Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Kamis, 16 April 2026

Sam bin Nuh

Menurut sejarah Islam pada masa kerasulan Nabi Isa, dikatakan bahwa Sem pernah dibangkitkan kembali oleh Isa, ketika ada permintaan dari Bani Israel.Silsilah lengkapnya adalah Sem bin Nuh bin Lamekh bin Metusalah bin Henokh bin Yared bin Mahalaleel bin Kenan bin Enos bin Set bin Adam. Anak-anak Sem adalah Elam, Asyur, Aram, Arpakhsad dan Lud, selain sejumlah anak perempuan. Abraham adalah masih keturunan Sem, oleh penganut ajaran samawi dianggap sebagai leluhur dari bangsa Ibrani dan Arab. Menurut Damrah bin Rabiah dari Ibnu Ata dari ayahnya bahwa Sem menurunkan keturunan yang berwajah tampan dan berambut indah.Sem adalah leluhur beberapa bangsa di Timur Tengah; ia adalah nenek moyang Elam, Asyur, Arpakhshad atau Arpakhaxad (menurut Yosefus, Kasdim, yang kemudian menurunkan bangsa Ibrani dan Arab), Lud (Lidia) dan Aram (Suriah).

sam bin nuh
Semit
Istilah seperti "Semit" dan "Hamit" kini tidak banyak digunakan, dan kadang-kadang bahkan dianggap ofensif, karena mengandung konotasi "rasial". Bentuk-bentuk adjektiva "Semit" dan "Hamit" lebih lazim, meskipun istilah 'Hamit' yang kabur telah ditinggalkan di kalangan akademik arus utama pada 1960-an. Istilah Semit masih lazim digunakan untuk Bahasa-bahasa Semit, sebagai sub-kelompok dari bahasa Afro-Asia, yang merujuk kepada warisan linguistik yang sama dari bahasa Arab, Aram, Akkadia, Ethiopia, Ibrani dan Fenisia.

Kejadian 11:10 mencatat bahwa Sem berumur 100 tahun ketika Arpakhsad dilahirkan, dua tahun setelah air bah, sehingga ketika banjir melanda usianya 98 tahun. Setelah itu, ia hidup 500 tahun lagi, sehingga umurnya pada saat kematiannya adalah 600 tahun. Sem hidup semasa dengan ayahnya, Nuh. Dia hidup semasa dengan Ishak sampai Ishak berumur 110 tahun dan hidup semasa dengan Yakub sampai Yakub berumur 50 tahun. Dia hidup semasa dengan 15 generasi bapa leluhur dari Metusalah (kedelapan) sampai dengan Yakub (ke-20)

Garis keturunan

Bangsa Arab menunjukkan kebanggaan pada leluhur. Wujud perasaan itu, misalnya, diungkapkan melalui tradisi menghafal nasab bapak-bapak mereka. Hal itu bahkan masih bisa dijumpai hingga saat ini.

Chalil menuturkan, putra Nabi Nuh AS—Sam—memiliki seorang anak yang bernaa Iram. Darinya, lahirlah banyak keturunan yang akhirnya berkelompok menjadi sembilan suku. Mereka adalah Ad, Tsamud, Amim, Amil, Thasam, Jadis, Imliq, Jurhum Ula, dan Wabaar.

Beberapa suku di antaranya menjadi masyhur karena berkaitan dengan riwayat sejumlah nabi. Misalnya, kaum Ad dan Tsamud. Kepada mereka masing-masing, Allah mengutus Nabi Hud dan Nabi Shalih. Alquran surah al-Haqqah ayat 4-6 menuturkan nasib keduanya yang sama dimusnahkan oleh Allah. Sebab, kedua kaum itu telah mendustakan dan bahkan memusuhi utusan-Nya.
Chalil mengatakan, kira-kira sembilan generasi usai Iram bin Sam lahirlah al-Muta’aribah. Tokoh bangsa Arab itu adalah keturunan Qahthan bin Nabi Hud. Ya’rib bin Qahthan menguasai Arab selatan atau Yaman. Adapun Jurhum bin Qahthan mengendalikan Hijaz. Syihr dikuasai ‘Aad bin Qahthan, sedangkan Arab Tenggara dikuasai Oman bin Qahthan—menjadi cikal bakal negeri Oman.

Ya’rib memiliki cicit yang bernama Abdu Syamsin. Gelarnya adalah Saba karena kemahirannya dalam memenangkan banyak pertempuran. Keturunannya kemudian mendirikan sebuah daulah di Yaman, yakni Kerajaan Saba. Alquran mengabadikan nama dan kisah negeri tersebut dalam surah ke-34, Saba.

Dari seluruh Jazirah Arab, bagian selatanlah yang paling subur. Ma’rib menjadi kota terbesar di Yaman dan masyhur akan bendungannya yang canggih pada masa itu.Kemakmuran kerajaan ini disebutkan dalam surah Saba ayat ke-15. Di sebelah barat Bendungan Ma’rib, terdapat deretan pepohonan yang menghasilkan bermacam buah-buahan. Di sisi timurnya, terbentang kebun sayur-mayur beraneka jenis. Kapasitas bendungan itu juga mengagumkan. Air yang ditampungnya bisa mencukupi kebutuhan masyarakat selama beberapa musim kemarau.

Namun, penduduk Saba kian lama semakin melupakan agama tauhid. Azab pun ditimpakan kepada mereka. Bendungan Ma’rib jebol. Banjir besar seketika melanda nyaris seluruh kawasan Yaman, termasuk lahan-lahan pertanian yang selama ini mereka banggakan. Di kemudian hari, malapetaka ini disebut sebagai musibah Banjir Arim.Sebagian penduduk Yaman yang selamat dari bencana tersebut pindah ke utara. Ada yang hijrah hingga ke Syam, Irak, serta negeri-negeri lain yang berdekatan. Dan, ada pula yang berhenti di kawasan Hijaz.Mereka ikut merintis terbentuknya masyarakat baru di Bakkah. Hal itu dilakukannya bersama-sama dengan keluarga Nabi Ibrahim AS, khususnya Siti Hajar dan Nabi Ismail AS.


Read More

Rabu, 15 April 2026

NABI ISA a.s. DENGAN ORANG MABUK CINTA

 NABI ISA a.s. DENGAN ORANG MABUK CINTA

Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahawa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air   dikebun.   

NABI ISA a.s. DENGAN ORANG MABUK CINTA


Bila   pemuda   yang   sedang   menyiram   air   itu   melihat   Nabi   Isa   a.s berada     di  hadapannya      maka    dia   pun   berkata,    "Wahai    Nabi   Isa  a.s,  kamu mintalah     dari   Tuhanmu    agar  Dia   memberi     kepadaku     seberat    semut    Jarrah cintaku kepada-Nya." Berkata Nabi Isa a.s, "Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu." Berkata   pemuda   itu   lagi,   "Wahai   Isa   a.s,   kalau   aku   tidak   terdaya   untuk   satu Jarrah,   maka   kamu   mintalah   untukku   setengah   berat   Jarrah."   Oleh   kerana keinginan   pemuda   itu   untuk   mendapatkan   kecintaannya   kepada   Allah,   maka Nabi   Isa   a.s   pun   berdoa,   "Ya  Tuhanku,   berikanlah   dia   setengah   berat   Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.  

Selang   beberapa   lama   Nabi Isa   a.s  datang   lagi   ke   tempat   pemuda   yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut,     dan   berkata    kepada     salah   seorang    yang   berada    di  situ   bahawa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung. Setelah   Nabi   Isa   a.s   mendengat   penjelasan   orang-orang   itu   maka   beliau   pun berdoa kepada Allah S.W.T, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Selesai sahaja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung- ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit. Nabi    Isa  a.s  pun   menghampiri       pemuda     itu  dengan     memberi     salam,    tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, "Aku ini Isa a.s."Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu    terdapat     kadar    setengah      berat    Jarrah    cintanya     kepada-Ku.      Demi Keagungan   dan   Keluhuran-Ku,   kalau   engkau   memotongnya   dengan   gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya."

Pengajaran Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.

1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.

 2.   Orang   yang   mengaku    cinta  ikhlas  di  dalam   beramal,   tetapi   dia  ingin mendapat sanjungan dari manusia.

 3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.

Rasulullah    S.A.W    telah  bersabda,    "Akan   datang   waktunya     umatku    akan mencintai lima dan lupa kepada yang lima :

 1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.

 2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.

 3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al- Khaliq.

 4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.

5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."

Read More

Selasa, 14 April 2026

Ajaran ketauhidan Nabi Isa AS

 Ajaran ketauhidan Nabi Isa AS

Islam menetapkan atau menyampaikan nas-nas yang jelas yang    mengkhususkan       agama    Masehi   -  di  antara   agama-agama       yang   lain  - dengan      kecintaan.     Al-Qu'ran    mengingkari      ketuhanan     al-Masih;    ia   juga mengingkari penyaliban dan tebusan dosa yang dilakukannya. Namun Al-Quran menegaskan dalam nasnya bahawa agama Nasrani merupakan agama yang lebih dekat kecintaannya kepada Islam. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap      orang-orang      yang    beriman     ialah    orang-    orang    Yahudi    dan orang-orang      musyrik.  

Ajaran ketauhidan Nabi Isa AS


  Dan   sesungguhnya       kamu    dapati   yang   paling   dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata:      'Sesungguhnya       kami    ini  orang    Nasrani.'    Yang    demikian      itu disebabkan      kerana    di  antara   mereka     itu  (orang-orang     Nasrani)    terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) kerana sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri." (QS. al-Maidah: 82) Allah SWT memuji para pengikut al-Masih yang berjalan di atas petunjuknya.

Allah SWT berfirman: "Dan   Kami   jadikan   dalam   hati   orang-orang   yang   mengikutinya   rasa   santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyah (keadaan tidak menikah   dan   mengurung   diri   di   biara)   padahal   kami   tidak   mewajibkannya kepada   mereka   tetapi   mereka   sendirilah   yang   mengada-adakannya   untuk mencari keredhaan Allah." (QS. al-Hadid: 27) Tidak   terdapat   kontradiksi   dari   dua   sikap   tersebut.   Pengingkaran   Al-   Quran terhadap     ketuhanan     al-Masih   dan   pengakuannya      terhadap     kecintaan    kaum Nasrani     serta   pujiannya     terhadap    orang-orang     yang    mengikuti    Nabi    Isa mengandung makna lebih dari satu: Pertama, bahawa Masehi berdasarkan pada agama   Tauhid   dan     sangat   sulit  bagi  para   pengikutnya   untuk   meninggalkan tauhid,   dan   hanya   Allah    SWT   yang   mengakui   hakikat   apa   yang   terpendam dalam hati; kedua, dalam kalangan orang-orang Nasrani terdapat para pendeta dan    para   rahib  yang   tidak   bersikap   congkak    di  hadapan    Allah  SWT   tetapi mereka sangat patuh dan tunduk kepadanya; ketiga, sebahagian pengikut Nabi Isa memiliki hati yang dipenuhi dengan kasih sayang dan rahmat. Tentu rahmat dan kasih sayang tersebut tidak tumbuh kecuali dari keimanan terhadap hari akhir.   Allah   SWT   telah   menetapkan   perintah-Nya   kepada   kaum   Muslim   agar mereka   memperlakukan   ahlul   kitab   dengan   perlakuan   yang   mulia   dan   baik, sebagaimana   Islam   menjamin   kebebasan   untuk   menentukan   keyakinan   padasetiap manusia. Allah SWT berfirman: "Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka     bumi    seluruhnya.    Maka    apakah    kamu    (hendak)    memaksa     manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?" (QS. Yunus: 99) "Tidak   ada   paksaan   untuk   (memasuki)   agama   (Islam);   Sesungguhnya   telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah." (QS. al- Baqarah: 256) "Katakanlah:      'Hai  ahli  kitab,  marilah    (berpegang)     kepada    suatu   kalimat (ketetapan)   yang   tidak   ada   perselisihan   antara   kami   dan   kamu,   bahawa tidak   kita   sembah   kecuali   Allah   dan   tidak   kita   persekutukan   Dia   dengan sesuatu   pun   dan   tidak   (pula)   sebahagian   kita   menjadikan   sebahagian   yang lain   sebagai   tuhan   selain   Allah.   Jika   mereka   berpaling,   maka   katakanlah kepada      mereka:     'Saksikanlah,    bahawa     kami    adalah    orang-orang     yang menyerahkan diri (kepada Allah).'" (QS. Ali 'Imran: 64) Kita     perhatikan     bahawa     ayat-ayat     tersebut     berbicara    tentang     cara memperlakukan        kaum    Masehi    sebagai   individu   sebagaimana      ia  berbicara tentang     bagaimana     kita   memperlakukan       keyakinan     mereka.    Sehubungan dengan   kaum   Masehi   sebagai   individu,   kita   menyaksikan   ayat-ayat   tersebut memerintahkan untuk membalas kecintaan yang mereka perlihatkan di mana nas    tersebut     dengan    tegas    mengatakan      bahawa     mereka     lebih   dekat kecintaannya       kepada    orang-orang     yang   beriman.    

Jika   Allah   SWT    yang menegaskan hal tersebut, maka orang-orang Muslim harus membalas kebaikan dan    kecintaan    yang   ditunjukkan    oleh   kaum    Nasrani.   Adapun    sehubungan dengan     keyakinan    mereka,    di  dalam   Al-Quran    terdapat   banyak    ayat   yang melarang      untuk   memaksa      manusia     dalam    bentuk    apa   pun.   Allah   SWT berfirman: "Dan   katakanlah:   'Kebenaran   itu   datang   dari   Tuhanmu.   Maka   barang   siapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin kafir biarlah ia kafir." (QS. al-Kahfi: 29) Yang   demikian   itu,   kerana   keimanan   yang   didahului   dengan   paksaan   adalah bukan keimanan kerana ia berarti mencabut ikhtiar atau kebebasan manusia, padahal     itu   adalah    syarat   dari  keimanan.      Dan   barangkali    inilah   yangmenunjukkan kesempurnaan Islam di lihat dari sikapnya yang demikian indah. Kami kira tanpa kita harus memaksakan tafsiran kita kepada ayat-ayat tersebut dan memohon kepada Allah SWT dari kesalahan dan kebodohan bahawa Islam dengan   sikapnya   itu ingin  menjauhkan   para   pengikutnya   dari   kalangan   awam dari perdebatan   yang   panjang   dan   melelahkan   seputar   keyakinan   orang   lain. Tentu   perdebatan   tersebut   tidak   akan   berhujung   dan   akan   menjadi   seperti debat kusir saja.

Namun tugas tersebut hanya di emban oleh para ulama, di mana       mereka      membahas     sebagaimana    mereka      kehendaki       berbagai keyakinan-keyakinan keberagamaan, sedangkan orang-orang awam tidak diberi tanggung   jawab   dalam   hal   itu.   Lagi   pula,   perselisihan   antara   keyakinan   dan aliran- aliran di kalangan Masehi dan kalangan Yahudi jika melibatkan orang- orang awam, maka itu hanya memboroskan waktu dan hanya membuat lelah saja. Islam   akan   kembali   menjadi   asing   dan   akan   kembali   menjadi   asing   seperti pertama kali terbit. Dalam suasana keasingan Islam yang pertama, orang-orang Muslim   berhasil   membangun   suatu   individu   Muslim   yang   kukuh.   Dan   ketika bangunan        tersebut     telah     selesai,    maka      sempurnalah       pembangunan pemerintahan   Islam.   Kita   tidak   mendengar   bahawa   salah   seorang   di   antara mereka   terlibat   dalam   perdebatan   yang   sengit   yang   tidak   berhujung   sekitar keyakinan      orang   lain.  Sesungguhnya      memberi      petunjuk    kepada    orang    lain sehingga orang tersebut mengetahui jalan menuju Allah SWT adalah perbuatan yang   indah, tetapi   hidayah tersebut   didahului   dengan   tekad   seseorang   untuk memberikan   petunjuk   kepada   dirinya   sendiri.   Seandainya   orang-orang   Islam membimbing   mereka   menuju   jalan   Allah   SWT   nescaya   Allah   SWT   memberi petunjuk melalui mereka siapa saja yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya. Al-Quran   menetapkan   dua   mukjizat   kepada   Nabi   Isa   yang   tidak   disebutkan dalam kitab Injil: pertama mukjizat yang berupa pembicaraannya saat ia masih menyusui di buaian.

Dan yang kedua mukjizat makanan yang turun dari langit kepada   kaum   Hawariyin.   Sebagaimana   Al-Quran   menetapkan   kemuliaan   yang diperoleh      oleh   Nabi   Isa  saat   ia   diselamatkan      dari  tangan-tangan       jahat orang-orang Yahudi yang ingin menyeksanya atau membunuhnya sehingga Nabi Isa   terselamatkan   dan   dia   diangkat   ke   langit.    Rasulullah    saw   mewasiatkan kepada   sahabatnya   agar   mereka   memperlakukan   orang-orang   Masehi   dengan penuh      kebaikan,     bahkan    beliau    menikahi     Maria    al-Qibthiya.    Ibnu   Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahawa seseorang lelaki dari Bani Salim bin Auf yang bernama al-Hasin mempunyai dua orang anak yang masih Kristen, lalu ia masuk   Islam   dan   bertanya   kepada   Rasulullah   saw   bagaimana   seandainya   ia harus memaksa kedua anaknya untuk memeluk Islam sedangkan mereka berdua menolak   agama   lain   selain   agama   Masehi?   Kemudian   Allah   SWT   menurunkanayat yang berbunyi: "Tidak ada paksaan dalam memeluk agama (Islam)." (QS. al-Baqarah: 256) Ketika para utusan Najran dari kalangan kaum Masehi datang ke Madinah untuk berunding dengan Nabi, maka beliau memberi mereka setengah dari masjidnya agar mereka dapat melaksanakan solat dengan cara mereka di dalamnya. Pada suatu   hari   Rasulullah   saw   berdiri   untuk   melakukan   solat   kepada   seseorang jenazah lalu dikatakan kepadanya bahawa ia adalah jenazah Yahudi. Kemudian Rasulullah   menjawab:   "Bukankah   ia   adalah   manusia."   Dalam   kesempatan   lain Rasulullah     saw    bersabda:    "Barang    siapa   yang    mengganggu       secara   aniaya seorang Yahudi atau seorang Nasrani, maka aku akan jadi musuhnya pada hari kiamat."     Terkadang      kekuasaan     akan    langgeng     meskipun     disertai   dengan kekufuran tetapi ia tidak akan abadi ketika disertai dengan kelaliman. Para    ulama    Islam   berselisih   pendapat     berkaitan    dengan    keadaan     Nabi   Isa setelah   pengangkatannya. 

 Mereka   sepakat   bahawa   beliau   tidak  disalib  tetapi Allah   SWT   mengangkatnya   di   sisi-Nya.   Tetapi   ketika   ia   tidak   disalib,   maka bagaimana   keadaannya   setelah   itu:   apakah   ia   masih   hidup,   ataukah   ia   mati seperti    matinya     nabi   yang   lain?  Majoriti    mengatakan      bahawa     Allah   SWT mengangkat   Isa   dengan   fiziknya   dan   rohnya   di   sisi-   Nya.   Mereka   mengambil zahir dari firman-Nya: "Tetapi Allah mengangkatnya di sisi-Nya." (QS. an-Nisa': 158) Juga sebahagian hadis yang mendukung hal tersebut. Sementara itu, kelompok yang   lain   dari   kalangan   mufasirin,   dan   ini   adalah   kelompok   yang   minoriti, mereka mengatakan bahawa Nabi Isa hidup sehingga Allah SWT mematikannya sebagaimana       Dia  mematikan      nabi-nabi-Nya     lalu   Dia  mengangkat      rohnya    di sisi-Nya   sebagaimana   roh   para   nabi   diangkat,   begitu   juga   roh   para   shidiqin (orang-orang yang benar) dan syuhada. Mereka mengambil zahir firman-Nya: "(Ingatlah)     ketika   Allah    berfirman:     'Hai   ha,    sesungguhnya       Aku    akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir." (QS. Ali 'Imran: 55) Kami sendiri lebih memilih pendapat yang pertama kerana ia sangat sesuaisebagai   mukjizat   yang   luar   biasa   -   dengan   kelahiran   Isa   di   mana   kelahiran tersebut     dipenuhi     dengan    mukjizat     yang    luar  biasa,    juga   sesuai   dengan kehidupannya dan kesuciannya. Jadi, kedua-duanya merupakan mukjizat yang luar biasa.

Read More

Senin, 13 April 2026

Kisah penyaliban nabi Isa AS

 Kisah penyaliban nabi Isa AS

Isa   terus   melangsungkan       dakwahnya     sehingga    kejahatan     dan   keburukan mengetahui       bahawa    singgasana     mereka    terancam     hancur.    Lalu   pasukan keburukan   bergerak   untuk   menangkapnya. 

Kisah penyaliban nabi Isa AS

Orang-orang   Yahudi   menyakitinya dan    menuduhnya      dengan    berbagai   macam     tuduhan.    Isa  dikatakan   sebagai penyihir   dan   sebagai   orang   yang   mengubah   syariat   dan   mereka   menisbatkan kekuatannya yang luar biasa kepada kekuatan syaitan. Ketika mereka tidak lagi memiliki   tipu   daya   yang   dapat   melumpuhkan   Nabi   Isa   dan   mereka   melihat orang-orang yang lemah dan orang-orang fakir berkumpul di sekitarnya, maka mereka     mulai   membikin     suatu,   makar.   Mereka    mempengaruhi      orang-orang Romawi. Mula-mula      pemerintahan     Romawi     tidak  turut   campur    kerana    menganggap bahawa       perselisihan-perselisihan       antara     orang-orang      Yahudi     adalah perselisihan   yang   terjadi   demi   memperebutkan   kepentingan   sesama   mereka. Lalu diadakanlah majlis Sanhadurim (yaitu majlis undang-undang tertinggi dari kalangan     Yahudi).   Mereka   berkumpul   untuk   membuat         persekongkolan      demi menyingkirkan Isa. Persekongkolan itu mengambil bentuk yang baru. Ketika orang-orang Yahudi tidak mampu memerangi Nabi Isa, mereka berfikir untuk    membunuhnya.     

  Mulailah    para  ketua    pendeta    Yahudi    bermusyawarah untuk   membuat   suatu   kesimpulan   tentang   cara   yang   mereka   lakukan   untuk menangkap       Nabi   Isa  yang   tidak  menimbulkan       kegaduhan     di  tengah-tengah masyarakat. Ketika   para   kepala   Yahudi   bermusyawarah,   maka   salah   seorang   dari   murid al-Masih yang dua belas pergi kepada mereka, yaitu Yahuda al- Iskhriyutha. Ia berkata      kepada     mereka,     "Apa   yang    kalian    berikan    jika   aku    berhasil menyerahkannya kepada kalian." "Meja     pengkhianatan       telah    digelar   di   antara    mereka      dan    dimulailah perundingan.   Orang-orang   Yahudi   berusaha   mencari   titik   temu   dan   mereka sepakat   untuk   memberinya   tiga   puluh   lempeng   dari   perak.   Ini   adalah   harga yang biasa mereka lakukan untuk membeli seorang budak sesuai dengan syariat Yahudi." (penjelasan Injil Mata) Selesailah     konspirasi    yang    menetapkan       untuk    menangkap       al-Masih    dan kemudian        membunuhnya.         Dikatakan     bahawa   kepala     pendeta      Yahudi merobek-robek   bajunya   secara   dramatis   di   suatu   pertemuan   agama   dan   ia berteriak, "sungguh Isa telah kafir." Pero bukan baju dalam tradisi orang-orang Yahudi     dilakukan    ketika    mereka     mendengar      atau   melihat    sesuatu    yang mengandung penghinaan terhadap Allah. Para pendeta Yahudi tidak memiliki kekuasaan untuk menetapkan hukum bunuh pada saat itu. Semua itu dilakukan oleh     kekuasaan     penguasa     Romawi.     

Tetapi    tampaknya      mereka      berhasil meyakinkan       kekuasaan    Romawi     bahawa     Isa  telah  membuat      rencana    untuk melengserkan   kekuasaan   Romawi   atau   mereka   berhasil  meyakinkan   penguasa Romawi bahawa masalah yang mereka hadapi murni berkaitan dengan tradisi mereka dan keyakinan mereka. Kemudian mereka menyarankan agar penguasa tidak turut campur atas apa yang mereka tetapkan. Demikianlah konspirasi itu telah    ditetapkan     dan   telah   diputuskan  bahawa     Isa  harus   ditangkap     dan kemudian disalib. Empat   Injil  yang   diakui   oleh   kalangan   Masehi   saat   ini   membicarakan   tentang proses   pembunuhan   Isa   di   mana   beliau   disalib   kemudian   beliau   bangkit   dari kematiannya       dan   naik   ke  langit.   Semua    Injil  ini  sepakat    tentang    prosespenyaliban Isa dan kematiannya, sebagaimana mereka sepakat tentang tabiat Isa   yang   mengandung   ketuhanan   yang   bercampur   dengan   tabiatnya   sebagai manusia.   Kami   akan   menyampaikan   keyakinan   orang-orang   Masehi   berkaitan dengan Isa sebagaimana diyakini oleh majoriti kaum Nasrani saat ini, kemudian kami     akan    mengemukakan         keyakinan Islam    tentang    Isa   sebagaimana diceritakan   oleh   Al-Quran   al-   Karim   dan   disampaikan   oleh   para   ulama   dan disebutkan   dalam   hadis.   Setelah   itu,   kita   akan   membicarakan   hal-hal   yang perlu   dibicarakan   berkaitan   hubungan   antara   kaum   Muslim   dan   kaum   Masehi serta kaitannya dengan akidah mereka. Injil   Mata  mengatakan,      "Isa  ditangkap   dan   majlis   Sanhadirum    memutuskan bahawa ia harus dibunuh. Kemudian para anggota majlis itu dari kepala-kepala para   pendeta   dan   para   tokoh   mereka   menghinanya   dan   mengejeknya   serta berbuat   aniaya    terhadapnya      bahkan     mereka     meludahi     wajahnya      dan menempelengnya.   Sambil   mengejek   mereka   berkata,   "beritahukanlah   wahai al-Masih    siapa   yang   memukulmu."       Setelah   itu  al-Masih    ditangkap

 dan   ia ditetapkan untuk dibunuh. Adalah     sudah    menjadi     tradisi   di  kalangan     orang-orang     Romawi     untuk mencambuk orang yang ditetapkan untuk dibunuh sebelum pelaksanaan hukum tersebut.   Oleh   kerana   itu,   para   penguasa   Romawi   menetapkan   agar   al-Masih dicambuk terlebih dahulu. Sedangkan syariat Musa menetapkan agar cambukan itu tidak melebihi empat puluh kali, namun orang-orang Romawi tidak berhenti pada batasan ini bahkan mereka terus mencambuk korban dengan cambukan yang kejam dan terus- menerus sehingga punggung yang bersangkutan hampir saja   patah   dan   nafasnya  nyaris   tinggal  sedikit.  Setelah   itu,  mereka    mulai melaksanakan       hukum    bunuh    kepadanya.    

Demikianlah     yang   dilakukan    oleh tentera terhadap penyelamat kita. (Injil Mata 26) Selesailah proses pecambukan, lalu penguasa Romawi menyerahkan Isa kepada tentera   agar   mereka   menyalibnya.   Kemudian   para   tentera   membuat   sesuatu hal   yang   bermaksud     untuk   menghibur.     Mereka    mencabut     pakaian   Isa  yang dilumuri dengan darah yang ada luka di tubuhnya setelah proses pencabukan, lalu mereka memakaikan pakaian merah dengan maksud untuk mengejeknya. Para    raja   biasanya   memakai     pakaian    merah.    Mereka    terus   menghinanya. Mereka     memakaikannya        mahkota     dari   duri   dan   meletakkannya       di  atas kepalanya. (Injil Mata 26) Akhirnya,   mereka   sampai   pada   suatu   tempat   yang   bernama   Jaljatsah,   yaitu suatu    tempat     di  luar  pagar    Ursyilim.   Tradisi  Yahudi    menetapkanmemberi satu gelas khamer yang bercampur dengan minyak wangi bagi orang yang     ditetapkan     untuk    dihukum      mati  

sebelum      pelaksanaan      hukum.     Ini dimaksudkan sebagai alat pembius untuk meringankan penderitaannya. Tetapi para   tentera   menentang   tradisi   ini   dan   mereka   memberi   al-Masih   satu   gelas dari cuka yang bercampur dengan sesuatu yang pahit." (Injil Mata 26) Teks   Injil   mata   mengatakan   (cetakan   tahun   1972)   pada   pasal   kedua   puluh tujuh: "Sehingga mereka sampai ke suatu tempat yang bernama Jaljatsah lalu mereka memberinya minuman keras yang bercampur dengan empedu agar ia meminumnya.          Ketika    ia  merasakannya,       ia   enggan     untuk    meminumnya.

Kemudian mereka menyalibnya. Kemudian mereka duduk di sana menjaganya dan   meletakkan   di   atas   kepalanya   suatu   tuduhan   yang   tertulis:   Ini      adalah Yasu',    penguasa    Yahudi.    Mereka     benar-benar     menyalibnya      bersama     Yasim. Salah   seorang   dari   keduanya   di   sebelah   kanannya   dan   yang   lain   di   sebelah kirinya. Lalu orang-orang yang lewat di tempat itu mencelanya dan berkata, "wahai yang menghancurkan tempat sembahan dan yang membangunnya pada tiga   hari,   selamatkanlah      dirimu   dan   jika  engkau    adalah    anak   Allah,   maka turunlah dari tempat penyaliban itu." Demikianlah sebahagian riwayat kaum Masehi tentang proses penyaliban serta penafsiran      mereka     berkaitan     dengannya.      Kami     telah   menukilnya      tanpa memperhatikan tentang catatan yang terdapat dalam Injil Mata yang terbaru, yaitu ia merupakan catatan yang paling baik dalam bentuknya yang terkumpul dari   ulama-ulama   mereka   dan   tokoh-tokoh   agama   Masehi   sehingga   ia   lebih mudah      untuk    difahami     dan   lebih   sederhana.  

 Kami    telah   mengemukakan sebahagiannya kepada Anda dalam halaman-halaman ini. Sementara   itu,   dalam   akidah   Islam   disebutkan   suatu   riwayat   yang   berbeza dengan   riwayat   yang   ada   dalam   Injil-Injil   yang   terdapat   sekarang,   baik   yang berhubungan dengan kehidupan akhir yang dialami oleh Isa mahupun tabiat Isa yang     merupakan      sumber     perselisihan    setelah    pengangkatannya.        Al-Quran al-Karim menceritakan bahawa Allah SWT tidak menghendaki Bani Israil untuk membunuh   Isa   atau   menyalibnya   tetapi   Allah   SWT   menyelamatkannya   dari kekufuran      mereka     lalu  mengangkatnya        di  sisi-Nya.   Mereka     tidak  berhasil membunuhnya   dan   tidak   berhasil   menyalibnya   tetapi   ia   diserupakan   seperti orang-orang di antara mereka. Allah SWT berfirman: "Dan   kerana  ucapan   mereka:   'Sesungguhnya   kami telah membunuh al-   Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula   menyalibnya,   tetapi   yang   mereka   bunuh   ialah   orang   yang   diserupakandengan     Isa  bagi   mereka.    Sesungguhnya      orang-orang     yang    berselisih   faham tentang (pembunuhan) Isa, benar- benar dalam keraguan tentang yang dibunuh itu.   Mereka    tidak   mempunyai       keyakinan    tentang    siapa   yang   dibunuh     itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahawa yang mereka      bunuh     itu   adalah    Isa.   Tetapi    (yang    sebenarnya),     Allah    telah mengangkat Isa kepadanya." (QS. an-Nisa': 157-158) Dan Allah SWT juga berfirman: "(Ingatlah),     ketika    Allah   berfirman:      'Hai   Isa,  sesungguhnya       Aku    akan menyampaikan   kamu   pada   akhir   ajalmu   dan   mengangkat   kamu   kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir. " (QS. Ali 'Imran: 55) Para ulama-ulama Islam sepakat atas hal itu dan mereka berselisih pendapat tentang      cara   beragumentasi       terhadap     apa   yang    mereka     yakini   sebagai kebenaran. Sebahagian mereka meyakini nas-nas Al-Quran saja yang menyebut tentang   Isa   al-Masih   dan   mereka   tidak   mendukungnya   atau   memperkuatnya dengan kitab-kitab lain selain Al-Quran. Kedua metode tersebut memiliki titik kekuatan tersendiri. Orang yang berpegangan dengan pendapat yang pertama mengatakan       bahawa     Nabi   melarang    untuk    membahas      kitab-kitab    pegangan kaum   Yahudi   dan   kaum   Nasrani.   Bagi   kaum   itu   agama   mereka   dan   bagi   kita agama kita dan hanya Allah SWT yang akan memutuskan segala perselisihan di antara kita pada hari kiamat.

Sedangkan orang-orang yang berpegangan dengan cara yang kedua mengatakan bahawa   larangan   Nabi   tersebut   terjadi   pada   permulaan   masa   Islam   di   mana kaum Muslim sangat dekat dengan masa jahiliah. Nabi memerintahkan mereka agar    tidak   disibukkan    dengan     kitab-kitab   lain   selain  kitab   mereka,     yakni Al-Quran.   Yang   demikian   ini   dimaksudkan   agar   mereka   memiliki   akidah   yang kuat dan keyakinan mereka benar- benar tertanam dalam diri mereka, Tetapi ilmu    dan   pandangan      ilmiah   menetapkan    bahawa     seorang   yang    alim  harus banyak   menggali   kitab-   kitab   kuno   dalam   rangka   mengetahui   kebenaran   dan jika   ia   mendapati   sesuatu   yang   sesuai   dengan   apa   yang   didapatinya   dengan kebenaran,      maka    hatinya   akan    lebih  merasa    tenang    dan   damai.    Berkaitan dengan   kelompok   yang   pertama   yang   merasa   cukup   dengan   Al-Quran,   kita tidak menemukan perincian-perincian yang mendalam berkenaan dengan usaha penangkapan   Isa,   bagaimana   proses   pengangkatannya   ke   langit,   di   mana   Isa diserupakan       dengan     salah seorang    di   antara    mereka,      bagaimana      dia diserupakan       dengan    salah    seorang    di  antara    mereka.     Allah    SWT    telahmenyerupakannya dengan salah seorang di antara mereka sedangkan Nabi Isa diangkat      ke   langit.

  Demikianlah      penjelasan     singkat    mereka,     tidak    ada penambahan lagi. Sedangkan kelompok yang kedua, mereka melontarkan kisah secara    lengkap.    Mereka     mengatakan      bahawa     Allah   SWT   menyerupakan        Isa dengan Yahuda. Yahuda ini adalah Yahuda al- Askhariyutha yang menurut Injil ia   menjualnya      kepada    musuh-musuhnya        dan    menunjukkan      kepada     mereka tentang keberadaannya. Ia adalah seorang muridnya yang terpilih. Demikian ini sesuai   dengan   Injil   Barnabas   di   mana   disebutkan   di   dalamnya:   "Ketika   para tentera mendekat bersama Yahuda di tempat yang di situ terdapat Yasu', maka Yasu'   mendengar   kedatangan   segerombolan   orang   yang   menuju   tempatnya. Oleh   kerana   itu,   ia   segera   pergi   ke   rumah   dalam   keadaan   takut.   Di   dalam rumah itu terdapat sebelas orang yang tidur. Ketika Allah melihat bahaya akan mengancam   hamba-Nya,   maka   Dia   memerintahkan   Jibril,   Mikail,   dan   Rafail (Israfil), serta Idril (Izrail) yang mereka semua adalah para utusan- Nya untuk mengambil   Yasu'   dari   dunia.   Lalu   datanglah   malaikat-malaikat   yang   suci   di mana   mereka   mengambil   Yasu'   dari   pintu   yang   dekat   dengan   arah   selatan. Mereka membawanya dan meletakkannya di langit yang ketiga dengan disertai para   malaikat   yang   selalu   bertasbih   kepada   Allah   selama-lamanya.   Yahuda masuk secara paksa ke kamar yang di situlah Yasu' diangkat ke langit.

Saat itu murid-murid sedang tidur semuanya, lalu Allah mendatangkan keajaiban yang luar biasa di mana Yahuda berubah cara berbicaranya dan juga wajahnya. Ia sangat   mirip   sekali   dengan   Yasu'   sehingga   kami   mengiranya   Yasu'.   Adapun   ia (Yahuda) setelah membangunkan kami, ia mencari-cari di mana si guru berada. Oleh   kerana   itu,   kami   merasa   heran   dan   kami   menjawab,   "bukankah   engkau wahai   tuanku   guru   kami,   apakah   sekarang   engkau   telah   melupakan   kami?" Demikianlah kisah yang terdapat dalam Injil Barnabas. Allah SWT berfirman: "Al-Masih     putera    Maryam     itu  hanyalah     seorang    rasul   yang   Sesungguhnya telah   berlalu   sebelumnya   beberapa   rasul,   dan   ibunya   seorang   yang   sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan." (QS. al-Maidah: 75) Para   ulama   berkata,   "Al-Masih   dinamakan   al-Masih   kerana   ia   mengusap   bumi dan membersihkannya serta usahanya untuk menyelamatkan agama dari fitnah di    zaman     itu   kerana    saking    hebatnya     kebohongan       orang-orang      Yahudi kepadanya   dan   bagaimana   usaha   mereka   untuk   menciptakan   dusta   padanya dan   kepada   ibunya   as."   Banyak   ulama   yang   meriwayatkan   tentang   kesucian spirituil   dari   Nabi   Isa.   Abu   Hurairah   meriwayatkan   dari   Nabi   bahawa   beliau menceritakan   tentang   al-Masih   sebagai   berikut:         "Isa   melihat   seorang   lelaki yang mencuri lalu ia berkata: "Wahai si fulan apakah engkau mencuri?" Orang itu berkata: "Tidak, demi Allah aku tidak mencuri," Isa berkata: "Aku beriman kepada      Allah   SWT   dan    penglihatanku      telah   berbohong."   

 Ini  menunjukkankesucian rohani Isa di mana ia lebih memilih sumpah orang itu atas apa yang disaksikannya. Ia membayangkan bahawa orang tersebut tidak akan bersumpah dan membawa nama Allah SWT yang Maha Besar lalu ia berdusta sehingga ia menerima penyataannya dan ia kembali kepada dirinya sendiri sambil berkata: "Aku beriman kepada Allah SWT, yakni aku mempercayaimu dan mataku telah berbohong kerana engkau telah bersumpah." Ada riwayat lagi yang mengatakan bahawa suatu hari Nabi Isa berjalan bersama sahabatnya dan mereka melewati bangkai   anjing   yang   busuk   baunya,   lalu   sahabat-sahabat   Isa   sangat   terpukul dan    sangat   menderita     dengan    bau   anjing   itu.  Melihat    sikap  mereka,     Isa berkata: "Lihatlah betapa putih giginya." Isa ingin mengajari manusia bagaimana mereka menghadapi keburukan di mana Nabi    Isa  menekankan       agar   mereka    lebih   melihat    kepada    keindahan     dan kebaikan.     Dakwah     Nabi   Isa  merupakan     puncak    dari  ketinggian    rohani   dan idealisme     yang   mengagumkan       di  mana    Beliau   lebih  menekankan      kebaikan daripada   keburukan.   Rasulullah   berkata:   "Semua   para   nabi   adalah   saudara, agama mereka satu sedangkan mereka dilahirkan dari berbagai macam ibu dan aku adalah manusia yang utama begitu juga Isa bin Maryam di mana tidak ada nabi   setelahku   dan   sesudahnya."   Dalam   berbagai   riwayat   disebutkan   bahawa Nabi Isa akan turun pada akhir zaman. Islam sangat memberikan penghormatan kepada Isa yang sesuai dengan kedudukannya sebagai salah satu nabi ulul azmi yang    besar.   Islam   menamakannya        Rasulullah   dan   Kalimatullah     yang   telah diberikan kepada Maryam. Allah SWT berfirman:

"Wahai   ahli   Kitab,   janganlah   kamu   melampaui   batas   dalam   agamamu,   dan janganlah       kamu     mengatakan      terhadap      Allah    kecuali    yang     benar. Sesungguhnya al-Masih Isa putera Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang terjadi    dengan)    kalimat-Nya     yang   disampaikan-Nya       kepada    Maryam,     dan (dengan      tiupan)     roh   dari-Nya. 

 Maka     berimanlah      kepada     Allah    dan rasul-rasul-Nya       dan    janganlah     kamu     mengatakan:       '(Tuhan    itu)   tiga.' Berhentilah   dari   ucapan   itu.   (Itu)   lebih   baik   bagimu.   Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci dari mempunyai anak, segala yang di langit dan     di  bumi     adalah    kepunyaan-Nya.        Cukuplah     Allah    untuk    menjadi Pemelihara. Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat malaikat yang terdekat (kepada Alah). Barang siapa   yang   enggan   dari   menyembah-Nya   dan   menyombongkan   diri,   nanti Allah   akan   mengumpulkan   mereka   semua   kepadanya.   Adapun   orang-orang yang   beriman   dan   berbuat   amal  soleh,   maka  Allah   akan   menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebahagian dari kurnia- Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyeksa       mereka     dengan    seksaan    yang   pedih,    dan   mereka    tidak   akanmemperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari Allah. " (QS. an-Nisa': 171- 173) Ibnu   Katsir   berkata   dalam   Qhisasul   Anbiya': Para   pengikut   Nabi Isa   berselisih pendapat setelah Nabi Isa diangkat ke langit. Sebahagian mereka mengatakan, di tengah-tengah kita ada hamba Allah SWT dan rasul-Nya (Ariyus). Sebahagian lagi mengatakan, dia adalah Allah. Yang lain lagi mengatakan, dia adalah anak Allah.   Mereka   berselisih   pendapat   tentang   Injil   yang   menyebutkan   berbagai kebohongan   di   mana   terdapat   di   dalamnya   penambahan,   pengurangan,   dan pergantian.     

Al-Quran    al-  Karim   telah   membahas       persoalan    ketuhanan.     Ia menjelaskan   bahawa   Allah   SWT   Maha   Suci   dari   segala   sekutu   dan   anak   dan segala   hal   yang   menyerupai-Nya   serta   segala   bentuk   ingkarnasi,   kejauhan, kedekatan dan pencapaian pandangan mata. Allah SWT berfirman: "Katakanlah:       "Dia-lah   Allah,   Yang    Maha  Esa.'Allah   adalah     Tuhan    yang bergantung   kepadanya   segala   sesuatu.   Dia   tidak   beranak   dan   tiada   pula diperanakkan,   dan   tidak   ada   seorang   pun   yang   setara   dengan   Dia.   "   (QS. al-Ikhlash: 1-4) Dan tentang Isa as Allah berfirman: "Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah,   kemudian   Allah   berfirman   kepadanya:   'Jadilah'   (seorang   manusia), maka jadilah ia." (QS. Ali 'Imran: 59) "Mereka   (orang-orang   kafir)       berkata:    Allah   mempunyai   anak.'   Maha   Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua   tunduk       kepadanya.     Allah   Pencipta   langit   dan   bumi,    dan   bila   Dia berkehendak         (untuk      menciptakan)        sesuatu,     maka      (cukuplah)     

Dia mengatakan kepadanya: 'Jadilah', lalu jadilah ia." (QS. al-Baqarah: 116-117) "Orang-orang       Yahudi    berkata:   

'Uzair   itu  putera    Allah'   dan   orang-orang Nasrani berkata: Al-Masih itu putera Allah.' Demikian itulah ucapan mereka dengan      mulut     mereka,      mereka     meniru     perkataan      orang-orang      kafir terdahulu.      Mereka      di  laknat    oleh    Allah;    bagaimana      mereka     sampai berpaling?" (QS. Al-Aubah: 30) Nas tersebut mengisyaratkan akidah orang-orang Mesir dan orang-orang seperti mereka dari umat-umat yang terdahulu di mana akidah mereka terfokus padakeyakinan      penyaliban      Isa,  tentang    tebusan     dan   kebangkitan      Tuhan    yang disembelih       serta    penentangannya         terhadap      para    pengikutnya       setelah kematiannya. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya telah kafilah orang-orang yang berkata: 'Sesungguhnya Allah itu   ialah   al-Masih   putera   Maryam.'   Katakanlah:   'Maka   siapakah   (gerangan) yang      dapat     menghalang-halangi          kehendak       Allah,     jika    Dia    hendak membinasakan         al-Masih    putera    Maryam      itu  berserta    ibunya    dan    seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?' Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang   dihehendaki-Nya.   Dan   Allah   Maha   Kuasa   atas   segala   sesuatu."   (QS. al-Maidah: 17) "Sesungguhnya   kafirlah   orang-orang   yang   mengatakan:   Allah   salah   seorang dari   yang   tiga,'   padahal   sekali-kali   tidak   ada   selain   dari   Tuhan   Yang   Esa." (QS. al-Maidah: 73)

Demikianlah Al-Quran al-Karim menyebutkan sikap berbagai aliran yang saling berlawanan         yang     tumbuh      setelah      pengangkatan        al-Masih.     Al-Quran menjelaskan bahawa al-Masih adalah hamba Allah SWT dan seorang rasul yang diutus kepada Bani Israil. Kata hamba dan rasul adalah kata yang sangat jelas ertinya,   adapun   yang   dimaksud   dengan   al-Kalimah   dan   ar-   Roh,   maka   kedua kata   tersebut   perlu   dijelaskan.   Kaum   Muslim   memahami   bahawa   al-Kalimah adalah     petunjuk    Allah   SWT    yang   diberikan-Nya      kepada    Maryam     sedangkan ar-Roh   adalah     menunjukkan   atau   mengisyaratkan   kepada   Roh   Kudus,   yaitu Jibril as. Allah SWT telah menguatkannya atau menguatkan Nabi Isa dengan roh yakni Jibril: "Dan     (ingatlah)    ketika    Aku    dukung     kamu     dengan      Ruhul    Kudus."     (QS. al-Maidah: 110) Setelah mengemukakan keyakinan kaum Masehi tentang karakter Nabi Isa dan akhir   dari   kehidupannya   dan   setelah   menjelaskan   kebenaran   yang   Allah   SWT ceritakan kepada kita tentang karakter tersebut dan akhir dari kehidupan yang dialami   oleh   Nabi   Isa,   kita  ingin   mengetahui   apa   yang   harus   dilakukan   olehkaum     Muslim    dalam   hubungan     mereka     dengan    orang-orang     Masehi    serta keyakinan mereka.

Read More