Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Senin, 30 Maret 2026

Kisah Nabi Isa AS beranjak dewasa

 Kisah Nabi Isa AS beranjak dewasa

Orang   asing   itu   berkata   kepadanya:   "Raja   yang   lalim   telah   mati, maka   kembalilah   bersama   anakmu   wahai   Maryam.   Telah   datang   kesempatan emas bagi Isa untuk menduduki singgahsananya. Isa akan menjadi penyayang orang-orang   fakir   dan   orang-orang   yang   benar.   Kembalilah   wahai   Maryam." Maryam   pun   kembali. 

Kisah Nabi Isa AS beranjak dewasa


Dalam   perjalanan   Maryam   melalui   banyak   mata   air   di sungai Jordania. Isa pun tumbuh menjadi dewasa dan mencapai masa mudanya. Isa keluar dari rumahnya dan menuju tempat penyembahan kaum Yahudi. Saat itu bertepatandengan hari Sabtu. Di sana tidak ada satu rumah pun dari rumah kaum Yahudi yang    dapat    menyalakan      api  atau   memadamkannya         pada    hari  Sabtu,   atau mengambil   buah   di   hari   itu.  

Dilarang   bagi   seorang   wanita   untuk   membikin adunan   roti   atau   seseorang   anak   kecil   mencuci   anjingnya.   Nabi   Musa   telah memerintahkan   untuk   menghormati   hari   Sabtu   dan   hanya   mengkhususkanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Terdapat      hikmah    di  balik   penghormatan       hari   Sabtu   sehingga     hari  Sabtu menjadi   hari   yang   sangat   disucikan   di   kalangan   orang-orang   Yahudi.   Mereka melaksanakannya   dengan   berbagai   macam   tradisi   dan   mereka   mencurahkan segala      konsentrasi      mereka      untuk     menjaga      hari    Sabtu     dan     tidak meremehkannya. Sebab, mereka meyakini bahawa hari Sabtu adalah hari yang dijaga   dari   langit   sebelum   Allah   menciptakan   manusia   sebagaimana   mereka percaya bahawa Bani Israil telah diberikan pilihan kepada satu jalur saja, yaitu menjaga       hari  Sabtu.    Mereka  bangga    kerana     mereka     dapat    menjaganya meskipun      hal  itu  menyebabkan       mereka     kalah   di  kancah    peperangan      atau mereka       tertawan     di   tangan     musuh.     Bahkan     saking    ketatnya     mereka mempertahankan            kehormatan       hari     Sabtu     sampai-      sampai      mereka menambah-nambahi        berbagai    macam     larangan    di  hari   Sabtu.   Majlis   kaum Yahudi menetapkan ratusan larangan yang tidak boleh dilakukan di hari Sabtu, seseorang dilarang untuk memakai gigi palsu di hari Sabtu. Seorang yang sakit dilarang   untuk   memakai   perban   atau   memakai   minyak   di   tempat   yang   sakit pada   hari   Sabtu   atau   memanggil   dokter.  

Dilarang   pula   di   hari   Sabtu   untuk menulis dua huruf abjad; dilarang juga untuk mempertahankan diri pada hari Sabtu; dilarang untuk panen dan belajar di hari Sabtu. Kemudian, berpergian di hari Sabtu diharuskan untuk tidak lebih dari dua ribu ela. Dilarang juga di hari Sabtu untuk membawa sesuatu ke luar rumah. Jadi,    banyaknya      syariat,   hukum    serta    larangan-larangan      biasanya    diikuti dengan      banyaknya      keburukan      atau   paling    tidak   membantu       terciptanya keburukan. Setiap timbul suatu larangan, maka timbul bersamanya cara untuk menghindar   darinya.   Demikianlah,   kehidupan   kaum   Yahudi   dipenuhi   dengan kemunafikan   yang   luar   biasa   di   mana   secara   lahiriah   mereka   menampakkan penghormatan   terhadap   hari   Sabtu,   tetapi   secara   batiniah   mereka   berusaha menodai kehormatan dengan berbagai macam cara. Meskipun     kelompok     Farisiun   bertanggungjawab        terhadap    tugas   pelaksanaan syariat    dan   mengawasinya       dengan     banyak    mendapatkan       jaminan-jaminan, maka     kita  akan   melihat    bahawa     mereka    siap  untuk    menciptakan      berbagai rekayasa   dan   tipu   daya   yang   memungkinkan   mereka   untuk   menghindar   darihukum-hukum syariat di saat yang tepat.

Read More

Minggu, 29 Maret 2026

Kisah Hijrah Siti Maryam ke Mesir

 Kisah Hijrah Siti Maryam ke Mesir

 Sebelumnya, pada     suatu   malam,     datanglah     kepadanya      seseorang     yang   belum     pernah dilihatnya dan orang itu menyampaikan salam kepadanya serta menyerukannya dan   sambil   berkata:   "Bawalah  anakmu   wahai   Maryam   dan   keluarlah   menuju Mesir."   Dengan   nada   ketakutan   Maryam   bertanya,   "Mengapa?   Bagaimana   aku keluar menuju ke Mesir; dan bagaimana aku bisa mengenali jalan?" Orang asing itu   menjawab,  

Kisah Hijrah Siti Maryam ke Mesir

   

"Keluarlah  engkau    nescaya    Allah   SWT    akan   melindungimu. Sesungguhnya Hakim Romawi mencari anakmu dan ingin membunuhmu."

Maryam   bertanya:   "Kapan   aku   keluar?"   Orang   asing   itu   menjawab:   "Sekarang juga.   Janganlah   engkau   khawatir   sedikit   pun   kerana   engkau   keluar   bersama seorang Nabi yang mulia. Semua nabi diusir oleh kaumnya dari negeri mereka dan rumah mereka. Demikianlah hukum kehidupan. Kejahatan selalu berusaha untuk   menyingkirkan   kebaikan   tetapi   pada   akhirnya,   kebaikan   akan   kembali menduduki   singgahsananya.   Keluarlah   wahai   Maryam."   Akhirnya,   Maryam   pun pergi   menuju   ke   Mesir.   Maryam   melalui   gurun   Saina'   bersama   suatu   kafilah yang   menuju   Mesir.  

Maryam   berjalan   membawa   Isa   di   jalan   yang   sama   yang pernah dilalui Nabi Musa di mana ditampakkan kepada Nabi Musa api yang suci dan beliau dipanggil dari sisi thur al-Aiman. Setelah melalui perjalanan yang jauh   dan   melelahkan,   Maryam   sampai   di   Mesir.   Mesir   yang   dipenuhi   dengan kebaikan, kemuliaan, kebudayaan klasik serta cuacanya yang stabil mempakan tempat yang terbaik untuk pertumbuhan Isa as. Al-Masih   tumbuh   dan   berkembang   serta   menjalani   masa   kecilnya   di   Mesir. Kemudian datanglah kepada Maryam orang asing yang telah memerintahkannya untuk meninggalkan Palestina. Kali ini, ia memerintahkannya untuk kembali ke Palestina.  

Read More

Sabtu, 28 Maret 2026

Kisah Heradus memburu nabi Isa AS

 Kisah Heradus memburu nabi Isa AS

 Kami telah mendengar isu-isu sekitar anak kecil yang mereka katakan bahawa ia membuat mukjizat dengan berbicara saat ia masih belia. Lalu saya mengutus   anak   buahku   untuk   mencari   kebenaran   berita   itu,   tetapi   mereka tidak   menemukannya.  

Kisah Heradus memburu nabi Isa AS


Jelas   bagi   kami,   bahawa   berita   itu   dilebih-lebihkan." Kemudian salah satu anggota mata-mata raja berkata: "Aku telah mendapatkan bukti   yang   terpercaya   bahawa   tiga   orang   dari   orang-orang   Majusi   datang   di balik   suatu   bintang   yang   mereka   lihat   menyala   di   suatu   langit   dan   bintang tersebut mengisyaratkan kelahiran anak kecil yang membawa mukjizat, yaitu anak kecil yang akan menyelamatkan kaumnya." Hakim berkata: "Bagaimana ia dapat menyelamatkan kaumnya dan kaum siapa yang diselamatkannya?" Salah seorang      mata-mata      berkata:    "Anak    buahku     tidak   mengetahuinya        keranaorang-orang   pandai   dari   Majusi   itu   pergi   dan   tak   seorang   pun   menemukan mereka." Hakim      berkata:   

"Bagaimana       mereka     dapat    pergi   dan    bersembunyi       lalu bagaimana   cerita   anak   kecil   ini?   Apakah   di   sana   ada   persekongkolan   untuk menentang        Romawi?"     Hakim     melompat      dari   tempat     duduknya     ketika    ia menyebut       Romawi,     dan    ia  mulai   berbicara    dengan     keadaan     emosi:    "Aku menginginkan   kepala   tiga   orang   yang   cerdik   itu   dan   aku   juga   menginginkan kepala anak kecil itu. Dan aku menginginkan informasi yang lengkap. Sungguh masalah      ini   semakin     samar    hai   orang-orang      yang   bodoh."     Lalu   kepala mata-mata berkata: "Barangkali ini hanya mimpi yang dibayangkan orang-orang Yahudi   bahawa   mereka   melihatnya."   Hakim   berkata:   "Sungguh   kepala-kepala kalian    semua     akan    terbang    lebih    cepat   dari   merpati     jika   kalian   tidak mendatangkan         cerita   secara   lengkap     tentang    anak   ini.  Kebingungan       dan kekacauan apa yang aku rasakan! Pergilah kalian dari sini." Anak   buah   Heradus   dan   para   mata-mata   pergi,   sedangkan   ia   masih   duduk memikirkan          masalah       tersebut.      Tampaknya         masalah        itu    sangat menggelisahkannya.   Ia   tidak   peduli   dengan   kedatangan   agama   baru   kepada manusia tetapi yang difikirkannya adalah kekuasaan Romawi yang ia menjadi simbolnya.   Kemudian   Heradus   menetapkan   untuk   memanggil   pemuka   orang Yahudi dan bertanya kepadanya tentang masalah ini. Para pengawalnya yang khusus memanggil orang Yahudi itu. Tidak beberapa lama orang Yahudi itu ada di   depan   hakim.   Heradus   berkata:   "Aku   ingin   berbicara   kepadamu   tentang suatu   masalah   yang   sangat   menggelisahkanku."   Pendeta   Yahudi   itu   berkata: "Aku ingin mengabdi kepadamu." Heradus      berkata:    "Aku    mendengar      berita-berita     yang   saling   berlawanan tentang anak kecil yang bisa berbicara di masa buaiannya dan ia mengatakan bahawa      ia  akan    menyelamatkan        kaumnya.     Maka    bagaimana      berita    yang sebenarnya       tentang    itu?"  Pendeta    itu   berkata    -  dan   ia merasa     bahawa pertanyaan      itu  sepertinya    berupa    jebakan    yang    tidak  diketahuinya     secara pasti:

"Apakah tuan yang mulia peduli dengan agama Yahudi?" Heradus berkata dalam keadaan emosi: "Aku tidak peduli sedikit pun selain kekuasaan Romawi. Jawablah pertanyaanku wahai pendeta." Pendeta Yahudi itu telah melihat Isa berbicara di buaiannya.

Ia memahami bahawa seandainya ia mengatakan itu, maka ia akan mendapatkan penderitaan pada dirinya, maka ia lebih memilih sedikit berbohong. Ia berkata kepada Heradus bahawa ia mendengar cerita itu tetapi ia meragukannya. Heradus   berkata: 

"Apakah   benar   agama   kalian   berbicara   tentang   kedatangan seorang   penyelamat   bagi   rakyat   kalian?"   Pendeta  berkata:   "Ini   benar   wahai tuan    yang   mulai."   Heradus    berkata:    "Apakah    kalian   mengetahui     ini  adalah persekongkolan        menentang       keamanan      kerajaan     Romawi?      Apakah     kalian menyedari   ini   adalah   bentuk   pengkhianatan?"   Pendeta   berkata:   "Aku   harap tuan    membiarkan      aku   meluruskan     suatu   pemikiran     yang   sederhana.     Berita tentang   hal   itu   adalah   berita   yang   kuno.   Berita   ini  diyakini   ketika   rakyat menjadi tawanan di Bebel sejak ratusan tahun." Heradus berkata: "Apakah memang di sana ada yang membenarkan berita ini? Sekarang,     apakah     kamu    secara   peribadi    membenarkannya?        Apakah    engkau melihat     anak   kecil   itu  yang   mereka     katakan    bahawa     ia  dilahirkan   tanpa seorang ayah?" Pendeta itu berkata: "Apakah ada seorang yang percaya wahai tuan   yang   mulia   jika   dikatakan   ada   seorang   anak   yang   lahir   tanpa   seorang ayah.

 Ini adalah mimpi rakyat biasa." Heradus   berkata:   "Tidak   ada   sesuatu   yang   mengusir   tidur   dari   mata   seorang penguasa selain mimpi-mimpi rakyat. Pergilah wahai pendeta dan jika engkau mendengar        berita-berita,    maka     sampaikanlah      kepadaku     sebelum      engkau sampaikan kepada isterimu." Belum lama pendeta itu pergi sehingga Heradus berfikir, bagaimana seandainya pendeta itu berbohong. Ia menangkap benang kebohongan   pada   kedua   matanya.   Ia   mengetahui   kebohongan   ini   kerana   ia sendiri sangat pandai berbohong. Kemudian bagaimana cerita tiga orang cerdik yang mereka     mengikuti    bintang?    Apakah    di  sana   terdapat    persekongkolan menentang Romawi yang tidak diketahuinya?

Heradus berteriak di tengah-tengah pengawalnya dan memerintahkan mereka untuk menangkap semua orang yang mendengar cerita ini atau ia akan melihat akibatnya.   Mula-mula   dia   memerintahkan   untuk   mencari   gadis   perawan   yang melahirkan      anak    itu  dan   membunuh       setiap   anak   yang    lahir  di  saat   itu. Sementara   itu,   Maryam   keluar   dari   Palestina   menuju   ke   Mesir. 

Read More

Jumat, 27 Maret 2026

Nabi Isa AS berbicara ketika masih bayi

 Nabi Isa AS berbicara ketika masih bayi

Mereka memahami bahawa Maryam   berpuasa   dari   berbicara   dan   meminta   kepada   mereka   agar   bertanya kepada   anak   itu.   Para   pembesar   Yahudi   bertanya:   "Bagaimana   mereka   akan melontarkan pertanyaan kepada seorang anak kecil yang baru lahir beberapa hari?   Apakah   anak   itu   akan   berbicara   di   buaiannya"   Mereka   berkata   kepada Maryam: "Bagaimana      kami    akan   berbicara    dengan    anak    kecil  yang   masih    dalam ayunan?" (QS. Maryam: 29) Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, 

Nabi Isa AS berbicara ketika masih bayi

Dia memberiku al-Kitab (injil) dan Dia menjadikan       aku   seorang    nabi.   Dan   Dia   menjadikan     aku    seorang    yang diberkati     di  mana    saja  aku   berada,    dan   Dia  memerintahkan        kepadaku (mendirikan) solat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada     ibuku,    dan  Dia   tidak   menjadikanku      seorang    yang   sombong     lagi celaka.   Dan   kesejahteraan   semoga   dilimpahkan   kepadaku,   pada   hari   aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidupkembali. " (QS. Maryam: 30-33) Belum   sampai   Isa   menuntaskan   pembicaraannya   sehingga   wajah-wajah   para pendeta    dari   kalangan     Yahudi    dan   para    uskup    tampak     pucat.   Mereka menyaksikan mukjizat terjadi di depan mereka secara langsung.

 Anak kecil itu berbicara di buaiannya; anak kecil yang datang tanpa seorang ayah; anak kecil yang    mengatakan       bahawa     Allah    SWT    telah    memberinya       al-Kitab    dan menjadikannya   seorang  Nabi.   Ini berarti   bahawa   kekuasaan   mereka   sebentar lagi akan hancur. Setiap orang dari mereka akan menjadi tidak berarti ketika anak kecil itu dewasa. Tak seorang pun di antara mereka yang dapat "menjual pengampunan"   kepada   manusia   atau   menghakimi   mereka   melalui   penyataan bahawa   ia   adalah   wakil   dari   langit   yang   turun   di   bumi.   Atau   pernyataan, bahawa hanya dia yang mengetahui syariat. Para pendeta Yahudi merasa akan terjadi suatu tragedi keperibadian yang akan datang   kepada   mereka   dengan   kelahiran   anak   kecil   ini.   Kedatangan   al-Masih berarti   mengembalikan   manusia   kepada   penyembahan   semata-mata   kepada Allah SWT. Ini berarti menghapus agama Yahudi yang sekarang mereka yakini. Perbezaan      antara    ajaran-   ajaran   Musa    dan   tindakan-tindakan      orang-orang Yahudi      menyerupai    perbezaan      antara    bintang-bintang       di   langit    dan lumpur-lumpur di jalan. Para pendeta Yahudi menyembunyikan kisah kelahiran Isa   dan   bagaimana     ia  berbicara    di  masa    buaian.   Mereka    justru   menuduh Maryam yang masih perawan dengan kebohongan yang besar. Mereka menuduh Maryam   melakukan   perzinaan,   padahal   mereka   menyaksikan   sendiri   mukjizat pembicaraan anaknya di masa buaian. Mula-mula      cerita   tentang    itu  mereka     sembunyikan      untuk   beberapa     saat. Meskipun   demikian,   berita   tentang   kelahiran   Isa   sampai   ke   Hakim   Romawi, yaitu   Heradus.   Ia   memimpin   orang-orang   Palestina   dan   orang-   orang   Yahudi dengan   kekuatan   pedang. 

 Ia   menakut-nakuti   mereka   dengan   menumpahkan darah serta banyaknya mata-mata yang dimilikinya. Pada suatu hari, ia duduk di   istananya    dan   meminum      anggur.   Lalu   ia  mendengar     berita   yang   samar tentang kelahiran seseorang anak tanpa ayah; seorang anak yang dikatakan ia mampu   berbicara   saat   masih   di   buaian,   lalu   ia   menyampaikan   pembicaraan yang     menjurus     pada    ancaman      terhadap     kekuasaan      Romawi.     Kemudian bergetarlah kursi yang ada di bawah tubuh Heradus. Ia memerintahkan untuk diadakan suatu pertemuan mendadak yang dihadiri oleh para pengawalnya dan para   mata-matanya.   Pertemuan   itu   pun   terlaksana.   Heradus   duduk   dengan wajahnya   yang   hitam   mengkilat,   lalu   ia   memutarkan   pandangannya   ke   arah mata-matanya dan bertanya: "Bagaimana berita anak kecil yang berbicara dibuaiannya?" Salah seorang kepala mata-mata berkata: "Tampak bahawa masalahnya tidak benar.

Read More

Kamis, 26 Maret 2026

Ujian Siti Maryam

 Ujian Siti Maryam

Maryam kembali dan waktu menunjukkan Ashar. Pasar besar yang terletak di jalan yang dilalui Maryam menuju masjid dipenuhi dengan manusia. Mereka     sibuk   dengan     jual-beli.   Mereka    duduk    berbincang-bincang       sambil minum      anggur.   Belum    lama    Maryam    melewati     pasar   itu  sehingga   manusia melihatnya      membawa       seorang   anak    kecil  yang   didakapnya.  

Ujian Siti Maryam


  Salah   seorang bertanya:   "Bukankah   ini   Maryam   yang   masih   perawan?   Lalu,   anak   siapa   yang dibawanya itu?" Seorang yang mabuk berkata: "Itu adalah anaknya." Mari kita dengar   cerita   apa   yang   akan   disampaikannya.   Akhirnya,   orang-orang   Yahudimulai "mengepung" dengan berbagai macam pertanyaan: "Anak siapa ini wahai Maryam,      mengapa     engkau    tidak  mengembalikannya,       apakah    itu  memang anakmu, bagaimana engkau datang dengan membawa seorang anak sedangkan engkau adalah gadis yang masih perawan?" "Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang penzina." (QS. Maryam: 28) Maryam      dituduh   melakukan     pelacuran.    Mereka    menyerang   Maryam    tanpa terlebih dahulu mendengarkan sanggahannya atau mengadakan penelitian atau membuktikan       bahawa     perkataan    mereka    memang      benar.   Maryam     dicerca sana-sini dan ia diingatkan, bahawa bukankah ia seseorang yang tumbuh dari rumah yang baik dan bukanlah ibunya seorang pelacur? Lalu mengapa semua ini terjadi padanya? Menghadapi semua tuduhan itu, Maryam tampak tenang dan tetap     menunjukkan       kebaikannya.      Wajahnya      dipenuhi     dengan     cahaya keyakinan.     Ketika   pertanyaan     semakin   menjadi-jadi     dan   keadaan    semakin sulit, maka Maryam menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. Ia menunjuk ke arah anaknya dengan tangannya. Maryam menunjuk Isa. Orang-orang yang ada di situ tampak kebingungan.

Read More

Rabu, 25 Maret 2026

Perjalanan Spiritual Siti Maryam

 Perjalanan Spiritual Siti Maryam

Dan   goyanglah     pangkal    pohon    kurma     itu  ke arahmu,   nescaya   pohon   itu   akan   mengugurkan   buah   kurma   yang   masak kepadamu makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang     manusia,     maka    katakanlah:   

Perjalanan Spiritual Siti Maryam


'Sesungguhnya       aku   telah   bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.'" (QS. Maryam: 24-26) Maryam       melihat     al-Masih     yang    tampan      wajahnya.  Wajahnya       tidak kemerah-merahan dan rambutnya tidak keriting seperti anak-anak yang lahir disaat    itu,  tetapi  ia  berkulit   lembut    dan  putih.   Anak   itu  diselimuti   dengan kesucian     dan    kasih  sayang;    anak    itu  berbicara    kepada     Maryam     agar   ia menghilangkan        kesedihannya      dan   meminta     padanya     agar   menggoyangkan batang-batang   pohon   kurma   supaya   jatuh   darinya   sebahagian   buahnya   yang lazat dan Maryam dapat memakan dan meminum darinya sehingga hatinya pun penuh dengan kedamaian serta kegembiraan dan tidak berfikir tentang sesuatu pun. Jika Maryam melihat atau menemui manusia, maka hendaklah ia berkata kepada   mereka   bahawa   ia   bernazar   kepada   Allah   SWT   untuk   berpuasa   dan tidak berbicara kepada seseorang pun. Maryam   melihat   al-Masih   dengan   penuh   kecintaan.   Anak   itu   baru   dilahirkan beberapa      saat  tetapi   ia  langsung   memikul     tanggung  jawab    ibunya   di  atas pundaknya.       Selanjutnya,    ia  akan    memikul    penderitaan      orang-orang     fakir. Maryam melihat bahawa wajah anak itu menyiratkan tanda yang sangat aneh. Yaitu   tanda   yang   mengisyaratkan   bahawa   ia   datang   ke   dunia   bukan   untuk mengambil darinya sesuatu, tetapi untuk memberinya segala sesuatu. Maryam menghulurkan  

 tangannya     ke   pohon     kurma    yang    besar.   Belum     lama    ia menyentuh batangnya   hingga   jatuhlah   darinya   buah kurma   yang   masih muda dan   lazat.   Maryam   makan   dan   minum   dan   kemudian   ia   memangku   anaknya dengan penuh kasih sayang. Saat     itu,   Maryam      merasakan      kegoncangan       yang    hebat.    Silih-berganti ketenangan   dan   kegelisahan   menghampirinya.   Segala   fikirannya   tertuju   pada satu   hal,   yaitu   Isa.  

Ia   bertanya-tanya   dalam   dirinya:   Bagaimana   orang-orang Yahudi akan menyambutnya, apa yang akan mereka katakan tentangnya, apa yang akan mereka katakan terhadap Maryam, apakah para pendeta dan para pembesar      Yahudi    percaya    bahawa    Maryam     melahirkan     seorang   anak   tanpa disentuh oleh seseorang pun? Bukankah mereka terbiasa hidup dengan suasana pencurian dan penipuan? Apakah seseorang di antara mereka akan percaya - padahal ia jauh dari langit - bahawa langit telah memberinya seseorang anak. Akhirnya, masa pengasingan Maryam telah berakhir dan Maryam harus kembali ke kaumnya.

Read More

Selasa, 24 Maret 2026

Kisah Kelahiran Nabi Isa AS

 KISAH NABI ISA A.S

Kisah Kelahiran Nabi Isa AS

Matahari   tampak   akan   tenggelam,   angin   pun   bertiup   sepoi-sepoi   di   sekitar pepohonan.       Harum     semerbak     mulai   memenuhi      mihrab    Maryam.    

Kisah Kelahiran Nabi Isa AS


Bau    itu menembus       jendela    mihrab    dan   mengepakkan      sayapnya     di  sekeliling  gadis perawan   yang   khusyuk   dalam   solat   tanpa   seorang   pun   mendengar   suaranya. Maryam merasa bahawa udara dipenuhi dengan bau harum yang mengagumkan. Ia   kembali   melakukan   solatnya   dengan   khusyuk   dan   mengungkapkan   syukur kepada Allah SWT.

Seekor burung hinggap di jendela mihrab. Ia mengangkat paruhnya ke atas dan mengarahkan ke matahari serta mengepakkan kedua sayapnya lalu ia terjun ke air dan mandi di dalamnya. Kemudian ia terbang ringan di sekitamya. Maryam ingat bahawa beliau lupa untuk menyirami pohon mawar yang tumbuh secara tiba-tiba     di  tengah     dua   batu    yang    tumbuh     di   luar   masjid.    Maryam menyelesaikan solatnya lalu ia keluar dari mihrab dan menuju pohon. Belum selesai beliau siap-siap untuk keluar sehingga para malaikat memanggilnya:

"Hai   Maryam,   sesungguhnya   Allah   telah   memilih   kamu,   menyucikan   kamu dan   melebihkan   kamu   atas   segala   wanita   di   dunia   (yang   semasa   dengan kamu)." (QS. Ali 'Imran: 42)

Maryam   berhenti   dan   tampak   wajahnya   yang   pucat   dan   semakin   bertambah. Mihrab itu dipenuhi dengan kalimat-kalimat para malaikat yang memancarkan cahaya.   Maryam   merasa   bahawa   pada   hari-hari   terakhir   terdapat   perubahan pada   suasana   rohaninya   dan   fiziknya.   Di   tempat   itu   tidak   terdapat   cermin sehingga     ia  tidak  dapat   melihat    perubahan    itu.  Tetapi   ia  merasa    bahawa darah,     kekuatan    dan   masa    mudanya     mulai   meninggalkan      tempatnya      dan digantikan dengan kesucian dan kekuatan yang lebih banyak. Beliau menyedari bahawa ia sedang gugup. Beliau merasakan kelemahan manusiawi dan adanya kekuatan   yang   luar   biasa.   Setiap   kali   tubuhnya   merasakan   kelemahan,   maka bertambahlah       kekuatan    dalam    rohnya.    Perasaan    yang   demikian    ini  justru membangkitkan        kerendahan      hatinya.   Maryam     mengetahui     bahawa     ia  akan memikul tanggung jawab besar.

"Dan (ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata: 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah   telah   memilih   kamu,   menyucikan   kamu   dan   melebihkan   kamu   atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)." (QS. Ali 'Imran: 42)

Dengan   kalimat-kalimat   yang   sederhana   ini   Maryam   memahami   bahawa   Allah SWT telah memilihnya dan menyucikannya dan menjadikannya penghulu para wanita dunia. Beliau adalah wanita terbesar di dunia. Para malaikat kembali

berkata kepada Maryam:

"Hai    Maryam,      taatlah   kepada     Tuhanmu,      sujud    dan    rukuklah     bersama orang-orang yang ruku." (QS. Ali 'Imran: 43)

Perintah     tersebut    ditetapkan     setelah   adanya    berita   gembira     agar   beliau meningkatkan       kekhusyukannya,       sujudnya,    dan  rukuknya     kepada    Allah  SWT. Maryam      lupa   terhadap     pohon    mawar     dan   beliau   kembali    solat.   Maryam merasakan bahawa sesuatu yang besar akan terjadi padanya. Beliau merasakan hal itu sejak beberapa hari, tetapi perasaan itu semakin menguat saat ini.

Matahari     meninggalkan      tempat     tidurnya    sementara     malam     telah   bangkit sedangkan   bulan   duduk   di   atas   singgahsananya   di   langit   dan   di   sekelilingnya terdapat awan-awan yang indah dan putih. Kemudian datanglah pertengahan malam dan Maryam masih sibuk dalam solatnya. Beliau menyelesaikan solatnya dan   teringat   pohon   mawar   itu   lalu   beliau   membawa   air   di   suatu   bejana   dan pergi untuk menyiramnya.

Pohon mawar itu tumbuh di antara dua batu di tempat yang tidak jauh dari masjid yang hanya ditempuh beberapa langkah darinya. Tempat itu jauh dari jangkauan manusia sehingga tak seorang pun mendekatinya. Tempat itu sudah dijadikan tempat yang khusus bagi Maryam untuk melakukan solat di dalamnya atau   beribadah.   Maryam   mendekati   pohon   mawar   itu   dan   menyiramnya.   lalu beliau meletakkan bejana, kemudian ia memikirkan pohon mawar itu di mana tangkainya semakin panjang pada dua malam yang dilaluinya.

Tiba-tiba,    Maryam     mendengar      suara   derap    kaki  yang   menggoncang       bumi. Beliau   tidak   mendengar   suara   kaki   yang   berjalan,   tetapi   beliau   mendengar suara    kaki   yang    menetap     di  atas   batu    serta  pasir.   Maryam     merasakan ketakutan. Ia merasakan bahawa ia tidak sendirian. Ia menoleh ke sebelahnya namun      ia  tidak  mendapati      sesuatu   pun.   Kemudian      kedua    matanya    mulai berputar-putar dan memperhatikan suatu cahaya yang berdiri di sana. Maryam gementar      ketakutan     dan   menundukkan       kepalanya.    Maryam     berkata    dalam dirinya, siapa gerangan orang yang berdiri di sana. Maryam memandang kepada wajah   orang   asing   itu,   dan   menyebabkan   ia   gelisah.   Wajah   orang   itu   sangat aneh,    di  mana    dahinya    bercahaya     lebih  daripada    cahaya    bulan.   Meskipunkedua matanya memancarkan kemuliaan dan kebesaran tetapi wajah orang itu justru menggambarkan kerendahan hati yang mengagumkan. Pandangan       pertama     yang    di   lihat  oleh    Maryam     kepada     orang    itu mengisyaratkan,   bahawa   orang   itu   memiliki   kemuliaan   yang   diperoleh   orang yang   menyembah   Allah   SWT   selama   jutaan   tahun.   Maryam   bertanya   kepada dirinya,   siapa  gerangan    orang   ini?  Kemudian   seakan-   akan   orang   asing  itu membaca      fikiran  Maryam     dan  berkata:   "Salam   kepadamu     wahai    Maryam." Maryam     dibuat   terkejut    mendengar     adanya   suara   manusia    di  depannya. Maryam berkata sebelum menjawab salamnya: "Sesungguhnya       aku   berlindung     daripadamu      kepada    Tuhan    Yang    Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa." (QS. Maryam: 18)

Maryam berlindung di bawah lindungan Allah SWT dan ia bertanya kepadanya, "Apakah engkau manusia yang mengenal Allah SWT dan bertakwa kepadanya?" Kemudian orang itu tersenyum dan berkata: "Sesungguhnya        aku    ini  hanyalah      seorang    utusan     Tuhanmu,      untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci." (QS. Maryam: 19) Orang asing itu belum selesai menyampaikan kalimatnya sehingga tempat itu dipenuhi   cahaya   yang   menakjubkan   yang   tidak  menyerupai cahaya   matahari, cahaya bulan, cahaya lampu, cahaya lilin bahkan cahaya api. Di sana terdapat cahaya yang sangat jernih.

 Kemudian terngianglah di kepala Maryam kalimat: "Aku   adalah   seorang   utusan   Tuhanmu."   Kalau   begitu,   dia   adalah   penghulu para malaikat, Ruhul Amin (Jibril) yang telah berubah wujud menjadi manusia. Maryam mengangkat kepalanya dengan gementar menahan luapan cinta. Jibril berdiri di depannya dalam bentuk manusia. Maryam memperhatikan kejernihan dahinya    dan   kesucian   wajahnya.    Benar   apa   yang  diduganya    bahawa    Jibril memiliki kemuliaan yang diperoleh orang yang menyembah Allah SWT selama jutaan    tahun.   Kemudian     Maryam    mengingat    kembali   kalimat-kalimat     yang diucapkan     Jibril.  Malaikat  itu  telah  mengatakan     bahawa    ia  adalah  utusan Tuhannya, dan ia telah datang untuk memberi Maryam seorang anak laki-laki yang suci. Maryam ingat bahawa dirinya adalah seorang perawan yang belum tersentuh     oleh  seorang   pun.   Ia  belum   menikah     dan  belum    dilamar   oleh seseorang pun, maka bagaimana ia melahirkan anak tanpa melalui pernikahan.

Fikiran- fikiran ini berputar-berputar di kepala Maryam lalu ia berkata kepada Jibril: "Maryam berkata: Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak    pernah     seorang    manusia      pun   menyentuhku        dan    aku   bukan (pula) seorang penzina!" (QS. Maryam: 20) Jibril berkata: "Demikianlah Tuhanmu berfirman: 'Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat   Kami   menjadikannya   suatu   tanda   bagi   manusia   sebagai   rahmat   dari Kami;     dan    hal  itu   adalah    suatu    perkara    yang    sudah    diputuskan."'      (QS. Maryam: 21) Maryam   menerima   kalimat-kalimat   Jibril. 

 Tidakkah   Jibril   berkata   kepadanya bahawa        ini   adalah     perintah      Allah    SWT     dan     segala     sesuatu     yang diperintahkan-Nya pasti akan terlaksana. Kemudian, mengapa ia harus (ketika) melahirkan   tanpa   disentuh   oleh   seorang   manusia   pun.   Bukankah   Allah   SWT menciptakan        Nabi    Adam    tanpa    seorang     ayah    dan   seorang     ibu?   Sebelum diciptakannya   Nabi   Adam   tidak   ada   lelaki   dan   wanita.   Hawa   diciptakan   dari Nabi Adam dan ia pun diciptakan dari laki-laki, tanpa perempuan. Biasanya      manusia     diciptakan     melalui    pasangan      laki-laki   dan   perempuan; biasanya   ia   memiliki   ayah   dan   ibu,   tetapi   mukjizat   terjadi   ketika   Allah   SWT menginginkannya untuk terjadi. Kemudian Jibril meneruskan pembicaraannya: "Sesungguhnya         Allah   menggembirakan     kamu     (dengan     kelahiran     seorang putera  yang   diciptakan)   dengan   kalimat   (yang   datang)   dari-   Nya,   namanya al-Masih Isa putera Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat dan     termasuk      orang-orang       yang    didekatkan       (kepada     Allah),    dan    dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang yang soleh." (QS. Ali 'Imran: 45-46) Kehairanan   Maryam   semakin   bertambah.   Betapa   tidak,   sebelum   mengandung anak   itu   di   perutnya   ia   telah   mengetahui   namanya.   Bahkan   ia   mengetahui bahawa      anaknya     itu  akan    berbicara    dengan     manusia     saat  ia  masih   kecil. Sebelum   Maryam   menggerakkan   lisannya   untuk   melontarkan   pertanyaan   lainJibril   mengangkat       tangannya     dan    mengerahkan       udara    ke   arah    Maryam. Kemudian   datanglah   hembusan   udara   yang   bercahaya   yang   belum   pernah   di lihat   sebelumnya   oleh   Maryam.   Lalu   cahaya   tersebut   ke   jasad   Maryam   dan memenuhinya.   Tak   sempat   Maryam   melontarkan   pertanyaan   yang   lain,   Jibril yang suci telah pergi tanpa meninggalkan suara. Udara yang dingin telah bergerak dan Maryam pun tampak menggigil.

 Maryam segera   kembali   ke   mihrabnya.   Ia   menutup   pintu   mihrab   dan   ia   tenggelam dalam      solat   yang    khusyuk  dan    ia   pun    menangis.     Maryam      merasakan kegembiraan,       kebingungan      dan   kegoncangan      serta   kedamaian     yang    dalam. Kini, Maryam tidak lagi sendirian. Sejak Jibril meninggalkannya, ia merasakan bahawa      ia  tidak   lagi  sendirian.   Ia  menggerakkan      tangannya     yang    dipenuhi dengan cahaya, kemudian cahaya ini berubah di dalam perutnya menjadi anak, seorang     anak    yang    akan   menjadi     kalimat    Allah   SWT     dan   roh-Nya    yang diletakkan pada Maryam. Ketika anak itu besar, ia akan menjadi seorang rasul dan nabi yang ajarannya dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang. Maryam   di   malam   itu   tidur   dengan   nyenyak   dan   ia   bangun   di   waktu   Subuh. Belum   lama  ia   membuka   kedua   matanya   sehingga   ia   dibuat   terkejut   ketika melihat     mihrab    dipenuhi    dengan     buah-buahan      yang   sebenarnya      tidak   lagi musim.   Maryam   heran   melihat   hal   itu.   Ia   mulai   mengingat   apa   yang   telah terjadi   padanya   kelmarin,       yaitu   bagaimana     kejadian   saat   menyiram   pohon mawar,      bagaimana     pertemuannya       dengan     malaikat    Jibril,  bagaimana     Allah SWT   meniupkan   kalimat-Nya   padanya, bagaimana   ia   kembali   ke   mihrab,   dan bagaimana       tidurnya   yang    nyenyak.    Maryam     berkata    kepada    dirinya   sambil melihat     buah-buahan       yang   banyak:    Apakah     aku   akan    memakan      sendirian buah-buahan   ini.   Kemudian   ada   suara   dalam   dirinya   yang   berkata:   "Engkau tidak   lagi   sendirian   wahai   Maryam.   Kini,   engkau   bersama   Isa.   Engkau   harus makan dengan baik. Dan Maryam mulai makan. Lalu berlalulah hari demi hari. Kandungan Maryam berbeza dengan kandungan umumnya   wanita.   Ia   tidak   merasakan   sakit   dan   tidak   merasa   berat;   ia   tidak merasakan   sesuatu   telah   bertambah   padanya   dan   perutnya   tidak   membuncit seperti umumnya wanita.

Alhasil, kehamilan yang dialaminya dipenuhi dengan nikmat   yang   baik.   Datanglah   bulan   yang   ke   sembilan.   Ada   sebahagian   ulama yang    mengatakan       bahawa    Maryam     tidak   mengandung       Isa  selama    sembilan bulan, tetapi ia melahirkannya secara langsung sebagai mukjizat. Pada suatu hari, Maryam keluar ke suatu tempat yang jauh. Ia merasa bahwasesuatu akan terjadi hari itu. Tetapi ia tidak mengetahui hakikat sesuatu itu. Kakinya   membimbingnya   untuk   menuju   tempat   yang   dipenuhi   dengan   pohon kurma.   Tempat   itu   tidak   biasa   dikunjungi   oleh   seseorang   pun   kerana   saking jauhnya; tempat yang tidak diketahui oleh seseorang pun kecuali Maryam. Tak seorang pun yang mengetahui Maryam bahawa sedang hamil dan ia akan melahirkan.       Mihrab    yang    menjadi     tempat     ibadahnya      selalu   tertutup. Orang-orang mengetahui bahawa Maryam sedang sibuk beribadah dan tidak ada seorang   pun   yang   mendekatinya.

Maryam   duduk  beristirahat   di bawah pohon kurma yang besar dan tinggi. Maryam mulai merasakan sakit pada dirinya, dan rasa sakit tersebut semakin terasa. Akhirnya, Maryam melahirkan: "Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon   kurma,   ia  berkata: 'Aduhai   alangkah  baiknya  aku  mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan." (QS. Maryam: 23) Rasa   sakit   saat   melahirkan   anak   yang   dialami   wanita   suci   ini   menimbulkan penderitaan-penderitaan         lain  yang   segera   menantinya.     Bagaimana     manusia akan menyambut anaknya ini? Apa yang mereka katakan tentangnya? Bukankah mereka mengetahui bahawa ia adalah wanita yang masih perawan?

Bagaimana seorang   gadis   perawan   bisa   melahirkan?   Apakah   manusia   akan   membenarkan Maryam       yang    melahirkan      anak    itu   tanpa    ada    seseorang     pun    yang menyentuhnya?           Kemudian         pandangan-pandangan            keraguan       mulai menyelimutinya.   Maryam   berfikir   bagaimana   reaksi   manusia   kepadanya   dan bagaimana   perkataan   mereka   terhadapnya   sehingga   hatinya   dipenuhi dengan kesedihan. Belum lama Maryam membayangkan dan meminta agar ia dimatikan dan dilupakan, tiba-tiba anak yang baru lahir itu memanggilnya: "Janganlah   kamu   bersedih   hati,   sesungguhnya   Tuhanmu   telah   menjadikan anak     sungai   di  bawahmu.  

Read More