Gambaran azab kubur
Alam kubur adalah awal kehidupan hakiki dari seorang manusia. Dari Utsman bin Affan radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Alam kubur adalah
awal perjalanan akhirat, barang siapa yang berhasil di alam kubur, maka
setelahnya lebih mudah. Barang siapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih
berat “
Mempelajari apa-apa yang terjadi di alam kubur banyak memberikan faedah. Seseorang yang mengetahui bahwa di alam kubur ada nikmat kubur tentu akan berusaha sebisa mungkin selama ia masih hidup agar menjadi orang yang layak mendapatkan nikmat kubur kelak. Seseorang yang mengetahui bahwa di alam kubur ada adzab kubur juga akan berusaha sebisa mungkin agar ia terhindar darinya kelak.Nikmat dan adzab kubur adalah perkara gaib yang tidak terindera oleh manusia. Manusia yang merasakannya pun tentu tidak dapat mengabarkan kepada yang masih hidup akan kebenarannya. Maka satu-satunya sumber HR. At Tirmidzi no.2308, ia berkata: “hasan gharib”, dihasankan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Futuhat Rabbaniyyah, 4/192
keyakinan kita akan adanya adzab dan nikmat kubur adalah dalil al-Qur’an dan as-Sunnah. Dan banyak sekali dalil dari Qur’an dan As Sunnah serta ijma’ para ulama yang menetapkan adanya alam kubur. Namun sebagian orang dari kalangan ahlul bid’ah mengingkarinya karena penyimpangan mereka dalam memahami dalil-dalil syar’i. Oleh karena itu, dalam buku yang ringkas ini akan kami paparkan dalil- dalil al-Qur'an, as-Sunnah, serta ijma' para ulama yang menetapkan adanya alam kubur, adzab kubur dan nikmat kubur. Serta pembahasan mengenai beberapa syubhat dari orang-orang yang mengingkarinya disertai dengan bantahannya
Surat Al-Mu’minun ayat 45-46
فَوَقَىٰهُ
ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِ مَا مَكَرُوا۟ ۖ وَحَاقَ بِـَٔالِ فِرْعَوْنَ سُوٓءُ ٱلْعَذَابِٱلنَّارُ
يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟
ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ ٱلْعَذَابِ
“dan Firaun
beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan
neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada
malaikat): “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras “
Al
hafidz Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan
ayat ini, “Arwah Fir’aun dan pengikutnya dihadapkan ke
neraka setiap pagi dan petang terus- menerus hingga datang hari kiamat. Ketika
kiamat datang barulah arwah dan jasad mereka sama-sama merasakan api neraka”.
Beliau juga berkata, “Ayat- ayat ini adalah landasan kuat bagi Ahlussunnah
tentang adanya adzab kubur” . Hal ini juga senada dengan penjelasan jumhur ahli
tafsir seperti Mujahid , Al Alusi , Asy
Syaukani , Al Baidhawi ,
Muhammad Amin Asy
Syinqithi , Abdurrahman As Sa’di.
2
QS. Al Mu’min: 45-46
3
Tafsir Al Qur’an Azhim (Tafsir Ibnu Katsir), 7/146
4
Lihat An Nukat wal’ Uyun, 4/39, karya Al Mawardi
5
Ruuhul Ma’ani (Tafsir Al Alusi), 18/103
6
Fathul Qadir, 6/328
7
Anwar At Tanziil (Tafsir Al Baidhawi), 5/130
8
Adhwa’ Al Bayan, 7/82
9
Taisiir Kariim Ar Rahman (Tafsir As Sa'di), halaman 738
Memang
benar bahwa ada
penafsiran lain terhadap
ayat ini. Qatadah menafsirkan bahwa
maksud ayat (yang artinya) “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi
dan petang adalah taubiikh atau
penghinaan terhadap Fir’aun dan
pengikutnyadalam keadaan mereka
masih hidup. Penafsiran ini
walaupun tidak menetapkan adanya adzab kubur namun tidak menafikannya. Ibnu
Abbas radhiallahu’anhu
menafsirkan bahwa arwah mereka
ada di sayap
burung hitam yang
bertengger di atas
neraka yang datang di
kala sore dan
pagi hari. Penafsiran Ibnu
Abbas ini pun menetapkan adanya alam kubur.
Ahli tafsir yang terpengaruh permikiran mu’tazilah memang membantah
bahwa ayat ini membicarakan adzab kubur. Semisal Az Zamakhsyari dalam Tafsir Al
Kasyaf dan Fakhruddin Ar Razi dalam Mafatihul Ghaib, dengan sebatas bantahan
logika semata. Maka,
-insya Allah- penafsiran
yang tepat adalah yang kami
sebutkan di awal karena bersesuaian dengan dalil-dalil dari
Al
Qur’an dan hadits
serta pemahaman salafus
shalih, yang akan
kami jelaskan nanti. Karena antara dalil itu saling menafsirkan dan
tidak mungkin saling bertentangan.
Bagaimana Kondisi
ketika sakaratul maut
Surat Al-An’am
Ayat 93
وَمَنْ
أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِىَ إِلَىَّ وَلَمْ
يُوحَ إِلَيْهِ شَىْءٌ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۗ وَلَوْ
تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِى غَمَرَٰتِ ٱلْمَوْتِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓا۟
أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوٓا۟ أَنفُسَكُمُ ۖ ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ بِمَا
كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَٰتِهِۦ تَسْتَكْبِرُونَ
Dan siapakah yang
lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang
berkata: "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan
sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan
seperti apa yang diturunkan Allah". Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu
melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut,
sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata):
"Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang
sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan)
yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap
ayat-ayat-Nya.
10 Lihat An Nukat Wal’Uyun, 4/39
11 Al Kasyaf,
6/118
12 Mafatihul
Ghaib, 13/342
Al
Imam Al Bukhari rahimahullah, dalam Shahih-nya membuat
judul (bab dalil-dalil
tentang adzab kubur)
lalu beliau menyebutkan ayat
di atas. Ini
menunjukkan bahwa Imam
Al Bukhari memahami bahwa ayat
di atas adalah dalil tentang adanya adzab kubur dan alam kubur.
Seorang pakar
tafsir di zaman
ini, Syaikh Abdurrahman
As Sa’di -rahimahullah-
menjelaskan, “Ayat ini adalah dalil adanya adzab dan nikmat kubur. Karena
dari konteks kalimat,
adzab yang ditujukan
kepada orang- orang kafir
tersebut dirasakan ketika
sakaratul maut, ketika
dicabut nyawa dansetelahnya”

