Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 16 Agustus 2026

The story of prophet Saleh A.S

 The story of prophet Saleh A.S

Allah sent Prophet Saleh A.S. to the people of Thamud, who lived in the region of Al-Hijr. Allah mengutus Nabi Saleh A.S. kepada kaum Tsamud, yang tinggal di daerah Al-Hijr.

The people of Thamud were highly skilled in carving beautiful homes into the mountains. Kaum Tsamud sangat ahli dalam memahat rumah-rumah yang indah di gunung-gunung batu.

The story of prophet Saleh A.S


Despite their blessings, they turned to idolatry and lived in arrogance and sin. Meskipun dikaruniai banyak kenikmatan, mereka berpaling pada penyembahan berhala dan hidup dalam kesombongan serta dosa.

Prophet Saleh A.S. called on them to worship Allah alone and leave their evil ways. Nabi Saleh A.S. menyeru mereka untuk menyembah Allah saja dan meninggalkan perbuatan buruk mereka.

The disbelievers demanded a miracle to prove his prophethood, asking for a giant she-camel to emerge from a solid rock. Orang-orang kafir menuntut sebuah mukjizat untuk membuktikan kenabiannya, yaitu meminta seekor unta betina raksasa keluar dari batu karang yang padat.

By Allah's permission, a miraculous she-camel came out from the rock as a clear sign. Atas izin Allah, seekor unta betina yang ajaib keluar dari batu tersebut sebagai bukti yang nyata.

Saleh warned his people to treat the camel kindly and share their water supply with her on alternate days. Saleh memperingatkan kaumnya untuk memperlakukan unta itu dengan baik dan berbagi sumber air dengannya secara bergantian setiap hari.

However, the rebellious leaders of Thamud plotted together and brutally killed the sacred camel. Namun, para pemimpin Tsamud yang pembangkang bersekongkol dan membunuh unta suci tersebut secara kejam.

Saleh informed them that Allah's punishment would arrive within three days. Saleh memberitahu mereka bahwa azab Allah akan datang dalam waktu tiga hari.

On the fourth morning, a deafening earthquake and a terrible blast destroyed the whole city. Pada pagi hari keempat, gempa bumi yang dahsyat dan suara gemuruh yang mengerikan menghancurkan seluruh kota.

The disbelievers perished instantly, while Prophet Saleh A.S. and his faithful followers were saved by Allah. Orang-orang kafir binasa seketika, sedangkan Nabi Saleh A.S. dan para pengikutnya yang beriman diselamatkan oleh Allah.

Read More

adakah pertanyaan didalam kubur

 Pertanyaan di alam kubur

DALIL IJMA      Akidah tentang adanya alam kubur, adanya adzab kubur, adanya nikmat kubur,  adanya  pertanyaan  Malaikat  di  alam  kubur,  adalah  akidah  yang disepakati   oleh   para   ulama  Ahlussunnah,   tidak   ada khilafiyah  di  antara Hadits tentang pertanyaan dialam kubur mereka. Yang   menyelisihi   mereka   adalah   ahlul   bid'ah   dari   kalangan Qadariyah, Mu'tazilah dan Khawarij. Abdullah bin Abbas radhiallahu'anhu, beliau mengatakan:

Pertanyaan di alam kubur


 “Umar bin Khathab radhiallahu'anhu pernah berkhutbah: Rasulullah     Shallallahu'alaihi Wasallam dahulu menerapkan rajam, maka kami pun    menerapkan rajam sepeninggal beliau.

Ketahuilah, akan ada sekelompok orang setelah kalian yang mendustakan hukuman rajam, mendustakan adanya  Dajjal, mendustakan adanya syafa'at, mendustakan adanya adzab kubur, dan    mendustakan adanya manusia yang akan dikeluarkan dari neraka setelah  mereka hangus terbakar di neraka”. Dari Abdullah bin ad-Danaaj rahimahullah, ia mengatakan: “Aku pernah bertemu dengan Anas bin Malik radhiallahu'anhu. Ketika itu 59 Diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam Musnad Ahmad (no. 156), didhaifkan oleh Syaikh Syu'aib Al Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad. Beliau mengatakan: “sanadnya lemah”.                                -

 ada seorang lelaki yang berkata: wahai Abu Hamzah, ada sekelompok orang     yang mendustakan adzab kubur! Anas bin Malik berkata: jangan kalian bermajelis dengan mereka!” Dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu'anhu, ia berkata:  “Sesungguhnya kalian kelak akan didudukkan di dalam kubur kalian. Lalu malaikat akan bertanya: siapa anda. Jika yang ditanya adalah seorang   Mukmin, ia akan menjawab: aku adalah hamba Allah dalam keadaan hidup     atau mati, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah  kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan   Rasul-Nya. Seketika itu diluaskan kuburnya sesuai kehendak Allah. Ia pun  bisa melihat tempat tinggalnya di surga dari dalam kuburnya. Lalu turunlah                     pakaian dari surga yang akan dipakainya.     Adapun jika yang ditanya adalah orang kafir, ketika ditanya: siapa anda? Orang itu menjawab: saya tidak tahu, saya tidak tahu, sampai 3x. Seketika itu Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Itsbatu 'Adzabil Qabri karya Al Baihaqi, 1/236  disempitkan kuburnya sampai copot semua persendiannya dan saling  bersinggungan satu sama lain. Lalu didatangkan ular-ular dari sisi kuburnya, yang mematuk dan memakannya. Jika ia teriak kesakitan, maka akan dipakaikan penutup kepala dari besi panas padanya”.Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah dalam matan Ushulus Sunnah beliau mengatakan: “(Di antara prinsip akidah yang kami yakini adalah) mengimani adanya   adzab kubur, dan bahwasanya umat ini akan diuji di dalam kuburnya, serta ditanya tentang iman, Islam, siapa Rabb-nya, dan siapa Nabinya. Dan ia akan   didatangi oleh malaikat Munkar dan Nakir, dengan cara yang sesuai dengan kehendak Allah” Imam Abul Hasan Ali bin Isma’il Al Asy’ari rahimahullah berkata: Diriwayatkan oleh Ath Thabari dalam Tahdzibul Atsar (184). 62  Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hambal Asy Syaibani, seorang imam besar Ahlussunnah dari Iraq. Tokoh besar dalam bidang fikih dan hadits. Kepada diri beliaulah madzhab Hambali dinisbatkan. Musnad Ahmad adalah salah  satu karya beliau yang fenomenal dan dipelajari kaum Muslimin seluruh dunia hingga sekarang. Beliau wafat pada tahun 241H. 63 Matan Ushulus Sunnah Imam Ahmad, poin 8 dan 9 64  Ali bin Ismail bin Abi Basyar, kuniyah-nya adalah Abul Hasan. Ulama yang dinisbatkan kepadanya pemahaman  Asy'ariyah. Walaupun beliau tidak meninggalkan pemahaman tersebut dan rujuk kepada akidah salaf. Beliau memiliki nasab yang sampai kepada Abu Musa Al Asy'ari radhiallahu'anhu. Beliau wafat pada tahun 260H.                                  

   “Para ahlul bid’ah (yaitu mu’tazilah dan qadariyah), mengingkari syafa’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap orang-orang yang memiliki  dosa. Mereka menolak riwayat-riwayat dari generasi salaf terdahulu. Mereka    juga menolak kebenaran akan adanya adzab kubur dan bahwa orang kafir diadzab di dalam kubur mereka. Padahal para sahabat dan tabi’in radhiallahu’anhum ajma’iin telah bersepakat tentang hal ini”  Al Lalika'i66 rahimahullah membuat judul bab: “Hadits-hadits yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam  bahwa kaum Muslimin ketika sudah berada di dalam lubang kuburnya, maka    ia akan ditanya oleh Munkar dan Nakir. Dan bahwa adzab kubur itu benar adanya, dan mengimaninya adalah suatu kewajiban”67.  Imam Abu  Ja'far Ath Thahawi68  rahimahullah  dalam  matan Al  Aqidah Ath Thahawiyah beliau mengatakan: “(Kami mengimani) adanya adzab kubur bagi orang yang memang berhak  Al Ibanah, halaman 4 66  Abul Qasim Hibatullah bin al-Hasan Ath Thabari.

Ulama dari Baghdad yang lebih dikenal dengan nama al-Lalika'i.Seorang ulama hadits, mufti, dan imam Ahlussunnah dari mazhab Syafi'i. Wafat pada tahun 418H. 67  Syarhu Ushuli Aqidati Ahlissunnah wal Jama'ah, 6/1199 68  Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad bin Salamah ath-Thahawi, seorang ulama madzhab Hanafi dari desa Thaha di Mesir. Seorang ahli fikih dan ahli hadits. Dikenal dengan kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang menjelaskan prinsip-prinsip   akidah Ahlussunnah. Beliau wafat pada tahun 321H.

Read More

Sabtu, 15 Agustus 2026

The story of prophet Hud

 The story of prophet Hud

Allah sent Prophet Hud A.S. to the people of ‘Ad, who lived in a region known as Al-Ahqaf in Yemen.Allah mengutus Nabi Hud A.S. kepada kaum ‘Ad, yang tinggal di wilayah yang dikenal sebagai Al-Ahqaf di Yaman.



The people of ‘Ad were blessed with great physical strength and built magnificent, lofty buildings.Kaum ‘Ad dikaruniai kekuatan fisik yang besar dan membangun bangunan-bangunan yang megah dan tinggi.

However, they became arrogant due to their wealth and power, and began worshiping idols instead of Allah.Namun, mereka menjadi sombong karena kekayaan dan kekuasaan mereka, dan mulai menyembah berhala, bukan Allah.

Prophet Hud A.S. preached to them with patience, asking them to believe in one God and seek forgiveness.Nabi Hud A.S. berdakwah kepada mereka dengan sabar, meminta mereka untuk beriman kepada Tuhan Yang Satu dan memohon ampunan.

He said, "O my people! Worship Allah; you have no deity other than Him." Beliau berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah; tidak ada Tuhan bagimu selain Dia."

The leaders of the ‘Ad rejected his message, calling him foolish and a liar.Para pemimpin kaum ‘Ad menolak pesannya, menyebutnya bodoh dan pendusta.

They challenged Hud to bring down the punishment he warned them about.Mereka menantang Hud untuk mendatangkan azab yang beliau peringatkan kepada mereka.

As a first punishment, Allah sent a severe drought that dried up their fertile lands.Sebagai azab pertama, Allah mengirimkan kekeringan parah yang mengeringkan tanah subur mereka.

Despite this, the ‘Ad people remained stubborn and refused to repent.Meskipun demikian, kaum ‘Ad tetap keras kepala dan menolak untuk bertobat.

Finally, Allah sent a fierce, roaring wind that lasted for seven nights and eight days.Akhirnya, Allah mengirimkan angin kencang yang menderu-deru yang berlangsung selama tujuh malam dan delapan hari.

The wind destroyed everything in its path and wiped out the people of ‘Ad completely.Angin itu menghancurkan segala sesuatu yang dilaluinya dan memusnahkan kaum ‘Ad sepenuhnya.

Only Prophet Hud A.S. and his followers were saved by Allah’s mercy.Hanya Nabi Hud A.S. dan para pengikutnya yang diselamatkan oleh rahmat Allah.

Read More

NABI SAW MENCONTOHKAN KETIKA MEMBAYAR HUTANG, MEMBAYARNYA DIBERI TAMBAHAN

 NABI SAW MENCONTOHKAN KETIKA MEMBAYAR HUTANG, MEMBAYARNYA DIBERI TAMBAHAN

 

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ قَالَ مِسْعَرٌ أُرَاهُ قَالَ ضُحًى فَقَالَ صَلِّ رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ لِي عَلَيْهِ دَيْنٌ فَقَضَانِي وَزَادَنِي

Dari Jabir bin ‘Abdullah berkata, “Aku datang menemui Nabi SAW saat beliau berada di masjid -Mis’ar berkata, “Menurutku Jabir berkata, ‘Saat waktu dluha.’- Jabir bin ‘Abdullah berkata, “Beliau bersabda: “Shalatlah dua rakaat.” Ketika itu beliau mempunyai hutang kepadaku. Maka beliau membayarnya dan memberi tambahan kepadaku.” HR Bukhari

NABI SAW MENCONTOHKAN KETIKA MEMBAYAR HUTANG, MEMBAYARNYA DIBERI TAMBAHAN


Hadis diatas menjelaskan bahwa Nabi saw mengembalikan hutangnya dengan memberi tambahan sebagai ungkapan rasa syukur atau terimakasihnya kepada yang member pinjaman. Meskipun begitu, tidak boleh bagi pemberi pinjaman untuk mensyaratkan bahwa ketika nanti mengembalikan hutang maka harus diberi tambahan atau kelebihan. Kalau memberi tambahan itu dilakukan dengan sukarela, maka itulah yang dicontohkan oleh Nabi saw
Read More

Jumat, 14 Agustus 2026

The story of prophet Noah

 The story of prophet Noah

Allah sent Prophet Nuh A.S. to guide his people who had turned away from God and worshiped idols.Allah mengutus Nabi Nuh A.S. untuk membimbing kaumnya yang telah berpaling dari Tuhan dan menyembah berhala.

The story of prophet Noah


For many centuries, Nuh patiently preached the message of Islam, urging them to believe in one God, but they rejected him.Selama berabad-abad, Nuh dengan sabar menyampaikan ajaran Islam, mendesak mereka untuk beriman kepada Tuhan yang Satu, tetapi mereka menolaknya.

Only a few people, mostly the poor and weak, believed in Nuh and followed his teachings.Hanya sedikit orang, kebanyakan orang miskin dan lemah, yang beriman kepada Nuh dan mengikuti ajarannya.

Nuh warned his people of a severe punishment from Allah if they continued to disobey Him.Nuh memperingatkan kaumnya tentang azab yang pedih dari Allah jika mereka terus mendurhakai-Nya.

The leaders of the people mocked Nuh and called him a liar, refusing to accept his message.Para pemimpin kaum itu mengolok-olok Nuh dan menyebutnya pendusta, menolak untuk menerima pesannya.

Finally, Allah commanded Nuh to build a large Ark to save himself, his followers, and pairs of every animal.Akhirnya, Allah memerintahkan Nuh untuk membangun sebuah Bahtera besar untuk menyelamatkan dirinya, para pengikutnya, dan sepasang dari setiap jenis hewan.

When Nuh began to build the Ark, people laughed at him for building a ship so far from the sea.Ketika Nuh mulai membangun Bahtera, orang-orang menertawakannya karena membangun kapal yang begitu jauh dari laut.

As Nuh predicted, Allah sent a Great Flood that covered the entire land, drowning all the disbelievers.Seperti yang diramalkan Nuh, Allah mengirimkan Banjir Besar yang menutupi seluruh daratan, menenggelamkan semua orang yang tidak beriman.

Prophet Nuh’s own wife and one of his sons refused to believe in his message and were also drowned in the flood.Istri Nabi Nuh sendiri dan salah satu putra beliau menolak untuk beriman pada pesannya dan juga ikut tenggelam dalam banjir.

After the floodwaters receded, the Ark rested on a mountain, and Nuh and his followers were saved.Setelah air banjir surut, Bahtera itu berlabuh di sebuah gunung, dan Nuh serta para pengikutnya selamat.

The story of Prophet Nuh A.S. teaches us about the importance of patience, faith, and the punishment for those who reject God.Kisah Nabi Nuh A.S. mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran, iman, dan azab bagi mereka yang menolak Tuhan.

Read More

MEMBAYAR HUTANG KEPADA ALLAH SWT

 MEMBAYAR HUTANG KEPADA ALLAH SWT

 

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ فَلَمْ تَحُجَّ حَتَّى مَاتَتْ أَفَأَحُجُّ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ حُجِّي عَنْهَا أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ أَكُنْتِ قَاضِيَةً اقْضُوا اللَّهَ فَاللَّهُ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ

Dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anha bahwa ada seorang wanita dari suku Juhainah datang menemui Nabi SAW lalu berkata: “Sesungguhnya ibuku telah bernadzar untuk menunaikan haji namun dia belum sempat menunaikannya hingga meninggal dunia, apakah boleh aku menghajikannya?”. Beliau menjawab: “Tunaikanlah haji untuknya. Bagaimana pendapatmnu jika ibumu mempunyai hutang, apakah kamu wajib membayarkannya?. Bayarlah hutang kepada Allah karena (hutang) kepada Allah lebih patut untuk dibayar”. HR Bukhari

MEMBAYAR HUTANG KEPADA ALLAH SWT


عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَقُولُ كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنْ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Abu Salamah berkata; Aku mendengar ‘Aisyah RA berkata: “Aku berhutang puasaRamadhan dan aku tidak bisa mengqadha’nya kecuali pada bulan Sya’ban”. Yahya berkata: “Karena dia sibuk karena atau bersama Nabi SAW.” HR Bukhari

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

Dari ‘Aisyah ra bahwa Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa meninggal dunia dan memiliki hutang puasa maka walinya (boleh) berpuasa untuknya”. HR Bukhari 1816 –

عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ أَفَأَقْضِيهِ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَدَيْنُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى

Dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata; “Datang seorang laki-laki kepada Nabi SAW lalu berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meningal dunia dan dia mempunyai kewajiban (hutang) puasa selama sebulan, apakah aku boleh menunaikannya?”. Beliau SAW berkata: “Ya”, Beliau melanjutkan: “Hutang kepada Allah lebih berhak untuk dibayar”. HR Bukhari

Read More

Kamis, 13 Agustus 2026

The Story of Prophet Idris

 The Story of Prophet Idris

Prophet Idris A.S. was the second prophet mentioned in the Quran, known for his extraordinary wisdom and devotion to Allah. Nabi Idris A.S. adalah nabi kedua yang disebutkan dalam Al-Qur'an, yang dikenal karena kebijaksanaan luar biasa dan ketakwaannya kepada Allah.

The Story of Prophet Idris


He was the great-grandson of Prophet Seth A.S. and lived several generations after Prophet Adam A.S. Beliau adalah cicit dari Nabi Syits A.S. dan hidup beberapa generasi setelah Nabi Adam A.S.

Prophet Idris A.S. was the first human to write with a pen and record knowledge using written script. Nabi Idris A.S. adalah manusia pertama yang menulis menggunakan pena dan mencatat ilmu pengetahuan menggunakan tulisan tangan.

Allah blessed him with vast knowledge, making him a pioneer in mathematics, astronomy, and seamanship. Allah memberkahi beliau dengan ilmu yang luas, menjadikannya pelopor dalam bidang matematika, astronomi, dan ilmu pelayaran.

He was also skilled in tailoring, being the first person to sew and wear stitched clothes instead of animal skins. Beliau juga ahli dalam menjahit, menjadi orang pertama yang menjahit dan mengenakan pakaian bersulam alih-alih kulit hewan.

Despite his achievements, Prophet Idris A.S. remained humble and devoted his time to worshipping Allah continuously. Meskipun memiliki berbagai pencapaian, Nabi Idris A.S. tetap rendah hati dan mendedikasikan waktunya untuk beribadah kepada Allah secara terus-menerus.

He preached the message of monotheism to his people, guiding them away from sin and back to the right path. Beliau menyampaikan ajaran tauhid kepada kaumnya, membimbing mereka agar menjauhi dosa dan kembali ke jalan yang benar.

Because of his righteousness and patience, Allah praised Prophet Idris A.S. in the Quran as a truthful and noble man. Kena kebaikan dan kesabarannya, Allah memuji Nabi Idris A.S. dalam Al-Qur'an sebagai seorang yang jujur dan mulia.

Allah granted him a high status and raised him to a exalted position in Heaven. Allah memberikannya kedudukan yang tinggi dan mengangkatnya ke tempat yang mulia di Surga.

The life of Prophet Idris A.S. teaches us the value of seeking knowledge, working hard, and maintaining strong faith. Kisah hidup Nabi Idris A.S. mengajarkan kita pentingnya menuntut ilmu, bekerja keras, dan menjaga iman yang teguh.

Read More