Bagaimana ruh anak kecil yang meninggal
Apakah anak kecil yang belum baligh juga ditanya?Ada khilaf ulama dalam masalah ini. Sebagian ulama berpandangan bahwa anak kecil yang wafat dalam keadaan belum baligh, mereka tidak mengalami fitnah kubur. Ini pendapatnya Al Qadhi Abu Ya'la dan Ibnu Aqil rahimahumallah. Argumen mereka, karena anak kecil itu belum terkena beban syari'at dan diangkat pena catatan amalan dari mereka. Sehingga mereka pun tidak dibebani dengan pertanyaan di alam kubur.
Namun jumhur ulama berpendapat bahwa anak kecil yang belum baligh pun akan
ditanya di alam kubur. Berdasarkan keumuman dalil-dalil yang ada tentang fitnah
kubur. Yang dikecualikan hanya para Nabi
dan para syuhada. Juga sebagaimana terdapat dalam hadits yang shahih, bahwa
anak kecil pun akan mengalami
dhaghthah (penghimpitan) di
alam kubur141. Pendapat
ini dipilih oleh para murid imam Asy Syafi'i, demikian juga merupakan
pendapat imam Ahmad bin
Hambal, imam Malik
dan diklaim oleh
Abul Hasan Al Asy'ari sebagai madzhab Ahlussunnah. Pertanyaan malaikat kepada orang yang mati
tenggelam dan semisalnya Pada dasarnya,
semua orang yang mati dalam keadaan apapun pasti akan mengalami alam kubur, tanpa
terkecuali. Dan alam kubur itu berbeda dengan alam dunia.
Sehingga tidak ada
bedanya seseorang yang
di alam dunia
ia dikubur mayatnya dengan
baik ataukah hilang
mayatnya, hancur lebur menjadi debu,
tenggelam,dimakan binatang sampai tak
bersisa atau semisalnya. Allah
ta'ala Maha Kuasa menghidupkan mereka semua di alam kubur. Allah ta'ala
berfirman: “Dan ia membuat perumpamaan
bagi Kami; dan dia lupa kepada
kejadiannya. Ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”
Katakanlah: “Ia akan dihidupkan
Rabb yang menciptakannya kali yang pertama.
Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala
makhluk. Yaitu Rabb yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka
tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu. Syaikh Muhammad
bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan:
“Peristiwa pertama yang
dialami setelah kematian
adalah fitnah kubur. Manusia akan diuji di dalam kubur
mereka. Semua manusia yang meninggal, baik
yang dikuburkan di
dalam kubur, ataupun
jasadnya tergeletak di
atas tanah (tidak dikubur),
atau jasadnya dimakan
oleh binatang buas,
atau jasadnya hancur terhempas
angin, semua akan
mengalami ujian di
alam kubur”144. Syaikh Muhammad
Ali Farkus145 hafizhahullah
menjelaskan: “Sudah kita ketahui
bersama bahwa pertanyaan
dua Malaikat kepada
jenazah yang dikubur adalah
setelah ia diletakkan
di dalam kubur.
Sebagaimana sabda Nabi
Shallallahu’alaihi Wasallam:
“Sesungguhnya seorang hamba ketika diletakkan di kuburnya, lalu kerabatnya mulai berpulangan, ia mendengar
suara sandal mereka.Kemudian datanglah dua Malaikat, lalu kedua Malaikat itu
menjadikan mayit duduk… Adapun mayat
yang tidak dikuburkan,
semisal dimakan hewan
buas, atau dimakan ikan besar, atau tenggelam, sampai ia menjadi debu.
Atau juga orang yang hancur lebur terkena bom. Mereka ini tidak diragukan lagi
pasti akan ditanya juga
oleh dua Malaikat,
namun tidak diketahui
bagaimana kaifiyah (cara) -nya.
Karena perkara ini
adalah perkara gaib
yang tauqifiy (diketahui dengan dalil), dan tidak boleh meng-qiyas-kan
dunia gaib dengan dunia nyata. Adapun
adzab kubur itu
dirasakan oleh jiwa
dan raganya,
Sumber :
143 QS. Yasin: 78-80 144Syarhu Haditsi
Jibril 'alaihissalam, halaman 37 145 Seorang ulama Ahlussunnah dari Aljazair
146 HR. Bukhari no.1374, Muslim no.7395
oleh 141 Akan disebutkan haditsnya di bab “Penghimpitan di alam kubur”
Diringkas dari Mausu'ah Aqdiyah Durarus Saniyyah, bab “Fitnatul Qabri”,
berdasarkan kesepakatan ulama
ahlus sunnah wal
jama’ah. Jiwanya yang mendapat nikmat
dan adzabnya pada
raganya namun keduanya
saling berhubungan.
Barangsiapa yang mati
dan ia layak
mendapat adzab kubur, maka ia akan mendapatkannya, baik ia
dikubur ataupun tidak (lebih jelasnya lihat kitab Ar Ruh karya Ibnul Qayyim,
hal 81-88)147. 147






