Amalan untuk mempermudah rezeki
rezeki diartikan dengan segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan yang diberikan Tuhan, dapat berupa makanan sehari-hari, nafkah, pendapatan, keuntunga, dan sebagainya
Surat
Al-Fathir
اِنَّ الَّذِيۡنَ يَتۡلُوۡنَ كِتٰبَ
اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنۡفَقُوۡا مِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً
يَّرۡجُوۡنَ تِجَارَةً لَّنۡ تَبُوۡرَۙ
٢٩
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Alquran) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,
لِيُوَفِّيَهُمۡ اُجُوۡرَهُمۡ وَيَزِيۡدَهُمۡ مِّنۡ فَضۡلِهٖ
ؕ اِنَّهٗ غَفُوۡرٌ شَكُوۡرٌ ٣٠
agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.
Surat
Al-Ankabut
وَاِبۡرٰهِيۡمَ اِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِ اعۡبُدُوا اللّٰهَ وَاتَّقُوۡهُ
ؕ ذٰ لِكُمۡ خَيۡرٌ لَّـكُمۡ اِنۡ كُنۡـتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ ١٦
Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika dia
berkata kepada kaumnya, "Sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang
demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
اِنَّمَا تَعۡبُدُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ اَوۡثَانًا وَّتَخۡلُقُوۡنَ
اِفۡكًا ؕ اِنَّ
الَّذِيۡنَ تَعۡبُدُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ لَا يَمۡلِكُوۡنَ لَـكُمۡ رِزۡقًا فَابۡتَغُوۡا
عِنۡدَ اللّٰهِ الرِّزۡقَ وَاعۡبُدُوۡهُ وَاشۡكُرُوۡا لَهٗ ؕ اِلَيۡهِ تُرۡجَعُوۡنَ
١٧
Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.
الَّذِيۡنَ صَبَرُوۡا وَعَلٰى رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُوۡنَ
٥٩
(yaitu) orang-orang yang sabar dan bertawakal kepada Tuhannya.
وَكَاَيِّنۡ مِّنۡ دَآبَّةٍ لَّا تَحۡمِلُ رِزۡقَهَا ۖ اللّٰهُ يَرۡزُقُهَا وَاِيَّاكُمۡۖ وَهُوَ السَّمِيۡعُ الۡعَلِيۡمُ ٦٠
Dan berapa banyak
makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya
sendiri. Allah lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha
Mendengar, Maha Mengetahui.
اَللّٰهُ يَبۡسُطُ الرِّزۡقَ لِمَنۡ يَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِهٖ
وَيَقۡدِرُ لَهٗ ؕ اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمٌ ٦٢
Allah melapangkan
rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula)
yang membatasi baginya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu
وَلَٮِٕنۡ سَاَلۡتَهُمۡ مَّنۡ نَّزَّلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً
فَاَحۡيَا بِهِ الۡاَرۡضَ مِنۡۢ بَعۡدِ مَوۡتِهَا لَيَقُوۡلُنَّ اللّٰهُؕ
قُلِ الۡحَمۡدُ لِلّٰهِؕ
بَلۡ اَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡقِلُوۡنَ ٦٣
Dan jika kamu
bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu
dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?" Pasti mereka akan
menjawab, "Allah." Katakanlah, "Segala puji bagi Allah,"
tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti
فَاِذَا رَكِبُوۡا فِى الۡفُلۡكِ دَعَوُا اللّٰهَ مُخۡلِصِيۡنَ
لَـهُ الدِّيۡنَ ۚ
فَلَمَّا نَجّٰٮهُمۡ اِلَى الۡبَـرِّ اِذَا هُمۡ يُشۡرِكُوۡنَۙ ٦٥
Maka
apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian
(ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat,
malah mereka (kembali) mempersekutukan Allah
Menurut Penulis untuk
mendapatkan rezeki selain kita bekerja secara nyata kita juga perlu memanjatkan
doa kepada Allah agar di permudah mendapatkan rezeki seperti yang sudah di
jelaskan pada ayat2 diatas rezeki datangnya hanya dari Allah dan amalan yang
perlu kita kerjakan dalam kegiatan sehari-hari adalah membaca kitab Al-Qur’an
mengerjakan shalat,menginfakan sebagian rezeki kita jangan lupa agar Allah
menambah karunia kepada kita maka ucapkanlah syukur kepada Allah perbanyaklah
mengucapkan syukur dalam kehidupan kita bersikap tawakal dan bersabarlah dalam
kehidupan
Imam al-Ghazali
merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut, "Tawakkal ialah menyandarkan
kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya
dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang
tenang dan hati yang tenteram.
Menurut Abu Zakaria
Ansari, tawakkal ialah "keteguhan hati dalam menyerahkan urusan kepada
orang lain". Sifat yang demikian itu terjadi sesudah timbul rasa percaya
kepada orang yang diserahi urusan tadi. Artinya, ia betul-betul mempunyai sifat
amanah (tepercaya) terhadap apa yang diamanatkan dan ia dapat memberikan rasa
aman terhadap orang yang memberikan amanat tersebut.
Tawakkal adalah suatu
sikap mental seorang yang merupakan hasil dari keyakinannya yang bulat kepada
Allah, karena di dalam tauhid ia diajari agar meyakini bahwa hanya Allah yang
menciptakan segala-galanya, pengetahuanNya Maha Luas, Dia yang menguasai dan
mengatur alam semesta ini. Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk menyerahkan
segala persoalannya kepada Allah. Hatinya tenang dan tenteram serta tidak ada
rasa curiga, karena Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana.
Sementara orang, ada
yang salah paham dalam melakukan tawakkal. Dia enggan berusaha dan bekerja,
tetapi hanya menunggu. Orang semacam ini mempunyai pemikiran, tidak perlu
belajar, jika Allah menghendaki pandai tentu menjadi orang pandai. Atau tidak
perlu bekerja, jika Allah menghendaki menjadi orang kaya tentulah kaya, dan
seterusnya.
Doa agar dapat selalu
bersyukur yang pernah di ucapkan Nabi Sulaiman AS
رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ
نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ ااَعْمَلَ
صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ
Robbi auzi'niyy an asykuro ni'matakallatiy an'amta 'alayya wa 'alaa
waalidayya wa an a'mala shoolihan tardhohu wa adkhilniy birohmatika fiy
'ibadika sholihiyna
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap
mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua
orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai dan
masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Doa Syukur atas Nikmat Rezeki
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ رَزَقَنَا هٰذَا
وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ
"Segala
puji bagi Allah yang telah memberi kami rezeki ini, dan tidaklah kami mendapat
petunjuk kalau bukan karena petunjuk dari Allah."
Doa mempermudah rejeki
اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْئَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِيْ
رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا
ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ
Innaka
'ala kulli ta'bin wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin wa laa nashobin rizqan
halalan wasi'an thoyyiban min ghairin, allahumma innii as'aluka an-tarzuqani
syai-in qadir.
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar
melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, tanpa susah payah, tanpa
memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya.
Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu."





