Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Sabtu, 04 April 2026

Penyampaian dakwah Nabi Isa AS

 Penyampaian dakwah Nabi Isa AS

Dakwah      Nabi   Isa  juga   berbenturan     dengan    arus   materialisme     yang   sangat mendominasi        masyarakat  saat   itu.  Oleh   kerana    itu,  beliau   mengingatkan manusia dari perbuatan munafik, pamrih, tamak, dan gila pujian.

Penyampaian dakwah Nabi Isa AS


Begitu juga beliau mengingatkan mereka dari sifat rakus terhadap kekayaan dunia; beliau mengingatkan   agar   jangan   sampai  mereka   menimbun   harta   di   dunia.   Yakni, hendak lah mereka tidak memfokuskan perhatian mereka pada urusan-urusan duniawi      semata     yang    sifatnya    tidak   abadi.    Tetapi    hendaklah      mereka memfokuskan   perhatian   mereka   pada   hal-hal  yang   bersifat   samawi (ukhrawi) kerana itu bersifat abadi. Nabi     Isa    memberitahu       kepada      masyarakatnya       agar     mereka     menjadi orang-orang yang teliti saat memilih gaya hidup mereka kerana pada gilirannya akal mereka akan menjadi cermin darinya. Kecenderungan manusia itu terkait kuat dengan hatinya. Jika hati tertuju kepada cahaya langit, maka kehidupan manusia akan tampak bersinar tetapi jika hati tertuju pada kegelapan dunia, maka kehidupannya   pun   tampak   gelap.   Nabi   Isa   mengingatkan   kaumnya   dari sikap   pamrih   dan   cinta   dunia.   Beliau   mengajak   mereka   untuk   teliti   dalam memilih     majikan     yang   mereka    mengabdi      kepadanya     kerana    manusia    tidak dapat   mengabdi   kepada   dua   majikan   dalam   satu   waktu.   Boleh   jadi   ia   akan menjadikan   harta   sebagai   majikannya,   atau   boleh   jadi   ia   akan   menjadikan Allah   SWT   sebagai   tuannya.  

Jika   ia   menyembah   harta,   maka   berarti   ia   jauh dari   penyembahan   terhadap   Tuhannya.   Oleh   kerana   itu,   hendaklah   manusia menjauhi dunia, seperti makanan dan pakaian di mana mereka akan dikuasai oleh kegelisahan dan ketidaktenangan serta keraguan tentang penjagaan Allah SWT   kepada   mereka.   Allah   SWT   telah   berjanji   untuk   memenuhi   kebutuhan hamba-hamba-Nya dalam kehidupan. Ketika timbul kegelisahan dan keraguan pada diri mereka, maka itu dikeranakan keraguan mereka terhadap penjagaan Allah SWT dan ketidakpercayaan mereka kepada janji-janjinya dan rahmat-Nya serta   bimbingan-Nya.   Allah   SWT   lah   yang   menciptakan   mereka   dan   Dia   pula yang   menjamin   kehidupan   mereka   dan   melindungi   mereka.   Bahkan   Dia   juga melindungi makhluk yang paling kecil urusannya seperti burung di langit dan kumbang-kumbang di kebun. Nabi Isa memberitahu kaumnya bahawa hanya memperhatikan dunia adalah hal yang salah, yang tidak pantas dilakukan oleh orang-orang yang beragama. Itu adalah     sikap   para   penyembah       berhala    kerana   penyembah       berhala    tidak mengetahui       apa    yang   lebih   baik   darinya,    sedangkan     orang-    orang    yang beragama mengetahui bahawa di sana terdapat bimbingan Ilahi yang mengajakmereka untuk percaya kepada Allah SWT dan tidak begitu peduli dengan dunia. Allah SWT mengetahui kebutuhan-kebutuhan mereka lebih daripada apa yang mereka      ketahui;   Allah   SWT    akan   melindungi     mereka     dan   akan   menjamin kehidupan   mereka.   kerana   itu,   yang   layak   bagi   mereka   adalah,   hendaklah mereka   memohon   agar   diberi   kekuasaan   Allah   SWT   dan   kebaikan   dari-Nya. Yakni kehidupan rohani dan apa yang dikandungnya dari kebahagiaan abadi. Di samping itu, Nabi Isa menasihati mereka agar jangan terlalu pusing dengan kejadian-kejadian yang akan datang dan persoalan-persoalan esok hari kerana esok     hari   sudah    berjalan     sebagaimana      mestinya.     Jika    kebutuhan   dan penderitaan   datang   silih   berganti,   maka   bantuan   dan   perlindungan   Ilahi   pun terus datang silih berganti. Dakwah Nabi Isa juga berbenturan dengan dualisme yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat.

Kita saksikan sebagaimana mereka suka mendapatkan kebaikan yang ditujukan kepada diri mereka, maka mereka pun biasa untuk melakukan kejahatan kepada orang-orang lain. Demikianlah, kehidupan       orang-orang      Yahudi    dicemari     sikap    dualisme     ini.  

Nabi    Isa mewasiatkan   kepada   manusia   agar   mereka   memperlakukan   sesama   mereka sesuai dengan akidah yang mengatakan: "Perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau memperlakukan dirimu sendiri" Nabi     Isa  terus  melangsungkan       dakwahnya      dan    mengajak     manusia     untuk menyembah        Allah   SWT   serta   tidak   menyekutukan-Nya,        sebagaimana      beliau juga   mengajak   manusia   untuk   membersihkan   rohani   serta   hati   dan   berusaha memasuki kerajaan langit. Dakwah Nabi Isa itu sangat memukul kalangan para pendeta   Yahudi.   Kalimat-kalimat   yang   dilontarkan   Nabi   Isa   bagaikan   senjata yang    siap   menerpa     wajah    mereka     dan   menyatakan      peperangan      terhadap mereka        serta    menyingkap        kedok     kemunafikan        mereka.       Mula-mula pemerintahan       Romawi     tidak   turut   campur    dalam    masalah    tersebut    kerana mereka      melihat    bahawa  itu   hanya    sekadar    perselisihan    dalaman     antara kelompok-kelompok   Yahudi.   Bagi   mereka,   selama   orang-orang   Yahudi   sibuk dengan   masalah   mereka   sendiri   dan   tidak   peduli   dengan   kekuasaan,   mereka pun tidak turut campur.

Read More

Jumat, 03 April 2026

pengertian punden berundak

Punden berundak atau teras berundak adalah struktur tata ruang bangunan yang berupa teras atau trap berganda yang mengarah pada satu titik dengan tiap teras semakin tinggi posisinya. Struktur ini kerap ditemukan pada situs kepurbakalaan di Nusantara, sehingga dianggap sebagai salah satu ciri kebudayaan asli Nusantara.



Struktur dasar punden berundak ditemukan pada situs-situs purbakala dari periode kebudayaan Megalit-Neolitikum pra-Hindu-Buddha masyarakat Austronesia, meskipun ternyata juga dipakai pada bangunan-bangunan dari periode selanjutnya, bahkan sampai periode Islam masuk di Nusantara. Persebarannya tercatat di kawasan Nusantara sampai Polinesia,[1] meskipun di kawasan Polinesia tidak selalu berupa undakan, dalam struktur yang dikenal sebagai marae oleh orang Maori. Masuknya agama-agama dari luar sempat melunturkan praktik pembuatan punden berundak pada beberapa tempat di Nusantara, tetapi terdapat petunjuk adanya adopsi unsur asli ini pada bangunan-bangunan dari periode sejarah berikutnya, seperti terlihat pada Candi BorobudurCandi Ceto, dan Kompleks Pemakaman Raja-raja Mataram di Imogiri.

Kata "punden" (atau pundian) berasal dari bahasa Jawa. Kata pepundhèn yang berarti "objek-objek pemujaan", mirip pengertiannya dengan konsep kabuyutan pada masyarakat Sunda. Dalam punden berundak, konsep dasar yang dipegang adalah para leluhur atau pihak yang dipuja berada pada tempat-tempat tinggi (biasanya puncak gunung). Istilah punden berundak menegaskan fungsi pemujaan/penghormatan atas leluhur, tidak semata struktur dasar tata ruangnya.


Fungsi punden berundak

Punden berundak memiliki fungsi sebagai alat atau sarana untuk melakukan pemujaan terhadap roh-roh leluhur, terkadang juga punden berundak digunakan sebagai tempat atau wadah persembahan atau sesajen. Pemujaan roh-roh leluhur pada zaman dahulu dianggap sebagai bentuk untuk mencegah datangnya bencana atau musibah.[2]


Filosofi punden berundak

Bangunan punden berundak biasanya berjumlah ganjil, umumnya bangunan punden berundak ini memiliki tiga tingkatan yang disetiap tingkatannya memiliki filosofi yaitu :


Tingkatan pertama, memiliki filosofi yaitu melambangkan kehidupan janin pada saat manusia masih berada di dalam kandungan atau rahim.

Tingkatan kedua, memiliki filosofi yaitu melambangkan kehidupan manusia dalam menjalani kehidupan didunia saat ini.

Tingkatan ketiga, memiliki filosofi yaitu melambangkan kehidupan manusia pada saat sudah meninggal dunia.

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Punden_berundak

pengertian punden berundak

Read More

Risalah Nabi Isa AS

 Risalah Nabi Isa AS

Al-Quran al-Karim menceritakan kepada kita bahawa esensi dakwah al-Masih tidak banyak berubah dari esensi dakwah para nabi sebelumnya, yaitu menyuarakan   Islam   yang   intinya   adalah   menebarkan   tauhid   yang   sempurna hanya   serta   menyerahkan   diri   kepada   Allah:  

Risalah Nabi Isa AS


"Sembahlah   Allah,   Tuhanku   dan Tuhan kalian." Al-Quran memberitahu kita bahawa yang mengatakan kalimat tersebut adalah Isa.   Kalimat    tersebut   adalah    kalimat   yang    sama   yang   pernah    disampaikan seluruh   nabi,   meskipun   nama   mereka,   sifat   mereka,   mukjizat   mereka,   baju mereka, bahasa mereka, usia mereka, bentuk mereka, dan warna kulit mereka tidak   sama.   Mereka   semua   bersepakat   untuk   menyuarakan   Islam   dan   hanya menyerahkan diri kepada Allah SWT serta beriman bahawa Allah SWT adalah Tuhan mereka dan Tuhan alam semesta.

Tiada sekutu bagi-Nya dan tiada yang setara dengan-Nya. Dia Maha Esa yang tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tiada sesuatu pun yang menyerupai-Nya. Isa tidak mengatakan persoalan tauhid lebih banyak atau lebih sedikit dari apa yang   pernah disampaikan   oleh   para   nabi.   Al-Quran   datang   kira-   kira   setelah lima ratus tahun dari pengangkatan Nabi Isa. Allah SWT, melalui ilmu-Nya yang azali   mengetahui   apa   yang   terjadi   di   tengah-   tengah   kaum   Masehi   di   mana mereka      berselisih  tentang    hakikat    Isa.  Oleh  kerana    itu,  Al-Quran    al-Karim berusaha menyingkap dialog mereka yang belum terjadi. Allah SWT berfirman: "Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: 'Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan   kepada   manusia:   'Jadikanlah   aku   dan   ibuku   dua   orang   tuhan selain    Allah?'   Isa  menjawab:      'Maha    Suci   Engkau,     tidaklah   patut    bagiku mengatakan        apa   yang    bukan    hakku    (mengatakannya).        Jika   aku   pernah mengatakannya,          maka     tentulah    Engkau     telah    mengetahuinya.  

 Engkau mengetahui apa   yang   ada pada   diriku   dan   aku   tidak mengetahui apa   yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib.    Aku    tidak   pernah    mengatakan       kepada    mereka     kecuali    apa   yang Engkau      perintahkan     kepadaku      (mengatakannya)       yaitu:   'Sembahlah      Allah, Tuhanku,   dan   Tuhanmu,'   dan   aku   menjadi   saksi   terhadap   mereka   selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.'" (QS. al-Maidah: 116-117) Al-Quran   secara   tegas   mengatakan   bahawa   dakwah   al-Masih   adalah   dakwah tauhid.     Al-Quran    ingin   mengatakan      bahawa     al-Masih   terlepas    dari  segala tuduhan   yang   dialamatkan   kepadanya,   yaitu   tuduhan   bahawa   ia   anak   Tuhan atau ia justru tuhan itu sendiri.

"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali     apa   yang    Engkau    perintahkan      kepadaku     (mengatakannya)    yaitu: 'Sembahlah Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu." Nabi Isa pergi berdakwah di jalan Allah SMT. Inti dakwahnya adalah, bahawa tidak ada perantara antara Pencipta dan makhluk; tidak ada perantara antara seorang   penyembah   dan   yang   disembah.   Allah   SWT   menurunkan   kitab   Injil kepada Nabi Isa. Ia adalah kitab suci yang datang untuk membenarkan Taurat dan   berusaha   menghidupkan   syariatnya   yang   pertama.   Injil   adalah   cahaya, petunjuk,     dan   peringatan bagi   orang-orang    yang    bertakwa.    Nabi   Isa  ingin meluruskan      tafsiran   orang-orang     Yahudi    terhadap    syariat   di  mana    mereka menyampaikan         tafsir  dari   syariat   itu   secara   harfiah    dan   sesuai dengan kepentingan mereka. Nabi Isa menenangkan orang-orang yang menjaga syariat bahawa ia tidak datang untuk menghilangkan syariat, tetapi ia datang untuk menyempurnakannya           dan   menyelesaikan      tugas   para   nabi.  Namun     Isa  lebih menekankan pada penafsiran esensinya, bukan kepada bentuk lahiriahnya. Nabi    Isa  memberi     pengertian     kepada   orang-orang     Yahudi    bahawa     sepuluh wasiat yang dibawa oleh Isa mengandung makna-makna yang lebih dalam dari apa    yang   mereka     bayangkan.     Wasiat   yang    keenam    bukan    hanya    melarang pembunuhan         materi,     sebagaimana       yang     mereka      fahami     tetapi    juga menyangkut penindasan dan usaha mencelakakan orang lain.

Sedangkan wasiat yang    ke   tujuh   bukan    hanya    melarang     zina   (dalam    pengertian    terjadinya hubungan      antara    laki-laki  dengan    perempuan      melalui   cara-cara    yang   tidak sah), tetapi zina berarti segala bentuk perbuatan yang menjurus kepada dosa. Misalnya,     ketika   mata   diarahkan     kepada    lawan   jenis   disertai  syahwat   dan hasrat   seksual,   maka   itu   pun   berarti   zina.   Nabi   Isa   berkata:   "Sesungguhnya lebih baik bagi manusia untuk menghindarkan matanya dari sesuatu yang dapat menghancurkannya daripada ia harus hancur dengan mata itu sendiri. Syariat yang   dibawa   oleh   Isa   melarang   untuk   melanggar   sumpah   dan   janji   Nabi   Isa memberi       pengertian     kepada     kaumnya      bahawa     hendaklah      mereka     tidak melakukan sumpah palsu kerana merupakan "kesalahan   besar   jika   nama   Allah   dibuat   main-main   di   atas   mulut-mulut manusia." (Injil Mata 21 sampai 48).

Read More

Kamis, 02 April 2026

asal usul khodam macan putih

Di Indonesia, khodam macan putih dikenal sebagai sosok penjaga gaib yang berasal dari budaya Jawa. Namun, tidak ada catatan sejarah yang pasti mengenai kapan persisnya kepercayaan ini mulai dikenal di Indonesia. 🕵️‍♀️



Asal Usul:

Konsep khodam itu sendiri merupakan bagian dari tradisi spiritual dan supranatural yang berkembang di berbagai budaya Nusantara, termasuk Jawa. Macan putih seringkali dikaitkan dengan kekuatan gaib, keberanian, dan kewibawaan.

Penyebaran:

Kepercayaan terhadap khodam macan putih ini kemungkinan besar tersebar melalui cerita rakyat, legenda, dan ajaran spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi, terutama di kalangan masyarakat yang masih memegang teguh tradisi leluhur.

Jadi, meskipun sulit menentukan tanggal pastinya, khodam macan putih telah lama menjadi bagian dari kepercayaan spiritual masyarakat Indonesia, khususnya Jawa

asal usul khodam macan putih

@gampanggolek.duik

♬ nhạc nền - Tiến Vĩ | Định Giá Kênh Tiktok
Read More

Mengenal kerajaan kandis kerajaan tertua di indonesia

Kerajaan Kandis adalah kerajaan kuno yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-1 SM atau abad ke-11 SM, dan diklaim sebagai salah satu kerajaan tertua di Nusantara, bahkan mendahului Kerajaan Kutai. Namun, keberadaannya masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan karena bukti arkeologis yang terbatas. Berikut rincian informasinya:

 


Lokasi

Terletak di wilayah tengah-barat Pulau Sumatera, yang kini meliputi bagian timur Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau, dan Provinsi Jambi. Ibu kotanya diperkirakan berada di Padang Candi, pinggir Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

 

Sejarah Singkat

- Pendiri: Menurut legenda, pendirinya adalah Maharaja Diraja yang konon merupakan keturunan Alexander Agung dari Makedonia. Ia membangun istana bernama Istana Dhamna di Bukit Bakau.

- Masa Kejayaan: Terjadi pada masa pemerintahan putranya, Darmaswara yang bergelar Datuk Rajo Tunggal. Pada masa ini, kerajaan berkembang pesat dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

- Keruntuhan: Disebabkan oleh perebutan kekuasaan internal dan serangan dari Kerajaan Jambi. Setelah runtuh, wilayahnya kemudian berkembang menjadi Kerajaan Kuantan.

 

Kehidupan Ekonomi

- Sumber Daya Alam: Kaya akan hasil hutan seperti damar, rotan, sarang burung layang-layang, serta hasil tambang berupa emas dan perak. Terdapat tambang emas bernama Tambang Titah yang dibuat berdasarkan perintah raja.

- Perdagangan: Melakukan perdagangan dengan Semenanjung Malaya menggunakan kapal kayu bernama ojung. Barang dagangan diekspor dan barang kebutuhan lainnya diimpor masuk ke kerajaan.

 

Bukti Keberadaan

- Catatan Sejarah: Nama "Kandis" tercatat dalam kitab Negarakretagama karya Mpu Prapanca (tahun 1365 M) sebagai salah satu wilayah taklukan Kerajaan Majapahit.

- Peninggalan: Terdapat situs-situs seperti Bukit Bakar dan bekas tambang, namun belum banyak penelitian mendalam yang dilakukan untuk mengonfirmasi keaslian dan keterkaitannya dengan kerajaan ini.

Read More

Mukjizat Nabi Isa AS

 Mukjizat Nabi Isa AS

Ruhul     kudus    adalah    Jibril.  Kita   tidak   mengetahui      bagaimana      Allah   SWT memperkuat         Isa   dengan     Roh    Kudus:     apakah     Jibril  menemaninya         dan menyertainya        sepanjang     pengutusannya?       Jibril  turun    kepada     nabi   untuk menyampaikan         risalah  atau    membawa      mukjizat     atau   justru  mendatangkan hukuman atas kaumnya, tetapi ia tidak bersama mereka sepanjang waktu. Oleh kerana   itu,   apakah   memang   Jibril   menemani Isa   sehingga   beliau   diangkat   ke langit? Hampir saja hati menjadi tenang dengan tafsiran ini kerana dalam kehidupan Nabi Isa terdapat sisi-sisi malaikat di mana beliau mempunyai kemampuan yang luar biasa yang berupa mukjizat-mukjizat. 

Mukjizat Nabi Isa AS

Bahkan kemampuan beliau sampai pada   batas   menghidupkan   orang-orang   mati   dengan   izin   Allah   SWT.   Begitu juga, beliau memiliki kemampuan yang luar biasa di mana beliau dengan hanya meniupkan pada suatu tanah, maka tanah itu terbentuk menjadi burung dan ia terbang dengan izin Allah SWT. Selain itu, Nabi Isa sama sekali tidak mendekati wanita   sepanjang   hidupnya   sehingga   beliau   diangkat   oleh   Allah   SWT.   Beliau tidak menikah. Ini juga sifat malaikat di mana kita saksikan bahawa sebahagian para   nabi   yang   diutus   oleh   Allah   SWT   dan   memiliki   beberapa wanita   bahkan kitab-kitab     Yahudi    menyebutkan       bahawa    jumlah    isteri-  isteri  nabi   mereka Sulaiman misalnya, mencapai seribu wanita. Isa   hidup   dalam   keadaan   tenggelam   dalam   ibadah   seperti   anak   dari   bibinya, yaitu   Yahya.   Jika   Yahya   khusyuk   beribadah   dan   tinggal   di   gunung   dan   gurun bahkan   dia   menginap   di   gua,   maka   hal   itu   adalah   hal   yang   alami   baginya, sedangkan   Isa   hidup   justru   di   tengah-tengah   masyarakat   kota.  

Persoalannya adalah,   bukan   hanya   Isa   tidak   terkait   hubungan   dengan   seorang   wanita   dan bukan     hanya     mukjizat-mukjizat       yang   diperolehnya      yang   luar   biasa   yang berhubungan   dengan   roh,   tetapi   yang   lebih   dari   itu   adalah,   bahawa   beliau didukung      oleh   Ruhul   kudus    sepanjang    masa    dakwahnya.      Tentu    itu  adalah nikmat   yang   tak   seorang   pun   dari   para   nabi   sebelumnya   diberi.   Allah   SWT berfirman: "(Ingatlah),     ketika   Allah    mengatakan:       'Hai  Isa  putera    Maryam,      ingatlah nikmat-Ku   kepadamu   dan   kepada   ibumu   di   waktu   Aku   menguatkan   kamu dengan   roh   kudus.

 Kamu   dapat   berbicara   dengan   manusia   di   waktu   masih dalam   buaian   dan   sesudah   dewasa;   dan   (ingatlah)   di   waktu   Aku   mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat, dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian   kamu   meniup   padanya,   lalu   bentuk   itu   menjadi   burung   (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkanorang   yang   buta   sejak   dalam   kandungan   ibu   dan   orang   yang   berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku   menghalangi   Bani   Israil   (dari   keinginan   mereka   membunuh   kamu)   di kala    kamu    mengemukakan        kepada    mereka    keterangan-     keterangan     yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: 'Ini tidak lain hanya sihir yang nyata.' Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: 'Berimanlah kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.' Mereka menjawab: 'Kami   telah   beriman   dan   saksikanlah   (wahai   rasul)   bahawa   sesungguhnya kami adalah orang- orang yang patuh (kepada seruanmu).'" (QS. al-Maidah: 110-111) Ayat-ayat   tersebut   menyebutkan   lima   mukjizat   Nabi   Isa.   Pertama,   bahawa beliau mampu berbicara dengan manusia saat beliau masih di buaian. Kedua, beliau   diajari   Taurat   dan   Taurat   yang   diturunkan   kepada   Nabi   Musa   telah tersembunyi dan telah mengalami perubahan yang dilakukan oleh orang-orang cerdik   dari   kaum   Yahudi.    Ketiga,   beliau  membentuk   tanah      seperti   burung kemudian      meniupkannya      lalu  tanah   itu  menjadi    burung.    Keempat,     beliau mampu       menghidupkan       orang-orang     yang    mati.    Kelima,    beliau    mampu menyembuhkan   orang   yang   buta   dan   orang   yang   belang.

 Terdapat   mukjizat yang keenam yang disebutkan dalam Al-Quran al-Karim: "(Ingatlah),   ketika   pengikut-pengikut   Isa   berkata:   'Hai   Isa   putera   Maryam, bersediakah   Tuhanmu   menurunkan   hidangan   dari   langit   kepada   kami?'  

Isa menjawab:   'Bertakwalah   kepada   Allah   jika   betul-   betul   kamu   orang   yang beriman.'   Mereka   berkata:  

'Kami   ingin   memakan   hidangan   itu   dan   supaya tenteram   hati   kami   dan   supaya   kami   yakin   bahawa   kamu   telah   berkata benar     kepada    kami,    dan   kami   menjadi     orang-orang     yang    menyaksikan hidangan      itu.'  Isa  putera  Maryam     berdoa:    'Ya  Tuhan    kami,   turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang    datang    sesudah   kami,   dan   menjadi    tanda   bagi   kekuasaan-Mu:      beri rezekilah   kami   dan   Engkaulah   Pemberi   rezeki   Yang   Paling   Utama.'   Allah berfirman:   'Sesungguhnya   Aku   akan   menurunkan   hidangan   itu   kepadamu, barang   siapa   yang   kafir   di   antaramu   sesudah   (turun   hidangan)   itu,   maka sesungguhnya   Aku   akan   menyeksanya   dengan   seksaan   yang   tidak   pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.'" (QS. al-Maidah: 112-115)

Mukjizat     yang   keenam     itu  adalah    turunnya    makanan     dari  langit   keranapermintaan   Hawariyin.   Juga   terdapat   mukjizat   yang   ke   tujuh   yang   terdapat surah   Ali   'Imran   yaitu   beliau   diberi   kemampuan   melihat   hal-hal   yang   ghaib melalui     panca     inderanya     meskipun      beliau    tidak   menyaksikannya        secara langsung.   Oleh   kerana   itu,   beliau   memberitahu   kepada   sahabat-sahabatnya dan murid-muridnya apa yang mereka makan dan apa yang mereka simpan di rumah-rumah mereka: "Dan   aku   khabarkan   kepadamu   apa   yang   kamu   makan   dan   apa   yang   kamu simpan   di   rumahmu.   Sesungguhnya   pada   yang   demikian   itu   adalah   suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu benar-benar beriman. " (QS. Ali 'Imran:: 49) Inilah    mukjizat     Nabi    Isa   yang   ke    tujuh   yang    didahului     oleh   mukjizat kelahirannya yang sangat mengagumkan.

Beliau lahir tanpa seorang ayah, lalu diikuti mukjizat berikutnya di mana beliau diangkat dari bumi ke langit ketika penguasa yang    lalim   berusaha      menyalibnya.       Barangkali     pembaca      akan bertanya-tanya:   mengapa   mukjizat-mukjizat   seperti   ini   diperoleh   oleh   Nabi Isa?   Kita   mengetahui   bahawa   mukjizat   adalah   hal   yang   luar   biasa   yang   Allah SWT   berikan   kepada   nabi-Nya.   Tetapi   pemberian   itu   menjadi   sempurna   jika mukjizat      itu  disesuaikan     dengan    keadaan     zaman     diutusnya     nabi   tersebut sehingga     mukjizat     itu  sangat    berpengaruh      dalam    jiwa   kaum     dan   mampu menggoncangkan hati mereka dan menjadikan mereka beriman kepada pemilik mukjizat ini. Jadi, mukjizat menjadi suatu hal yang luar biasa. Oleh kerana itu, Allah SWT berkehendak agar mukjizat ini sesuai dengan zaman diutusnya nabi tersebut. Jadi, setiap mukjizat yang dibawa oleh rasul selalu berlain-lainan.

Nabi Saleh diutus    di  tengah-tengah       kaum    yang   melihat     bagaimana     seekor    unta   yang melahirkan       dari    gunung     atau    mampu      membelah        batu-batuan      gunung. Sedangkan   Nabi   Musa   diutus   di   tengah-tengah   kaum   yang   gemar   memainkan sihir sehingga sihir mendapat tempat istimewa. Oleh kerana itu, mukjizat yang dibawa oleh Nabi Musa bentuk lahirnya seakan-akan menyerupai sihir, tetapi pada hakikatnya ia justru menjatuhkan sihir.

Mukjizat itu berupa tongkat yang menjadi   ular   dan   kemudian   ular   itu   memakan   tongkat-tongkat   para   tukang sihir. Lain halnya dengan Nabi Isa, beliau diutus di tengah-tengah kaum materialis yang mengingkari roh dan hari kebangkitan. Mereka menduga bahawa manusia hanya   sekadar   tubuh   tanpa   roh.   Mereka   adalah   kaum   yang   meyakini   bahwadarah makhluk adalah rohnya atau jiwanya. Taurat yang ada di tangan Yahudi menyebutkan   bahawa   tafsir   an-Nafst   adalah   darah. 

 Disebutkan   di   dalamnya: "Janganlah   engkau   memakan   darah   dari   tubuh   manusia   kerana   jiwa   setiap tubuh adalah darahnya. " Nabi Isa   diutus  di   tengah-tengah   kaum   yang   mereka   disesatkan   oleh   falsafah yang dasarnya mengatakan bahawa penciptaan alam memiliki sumber pertama, seperti sebab dari akibat. Jadi, alam memiliki wujud yang mendahuluinya. Di tengah-tengah   masa   yang   materialis   ini,   di   mana   roh   diingkari,   maka   secara logik    mukjizat    Nabi    Isa  terkait   dengan     usaha   menunjukkan        alam   rohani. Demikianlah       Isa  dilahirkan    tanpa    seorang    ayah.   Mukjizat    ini  cukup    untuk membungkam kaum yang mengatakan bahawa alam memiliki sumber pertama. Jelas bahawa alam tidak memiliki wujud yang mendahuluinya. Kita berada di hadapan      Sang   Pencipta     yang   mengadakan       sistem    bagi  segala    sesuatu    dan menjadikan sebab bagi segala sesuatu. Dia menjadikan proses kelahiran anak berasal     dari   hubungan      laki-laki   dan   wanita,    tetapi    Pencipta     ini  sendiri menciptakan  sebab-sebab   dan   sebab-sebab   itu   tunduk   kepadanya   sedangkan Dia tidak tunduk kepada sebab-sebab itu.

Dengan kehendak- Nya yang bebas, Dia mampu memerintahkan kelahiran anak tanpa melalui ayah sehingga anak itu lahir. Dan, kelahiran Isa pun terjadi tanpa seorang ayah. Cukup ditiupkan roh kepadanya: "Lalu Kami tiupkan ke dalamnya (tubuhnya) roh dari Kami dan Kami jadikan dia  dan   anaknya   tanda   (kekuasaan   Allah)   yang   besar   bagi   semesta   alam.   " (QS. al-Anbiya': 91) Kelahiran   Isa   membawa   mukjizat   yang   luar   biasa   yang   menegaskan   dua   hal: pertama,   kebebasan  kehendak   Ilahi   dan   ketidak   terkaitannya   dengan   sebab kerana      Dia   adalah     Pencipta     sebab-sebab,      kedua     pentingnya      roh   dan menjelaskan        kedudukannya       serta    nilainya    di   antara    kaum     yang  hanya mementingkan         fizik   sehingga     mereka     mengingkari      roh.   Seandainya      kita mengamati sebahagian besar mukjizat Nabi Isa, maka kita akan melihatnya dan mendukung        pandangan     tersebut.    Misalnya,    mukjizat     Nabi   Isa  yang   mampu membentuk tanah seperti burung lalu beliau meniupkannya sehingga tanah itu menjadi burung. Mukjizat ini pun menguatkan adanya roh. Semula ia berupa tanah   yang   bersifat   fizik   yang   tidak   dapat   disifati   dengan   kehidupan   tetapi ketika   Nabi   Isa   meniupnya,   maka   segenggam   tanah   itu   menjadi   burung   yang memiliki   kehidupan,   Sungguh   sesuatu   yang   bukan   fizik   masuk   ke   dalamnya. Sesuatu   itu   adalah   roh.   Roh   itu   masuk   ke   dalam   tanah   sehingga   ia   menjadi burung. Jadi, roh adalah nilai yang hakiki, bukan jasad atau fizik.

 Di sampingitu, juga ada mukjizat menghidupkan orang-orang yang mati. Bukankah ini juga menunjukkan adanya roh dan adanya hari akhir atau hari kebangkitan. Orang yang   mati   telah   ditelan   oleh   bumi   di   mana   anggota   tubuhnya   telah   hancur berantakan       sehingga    ia  hampir     menjadi     tulang-belulang      yang   hancur    lalu al-Masih     memanggilnya  dan    tiba-tiba   dia   hidup   kembali     dan   bangkit    dari kematiannya. Seandainya       orang    yang    mati    hanya    berupa     fizik  sebagaimana       dikatakan orang-orang   Yahudi,   maka        ia   tidak   akan  mampu   bangkit   dari      kematiannya kerana fiziknya telah hancur tetapi mayat itu mampu bangkit dari kematian. Jayanya kembali hidup dan ia bangkit dari kuburannya serta berbicara. Jadi, roh   adalah   nilai   yang   hakiki.   bukan   fizik   atau   jasad.   Kalau   begitu,   di   sana terdapat      hari   kebangkitan      dan    hari   kiamat.  

 Hal   ini  bukanlah     mustahil sebagaimana        yang   dikatakan     orang-orang     Yahudi,    kerana    setelah   kematian jasad   menjadi   tanah   yang   berterbangan   di   udara.   Itu   bukan   mustahil   tetapi mungkin-mungkin saja. Dalil dari hal itu adalah, kebangkitan orang-orang yang telah     mati    di   hadapan      mata     kepala    mereka      sendiri.    Nabi    Isa   telah menghidupkan   mereka   agar   kaumnya   yakin   bahawa   kiamat   fizik  akan   terjadi dari kematian dan itu adalah benar dan bahawa hari akhir adalah benar. Juga terdapat mukjizat yang lain, yaitu beliau mampu memberi tahu kaumnya tentang   apa   yang    mereka    simpan     di  rumah-rumah       mereka,    tanpa    terlebih dahulu   beliau   masuk   ke   rumah  mereka   atau   dapat   bocoran   dari   seseorang. Mukjizat ini menetapkan bahawa panca indera bukanlah nilai yang hakiki. Nabi Isa tidak melihat apa yang ada di rumah mereka tetapi rohnya mampu untuk melihat   dan   berbicara   atau   memberitahu   mereka.   Jadi,   rohani   adalah   nilai yang    hakiki,   bukan     fizik.  Demikianlah     mukjizat-mukjizat        Isa  datang    untuk memberitahukan            pentingnya       roh      dan     kebebasan        kehendak        Ilahi.

Mukjizat-mukjizat Nabi Isa - sebagaimana dikatakan oleh guru kami Muhammad Abu   Zahra'   -   termasuk   dari   jenis   propagandanya   dan   sesuai   dengan   tujuan risalahnya,   yaitu   dakwah   untuk   mendidik   rohani   dan   keimanan   kepada   hari kebangkitan       dan   hari  kemudian,      dan   di  sana   ada   kehidupan     lain   di  mana seseorang yang berbuat baik akan dibalas kebaikannya dan orang yang berbuat buruk akan dibalas keburukannya.

 Lalu,     apakah      mukjizat      menghidupkan         orang-orang       yang    mati     masih memberikan          celah     kepada      para     pengingkaran       akhirat     untuk      terus mengingkarinya atau memberikan ruangan kepada penentang hari kebangkitan untuk      meneruskan        penentangannya?         Kami     telah     mengatakan        bahawa orang-orang       Yahudi    telah    diracuni    dengan     fikiran   ketidakpercayaan       ataupenentangan   pada   hari   akhirat   serta   tidak   beriman   kepada   hari   akhir,   maka menghidupkan        orang-orang  yang   mati   yang   dibawa     atau   dikuasai   oleh   Isa menjadi   suatu   pukulan   telak   bagi   mereka   yang   membuat   mereka   beriman, tetapi mereka masih menentang tanda-tanda kebesaran Allah. Nabi Isa menutup lembaran kehidupannya yang lembut dan ia mulai berdakwah di jalan Allah. Beliau didukung oleh Ruhul kudus dan mukjizat-mukjizat yang luar biasa.

Read More