Perbedaan pendapat tentang azab kubur
Madzhab
Ahlussunnah menetapkan adanya adzab kubur, sebagaimana telah kami sebutkan. Berbeda dengan Khawarij dan mayoritas
Mu'tazilah serta sebagian Murji'ah, yang mereka menafikan adanya adzab
kubur”.Al Mulla Ali Al Qarirahimahullah mengatakan:“Hadits-hadits tentang adzab
kubur sangat banyak riwayatnya, dan mencapai
level mutawatir dari segi makna. Ahlussunnah sepakat tentang adanya
adzab kubur. Berbeda dengan sebagian ahlul bid'ah”.
Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:
“Ketahuilah, madzhab salaful ummah dan para imamnya adalah meyakini
bahwa mayit ketika meninggal ia akan mendapatkan nikmat atau diberi adzab (di
alam kubur). Dan itu akan dirasakan oleh ruh dan badannya. Dan ruh akan tetap
ada setelah berpisah dengan badan, dalam keadaan ruh tersebut mendapat nikmat
atau mendapat adzab. Dan terkadang ruh itu bersambungan dengan badannya, sehingga ketika itu ruh
dan badan keduanya merasakan 79 Syarhu Shahih Muslim karya An Nawawi, 17/322 80
Abul Hasan Ali bin Sulthan Muhammad Al Qari, seorang ulama Hanafiyah. “Al
Mulla” adalah julukan penghormatan
yang biasanya diberikan kepada ulama atau tokoh-tokoh penting, yang
biasa digunakan oleh orang Afghanistan, Bukhari
dan Parsi. Ali Al Qari lahir di Harrah (Afghanistan) namun tinggal di kota
Makkah. Beliau pakar di bidang fikih,
hadits, ushul fikih dan tafsir. Wafat pada tahun 1014H. 81 Syarhu Musnadi Abi Hanifah, halaman
368
nikmat
atau adzab”82. Syaikh Muhammad bin
Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan: “Adzab kubur itu benar adanya,
sebagaimana ditegaskan di dalam as-Sunnah dan
zahir dari ayat-ayat
Al Qur'an, serta
ijma' ulama kaum
Muslimin. Sehingga ada tiga jenis dalil yang mendasarinya. Adapun
dalil dari as-Sunnah
adalah sabda Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam: “Mintalah perlindungan kepada Allah dari
adzab kubur!
Mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur!
Mintalah perlindungan kepada Allah dari
adzab kubur!Adapun dalil ijma',
yaitu para ulama
sepakat menganjurkan untuk membaca doa berikut ini dalam shalat: “Aku meminta perlindungan kepada Allah dari
adzab Jahannam dan dari adzab kubur .
Sampai-sampai orang
awam yang bukan
ahlul ijma' juga
menyepakati hal ini. Adapun zahir dari ayat Al Qur'an, semisal firman
Allah ta'ala (yang artinya) : “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan
petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat):
“Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras ” (QS. Ghafir: 46)”86. 82
Majmu' Al Fatawa Syaikhil Ibni Taimiyah, 4/284 83 Abu Abdillah Muhammad bin Shalih bin Muhammad
bin Sulaiman Al-'Utsaimin, seorang pakar fikih dan ulama besar Ahlussunnah di abad 20. Dilahirkan di kota
Unaizah Saudi Arabia. Beliau pernah menjabat sebagai ketua Hai'ah Kibarul Ulama di zamannya. 84 Dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahih At
Targhib, hadits no. 3558 85 HR. Al
Bukhari no.1377, Muslim no.588, dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu'anhu 86
Majmu' Fatawa war Rasail Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin,
17/433-434
Nukilan-nukilan di
atas secara jelas
menunjukkan bahwa para
ulama Ahlussunnah ijma' (sepakat)
dalam mengimani adanya
alam kubur, nikmat kubur, adzab kubur dan fitnah kubur.
Tidak ada keraguan di dalamnya sama sekali.






