Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Senin, 13 April 2026

Kisah penyaliban nabi Isa AS

 Kisah penyaliban nabi Isa AS

Isa   terus   melangsungkan       dakwahnya     sehingga    kejahatan     dan   keburukan mengetahui       bahawa    singgasana     mereka    terancam     hancur.    Lalu   pasukan keburukan   bergerak   untuk   menangkapnya. 

Kisah penyaliban nabi Isa AS

Orang-orang   Yahudi   menyakitinya dan    menuduhnya      dengan    berbagai   macam     tuduhan.    Isa  dikatakan   sebagai penyihir   dan   sebagai   orang   yang   mengubah   syariat   dan   mereka   menisbatkan kekuatannya yang luar biasa kepada kekuatan syaitan. Ketika mereka tidak lagi memiliki   tipu   daya   yang   dapat   melumpuhkan   Nabi   Isa   dan   mereka   melihat orang-orang yang lemah dan orang-orang fakir berkumpul di sekitarnya, maka mereka     mulai   membikin     suatu,   makar.   Mereka    mempengaruhi      orang-orang Romawi. Mula-mula      pemerintahan     Romawi     tidak  turut   campur    kerana    menganggap bahawa       perselisihan-perselisihan       antara     orang-orang      Yahudi     adalah perselisihan   yang   terjadi   demi   memperebutkan   kepentingan   sesama   mereka. Lalu diadakanlah majlis Sanhadurim (yaitu majlis undang-undang tertinggi dari kalangan     Yahudi).   Mereka   berkumpul   untuk   membuat         persekongkolan      demi menyingkirkan Isa. Persekongkolan itu mengambil bentuk yang baru. Ketika orang-orang Yahudi tidak mampu memerangi Nabi Isa, mereka berfikir untuk    membunuhnya.     

  Mulailah    para  ketua    pendeta    Yahudi    bermusyawarah untuk   membuat   suatu   kesimpulan   tentang   cara   yang   mereka   lakukan   untuk menangkap       Nabi   Isa  yang   tidak  menimbulkan       kegaduhan     di  tengah-tengah masyarakat. Ketika   para   kepala   Yahudi   bermusyawarah,   maka   salah   seorang   dari   murid al-Masih yang dua belas pergi kepada mereka, yaitu Yahuda al- Iskhriyutha. Ia berkata      kepada     mereka,     "Apa   yang    kalian    berikan    jika   aku    berhasil menyerahkannya kepada kalian." "Meja     pengkhianatan       telah    digelar   di   antara    mereka      dan    dimulailah perundingan.   Orang-orang   Yahudi   berusaha   mencari   titik   temu   dan   mereka sepakat   untuk   memberinya   tiga   puluh   lempeng   dari   perak.   Ini   adalah   harga yang biasa mereka lakukan untuk membeli seorang budak sesuai dengan syariat Yahudi." (penjelasan Injil Mata) Selesailah     konspirasi    yang    menetapkan       untuk    menangkap       al-Masih    dan kemudian        membunuhnya.         Dikatakan     bahawa   kepala     pendeta      Yahudi merobek-robek   bajunya   secara   dramatis   di   suatu   pertemuan   agama   dan   ia berteriak, "sungguh Isa telah kafir." Pero bukan baju dalam tradisi orang-orang Yahudi     dilakukan    ketika    mereka     mendengar      atau   melihat    sesuatu    yang mengandung penghinaan terhadap Allah. Para pendeta Yahudi tidak memiliki kekuasaan untuk menetapkan hukum bunuh pada saat itu. Semua itu dilakukan oleh     kekuasaan     penguasa     Romawi.     

Tetapi    tampaknya      mereka      berhasil meyakinkan       kekuasaan    Romawi     bahawa     Isa  telah  membuat      rencana    untuk melengserkan   kekuasaan   Romawi   atau   mereka   berhasil  meyakinkan   penguasa Romawi bahawa masalah yang mereka hadapi murni berkaitan dengan tradisi mereka dan keyakinan mereka. Kemudian mereka menyarankan agar penguasa tidak turut campur atas apa yang mereka tetapkan. Demikianlah konspirasi itu telah    ditetapkan     dan   telah   diputuskan  bahawa     Isa  harus   ditangkap     dan kemudian disalib. Empat   Injil  yang   diakui   oleh   kalangan   Masehi   saat   ini   membicarakan   tentang proses   pembunuhan   Isa   di   mana   beliau   disalib   kemudian   beliau   bangkit   dari kematiannya       dan   naik   ke  langit.   Semua    Injil  ini  sepakat    tentang    prosespenyaliban Isa dan kematiannya, sebagaimana mereka sepakat tentang tabiat Isa   yang   mengandung   ketuhanan   yang   bercampur   dengan   tabiatnya   sebagai manusia.   Kami   akan   menyampaikan   keyakinan   orang-orang   Masehi   berkaitan dengan Isa sebagaimana diyakini oleh majoriti kaum Nasrani saat ini, kemudian kami     akan    mengemukakan         keyakinan Islam    tentang    Isa   sebagaimana diceritakan   oleh   Al-Quran   al-   Karim   dan   disampaikan   oleh   para   ulama   dan disebutkan   dalam   hadis.   Setelah   itu,   kita   akan   membicarakan   hal-hal   yang perlu   dibicarakan   berkaitan   hubungan   antara   kaum   Muslim   dan   kaum   Masehi serta kaitannya dengan akidah mereka. Injil   Mata  mengatakan,      "Isa  ditangkap   dan   majlis   Sanhadirum    memutuskan bahawa ia harus dibunuh. Kemudian para anggota majlis itu dari kepala-kepala para   pendeta   dan   para   tokoh   mereka   menghinanya   dan   mengejeknya   serta berbuat   aniaya    terhadapnya      bahkan     mereka     meludahi     wajahnya      dan menempelengnya.   Sambil   mengejek   mereka   berkata,   "beritahukanlah   wahai al-Masih    siapa   yang   memukulmu."       Setelah   itu  al-Masih    ditangkap

 dan   ia ditetapkan untuk dibunuh. Adalah     sudah    menjadi     tradisi   di  kalangan     orang-orang     Romawi     untuk mencambuk orang yang ditetapkan untuk dibunuh sebelum pelaksanaan hukum tersebut.   Oleh   kerana   itu,   para   penguasa   Romawi   menetapkan   agar   al-Masih dicambuk terlebih dahulu. Sedangkan syariat Musa menetapkan agar cambukan itu tidak melebihi empat puluh kali, namun orang-orang Romawi tidak berhenti pada batasan ini bahkan mereka terus mencambuk korban dengan cambukan yang kejam dan terus- menerus sehingga punggung yang bersangkutan hampir saja   patah   dan   nafasnya  nyaris   tinggal  sedikit.  Setelah   itu,  mereka    mulai melaksanakan       hukum    bunuh    kepadanya.    

Demikianlah     yang   dilakukan    oleh tentera terhadap penyelamat kita. (Injil Mata 26) Selesailah proses pecambukan, lalu penguasa Romawi menyerahkan Isa kepada tentera   agar   mereka   menyalibnya.   Kemudian   para   tentera   membuat   sesuatu hal   yang   bermaksud     untuk   menghibur.     Mereka    mencabut     pakaian   Isa  yang dilumuri dengan darah yang ada luka di tubuhnya setelah proses pencabukan, lalu mereka memakaikan pakaian merah dengan maksud untuk mengejeknya. Para    raja   biasanya   memakai     pakaian    merah.    Mereka    terus   menghinanya. Mereka     memakaikannya        mahkota     dari   duri   dan   meletakkannya       di  atas kepalanya. (Injil Mata 26) Akhirnya,   mereka   sampai   pada   suatu   tempat   yang   bernama   Jaljatsah,   yaitu suatu    tempat     di  luar  pagar    Ursyilim.   Tradisi  Yahudi    menetapkanmemberi satu gelas khamer yang bercampur dengan minyak wangi bagi orang yang     ditetapkan     untuk    dihukum      mati  

sebelum      pelaksanaan      hukum.     Ini dimaksudkan sebagai alat pembius untuk meringankan penderitaannya. Tetapi para   tentera   menentang   tradisi   ini   dan   mereka   memberi   al-Masih   satu   gelas dari cuka yang bercampur dengan sesuatu yang pahit." (Injil Mata 26) Teks   Injil   mata   mengatakan   (cetakan   tahun   1972)   pada   pasal   kedua   puluh tujuh: "Sehingga mereka sampai ke suatu tempat yang bernama Jaljatsah lalu mereka memberinya minuman keras yang bercampur dengan empedu agar ia meminumnya.          Ketika    ia  merasakannya,       ia   enggan     untuk    meminumnya.

Kemudian mereka menyalibnya. Kemudian mereka duduk di sana menjaganya dan   meletakkan   di   atas   kepalanya   suatu   tuduhan   yang   tertulis:   Ini      adalah Yasu',    penguasa    Yahudi.    Mereka     benar-benar     menyalibnya      bersama     Yasim. Salah   seorang   dari   keduanya   di   sebelah   kanannya   dan   yang   lain   di   sebelah kirinya. Lalu orang-orang yang lewat di tempat itu mencelanya dan berkata, "wahai yang menghancurkan tempat sembahan dan yang membangunnya pada tiga   hari,   selamatkanlah      dirimu   dan   jika  engkau    adalah    anak   Allah,   maka turunlah dari tempat penyaliban itu." Demikianlah sebahagian riwayat kaum Masehi tentang proses penyaliban serta penafsiran      mereka     berkaitan     dengannya.      Kami     telah   menukilnya      tanpa memperhatikan tentang catatan yang terdapat dalam Injil Mata yang terbaru, yaitu ia merupakan catatan yang paling baik dalam bentuknya yang terkumpul dari   ulama-ulama   mereka   dan   tokoh-tokoh   agama   Masehi   sehingga   ia   lebih mudah      untuk    difahami     dan   lebih   sederhana.  

 Kami    telah   mengemukakan sebahagiannya kepada Anda dalam halaman-halaman ini. Sementara   itu,   dalam   akidah   Islam   disebutkan   suatu   riwayat   yang   berbeza dengan   riwayat   yang   ada   dalam   Injil-Injil   yang   terdapat   sekarang,   baik   yang berhubungan dengan kehidupan akhir yang dialami oleh Isa mahupun tabiat Isa yang     merupakan      sumber     perselisihan    setelah    pengangkatannya.        Al-Quran al-Karim menceritakan bahawa Allah SWT tidak menghendaki Bani Israil untuk membunuh   Isa   atau   menyalibnya   tetapi   Allah   SWT   menyelamatkannya   dari kekufuran      mereka     lalu  mengangkatnya        di  sisi-Nya.   Mereka     tidak  berhasil membunuhnya   dan   tidak   berhasil   menyalibnya   tetapi   ia   diserupakan   seperti orang-orang di antara mereka. Allah SWT berfirman: "Dan   kerana  ucapan   mereka:   'Sesungguhnya   kami telah membunuh al-   Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula   menyalibnya,   tetapi   yang   mereka   bunuh   ialah   orang   yang   diserupakandengan     Isa  bagi   mereka.    Sesungguhnya      orang-orang     yang    berselisih   faham tentang (pembunuhan) Isa, benar- benar dalam keraguan tentang yang dibunuh itu.   Mereka    tidak   mempunyai       keyakinan    tentang    siapa   yang   dibunuh     itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahawa yang mereka      bunuh     itu   adalah    Isa.   Tetapi    (yang    sebenarnya),     Allah    telah mengangkat Isa kepadanya." (QS. an-Nisa': 157-158) Dan Allah SWT juga berfirman: "(Ingatlah),     ketika    Allah   berfirman:      'Hai   Isa,  sesungguhnya       Aku    akan menyampaikan   kamu   pada   akhir   ajalmu   dan   mengangkat   kamu   kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir. " (QS. Ali 'Imran: 55) Para ulama-ulama Islam sepakat atas hal itu dan mereka berselisih pendapat tentang      cara   beragumentasi       terhadap     apa   yang    mereka     yakini   sebagai kebenaran. Sebahagian mereka meyakini nas-nas Al-Quran saja yang menyebut tentang   Isa   al-Masih   dan   mereka   tidak   mendukungnya   atau   memperkuatnya dengan kitab-kitab lain selain Al-Quran. Kedua metode tersebut memiliki titik kekuatan tersendiri. Orang yang berpegangan dengan pendapat yang pertama mengatakan       bahawa     Nabi   melarang    untuk    membahas      kitab-kitab    pegangan kaum   Yahudi   dan   kaum   Nasrani.   Bagi   kaum   itu   agama   mereka   dan   bagi   kita agama kita dan hanya Allah SWT yang akan memutuskan segala perselisihan di antara kita pada hari kiamat.

Sedangkan orang-orang yang berpegangan dengan cara yang kedua mengatakan bahawa   larangan   Nabi   tersebut   terjadi   pada   permulaan   masa   Islam   di   mana kaum Muslim sangat dekat dengan masa jahiliah. Nabi memerintahkan mereka agar    tidak   disibukkan    dengan     kitab-kitab   lain   selain  kitab   mereka,     yakni Al-Quran.   Yang   demikian   ini   dimaksudkan   agar   mereka   memiliki   akidah   yang kuat dan keyakinan mereka benar- benar tertanam dalam diri mereka, Tetapi ilmu    dan   pandangan      ilmiah   menetapkan    bahawa     seorang   yang    alim  harus banyak   menggali   kitab-   kitab   kuno   dalam   rangka   mengetahui   kebenaran   dan jika   ia   mendapati   sesuatu   yang   sesuai   dengan   apa   yang   didapatinya   dengan kebenaran,      maka    hatinya   akan    lebih  merasa    tenang    dan   damai.    Berkaitan dengan   kelompok   yang   pertama   yang   merasa   cukup   dengan   Al-Quran,   kita tidak menemukan perincian-perincian yang mendalam berkenaan dengan usaha penangkapan   Isa,   bagaimana   proses   pengangkatannya   ke   langit,   di   mana   Isa diserupakan       dengan     salah seorang    di   antara    mereka,      bagaimana      dia diserupakan       dengan    salah    seorang    di  antara    mereka.     Allah    SWT    telahmenyerupakannya dengan salah seorang di antara mereka sedangkan Nabi Isa diangkat      ke   langit.

  Demikianlah      penjelasan     singkat    mereka,     tidak    ada penambahan lagi. Sedangkan kelompok yang kedua, mereka melontarkan kisah secara    lengkap.    Mereka     mengatakan      bahawa     Allah   SWT   menyerupakan        Isa dengan Yahuda. Yahuda ini adalah Yahuda al- Askhariyutha yang menurut Injil ia   menjualnya      kepada    musuh-musuhnya        dan    menunjukkan      kepada     mereka tentang keberadaannya. Ia adalah seorang muridnya yang terpilih. Demikian ini sesuai   dengan   Injil   Barnabas   di   mana   disebutkan   di   dalamnya:   "Ketika   para tentera mendekat bersama Yahuda di tempat yang di situ terdapat Yasu', maka Yasu'   mendengar   kedatangan   segerombolan   orang   yang   menuju   tempatnya. Oleh   kerana   itu,   ia   segera   pergi   ke   rumah   dalam   keadaan   takut.   Di   dalam rumah itu terdapat sebelas orang yang tidur. Ketika Allah melihat bahaya akan mengancam   hamba-Nya,   maka   Dia   memerintahkan   Jibril,   Mikail,   dan   Rafail (Israfil), serta Idril (Izrail) yang mereka semua adalah para utusan- Nya untuk mengambil   Yasu'   dari   dunia.   Lalu   datanglah   malaikat-malaikat   yang   suci   di mana   mereka   mengambil   Yasu'   dari   pintu   yang   dekat   dengan   arah   selatan. Mereka membawanya dan meletakkannya di langit yang ketiga dengan disertai para   malaikat   yang   selalu   bertasbih   kepada   Allah   selama-lamanya.   Yahuda masuk secara paksa ke kamar yang di situlah Yasu' diangkat ke langit.

Saat itu murid-murid sedang tidur semuanya, lalu Allah mendatangkan keajaiban yang luar biasa di mana Yahuda berubah cara berbicaranya dan juga wajahnya. Ia sangat   mirip   sekali   dengan   Yasu'   sehingga   kami   mengiranya   Yasu'.   Adapun   ia (Yahuda) setelah membangunkan kami, ia mencari-cari di mana si guru berada. Oleh   kerana   itu,   kami   merasa   heran   dan   kami   menjawab,   "bukankah   engkau wahai   tuanku   guru   kami,   apakah   sekarang   engkau   telah   melupakan   kami?" Demikianlah kisah yang terdapat dalam Injil Barnabas. Allah SWT berfirman: "Al-Masih     putera    Maryam     itu  hanyalah     seorang    rasul   yang   Sesungguhnya telah   berlalu   sebelumnya   beberapa   rasul,   dan   ibunya   seorang   yang   sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan." (QS. al-Maidah: 75) Para   ulama   berkata,   "Al-Masih   dinamakan   al-Masih   kerana   ia   mengusap   bumi dan membersihkannya serta usahanya untuk menyelamatkan agama dari fitnah di    zaman     itu   kerana    saking    hebatnya     kebohongan       orang-orang      Yahudi kepadanya   dan   bagaimana   usaha   mereka   untuk   menciptakan   dusta   padanya dan   kepada   ibunya   as."   Banyak   ulama   yang   meriwayatkan   tentang   kesucian spirituil   dari   Nabi   Isa.   Abu   Hurairah   meriwayatkan   dari   Nabi   bahawa   beliau menceritakan   tentang   al-Masih   sebagai   berikut:         "Isa   melihat   seorang   lelaki yang mencuri lalu ia berkata: "Wahai si fulan apakah engkau mencuri?" Orang itu berkata: "Tidak, demi Allah aku tidak mencuri," Isa berkata: "Aku beriman kepada      Allah   SWT   dan    penglihatanku      telah   berbohong."   

 Ini  menunjukkankesucian rohani Isa di mana ia lebih memilih sumpah orang itu atas apa yang disaksikannya. Ia membayangkan bahawa orang tersebut tidak akan bersumpah dan membawa nama Allah SWT yang Maha Besar lalu ia berdusta sehingga ia menerima penyataannya dan ia kembali kepada dirinya sendiri sambil berkata: "Aku beriman kepada Allah SWT, yakni aku mempercayaimu dan mataku telah berbohong kerana engkau telah bersumpah." Ada riwayat lagi yang mengatakan bahawa suatu hari Nabi Isa berjalan bersama sahabatnya dan mereka melewati bangkai   anjing   yang   busuk   baunya,   lalu   sahabat-sahabat   Isa   sangat   terpukul dan    sangat   menderita     dengan    bau   anjing   itu.  Melihat    sikap  mereka,     Isa berkata: "Lihatlah betapa putih giginya." Isa ingin mengajari manusia bagaimana mereka menghadapi keburukan di mana Nabi    Isa  menekankan       agar   mereka    lebih   melihat    kepada    keindahan     dan kebaikan.     Dakwah     Nabi   Isa  merupakan     puncak    dari  ketinggian    rohani   dan idealisme     yang   mengagumkan       di  mana    Beliau   lebih  menekankan      kebaikan daripada   keburukan.   Rasulullah   berkata:   "Semua   para   nabi   adalah   saudara, agama mereka satu sedangkan mereka dilahirkan dari berbagai macam ibu dan aku adalah manusia yang utama begitu juga Isa bin Maryam di mana tidak ada nabi   setelahku   dan   sesudahnya."   Dalam   berbagai   riwayat   disebutkan   bahawa Nabi Isa akan turun pada akhir zaman. Islam sangat memberikan penghormatan kepada Isa yang sesuai dengan kedudukannya sebagai salah satu nabi ulul azmi yang    besar.   Islam   menamakannya        Rasulullah   dan   Kalimatullah     yang   telah diberikan kepada Maryam. Allah SWT berfirman:

"Wahai   ahli   Kitab,   janganlah   kamu   melampaui   batas   dalam   agamamu,   dan janganlah       kamu     mengatakan      terhadap      Allah    kecuali    yang     benar. Sesungguhnya al-Masih Isa putera Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang terjadi    dengan)    kalimat-Nya     yang   disampaikan-Nya       kepada    Maryam,     dan (dengan      tiupan)     roh   dari-Nya. 

 Maka     berimanlah      kepada     Allah    dan rasul-rasul-Nya       dan    janganlah     kamu     mengatakan:       '(Tuhan    itu)   tiga.' Berhentilah   dari   ucapan   itu.   (Itu)   lebih   baik   bagimu.   Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci dari mempunyai anak, segala yang di langit dan     di  bumi     adalah    kepunyaan-Nya.        Cukuplah     Allah    untuk    menjadi Pemelihara. Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat malaikat yang terdekat (kepada Alah). Barang siapa   yang   enggan   dari   menyembah-Nya   dan   menyombongkan   diri,   nanti Allah   akan   mengumpulkan   mereka   semua   kepadanya.   Adapun   orang-orang yang   beriman   dan   berbuat   amal  soleh,   maka  Allah   akan   menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebahagian dari kurnia- Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyeksa       mereka     dengan    seksaan    yang   pedih,    dan   mereka    tidak   akanmemperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari Allah. " (QS. an-Nisa': 171- 173) Ibnu   Katsir   berkata   dalam   Qhisasul   Anbiya': Para   pengikut   Nabi Isa   berselisih pendapat setelah Nabi Isa diangkat ke langit. Sebahagian mereka mengatakan, di tengah-tengah kita ada hamba Allah SWT dan rasul-Nya (Ariyus). Sebahagian lagi mengatakan, dia adalah Allah. Yang lain lagi mengatakan, dia adalah anak Allah.   Mereka   berselisih   pendapat   tentang   Injil   yang   menyebutkan   berbagai kebohongan   di   mana   terdapat   di   dalamnya   penambahan,   pengurangan,   dan pergantian.     

Al-Quran    al-  Karim   telah   membahas       persoalan    ketuhanan.     Ia menjelaskan   bahawa   Allah   SWT   Maha   Suci   dari   segala   sekutu   dan   anak   dan segala   hal   yang   menyerupai-Nya   serta   segala   bentuk   ingkarnasi,   kejauhan, kedekatan dan pencapaian pandangan mata. Allah SWT berfirman: "Katakanlah:       "Dia-lah   Allah,   Yang    Maha  Esa.'Allah   adalah     Tuhan    yang bergantung   kepadanya   segala   sesuatu.   Dia   tidak   beranak   dan   tiada   pula diperanakkan,   dan   tidak   ada   seorang   pun   yang   setara   dengan   Dia.   "   (QS. al-Ikhlash: 1-4) Dan tentang Isa as Allah berfirman: "Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah,   kemudian   Allah   berfirman   kepadanya:   'Jadilah'   (seorang   manusia), maka jadilah ia." (QS. Ali 'Imran: 59) "Mereka   (orang-orang   kafir)       berkata:    Allah   mempunyai   anak.'   Maha   Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua   tunduk       kepadanya.     Allah   Pencipta   langit   dan   bumi,    dan   bila   Dia berkehendak         (untuk      menciptakan)        sesuatu,     maka      (cukuplah)     

Dia mengatakan kepadanya: 'Jadilah', lalu jadilah ia." (QS. al-Baqarah: 116-117) "Orang-orang       Yahudi    berkata:   

'Uzair   itu  putera    Allah'   dan   orang-orang Nasrani berkata: Al-Masih itu putera Allah.' Demikian itulah ucapan mereka dengan      mulut     mereka,      mereka     meniru     perkataan      orang-orang      kafir terdahulu.      Mereka      di  laknat    oleh    Allah;    bagaimana      mereka     sampai berpaling?" (QS. Al-Aubah: 30) Nas tersebut mengisyaratkan akidah orang-orang Mesir dan orang-orang seperti mereka dari umat-umat yang terdahulu di mana akidah mereka terfokus padakeyakinan      penyaliban      Isa,  tentang    tebusan     dan   kebangkitan      Tuhan    yang disembelih       serta    penentangannya         terhadap      para    pengikutnya       setelah kematiannya. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya telah kafilah orang-orang yang berkata: 'Sesungguhnya Allah itu   ialah   al-Masih   putera   Maryam.'   Katakanlah:   'Maka   siapakah   (gerangan) yang      dapat     menghalang-halangi          kehendak       Allah,     jika    Dia    hendak membinasakan         al-Masih    putera    Maryam      itu  berserta    ibunya    dan    seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?' Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang   dihehendaki-Nya.   Dan   Allah   Maha   Kuasa   atas   segala   sesuatu."   (QS. al-Maidah: 17) "Sesungguhnya   kafirlah   orang-orang   yang   mengatakan:   Allah   salah   seorang dari   yang   tiga,'   padahal   sekali-kali   tidak   ada   selain   dari   Tuhan   Yang   Esa." (QS. al-Maidah: 73)

Demikianlah Al-Quran al-Karim menyebutkan sikap berbagai aliran yang saling berlawanan         yang     tumbuh      setelah      pengangkatan        al-Masih.     Al-Quran menjelaskan bahawa al-Masih adalah hamba Allah SWT dan seorang rasul yang diutus kepada Bani Israil. Kata hamba dan rasul adalah kata yang sangat jelas ertinya,   adapun   yang   dimaksud   dengan   al-Kalimah   dan   ar-   Roh,   maka   kedua kata   tersebut   perlu   dijelaskan.   Kaum   Muslim   memahami   bahawa   al-Kalimah adalah     petunjuk    Allah   SWT    yang   diberikan-Nya      kepada    Maryam     sedangkan ar-Roh   adalah     menunjukkan   atau   mengisyaratkan   kepada   Roh   Kudus,   yaitu Jibril as. Allah SWT telah menguatkannya atau menguatkan Nabi Isa dengan roh yakni Jibril: "Dan     (ingatlah)    ketika    Aku    dukung     kamu     dengan      Ruhul    Kudus."     (QS. al-Maidah: 110) Setelah mengemukakan keyakinan kaum Masehi tentang karakter Nabi Isa dan akhir   dari   kehidupannya   dan   setelah   menjelaskan   kebenaran   yang   Allah   SWT ceritakan kepada kita tentang karakter tersebut dan akhir dari kehidupan yang dialami   oleh   Nabi   Isa,   kita  ingin   mengetahui   apa   yang   harus   dilakukan   olehkaum     Muslim    dalam   hubungan     mereka     dengan    orang-orang     Masehi    serta keyakinan mereka.

Read More

Minggu, 12 April 2026

Kesaksian Nabi Isa dan ketundukannya kepada Allah SWT

 Kesaksian Nabi Isa dan ketundukannya kepada Allah SWT

Allah SWT ingin menyingkap dan memberitahu manusia dalam Kitab-Nya yang terakhir bahawa Nabi Isa terlepas dari berbagai macam tuduhan, dan apa saja yang   dilakukan   kaumnya   sepeninggalannya.   

Kesaksian Nabi Isa dan ketundukannya kepada Allah SWT


Konteks   Al- Quran   menunjukkan tentang   peristiwa   ghaib   yang   belum   terjadi meskipun   akan   terjadi   pada   hari kiamat. Oleh kerana itu, Al-Quran menyampaikannya dalam bentuk fi'il madhi (kata kerja bentuk lampau). Al-Quran menyampaikan berita ghaib ini kepada penduduk dunia agar mereka mengetahui hakikat Isa bin Maryam. Allah   SWT   bertanya   kepadanya   dan   Isa   bin   Maryam   menjawab.   Sebagai   nabibesar, Isa tidak menjawab kecuali setelah ia mengatakan: 'Maha Suci Engkau ya Allah.' Sebelum menjawab, Isa memulai dengan tasbih dan menyucikan Allah SWT.   Nabi   Isa   menampakkan   kepatuhan   dan   ketundukan   kepada   kemuliaan Allah SWT dan rasa takut terhadap azab- Nya. Qurthubi menyampaikan dalam tafsirnya: "Ketika Allah SWT berkata kepada Isa, apakah engkau berkata kepada manusia jadikanlah     aku   dan   ibuku    tuhan   selain   Allah,   maka    Isa  tampak    gementar terhadap perkataan itu sehingga ia mendengar rintihan dari tulang-tulangnya di   dalam   jasadnya   lalu   ia   berkata:   'Maha   Suci   Engkau,   tidaklah   patut   bagiku mengatakan        apa   yang   bukan    hakku    (mengatakannya).       Tidak    mungkin     aku memutuskan         sesuatu    yang    tidak    aku    miliki,   yang    diriku   tidak    dapat melakukannya. Aku hanya seorang hamba, bukan seorang yang disembah: Jika aku pernah mengatakannya maha tentulah Engkau telah mengetahuinya.

Demikianlah   Nabi   Isa   menyampaikan   jawapannya   kepada   Allah   SWT   dan   ia mengembalikan   sesuatu   kepada   Allah   SWT.   Dan   Allah   SWT   Maha   Mengetahui terhadap apa yang dikatakannya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan    aku   tidak   mengetahui     apa   yang   ada   pada   diri  Engkau.   Yakni,   Engkau mengetahui apa   yang   aku   sembunyikan   sedangkan   aku   tidak   mengetahui apa yang engkau sembunyikan. Engkau mengetahui rahsiaku dan apa yang terlintas dalam   hatiku   dan   aku   tidak   mengetahui   apa   yang   Engkau   sembunyikan   dari ilmu   ghaib-Mu.   Sesungguhnya   Engkau   Maha   Mengetahui   perkara   yang   ghaib. Hanya Engkau yang tahu terhadap hal-hal yang ghaib. Hanya Engkau yang tahu terhadap apa yang terjadi di tengah-tengah mereka setelah Engkau angkat aku dari   bumi:   'Aku   tidak   pernah   mengatakan   kepada   mereka   kecuali   apa   yang Engkau     kepadaku      (mengatakan)nya     yaitu:   'Sembahlah     Allah,   Tuhanku,     dan Tuhanmu.' Demikianlah kalimat-kalimat yang disampaikan oleh Isa bin Maryam.

 Dia hanya mengajak        manusia      untuk     hanya     menyembah        Allah    SWT     dan     tidak menyekutukan-Nya:        Dan   aku   menjadi     saksi  terhadap     mereka,     selama    aku berada di antara mereka. Sesungguhnya   Engkau   mengawasi   mereka   saat   aku   tinggal   di   tengah-   tengah mereka      dan   mengajak     mereka     ke  jalan   yang   benar.   Maka    setelah   Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Al-Wafat dalam Kitab Allah mempunyai         tiga   bentuk:    Pertama,      wafat    dalam     pengertian      kematian, sebagaimana firman Allah SWT:

"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya." (QS. az-Zumar: 42) Yakni     ketika    tercabutnya      ajal.   Kedua,     bahawa     wafat     adalah    tidur, sebagaimana firman Allah SWT: "Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari. " (QS. al-An'am: 60) Yakni     yang    menidurkan       kalian.   Ketiga,    wafat     berarti    pengangkatan, sebagaimana firman Allah SWT: "Hai Isa, sesungguhnya Aku yang menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku. " (QS. Ali 'Imran: 55) Demikianlah Isa terbebas dari apa yang mereka katakan dan apa yang mereka nisbatkan   kepadanya.   Isa   mengumumkan   bahawa   dakwahnya   tidak   lebih   dari sekadar   ajakan   untuk   bertauhid   dan   tidak   keluar   dari   kerangka   Islam   yang diakui oleh pengikutnya. Kemudian Isa kembali menyampaikan pembicaraannya dan meminta belas kasihan kepada Allah SWT: Jika Engkau menyeksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Tidak seorang pun dari makhluk  yang   mempunyai      kekuasaan     di  atas-Mu    dan   tidak   ada   Pencipta selain-Mu.   Maha   Suci   Engkau   dan   tiada   sekutu   bagi-Mu   dalam   kerajaan   dan kekuasaan. Pada akhirnya, mereka adalah hamba-Mu dan seorang hamba tidak memiliki   apa-apa   di   hadapan   tuannya   kecuali   kepatuhan:        Dan   jika   Engkau mengampuni   mereka,   maka   sesungguhnya   Engkaulah   Yang   Maha   Perkasa   lagi Maha Bijaksana.' Isa   tidak   mengatakan   jika   Engkau   mengampuni   mereka,   maka   Engkau   Maha Pengampun   dan   Maha   Pengasih. Jadi, jawapan   Isa   terfokus   pada   penyerahan diri    dan   kepatuhan      serta    tunduk    kepada     kemuliaan      Allah   SWT     dan kebesaran-Nya.  

Para   pengikut   Nabi   Isa   adalah   hamba-hamba   Allah   SWT   yang patuh. Jika Allah SWT berkehendak, maka Dia akan menyeksa mereka sesuai dengan seksaan yang layak mereka terima, dan jika Dia berkehendak, maka Dia akan   mengampuni   mereka   kerana   Dia   mengetahui          kerana    mereka   memang layak  untuk  mendapatkan   ampunan. Dengan   penyerahan   yang   mutlak  ini, Isa menyampaikan   jawaban   atas   pertanyaan   Allah   SWT   dan   beliau   berlepas   diri dari apa yang dikatakan oleh kaumnya sepeninggalannya. Isa menyampaikan - pada awal pembicaraannya - bahawa hanya Allah SWT yang patut disembah, dan pada akhir pembicaraannya Isa menyampaikan penyerahan dirinya kepada Allah   SWT.    Allah  berfirman:    'Ini  adalah  suatu   hari  yang   bermanfaat     bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Allah SWT memuji ketulusan Isa, dan kerana dialog tersebut terjadi pada hari kiamat, Allah SWT berfirman: "Hari ini adalah hari kiamat di mana orang-orang yang benar akan dapat mengambil manfaat dari kebenaran mereka di dunia. Kebenaran      mereka   di  sana   akan   mereka   temukan     balasannya   yang   berupa rahmat di sini. "Bagi mereka syurga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka   kekal   di   dalamnya   selama-   selamanya;   Allah   redha   terhadap   mereka dan mereka pun redha terhadap-Nya. " Demikianlah   balasan   orang-orang   yang   benar,   syurga.   Dan   ada   balasan   yang lebih baik dari syurga, yaitu kepuasan (redha) seorang hamba terhadap Allah SWT dan keredhaan Allah SWT terhadap hamba. Pengertian kepuasan seorang hamba      adalah   kegembiraannya      terhadap    penyembahan       kepada    Allah  SWT sedangkan      pengertian    keredhaan     Allah   SWT terhadap     hamba-Nya     adalah rahmat yang diberikan-Nya kepada mereka: Itulah keberuntungan yang paling besar.'    Setelah   itu  Allah   SWT,   memberitahukan       hakikat    Isa  dan   seluruh nabi-Nya: "Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya;      dan   Dia  Maha    Kuasa   atas   segala   sesuatu."   Allah   SWT   adalah Penguasa      satu-satunya    dan   Dia  Pencipta    satu-satunya.     Selain-Nya   adalah hamba.

Read More