Gambaran wujud Munkar nakir menurut beberapa sumber
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa
malaikat Munkar dan Nakir datang dengan wajah hitam legam dan dengan taring
yang menjulur hingga ke bumi.
kali kedua malaikat itu
berbicara atau bertanya kepada ahli kubur itu, maka suaranya terdengar seperti
suara petir yang menyambar-nyambar. Bahkan kedua malaikat itu membawa pemukul
yang begitu berat. Kedatangan Munkar dan Nakir itupun membuat ahli kubur itu
ketakutan. Meski begitu, ia tidak dapat melarikan diri.
…فإذا فرغ من ذلك دخل عليه فتانا القبر وهما ملكان أسودان يخرقان الأرض بأنيابهما
، لهما شعور مسدولة يجرانها على الأرض، كلامهما كالرعد القاصف، وأعينهما كالبرق الخاطف
، ونفسهما كالريح العاصف ، بيد كل واحد منهما مقمع من حديد لو اجتمع عليه الثقلان ما
رفعاه ، لو ضرب به أعظم جبل لجعله دكا، فإذا أبصرتهما النفس ارتعدت وولت هاربة …
Artinya: ..datang memasuki kubur dua
malaikat yang hitam legam dan kedua taringnya menggores bumi, dan kedua
malaikat itu mempunyai rambut yang terikat sampai ke tanah, dan tiap keduanya
memiliki suara keras bagaikan petir yang menggelegar, dan mata kedua malaikat
itu seperti kilat yang menyambar, dan nafas mereka bagaikan angin badai. Di
tangan kedua malaikat itu memegang palu besi, bila dikumpulkan seluruh makhluk
tidak akan bisa mengangkatnya, dan bila dipukulkan kepada gunung yang paling
besar maka gunung itu akan hancur. Bila
ahli kubur yang memandang kedua malaikat itu, maka ia gemetar dan berusaha
lari… (Lihat kitab at Tadzkirah karya Imam Qurthubi penerbit Maktabah Darul
Minhaj halaman 354).
Dalam salah satu hadits riwayat
Tirmidzi dijelaskan, Malaikat Munkar dan Nakir digambarkan dengan wujud yang
menyeramkan. Suaranya disebut menggelegar, mata mereka bagaikan kilat
menyambar, dan memiliki taring bagaikan benteng
Sumber informasi tentang Malaikat
Munkar dan Nakir adalah hadis-hadits Nabi Muhammad SAW. Nama Munkar dan Nakir
tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an
Ciri-ciri
Malaikat Munkar dan Nakir
Berkulit hitam
Seram dan keras
Mata seperti belanga tembaga
Taring seperti tanduk sapi
Suara seperti halilintar
Memiliki palu dari besi yang sangat
berat
Tugas Malaikat
Munkar dan Nakir
Menanyai manusia di alam kubur
Memeriksa setiap orang yang telah
meninggal dunia di dalam kubur
Menguji keyakinan diri orang yang
telah mati di alam barzakh
Akan tetapi, hadis-hadis yang shahih
menunjukkan, kedua malaikat itu datang lalu mendudukkan orang tersebut. Bagi
orang mukmin, dia diserupakan seperti Matahari yang akan terbenam. Adapun bagi
orang-orang kafir dan munafik, dia akan menyaksikan kedua malaikat itu saat
pertama kali matanya terbuka dengan penuh ketakutan. Kedua malaikat ini lantas
menanyai orang itu dengan 3 pertanyaan. Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Apa
pendapatmu mengenai lelaki yang diutus di tengah kalian ini?
Ketiga pertanyaan ini tidak semudah
yang dibayangkan. Untuk menjawabnya, seseorang harus benar-benar bertuhankan
Allah, beragama Islam, dan mengikuti ajaran Rasulullah S.A.W dengan sempurna.
Orang-orang mukmin bisa mudah menjawabnya. Akan tetapi bagi orang-orang kafir,
dan juga bagi orang munafik, dia (saking takutnya) akan mengucapkan, "saya
tidak tahu". Akan tetapi ketika ditanyakan mengenai Rasulullah S.A.W, dia
akan menjawab, "Saya dengar dulu orang-orang mengatakan, dia adalah Rasul
Allah. Dan saya juga mengatakan demikian sekarang".
Setelah itu, terdengarlah seruan dari
langit : "Hamba-Ku benar", "Maka, bentangkanlah jalan menuju
Surga untuknya". Bagi orang-orang mukmin, yang pertama kali terlihat
adalah Neraka. Kemudian, disana ada satu sel (penjara) penyiksaan yang tertulis
namanya. Orang itu pun ketakutan. Khawatir segera dimasukkan kesana. Maka,
kedua malaikat itu pun menenangkannya. Dengan mengatakan, tempat itu telah
disegel untuknya selama-lamanya karena dia telah beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya. Kemudian, diperlihatkan kepadanya Surga. Dengan satu istana megah
dan mewah yang tertulis namanya. Dia ingin segera menuju kesana, tetapi kedua
malaikat itu mencegahnya. Kedua malaikat ini mengatakan, tunggulah sampai Hari
Kiamat terjadi. Maka, dia pun berdoa agar Hari Kiamat itu disegerakan.
Kemudian, ruhnya pun diangkat menuju langit dan berada di taman Surga (Al
Mala'ul A'la) bersama orang-orang mukmin lainnya sampai Hari Kiamat.
Adapun bagi orang kafir, dan juga
orang munafik, maka setelah dia tidak berhasil menjawab pertanyaan kedua
malaikat itu, maka terdengarlah seruan dari langit : Hamba-Ku dusta. Maka,
bentangkanlah jalan menuju Neraka untuknya". Yang pertama kali
diperlihatkan kepadanya adalah pemandangan Surga. Dia ingin segera menuju
kesana, tetapi para malaikat mencegahnya. Kedua malaikat itu mengatakan,
kalaulah dia dahulu masuk Islam, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, pasti dia
akan dimasukkan kesana. Sayangnya, karena dia kafir atau munafik kepada Allah
S.W.T sampai ajalnya tiba, dan dia sudah berada di alam barzakh, maka dia tidak
akan bisa dimasukkan kesana. Tempat itu disegel untuknya selama-lamanya.
Kemudian, diperlihatkan kepadanya pemandangan Neraka. Dengan satu sel (penjara)
penyiksaan yang tertulis namanya. Dia pun ketakutan. Kedua malaikat itu mengatakan,
dia hanya bisa memasukinya setelah Hari Kiamat. Dia pun berdoa, semoga Allah
memperlambat waktu terjadinya Kiamat. Karena, dia khawatir akan segera
dimasukkan kesana.
Kemudian, didatangkanlah seorang yang
berwajah buruk, berbau busuk, dan berbadan besar lagi hancur. Orang ini pun
bertanya, siapakah engkau, sungguh wajahmu sangat buruk. Orang yang berbadan
besar ini menjawab, saya adalah amal burukmu. Yang engkau kerjakan selama di
dunia dulu sampai engkau masuk ke alam ini. Kemudian, didatangkanlah seorang
malaikat yang tidak mempunyai pendengaran dan penglihatan, lantas mengangkat
sebuah besi yang kalau semua jin dan manusia bersatu, mereka tidak akan bisa
mengangkatnya. Besi ini lantas dihantam dan dipukulkan diantara kedua
telinganya. Yang berarti di tengah-tengah wajahnya. Dia pun menjerit dan
berteriak, dengan teriakan yang bisa didengar semua makhluk yang ada di sekitar
makamnya kecuali jin dan manusia.Tidak hanya itu, kubur pun menjepitnya sampai
tulang-tulang rusuknya beradu dan berserakan. Dia pun kemudian dijebloskan ke
lapisan Bumi yang ketujuh. Dia berada di jurang diantara jurang-jurang Neraka
(Asfalash Shafillin). Dia bergabung dengan semua orang-orang kafir lainnya dan
disiksa disana (sesuai kadar dosanya) sampai Hari Kiamat.






