Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Rabu, 15 Juli 2026

31 tanda akhir zaman

 1. Diutusnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

2. Wafatnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

3. Penaklukan Baitul Maqdis

31 tanda akhir zaman


4. Wabah Tha’un ‘Amwas

5. Berlimpahan Harta dan Tidak Memungut Sedekah

6. Munculnya Beragam Fitnah

7. Fenomena Mengaku “Nabi”

8. Tersebarnya Stabilitas Keamanan

9. Fenomena Api Hijaz

10. Peperangan dengan Bangsa Turki

11. Peperangan dengan Bangsa ‘Ajam

12. Hilangnya Amanat

13. Diangkatnya ilmu dan fenomena Kebodohan

14. Banyaknya Pasukan dan Pendukung Kezhaliman

15. Merebaknya Perzinaan

16. Riba Merajalela

17. Fenomena al-Ma’aazif (alat-alat musik) dan Menganggapnya Halal

18. Maraknya Minuman Keras (Khamer) dan Menganggapnya Halal

19. (Berlomba-lomba) Menghiasi Masjid dan Berbangga-bangga dengannya

20. Berlomba-lomba Meninggikan Bangunan

21. Budak Wanita Melahirkan Tuannya

22. Maraknya Pembunuhan

23. Zaman Semakin Singkat

24. Pasar Semakin berdekatan

25. Fenomena Kemusyrikan Pada Umat Ini

26. Menjamurnya Fahsya (Perbuatan dan Ucapan Keji), Pemutusan Silaturahmi, dan Buruknya Hubungan Bertetangga

27. Orangtua Bergaya Anak Muda

28. Tersebarnya Kekikiran

29. Maraknya Perdagangan

30. Banyaknya Peristiwa Gempa Bumi

31. Banyaknya Orang-Orang yang Ditenggelamkan ke Dalam Bumi, Diubah Raut Wajahnya dan Dilempar Batu

31 tanda datangnya hari kiamat diatas berdasarkan hadits berikut

1. Diutusnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu bertutur, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

 

« بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ ». (قَالَ:) وَضَمَّ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى

‘(Masa) diutusnya aku dan (hari terjadinya) Kiamat seperti dua (jari) ini’.” (Anas Radhiyallahu ‘Anhu) berkata, “Dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merapatkan jari telunjuk dengan jari tengahnya.” (HR. Muslim).

2. Wafatnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Dari ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu bertutur, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

 

اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ : …. وَذَكَرَ مِنْهَا :” مَوْتِي ” 

‘Hitunglah enam (tanda) menjelang datangnya hari Kiamat ………’ dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya : ‘Kematianku’.” (HR. Al-Bukhari).

3. Penaklukan Baitul Maqdis

Dalam hadits ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu bertutur, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ : …. فَذَكَرَ مِنْهَا:” فَتْحُ بيتِ المقدس ” 

‘Hitunglah enam (tanda) menjelang datangnya hari Kiamat ………’ dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya : ‘Penaklukan Baitul Maqdis’.” (HR. Al-Bukhari).

Pada masa (khalifah) Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu, kemudian terjadi penaklukan Baitul Maqdis pada tahun 16 Hijriyah, sebagaimana pendapat dari para pakar sejarah. Sebenarnya ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhu sendiri yang langsung mendatangi, mendamaikan penduduknya dan menaklukan (wilayah)nya, serta mensterilkannya dari kaum Yahudi dan Nashrani. Beliau Radhiyallahu ‘Anhu mendirikan masjid di arah kiblat Baitul Maqdis.

4. Wabah Tha’un ‘Amwas

Masih dalam hadits ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu sebelumnya, sabdanya :

اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ : …. فَذَكَرَ مِنْهَا:” ثُمَّ مُوتَانٌ يأخذ فيكم كَقُعَاصِ الغنم ” 

“Hitunglah enam (tanda) menjelang datangnya hari Kiamat ………’ dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya : ‘Kemudian banyaknya kematian yang menimpa kalian bagaikan penyakit (qu’ash) kambing’.” (HR. Al-Bukhari).

Ibnu Hajar berkomentar, “Disinyalir sebenarnya tanda ini telah muncul pada wabah penyakit tha’un ‘amwas di era kekhalifahan ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhu, demikian itu terjadi pasca penaklukan Baitul Maqdis.” (Dikutip dari kitab Fathul Bari).

Pada tahun 18 Hijriyah menurut pendapat yang masyhur di mayoritas kalangan ulama, telah terjadinya wabah tha’un di distrik ‘Amwas, kemudian mewabah di negeri Syam. Dalam peristiwa ini banyak dari kalangan sahabat Radhiyallahu ‘Anhum dan yang lainnya meninggal dunia. Konon, korban meninggal dunia dalam peristiwa ini mencapai 25.000 jiwa kaum muslimin. Diantara tokoh-tokoh terkenal yang meninggal dunia adalah Abu ‘Ubaidah ‘Amir bin al-Jarrah, yang dipercaya umat ini.

5. Berlimpahan Harta dan Tidak Memungut Sedekah

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُهُ مِنْهُ صَدَقَةً وَيُدْعَى إِلَيْهِ الرَّجُلُ فَيَقُولُ لاَ أَرَبَ لِي فِيهِ

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga harta benda banyak pada kalian, lalu melimpah ruah, sampai-sampai menyusahkan pemilik harta (mencari) orang yang menerima sedekah darinya, dan seorang dipanggil (untuk) menghadapnya, lalu dia berkata, ‘Aku tidak memiliki keperluan terhadapnya’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

6. Munculnya Beragam Fitnah

Al-fitan bentuk plural dari fitnah, berarti cobaan dan ujian. Kemudian (kata ini) banyak digunakan untuk setiap hal yang mengandung ujian yang dibenci. Selanjutnya dia diidentikan kepada segala hal yang dibenci atau kembali kepadanya, seperti dosa, kekufuran, pembunuhan, pembakaran dan bentuk-bentuk kebencian lainnya. Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengabarkan bahwa diantara tanda-tanda Kiamat adalah munculnya fitnah-fitnah besar yang mencampur adukkan antara yang haq dan yang batil. Maka terjadilah keguncangan iman sampai-sampai (ada) seseorang yang di pagi hari ia beriman dan di sore harinya ia menjadi kafir. (Ada) yang di sore harinya ia beriman dan di pagi harinya menjadi kafir. Setiap kali muncul fitnah, (saat itu) orang beriman berkata, “Inilah yang membinasakanku”, kemudian terbuka dan muncullah (fitnah) lainnya, maka ia berkata, “Inilah (… seperti ucapan sebelumnya, pent)”. Senantiasa (fitnah-fitnah) bermunculan di tengah-tengah manusia hingga Kiamat terjadi.

Dalam hadits dari Abu Musa al-Asy’ary Radhiyallahu ‘Anhu bertutur, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ، وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي، فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ، وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ، وَاضْرِبُوا سُيُوفَكُمْ بِالْحِجَارَةِ، فَإِنْ دَخَلَ عَلَى أَحَدِكُمْ بَيْتَهُ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَيْ آدَمَ »

“Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat (terjadi) banyak fitnah, bagaikan bagian malam yang gelap gulita. Seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman, dan di sore harinya menjadi kafir. (Ada) yang di sore harinya dalam keadaan beriman, dan di pagi harinya menjadi kafir. Orang yang duduk di saat itu lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berdiri di saat itu lebih baik daripada orang yang berjalan, dan orang yang berjalan saat itu lebih baik daripada orang yang berlari. Maka patahkanlah busur-busur kalian, putuskanlah tali-tali busur kalian, dan pukulkanlah pedang-pedang kalian ke batu. Jika (rumah) salah seorang dari kalian dimasuki (fitnah), maka jadilah seperti yang terbaik dari kedua anak Adam (Habil).” HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak.

Hadits-hadits fitnah jumlahnya banyak, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperingatkan umatnya dari segala bentuk fitnah, dan memerintahkan mereka untuk berlindung darinya, serta mengabarkan bahwa generasi terakhir dari umat ini akan tertimpa cobaan dan fitnah-fitnah yang besar.

Ada peristiwa-peristiwa fitnah yang telah terjadi di dalam sejarah, seperti munculnya fitnah-fitnah dari arah Timur (al-masyrik), pembunuhan ‘Utsman Radhiyallahu ‘Anhu, perang Jamal, perang Shiffin, fenomena khawarij, perang Hurrah, fitnah tuduhan bahwa al-Qur`an adalah makhluk, mengikuti gaya-gaya hidup orang-orang terdahulu.

Terdapat beberapa faktor penjaga (‘awashim) dari fitnah-fitnah tersebut, diantaranya adalah :

Beriman kepada Allah dan hari akhir

Komitmen terhadap Jama’ah kaum muslimin, dan mereka adalah kalangan Ahlus Sunnah, sekalipun jumlah mereka sedikit.

Menjauhi fitnah-fitnah.

Berlindung darinya. Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

 « تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ »

“Mohonlah perlindungan kepada Allah dari segala fitnah yang nampak darinya dan yang tersembunyi.”

 

7. Fenomena Mengaku “Nabi”

Dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلاَثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ »

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga dibangkitkan ‘para dajjal (pendusta)’ yang (jumlahnya) mendekati tiga puluh, semuanya mengaku bahwa mereka adalah utusan Allah (Rasulullah).”

Diantara mereka yang tiga puluh itu telah muncul Musailamah al-Kadzdzab (sang pendusta), ia mengaku sebagai nabi di akhir masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ada pula al-Aswad al-‘Ansi di negeri Yaman yang dibunuh oleh sahabat Radhiyallahu ‘Anhu Demikian dengan Sajah (binti  Harits, pent.), seorang wanita yang mengkalim dirinya sebagai nabi, dan Musailamah menikahinya. Kemudian setelah Musailamah terbunuh, ia kembali memeluk Islam. Begitu juga Thulaihah bin Khuwailid al-Asadi, kemudian ia kembali memeluk Islam dan baik keislamannya. Kemudian muncul al-Mukhtar bin Abi ‘Ubaid ats-Tsaqafi yang menampakkan kecintaan kepada ahlul bait (keturunan nabi). Ada lagi al-Harits al-Kadzdzab (si pendusta) yang muncul di era kekhalifahan ‘Abdul Malik bin Marwan, maka dibunuh. Dan di masa sekarang, adalah Mirza Ahmad al-Qadiyani di India.

8. Tersebarnya Stabilitas Keamanan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bertutur, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ بَيْنَ الْعِرَاقِ وَمَكَّةَ لاَ يَخَافُ إِلاَّ ضَلاَلَ الطَّرِيقِ »

‘Tidak akan terjadi Kiamat hingga seseorang pengendara (kendaraan) berjalan di antara Irak dan Mekkah tidak merasa takut kecuali (takut) tersesat di jalan’.” Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Musnadnya.

9. Fenomena Api Hijaz

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ نَارٌ مِنْ أَرْضِ الْحِجَازِ تُضِيءُ أَعْنَاقَ الإِبِلِ بِبُصْرَى »

“Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai api keluar dari tanah Hijaz yang menerangi leher-leher unta di Bashra.”

 

Sesungguhnya api ini telah muncul pada pertengahan abad ke-7 Hijriyah, (tepatnya) di tahun 654 H. Saat itu (kobaran) apinya besar, para ulama yang hidup di masa itu dan setelahnya telah menerangkan kemunculan api tersebut dalam bentuknya. Dan api ini bukanlah api yang keluar di akhir zaman menghimpun manusia ke padang mahsyar mereka. Sebagaimana yang akan dibicarakan dalam pembahasan tanda-tanda Kiamat besar (al-‘Asyrath al-Kubra).

10. Peperangan dengan Bangsa Turki

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasululullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ التُّرْكَ ، قَوْمًا وُجُوهُهُمْ كَالْمَجَانِّ الْمُطْرَقَةِ ، يَلْبَسُونَ الشَّعَرَ ، وَيَمْشُونَ فِي الشَّعَرِ »

 

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi bangsa Turki, yaitu kaum yang wajah-wajahnya seperti tameng yang dilapisi kulit, mereka memakai (pakaian) yang terbuat dari bulu, dan berjalan (dengan sandal) yang terbuat dari bulu.”

11. Peperangan dengan Bangsa ‘Ajam

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

 

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا خُوزًا وَكَرْمَانَ مِنَ الأَعَاجِمِ ، حُمْرَ الْوُجُوهِ ، فُطْسَ الأُنُوفِ ، صِغَارَ الأَعْيُنِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ ، نِعَالُهُمْ الشَّعَرُ »

“Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai kalian memerangi bangsa Khuz dan bangsa Karman dari kalangan ‘Ajam, bermuka merah, berhidung-hidung pesek, bermata sipit, wajah-wajah mereka bagaikan tameng yang dilapisi kulit, dan sandal-sandal mereka terbuat dari bulu.” HR. Al-Bukhari.

12. Hilangnya Amanat

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

 

« إِذَا ضُيِّعَتْ الأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ ، قَالَ : كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : إِذَا أُسْنِدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ »

‘Jika amanat telah disia-siakan, maka tunggulah Kiamat.’ (Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana amanat itu disia-siakan?’ Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Jika urusan diserahkan kepada selain ahlinya, maka tunggulah Kiamat!’.” HR. Al-Bukhari.

13. Diangkatnya ilmu dan fenomena Kebodohan

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ »

‘Diantara tanda-tanda Kiamat adalah ilmu dihilangkan dan kebodohan diteguhkan’.”

Yang dimaksud dengan diangkatnya ilmu adalah diwafatkannya para ulama, sebagaimana riwayat dalam hadits ‘Abdullah bin Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘Anhuma bertutur, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

 

« إِنَّ اللَّهَ لا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ ، حَتَّى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالا ، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ ، فَضَلُّوا ، وَأَضَلُّوا »

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu langsung dari para hamba, tetapi mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadi orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka seat lagi menyesatkan orang lain.” HR. Al-Bukhari dan Muslim.

14. Banyaknya Pasukan dan Pendukung Kezhaliman

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menunturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

 

« صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا : قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ  الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ ….. »

‘Dua kelompok manusia penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, (yaitu) golongan orang-orang yang membawa cemeti seperti buntut sapi, mereka memukuli manusia dengannya ….’.”

Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu :

« إِنْ طَالَتْ بِكَ مُدَّةٌ أَوْشَكْتَ أَنْ تَرَى قَوْمًا يَغْدُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ ، وَيَرُوحُونَ فِي لَعْنَتِهِ ، فِي أَيْدِيهِمْ مِثْلُ أَذْنَابِ الْبَقَرِ »

 

“Seandainya umurmu panjang, sekiranya engkau akan melihat satu kaum yang pergi di pagi hari dalam kemurkaan Allah, dan pulang di sore harinya dalam laknat-Nya, di tangan-tangan mereka ada (cemeti) bagaikan ekor sapi.” HR. Muslim.

15. Merebaknya Perzinaan

Dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

 

« إنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ : …. وَذَكَرَ مِنْهَا :”وَيَظْهَرَ الزِّنَا” »

 

‘Sesungguhnya diantara tanda-tanda Kiamat adalah ………’ dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya : ‘Merebaknya perzinaan’.”

16. Riba Merajalela

Dalam Shahih al-Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda

« لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ بِحَلاَلٍ أَمْ بِحَرَامٍ »

“Sungguh akan datang suatu zaman pada manusia, seseorang tidak peduli (lagi) dengan (status) kehalalan atau keharaman harta yang ia peroleh”

17. Fenomena al-Ma’aazif (alat-alat musik) dan Menganggapnya Halal

Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya dari Abu Malik al-Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu  bahwa ia mendenagr Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« لَيَكُونَنّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَام يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِير وَالْخَمْر وَالْمَعَازِف , وَلَيَنْزِلَنّ أَقْوَام إِلَى جَنْب عَلَمٍ يَرُوح عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ تَأْتِيهِمْ الْحَاجَة فَيَقُولُونَ : اِرْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا , فَيُبَيِّتهُمْ اللَّه وَيَضَع الْعَلَم , وَيَمْسَخ آخَرِينَ قِرَدَة وَخَنَازِير إِلَى يَوْم الْقِيَامَة »

“Kelak terjadi dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutra, khamer dan alat-alat musik. Dan sungguh ada beberapa kaum yang akan singgah di suatu pegunungan yang tinggi, pada sore harinya (seorang pengembala) menjambangi mereka dengan membawa hewan ternaknya, mereka didatangi –oleh pengembala fakir itu- untuk suatu kebutuhan, lalu mereka berkata: ‘Kembalilah kepada kami besok.’ Maka di malam harinya Allah (membinasakan) mereka dan hancurlah gunung tersebut, dan merubah sebagian mereka menjadi kera dan babi sampai hari kiamat.”

18. Maraknya Minuman Keras (Khamer) dan Menganggapnya Halal

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu bertutur, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ : …. وَذَكَرَ مِنْهَا :”وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ »

‘Diantara tanda-tanda Kiamat adalah ………’ dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya : ‘(Maraknya) minuman khamer ’.”

19. (Berlomba-lomba) Menghiasi Masjid dan Berbangga-bangga dengannya

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :

« لَتُزَخْرِفُنَّهَا كَمَا زَخْرَفَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى »

“Sungguh kamu akan menghiasinya (yaitu: masjid-masjidmu, pent.) sebagaimana bangsa Yahudi dan Nashrani menghias (tempat-tempat ibadah mereka).” HR. Al-Bukhari secara mu’allaq.

20. Berlomba-lomba Meninggikan Bangunan

Dalam riwayat Muslim :

« وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِى الْبُنْيَانِ »

“Dan bahwa engkau (akan) menyaksikan orang yang bertelanjang kaki dan badan, lagi miskin yang mengembala domba, berlomba-lomba meninggikan bangunan.”

21. Budak Wanita Melahirkan Tuannya

Terdapat dalam hadits Jibril, sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :

« سَأُخْبِرُكَ عَن أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الأَمَةُ رَبَّتَهَا »

“Aku kabarkan kepadamu tentang tanda-tandanya, (yaitu) jika seorang budak wanita melahirkan tuannya.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

22. Maraknya Pembunuhan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ ، قَالُوا : وَمَا الْهَرْجُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : الْقَتْلُ الْقَتْلُ »

“Tidak akan datang hari Kiamat hingga banyak al-harj.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah al-harj itu?” Beliau menjawab, “Pembunuhan, pembunuhan.” (HR. Muslim).

23. Zaman Semakin Singkat

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ »

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga zaman semakin berdekatan.” (HR. Al-Bukhari)

Dan masih dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعْفَةِ »

 

“Tidak akan terjadi hari Kimat hingga zaman semakin singkat, maka jadilah setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan hari jum’at seperti sehari, sehari bagaikan sejam, dan sejam bagaikan seperti terbakarnya pelepah pohon kurma (cepat sekali, pent.).” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan Al-Albani meshahih­kannya).

24. Pasar Semakin berdekatan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْكَذِبُ وَيَتَقَارَبَ الأَسْوَاقُ »

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga muncul berbagai fitnah, banyaknya kebohongan dan berdekatannya pasar.” (HR. Ahmad).

25. Fenomena Kemusyrikan Pada Umat Ini

Diriwayatkan oleh Abu Daud dan at-Tirmidzi dari Tsauban Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

 

« إِذَا وُضِعَ السَّيْفُ فِى أُمَّتِى لَمْ يُرْفَعْ عَنْهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تَعْبُدَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى الأَوْثَانَ »

“Jika pada umatku pedang telah diletakkan,    maka ia tidak akan pernah diangkat darinya sampai hari  Kiamat, dan tidak akan terjadi hari Kiamat hingga beberapa kabilah dari umatku mengikuti kaum musyrikin, dan beberapa kabilah dari umatku menyembah berhala.”

Dan Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَضْطَرِبَ أَلْيَاتُ نِسَاءِ دَوْسٍ حَوْلَ ذِى الْخَلَصَةِ »

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga bokong-bokong para wanita Daus bergoyang di sekitar Dzil Khalashah.”

26. Menjamurnya Fahsya (Perbuatan dan Ucapan Keji), Pemutusan Silaturahmi, dan Buruknya Hubungan Bertetangga

Imam Ahmad dan al-Hakim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَظْهَرَ الْفُحْشُ وَالتَّفَاحُشُ وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ وَسُوءُ الْمُجَاوَرَةِ »

 

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga muncul (banyak) perbuatan dan perkataan keji, pemutusan silaturahmi, dan jeleknya hubungan bertetangga.”

27. Orangtua Bergaya Anak Muda

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِى آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ ، لاَ يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ »

‘Akan ada di akhir zaman satu kaum yang menyemir rambut mereka dengan warna hitam bagaikan dada burung merpati, mereka tidak akan pernah mencium harumnya surga’.” (HR. Ahmad).

28. Tersebarnya Kekikiran

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعَمَلُ وَيُلْقَى الشُّحُّ »

“Zaman semakin berdekatan, amal berkurang dan kekikiran dilemparkan (ke dalam hati).” HR. Al-Bukhari.

29. Maraknya Perdagangan

Imam Ahmad dan al-Hakim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« بَيْنَ يَدَىِ السَّاعَةِ تَسْلِيمُ الْخَاصَّةِ ، وَفُشُوُّ التِّجَارَةِ حَتَّى تُشَارِكَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا فِي التِّجَارَةِ »

“Menjelang datangnya hari Kiamat, salam hanya diucapkan kepada orang-orang tertentu, dan merebaknya perdagangan hingga seorang wanita turut serta (bersama) suaminya dalam berdagang.”

30. Banyaknya Peristiwa Gempa Bumi

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكْثُرَ الزلازلُ »

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga terjadi banyak peristiwa gempa bumi.” HR. Al-Bukhari

31. Banyaknya Orang-Orang yang Ditenggelamkan ke Dalam Bumi, Diubah Raut Wajahnya dan Dilempar Batu

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« يَكُونُ فِي آخِرِ الأُمَّةِ خَسْفٌ وَمَسْخٌ وَقَذْفٌ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ قَالَ نَعَمْ إِذَا ظَهَرَ الْخُبْثُ »

“Akan ada pada akhir umatku (orang-orang) yang ditenggelamkan ke dalam bumi, dirubah rawut wajahnya, dan dilempari (batu).” Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: ‘Aku bertanya, (Wahai Rasulullah, apakah kami akan dibinasakan sementara masih ada orang-orang soleh ditengah-tengah kami?)). Beliau menjawab, “Benar, ketika kemaksiatan telah merajalela.”


Read More

Selasa, 14 Juli 2026

Zaman sebelum datangnya hari kiamat

 Zaman sebelum datangnya hari kiamat

Fase akhir zaman tersebut dibagi menjadi 5 tahapan berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam Hadist Riwayat Ahmad, yang berbunyi:

babak akhir dunia


تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون ملكًا عاضًا فيكون ما شاء الله أن يكون، ثم يرفعها إذا شاء الله أن يرفعها، ثم تكون ملكًا جبرية فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة، ثم سكت هذا الحديث حسن أخرجه أحمد (حديث 18406)

 

"Nubuwwah (utusan Allah) ada pada kalian sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian khalifah diatas manhaj nubuwwah sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian kerajaan yang menggigit sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian, kerajaan yang diktator sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian Khalifah di atas Manhaj Nubuwwah. Kemudian beliau diam." (HR. Ahmad).

Fase Akhir Zaman dalam Ajaran Islam

Berikut adalah penjelasan setiap fase akhir zaman dalam sabda Rasulullah:

1. Fase Nubuwwah

Dunia pada mulanya dipimpin oleh para Nubuwwah atau nabi-nabi utusan Allah, dari Nabi Adam alaihissalam hingga Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Akhir zaman di fase Nubuwwah ditandai ketika Nabi Muhammad diutus membawa Islam kepada kaum Quraisy di Mekah.

Di masa kenabian beliau inilah, Islam tersebar ke seluruh dunia dan menjadi syariat hukum di berbagai negara.

Ketika Rasulullah wafat pada 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah di usianya yang ke-63 tahun fase Nubuwwah pun berakhir, karena tidak akan lagi ada Nabi yang diutus ke dunia sebelum hari kiamat.

 

2. Fase Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah

Setelah Rasulullah wafat, kekhalifahan atau kepemimpinan pun diserahkan kepada manusia-manusia terbaik yang juga merupakan sahabat-sahabat dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Mereka adalah Khalifah Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan yang terakhir Ali bin Abi Thalib.

Fase ini pun disebut dengan Fase Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah atau Khalifah sesuai Metode Nabi.

Di masa ini, Islam berkembang pesat ke seluruh dunia, bahkan Islam berhasil mekalukan Romawi hingga Persia.

Islam benar-benar berjaya dipimpin oleh para Khalifah, dan masyarakat muslim pun benar-benar menjalani kehidupan berdasarkan anjuran Nabi dan syariat Islam.

3. Fase Mulkan Adhon atau Masa Raja yang Menggigit

Fase Mulkan Adhon diartikan juga sebagai masa “Raja yang Menggigit”.

“Menggigit” di sini diartikan sebagai masa di mana dunia dipimpin oleh kerajaan-kerajaan yang kepemimpinannya diturunkan kepada keluarga turun-temurun, seperti Bani Umayyah yang berlangsung hingga 13 abad.

Di fase ini, umat muslim masih berpegang teguh pada ajaran dan syariat Islam, tetapi tidak sekuat saat di masa khalifah.

Fase ini juga disebut-sebut sebagai puncak keemasan Islam, ditandai dengan maraknya ilmuwan muslim yang mengembangkan berbagai bidang ilmu mulai dari kedokteran, matematika, hingga astronomi.

Runtuhnya Dinasti Utsmaniyah di Turki pada Tahun 1924 menandai berakhirnya fase Mulkan Adhon.

4. Fase Mulkan Jabariyyah atau Fase Kediktatoran

Menurut berbagai tafsir, di fase inilah kita berada saat ini. Fase dimana umat muslim tak lagi memiliki Khalifah (pemimpin) dan syariat Islam pun tidak lagi menjadi landasan hukum di negara manapun di seluruh dunia.Di masa ini kemaksiatan dan penindasan merajalela, keburukan dipuja-puja, dan kejahatan dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai kebenaran.

 

Umat muslim di masa ini pun berada dalam keterpurukan dan dipecah belah karena berada di  bawah kepemimpinan orang fasik yang mengabaikan syariat.Fase keempat ini pun disebut-sebut sudah hampir berakhir, dan umat manusia akan segera menyambut fase terakhir.

5. Fase Khalifah ‘Ala Minhaaj Al-Nubuwwah era Kedua

Setelah fase kediktatoran hancur, masa kekhalifahan akan kembali ditegakkan di muka bumi dan umat muslim pun akan kembali bersatu menjadi Khairu Ummah atau umat terbaik.

Fase ini disebut juga sebagai fase sebelum kiamat karena terjadi tepat sebelum Nabi Isa diturunkan ke dunia.

Di masa ini, Allah akan lebih dahulu menghadirkan seorang Khalifah bernama Imam Mahdi yang akan membawa dunia kepada keadilan dan mengangkat Islam kembali pada puncak kejayaan.

Rasulullah telah menyampaikan kelahiran Imam Mahdi dalam sabdanya yang berbunyi sebagai berikut:

"Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah Ta'ala akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku. Namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan, sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan." (HR. Abu Dawud).

 

 

Read More

Senin, 13 Juli 2026

Hari Kiamat

 Sepanjang  sejarah, manusia  telah memahami  ketinggian  gunung-gunung,keindahan  bintang-bintang  dan  bulan,  kedalaman  laut,  kekayaan  alam,  dan luasnya  langit  meski  hanya  menggunakan  metode-metode  pengamatan  yang masih primitif. Adapun kesimpulan mereka bahwa benda-benda tersebut akan ada selamanya.

Hari Kiamat


Akan  tetapi,  al-Qur’an  telah memberitakan  kepada manusia  bahwa  alam

semesta  ini  telah  diciptakan  dan  akan  sampai  pada  titik  akhirnya  (Q.S.  al-Mukmin/ 40:59 dan Q.S. al-Hajj/22:7). Segala yang berawal maka akan berakhir,baik manusia, tumbuhan, hewan, alam semesta, maupun malaikat semuanya akanmati, hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir. Waktu  yang  ditetapkan  dimana  alam  semesta  dan  segala  makhluk  didalamnya  mulai  dari  mikroorganisme  sampai  makhluk  yang  paling  indahbentuknya  yaitu  manusia,  termasuk  bintang bintang  dan  galaksi-galaksi semuanya  akan  hancur  pada  hari  dan  jam  yang  telah  ditentukan  oleh  sang

penciptanya  dan  hanya  Dia  yang  mengetahuinya.  Waktu  atau  hari  tersebut dikenal dengan nama hari kiamat.

Menurut Quraish Shihab, hari kiamat adalah hari di mana terdengar suara yang memekakkan telinga, mata, bahkan hati dan pikiran manusia. Suara tersebut tidak seperti biasanya yang sering didengar oleh manusia. Pada saat itulah terjadi ketakutan  dan  kekalutan  yang  luar  biasa  yang  dirasakan  oleh  makhluk  hidup terutama manusia.Hari kiamat adalah waktu yang penuh ketakutan yang begitu mencekam dan berat.

Di zaman modern ini, banyak sekali ramalan dari paranormal atau bahkan yang mengakui bisa membaca masa depan mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada  tahun  2012  kemarin.  Akan  tetapi,  kenyataannya  belum.  Hal  ini  karena kiamat  tidak  akan  diketahui  oleh  seorang  pun  bahkan  seorang Nabi  dan  Rasul sekalipun  kecuali  Allah  swt..  Hal  ini  sesuai  dengan  firman  Allah  dalam  surah Luqman 34

اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ۝٣٤

Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti

Desas-desus mengenai hari kiamat  ini cepat sekali merambat di kalangan masyarakat  sehingga  bagi  mereka  yang  percaya  menjadi  was-was  dan  bagimereka  yang  ingkar,  tidak  apa-apa. Bagi  orang yang  beriman  kepada Allah  dan hari akhir mereka pasti menyiapkan bekal untuk hari tersebut, hari dimana tidak ada  tempat  untuk  berlindung  karena  alam  semesta  ini  pun  akan  hancur dan  takada  pula  tempat  untuk meminta  perlindungan  karena  setiap  orang  sedang  sibuk menyelamatkan diri masing-masing. Seorang saudara akan lupa pada kerabatnya, seorang  ibu  akan  lupa  pada  anaknya,  bahkan seorang wanita  hamil  tidak  akan mempedulikan kandungannya (Q.S. al-Hajj/22:2)

Dengan demikian, semua yang ada di bumi akan binasa (Q.S. al-Rahman/ 55:26), tidak ada tempat yang aman untuk berlindung dari hari yang mengerikan tersebut  bahkan  di  dalam  gua,  tanah,  batu,  dan  lain  sebagainya.  Sebagaimana firman Allah swt. dalam Q.S. al-Qasas ayat 88

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۘ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ اِلَّا وَجْهَهٗۗ لَهُ الْحُكْمُ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

Jangan (pula) engkau sembah Tuhan yang lain (selain Allah). Tidak ada tuhan selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali zat-Nya. Segala putusan menjadi wewenang-Nya dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.

Menurut Islam, kiamat adalah hari berakhirnya kehidupan di dunia dan dimulainya kehidupan di akhirat. Kiamat merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini umat Islam. Kiamat atau akhir zaman dalam agama Islam merupakan peristiwa puncak dari semua kehidupan yang ada di bumi ini berupa hancurnya alam semesta beserta isinya termasuk manusia dan makhluk lainnya. Tidak ada seorang makhluk pun yang bisa lolos dari kiamat. Umat Islam wajib meyakini adanya hari kiamat sebagai tanda keimanannya kepada Allah SWT.

Kiamat merupakan awal dari kehidupan yang sebenarnya akan dilalui oleh manusia. Sebab, kehidupan yang kita jalani sekarang adalah fana atau sementara. Sedangkan kehidupan yang kekal abadi adalah kehidupan di alam akhirat kelak. Bagi makhluk Allah SWT yang beriman, bertaqwa, menjalankan segala perintah, dan menjauhi larangan-Nya selama hidup akan mendapatkan kebahagiaan setelah melewati kiamat nanti dengan ganjaran nikmat yang abadi di dalam surga.

Sementara makhluk yang tidak beriman dan tidak menjalankan perintah serta banyak berbuat dosa tanpa bisa bertaubat ketika hidup akan merasakan penderitaan setelah kiamat yaitu masuk ke dalam api neraka. Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menjelaskan datangnya hari kehancuran ini, salah satunya dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 7 yang berbunyi:

“Sesungguhnya hari kiamat itu pasti akan datang, tidak ada sedikitpun keraguan kepadanya. Sungguh Allah akan membangkitkan siapapun yang ada di dalam alam kubur”.

 

Read More

Minggu, 12 Juli 2026

100 hari hal yang terjadi sebelum ajal menjemput

 100 hari hal yang terjadi sebelum ajal menjemput

100 hari sebelum kematian, pada waktu Ashar tanda-tanda ini akan muncul diantaranya adalah, seluruh tubuh akan menggigil dari ujung rambut hingga ujung kaki.

100 hari hal yang terjadi sebelum ajal menjemput


Tanda ini biasanya akan dirasakan oleh orang-orang yang memiliki keimanan yang tinggi dan dijadikan sebagai isyarat bahwa ajalnya sudah dekat sehingga mereka yang menyadari tanda ini akan memanfaatkan waktu yang tersisa dalam hidupnya dengan sebaik mungkin dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Tanda Kematian pada 40 Hari sebelum Ajal Menjemput

Masih di waktu Ashar, pada 40 hari sebelum ajal menjemput bagi seorang muslim yang beriman ia akan merasakan berdenyutnya bagian pusat dan telinga akan sering berdengung terus menerus hingga kematian tiba.

Hal ini merupakan pertanda bahwa daun yang bertuliskan namamu di pohon yang berada di Arsy telah gugur, dan malaikat mengambilnya sebagai persiapan.

Pada hari ini juga malaikat mulai senantiasa mengawasi manusia yang ajalnya sudah dekat tersebut setiap saat. Kadangkala malaikat-malaikat itu juga akan menampakkan dirinya dalam wujud tertentu kepada orang yang akan dicabut nyawanya.

Tanda kematian pada hari ketujuh ini tidak sembarangan orang muslim bisa merasakannya.

Tanda ini biasanya dirasakan oleh orang-orang yang mengalami sakit sebelum ajal menjemputnya.Mereka yang biasanya tidak berselera makan justru akan mengalami selera makan yang tinggi, kadangkala juga ada keinginan untuk makan jenis makanan tertentu yang menjadi favoritnya.

Tiga hari sebelum kematian datang biasanya seorang muslim dapat merasakan denyutan pada dahi bagian tengah, menurunnya nafsu makan, pandangan yang sayu dan memudar (kehilangan sinarnya), telinga terlihat layu, hidung perlahan turun, dan telapak kaki yang sukar ditegakkan.

Sedangkan, pada satu hari sebelum kematian di waktu Ashar mereka akan merasakan denyutan pada ubun-ubun, hal ini sebagai pertanda bahwa ini merupakan waktu ashar yang terakhir kali ditemuinya.

Tepat dimana ajal akan menjemput badan akan terasa dingin di bagian pusat hingga turun ke pinggang dan menjalar ke halkum. Biasanya pada saat-saat sakaratul maut seperti ini mereka akan dituntun untuk berdzikir, menyebut nama allah dan mengucapkan syahadat secara terus menerus.

Read More