Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Jumat, 21 Agustus 2026

Ilmu Hadits tentang azab kubur

 Ilmu Hadits tentang azab kubur

Dalil-dalil wajibnya beramal dengan hadits ahad Dalil Al Qur'an Allah Ta’ala berfirman,  “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke     medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara   mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah     kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya       Sisi pendalilan dari ayat ini ada dua: Pertama,   Allah  memerintahkan tha'ifah   untuk   memberi   peringatan kepada kaumnya. Sedangkan secara bahasa:  “Tha'ifah dari sesuatu artinya bagian dari sesuatu, atau berjumlah satu atau   lebih, atau berjumlah di antara 1 sampai 1000, atau paling sedikit satu atau dua”.Ini menunjukkan tegaknya kebenaran walau hanya dari satu orang atau Al Kifayah, halaman 48 106 QS. At Taubah:

Ilmu Hadits tentang azab kubur


Al Qamus Al Muhith dua orang. Dan kebenaran itu wajib diterima oleh kaumnya.      Kedua,   Allah   menyebutkan   manfaat   adanya   beberapa   orang   yang mendalami agama yaitu ‘supaya mereka itu dapat menjaga dirinya ‘. Andai hujjah tidak bisa diterima dari satu atau sedikit orang, tentu manfaat tersebut tidak tercapai dan konsekuensinya ayat ini tidak benar. Dalil hadits      Hadits-hadits mutawatir         tentang     Rasulullah shallallahu   ‘alaihi   wa sallam  mengutus  utusan,  amil  zakat,  hakim  hanya  satu  orang  saja  kepada sekelompok         orang.     Sebagaimana         diutusnya     Mua’dz      bin    Jabal radhiallahu'anhu:  “Engkau akan mendatangi kaum yang terdiri dari ahli kitab. Ajaklah mereka  untuk bersyahadat ‘Laailaaha Illallah Wa Anna Muhammadan Rasulullah’,   jika mereka mau taat, ajarkanlah mereka untuk shalat lima waktu sehari-semalam….”Imam Asy Syafi’i berkata, “Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam tidak pernah mengutus seseorang utusan kecuali sendirian.

 Ini adalah bukti berita yang dibawa

oleh satu orang utusan tersebut adalah benar, Insya Allah”109.      Dari  Anas  bin  Malik radhiallahu’anhu,   Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda,   HR. Muslim no.19 109Ar Risalah, halaman   “Semoga Allah memberikan nudhrah (cahaya di wajah) kepada orang yang        mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya, menghafalnya, dan   menyampaikannya. Berapa banyak orang yang membawa ilmu agama  kepada orang yang lebih paham darinya. Ada tiga perkara yang tidak akan        dengki hati muslim dengannya: mengikhlaskan amal karena Allah, menasihati pemimpin kaum muslimin, dan berpegang kepada jamaah mereka       karena doa mereka meliputi dari belakang mereka      Di  sini  Rasulullah shallallahu  ‘alaihi  wa  sallam mendoakan imra-an yang menyampaikan hadits.

 Sedangkan imra-an itu artinya satu orang. Dalil ijma'       Ijma para sahabat bahwa khabar ahad itu diterima111. Di antara dalil ijma ini adalah hadits tentang pindahnya kiblat yang hanya dikabarkan oleh satu orang     yang      menyampaikan      kabar   dari    Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasalallam. Dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu, HR. Ibnu Majah no. 2498, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah 111 Lihat Al Kifayah, 43-45; Raudhatun Nazhir  1/268-274; Syarh Kaukab Al Munir, 2/369-375                                

 “Dahulu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam shalat menghadap ke Baitul     Maqdis. Kemudian turun ayat (yang artinya) : 

“Kami melihat wajahmu     (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan  engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah    Masjidilharam        (QS. Al Baqarah: 144). Lalu lewatlah seorang lelaki dari    Bani Salamah, ketika orang-orang sedang shalat dalam posisi rukuk (di masjid). Dan mereka sudah melalui satu raka'at. Orang tersebut pun menyeru:    “Ketahuilah... kiblat telah diubah!”. Seketika itu orang-orang yang shalat                           segera mengubah arah kiblatnya”.     

Andaikan para sahabat tidak menerima khabar ahad, maka mereka tidak akan mengubah arah kiblat karena kabar dari satu orang saja. Hadits ahad adalah hujjah dalam masalah hukum ataupun akidah   Dalil-dalil yang ada di poin b menunjukkan bahwa kebenaran atau hujjah itu diterima dari satu orang tanpa dirinci apakah perkaran aqidah atau bukan, berlaku secara umum dan mutlak. Bahkan hadits Muadz bin Jabal berbicara masalah  aqidah.  Ibnu  ‘Abdil  Barr rahimahullah  berkata,  “Semua  perkara aqidah  mengenai  asma  dan  sifat  Allah  Ta’ala  hanya  diketahui  dari  nash Kitabullah  dan  hadits  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih atau  dari  ijma  ulama.  Sedangkan  yang  berasal  dari  hadits  ahad,  semuanya diterima dan tidak ada perdebatan tentang ini”.       Adapun   membeda-bedakan   penyikapan   hadits  Ahad   dalam   masalah aqidah  dan  masalah  hukum  adalah  keyakinan  baru  dalam  Islam,  yang merupakan  bid’ah.  Pembedaan  seperti  ini  tidak  pernah  dikenal  oleh  salah seorang  sahabat  Nabi,  tidak  juga  oleh  tabi’in,  tabi’ut  tabi’in,  juga  tidak dikenal  oleh  para  Imam.  Pembedaan  seperti  ini  hanya  dikenal  dari  tokoh- tokoh ahlul bid’ah dan yang mengikuti mereka114.       Keyakinan   bahwa   masalah   aqidah   harus   ditetapkan   dengan   hadits mutawatir  itu  sendiri  merupakan  sebuah  aqidah  (keyakinan)  dalam  agama. Kalau   mereka   konsisten,   hendaknya   mereka   mendatangkan   dalil   yang 112 HR. Muslim no.527 113Jaami’ Bayanil ‘Ilmi Wa Fadhlih, 2/96 114 Lihat Mukhtashar Shawa’iqil Mursalah, 503  mutawatir tentang adanya aqidah tersebut dalam Islam.

SYUBHAT 3: BEBERAPA ULAMA MENILAI  HADITS AHAD BERNILAI ZHAN, SEHINGGA  MEREKA PUN TIDAK MENGIMANI ADZAB  KUBUR      Syubhat  ini  adalah  turunan  dari  syubhat  kedua.  Dalam  tulisan-tulisan mereka  yang  menolak  adanya  adzab  kubur,  mereka  mengutip  beberapa pernyataan sebagian ulama ahlussunnah yang menganggap hadits ahad hanya bernilai zhan dan tidak bernilai ilmu. Sehingga mengesankan bahwa sebagian ulama tersebut juga tidak mengimani adanya adzab kubur. Inilah kecurangan mereka dalam berargumentasi.   Memang benar terjadi ikhtilaf di antara para ulama tentang apakah hadits Ahad    bernilai zhan,  ataukah  bernilai  ilmu,  ataukah  bernilai  ilmu  namun dengan   syarat.   Namun   mereka   sepakat   beramal   dengan   hadits   Ahad, sebagaimana telah kami sampaikan pernyataan ijma dalam hal ini. Memang juga   sebagian   ulama,   mengatakan   bahwa   terhadap   hadits  Ahad,   wajib beramal  dengannya  namun  tidak  diyakini.  Namun  hal  ini  pada  hakekatnya hanyalah ikhtilaf lafzhi, karena setiap dalil dari Al Qur’an dan sunnah yang shahih  adalah  hujjah  yang  wajib  diyakini  kebenarannya  dan  diamalkan. Bagaimana mungkin seseorang diperintah untuk beramal tanpa meyakini apa yang dia amalkan?      Semisal  hadits  tentang  meminta  perlindungan  dari  adzab  kubur  setiap selesai shalat:

 “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berdoa ketika sedang shalat  dengan doa (yang artinya): ‘Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab  kubur, dari fitnah al masih ad dajjal, dari fitnahnya orang yang masih hidup atau yang telah mati. Ya Allah aku berlindung kepadamu dari dari perbuatan  dosa dan hutang’”115.       Bagaimana    mungkin       dengan     dasar     hadits    ini,  dikatakan      bahwa disunnahkan  membaca  doa  tersebut  setiap  sebelum  salam  ketika  shalat namun   tidak   boleh   meyakini   isinya??   Dari   sini   terlihat   jelas   bahwa memisahkan  permasalahan  hukum  dan  aqidah  dalam  pembahasan  hadits Ahad adalah perkara yang aneh.   Di   antara    nama      ulama     yang    sering     di-’catut’    untuk     melariskan pemahaman  mereka  adalah  Al  Imam  Al  Bukhari. 

Pasalnya,  dalam  kitab Shahih Bukhari beliau menulis “Bab dalil-dalil tentang bolehnya menggunakan khabar ahad yang shahih   dalam masalah adzan, shalat, puasa, waris dan ahkam”       Padahal  Al   Bukhari   tidak   menyebutkan i’tiqad atau ‘aqaa-id  dalam kalimat  tersebut,  sehingga  diklaim  bahwa  beliau  tidak  berhujjah  dengan hadits  ahad  dalam  masalah  aqidah.  Padahal  faktanya,  Al  Bukhari  banyak meriwayatkan hadits-hadits Ahad dalam masalah aqidah di Shahih Bukhari. Adapun judul bab yang beliau buat demikian, justru untuk membantah orang- orang yang menolak kehujjahan hadits ahad secara umum. Dan yang paling penting  dan  perlu  digaris-bawahi  adalah, Imam  Al  Bukhari  mengimani 115 HR. Bukhari no. 832, 6376, Muslim no. 589, dari Aisyah radhiallahu'anha adanya adzab kubur dan alam kubur. Sebagaimana telah kami singgung pada bagian dalil-dalil Al Qur’an tentang adanya alam kubur.  Selain beliau, Al Imam Ibnu Hajar Al Asqalani pun seringkali di-’catut’ dengan cara demikian.

Padahal beliau dalam kitab Fathul Baari, menyetujui aqidah  Imam  Al  Bukhari  dalam  mengimani  adzab  kubur  dan  menyelisihi orang-orang yang menafikannya. Ketika beliau mengomentari kalimat:   Ibnu    Hajar rahimahullah  berkata:  “Seolah-olah,  maksud  Al  Bukhari mendahulukan  penyebutan  ayat-ayat  ini  karena  ingin  menjelaskan  bahwa pembahasan adzab kubur ada dalam Al Qur’an, menyelisihi sebagian orang yang  mengklaim  bahwa  pembahasan  adzab  kubur  hanya  ada  dalam  hadits ahad”116.      Selebihnya, nama-nama ulama yang mereka sebutkan untuk melariskan pemahaman menyimpang mereka, biasanya berasal dari kalangan ulama yang terpengaruh ilmu kalam atau pemikiran mu’tazilah. 116Fathul Baari, 4/443                              

Read More

Kamis, 20 Agustus 2026

Alasan Syubhat tentang adanya azab dan nikmat alam kubur

BEBERAPA SYUBHAT DAN  JAWABANNYA SYUBHAT : BEBERAPA AYAT QUR’AN  MENUNJUKKAN TIDAK ADANYA ADZAB DAN NIKMAT KUBUR      

Sebelumnya, dalam membahas syubhat ini kita perlu meyakini bahwa Al Qur’an dan hadits itu adalah kebenaran, dan tidak ada kebenaran yang saling bertentangan. Allah Ta’ala berfirman: 

Alasan Syubhat tentang adanya azab dan nikmat alam kubur


 “Apakah engkau tidak men-tadabburi Al Qur’an? Andaikan Al Qur’an itu     bukan dari sisi Allah tentu akan banyak pertentangan di dalamnya”.  Begitu  juga,  wajib  meyakini  bahwa  hadits  Nabi shallallahu  ‘alaihi  wa sallam adalah wahyu. Sebagaimana firman Allah ta'ala:    “Apa yang diucapkan olehnya (Muhammad) itu bukanlah dari hawa nafsu,melainkan wahyu”     

SYUBHAT 2: HADITS-HADITS TENTANG  ADANYA ADZAB DAN NIKMAT KUBUR ADALAH HADITS AHAD, SEDANGKAN HADITS AHAD  BUKAN HUJJAH DALAM MASALAH AQIDAH      

 Penjelasan   Syaikh   Muhammad   Nashiruddin  Al  Albani rahimahullah yang sudah kami kutip sebelumnya sudah mewakili dalam menjawab syubhat ini.  Ringkasnya,  hadits-hadits  tentang  adanya  adzab  kubur  itu mutawatir bukan   hadits     ahad.      Sampai-sampai  Ibnu     Qutaibah101   rahimahullah mengatakan:           

 Hadits mutawatir adalah hadits shahih yang diriwayatkan dari banyak jalan sehingga tidak ada kemungkinan semua      perawinya bersepakat untuk berdusta. Syarat suatu hadits dikatakan sebagai hadits mutawatir ada 4:      

1. Diriwayatkan dari banyak jalan. Walaupun ulama khilaf tentang batasan “banyak” dalam kriteria ini.Sebagian ulama      mengatakan 10 jalan, sebagian yang lain mengatakan 20 jalan, 30 jalan, 100 jalan, 200 jalan atau 300 jalan.     

2. Banyaknya jalan tersebut terjadi di setiap thabaqah-nya 

3. Mustahil terjadinya tawathu' 'ala kadzib (perawi bersepakat untuk berdusta dalam periwayatannya)    4. Sandaran penerimaan khabar adalah secara hissi (secara inderawi). (lihat  Taisir Musthalah Hadits, 

Syaikh Mahmud   Ath Thahhan, halaman 19 – 20). 100Hadits ahad adalah hadits yang tidak memenuhi syarat untuk disebut sebagai hadits mutawatir. Dengan kata lain, hadits     yang tidak mutawatir, maka ia hadits ahad. Menilik pada definisi hadits mutawatir, misalnya jika hadits mutawatir      adalah yang diriwayatkan dari 10 jalan, maka hadits yang diriwayatkan dari 9 jalan tergolong dalam hadits ahad.     Dan perlu diketahui bahwa hadits ahad berbeda dengan hadits gharib. Hadits gharib adalah hadits yang diriwayatkan      dari satu jalan saja. Walaupun memang, hadits gharib termasuk dalam kategori hadits ahad juga. 101 Abu Muhammad Abdullah bin Abdil Majid bin Muslim bin Qutaibah Ad Dainuri. Ia adalah seorang ahli lughah (bahasa     Arab) yang terkenal. Beliau belajar hadits dari Ishaq bin Rahawaih, Abu Ishaq Ibrahim Az Ziyadi, Abu Hatim As      Sijistany. Ia banyak mengarang kitab yang bermanfaat diantaranya adalah kitab Gharibul Quran, Gharibul Hadits,      Uyunul Akhbar, Musykilul Quran, Musykilul Hadits, Kitab I’rabil Qur'anal Ma’arif dan Adabul Katab. Diantara murid-muridnya adalah anaknya, Ja’far Ahmad al Faqih dan Ibnu Dusturaih Al Farisy. Wafat pada tahun 236H.                              

  “Banyak sekali hadits tentang Munkar dan Nakir serta tentang adzab kubur.    Juga banyak hadits tentang doa (yang artinya): 

‘Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari fitnahnya orang yang masih hidup atau yang telah mati, aku   berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, aku berlindung kepada-Mu dari   dari fitnah al masih ad dajjal”. Hadits-hadits ini semua shahih, yang tidak mungkin para perawinya bersepakat untuk berdusta. Andaikan hadits-hadits   seperti ini tidak dikatakan shahih, maka tidak ada hadits yang shahih sama       sekali dalam agama kita. Dan andaikan hadits-hadits seperti ini tidak    dikatakan shahih,maka tidak ada lagi model hadits yang derajatnya lebih shahih lagi”. Syaikhul Islam  Ibnu  Taimiyah rahimahullah juga berkata,  “Mutawatir terbagi menjadi ‘aam dan khas. Bagi para ulama yang paham hadits dan fiqih ada hadits-hadits mutawatir bagi mereka yang tidak dianggap mutawatir oleh orang   awam.  

 Semisal   hadits   tentang   sujud   sahwi,   kewajiban   syuf’ah, kewajiban  membayar  diyat  bagi  yang  berakal,  kewajiban  merajam  pezina yang muhshan, hadits-hadits ru’yah, adzab kubur, ….. ”103.       Namun  perlu  digaris-bawahi  pula,  andaikan  hadits-hadits tentang  alam kubur  atau  tentang  masalah  lain  adalah  hadits  Ahad  pun  tetap  merupakan hujjah.  Penjelasan  rinci  mengenai  hal  ini  akan  mencakup  banyak  bab  dari ilmu  ushul  fiqh  yang  tidak  mungkin  kami  paparkan  pada  kesempatan  ini. Semoga  beberapa  poin  di  bawah  ini  cukup  memberikan  pencerahan  bahwa hadits Ahad adalah hujjah, baik dalam masalah aqidah atau bukan: a. Wajib beramal dengan hadits ahad adalah ijma para ulama-ulama   Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata: “Aku tidak mengetahui adanya fuqaha  kaum  muslimin  yang  berselisih  pendapat  dalam  menetapkan  khabar ahad, sebagaimana yang baru saja saya jelaskan bahwa hadits-hadits ahad ada pada mereka semua”.    Al  Khatib  Al  Baghdadi rahimahullah berkata:  “Beramal  dengan  hadits Ahad  adalah  pendapat  semua  ulama  tabi’in  dan  setelah  mereka,  yaitu  para  Ta'wil Mukhtalafil Hadits, 1/152 103Majmu’ Al Fatawa, 18/69 104Ar Risalah, halaman 457-458 ulama-ulama di semua zaman sampai zaman kita ini (zamannya Al Khatib, -pent).  Dan  saya  tidak  mengetahui  adanya  seorang  di  antara  mereka  yang mengingkarinya atau menolaknya”. 

Read More

Wirid musharar jaya baya

 Maksudnya *"Doa Musar yang diturunkan wahyu"* ya? 


Itu maksudnya *Doa Munajat Musarar* atau yang sering disebut *Doa Mustajab / Doa yang Disampaikan Malaikat Jibril ke Nabi*. 



Yang paling masyhur dan sering disebut "doa yang diturunkan wahyu" itu ini:


### *1. Doa Musarar / Doa Malaikat Jibril*

Ini doa yang diriwayatkan diajarkan Jibril kepada Nabi ﷺ


*Bacaan Arab:*

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ 

الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، 

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ

*Latin:*

Allahumma inni as'aluka bi anna lakal hamdu, laa ilaaha illa anta 

Al-Mannaanu Badii'us samaawaati wal ardh, Yaa Dzal Jalaali wal Ikraam, 

Yaa Hayyu Yaa Qayyuum

*Artinya:*

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, karena segala puji hanya milik-Mu. 

Tidak ada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Pemberi Karunia, 

Pencipta langit dan bumi, Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, 

Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri"

*Keutamaan:* Nabi ﷺ bilang ini adalah *Ismul A'zham* - Nama Allah yang paling Agung. 

Kalau berdoa pakai ini, doanya dikabulkan. HR. Abu Dawud, Tirmidzi - *Shohih*


### *2. Doa Musar Lain - Doa Nabi Yunus di Perut Ikan*

Ini juga "wahyu" dalam Al-Quran QS. Al-Anbiya: 87


*Bacaan Arab:*

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

*Latin:*

Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimiin

*Artinya:*

"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. 

Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim"

Ini doa yang bikin Nabi Yunus diselamatkan.


---


Kamu maksud yang mana? Yang Jibril ajarkan ke Nabi, atau yang lain? 


Tips: Baca doa no.1 itu 3x setelah sholat, pas sujud terakhir. InsyaAllah mustajab.


Mau aku tuliskan juga cara mengamalkannya?


*Doa Satria Pinandita Sinisihan Wahyu* 


Ini doa kejawen yang isinya minta perlindungan + wibawa + diturunkan "wahyu/petunjuk" dari Tuhan. "Satria Pinandita" = ksatria yang bijaksana, "Sinisihan Wahyu" = yang disirami/diberi wahyu.


Ini bukan doa dari Al-Quran/Hadits ya, tapi doa tradisional Jawa.


### *Bacaan Lengkapnya:*


*Bahasa Jawa:*

Bismillahirrahmanirrahim


Ya Allah, Ya Tuhanku, 

Aku nyuwun pangestu marang Paduka

Dadekna aku Satria Pinandita

Sing sinisihan wahyu

Wahyu teka soko Paduka

Biso nulungi wong liyo

Biso ngadepi sakabehane godaan

Biso sabar, biso jembar ati

Slamet lahir batinku

Slamet dunyo akhiratku


Kabulna pandongaku, Ya Allah

*Latin versi umum yang sering dipakai:*

Bismillahirrahmanirrahim


Allohumma inni as'aluka

Jadikanlah aku Satrio Pinandito

Sing sinisihan wahyu saking Paduka

Wahyu sejati, wahyu kasampurnan

Supaya aku biso dadi tuntunan

Biso ngerti sing bener lan sing salah

Slamet jasad lan rogo ku

Slamet dunyo lan akhirat ku

Laa haula wa laa quwwata illa billahil aliyyil adzim

*Artinya garis besar:*

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu

Jadikanlah aku seorang ksatria yang bijaksana

Yang disirami wahyu dari-Mu

Wahyu yang sejati, wahyu kesempurnaan

Agar aku bisa menjadi tuntunan

Bisa membedakan yang benar dan salah

Selamat lahir dan batinku

Selamat dunia dan akhiratku"

### *Waktu & Cara Mengamalkan yang umum:*

1.  *Waktu*: Habis sholat hajat/tahajud, jam 12 malam - 3 pagi

2.  *Keadaan*: Suci, menghadap kiblat, khusyuk

3.  *Tujuan*: Minta petunjuk, kewibawaan, keselamatan, dan "dibukakan mata batin" buat kebaikan


### *Catatan penting:*

Ini doa ijazah kejawen. Kalau kamu muslim, boleh dibaca selama isinya tidak bertentangan dengan tauhid. 

Inti doanya sama: minta petunjuk, perlindungan, dan jadi orang bermanfaat ke Allah SWT.


Mau aku tulisin juga versi arab + terjemahnya biar lebih lengkap? Atau kamu mau tau pantangan/prihatinnya sekalian?

*Ya Musharriful Umur* = *يَا مُصَرِّفَ الأُمُورِ*


### *Artinya:*

*"Wahai Dzat yang membolak-balikkan segala urusan"* 


### *Penjelasan kata:*

1.  *Ya* = Wahai

2.  *Musharrif* = Yang membolak-balikkan, mengatur, mengendalikan, memutar

3.  *Al-Umur* = Segala urusan, perkara


Jadi maksudnya kita memanggil Allah sebagai Dzat yang punya kuasa penuh untuk mengubah keadaan. Yang tadinya susah jadi mudah, yang tadinya sedih jadi senang, yang tadinya buntu jadi ada jalan.


### *Ini doa siapa?*

Ini penggalan dari doa yang diajarkan Nabi ﷺ. Lengkapnya:


*HR. Muslim no. 2654*  

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ  

_"Rasulullah ﷺ sering berdoa: Ya Muqallibal Qulub Tsabbit Qalbi 'ala Diinik"_  

_"Wahai yang membolak-balikkan hati, kokohkan hatiku di atas agamamu"_


*Redaksi "Ya Musharrifal Umur"* juga ada di doa-doa para ulama. Contoh doa:  

اللَّهُمَّ يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ  

اللَّهُمَّ يَا مُصَرِّفَ الْأُمُورِ يَسِّرْ لَنَا أُمُورَنَا  

_"Ya Allah, Wahai yang membolak-balikkan urusan, mudahkanlah urusan-urusan kami"_


### *Kapan dibaca?*

Pas lagi butuh banget sama Allah. Misal:

1.  Lagi bingung mau ambil keputusan

2.  Urusan kerjaan/usaha lagi mampet  

3.  Minta Allah yang atur hidup kita


Intinya: Kita pasrah dan minta Allah yang "muter" urusan kita ke arah yang terbaik.


Mau sekalian aku tulisin doa lengkapnya + latinnya biar gampang dihafal?

*Wirid "Mushar Jayabaya"* itu beda-beda tiap guru/padepokan. Nggak ada 1 versi baku. 


Tapi secara umum isinya gabungan *Asmaul Husna + Doa Jawa + Tawassul ke Prabu Jayabaya*.


### *Bentuk wirid yang paling umum dipakai:*


#### *1. Pembukaan / Tawassul*

Dibaca dulu buat nyambung sanad

Bismillahirrahmanirrahim

Ilahadrotin Nabiyil Musthofa Muhammad SAW

Wa ila hadroti Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Wa ila hadroti Prabu Jayabaya Raja Kediri

Al-Fatihah... 1x

#### *2. Inti Wirid Musharar*

Ini inti yang sering diijazahkan. Dibaca 41x, 100x, atau 313x sesuai hajat

Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum 

Ya Dzal Jalali Wal Ikram

Ya Musharirul Umur

Ya Fattah Ya Razzaq Ya Wahhab

Jayabaya Sinisih Ing Wahyu

Sanghyang Wenang Mring Aku

Artinya: "Ya Allah Yang Maha Hidup, Yang Mengatur segala urusan, Yang Maha Pembuka, Maha Pemberi Rezeki. Jayabaya yang diberi wahyu, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menolongku"


#### *3. Penutup / Hajat*

Sebut hajatmu di dalam hati, lalu tutup:

Qobiltu Ijazah Musharar Jayabaya

Bismillah... Alhamdulillah... 

### *Aturan Laku yang biasanya menyertai:*

1.  *Waktu*: Habis sholat hajat jam 12 malam, atau habis Maghrib

2.  *Puasa*: Ada yang puasa mutih 3 hari / 7 hari sebelum mulai

3.  *Niat*: Buat kebaikan, tolak bala, wibawa, kemudahan rezeki. Bukan buat nyelakain orang

4.  *Keyakinan*: Pasrah + yakin ke Allah. Jayabaya cuma wasilah/perantara


### *Penting banget ya:*

Wirid model gini *harus ada ijazah dari guru* biar berkah dan aman. Soalnya ada unsur nama tokoh + bahasa Jawa kuno. Kalau nggak ada guru yang ngajarin, cukup dzikir Asmaul Husna + sholawat aja udah cukup.


Kamu dapat ijazahnya dari siapa? 

Kalau mau, aku bisa tulisin versi latin lengkap + artinya per baris. Tapi pastiin dulu kamu udah dapat izin ngamalinnya ya 🙏


Mau yang versi pendek buat harian, atau versi lengkap 313x?

Read More

Rabu, 19 Agustus 2026

The Story of Prophet Ayyub (A.S.)

 (Kisah Nabi Ayyub A.S.)

Prophet Ayyub (A.S.) was a wealthy and noble prophet of Allah who was blessed with a large family, vast lands, and great health.

Nabi Ayyub (A.S.) adalah seorang nabi Allah yang kaya dan mulia yang diberkahi dengan keluarga yang besar, tanah yang luas, dan kesehatan yang sangat baik.

The Story of Prophet Ayyub (A.S.)

 

Despite his immense wealth, he was always humble, generous to the poor, and constantly grateful to Allah.

Meskipun memiliki kekayaan yang melimpah, beliau selalu rendah hati, dermawan kepada orang miskin, dan sentiasa bersyukur kepada Allah.

 

To test his patience and faith, Allah allowed severe trials to come upon Prophet Ayyub.

Untuk menguji kesabaran dan keimanannya, Allah menimpakan ujian-ujian yang berat kepada Nabi Ayyub.

 

In a short period, he lost all his wealth, his livestock, his lands, and all of his children passed away.

Dalam waktu yang singkat, beliau kehilangan seluruh kekayaannya, ternaknya, tanahnya, dan semua anak-anaknya meninggal dunia.

 

Soon after, Prophet Ayyub was struck with a severe illness that affected his entire body, leaving him in constant pain for many years.

Tak lama kemudian, Nabi Ayyub ditimpa penyakit parah yang mengenai seluruh tubuhnya, membuatnya menderita kesakitan selama bertahun-tahun.

 

Most of his people abandoned him due to his illness, but his devoted wife, Rahmah, remained loyal and took care of him with love.

Sebagian besar kaumnya meninggalkannya karena penyakitnya tersebut, tetapi istrinya yang setia, Rahmah, tetap setia dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.

 

Through all these unimaginable hardships, Prophet Ayyub never complained or lost faith in Allah; instead, he remained steadfast in prayer.

Melalui semua penderitaan yang tak terbayangkan ini, Nabi Ayyub tidak pernah mengeluh atau kehilangan iman kepada Allah; sebaliknya, beliau tetap teguh dalam doa.

 

He prayed sincerely to Allah: "Hardship has touched me, and You are the Most Merciful of the merciful."

 

Beliau berdoa dengan ikhlas kepada Allah: "Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."

 

Allah accepted Ayyub’s prayer and commanded him to strike the ground with his foot, causing a cool spring of water to gush out.

Allah mengabulkan doa Ayyub dan memerintahkannya untuk menghentakkan kakinya ke tanah, sehingga memancarkan sumber air yang sejuk.

 

After washing and drinking from the miraculous water, Prophet Ayyub was completely healed of all his physical ailments.

Setelah mandi dan minum dari air mukjizat tersebut, Nabi Ayyub sembuh total dari seluruh penyakit fisiknya.

 

Allah restored his health, multiplied his wealth, and blessed him and his wife with even more children than before.

Allah memulihkan kesihatannya, melipatgandakan kekayaannya, dan memberkahi beliau serta istrinya dengan anak-anak yang bahkan lebih banyak dari sebelumnya.

 

Prophet Ayyub (A.S.) remains the ultimate symbol of extraordinary patience (Sabr) and unwavering devotion to Allah.

Nabi Ayyub (A.S.) tetap menjadi simbol utama dari kesabaran yang luar biasa (Sabr) dan ketaatan yang tak tergoyahkan kepada Allah.

 

Read More

The Story of Prophet Yusuf (A.S.)

 (Kisah Nabi Yusuf A.S.)

Prophet Yusuf (A.S.) was the beloved son of Prophet Ya'qub (A.S.) and was blessed with exceptional beauty and wisdom.

Nabi Yusuf (A.S.) adalah putra tercinta dari Nabi Ya'qub (A.S.) dan dianugerahi ketampanan serta kebijaksanaan yang luar biasa.

 

The Story of Prophet Yusuf (A.S.)


As a young boy, Yusuf saw a dream where eleven stars, the sun, and the moon were prostrating to him.

Saat masih kecil, Yusuf bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya.

 

Jealous of their father’s deep love for Yusuf, his elder brothers plotted against him and threw him into a deep well.

Karena iri dengan kasih sayang ayah mereka yang mendalam kepada Yusuf, kakak-kakaknya bersekongkol dan melemparkannya ke dalam sumur yang dalam.

 

They lied to their father, claiming that a wolf had eaten Yusuf, leaving Ya'qub heartbroken.

Mereka membohongi ayah mereka dengan mengaku bahwa serigala telah memakan Yusuf, yang membuat Ya'qub sangat terpukul.

 

Travelers passing by found Yusuf in the well, rescued him, and sold him as a slave in Egypt to a noble minister named Al-Aziz.

Musafir yang lewat menemukan Yusuf di dalam sumur, menyelamatkannya, dan menjualnya sebagai budak di Mesir kepada seorang menteri mulia bernama Al-Aziz.

 

Yusuf grew up in Al-Aziz’s home, but when he rejected the immoral advances of the minister's wife, Zulaikha, he was falsely accused and sent to prison.

Yusuf tumbuh dewasa di rumah Al-Aziz, namun ketika beliau menolak godaan tak bermoral dari istri menteri, Zulaikha, beliau difitnah dan dimasukkan ke dalam penjara.

 

In prison, Allah blessed Yusuf with the divine gift of interpreting dreams.

Di dalam penjara, Allah mengaruniai Yusuf mukjizat berupa kemampuan menafsirkan mimpi.

 

When the King of Egypt had a disturbing dream about seven fat cows being eaten by seven lean ones, Yusuf accurately interpreted it as seven years of abundance followed by seven years of severe famine.

 

Ketika Raja Mesir bermimpi buruk tentang tujuh ekor sapi gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus, Yusuf dengan tepat menafsirkannya sebagai tujuh tahun masa subur yang diikuti tujuh tahun masa paceklik.

 

Impressed by his truthfulness, wisdom, and innocence, the King freed Yusuf and appointed him as the minister of finance over Egypt's storehouses.

Kagum atas kejujuran, kebijaksanaan, dan kesucian dirinya, Raja membebaskan Yusuf dan mengangkatnya sebagai menteri keuangan yang mengelola lumbung pangan Mesir.

 

During the years of famine, Yusuf's brothers traveled to Egypt seeking food, not realizing that the powerful minister was the brother they had betrayed.

Selama tahun-tahun paceklik, kakak-kakak Yusuf pergi ke Mesir untuk mencari makanan, tanpa menyadari bahwa menteri yang berkuasa itu adalah adik yang pernah mereka khianati.

 

Eventually, Yusuf revealed his identity to them, forgave them with great mercy, and invited his father and entire family to live in Egypt.

Pada akhirnya, Yusuf mengungkapkan identitasnya kepada mereka, memaafkan mereka dengan penuh kasih sayang, dan mengundang ayahnya serta seluruh keluarganya untuk tinggal di Mesir.

 

The story concluded as his parents and brothers bowed before him, fulfilling the divine dream Yusuf had seen as a child.

Kisah ini diakhiri dengan kedua orang tua dan saudara-saudaranya yang bersujud di hadapannya, memenuhi mimpi suci yang dilihat Yusuf saat masih kecil
Read More

The Story of Prophet Ya'qub (A.S.)

 (Kisah Nabi Ya'qub A.S.)

Prophet Ya'qub (A.S.), also known as Israel, was the son of Prophet Ishaq (A.S.) and the grandson of Prophet Ibrahim (A.S.).

Nabi Ya'qub (A.S.), yang juga dikenal dengan nama Israil, adalah putra dari Nabi Ishaq (A.S.) dan cucu dari Nabi Ibrahim (A.S.).

The Story of Prophet Ya'qub (A.S.)

 

He was a noble messenger who devoted his life to guiding his family and community toward worshipping Allah alone.

Beliau adalah seorang rasul mulia yang mengabdikan hidupnya untuk membimbing keluarga dan masyarakatnya menuju pengabdian hanya kepada Allah.

 

Allah blessed Prophet Ya'qub with twelve sons, who later became the ancestors of the Twelve Tribes of Israel.

Allah memberkahi Nabi Ya'qub dengan dua belas orang putra, yang di kemudian hari menjadi leluhur dari Dua Belas Suku Israil.

 

Among his children, Ya'qub held a deep affection for his righteous son Yusuf (Joseph).

Di antara anak-anaknya, Ya'qub memiliki kasih sayang yang sangat mendalam kepada putranya yang saleh, Yusuf.

 

Due to jealousy, Yusuf's elder brothers conspired against him, threw him into a deep well, and told their father that a wolf had eaten him.

Karena rasa iri hati, kakak-kakak Yusuf bersekongkol melawannya, melemparkannya ke dalam sumur yang dalam, dan memberi tahu ayah mereka bahwa seekor serigala telah memakannya.

 

Although deeply heartbroken, Prophet Ya'qub demonstrated immense patience (Sabrun Jameel) and continuously placed his trust in Allah.

Meskipun sangat terpukul dan sedih, Nabi Ya'qub menunjukkan kesabaran yang luar biasa (Sabrun Jameel) dan terus-menerus menaruh kepercayaannya kepada Allah.

 

From years of weeping for his beloved son Yusuf, Prophet Ya'qub eventually lost his eyesight.

 

Akibat bertahun-tahun menangisi putra tercintanya Yusuf, Nabi Ya'qub akhirnya kehilangan penglihatannya.

 

Yet, he never lost hope in Allah's mercy and always believed that Yusuf was still alive.

Namun, beliau tidak pernah kehilangan harapan akan rahmat Allah dan selalu percaya bahwa Yusuf masih hidup.

 

Years later, Allah reunited Prophet Ya'qub with Yusuf, who had now become a powerful minister in Egypt.

Bertahun-tahun kemudian, Allah mempertemukan kembali Nabi Ya'qub dengan Yusuf, yang saat itu telah menjadi seorang menteri berkuasa di Mesir.

 

When Yusuf's shirt was placed over his father's face, Prophet Ya'qub's eyesight was miraculously restored.

Ketika gamis/pakaian Yusuf diusapkan ke wajah ayahnya, penglihatan Nabi Ya'qub secara mukjizat pulih kembali.

 

Prophet Ya'qub forgave his older sons, prayed for their forgiveness, and moved his entire family to live in peace in Egypt.

Nabi Ya'qub memaafkan putra-putra tertuanya, memohonkan ampunan untuk mereka, dan memboyong seluruh keluarganya untuk hidup damai di Mesir.

Read More

The Story of Prophet Ishaq (A.S.)

 (Kisah Nabi Ishaq A.S.)

 

Prophet Ishaq (A.S.) was the second son of Prophet Ibrahim (A.S.) and the child of Sarah.

Nabi Ishaq (A.S.) adalah putra kedua dari Nabi Ibrahim (A.S.) dan merupakan anak dari Sarah.

 

The Story of Prophet Ishaq (A.S.)


He was born as a miracle from Allah when his parents were already very old.

Beliau lahir sebagai bentuk mukjizat dari Allah ketika kedua orang tuanya sudah sangat lanjut usia.

 

Angels visited Ibrahim to give him the good news of Ishaq’s birth and that Ishaq would also become a prophet.

Malaikat-malaikat mengunjungi Ibrahim untuk menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran Ishaq dan bahwa Ishaq juga akan menjadi seorang nabi.

 

Sarah was amazed and humbled by this news, as she had been unable to have children for many years.

Sarah merasa takjub dan terharu mendengar kabar ini, karena beliau tidak bisa memiliki anak selama bertahun-tahun.

 

Prophet Ishaq grew up to be a righteous, wise, and devout messenger of Allah.

Nabi Ishaq tumbuh menjadi seorang rasul Allah yang saleh, bijaksana, dan taat beribadah.

 

He continued the noble mission of his father, preaching monotheism and guiding his people toward goodness.

Beliau melanjutkan misi mulia ayahnya, mendakwahkan tauhid dan membimbing kaumnya menuju kebaikan.

 

Allah blessed Ishaq with twin sons named Ya'qub (Jacob) and Esau.

Allah memberkahi Ishaq dengan putra kembar bernama Ya'qub (Yakub) dan Ish (Esau).

 

From the lineage of Prophet Ishaq and his son Prophet Ya'qub came many of the Prophets of the Children of Israel.

Dari garis keturunan Nabi Ishaq dan putranya Nabi Ya'qub, lahirlah banyak nabi dari kalangan Bani Israil.

Read More