Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebahagiaan dan kedamaian selalu menyertai kita semua Idul Fitri adalah waktu untuk kembali, memaafkan, dan memulai lagi. Selamat Hari Raya Idul Fitri!"
Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebahagiaan dan kedamaian selalu menyertai kita semua Idul Fitri adalah waktu untuk kembali, memaafkan, dan memulai lagi. Selamat Hari Raya Idul Fitri!"
Sebagaimana Khidir diberi ilmu dari sisi Allah SWT, maka Yahya diberi rasa cinta dari sisi Allah SWT. Al-Hanan ialah ilmu yang luas yang terkandung di dalamnya sesuatu kecintaan yang dalam terhadap makhluk dan alam. Hanan ialah salah satu dari tingkat cinta yang bersumber dari ilmu.
Yahya adalah seorang Nabi yang menjadi cermin dari ibadah, zuhud, dan cinta. Nabi Yahya mengungkapkan cinta kepada semua makhluk. Ia dicintai oleh manusia, burung-burung, binatang buas, bahkan gurun dan gunung. Darah Nabi Yahya tertumpah ketika beliau berusaha mempertahankan kebenaran yang disampaikannya di istana raja yang lalim. Peristiwa tragis itu berkaitan dengan seorang penari pelacur. Para ulama banyak menyebutkan keutamaan Yahya. Yahya hidup sezaman dengan Nabi Isa dan termasuk kerabat dekatnya dari sisi ibu (anak bibinya).
Yahya bukanlah ejaan bahasa Arab dari bahasa aslinya. Namanya dalam bahasa Ibrani adalah Yohanan (יוֹחָנָן, Yôḥānān) yang berarti tuhan kasih sayang dan dieja dalam bahasa Arab sebagai Yuhana (يُوحَنَّا, Yūḥanna). Dalam Qur'an surat Maryam ayat 13,
وَحَنَانًۭا مِّن لَّدُنَّا وَزَكَوٰةًۭ ۖ وَكَانَ تَقِيًّۭا ١٣
dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dan dia adalah seorang yang bertakwa,, Qur'an Maryam:13
Dalam ayat tersebut terdapat kata yang sangat jarang digunakan bahkan satu-satunya dalam Al-Qur'an yakni kata hanan (حنان) dan memiliki arti kasih sayang, dijelaskan bahwa Tuhan menganugerahkan rasa kasih sayang darinya untuk Yahya, sehingga namanya dalam bahasa Ibrani disebut Yehohanan/Yohanan, berasal dari kata Yeho
YahyaDia adalah putra Zakariyya. Yahya/Yohanes/John/Yuhana dipandang sebagai nabi dan dihormati dalam Ajaran Agama Islam, Baha'i, dan Mandaeisme, Yahya/Yohanes/John/Yuhana hidup sekitar abad pertama Masehi di Palestina
Dalam bahasa Arab, "Hanan" berarti kasih sayang, suka, kebaikan, dan kelembutan hati
Dalam bahasa Ibrani, "Hanan" berarti "penuh kasih", "karunia yang penuh kasih", atau "Allah yang berbelas kasihan"
Dalam Al-Qur'an, "Hanan" digunakan untuk menggambarkan sifat Allah yang penuh kasih sayang dan cinta terhadap hamba-hamba-Nya
Pertempuran Plataea antara athena dan persia :
Penjarahan kedua Athena oleh Persia membuat Sparta tidak punya pilihan selain menghormati aliansi mereka dengan orang Athena. Tampaknya bijaksana untuk mencoba mengalahkan Persia sebelum Persia datang ke selatan ke tanah air Sparta. Jadi mereka berbaris ke utara dan bergabung dengan orang Athena dan sekutu Yunani lainnya.
Yang terjadi selanjutnya adalah Pertempuran Plataea. Dan meskipun melakukan kesalahan taktis yang serius, hoplites Yunani terbukti terlalu kuat bagi Persia. Pertempuran Plataea menghancurkan pasukan Persia, membunuh Mardonius dalam prosesnya, dan mengakhiri invasi untuk selamanya.
Pembangunan Kembali Athena,Pada musim gugur tahun 479 Sebelum Masehi, orang Athena segera mulai membangun kembali kota mereka yang hancur. Themistocles bertanggung jawab atas upaya rekonstruksi. Prioritas pembangunan diberikan pada struktur pertahanan, terutama Tembok Themistocles, untuk mencegah invasi di masa depan. Meskipun Persia dikalahkan, Athena masih memiliki musuh potensial yaitu Sparta.Puing-puing digunakan untuk membangun kembali rumah dan kuil. Sementara Parthenon harus menunggu 30 tahun untuk dibangun kembali.
Penghancuran Athena oleh Persia (dua kali) merupakan pukulan besar bagi Yunani. Namun hal itu justru menyatukan mereka melawan pasukan Mardonius. Penghancuran itu adalah titik terendah perang, namun juga menjadi katalis bagi Yunani untuk menghancurkan para penyerbu sepenuhnya.
Satu setengah abad kemudian, penaklukan Alexander Agung akan mendatangkan pembalasan bagi bangsa Persia. Menurut Plutarch dan Diodorus, Istana Persepolis dihancurkan sebagai tindakan balas dendam atas penghancuran Kuil Athena.
Serangan Mardonius Menyadari posisi mereka yang genting, Xerxes memimpin sebagian besar armada Persia kembali ke Ionia. Jenderalnya, Mardonius, menawarkan diri untuk tinggal di Yunani dan menyelesaikan penaklukan. Bersamanya ada pasukan yang terdiri dari antara 70.000 dan 120.000 tentara (menurut perkiraan modern). Pasukan terbaik, seperti Immortals, Medes, Sacae, Bactria, dan India, semuanya tetap tinggal.
Sementara itu, orang Yunani dengan tergesa-gesa, tetapi dengan tekun, telah
membangun tembok pertahanan di seberang Isthmus of Corinth yang memisahkan
Yunani utara dari Peloponnese. Mardonius tahu bahwa untuk mengalahkan orang
Yunani, ia harus memancing Sparta keluar dari balik tembok. Orang Athena juga
tahu bahwa mereka tidak dapat mengalahkan Persia tanpa Sparta.
Mardonius memutuskan untuk menawarkan perdamaian kepada orang Athena,
bersama dengan janji pemerintahan sendiri dan perluasan wilayah. Penawarannya
itu merupakan upaya untuk memanfaatkan keretakan antara orang Athena dan
Sparta. Orang Athena berpura-pura menerima tawaran itu. Mereka memastikan
delegasi Sparta hadir dalam pembicaraan sebelum menolak tawaran tersebut.
Marah, Mardonius kembali ke pasukannya. Mengetahui apa yang akan terjadi,
orang Athena dengan cepat mengevakuasi kota mereka lagi. Kali ini, Persia hanya
meninggalkan sedikit yang tersisa. Athena benar-benar rata dengan tanah.
Wafatnya Nabi Yahya AS
Anak perempuan wanita itu yang suka menari telah melihat Yahya saat ia berbicara dengan raja. Anak perempuan itu sangat tertarik akan ketampanan Yahya dan keagungan keperibadiannya.
Ringkasnya, wanita yang ahli menari itu pun merasa jatuh cinta kepada Yahya. Ia pergi menemui Yahya di penjaranya dan ia melihat Yahya dalam keadaan duduk solat dan menangis. Wanita itu terus mengawasi Yahya saat beliau solat sampai selesai. Lalu ia meletakkan dirinya di bawah kaki Yahya dan memintanya agar mencintainya sebagaimana ia mencintai Yahya. Yahya menjawab bahawa di dalam hatinya tidak ada cinta lain selain cinta kepada Allah SWT. Wanita itu pun bangkit dari tempatnya dalam keadaan putus asa. Ia meninggalkan Yahya dalam keadaan hatinya dipenuhi kebencian padanya. Ia kembali ke istana raja.
Waktu Isyak telah berakhir. Raja mulai meminum minuman kesukaannya, yaitu khamr. Wanita itu memberikan minum kepada raja. Makin banyaknya raja minum, sampai-sampai raja merasa bahawa kepalanya seperti belon besar dan ia sebentar lagi akan terbang. Di sanalah wanita penari itu segera memakai pakaian tarian dan kembali kepada raja. Raja melihatnya dan ia merasa kepalanya bertambah besar dan wanita itu mulai menari. Lalu dipukullah rebana dan berbagai alat muzik sehingga wanita itu tampak menari dan menikmati tariannya. Pada tarian ke tujuh ia berhenti lalu membuka wajahnya sambil berkata kepada raja: "Wahai tuanku, aku ingin bertanya sedikit kepadamu." Raja yang sedang mabuk itu berkata: "Segala sesuatu yang engkau inginkan akan kuberikan kepadamu sekarang juga." Wanita itu berkata: "Aku menginginkan kepala Yahya bin Zakaria."
Mendengar perkataan itu, raja segera sadar dari mabuknya lalu ia merasakan ketakutan. Ia berkata kepadanya: "Mintalah kepadaku yang lain saja." Wanita itu berkata: "Aku menginginkan darah Yahya bin Zakaria." Wanita ini adalah simbol keburukan. Raja berkata sambil minum minuman keras yang keempat kalinya setelah empat puluh kali: "Bunuhlah Yahya!" Akhirnya, pemimpin pasukan raja mengeluarkan perintah kepada anak buahnya untuk menghabisi Yahya. Kemudian Yahya menemui ajalnya secara tragis dan meneguk madu syahadah.
Injil Mata pada pasal yang keempat belas menyebutkan suatu riwayat sebagai berikut:
"Hirdus telah menangkap Yuhana lalu ia memasukkan ke dalam penjara kerana Hirduya isteri dari saudaranya. Sebab Yuhana berkata kepadanya, engkau tidak boleh mengambilnya sebagai isterimu. Ia ingin membunuh Yuhana tetapi ia khuatir terhadap reaksi masyarakat kerana mereka menganggapnya sebagai seorang Nabi. Ketika diadakan acara kelahiran Hirdus salah seorang perempuan anak dari Hirduya menari di tengah-tengah para hadirin sehingga Hirdus merasa kagum, kerananya kemudian ia bersumpah bahawa apa pun yang diminta penari itu akan diturutinya. Wanita itu berkata: "Berikanlah kepadaku kepala Yuhana." Sebetulnya raja itu keberatan tetapi ia sudah terlanjur bersumpah dan disaksikan orang-orang di sekitarnya, maka ia pun memerintahkan agar permintaan wanita itu dituruti. Kemudian kepala Yuhana dikirim dari penjara, dan diberikan kepada gadis itu, lalu gadis itu membawanya kepada ibunya."
Segera setelah penjarahan Athena oleh Persia, armada Yunani di bawah komando Themistocles memancing armada Persia ke Selat Salamis. Orang Yunani memahami bahwa jika mereka kalah di sini, maka seluruh Yunani akan terbuka untuk invasi. Mereka bertahan dan melawan jumlah yang lebih besar, memberikan luka yang parah pada Persia. Pasukan Yunani menenggelamkan ratusan kapal dengan kerugian hanya 40 kapal mereka sendiri.
Begitu kacau pertempuran itu sehingga orang Yunani bahkan tidak yakin akan kemenangan mereka sampai asap menghilang keesokan paginya. Namun akhirnya, mereka melihat Persia mundur. Xerxes, yang telah mendirikan takhtanya di Gunung Aigaleo yang menghadap selat, berada dalam suasana hati yang buruk. Konon, beberapa orang kehilangan kepala mereka.
Setelah pertempuran, sejumlah kecil pengungsi Athena kembali ke kota mereka dan mendapati rumah-rumah mereka terbakar. Kehancuran di Athena adalah pemandangan yang menyedihkan.
Pada bulan September 480 Sebelum Masehi, armada Persia tiba di Teluk Phaleron. Sejumlah kecil orang Yunani yang membentengi diri di Akropolis dengan cepat dikalahkan, dan Xerxes memerintahkan kota itu untuk dibakar. Akropolis hancur, termasuk Kuil Athena Kuno dan Parthenon Tua.
Herodotus menulis, “Orang-orang Persia yang datang lebih dulu pergi ke gerbang, yang mereka buka, dan membantai penduduk. Dan setelah mereka mengalahkan semua orang Athena, mereka menjarah kuil dan membakar seluruh akropolis.”