Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Jumat, 31 Juli 2026

perbedaan alam kubur dan alam akhirat lain

 Pengertian Akherat

Akhirat dipakai untuk mengistilahkan kehidupan alam baka (kekal) setelah kematian/ sesudah dunia berakhir. Pernyataan peristiwa alam akhirat sering kali diucapkan secara berulang-ulang pada beberapa ayat di dalam Al Qur'an sebanyak 115 kali, yang mengisahkan tentang Yawm al-Qiyâmah dan akhirat juga bagian penting dari eskatologi Islam.

perbedaan alam kubur dan alam akhirat lain


Akhirat dianggap sebagai salah satu dari rukun iman yaitu: Percaya Allah, percaya adanya malaikat, percaya akan kitab-kitab suci, percaya adanya nabidan rasul dan percaya takdir dan ketetapan. Menurut kepercayaan Islam, Allah akan memainkan peranan, beratnya perbuatan masing-masing individu. Allah akan memutuskan apakah orang tersebut di akhirat akan diletakkan di Jahannam (neraka) atau Jannah (surga). Kepercayaan ini telah disebut sebelumnya sebagai Hari Penghakiman dalam ajaran Islam.

Akhirat adalah dimensi fisik dan hukum-hukum dunia nyata yang terjadi setelah dunia fana berakhir. Bagi mereka yang beragama samawi meyakini bahwa kehidupan akhirat sebagai tempat dimana segala perbuatan seseorang di dalam kehidupan dunia ini akan dibalas. Namun tidak sedikit juga orang yang meragukan akan adanya kehidupan akhirat (kehidupan setelah kematian). Mereka-mereka yang meyakini adanya kehidupan akhirat ada yang menyatakan: 'Mudahnya meyakini adanya kehidupan setelah kematian sama mudahnya dengan meyakini adanya hari esok setelah hari ini, adanya nanti setelah sekarang, adanya memetik setelah menanam'. Dengan meyakini adanya kehidupan akhirat setelah kehidupan didunia ini akan menjaga seseorang dari bertindak sesuka hatinya, karena ia yakin segala hal yang ia perbuat dalam kehidupannya sekarang akan dituainya kemudian di alam setelah kematian.

1.      Alam kubur

Sebelum terjadi hari kehancuran, bagi mereka yang telah mati akan mengalami fase kehidupan akhirat yang disebut alam barzakh

Barzah berarti sesuatu yang terletak di antara dua barang atau penghalang. Pada masa itu ruh manusia sudah menyadari akan kebenaran janji-janji Allah

Menurut syariat Islam, kepada mereka yang jahat sudah diperlihatkan kehidupan mereka kelak setelah masa penghakiman selesai di neraka dan selama itu pula mereka akan mendapatkan siksa kubur, dalam beberapa hadits Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam menyebutkannya sebagai "azab kubur."

1.      Penghakiman

Hari ketika mulut dikunci, dan semua anggota badan memberikan kesaksiannya kepada Allah SWT Yang Maha Adil. Hari penimbangan amal kebajikan dan kejahatan semasa hidup di dunia.

1.      Perhentian akhirat

Hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib berkata: "Sesungguhnya pada hari kiamat ada lima puluh tempat perhentian (stasiun), dan setiap stasiun lamanya seribu tahun. Stasiun pertama adalah saat manusia keluar dari kuburnya, di sini mereka ditahan selama seribu tahun dalam keadaan hina, lapar dan haus. Barangsiapa yang keluar dari kuburnya dalam keadaan beriman kepada Tuhannya, mempercayai surga dan neraka-Nya, mempercayai hari kebangkitan, hari hisab dan hari kiamat, meyakini Allah dan membenarkan Nabi-Nya saw serta ajaran yang dibawanya dari sisi Allah azza wa jalla, ia akan selamat dari kelaparan dan kehausan."

1.      Nama Lain Bagi Hari Akhirat

Hari akhirat memiliki beberapa nama lain (julukan) yang diberikan oleh Allah sendiri melalui firman-Nya di dalam Al Qur'an, di antaranya adalah:

·         Al-Ghâsyiyah (Arabالغاشية) - Peristiwa Yang Dahsyat

·         Al-Qâri‘ah (Arabالقارعة) - Yang Menggemparkan

·         Ar-Râjifah (Arabالرجفة) - Yang Menggetarkan

·         As-Sâ'ah (Arabالسَّاعَة) - Kehancuran

·         Ash-Shakhah - Bencana yang memilukan

·         At-Thaamah (Arabاظمة) - Bencana

·         Al-Wâqi‘ah (Arabالْوَاقِعَةُ) - Peristiwa Yang Pasti Terjadi

·         Al-Zalzalah (Arabالزلزلة) - Kegoncangan

·         Yawm ad-Dîn (Arabيَوْمِ الدِّينِ) - Hari Penghakiman

·         Yawm al-Âkhir (Arabيَوْمِ الآخِرُ) - Hari Akhir

·         Yawm al-Alîm Arabيو م أليم) - Hari Yang Menyedihkan

·         Yawm al-‘Azhim (Arabيَوْمٌ عَظِيْمٌ ) - Hari Yang Besar

·         Yawm al-Âzifah (Arabيَوْمُ الآزِفَةِ) - Hari Yang Dekat

·         Yawm al-Ba'ats (Arabيوم البث) - Hari Kebangkitan

·         Yawm al-Fashl (Arabيَوْمُ الْفَصْلِ) - Hari Keputusan

·         Yawm al-Fath (Arabيَوْمُ الْفَتْحِ) - Hari Kemenangan

·         Yawm al-Haqq (Arabيَوْمُ الْحَقِّ) - Hari Kebenaran

·         Yawm al-Hasrah (Arabيَوْمٌ الْحَسْرَةِ) - Hari Penyesalan


Read More

Kamis, 30 Juli 2026

Perbedaan para roh di alam barzah

 roh dalam Barzakh

kondisi roh dialam ruh di bedakan menjadi 4

·         Roh syuhada

Roh para syuhada berada di tengah-tengah burung hijau dan memiliki lampu yang tergantung di langit, roh itu dapat keluar dari surga sekehendaknya, kemudian bisa kembali ke pelita tersebut, menurut kisah dari Masruq ketika bertanya kepada Abdullah Bin Mas’ud.. Firman Allah dalam Ali Imran: 169, “ Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, tetapi mereka itu di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (Q.S. Ali Imran: 169).

kondisi roh dialam ruh di bedakan menjadi 4


Roh sebagian syuhada dan bukan semua syuhada, sebab di antara meraka ada yang rohnya tertahan karena memiliki hutang yang belum ditunaikan. Dari Abdullah Bin Jahsy diceritakan bahwa ada seorang lelaki datang kepada Muhammad dan bertanya, ”Ya Rasulullah apa yang terjadi padaku jika akau terbunuh dijalan Allah?” Muhammad menjawab, “Syurga,” Ketika orang berpaling, Beliau berpaling” kecuali ada hutang, baru saja Jibril memberi tahu aku.”

·         Roh mukmin yang saleh

Roh mereka seperti burung yang begelantungan di pohon surga sampai dikembalikan oleh Allah ke jasadnya pada hari kiamat[8] Perbedaan antara roh para syuhada dengan roh kaum mukmin adalah bahwa roh syuhada berada di sangkar burung hijau sambil terlepas berjasan ke sana kemari di taman syurga, lalu kembali ke lampu pelita yang tergantung di 'Arasy, sedangkan roh kaum mukmin berada di sangkar burung tergantung di surga tetapi tidak berjalan ke sana-ke sini di surga.

·         Roh orang maksiat

Nash-nash yang menjelaskan azab yang diterima oleh orang yang suka maksiat telah dikemukakan. Orang yang kebohongannya merajalela di azab dengan besi yang ujungnya bengkok yang dimasukan kemulutnya sampai ke tengkuk. Kepala orang yang meninggalkan salat wajib karena tidur, kepalanya akan dihancurkan dengan batu. Bagi para Pezina Laki-laki dan Perempuan akan disiksa di sebuah lubang seperti tungku dari tembikar untuk membakar roti yang bagian atasnya sempit dan di bawahnya luas, sementara api menyala-nyala di bawahnya. Orang yang suka makan Riba berenang di lautan darah dan di tepi lautan darah itu ada orang yang melemparinya dengan batu. Demikian juga dengan orang yang suka mengadu domba di antara manusia dan juga orang yang menyembunyikan harta ghanimah dan lainnya.

·         Roh orang kafir

Disebutkan dalam hadits Abu Hurairah bahwa setelah melukiskan keadaan orang beriman sampai menempati tempatnya di surga, Muhammad menyebut keadaan orang kafir beserta sekarat yang dialaminya. Setelah rohnya dicabut, roh yang keluar dari jasad orang kafir baunya busuk sampai para malaikat yang membawanya ke pintu bumi berteriak, “Alangkah busuknya roh ini.” Kemudian mereka membawanya bertemu dengan roh-roh kafir lainnya.

Read More

Rabu, 29 Juli 2026

Azab Kubur

Azab Kubur menurut Ibnu Taimiyah menyelaraskan dengan para ulama lainnya, bahwa roh-roh orang beriman berada di surga, walaupun bersamaan dengan itu rohnya dikembalikan ke jasad, sama halnya dengan roh berada di jasad, tetapi rohnya naik ke langit seperti pada saat tidur. Adapun bahwa rohnya berada di surga itu berdasarkan hadits-hadits umum. Hal ini ditegaskan olehImam Ahmad dan ulama lainnya. Mereka berdalil dengan hadits-hadits yang umum dan hadits yang khusus mengenai tidur dan lain-lainnya. Mengenai azab kubur Mahzab Ahlusunah berpendapat bahwa azab kubur mengenai roh itu baik terpisah dari jasad atau berhubungan dengan jasad, sedangkan Ibnu Taimiyah berkata azab dan kenikmatan menimpa jasad dan jiwa sekaligus.

Azab Kubur


Hadits tentang azab kubur

Ada hadits yang menceritakan tentang siksa kubur, di antaranya adalah dari Ibnu Abbas. Ia berkata, Nabi Muhammad melewati salah satu dinding dari dinding-dinding Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang disiksa di dalam kuburnya. Nabi bersabda, "Dua orang sedang disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar." Kemudian beliau bersabda, "Yang seorang tidak bertirai dalam berkencing dan yang lain berjalan dengan mencaci maki." Kemudian beliau minta diambilkan pelepah korma yang basah, lalu dibelah menjadi dua dan beliau letakkan pada masing-masing kuburan itu satu belahan. Lalu dikatakan, "Wahai rasulullah, kenapakah engkau perbuat ini??" Beliau bersabda, "Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua belah ini belum kering?"

"Dari Ibnu Abbas, ia berkata, Nabi Muhammad berjalan melalui dua buah kubur, lalu beliau bersabda, Sesungguhnya orang yang ada di dalam kubur ini disiksa, tetapi bukannya disiksa karena mengerjakan dosa besar. Adapun yang seorang dari pada keduanya itu tidak beristinja dengan sebersih-bersihnya dari kencingnya, sedangkan yang lain ini suka berjalan dengan menyampaikan kata-kata yang berupa adu domba. Kemudian beliau mengambil setangkai pelepah kurma yang masih basah, lalu membelahnya menjadi dua bagian, kemudian setiap belahan tadi dipancangkan pada setiap kubur (yakni masing-masing dari dua buah kubur itu diberi separuh belahannya). Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini??" Beliau bersabda, "Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua belahan itu belum kering"

Read More

Selasa, 28 Juli 2026

Pengertian Alam Barzah

 Pengertian Alam Barzah

Barzah adalah alam kubur yang membatasi antara dunia dan akhirat. Barzakh menjadi tempat persinggahan sementara jasadmakhluk sampai dibangkitkannya pada hari kiamat. Penghuni barzakh berada di tepi dunia (masa lalu) dan akhirat (masa depan). Menurut syariat Islam di alam Barzakh ini, sang mayat akan bertemu dengan para Malaikat Munkar dan Nakir, sedangkan ada pendapat lain ada yang mengatakan jika yang mereka datangi adalah orang mukmin yang diberi taufik, maka yang akan datang adalah para malaikat yang bernama Mubassyar dan Basyir.

Pengertian Alam Barzah


Tanya : Man Rabbuka? Siapa 

Tuhanmu? 

Jawab : Allahu Rabbi. Allah 

Tuhanku. 

Tanya : Man Nabiyyuka? Siapa 

Nabimu? 

Jawab : Muhammadun Nabiyyi. 

Muhammad Nabiku 

Tanya : Ma Dinuka? Apa 

agamamu? 

Jawab : Al-Islamu dini. Islam 

agamaku 

Tanya : Man Imamuka? Siapa 

imammu? 

Jawab : Al-Qur'an Imami. Al- 

Qur'an Imamku 

Tanya : Aina Qiblatuka? Di mana 

kiblatmu? 

Jawab : Al-Ka'batu Qiblati. Ka'bah 

Qiblatku 

Tanya : Man Ikhwanuka? Siapa 

saudaramu? 

Jawab : Al-Muslimun Wal-Muslimat 

Ikhwani. 

Muslimin dan Muslimah 

saudaraku.. 

Dengan kata lain tempat yang disebut barzakh adalah mulai dari waktu kematian sampai dibangkitkan hidup kembali.

Di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” Ia menjawab, itu adalah alam antara kematian dan kebangkitan kembali.(Al Mu'minuun, 100)

Secara harfiah Barzakh berarti jarak waktu atau penghalang antara 2 hal dan tidak ada yang sanggup melewatinya. Menurut syariat Islam barzakh berarti tempat yang berada di antara maut dan kebangkitan, menurut firman Allah dalam Al-Quran Surah Al Mu'minuun: 100,

Read More

Senin, 27 Juli 2026

Fitnah Kubur

Fitnah kubur

Seseorang yang telah mati tidak akan mengetahui kehidupan dari orang yang masih hidup karena ia tinggal di dalam dunia yang benar-benar beda. Bagaimanapun, dikisahkan bahwa seseorang yang mati dapat merasakan langkah kaki dari orang berjalan.

Fitnah Kubur


Dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW melihat seseorang yang berada di dalam sumur, yang mana tubuh dari engkau menemukan kebenaran tentang Tuhan yang dijanjikan kepadamu?" Umar bertanya, "Engkau menyapa orang mati." Nabi Muhammad SAW menjawab, "Mereka mendengar lebih baik dari pada kamu, tetapi mereka tidak bisa membalasnya."

Manusia sudah akan mengetahui nasibnya ketika mereka berada di barzakh. Apakah termasuk penghuni surga atau neraka. Jika seseorang menjadi penghuni surga, maka dibukakan baginya pintu surga, hawa sejuk surga akan mereka rasakan setiap pagi dan sore. Sebaliknya jika menjadi penghuni neraka, pintu neraka pun akan dibukakan untuknya dan dia akan merasakan hawa panas neraka setiap pagi dan sore.

Al-Barra bin ’Azib menceritakan hadits yang panjang yang diriwayat Imam Ahmad tentang perjalanan seseorang setelah kematian. Seorang mukmin yang akan meninggal dunia disambut ceria oleh malaikat dengan membawa kain kafan dari surga. Kemudian datang malaikat maut duduk di atas kepalanya dan memerintahkan roh yang baik untuk keluar dari jasadnya.

Selanjutnya disambut oleh malaikat dan ditempatkan di kain kafan surga dan diangkat ke langit. Penduduk langit dari kalangan malaikat menyambutnya, sampai di langit terakhir bertemu Allah, kemudian Allah memerintahkan pada malaikat untuk mencatat kitab hamba-Nya ke dalam ’illiyiin dan dikembalikan rohnya ke Barzakh. Setelah dikembalikan lagi roh itu ke jasadnya dan datanglah dua malaikat, Munkar dan Nakir yang akan bertanya kepada sang mayat. Pertanyaan itu adalah;

·         "Siapa Tuhanmu?"

·         "Apa agamamu?"

·         "Siapa lelaki yang diutus kepadamu?"

·         "Siapa yang mengajarimu?"

Menurut syariat Islam, hanya orang yang beriman saja yang dapat menjawabnya dengan baik. Maka kemudian akan diberi alas dari surga, mendapat kenikmatan di kubur dengan selalu dibukakan baginya pintu surga, dilapangkan dan diterangkan kuburnya. Sang mayat akan mendapat teman yang baik dengan wajah yang baik, pakaian yang baik dan aroma yang baik. Lelaki itu adalah gambaran dari amal perbuatannya selama hidup di dunia. Keadaan berubah sebaliknya jika si mayat adalah orang yang tidak beriman

Read More

Minggu, 26 Juli 2026

Azab Kubur dalam Perspektif Hadis

 Azab Kubur dalam Perspektif Hadis

Kata “Azab” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti siksa Tuhan yang diganjarkan kepada manusia yang meninggalkan perintah dan melanggarlarangan agama.Dalam bahasaArab,  kata  ʼAdzāb,     bentuk jamaknya a‟dzibah artinya siksaan. Ibnu al-Qayyim berkata : “Azab dan nikmat kubur adalah suatu nama (yang sama) untuk azab barzakh dan nikmat barzakh, yaitu alam yang berada di antara alam dunia dan alamakhirat.”

Azab Kubur dalam Perspektif Hadis


Sedangkan kata “barzakh” berasal dari bahasa Arab, barzakh berarti batas, atau sekat penghalang antara dua benda.4 Alam barzakh merupakan tempat tinggal antara dunia dan akhirat. Ia lebih banyak menyerupai alam akhirat atau bahkan bisa dikatakan sebagian dari akhirat. Tetapi yang lebih menonjol dan lebih tampak berperan di sana ialah ruh serta hal-hal yang bersifat ruhani. Jasad di alam itu hanya sebagai pengikut yang menyertai ruh dalam merasakan kenikmatan dan kegembiraan, atau azab dan kesengsaraan.

Adapun menurut syariat, barzakh berarti tempat yang ada di antara maut dan kebangkitan. Allah berfirman,

وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ.....

........“Dan di hadapan mereka terdapat barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Q.S. al-Mu‟minun: 100).

 

Di alam inilah manusia akan mendapatkan balasan atas apa yang telah diperbuatnya selama hidup di dunia. Rasulullah saw menggambarkan tentang bagaimana azab kubur itu benar adanya, sebagaimana dalam sebdanya,



[2]Ahmad Warson Munawwir, Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia, Cet. XIV,(Surabaya: Pustaka Progressif, 1997), hal. 909.

[3]ʼUmarSulaimanal-ʼAsyqar,Al-Qiyamahal-Sughra,Cet.I,(Kuwait:Maktabahal- Falāh, 1406 H), hal. 13.

حدثنا عياش حدثنا عبد الأعلى حدثنا سعيد قال وقال لي خليفة  حدثنا يزيد بن زريع حدثنا سعيد عن قتادة عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال العبد إذا وضع في قبره وتولي وذهب أصحابه حتى إنه ليسمع قرع نعالهم أتاه ملكان فأقعداه فيقولان له ما كنت تقول في هذا الرجل محمد صلى الله عليه وسلم فيقول أشهد أنه عبد الله ورسوله فيقال انظر إلى مقعدك من النار أبدلك الله به مقعدا من الجنة قال النبي صلى الله عليه وسلم فيراهما جميعا وأما الكافر أو المنافق فيقول لا أدري كنت أقول ما يقول الناس فيقال لا دريت ولا تليت ثم يضرب بمطرقة من حديد ضربة بين أذنيه فيصيح صيحة يسمعها من يليه إلا الثقلين

 

Dari Anas R.A, Dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila diletakan di kuburannya, lalu ditinggalkan dan sahabat-sahabatnya telah pergi –hingga sesungguhnya ia mendengar bunyi sandal-sandal mereka- maka dua malaikat datang dan mendudukkannya. Keduanya berkata kepadanya, ‘Apakah yang dahulu engkau katakana tentang laku-laki ini, Muhammad SAW?’ Dia berkata ‘Aku bersaksi bahwa dia adalah Hamba Allah dan utusan-Nya’. Maka dikatakan kepadanya, ‘Lihatlah tempat tinggalmu di neraka, Allah telah menggantikannya dengan tempat tinggal di surga’.” Nabi SAW bersabda, “Maka ia meihat kedua tempat itu sekaligus”. Adapun orang kafir –atau munafik- akan berkata,”Aku tidak tahu, aku mengatakan apa yang dikatakan manusia’.Maka dikatakan, ‘Engkau tidak tahu dan tidak mau mengikuti orang yang mengetahui’. Kemudia ia dipukul dengan palu besi di antara kedua telinganya. Maka, ia pun berteriak dengan satu teriakan yang didengar oleh apapun yang ada di sekelilingnya kecuali tsaqalain (jin dan manusia). (H.R. Bukhari)[1]

 

Ibnu al-Manayyar mengatakan , bahwa Imam Bukhari mengkhususkan judul ini untuk dijadikan sebagai permulaan adab saat menguburkan mayit; yaitu harus bersikap tenang, tidak gaduh serta menghentakan tanah dengan keras, sebagaimana yang harus dilakukan terhadap orang yang hidup yang sedang tidur. Dalam judul bab ini, dia menyebutkan dengan lafazh “Khafaq” (bunyi) sedangkan dalam hadits disebutkan dengan lafazh”qar’u” (bunyi)/hentakan). Ini untuk mensinyalir lafazh “khafaq” yang disebutkan pada sebagian jalur periwayatan hadits tersebut.

 

Hadits ini dijadikan dalil bolehnya berjalan di antara kuburan dengan memakai sandal, namun tidak ada indikasi yang menunjukan halo itu. Ibnu Al-Jauzi berpendapat bahwa dalam hadits tersebut tidak ada keterangan selian kisah tentang orang yang masuk perkuburan, dan yang demikian itu tidaklah berkonsekuensi haram atau pun mubah. Hanya saja orang yang berdalil dengan hadits ini –dalam masalah tersebut- adalah berdasarkan sikap nabi SAW yang menceritakan hal itu dan merestuinya. Akan tetapi, pernyataan ini terbantah oleh adanya kemungkinan bahwa bunyi sandal yang didengar oleh mayit tersebut adalah bunyi yan berada di luar area perkuburan.

Adapaun keterangan yang memakruhkan perbuatan itu adalah hadits Basyir bin Khasyasiyah (Bahwa Nabi SAW melihat seorang laki-laki berjalan di antara kuburan dengan memakai sandal sibtiyah (sandal yang terbuat dari kulit yang disamak) maka beliau bersabda, “Wahai emilik sandal sibtiyah, lemparkanlah sandalmu!”). hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud dan An-Nasai serta dishahihkan oleh Hakim.

Sementara itu, Ibn Hazm mengemukakan pendaat yang tidak umum, dia berpendapat tentang diharamkannya berjalan di antara kuburan dengan memakai sandal sibtiyah dan tidak diharamkan jika memakai sandal yang lain.

            Adapun pendapat Al-Khathabi bahwa kemungkinan Nabi SAW melarang sandal sibtiyah dikarenakan memakainya terdapat unsur kesombongan, terbantah oleh hadits Ibnu Umar yang menyatukan bahwa beliau biasa memakai sandal sibtiyah. Hadits ini shahih seperti yang akan dijelaskan. At-Thahawi berkata, “Larangan bagi laki-laki tersebut harus dipahami bahwa pada kedua sandal yang dipakainya terdapat kotoran, karena NAbi SAW biasa shalat dengan memakai sandal-sandal selama tidak melihat ada kotoran yang menempel di sandalnya.”[2]



[1]Imam Al-Bukhari, Shahih Bukhari, (Kairo: Darul Hadis, 2008), Kitab Janaiz, Bab:الميت يسمع خفق النعال  hal. 563.

[2] Ibnu Hajar Al-Asqalani,Fathul Bari, Terjemahan Amiruddin, (Jakarta: Pustaka Azzam, 2008), Vol.7, Hal. 302,

 

Read More