Kisah jin ifrit jatuh
tersungkur saat Isra' Mi'raj adalah ketika Nabi Muhammad SAW sedang melakukan
perjalanan Isra' Mi'raj, beliau melewati sebuah tempat yang dihuni oleh jin
ifrit. Jin ifrit tersebut mencoba menghalangi perjalanan Nabi dengan
melemparkan api, namun Nabi tidak terpengaruh. Kemudian, malaikat Jibril
mengajarkan Nabi sebuah doa, yaitu "A'udhu bi-kalimati 'llahit-tammati min
syarri ma khalaq", sehingga jin ifrit tersebut jatuh tersungkur.
Asal mula Tammah ini ketika
Rasulullah melakukan perjalanan israj miraj, diperoleh Rasulullah dari malaikat
jibril ketika sedang dalam perjalanan Isra Mikraj . Dikisahkan ketika dalam
perjalanan Rasulullah Saw. mencium aroma harum. Aroma tersebut ternyata
berasal dari Masyithah, penyisir rambut Firaun dan keluarganya. Beliau juga
melihat ifrit yang mengikuti dari belakang. Jin ifrit itu membawa obor api
pembakar kebenaran dan hendak membinasakannya.
Beliau pun langsung mencoba mengusirnya dengan
membaca ayat-ayat Al-Quran. Sayangnya, tak ada reaksi apa-apa dari jin
tersebut, justru semakin mendekat. Hingga akhirnya malaikat Jibril berkata:
“Maukah jika aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang jika engkau membacanya,
maka ia akan jatuh tersungkur dan obornya akan mati?” (HR. Malik, an-Nasa’i,
ath-Thabrani, dan yang lain). Bacaan Kalimat Tammah Ada beberapa bacaan kalinat
Tammah dari yang redaksi pendek hingga yang panjanv dan sempurna.
Berikut bacaannya lengkap
menurut hadits shahih.
1. Kalimat Tammah pertama
أعوذبكلمات
اللّه التّامّات من شرّ ماخلق
A’uudzu
bikalimaatilaahit taammati min syarri maa kholaq.
Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna dari semua kejahatan
yang dijadikanNya.”
2. Kalimat Tammah kedua
أعوذبكلمات
اللّه التّامّة من كلّ شيطان وهامّة ومن كلّ عين لامّة
A’uudzu bikalimaatillahit
taammati min kulli syaithonin wa haam matin wa mingkulli ‘aiinin laammah.
Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna dari syaitan yang
menggoda dan dari pandangan mata yang menyeramkan.”
3. Kalimat Tammah ketiga atau sempurna
اَعُوْذُبِوَجْهِ
اللهِ الْكَرِيْمِ وَبِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ
الَّتِى لَايُجَاوِزُ هُنَّ بَرٌّ وَلَافَاجِرٌ
مِنْ شَرِّ مَايَنْزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمِنْ شَرِّمَا يَخْرُجُ فِيْهَا وَمِنْ
شَرِّمَا ذَرَأَ فِى الْأَرْضِ وَمِنْ شَرِّمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمِنْ فِتَنِ
اللَّيْلِ وَالنَّهَرِ وَمِنْ طَوَارِقِ اللَّيْلِ وَالنَّهَرِ إِلَّاطَارِقًا
يَطْرُقُ بِخَيْرِ يٰارَحْمٰنُ
A’uudzu
biwaj’hillaahil kariim. Wa bikalimaatil laahit taammaatil latii laa
yujaawizuhunna barrun wa laa faajirun min syarri maa yanzilu minas’sama’i. Wa
min syarri maaya’ ruju fiiha. Wa min syarri maa dzaro-a fiil ardhi. Wa min
syarri ma yakh’ruju minhaa. Wa min fitanil laili wan nahaari. Wa min
thowaariqil laili wan nahaari illa thooriqon. Yath’ruqu bikhoirin ya rahman.
Artinya: “Aku berlindung pada Tuhan Yang Maha Pemurah dan berpegang
teguh pada kalimat-kalimatNYA yang sempurna yang tidak dapat diperangaruhi oleh
siapapun juga, baik orang taat maupun orang fasik, dari kejahatan yang turun
dari langit dan kejahatan yang naik ke langit, kejahatan yang ada dimuka bumi
dan kejahatan yang keluar dari bumi, kejahatan fitnah-fitnah dan peristiwa yang
membawa akibat buruk yang terjadi siang dan malam, kecuali peristiwa yang
membawa kebaikan, Ya Tuhan kami yang Maha Rahman (Pengasih).”
Bacaan Kalimat Tammah