Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Sabtu, 17 Januari 2026

KISAH NABI DAUD a.s DENGAN ULAT

 KISAH NABI DAUD a.s DENGAN ULAT

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud a.s sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu. Lalu Nabi Daud a.s. berkata pada dirinya, "Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?"

KISAH NABI DAUD a.s DENGAN ULAT

Sebaik sahaja Nabi Daud selesai berkata begitu, maka Allah pun mengizinkan ulat   merah    itu  berkata-kata.     Lalu  ulat  merah    itu  pun   mula   berkata-kata kepada   Nabi   Daud   a.s.   "Wahai   Nabi   Allah!   Allah   s.w.t   telah   mengilhamkan kepadaku untuk membaca 'Subhanallahu walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu   akbar'    setiap   hari   sebanyak   1000   kali  dan   pada   malamnya   Allah mengilhamkan kepadaku supaya membaca 'Allahumma solli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim' setiap malam sebanyak 1000 kali.

Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud a.s. "Apakah yang dapat kamu katakan kepadaku agar aku dapat faedah darimu?" Akhirnya Nabi Daud menyedari akan kesilapannya kerana memandang remeh akan ulat tersebut, dan dia sangat takut kepada Allah s.w.t. maka Nabi Daud a.s. pun bertaubat dan menyerah diri kepada Allah s.w.t. Begitulah sikap para Nabi a.s. apabila mereka menyedari kesilapan yang telah dilakukan maka dengan segera mereka akan bertaubat dan menyerah diri kepada Allah s.w.t. Kisah-kisah   yang   berlaku   pada   zaman   para   nabi   bukanlah   untuk   kita   ingat sebagai bahan sejarah, tetapi hendaklah kita jadikan sebagai teladan supaya kita tidak memandang rendah kepada apa sahaja makhluk Allah yang berada di bumi yang sama-sama kita tumpangi ini.

Read More

Jumat, 16 Januari 2026

Kisah Wafatnya Nabi Daud AS

 Kisah Wafatnya Nabi Daud AS

Nabi   Daud   kembali   menyembah   Allah   s.w.t   dan   bertasbih   kepada-Nya   serta melantunkan   senandung   cinta   kepada-Nya   sampai   akhir   hayatnya.   Nabi   Daud berpuasa   sehari   dan   berbuka   sehari.   Sehubungan   dengan   itu,   Rasulullah   saw bersabda: "Sebaik-baik puasa adalah puasanya Daud. Beliau berpuasa satu hari dan    berbuka    satu  hari. 

Kisah Wafatnya Nabi Daud AS

Beliau   membaca      Zabur   dengan    tujuh   puluh   suara; beliau    melakukan     solat  di  tengah    malam    dan   menangis    di  dalamnya,     dan kerana   tangisannya   segala   sesuatu   pun   ikut   menangis,   dan   suaranya   dapat menyembuhkan orang   yang   gelisah   dan  orang   yang   menderita."   Nabi    Daud meninggal secara tiba-tiba sebagaimana dikatakan oleh berbagai riwayat.

Matahari mengganggu manusia, lalu Sulaiman memanggil burung dan berkata: "Naungilah   Daud.   Maka   burung   itu   menaunginya.   Dan   angin   menjadi tenang." Sulaiman berkata kepada burung: "Naungilah manusia dari sengatan matahari. Burung   itu   pun   tunduk   kepada   perintah   Sulaiman.   Ini   untuk   pertama   kalinya orang-orang menyaksikan kekuasaan Sulaiman."

Read More

Kamis, 15 Januari 2026

kebohongan bani israil terdap Nabi Daud AS

 Cerita Palsu bangsa israil terhadap Nabi Daud AS

Banyak     cerita  dongeng     atau   bohong    yang   disampaikan     orang-orang    Yahudi tentang godaan yang dialami oleh Daud. Dikatakan bahawa ia tertarik dengan isteri dari salah seorang pemimpin pasukannya lalu ia mengutus pemimpin itu di   suatu   peperangan     di  mana   ia  mengetahui     apa   yang   terjadi  dengannya. Kemudian Daud menguasai isterinya.

Cerita Palsu bangsa israil terhadap Nabi Daud AS

Itu   adalah   kepalsuan   yang   mengada-ada.   Manusia   yang   hatinya   berhubungan dengan   bintang   tertinggi   di   langit   dan   tasbihnya   berhubungan   dengan   tasbih makhluk-makhluk dan benda-benda mati, maka mustahil baginya untuk hanya melihat   atau   tertarik   dengan   keindahan   atau   kecantikan   wajah   wanita   atau fisiknya. Seseorang yang melihat puncak keindahan di alam dan berhubungan dengannya      secara    langsung   dan    menundukkannya       dengan     tasbihnya    maka mustahil   baginya   untuk   tunduk   kepada   naluri   seksual.   Daud   adalah   seorang hamba      Allah  s.w.t   dan   tidak   mungkin  ia  menjadi    hamba     dari  nalurinya sebagaimana yang dikemukakan oleh cerita-cerita palsu Bani Israil.

Read More

Rabu, 14 Januari 2026

Kisah Kecerdasan Nabi Sulaiman bin Daud AS

 Kisah Kecerdasan Nabi Sulaiman bin Daud AS

Seperti    biasanya,  Daud   duduk  dan  memberikan   keputusan     hukum    kepada manusia   dan menyelesaikan   persoalan   mereka.   Seorang   lelaki   pemilik   kebun datang kepadanya disertai dengan lelaki yang lain. 

Kisah Kecerdasan Nabi Sulaiman bin Daud AS

Pemilik kebun itu berkata kepadanya: "Tuanku wahai Nabi, sesungguhnya kambing laki- laki ini masuk ke kebunku      dan   memakan      semua    anggur   yang   ada   di  dalamnya.     Aku   datang kepadamu   agar   engkau   menjadi   hakim   bagi   kami.   Dan   aku   menuntut   ganti rugi."Daud     berkata   kepada    pemilik   kambing:     "Apakah    benar   bahawa     kambingmu memakan kebun lelaki ini?" Pemilik kambing itu berkata: "Benar wahai tuanku." Daud berkata: "Aku telah memutuskan untuk memberikan kambingmu sebagai ganti dari apa yang telah dirosaki oleh kambingmu." Sulaiman berkata: "Allah telah   memberinya   hikmah   di   samping   ilmu   yang   diwarisi   dari   ayahnya   -   aku memiliki   hukum   yang   lain,   wahai   ayahku."   Daud   berkata:   "Katakanlah   wahai Sulaiman."      Sulaiman     berkata:    "Aku    memutuskan       agar    pemilik    kambing mengambil kebun laki- laki ini yang buahnya telah dimakan oleh kambingnya. Lalu hendaklah ia memperbaikinya dan menanam di situ sehingga tumbuhlah pohon-pohon anggur yang baru. Dan aku memutuskan agar pemilik kebun itu mengambil kambingnya sehingga ia dapat mengambil manfaat dari bulunya dan susunya serta makan darinya. Jika pohon anggur telah besar dan kebun tidak rusak atau kembali seperti semula, maka pemilik kebun itu dapat mengambil kembali     kebunnya     dan  begitu   juga   pemilik   kambing    pun   dapat   mengambil kambingnya." Daud berkata: "Ini adalah keputusan yang hebat wahai Sulaiman. Segala puji bagi Allah s.w.t yang telah memberimu hikmah ini. Engkau adalah Sulaiman   yang   benar-benar   bijaksana."   Nabi   Daud   -   meskipun   kedekatannya kepada Allah s.w.t dan kecintaannya kepada-Nya - selalu belajar kepada Allah s.w.t. Allah s.w.t telah mengajarinya agar ia tidak memutuskan suatu perkara kecuali setelah ia mendengar perkataan kedua belah pihak yang bertikai.

Pada    suatu   hari  Nabi   Daud   duduk   di   mihrabnya    yang   di  situ  ia  solat  dan beribadah. Ketika ia memasuki kamarnya, ia memerintahkan para pengawalnya untuk      tidak    mengizinkan       seseorang      pun    masuk      menemuinya        atau mengganggunya saat ia solat. Tiba-tiba, beliau dikejutkan ketika melihat dua orang lelaki berdiri di hadapannya. Daud takut kepada mereka berdua kerana mereka berani masuk, padahal ia telah memerintahkan agar tak seorang pun masuk menemuinya. Daud bertanya kepada mereka: "Siapakah kalian berdua?" Salah    seorang   lelaki  itu  berkata:   "Janganlah    takut   wahai   tuanku.   Aku    dan laki-laki    ini   berselisih   pendapat.      Kami    datang     kepadamu      agar    kamu memutuskan        dengan    cara  yang   benar."   Daud    bertanya:    "Apa   masalahnya?" Laki-laki   yang   pertama   berkata:   "Saudaraku   ini   mempunyai   sembilan   puluh sembilan     kambing    betina,   sedangkan     aku  hanya    mempunyai      satu.  Ia  telah mengambilnya dariku." Ia berkata: "Berikanlah kepadaku, lalu ia mengambilnya dariku." Daud berkata tanpa mendengar pendapat atau argumentasi pihak yang lain:   'Sesungguhnya      dia  telah   berbuat     lalim  kepadamu      dengan     meminta kambingmu   untuk   ditambahkan   kepada   kambingnya.   Dan   sesungguhnya   dari kebanyakan orang-orang yang berserakan itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman.'

Daud   terkejut   ketika   tiba-tiba   dua   orang   itu   menghilang   dari   hadapannya. Kedua orang itu bersembunyi laksana awan yang menguap di udara. Akhirnya, Daud   mengetahui   bahawa   kedua   lelaki   itu   adalah   malaikat   yang   diutus   oleh Allah    s.w.t   kepadanya     untuk    memberinya      pelajaran:    hendaklah     ia  tidak mengambil       keputusan    hukum     di  antara   dua   orang   yang   berselisih   kecuali setelah    mendengar      perkataan    mereka     semua.    Barangkali   pemilik    sembilan puluh sembilan kambing itu yang benar. Daud tunduk dan bersujud serta rukuk kepada Allah s.w.t dan meminta ampun kepada-Nya.

Allah s.w.t berfirman:

"Dan     sampaikah     kepadamu       berita   orang-orang     yang    berperkara     ketika mereka   memanjat   pagar?   Ketika   mereka   masuk   (menemui)   Daud   lalu   ia terkejut   dengan   (kedatangan)   mereka.   Mereka   berkata:   'Janganlah   kamu merasa takut, (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorangdari kami berbuat lalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami    dengan     adil  dan   janganlah    kamu    menyimpang       dari  kebenaran      dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan   puluh   sembilan   ekor   kambing betina   dan   aku   mempunyai   seekor saja.    Maka    dia   berkata:    'Serahkanlah      kambing     itu  kepadaku      dan   dia mengalahkan aku dalam perdebatan.' Daud berkata: 'Sesungguhnya dia telah berbuat   lalim   kepadamu   dengan   meminta   kambingmu   untuk   ditambahkan kepada   kambingnya.   Dan   sesungguhnya   dari   kebanyakan   orang-orang   yang berserikat   itu   sebahagian   mereka   berbuat   zalim   kepada   sebahagian   yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang soleh; dan    amat    sedikitlah    mereka     ini".  Dan   Daud    mengetahui      bahawa     kami mengujinya;   maka   ia   meminta.   ampun   kepada   Tuhannya   lalu   menyungkur sujud   dan   bertaubat.      Maka   Kami   ampuni   baginya   kesalahannya   itu.       Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik." (QS. Shad: 21-25)

Read More

Selasa, 13 Januari 2026

Kalimat tammah

Kisah jin ifrit jatuh tersungkur saat Isra' Mi'raj adalah ketika Nabi Muhammad SAW sedang melakukan perjalanan Isra' Mi'raj, beliau melewati sebuah tempat yang dihuni oleh jin ifrit. Jin ifrit tersebut mencoba menghalangi perjalanan Nabi dengan melemparkan api, namun Nabi tidak terpengaruh. Kemudian, malaikat Jibril mengajarkan Nabi sebuah doa, yaitu "A'udhu bi-kalimati 'llahit-tammati min syarri ma khalaq", sehingga jin ifrit tersebut jatuh tersungkur.

Kalimat tammah


Asal mula Tammah ini ketika Rasulullah melakukan perjalanan israj miraj, diperoleh Rasulullah dari malaikat jibril ketika sedang dalam perjalanan Isra Mikraj . Dikisahkan ketika dalam perjalanan Rasulullah Saw. mencium aroma harum. Aroma tersebut ternyata berasal dari Masyithah, penyisir rambut Firaun dan keluarganya. Beliau juga melihat ifrit yang mengikuti dari belakang. Jin ifrit itu membawa obor api pembakar kebenaran dan hendak membinasakannya.

 Beliau pun langsung mencoba mengusirnya dengan membaca ayat-ayat Al-Quran. Sayangnya, tak ada reaksi apa-apa dari jin tersebut, justru semakin mendekat. Hingga akhirnya malaikat Jibril berkata: “Maukah jika aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang jika engkau membacanya, maka ia akan jatuh tersungkur dan obornya akan mati?” (HR. Malik, an-Nasa’i, ath-Thabrani, dan yang lain). Bacaan Kalimat Tammah Ada beberapa bacaan kalinat Tammah dari yang redaksi pendek hingga yang panjanv dan sempurna.

Berikut bacaannya lengkap menurut hadits shahih.

1.   Kalimat Tammah pertama

 أعوذبكلمات اللّه التّامّات من شرّ ماخلق

A’uudzu bikalimaatilaahit taammati min syarri maa kholaq.

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna dari semua kejahatan yang dijadikanNya.”

2.   Kalimat Tammah kedua

 أعوذبكلمات اللّه التّامّة من كلّ شيطان وهامّة ومن كلّ عين لامّة

A’uudzu bikalimaatillahit taammati min kulli syaithonin wa haam matin wa mingkulli ‘aiinin laammah.

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna dari syaitan yang menggoda dan dari pandangan mata yang menyeramkan.”

3.   Kalimat Tammah ketiga atau sempurna

 اَعُوْذُبِوَجْهِ اللهِ الْكَرِيْمِ وَبِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ

 الَّتِى لَايُجَاوِزُ هُنَّ بَرٌّ وَلَافَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَايَنْزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمِنْ شَرِّمَا يَخْرُجُ فِيْهَا وَمِنْ شَرِّمَا ذَرَأَ فِى الْأَرْضِ وَمِنْ شَرِّمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمِنْ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَرِ وَمِنْ طَوَارِقِ اللَّيْلِ وَالنَّهَرِ إِلَّاطَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرِ يٰارَحْمٰنُ

A’uudzu biwaj’hillaahil kariim. Wa bikalimaatil laahit taammaatil latii laa yujaawizuhunna barrun wa laa faajirun min syarri maa yanzilu minas’sama’i. Wa min syarri maaya’ ruju fiiha. Wa min syarri maa dzaro-a fiil ardhi. Wa min syarri ma yakh’ruju minhaa. Wa min fitanil laili wan nahaari. Wa min thowaariqil laili wan nahaari illa thooriqon. Yath’ruqu bikhoirin ya rahman.

Artinya: “Aku berlindung pada Tuhan Yang Maha Pemurah dan berpegang teguh pada kalimat-kalimatNYA yang sempurna yang tidak dapat diperangaruhi oleh siapapun juga, baik orang taat maupun orang fasik, dari kejahatan yang turun dari langit dan kejahatan yang naik ke langit, kejahatan yang ada dimuka bumi dan kejahatan yang keluar dari bumi, kejahatan fitnah-fitnah dan peristiwa yang membawa akibat buruk yang terjadi siang dan malam, kecuali peristiwa yang membawa kebaikan, Ya Tuhan kami yang Maha Rahman (Pengasih).”

Bacaan Kalimat Tammah




Read More

Kerajaan Nabi Daud AS

 Kerajaan Nabi Daud AS

Allah   s.w.t   memperkuat   kerajaan   Daud.   Allah   selalu   menjadikannya   menang ketika melawan musuh-musuhnya. Allah menjadikan kerajaannya sangat besar sehingga   ditakuti   oleh   musuh-musuhnya   meskipun   tidak   dalam   peperangan. Allah menambah nikmat-Nya kepada Daud dalam bentuk memberinya hikmah.

kerajaan nabi daud as


Selain    memberi     kenabian    kepada    Daud,    Allah   s.w.t  memberi     hikmah     dan kemampuan         untuk    membedakan        kebenaran      dari   kebatilan.    Nabi    Daud mempunyai seorang anak yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah anak yang cerdas    dan   kecerdasannya      itu  tampak    sejak   masa    kecilnya.   Usia  Sulaiman mencapai sebelas tahun ketika terjadi kisah ini. Allah s.w.t berfirman:

"Dan    (ingatlah   kisah)   Daud   dan   Sulaiman,    di  waktu    keduanya    memberikan keputusan        mengenai      tanaman,       kerana     tanaman       itu   dirosaki     oleh kambing-kambing         kepunyaan       kaumnya.      Dan    adalah    Kami     menyaksikankeputusan      yang   diberikan   oleh   mereka     itu,  maka   Kami    telah  memberikan pengertian   kepada   Sulaiman   tentang   hukum   (yang   lebih   tepat);   dan   kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu. " (QS. al-Anbiya': 78-79)

Read More

Senin, 12 Januari 2026

Kisah Nabi Daud dengan seorang Raja

 Kisah Raja yang cemburu terhadap Nabi Daud AS

Ketika     Allah    s.w.t   mencintai  seorang   nabi  atau  seorang  hamba   dari hamba-hamba-Nya maka Dia menjadikan manusia juga mencintainya. Manusia mencintai  Nabi  Daud  sebagaimana burung-burung, hewan- hewan,     dan gunung-gunung pun mencintainya.  

Kisah Nabi Daud dengan seorang Raja


Raja   melihat   hal   yang   demikian   itu   lalu timbullah rasa cemburu dalam dirinya. Ia mulai berusaha untuk menyakiti Nabi Daud dan membunuhnya. Ia menyiapkan pasukan untuk membunuh Daud. Daud mengetahui   bahawa   raja   cemburu   kepadanya.   Oleh   kerana   itu,   beliau   tidak memerangi raja namun apa yang beliau lakukan? Beliau mengambil pedang raja saat ia tidur lalu beliau memotong sebahagian dari pakaiannya dengan pedang itu. Kemudian beliau membangunkan raja dan berkata kepadanya: "Wahai raja, engkau   telah   berencana   untuk   membunuhku,   namun   aku   tidak   membencimu dan tidak ingin membunuhmu. Seandainya aku ingin membunuhmu maka aku lakukan      saat    engkau     tidur.    Ini  bajumu      telah    terpotong.      Aku    telah memotongnya   saat   engkau   tidur.   Aku   bisa   saja   memotong   lehermu   sebagai ganti dari memotong baju itu, tetapi aku tidak melakukannya. Aku tidak suka untuk menyakiti seseorang pun. Ajaran yang aku bawa hanya berisi cinta dan kasih   sayang,   bukan   kebencian.   Raja   menyedari   bahawa   dirinya   salah   dan   ia meminta maaf kepada Daud."

Kemudian berlalulah hari demi hari dan raja terbunuh dalam suatu peperangan yang   tidak   diikuti   oleh   Nabi   Daud,   kerana   raja   itu   cemburu   kepadanya   dan menolak bantuannya. Setelah itu, Nabi Daud menjadi raja. Masyarakat saat itu mengetahui bahawa Daud melakukan apa saja demi kebaikan dan kebahagiaan mereka   sehingga   mereka   rela   untuk   menjadikannya   raja   bagi   mereka.   Jadi, Daud     menjadi     Nabi   yang   diutus   oleh   Allah   s.w.t   sekaligus   menjadi     raja. Kekuasaan   tersebut   justru   meningkatkan   rasa   syukur   kepada   Allah   s.w.t   dan meningkatkan        ibadahnya     kepada-Nya      serta   mendorong      beliau   untuk    lebih meningkatkan        kebaikan    dan    menyantuni      orang-orang     fakir   serta   menjaga kepentingan masyarakat umum.

Read More

Minggu, 11 Januari 2026

Doa Pengakuan dosa

Doa pengakuan dosa

Ya Allah aku mengakui dosa yang telah aku perbuat sepanjang hidupku. Ya Allah sesungguhnya hambamu adalah hamba yang lemah dan hina yang tak luput dari kesalahan.  hanya Engkaulah yang Maha suciHamba selalu mengulangi dosa-dosa yang sama. Ya Allah ampunilah dosaku berilah rahmatMu kepadaku.



Ya Allah  aku telah menzalimi diriku sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni Aku dan memberi rahmat kepadaku, niscaya hamba termasuk orang-orang yang merugi.

Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka, ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ya Allah tanpa pertolongan mu aku tidak bisa berbuat apa-apa baik di dunia maupun diakhirat ampunilah dosaku dan aku mengakui aku tidak sanggup lagi. menghadapi ujian hidup di dunia ini tanpa pertolonganMu. aku mohon tolonglah hamba permudahlah hidupku didunia ini agar aku bisa memperoleh kebahagian di akhirat perbanyaklah hartaku. lancarkanlah usahaku berilah aku petunjukmu Ya Allah. Ya  Allah berilah aku kemudahan untuk tetap istiqomah dijalanMu kuatkanlah langkahku untuk beribadah kepadaMu dan hindarkanlah aku kepada hal-hal yang merugikan yang membuat aku mendurhakaiMu. serta berilah aku kemudahan dalam hisab dan mendapatkan surgamu. sesungguhnya Engkaulah dzat Yang maha pengampun lagi Maha mengabulkan.

Bacaan Doa pengakuan dosa


Read More

Mukjizat Nabi Daud AS

 Mukjizat Nabi Daud AS

Pada   suatu   hari,   beliau   merenung   dan   mendengarkan   ocehan   burung   yang berdialog      satu   sama     lain.   Lalu   beliau    mengerti     apa    yang    dibicarakan burung-burung   itu.   Allah   s.w.t   meletakkan   cahaya   dalam   hatinya   sehingga   ia memahami bahasa burung dan bahasa haiwan-haiwan yang lain. Daud sangat mencintai hewan dan burung. Beliau berlemah lembut kepada hewan-hewan itu,   bahkan     beliau   merawatnya       ketika   hewan- hewan     itu  sakit  sehingga burung-burung        dan    binatang     yang    lain   pun    mencintainya.       Di   samping kemampuan   memahami   bahasa   burung,   Allah   s.w.t   juga   memberinya   hikmah (ilmu pengetahuan). Ketika Daud memperoleh ilmu dari Allah s.w.t atau ketika ia mendapatkan mukjizat maka bertambahlah rasa cintanya kepada Allah s.w.t dan     bertambah      juga   rasa   syukumya      kepada-Nya,      begitu    juga   ibadahnya semakin   meningkat.  

Mukjizat Nabi Daud AS

Oleh   kerana   itu,   beliau   berpuasa   pada   suatu   hari   dan berbuka      pada    hari   yang    lain.   Allah   s.w.t    sangat    mencintai     Daud    dan memberinya   kerajaan   yang   besar.   Dan   masalah   yang   dihadapi   oleh   kaumnya adalah, banyaknya peperangan di zaman mereka. kerana itu, pembuatan baju besi sangat penting. Baju besi yang dibuat oleh para ahli sangat berat sehingga seorang yang berperang tidak mudah bergerak dengan bebas ketika memakai baju besi itu.

Pada suatu hari, Nabi Daud duduk sambil merenungkan masalah tersebut dan di depan beliau ada potongan besi yang beliau main-mainkan. Tiba- tiba, beliau mengetahui   bahawa   tangannya   dapat   membikin   besi   itu   lunak.   Allah   s.w.t memang   telah   melunakkan   besi   bagi   Daud.   Lalu   Daud   memotong-motongnya dan      membentuknya         dalam      potongan-potongan         kecil    dan     melekatkan sebahagian   pada   yang   lain,   sehingga   beliau   mampu   membuat   baju   besi   yang baru,   yaitu   baju   besi   yang   terbentuk   dari   lingkaran-lingkaran   besi   yang   jika dipakai   oleh   seseorang   yang   berperang   maka   ia   akan   leluasa   untuk   bergerak dan tubuhnya tetap terlindung dari pedang dan kapak. Baju besi itu lebih baik dari semua baju besi yang ada pada saat itu.

Allah s.w.t melunakkan baju besi baginya. Yakni, Nabi Daud adalah orang yang pertama kali menemukan bahawa besi dapat menjadi leleh dengan api dan ia dapat dibentuk menjadi ribuan rupa. Kami merasa puas dengan tafsir seperti ini.   Nabi   Daud   bersyukur   kepada   Allah   s.w.t.   Kemudian   banyak   pabrik-pabrik berdiri   untuk   membuat   baju   besi   yang   baru.   Ketika   selesai   pembuatan   baju besi     itu   dan    diberikan     kepada     pasukannya   maka   musuh-musuh  Daud mengetahui   bahawa   pedang   mereka   tidak   akan   mampu   menembus   baju   besi ini.   Baju   besi   yang   dipakai   oleh   para   musuh     itu  sangat    berat   dan   dapat ditembusi oleh pedang. Baju besi yang mereka pakai tidak membuat mereka bergerak   dengan   bebas   dan   tidak   dapat   melindungi   mereka   saat   berperang, tidak   demikian   halnya   dengan   baju   besi   yang   dibuat   oleh   Nabi   Daud.   Setiap peperangan   yang   diikuti   oleh   tentera   Daud   maka   beliau   selalu   mendapatkan kemenangan;   setiap   kali   beliau   memasuki         kancah    peperangan   maka       beliau merasakan        kemenangan.  Beliau  mengetahui   bahawa   kemenangan    ini semata-mata         datangnya      kerana     Allah    s.w.t    sehingga     rasa    syukurnya kepada-Nya   semakin   bertambah   dan   tasbih   yang   beliau   lakukan   pun   semakin meningkat serta kecintaan kepada Allah s.w.t pun semakin bergelora

Read More