Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 05 Juli 2026

Adzab Kubur

 Adzab Kubur

Salah satu dalil yang menggambarkan hal ini adalah Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar.

azab kubur


إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ يُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: Sesungguhnya apabila meninggal salah satu diantaramu, maka ditampakkan kepadanya, setiap pagi dan sore, tempat tinggalnya. Jika dia termasuk ahli surga maka surgalah tempat tinggalnya, dan bila dia ahli neraka maka nerakalah tempat tinggalnya. Kemudian dikatakan, “inilah tempat tinggalmu, sampai nanti engkau dibangkitkan di hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar).

Azab Kubur (bahasa Arab:عذاب القبر) adalah kesengsaraan dan penghimpitan yang dihadapi manusia setelah meninggal dan ketika dia masuk ke alam barzakh. Kita tidak mengetahui dengan detail apa dan bagaimana mereka mendapatkan tekanan azab di alam kubur; sebagian meyakini bahwa azab tersebut akan dirasakan oleh jasad yang dimakamkan di bawah tanah dan sebagian meyakini bahwa itu akan dirasakan oleh jiwa dan raga secara barzakh.

Azab kubur memiliki berbagai macam bagian yang salah satunya adalah penghimpitan dan tekanan kuburan itu sendiri. Ayat-ayat dan riwayat-riwayat Ahlulbait as mengupas sebagian dari hakikat tersebut, dan ada sebuah riwayat dari Imam Shadiq as yang mengatakan bahwa tidak sedikit dari manusia yang merasakan azab kubur itu.

Begitu pula sekelompok dari Ahlusunah meyakini bahwa menangisnya sanak keluarga dekat mayit akan menambah azab di dalam kuburnya.

Apa itu Azab Kubur?

Apa dan bagaimana azab kubur itu, kebanyakannya sampai saat ini masih belum jelas bagi kita dan bentuk metafisik kehidupan setelah mati sangat sukar dicerna oleh orang-orang yang dari sejak lahir bergelut dengan dunia materi. Apa yang dijelaskan dalam Alquran dan hadis dalam menggambarkan keadaan-keadaan tersebut juga sesuai dengan nilai-nilai materi manusia dan sukarnya penggambaran-penggambaran tersebut sebagaimana ketika kita ingin menggambarkan perbedaan warna kepada seorang yang buta yang mana dalam hal ini kita terpaksa menggunakan istilah-istilah yang mereka kenal namun selama ia tidak melihat maka sama sekali dia tidak akan mengenal hakikat warna tersebut. Namun yang penting adalah kita mengetahui apa yang menyebabkan tekanan atau siksa kubur dan apa yang menyebabkan manusia selamat dari tekanan dan siksaan tersebut.

Dalam banyak ayat dan riwayat telah disinggung sebagian sudut dari kehidupan di dalam kubur. Allamah Majlisi telah mengutip 127 riwayat yang mengulas tema tersebut dalam Bihar al-Anwar, pada jilid ke-6. Dan telah dinukil juga dari doa-doa dan Munajat Ahlulbait as bahwa berkali-kali meminta perlindungan kepada Allah swt dari ketakutan dan hukuman berat dari azab kubur.

Siksa kubur tidak hanya berkaitan dengan orang-orang yang dikubur di tanah bahkan mencakup setiap orang yang telah menjadi mayit. Imam Shadiq as ditanya: Apakah siksa dan tekanan kubur juga sampai kepada orang yang disalibkan dan tidak dikuburkan? Dia mengatakan: Dia (Allah) yang bumi ada dalam komandonya, udara dalam perintahnya, kemudian Allah berfirman, mengilhamkan kepada udara wahyu untuk menghimpit dan menekannya lebih keras dan lebih berat dari kuburan.

Hadis ini menyatakan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, akan ditunjukkan kepadanya tempat tinggalnya setiap pagi dan sore. Jika dia termasuk ahli surga, maka tempat tinggalnya adalah surga, namun jika dia termasuk ahli neraka, maka tempat tinggalnya adalah neraka. Hal ini menegaskan bahwa setiap individu akan mendapatkan hasil dari amal perbuatannya di dunia.

Selain itu, ada juga riwayat Hadis dari Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa seseorang dapat diberi siksa kubur karena perilaku tertentu, seperti kurang menjaga kebersihan atau suka mengadu domba.

Dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi melewati dua kuburan, maka beliau bersabda:

إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا بِنِصْفَيْنِ ثُمَّ غَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا فَقَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Artinya: “Sesungguhnya keduanya tidak disiksa kubur karena sebab yang besar. Satu di antara keduanya disiksa karena tidak bersih dari air kencingnya, dan yang satu lagi karena suka mengadu domba.” Kemudian Nabi meminta untuk diambilkan pelepah kurma dan membelahnya menjadi dua, selanjutnya beliau bersabda: “Mudah-mudahan meringankan mereka selama belum kering keduanya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis ini, Nabi Muhammad menyampaikan bahwa dua orang yang meninggal tersebut menerima siksa kubur, satu karena tidak menjaga kebersihan dari air kencingnya, dan yang lainnya karena suka mengadu domba. Namun demikian, Nabi juga berusaha untuk meringankan siksa kubur keduanya dengan mengambil pelepah kurma dan membaginya menjadi dua bagian.

Selain itu, terdapat riwayat lain yang menyatakan bahwa Nabi pernah mendengar suara dari kuburan di waktu maghrib dan menyampaikan bahwa seorang Yahudi sedang disiksa di kuburnya. Hal-hal ini menunjukkan bahwa siksa kubur adalah suatu realitas yang dapat dialami oleh individu yang berbuat dosa.

Dalam tuntunan Nabi yang selalu dibaca pada waktu salat di waktu duduk tahiyyat, terdapat permohonan perlindungan dari empat hal, termasuk di antaranya adalah perlindungan dari siksa kubur. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga diri dari siksa kubur dan berdoa agar terhindar darinya.

Gambaran Siksa kubur

  • Ular berbisa melilit tubuh
  • Pintu neraka jahanam terbuka, sehingga asap dan panas apinya sampai ke alam kubur
  • Malaikat memukul telinga dengan gada besi
  • Kuburan menghimpit dan menyempit
  • Ditemani amalan buruk yang menyerupai wujud yang mengerikan
  • Suasana azab kubur digambarkan dalam Al-Qur'an dan hadits sebagai tempat yang gelap, penuh siksa, dan tekanan.

Gambaran suasana azab kubur

  1. Kuburan gelap
  2. Kuburan menyempit dan menghimpit tulang belulang
  3. Diberi alas dari api neraka
  4. Dipukul palu besi di wajah
  5. Dililit ular
  6. Ditunjukkan pemandangan neraka
  7. Ditemani wujud mengerikan
  8. Dibuka pintu neraka jahanam, sehingga asap dan panas apinya sampai ke alam kubur


Read More

Sabtu, 04 Juli 2026

Itsbat ‘Adzab al-Qabr wa Sual al-Malakain kitab tentang alam kubur

 Abu Bakar Ahmad bin al-Husain bin Ali bin Musa al-Khasrujaradi al-Baihaqi as-Syafi’I dalam kitabnya yang berjudul Itsbat ‘Adzab al-Qabr wa Sual al-Malakain 

Itsbat ‘Adzab al-Qabr wa Sual al-Malakain  kitab tentang alam kubur


Di alam tersebut, ia akan menunggu hingga hari kiamat datang. Kehidupan barzah adalah pintu gerbang menuju akhirat.

Di alam ini, manusia akan menerima balasan atas amal yang dilakukannya selama di dunia. Bila buruk akan mendapatkan siksa, demikian sebaliknya. Kebaikan yang dijalani sepanjang hayatnya kelak berbuah manis di barzah.

Keyakinan akan siksa dan nikmat kubur serta keberadaan alam barzah merupakan bagian akidah utama dalam Islam yang harus diimani. Terlebih, banyak terdapat teks, baik Alquran, hadis, maupun riwayat salaf yang menjadi dasar keniscayaan perkara tersebut.Topik inilah yang hendak dipaparkan Al-Baihaqi dalam kitabnya yang berjudul “Itsbat Adzab Al-Qabr wa Sual Al-Malakain”. Melalui karya yang naskah manuskripnya diperoleh di Perpustakaan Ahmad III Turki itu, Al-Baihaqi hendak membeberkan argumentasi tentang siksa kubur dan hal ihwal yang berkenaan dengannya.

Nuansa penulisan yang terbaca di karya tulis tokoh yang bernama lengkap Abu Bakar Ahmad bin Al-Husain bin Ali bin Musa Al-Khasrujaradi Al-Baihaqi As-Syafi’i ini kental dengan konsep yang kerap dipakai dalam kajian hadis, yaitu pola periwayatan.

Tak heran, penikmat kitab ini akan disuguhi rentetan sanad di tiap hadis ataupun atsar yang dikutip. Menunjukkan validitas memang, tetapi pada saat bersamaan, gaya seperti ini membuat kitab kurang praktis dibaca. Untungnya, kondisi ini diperingan dengan klasifikasi kitab ke dalam bab-bab yang berjumlah 31 konsideran.

Read More

Jumat, 03 Juli 2026

orang yang bebas dari ujian alam kubur

 Orang-Orang Yang Terpelihara Dari Ujian Dan Siksa Kubur

Sebagian kaum Mu’min yang melakukan amal-amal besar atau tertimpa musibah besar akan terjaga dari fitnah atau ujian dan azab kubur, Diantara mereka :

orang yang bebas dari ujian alam kubur


Pertama : Orang yang mati syahid

An-Nasa’i rahimahullah meriwayatkan dalam Sunan-nya bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, mengapa kaum Mu’min diuji dalam kubur kecuali yang mati syahid?” Beliau menjawab, “Cukuplah baginya ujian kilatan pedang di atas kepalanya.”

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ

Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya. (QS Ali Imran Ayat 169)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَرِحِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۙ وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِالَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ اَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۘ

Mereka bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya dan bergirang hati atas (keadaan) orang-orang yang berada di belakang yang belum menyusul mereka, yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (QS Ali Imran Ayat 170)

Kedua : Seseorang yang gugur ketika bertugas jaga di jalan Allah

Fadhdhalah ibn Ubaid meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda, “Setiap orang yang meninggal amalnya ditutup, kecuali yang meninggal ketika bertugas jaga di jalan Allah. Amalnya terus tumbuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah kubur.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)

Ketiga : Seseorang yang meninggal hari Jum’at

Dalam hadits Abdullah ibn ‘Amr, Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap Muslim yang meninggal pada hari Jum’at akan dijaga oleh Allah dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Keempat : Seseorang yang meninggal karena sakit perut

Abdullah bin Yasar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku pernah duduk bersama Sulaiman bin Shard dan Khalid ibn ‘Urafthah. Mereka menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang meninggal karena sakit perut. Keduanya ingin menyaksikan jenazahnya. Salah satunya mengatakan kepada yang lain, ‘Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Orang yang meninggal karena sakit perut tidak akan diadzab di dalam kubur.’ Yang satunya menjawab, ‘Engkau benar.’ (HR. An-Nasa’i dan At-Tirmidzi)

Read More

Kamis, 02 Juli 2026

penyebab dan cara menghindari Adzab kubur

 Sebab-Sebab Siksa Kubur

Sebab-sebab yang menjadikan seseorang mendapatkan siksa kubur ada dua bagian, mujmal (global) dan mufash-shal (rinci).

penyebab dan cara menghindari Adzab kubur

Sebabnya secara mujmal (global), yaitu kebodohan terhadap Allah ta’ala, menyia-nyiakan perintah-Nya, dan menerjang larangan-Nya. Sedangkan sebabnya secara mufash-shal (rinci), adalah perkara-perkara yang dijelaskan oleh nash-nash sebagai sebab siksa kubur.

Berikut ini adalah di antara sebab mufash-shal sehingga kita bisa menjauhinya:

1. Namimah, yaitu menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain untuk merusak hubungan mereka.
2. Tidak menutupi diri ketika buang hajat.
3. Ghulul, yaitu mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi oleh imam.
4. Dusta.
5. Memahami al-Qur’ân namun tidak mengamalkannya.
6. Zina
7. Riba
8. Mayit yang ditangisi keluarganya, jika mayit tersebut tidak melarang sebelumnya.

Hal-Hal Yang Menyelamatkan Dari Siksa Kubur

Perkara yang akan menyelamatkan seseorang dari adzab kubur adalah orang yang mempersiapkan diri sebelum menghadapi kematian yang datang tiba-tiba. Di antara persiapan menghadapi maut adalah segera bertaubat, menunaikan kewajiban syariat, memperbanyak amal shalih, memperbaiki akidah, berjihad, berbuat baik pada orang tua, menyambung silaturahim, dan amal-amal shalih lainnya. Dengan amalan tersebut Allah ta’ala memberinya jalan keluar dari tiap kesulitan dan kesusahan.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dengan mengutip hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Abu Hatim dalam shahih-nya, “Sesungguhnya orang mati dapat mendengar suara langkah kaki orang-orang yang pergi meninggalkannya. Jika ia seorang Mu’min, maka shalat berada di dekat kepalanya, puasa berada di sebelah kanannya, zakat disebelah kirinya, perbuatan baik seperti berkata benar, silaturahim, dan perbuatan baik kepada manusia berada di dekat kaki. Ia lalu didatangi (oleh malaikat) dari arah kepalanya, maka shalat berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’ Kemudian ia didatangi dari sebelah kanan, maka puasa berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’ Kemudian ia didatangi dari sebelah kiri, maka zakat berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’ Kemudian ia didatangi dari arah kedua kakinya, maka perbuatan baik, seperti berkata benar, silaturahim, dan berbuat baik kepada manusia, berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’ Lalu dikatakan kepadanya, ‘Duduklah.’ Ia pun duduk. Kepadanya ditampakkan bentuk serupa matahari yang hampir terbenam. Ia ditanya, ‘Siapa lelaki ini yang dulu bersama kalian? Apa pendapatmu tentangnya?’ Ia menjawab, ‘Tinggalkan aku, aku ingin shalat.’ Mereka menyahut, ‘Sungguh kamu akan melakukannya, tetapi jawablah pertanyaan kami.’ Ia berkata, ‘Apa pertanyaan kalian?’ Mereka menanyakan, ‘Apa pendapatmu tentang lelaki ini yang dulu bersama kalian? Apa persaksianmu terhadapnya?’ Ia menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa ia adalah utusan Allah, dan dia membawa kebenaran dari Allah.’ Lalu dikatakan kepadanya, ‘Dengan dasar keimanan itulah kau telah hidup, dan dengan dasar itu kau telah mati, dan dengan dasar itu pula kau akan dibangkitkan, insya Allah.’ Kemudian dibukakan baginya pintu surga, lalu dikatakan kepadanya, ‘Ini tempat tinggalmu di surga dan segala yang telah Allâh siapkan untukmu.’ Ia bertambah senang dan gembira. Kemudian dibukakan pintu neraka, dan dikatakan, ‘Itu adalah tempat tinggalmu dan segala yang telah Allâh siapkan untukmu (jika kau mendurhakai-Nya).’ Ia bertambah senang dan gembira. Kemudian kuburnya diluaskan seluas tujuh puluh hasta dan diterangi cahaya, jasadnya dikembalikan seperti semula, dan ruhnya dijadikan di dalam penciptaan yang baik, yaitu burung yang bertengger di pohon surga.”

Memohon Perlindungan Kepada Allah ta’ala Dari Fitnah  Dan Adzab Kubur

Fitnah (ujian) dan adzab kubur adalah masalah besar, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan dari hal itu, baik dalam shalat maupun di luar shalat. Beliau pun sangat menekankan kepada umatnya untuk memohon perlindungan kepada Allah dari segala fitnah dan azab kubur.

Read More

Rabu, 01 Juli 2026

BEBERAPA AKIDAH AHLUSSUNNAH TERKAIT ALAM KUBUR KEADAAN MANUSIA DI ALAM KUBUR



 BEBERAPA AKIDAH AHLUSSUNNAH TERKAIT  ALAM KUBUR KEADAAN MANUSIA DI ALAM KUBUR     

Para hamba di alam kubur ada lima golongan :     

Pertama, para Nabi dan Rasul  'alaihimussalam. Mereka dalam keadaan yang paling baik di alam kubur. Dari Aus bin Abi Aus radhiallahu'anhu, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:     “Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad padaNabi.     

 BEBERAPA AKIDAH AHLUSSUNNAH TERKAIT  ALAM KUBUR KEADAAN MANUSIA DI ALAM KUBUR

Kedua,  ara syuhada   (orang   yang   wafat   ketika   jihad fi  sabilillah). Mereka  mendapat  nikmat  kubur,  selamat  dari  fitnah  kubur  (pertanyaan kubur) dan adzab kubur. Ada sahabat yang bertanya:  “Wahai Rasulullah, apakah benar bahwa setiap Mukmin mengalami ujian di dalam kubur mereka kecuali para syuhada? Nabi Shallallahu'alaihi   Wasallam bersabda: 'Cukuplah sabetan pedang di kepala mereka menjadi ujian bagi mereka'.       

Ketiga,  orang-orang  mendapat  nikmat  kubur  setelah  melalui  fitnah kubur.  Mereka  mendapat  berbagai  kenikmatan  surga:  ditemani  oleh  amalan shalih,  diluaskan  kuburnya,  diperlihatkan  surga  kepada  mereka.  Mereka berbahagia   sampai-sampai   mereka   ingin   Kiamat   disegerakan   agar  bisa berjumpa dengan keluarganya. Sebagaimana dalam hadits dari Al Barra' bin 'Azib radhiallahu'anhu: “... ketika mereka (penghuni kubur) diperlihatkan isi dari surga, mereka  mengatakan: Ya Rabb kami, percepatlah datangnya kiamat sehingga kamibisa berkumpul kembali dengan keluarga kami dan harta kami

Keempat,  orang-orang  mendapat  siksa  kubur  setelah  melalui  fitnah kubur, namun tidak selamanya. Mereka adalah orang-orang yang melakukan dosa-dosa namun masih memiliki iman dalam hati mereka. Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu'anhu, ia berkata:    “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari sebagian    pekuburan di Madinah atau Makkah. Lalu beliau mendengar suara dua  orang manusia yang sedang diadzab di kuburnya. Beliau bersabda,‘Keduanya sedang diadzab. Tidaklah keduanya diadzab karena dosa besar(menurut mereka berdua)’, lalu Nabi bersabda: ‘Padahal itu merupakan dosa besar. Salah satu di antara keduanya diadzab karena tidak membersihkan bekas kencingnya,dan yang lain karena selalu melakukan namiimah (adu domba).      

Kelima,  orang-orang  mendapat  siksa  kubur  terus-menerus  hingga  hari kiamat,  merekalah  orang-orang  kafir  dan  orang-orang  munafik.  Mereka disiksa  dengan  siksaan  yang  mengerikan  dan  terus-menerus  hingga  hari kiamat. Sebagaimana dalam hadits dari Al Barra' bin 'Azib radhiallahu'anhu:“... dijadikan baginya sesosok yang buta dan bisu. Di tangannya ia  memegang alat pemukul dari besi yang jika digunakan untuk memukul gunung maka gunung tersebut akan menjadi debu. Maka alat tadi digunakan   untuk memukul sang mayit dengan pukulan yang keras, ketika dipukulkan   terdengar suaranyajeritannya antara timur dan barat kecuali oleh jin dan manusia lalu ia pun menjadi debu. Kemudian setelah itu dikembalikan lagi ruh tersebut seperti bentuknya semula. 


127 HR. Bukhari no.6055, Muslim no.703 128 HR. Abu Daud no. 4753, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud 125 HR. An Nasa-i no. 2052, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa-i 126 HR. Abu Daud no. 4753, dishahihkan Al Albani dalam Sunan Abu Daud 

123 Diringkas dari Al Hayah Al Barzakhiyyah, karya Syaikh Abdurrahman As Suhaim rahimahullah 124 HR. Al Hakim 5/776, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami' no. 2212               

Read More

Fitnah Ujian Kubur

 Fitnah (Ujian Kubur)

Jika seorang hamba telah diletakkan di dalam kubur, dua malaikat akan mendatanginya dan memberikan beberapa pertanyaan. Inilah yang dimaksud dengan fitnah (ujian) kubur. 

apa yang dimaksud fitnah kubur


Dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad rahimahullah dari sahabat Al-Barra bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ:فَيَقُولَانِ لَهُ : مَنْ رَبُّكَ ؟ فَيَقُولُ: رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ : مَا دِينُكَ ؟ فَيَقُولُ: دِينِيَ الْإِسْلَامُ فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ ؟ فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولَانِ لَهُ : وَمَا يُدْرِيْكَ ؟ فَيَقُولُ: قَرَأْتُ كِتَابَ اللَّهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ فَيُنَادِي مُنَادٍ فِي السَّمَاءِ: أَنْ قَدْ صَدَقَ عَبْدِيفَأَفْرِشُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ (وَأَلْبِسُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ) وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ , قَالَ: فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ قَالَ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ فَيَقُولُ : أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ , فَيَقُولُ لَهُ : مَنْ أَنْتَ , فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ, فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ, فَيَقُولُ: رَبِّ أَقِمِ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي

“Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, “Siapakah Rabbmu?” Dia (si mayyit) menjawab, “Rabbku adalah Allah”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?” Dia menjawab: “Agamaku adalah al-Islam”. Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?” Dia menjawab, “Beliau adalah utusan Allah”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah ilmumu?” Dia menjawab, “Aku membaca kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya”.
Lalu seorang penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah berkata benar, berilah dia hamparan dari surga, dan berilah dia pakaian dari surga, bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga.

Maka datanglah kepadanya bau dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, “Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)”. Maka ruh orang Mu’min itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shalih”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada keluarga dan hartaku”.

Pertanyaan ini juga dilontarkan kepada orang kafir, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ : مَنْ رَبُّكَ؟ فَيَقُولُ : هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا دِينُكَ ؟ فَيَقُولُ : هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَافْرِشُوا لَهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ, فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ

“Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya. Kedua malaikat itu bertanya, “Sipakah Rabbmu?” Dia menjawab: “Hah, hah, aduh aku tidak tahu. Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah agamamu?” Dia menjawab, “Hah, hah,aduh aku tidak tahu”.Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?” Dia menjawab: “Hah, hah, aduh aku tidak tahu”.
Lalu penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) dusta, berilah dia hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka.” Maka panas neraka dan asapnya datang mendatanginya. Dan kuburnya disempitkan, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan.
Dan datanglah seorang laki-laki berwajah buruk kepadanya, berpakaian buruk, beraroma busuk, lalu mengatakan, “Terimalah kabar yang menyusahkanmu! Inilah harimu yang telah dijanjikan (keburukan) kepadamu”. Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, janganlah Engkau tegakkan hari kiamat”. (Lihat Shahihul Jami’ no: 1672)

Read More

Selasa, 30 Juni 2026

Himpitan Alam Kubur

 Himpitan Alam Kubur

Setelah mayit diletakkan di dalam kubur, maka kubur akan menghimpit dan menjepit dirinya. Tidak seorang pun yang dapat selamat dari himpitannya. Beberapa hadits menerangkan bahwa kubur menghimpit Sa’ad bin Mu’adz radhiyallahu ‘anhu , padahal kematiannya membuat ‘arsy berguncang, pintu-pintu langit terbuka, serta malaikat sebanyak tujuh puluh ribu menyaksikannya.

Himpitan Alam Kubur

Dalam Sunan An-Nasa’i diriwayatkan dari Ibn ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

هَذَا الَّذِى تَحَرَّكَ لَهُ الْعَرْشُ وَفُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَشَهِدَهُ سَبْعُونَ أَلْفًا مِنَ الْمَلاَئِكَةِ لَقَدْ ضُمَّ ضَمَّةً ثُمَّ فُرِّجَ عَنْهُ

“Inilah yang membuat ‘arsy berguncang, pintu-pintu langit dibuka, dan disaksikan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh ia dihimpit dan dijepit (oleh kubur), kemudian dibebaskan.” (Dishahihkan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah ; Lihat kitab Misykatul Mashabih 1/49; Silsilah Ash-Shahihah, no. 1695)

Dalam Musnad Ahmad diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ لِلْقَبْرِ ضَغْطَةً وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِياً مِنْهَا نَجَا مِنْهَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ

“Sesungguhnya kubur itu memiliki himpitan yang bila seseorang bisa selamat darinya, maka (tentu) Sa’ad bin Muadz telah selamat.”) (HR. Ahmad, no. 25015; 25400; Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahihul Jami’ 2/236)

Himpitan kubur in akan menimpa semua orang, termasuk anak kecil. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَوْ أَفْلَتَ أَحَدٌ مِنْ ضَمَّةِ الْقَبْرِ لَنَجَا هَذَا الصَّبِيُّ

“Seandainya ada seseorang selamat dari himpitan kubur, maka anak kecil ini pasti selamat.” (Mu’jam Ath-Thabrani dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu dengan sanad shahih dan riwayat ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami, 5/56)

Himpitan kubur adalah pelukan yang diberikan kubur kepada mayat, yang bisa berupa kasih sayang atau amarah Himpitan kasih sayang kubur membuat mayat aman di dalam kubur hingga hari kiamat.  Himpitan amarah kubur membuat mayat tersiksa di dalam kubur hingga hari kiamat.

Amalan penyelamat dari siksa kubur

Membaca surat Al Mulk setiap malam menjelang tidur.

Memohon perlindungan kepada Allah dari segala fitnah dan azab kubur.

Melakukan amalan-amalan baik

Read More