegelapan   serta   menyiarkan   kepada   kamu   tentang   agama   yang   suci bersih lagi murni dan membersihkan hati-hati kamu dari kufur dan syirik, demi untuk kebaikan kamu di dunia dan di akhirat."

Walaupaun Nabi Yunus telah memberi nasihat serta pengajaran supaya kembali ke pangkal jalan, mereka tetap dengan pendiriannya dan berkata "walau apa sekalipun   kamu   katakan   kepada   kami,   kami   tetap   tidak   akan   berganjak   dari agama   kami   dan   kami   juga   tidak   takut   walau   apa   pun   ancaman   yang   kamu katakan dan kalau mahu cubalah datangkan ancaman itu kepada kami, kalau kamu memang orang yang benar."

Setelah      Nabi    Yunus    melihat     keadaan      mereka     yang    tidak    menerima peringatannya   itu,   maka   Nabi   Yunus   pun   meninggalkan   Niwana   dengan   rasa amat marah. Nabi Yunus berdoa kepada Allah supaya mereka yang keras kepala menerima hukuman yang sewajarnya. Sejak Nabi Yunus meninggalkan Niwana mereka      gelisah    melihatkan     perubahan      yang   berlaku     di  tempat     tinggal masing-masing.

Penduduk melihat Niwawa mengalami kegelapan, binatang peliharaan mereka juga seperti tidak tenteram dan di tambah pula dengan angin yang sangat kuat serta   guruh   yang   mengegarkan.   Dengan   berlakunya   perkara-perkara   ini   maka tahulah mereka bahawa ajaran yang dibawa oleh Nabi Yunus itu adalah ajaran yang benar dan bukan satu ajaran yang direka. Akhirnya mereka menyesal dan keluar beramai-ramai dari kota pergi ke bukit lalu meminta ampun dan rahmat Allah s.w.t agar dijauhkan daripada sebarang malapetaka.

Allah s.w.t Maha Mengetahui akan hambaNya yang menyesal dan mohon ampun dariNya, maka Allah s.w.t pun menerima permintaan mereka, lalu Niwana yang gelap bertukar menjadi cerah, binatang ternakan tidak lagi dalam ketakutan dan     mereka     kembali    tenang.     Akhirnya    mereka     semua     kembali    dengan bersyukur kepada Allah s.w.t yang telah menyelamatkan mereka dari bahaya malapetaka.   

 Nabi  Yunus  telah  meninggalkan   Niwana membawa diri  tanpa tujuan. Baginda   naik   bukit   turun   bulit,   naik   gunung   turun   gunung   dan   akhirnya   ia sampai di pantai. Kebetulan pada masa itu dia melihat sebuah kapal hendak belayar, maka dia pun menghampiri pemilik kapal itu untuk turut serta belayar bersamanya.   Setelah    diberi  keizinan    maka    Nabi   Yunus    menumpang       kapal tersebut. Dalam pelayaran itu, kapal yang ditumpangi Nabi Yunus telah dilanda ribut taufan yang kuat.

Oleh itu kapten kapal telah memutuskan supaya barang yang dibawa hendaklah dikurangkan.   Ini   termasuk   penghuni   kapal   kapal   tersebut.   Satu   pengundian telah dibuat dan dalam undian tersebut Nabi Yunus dipilih sebagai orang yang harus    dibuang    ke  laut.   Oleh   sebab   Nabi   Yunus    adalah   orang   yang   sangat dihormati dan disanjung, maka mereka mengadakan pemilihan sekali lagi dan kali kedua Nabi Yunus tetap terpilih.

Maka   mereka   mengundi   sekali   lagi   dan   akhirnya   Nabi   Yunus   tahu   bahawa   ia adalah      kehendak     Allah.    Nabi    Yunus    memikirkan       kesalahannya      kerana meninggalkan Niwana tanpa mendapat persetujuan Allah. Ia berfikir keputusan undi itu adalah disebabkan untuk menebus dosa yang telah dilakukannya. Nabi Yunus   beristikharah,   tanpa   ragu-ragu   Nabi   Yunus   terjun   ke   dalam   laut   yang sedang bergelombang ganas.

Ketika    Nabi   Yunus    sedang    berlawan    dengan    gelombang,      maka   Allah   s.w.t mengarahkan seekor ikan nun (yu) supaya menelan Nabi Yunus hidup- hidup, maka ikan nun yang muncul itu pun menelan Nabi Yunus dan menyimpannya dalam perut tanpa ada cacat-celanya. Ketika Nani Yunus berada dalam perut ikan    nun   dia   berdoa    kepada    Allah   supaya   mengampuni       dosa    yang   telah dilakukan.   Lalu   Nabi   Yunus   membaca   doa:   "Tidak   ada   Tuhan   yang   benar   di sembah      hanya   Engkau    ya   Allah,  mahasuci     Engkau    aku   adalah   orang   yang membuat zalim atas diriku."

Maka     Allah   perkenankan      permintaannya      dan   Allah   lepaskan    dia   daripada kedukaan.      Demikianlah      Allah  selamatkan      orang   yang    beriman.    Rasulullah bersabda maksudnya:

"Nama      Tuhan    yang    mulia,    siapa   yang    berdoa    dengan     nama     itu  akan diperkenankan   doanya. Siapa yang meminta  dengan   nama  itu,   akan   diberi apa   yang   diucapkan   oleh   Nabi Yunus dalam   perut   ikan   nun."   Firman   Allah bermaksud "Jika tidak kerana dia (Nabi Yunus) daripada orang yang selalu mengucapkan  tasbih,  niscaya    tidaklah    ia  dapat   keluar    dari  perut    ikan sampai hari kiamat."

Setelah beberapa lama Nabi Yunus berada dalam perut ikan nun, maka Allah pun   melemparkan   Nabi   Yunus   ke   darat.   Di   tempat   Nabi   Yunus   dilemparkan Allah menghidupkan pokok labu yang dapat Nabi Yunus bernaung di bawahnya dan dapat pula ia makan buat tersebut dan kembali segar. Ketika Nabi Yunus dilemparkan ke darat keadaannya amat letih.

Setelah Nabi Yunus berasa segar kembali maka Allah telah memerintahkannya supaya    kembali    ke  Niwana.    Nabi  Yunus    terkejut  kerana    penduduk    sedang menanti kepulangannya.  Penduduk  tersebut  meminta  Nabi Yunus mengajar  untuk menyempurnakan akidah dan imam mereka. Nabi Yunus berasa hairan kerana penduduk      Niwana    dahulunya     terdiri  daripada    orang   yang   ingkar   dengan perintah Allah tetapi kini hidup dan mati mereka semata-mata kerana Allah. 
Read More

Iran bukanlah arab

Iran sering kali secara keliru dianggap sebagai negara Arab, padahal pada kenyataannya Iran memiliki perbedaan budaya, bahasa, dan sejarah yang jelas dibandingkan dengan negara-negara Arab.



Ketika membahas Timur Tengah, banyak orang mungkin mengira bahwa semua negara di kawasan tersebut adalah Arab, namun anggapan itu jauh dari akurat.Salah satu perbedaan utama antara orang Iran dan Arab terletak pada etnisitas. Mayoritas penduduk Iran berasal dari kelompok etnis Persia, yang mencakup sekitar 60% populasi negara tersebut.

Meskipun terdapat sejumlah kelompok etnis minoritas lain di Iran seperti Azeri, Kurdi, Lur, Baluchi, dan Arab, etnis Persia secara historis merupakan kelompok dominan di negara itu.Sebaliknya, bangsa Arab terutama mendiami Semenanjung Arab serta wilayah Afrika Utara dan Levant. Mayoritas penduduk di negara-negara seperti Arab Saudi, Irak, Yordania, Mesir, dan Suriah mengidentifikasi diri sebagai Arab. Bangsa Arab berbagi ciri budaya yang sama serta keterkaitan linguistik yang kuat karena penggunaan bahasa Arab.

Bahasa Persia (Farsi)

Perbedaan bahasa merupakan faktor penting lain yang memisahkan Iran dari negara-negara Arab. Bahasa resmi Iran adalah Persia atau Farsi, yang termasuk dalam cabang Indo-Iran dari rumpun bahasa Indo-Eropa.Bahasa Persia memiliki sistem tulisan sendiri yang memang diadaptasi dari alfabet Arab, namun kosakata, tata bahasa, dan akar linguistiknya sepenuhnya berbeda dari bahasa Arab.
Sebaliknya, bahasa Arab merupakan bahasa Semit dan menjadi bahasa resmi di lebih dari 20 negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Secara struktur tata bahasa, sistem akar kata, hingga perkembangan historis, Farsi dan Arab memiliki perbedaan yang signifikan.Meski Iran menggunakan aksara Arab yang telah dimodifikasi dan mayoritas penduduknya beragama Islam seperti banyak negara Arab, kesamaan tersebut tidak menjadikan Iran sebagai bagian dari bangsa Arab.

Meskipun bahasa Persia menyerap sejumlah kosakata Arab, terutama akibat pengaruh Islam, bahasa ini tetap merupakan bahasa yang berbeda dan tidak saling dipahami (mutually unintelligible) dengan bahasa Arab.

Perbedaan Sejarah

Sejarah Iran juga menjadi aspek kunci yang membedakannya dari negara-negara Arab. Kekaisaran Persia kuno, yang didirikan oleh Cyrus Agung pada tahun 550 SM, merupakan salah satu kekaisaran terbesar dalam sejarah dan dikenal atas pencapaian budaya yang kaya serta sistem pemerintahan yang maju.

Bangsa Persia membangun peradaban yang khas, lengkap dengan arsitektur megah, seni, sastra, serta kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan filsafat.Kekaisaran Akhemeniyah, Parthia, dan Sassania termasuk di antara kekaisaran Persia paling berpengaruh yang membentuk budaya dan identitas Iran.

Sebaliknya, sejarah bangsa Arab sangat terkait dengan munculnya Islam pada abad ke-7 M.Nabi Muhammad mempersatukan suku-suku di Semenanjung Arab, yang kemudian mendorong ekspansi cepat Kekhalifahan Islam ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan wilayah lainnya. Hal ini melahirkan peradaban Arab-Islam yang luas dan berpengaruh terhadap banyak kawasan dan budaya, termasuk sebagian wilayah yang kini menjadi bagian dari Iran.

Secara geografis, Iran terletak di Asia Barat Daya, berdekatan dengan teluk Oman, teluk Persia, dan laut kaspia di antara Irak dan Pakistan. Selain itu, Iran berada di kawasan Timur Tengah dan sering disebut bersamaan dengan negara-negara Arab seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Sejarah Iran

Iran berasal dari peradaban Persia yang sudah berusia ribuan tahun, jauh sebelum munculnya Negara Arab. Kekaisaran-kekaisaran besar seperti Achaemenid (abad ke-6 SM) menandai Iran sebagai pusat sejarah dan kebudayaan sebelum masa Islam.Sementara itu, identitas budaya Arab berkembang terpisah di Semenanjung Arab dan baru menyebar luas setelah munculnya Islam pada abad ke-7 M.

Mayoritas penduduk Iran berasal dari etnis Persia, meskipun negara ini juga dihuni oleh berbagai kelompok etnis lain seperti Azeri, Kurdi, dan Arab dalam jumlah yang lebih kecil.Berbeda dengan negara-negara Arab yang identitas kolektifnya sangat erat dengan bahasa Arab dan keanggotaan dalam Liga Arab, Iran tidak termasuk dalam blok politik dan budaya tersebut.Anggapan bahwa Iran adalah negara Arab kerap muncul karena faktor agama. Mayoritas penduduk Iran memang beragama Islam, sama seperti banyak negara Arab di Timur Tengah.

Namun, agama tidak menentukan identitas etnis. Secara historis, bahasa, dan budaya, Iran berakar pada peradaban Persia, bukan Arab. Perbedaan ini menegaskan bahwa Islam dan identitas Arab adalah dua hal yang tidak dapat disamakan.



Read More

Sejarah berdirinya kekaisaran persia

Cyrus Agung (sekitar 600–530 SM) dikenal sebagai pendiri Kekaisaran Akhemeniyah atau yang sering disebut sebagai Kekaisaran Persia Pertama.



Dalam masa pemerintahannya, ia membangun salah satu kekaisaran terbesar yang pernah ada, membentang dari Laut Mediterania hingga Sungai Indus.

Bukan hanya itu, Cyrus juga dikenang berkat kebijakan toleransi beragama dan sistem pemerintahan yang mampu menjaga stabilitas di wilayah yang sangat beragam. Bagaimana perjalanannya hingga berhasil mendirikan kekaisaran sebesar itu?

Seperti banyak tokoh besar dunia kuno, kehidupan Cyrus dikelilingi mitos dan legenda. Salah satu sumber kuno utama tentang dirinya adalah Cyropaedia karya Xenophon, yang menggambarkannya sebagai penguasa ideal. Karya ini sering dianggap sebagai perpaduan antara roman politik dan sejarah.

Sumber penting lain berasal dari Herodotus melalui karyanya Histories. Meski dijuluki “Bapak Sejarah”, tulisannya kerap dikritik karena memuat kisah yang dianggap terlalu dramatis. Selain itu, terdapat pula kronik Babilonia seperti Kronik Nabonidus, meski banyak bagian yang terfragmentasi.

Karena sumber-sumber ini tidak selalu sepenuhnya objektif atau lengkap, merekonstruksi sejarah Cyrus membutuhkan kehati-hatian. Meski demikian, pengaruhnya terhadap Dunia Kuno tidak terbantahkan.

Melansir The Collector, Cyrus lahir sebagai putra Cambyses I, raja Persia, dan cucu Astyages, raja Media. Menurut legenda yang dicatat Herodotus, Astyages pernah bermimpi bahwa cucunya akan menggulingkannya.

Karena takut, ia memerintahkan jenderalnya, Harpagus, untuk membunuh bayi itu. Namun perintah tersebut tidak dijalankan, dan Cyrus justru dibesarkan secara tersembunyi.

Dalam kisah lain, Cyrus kecil menunjukkan bakat kepemimpinan sejak usia dini. Setelah identitasnya terungkap, ia akhirnya dikembalikan kepada orang tuanya. Versi-versi berbeda tentang masa kecilnya menunjukkan betapa sosoknya telah menjadi bagian dari legenda bahkan sejak awal kehidupannya.

Menggulingkan Media

Ketika naik takhta pada 559 SM, Cyrus masih berada di bawah kekuasaan Media. Namun pada 553 SM, ia memberontak melawan Astyages. Dalam konflik yang berlangsung tiga tahun, Harpagus membelot ke pihak Cyrus. Pada 550 SM, ibu kota Media, Ecbatana, berhasil direbut.


Alih-alih menghukum kakeknya, Cyrus memilih mengampuni Astyages. Sikap lunaknya membantu menenangkan wilayah taklukan dan memperkuat legitimasinya sebagai penguasa Persia sekaligus Media.

Menaklukkan Lydia

Sekitar 547 SM, Croesus, raja Lydia yang terkenal kaya, menyerang wilayah Persia di Anatolia. Pertempuran berlangsung sengit, tetapi Cyrus berhasil memukul mundur pasukan Lydia hingga ke Sardis. Atas saran Harpagus, ia menempatkan unta di garis depan untuk mengacaukan kavaleri Lydia—taktik yang terbukti efektif.

Sardis jatuh, dan Croesus ditangkap. Lagi-lagi, Cyrus memilih mengampuni lawannya dan bahkan menjadikannya penasihat. Setelah pemberontakan ditumpas, wilayah Anatolia, termasuk Ionia dan Fenisia, masuk ke dalam kekuasaan Persia.

Pembebasan Babilonia

Pada 539 SM, Cyrus menaklukkan Babilonia yang saat itu diperintah oleh Nabonidus. Dengan memanfaatkan pengalihan aliran Sungai Efrat, pasukan Persia memasuki kota tanpa perlawanan besar.

Berbeda dengan penakluk lain, Cyrus melarang penjarahan. Ia memulihkan kuil-kuil dan menghormati tradisi lokal. Kebijakannya tercatat dalam Silinder Cyrus, yang sering disebut sebagai salah satu piagam awal tentang kebebasan beragama dan pemulihan hak-hak masyarakat yang terusir.

Cyrus Agung kemudian wafat sekitar 530–529 SM dalam konflik melawan bangsa Massagetae di Asia Tengah, yang dipimpin Ratu Tomyris. Ia dimakamkan di Pasargadae, dan makamnya masih berdiri hingga kini.

Read More