PENGHIMPITAN DI ALAM KUBUR
Ahlussunnah mengimani bahwa di alam kubur akan terjadi peristiwa (penghimpitan).Ini didasari oleh beberapa hadits yang shahih. Di antaranya: Hadits dari Aisyah radhiallahu'anha,bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:"Sesungguhnya di alam kubur akan terjadi penghimpitan.Andaikan ada orang yang selamat darinya, maka sungguh Sa'ad bin Mu'adz akan selamat darinya"148. * Hadits dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhu, bahwa bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda ketika Sa'ad bin Mu'adz radhiallahu'anhu meninggal: "Lelaki ini membuat Arsy berguncang, dan akan dibukakan baginya pintu- pintu langit, dan ia akan dipersaksikan oleh 70 Malaikat sebagai orang yang baik. Namun ia mengalami penghimpitan di alam kubur kemudian terlepas darinya"1.Hadits dari Abu Ayyub Al Anshari radhiallahu'anhu, bahwa ketika ada seorang anak kecilyang meninggal
"Andaikan ada orang yang selamat
dari penghimpitan di alam kubur, sungguh
anak ini akan selamat"150. Siapa saja yang mengalami penghimpitan? Ulama sepakat
bahwa orang kafir
dan munafik pasti
akan mengalami penghimpitan. Sebagaimana dalam hadits dari Al Barra' bin'Azib
radhiallahu'anhu bahwa Nabi
Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda
tentang orang kafir dan munafik: "...Kemudian kuburnya pun menghimpitnya
hingga remuk tulang- tulangnya".Kemudian,
jumhur ulama mengatakan
bahwa para Nabi dan
Rasul 'alaihimussalam tidak mengalami
penghimpitan di alam kubur.
As
Suyuthi rahimahullah mengatakan:"Pendapat yang ma'ruf, para Nabi
tidak mengalami penghimpitan". Al Munawi rahimahullah mengatakan: "Saya katakan, pendapat yang
mengecualikan para Nabi dari terkenapenghimpitan adalah pendapat yang kuat.
Adapun mengecualikan para wali, maka ini
pendapat yang tidak tepat. Tidakkah anda lihat bagaimana Sa'ad bin Mu'adz saja yang kedudukannya tinggi tetap
mengalami penghimpitan?!"153.
Adapun orang-orang beriman
selain para Nabi
dan Rasul, maka
ada khilaf yang kuat
di tengah ulama
apakah mereka mengalami
penghimpitan ataukah tidak? Sebagian ulama mengatakan bahwa para auliya'
(orang-orang shalih) tidak mengalami penghimpitan di alam kubur. Namun pendapat
yang kuat (sebagaimana disebutkan
Al Munawi) adalah
bahwa orang-orang beriman selain
para Nabi dan Rasul, mereka semua mengalami penghimpitan tanpa terkecuali.
Sebagaimana zahir dari
hadits Aisyah radhiallahu'anha.
Oleh karena itu,
Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah, seorang
tabi'in, beliau berkata: "Tidak ada yang selamat dari
penghimpitan, bahkan Sa'ad bin Mu'adz saja
tidak selamat. Padahal satu sapu tangan beliau itu lebih baik daripada
dunia dan seisinya!"154.
Bahkan anak kecil
yang belum terkena
beban syariat saja
terkena penghimpitan sebagaimana dalam hadits Abu Ayyub
radhiallahu'anhu. Bagaimana bentuk
penghimpitan yang dialami orang-orang beriman? Walaupun orang-orang beriman mengalami
penghimpitan di alam kubur, namun
bentuknya berbeda dengan
yang dialami orang-orang
kafir dan munafik. Ada dua
pendapat ulama dalam masalah ini:
Pertama: penghimpitan yang
mereka rasakan adalah
penghimpitan maknawi, yang berupa
rasa takut dan
gelisah. Bukan penghimpitan
kubur secara hakiki. Abu Bakar At Taimi rahimahullah mengatakan:
"Para ulama mengatakan: bentuk
penghimpitan di alam kubur itu pada
asalnya karena bumi bagaikan ibu bagi manusia. Di sana mereka
diciptakan,kemudian tiba-tiba ia tidak lagi berada di bumi untuk waktu yang
lama.Ketika anak-anak bumi ini dikembalikan kepadanya, maka ia merasakan
kesempitan sebagaimana sempitnya seorang ibu yang kehilangan anaknya".
Kedua: penghimpitan yang mereka rasakan adalah penghimpitan hakiki, namun hanya
sebentar. Al Munawi rahimahullah mengatakan:
"Seorang mukmin yang sempurna imannya, akan mengalami penghimpitan, kemudian dengan cepat segera dilepaskan.
Sedangkan seorang mukmin yang ahli
maksiat akan diperlama penghimpitannya. Sedangkan penghimpitan orang kafir akan selamanya dihimpit
atau hampir selamanya"156. Kapan terjadi penghimpitan di dalam kubur? Penghimpitan di alam kubur terjadi
sebelum pertanyaan dua malaikat."Penghimpitan di alam kubur terjadi
sebelum pertanyaan dua Malaikat". Al Muzanni rahimahullah dalam Syarhus
Sunnah beliau berkata: “Kemudian mereka setelah mengalami penghimpitan, mereka
akan ditanya(oleh malaikat)”. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
rahimahullah juga menjelaskan: "Hadits-hadits shahih menunjukkan bahwa
seseorang ketika ia berhasil menjawab
pertanyaan dua malaikat di dalam kubur dengan benar, maka akan dilapangkan kuburnya. Jika hadits tentang
penghimpitan itu shahih, maka
maknanya, pertama kali ia masuk ke dalam kubur, ia akan dihimpit oleh
kubur, kemudian akan dilapangkan (setelah menjawab pertanyaan)"159. Wallahu a'lam. Semoga Allah ta'ala memberikan
kita al qauluts tsabit di kehidupan dunia dan di alam kubur dan melindungi kita
dari adzab kubur
Sumber :
160.
157Fatawa Ar Ramli, 6/33 158Syarhus Sunnah lil Muzanni, poin ke 10
159Liqa Babil Maftuh, 17/36 160 Diringkas dari penjelasan Syaikh Abdullah bin
Abduh Nu'man Al Awadhi dan Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid
hafizhahumallah.
153Faidhul Qadir, 5/313 154
Diriwayatkan dalam kitab Az Zuhd karya Hannad bin as-Sarri (1/125). 150 HR. Ath Thabarani dalam Mu'jam Al Kabir
(4/121), dishahihkan Al Albani dalam as-Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 2164 151 HR. Abu Daud no. 4753, Ahmad
no.17803, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud 152Syarhus Shudur bi
Syarhi Haalil Mauta wal Qubur, karya As Suyuthi, halaman. 114 : 148 HR. Ahmad (6/55), dishahihkan Al Albani
dalam as-Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no.1695 149 HR. An Nasa'i no.2055,
dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa'i
Ar Ramli rahimahullah mengatakan: 155 Tafsir Ibnu Rajab, 2/373
156Faidhul Qadir, 2/168






