Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Rabu, 02 September 2026

Gambaran wujud Munkar nakir menurut beberapa sumber

 Gambaran wujud Munkar nakir menurut beberapa sumber

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa malaikat Munkar dan Nakir datang dengan wajah hitam legam dan dengan taring yang menjulur hingga ke bumi.

Gambaran wujud Munkar nakir menurut beberapa sumber


 kali kedua malaikat itu berbicara atau bertanya kepada ahli kubur itu, maka suaranya terdengar seperti suara petir yang menyambar-nyambar. Bahkan kedua malaikat itu membawa pemukul yang begitu berat. Kedatangan Munkar dan Nakir itupun membuat ahli kubur itu ketakutan. Meski begitu, ia tidak dapat melarikan diri.

فإذا فرغ من ذلك دخل عليه فتانا القبر وهما ملكان أسودان يخرقان الأرض بأنيابهما ، لهما شعور مسدولة يجرانها على الأرض، كلامهما كالرعد القاصف، وأعينهما كالبرق الخاطف ، ونفسهما كالريح العاصف ، بيد كل واحد منهما مقمع من حديد لو اجتمع عليه الثقلان ما رفعاه ، لو ضرب به أعظم جبل لجعله دكا، فإذا أبصرتهما النفس ارتعدت وولت هاربة

Artinya: ..datang memasuki kubur dua malaikat yang hitam legam dan kedua taringnya menggores bumi, dan kedua malaikat itu mempunyai rambut yang terikat sampai ke tanah, dan tiap keduanya memiliki suara keras bagaikan petir yang menggelegar, dan mata kedua malaikat itu seperti kilat yang menyambar, dan nafas mereka bagaikan angin badai. Di tangan kedua malaikat itu memegang palu besi, bila dikumpulkan seluruh makhluk tidak akan bisa mengangkatnya, dan bila dipukulkan kepada gunung yang paling besar maka gunung itu akan hancur.  Bila ahli kubur yang memandang kedua malaikat itu, maka ia gemetar dan berusaha lari… (Lihat kitab at Tadzkirah karya Imam Qurthubi penerbit Maktabah Darul Minhaj halaman 354).

Dalam salah satu hadits riwayat Tirmidzi dijelaskan, Malaikat Munkar dan Nakir digambarkan dengan wujud yang menyeramkan. Suaranya disebut menggelegar, mata mereka bagaikan kilat menyambar, dan memiliki taring bagaikan benteng

Sumber informasi tentang Malaikat Munkar dan Nakir adalah hadis-hadits Nabi Muhammad SAW. Nama Munkar dan Nakir tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an

Ciri-ciri Malaikat Munkar dan Nakir

Berkulit hitam

Seram dan keras

Mata seperti belanga tembaga

Taring seperti tanduk sapi

Suara seperti halilintar

Memiliki palu dari besi yang sangat berat

Tugas Malaikat Munkar dan Nakir

Menanyai manusia di alam kubur

Memeriksa setiap orang yang telah meninggal dunia di dalam kubur

Menguji keyakinan diri orang yang telah mati di alam barzakh

Akan tetapi, hadis-hadis yang shahih menunjukkan, kedua malaikat itu datang lalu mendudukkan orang tersebut. Bagi orang mukmin, dia diserupakan seperti Matahari yang akan terbenam. Adapun bagi orang-orang kafir dan munafik, dia akan menyaksikan kedua malaikat itu saat pertama kali matanya terbuka dengan penuh ketakutan. Kedua malaikat ini lantas menanyai orang itu dengan 3 pertanyaan. Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Apa pendapatmu mengenai lelaki yang diutus di tengah kalian ini?

Ketiga pertanyaan ini tidak semudah yang dibayangkan. Untuk menjawabnya, seseorang harus benar-benar bertuhankan Allah, beragama Islam, dan mengikuti ajaran Rasulullah S.A.W dengan sempurna. Orang-orang mukmin bisa mudah menjawabnya. Akan tetapi bagi orang-orang kafir, dan juga bagi orang munafik, dia (saking takutnya) akan mengucapkan, "saya tidak tahu". Akan tetapi ketika ditanyakan mengenai Rasulullah S.A.W, dia akan menjawab, "Saya dengar dulu orang-orang mengatakan, dia adalah Rasul Allah. Dan saya juga mengatakan demikian sekarang".

Setelah itu, terdengarlah seruan dari langit : "Hamba-Ku benar", "Maka, bentangkanlah jalan menuju Surga untuknya". Bagi orang-orang mukmin, yang pertama kali terlihat adalah Neraka. Kemudian, disana ada satu sel (penjara) penyiksaan yang tertulis namanya. Orang itu pun ketakutan. Khawatir segera dimasukkan kesana. Maka, kedua malaikat itu pun menenangkannya. Dengan mengatakan, tempat itu telah disegel untuknya selama-lamanya karena dia telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian, diperlihatkan kepadanya Surga. Dengan satu istana megah dan mewah yang tertulis namanya. Dia ingin segera menuju kesana, tetapi kedua malaikat itu mencegahnya. Kedua malaikat ini mengatakan, tunggulah sampai Hari Kiamat terjadi. Maka, dia pun berdoa agar Hari Kiamat itu disegerakan. Kemudian, ruhnya pun diangkat menuju langit dan berada di taman Surga (Al Mala'ul A'la) bersama orang-orang mukmin lainnya sampai Hari Kiamat.

Adapun bagi orang kafir, dan juga orang munafik, maka setelah dia tidak berhasil menjawab pertanyaan kedua malaikat itu, maka terdengarlah seruan dari langit : Hamba-Ku dusta. Maka, bentangkanlah jalan menuju Neraka untuknya". Yang pertama kali diperlihatkan kepadanya adalah pemandangan Surga. Dia ingin segera menuju kesana, tetapi para malaikat mencegahnya. Kedua malaikat itu mengatakan, kalaulah dia dahulu masuk Islam, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, pasti dia akan dimasukkan kesana. Sayangnya, karena dia kafir atau munafik kepada Allah S.W.T sampai ajalnya tiba, dan dia sudah berada di alam barzakh, maka dia tidak akan bisa dimasukkan kesana. Tempat itu disegel untuknya selama-lamanya. Kemudian, diperlihatkan kepadanya pemandangan Neraka. Dengan satu sel (penjara) penyiksaan yang tertulis namanya. Dia pun ketakutan. Kedua malaikat itu mengatakan, dia hanya bisa memasukinya setelah Hari Kiamat. Dia pun berdoa, semoga Allah memperlambat waktu terjadinya Kiamat. Karena, dia khawatir akan segera dimasukkan kesana.

Kemudian, didatangkanlah seorang yang berwajah buruk, berbau busuk, dan berbadan besar lagi hancur. Orang ini pun bertanya, siapakah engkau, sungguh wajahmu sangat buruk. Orang yang berbadan besar ini menjawab, saya adalah amal burukmu. Yang engkau kerjakan selama di dunia dulu sampai engkau masuk ke alam ini. Kemudian, didatangkanlah seorang malaikat yang tidak mempunyai pendengaran dan penglihatan, lantas mengangkat sebuah besi yang kalau semua jin dan manusia bersatu, mereka tidak akan bisa mengangkatnya. Besi ini lantas dihantam dan dipukulkan diantara kedua telinganya. Yang berarti di tengah-tengah wajahnya. Dia pun menjerit dan berteriak, dengan teriakan yang bisa didengar semua makhluk yang ada di sekitar makamnya kecuali jin dan manusia.Tidak hanya itu, kubur pun menjepitnya sampai tulang-tulang rusuknya beradu dan berserakan. Dia pun kemudian dijebloskan ke lapisan Bumi yang ketujuh. Dia berada di jurang diantara jurang-jurang Neraka (Asfalash Shafillin). Dia bergabung dengan semua orang-orang kafir lainnya dan disiksa disana (sesuai kadar dosanya) sampai Hari Kiamat.

Read More

Selasa, 01 September 2026

Beberapa pendapat tentang adanya malaikat munkar dan nakir di alam kubur

 Beberapa pendapat tentang adanya malaikat munkar dan nakir di alam kubur

Imam Abu Ja'far Ath Thahawi rahimahullah dalam matan Al Aqidah Ath Thahawiyah beliau mengatakan: HR. At Tirmidzi no. 1071, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam as Silsilah al Ahadits ash Shahihah no. 1391 Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad bin Salamah ath-Thahawi, seorang ulama madzhab Hanafi dari desa Thaha di Mesir. Seorang ahli fikih dan ahli hadits. Dikenal dengan kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang menjelaskan prinsip-prinsip akidah Ahlussunnah. Beliau wafat pada tahun 321H.  

Beberapa pendapat tentang adanya malaikat munkar dan nakir di alam kubur
                              

“(Kami mengimani) adanya pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur, bertanya tentang Rabb-nya, agamanya dan Nabinya. Sebagaimana    khabar yang datang dari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dan dari para sahabatnya ridhwanullah 'alaihim”. Dan pertanyaan-pertanyaan ini tidak bisa dihafal jawabannya dan tidak bisa dicurangi. Yang mampu menjawabnya adalah orang yang benar imannya dan  akidahnya  terhadap  Allah  dan  Rasul-Nya.  Sebagaimana  firman  Allah ta'ala: “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan al qauluts tsabit . Ibnu Qathan “Para ulama sepakat bahwa adzab kubur itu benar adanya, dan manusia akan  diuji dengan pertanyaan di alam kubur, setelah ruh mereka dikembalikan ke jasadnya. Allah pun akan mengokohkan orang-orang yang Allah cintai .                             

 menjawab pertanyaan itu). Dan para ulama sepakat bahwa mereka tidak akan  merasakan pedihnya kematian lagi setelah itu. Para ulama Islam dari kalangan Ahlussunnah juga sepakat bahwa adzab kubur itu benar adanya, dan mereka sepakat tentang adanya malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur”. Maka  cara  agar  kita  dapat  menjawab  pertanyaan  di  alam  kubur  adalah dengan  mengokohkan  akidah  kita,  dengan  mempelajari  dan  mengamalkan ilmu-ilmu   akidah   dan   tauhid,   terutama ilmu yang membahas tentang mengenal  Allah ta'ala,  nama-nama-Nya,  sifat-sifat-Nya,  hak-hak-Nya,  juga ilmu  tentang mengenal Nabi Shallallahu'alaihi  Wasallam, namanya, nasabnya,  perjalanan  hidupnya,  hak-haknya,  sunnah-sunnahnya, dan  juga ilmu tentang agama Islam secara umum. Dan inilah landasan-landasan utama dalam agama Islam.       Oleh  karena  itu  Syaikh  Muhammad  bin  Abdil  Wahhab rahimahullah, beliau membuat kitab Al Ushul Ats Tsalatsah yang berisi tentang penjelasan ringkas   tentang   mengenal   Allah,   mengenal   Islam   dan   mengenal   Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam.

Adapun orang kafir, orang munafik dan orang yang ada keraguan dalam imannya,  mereka  tidak  bisa  menjawab  pertanyaan  di  alam  kubur  dengan benar. Mereka akan mengatakan,  “hah.. hah.. saya tidak tahu. Dahulu ketika di  dunia  saya  mendengar  orang-orang  mengucapkan  sesuatu,  maka  saya ikuti saja   .  Syaikh  Muhammad  bin  Shalih Al  Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Renungkanlah ucapan ““hah.. hah.. saya tidak tahu” ini! Ini menunjukkan bahwa  ia  seakan-akan  teringat  sesuatu  dan  berusaha  mengingatnya,  namun tidak  bisa.  Ketika  seseorang  teringat  sesuatu  dan  tidak  bisa  menghadirkan ingatan  itu,  ia  akan  merasakan  kegalauan  yang  amat  sangat,  dibandingkan jika ia tidak tahu sama sekali“.

Sumber :

Al Iqna' fi Masail al Ijma', 1/50 140Syarhu Haditsi Jibril 'alaihissalam, halaman 38  (untuk 136 Matan Al Aqidah Ath Thahawiyah, poin ke-80 137 QS. Ibrahim: 27 138 Abul Hasan Ali bin Al Qathan Al Fasi. Ulama hadits dari Maghrib (Mauritania). Dikenal dengan kitabnya  “Bayanul Wahmi wal Iham” yang 
Read More

Senin, 31 Agustus 2026

Malaikat Munkar Nakir

 Malaikat Munkar Nakir

Nama malaikat yang bertanya di alam kubur Nama  dua  malaikat  yang  memberi  pertanyaan  di  alam  kubur  adalah Munkar dan Nakir. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:  

Malaikat Munkar Nakir

                        

“Ketika salah seorang dari kalian dikuburkan, maka akan datang kepadanya dua Malaikat yang hitam dan bermata biru. Yang satu bernama Munkar dan yang lainnya bernama Nakir. Keduanya bertanya: “Apa pendapatmu mengenai lelaki ini (yaitu Rasulullah)?”. Si mayit menjawab sebagaimana yang pernah dikatakan dahulu (ketika hidup): “Dia adalah hamba Allah dan  Rasul-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain  Allah dan Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam adalah hamba Allah dan Rasul-Nya”. Keduanya berkata: “Kami sudah mengetahui bahwa kamu akan   mengucapkan demikian.... Hakekat fitnah kubur dan cara agar bisa menjawabnya  Hadits-hadits di atas menunjukkan dengan tegas tentang   adanya pertanyaan dari dua malaikat di alam kubur.

dua Malaikat yang garang dan membentaknya. Kedua  malaikat tersebut mendudukan sang mayit dan bertanya: siapa Rabb-mu? Ia menjawab: Rabb-ku adalah Allah. Kedua Malaikat bertanya: apa agamamu?  Ia menjawab: Agamaku Islam. Kedua Malaikat bertanya: siapa orang yang   diutus untuk kalian? Ia menjawab: ia adalah Rasulullah Shallallahu'alaihi  Wasallam.

Dan bahwa pertanyaan di alam kubur terdiri dari tiga pertanyaan:  

  1. Siapa Rabb-mu?     2. Siapa Nabimu?     3. Apa agamamu?    

Read More

Minggu, 30 Agustus 2026

Daily Spiritual Retreat

 Medieval Muslim scholars such as Ibn Sina, Al-Khwarizmi, and Al-Ghazali achieved their great discoveries through a combination of rigorous study and spiritual retreat (Tadabbur and Khalwat).

For a Muslim, here are the key practices and steps to purify the mirror of the heart, allowing it to catch the light of inspiration and spiritual enlightenment from Allah SWT:

Daily Spiritual Retreat,


1. Dedicated Quiet Time

Set aside 15–30 minutes daily (ideally after Tahajjud or Fajr prayers). Turn off your phone, turn off the lights, sit alone on your prayer mat, and recite dhikr with complete focus. This quiet state shifts your brainwaves into the alpha/theta state, where creative ideas and enlightened insights often emerge.

2. Deep Observation (Tadabbur)

The scholars received enlightenment because they observed nature in meticulous detail. The Qur'an frequently commands us to be people of reflection (Afala Tatafakkarun — "Will you not then reflect?").

·         Practical Tip: When studying or observing something, do not look merely at the surface. Ask yourself: "Why did Allah design it this way?" Connect natural science and geometry to the greatness of His creation.

3. Seeking Guidance Through Prayer

Whenever Ibn Sina faced an impasse in medical or philosophical problems, he would go to the mosque to pray two rak'ahs and supplicate for guidance from the All-Knowing (Al-'Alim).

·         Qur'anic Supplication for Knowledge (QS. Ta-Ha: 114):

Rabbi zidni 'ilman

"O my Lord, increase me in knowledge."

·         Supplication for Wisdom (QS. Ash-Shu'ara: 83):

Rabbi hab li hukman wa-alhiqni bish-shaliheen

"O my Lord, grant me wisdom and join me with the righteous."

Regularly reflect on how Allah maintains the balance of forces in physics, sound waves, or optics so that the universe remains stable.

Step-by-Step Spiritual Practice

Phase 1: Active Dhikr (Takhalli – Cleansing the Vessel)

1.      Seek Forgiveness (Istighfar) – 5 Minutes: Slowly recite Astaghfirullah. Visualize black spots (ego, arrogance, or showing off in your work) washing away from your heart.

2.      Invoke Blessings upon the Prophet (Salawat) – 5 Minutes: Recite Allahumma shalli 'ala Muhammad. Salawat acts as a spiritual frequency that attracts peace and unlocks blocked doors of wisdom.

Phase 2: Silent Retreat (Khalwat & Tafakkur)

After 15 minutes of active dhikr, let your tongue rest and your body become completely still. This is the essence of spiritual retreat:

·         Contemplation of Nature & Science: In total silence, begin to reflect (tadabbur). Think about how Allah designed mathematical order into physics or how electron flow operates in a transistor.

·         Heart Awareness (Muraqabah): Position yourself as a receiver of signals. Become aware of your breath in and out as a gift from Him. Empty your mind of worldly ambitions and focus solely on adoring Allah's greatness.

·         Intuitive Breakthroughs: In this deep state of calm following dhikr, your brainwaves enter theta mode. In this relaxed and clear condition, fragments of ideas, animated visualizations, mathematical solutions, or technical insights often flash into your mind suddenly.

Pre-Retreat Supplication

Before closing your eyes, recite this prayer slowly and absorb its meaning in your heart:

"O Allah, O All-Knowing (Ya 'Alim), O Creator (Ya Khaliq), I sit here humbling myself before You, emptying my heart of worldly matters. I intend to cleanse the mirror of my heart from arrogance, ego, and heedlessness. Guide my thoughts, open the doors of Your wisdom, and allow this servant of Yours to catch a spark of Your vast knowledge, so that I may create engineering, scientific, and artistic works that benefit humanity in this world and the hereafter. Aamiin."

Visualizations & Inner Affirmations

If your mind wanders during the total silence phase, use these techniques in your mind:

·         Design Visualization: Imagine molecular structures, electron flows, sound frequency vibrations, or mathematical matrices. See them moving in perfect harmony under Allah's control.

·         Inner Affirmation: Say silently within your heart, without moving your tongue:

"The entire universe moves in Your formulas and order. My body is still, my soul listens, and my heart is ready to receive Your guidance."

Post-Practice Action

As soon as the 30 minutes are up, do not check your phone or jump into daily activities immediately:

·         Keep a blank piece of paper and a pen next to your prayer mat.

·         Immediately write or sketch any visualization ideas, technical solutions, or creative thoughts that flashed through your mind during the silent phase. Inspiration arrives in rapid visual flashes and will fade quickly if not written down right away.


  • Daily Spiritual Retreat (Paling umum & tepat) – Menggambarkan jeda harian dari kesibukan dunia untuk fokus beribadah/mendekatkan diri pada Allah.

  • Daily Solitude – Menekankan pada aksi "menyendiri" atau mengasingkan diri secara fisik dari keramaian setiap hari.

  • Daily Seclusion – Istilah yang lebih formal untuk mengasingkan diri demi ketenangan spiritual.

  • Read More

    Khalwat harian

    para ilmuwan Muslim abad pertengahan seperti ibnu sina,Al-Khawarizmi dan Al ghazali juga mendapatkan penemuan hebat mereka melalui kombinasi belajar keras dan Pertapaan spiritual(Tadabur dn khalwat)




    Bagi seorang Muslim,berikut adalah beberapa trik atau amalan utama untuk membersihkan cermin hti agar bisa menangkap cahaya ilham dan pencerahan spiritual dari Allah SWT


    1. Sediakan waktu 15-30 menit setiap hari (paling bagus setelah shalat tahajud atau subuh) matikan hp,matikan lampu duduk sendiri di sajadah lalu lakukan dzikir dengan fokus penuh. kondisi tenang ini akan menurunkan gelombang ke fase alfa/theta tempat dimana ide-ide kreatif dan penuh pencerahan sering muncul

    2.Tajamkan Tadabur (pengamatan mendalam)para ilmuwan mendapat pencerahan karena mereka mengamati alam dengan sangat detail Al-Quran berkali-kali menyuruh kita menjadi orang yang berpikir (Afala Tatafakkarun)

    Trik Praktis : ketika belajar mengamati sesuatu jangan hanya melihat permukaannya tanyakan Mengapa Allah mendesain ini seperti ini?Hubungkan Ilmu pengethuan alam/geometri dengan kebesaran penciptaan-Nya proses berpikir 

    Ibnu sina,setiap kali buntu saat memecahkan masalah medis atau filsafat ia akan pergi ke masjid untuk shalat dua rakaat dan berdoa meminta petunjuk dari sang Maha Mengetahui(Al-'Alim)


    -Doa dari Al-Quran (QS.THaha: 114):

    Rabbi Zidni 'Ilman

    Ya Tuhanku,tambahkanlah ilmu pengetahuan kepadaku

    -Doa Minta Hikmah (Qs.Asy-Syu'ara:83)

    Rabi hab li hukman wa alhiqni bishaliheen

    Ya Tuhanku berikanlah kepadaku Hikmah dan masukanlah aku ke dalam orang-orang shaleh


    Sering renngkan saat mempelajari mekanika,gelombang suara atau pencahayaan visual renungkan bagaimana Allah menjaga keseimbangan gaya-gaya tersebut agar semesta tidak hancur


    Amalan Yang dilakukan

    1.istighfar 5 menit baca Astaghfirullah dengan pelan bayangkan noda-noda hitam (ego,kesombongan atau niat pamer dalam berkarya) luruh dari hatimu.ini adalah proses mengosongkan wadah (Takhali)

    2.Shalawat Nabi 5 Menit Membaca Shalawat Allahumma shalli 'ala Muhammad Shalawat adalah frekuensi spiritual yang menarik energi ketenangan dan membuka pintu-pintu ilham/hikmah yang buntu


    Setelah 15 menit berzikir,lidahmu boleh berhenti bersuara tubuhmu benar-benar diam total disinilah esensi bertpa yang sesungguhnya

    -Tafakur alam dan sains: di dalam diammu mulailah merenung(tadabur) pikirkan bagaimana Allah mendesain keteraturan matematika dalam fisika atau bagaimana aliran elektron bekerja pada transistor

    -Muroqabah (menyimak hati): posisikan dirimu sebagai Penerima sinyal sadari napas yang masuk dan keluar sebagai pemberian-Nya kosongkan pikiran dari ambisi duniawi fokus saja mengaggumi kebesaran Allah SWT

    -Lompatan Intuitif: pada fase diam yang sangat tenang setelah zikir inilah,gelombang otkmu akan turun ke mode theta dalam kondisi rileks dan jernih ini potongan-potongan ide,visualisasi animasi atau sousi rumus atau ilham bahan transistor baru yang kamu cari seringkali terpecik masuk kedalam secara tiba-tiba


    Sebelum memejamkan mata,bacalah doa ini dengan perlahan dan resapi artinya di dalam hati

    Ya Allah,Ya 'Alim (yang maha mengetahui), Ya Khaliq (yang maha menciptakan)

    aku duduk disini bersimpuh di hadapan-Mu mengosongkan hatiku dari urusan duniawi aku berniat membersihkan cermin hatiku dari noda kesombongan,ego dan kelalaian bimbinglah pikiranku bukakanlah pintu hikmah-Mu dan izinkanlah hamba-Mu ini menangkap percikan Ilmu-Mu yng luas agar aku bisa menciptakan karya teknik,sains dan seni yang bermanfaat bagi manusia di dunia dan akhirat Aamiin 

    Setelah selesai melakukan zikir aktif(istighfar,Shalawat dan Asmaul Husna) masuklah ke fase diam totl jika di tengah-tengah keheningan itu pikiranmu mulai melantur atau bingung harus memikirkan apa gunakan visualisasi  dan afirmasi khusus berikut di dalam benakmu:

    -Visualisasi Desain: bayangkan struktur molekul,aliran elektron,getaaaran frekuensi musik, atau keteraturan matriks matematika yang sedang kamu pelajari bayangkan semua itu bergerak dalam harmoni yang sempurna di bawah kendali Allah

    -Afirmasi Batin: Katakan dalam hati secara perlahan tanpa menggerakan lidah:

    Seluruh alam semesta bergerak dalam rumus dan keteraturan-Mu Ragaku diam,jiwku menyimak hatiku siap menerima petunjuk-MU


    Begitu waktu 30 menit selesai jangan membuka Hp atau aktifitas 

    -sediakan selembar kertas kosong dan pulpen di tempat dudukmu

    -Tulis atau gambar (sketsa) apapun ide visualisasi animasi,rasa tenang solusi teknis yang tiba-tiba terlintas di kepalamu selama fase diam tadi ilham seringkali datang dalam bentuk kilasan visual yang cepat hilang jika tidak segera di catat 





    Read More

    al Bara bin Azib Radhiyallahu Anhu

      Al-Barâ bin ‘Âzib Radhiyallahu Anhu

    Abu Ishâq menceritakan bahwa al-Barâ` bin ‘Âzib Radhiyallahu anhu pernah mengatakan, “Aku ikut serta berperang bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam 15 peperangan

     Dalam pengakuannya yang lain, “Aku bepergian bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam 18 kali”.

    Bantahan Al-Barâ` bin Âzib Radhiyallahu Anhu Terhadap Orang Yang Mengingkari Siksa Kubur.

    Al-Qur`ân telah menyinggung pembahasan siksa kubur, tidak seperti pandangan sebagian kelompok yang menyimpang. Hal itu telah dipahami oleh seorang Al-Barâ` bin Âzib Radhiyallahu anhu. Beliau menyatakan siksa kubur disinggung dalam firman Allâh Azza wa Jalla  berikut:

    يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ 

    Allâh meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat [Ibrâhîm/14:27]

    Al-Barâ` bin Âzib Radhiyallahu anhu berkata, “Ayat ini berbicara tentang siksa kubur

    Al-Barâ` bin ‘Âzib bin al-Harits Abu Umârah al-Anshâri Radhiyallahu anhu salah satu Sahabat Nabi yang masuk kategori shighârus Shahabah. Hal ini dapat diketahui bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menolak keikutsertaannya di Perang Badr yang terjadi pada tahun ke-2 H. Ini sudah cukup menunjukkan masih belia usia beliau, belum mencapai usia 15 tahun. Tentang itu, Al-Barâ` bin ‘Âzib Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih memandangku dan Ibnu ‘Umar belum cukup umur pada Perang Badar. Beliau pun menolak kami. Maka, kami tidak ikut serta dalam Perang Badar. Waktu itu, aku dan Ibnu ‘Umar sepantaran”.

    al bara bin azib


    Secara lengkap, nama tokoh kita sekarang ialah Al-Barâ` bin ‘Âzib bin al-Harits bin ‘Adi bin Majda’ah bin Hâritsah bin al-Hârits bin al-Khazraj bin ‘Amr bin Mâlik bin Aus al-Madani al-Hâritsi al-Ausi. Berkunyah Abu ‘Umârah atau Abu ‘Amr.  Ayah beliau ‘Âzib bin al-Hârits termasuk salah satu orang Anshar yang telah memeluk Islam sejak lama. Dan al-Barâ Radhiyallahu anhu memeluk Islam bersama sang ayah. Tidak banyak infomarsi tentang ayahnya.

    Sedangkan sang ibu bernama Habîbah binti Abi Habiibah bin al-Hubâb bin Anas bin Zaid dari Bani Mâlik bin an-Najjâr. Pendapat lain menyatakan bahwa ibunya adalah Ummu Khâlid bin Tsâbit bin Sinân bin ‘Abîd bin Tsa’labah bin ‘Ubaid bin al-Abjar Khudrah bin ‘Auf bin al-Hârits bin al-Khazraj. Dengan demikian, ibunya ini masih memiliki hubungan darah dengan Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu karena merupakan putri dari paman Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, Sinân bin ‘Abid al-Khudri.

    Read More

    Sabtu, 29 Agustus 2026

    Kondisi Ruh orang Mukmin

     Kondisi Ruh orang Mukmin

    Nabi Shallallahu'alaihiWasallam bersabda: “Ruh orang (mukmin) yang meninggal akan mendengar hentakan kaki orang-orang yang menguburkannya ketika mereka mulai berpulangan. Kemudian Fitnah kubur bukanlah siksa kubursebagaimana sangkaan sebagian orang. Fitnah kubur berbeda dengan adzab kubur. 

    Kondisi Ruh orang Mukmin

                                  

     setelah itu datanglah dua Malaikat yang garang dan membentaknya. Kedua  malaikat tersebut mendudukan sang mayit dan bertanya: siapa Rabb-mu? Ia menjawab: Rabb-ku adalah Allah. Kedua Malaikat bertanya: apa agamamu?  Ia menjawab: Agamaku Islam. Kedua Malaikat bertanya: siapa orang yang   diutus untuk kalian? Ia menjawab: ia adalah Rasulullah Shallallahu'alaihi  Wasallam. Kedua Malaikat bertanya: Kemudian apa ilmumu? Ia menjawab: aku membaca Al Qur'an, aku beriman kepadanya, dan membenarkannya. Maka seorang akan ditanya siapa Rabb-nya, apa agamanya dan siapa  Nabinya? Dan itu adalah ujian terakhir yang diujikan kepada seorang  Mukmin 

    Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda mengenai pertanyaan di alam kubur: “Jika seorang mu’min telah didudukkan di dalam kuburnya, ia kemudian     didatangi (oleh dua malaikat lalu bertanya kepadanya), maka dia akan menjawab dengan mengucapkan:’Laa ilaaha illallah wa anna muhammadan    rasuulullah’. Itulah yang dimaksud al qauluts tsabit dalam firman Allah  Ta’ala (yang artinya): ‘Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan al qauluts tsabit’ (QS. Ibrahim: 27).Juga terdapat riwayat yang mauquf  dari   Abdullah bin   Mas'ud radhiallahu'anhu, bahwa beliau berkata:“Sesungguhnya kalian kelak akan didudukkan di dalam kubur kalian. Lalu malaikat akan bertanya: siapa anda. Jika yang ditanya adalah seorang   Mukmin, ia akan menjawab: aku adalah hamba Allah dalam keadaan hidup     atau mati, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah  kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan   Rasul-Nya. Seketika itu diluaskan kuburnya sesuai kehendak Allah.

     Ia pun  bisa melihat tempat tinggalnya di surga dari dalam kuburnya

    Al Barra' bin Azib radhiallahu'anhu


    Read More