Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Rabu, 08 Juli 2026

Malaikat Ruman

 Malaikat Ruman

Salah satu malaikat yang akan ditemui oleh ahli kubur pertama kali adalah Malaikat Ruman. Ia sejatinya adalah malaikat yang diperintahkan Allah ta'ala untuk menyelidiki setiap amal yang dikerjakan ahli kubur ketika masih hidup di dunia.

Malaikat Ruman


ذكر الإمام أبو حامد في كتاب كشف علم الآخرة: وقد روي عن ابن مسعود رضي الله عنه أنه قال: يا رسول الله ما أول ما يلقى الميت إذا دخل قبره ؟ قال : يا ابن مسعود ما سألني عنه أحد إلا أنت فأول ما يناديه ملك اسمه رومان يجوس خلال المقابر ، فيقول: يا عبد الله اكتب عملك فيقول : ليس معي دولة ولا قرطاس ، فيقول: هيهات كفنك قرطاسك ، ومدادك ريقك ، وقلمك إصبعك ، فيقطع له قطعة من كفنه ثم يجعل العبد يكتب وإن كان غير كاتب في الدنيا ، فيذكر حينئذ حسناته وسيئاته كيوم واحد، ثم يطوي الملك القطعة ويعلقها في عنقه ، ثم قال رسول الله :

Imam Abu Hamid menyebutkan di dalam kitab Kasyful Ulum al Akhirah. Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu. Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa yang pertama kali ditemui mayat ketika masuk dalam kuburnya?"

Rasulullah SAW menjawab, "Wahai Ibnu Mas'ud, tak ada yang bertanya padaku seperti ini satu orang pun kecuali engkau, maka yang pertama itu ia (mayat) dipanggil oleh malaikat yang bernama Ruman, yang tugasnya menyelidiki kejelekan penghuni kubur. Maka dia (malaikat Ruman) akan berkata, 'Wahai hamba Allah, tulislah amal-amalmu.'

kitab At-Tadzkirah karya Imam Qurthubi

 

Diriwayatkan dari Abdullah bin Salam r.a.: Abdullah bin Salam awalnya adalah seorang Sahabat Nabi Muhammad. Nama aslinya adalah Hushain bin Salam adalah seorang pemimpin agama Yahudi di Madinah. Sebagai seorang pemimpin agama Yahudi, Ia mengetahui isi kandungan dari Taurat. Oleh karena itu, Ia mengetahui akan hadirnya nabi terakhir, setelah kedatangan Nabi Muhammad kemudian ia memeluk agama Islam. Ia juga mengajak kaumnya untuk mempercayai kerasulan Nabi Muhammad, tetapi kaumnya menolak dan menganggap Abdullah bin Salam sebagai pembohong, karena memeluk agama Islam

 Seorang malaikat masuk mendatangi mayat di kuburnya sebelum kedatangan Malaikat Munkar dan Nakir, malaikat itu bernama Ruman, berwajah cerah secerah matahari. Malaikat Ruman mendatangi mayat dan berkata, “Tulislah semua amalmu yang baik dan yang jelek.” Mayat berkata pada malaikat, “Dengan apa aku harus menulis? Di mana pena dan tintaku?”.

Malaikat menjawab, ”Ludahmu itu tintamu dan penamu adalah jari-jarimu”. Mayat berkata, “Di atas apakah aku harus menulis? Aku tidak ada kertas”. Malaikat Ruman menyobekkan kain kafan dan memberikannya kepada mayat lalu berkata, “Ini kertasmu dan tulislah”. Maka menulislah si mayat tersebut amal kebaikannya di dunia kemudian sampailah pada amal buruknya, maka dia berhenti enggan menulisnya, malu kepada Malaikat Ruman.

Malaikat ruman berkata padanya, “Hai orang yang berdosa, mengapa kamu tidak malu kepada Allah yang menciptakanmu, ketika kamu melakukan amal jelek sewaktu di dunia, dan sekarang kamu malu kepadaku?”. Lalu Malaikat Ruman mengangkat tiang besar dan memukulkannya kepada si mayat. Mayat berkata, “Aku akan menulis semua amal baik dan amal burukku dalam lembaran ini”.

Sesudah itu, Malaikat Ruman memerintahkan agar melipatnya, menandatanginya, dan mengalungkannya di lehernya hingga hari kiamat.

Mengenal Malaikat Ruman

Nama "Ruman" memiliki makna "yang lembut" atau "yang menyenangkan," menggambarkan sifatnya yang penuh kasih sayang, kesabaran, dan ramah terhadap manusia yang telah meninggal.Malaikat Ruman memiliki wajah yang indah dan berseri-seri, serta suara yang merdu dan menenangkan.

Ketika Ruman mendekati jenazah, ia datang bersama dengan Malaikat Kiraman Katibin, yang bertugas mencatat semua amal baik dan buruk manusia selama hidupnya.

 

Malaikat Ruman memulai dengan meraih tangan kanan jenazah, memberikan salam, dan memperkenalkan dirinya.Jenazah yang masih memiliki kesadaran di alam barzakh (alam antara dunia dan akhirat), merasakan kedamaian dan kehangatan dari sambutan Ruman.

Malaikat Ruman memberikan pujian atas keimanan dan ketakwaan jenazah kepada Allah, serta membuka buku catatan amal jenazah manusia.

Dengan suara yang jelas dan lantang, Ruman membaca dan merincikan semua amal baik dan buruk yang telah dilakukan oleh jenazah sepanjang hidupnya.Malaikat Ruman juga menyebutkan bobot atau nilai dari setiap amal, serta balasan yang akan diberikan oleh Allah di akhirat.

Jenazah mendengarkan dengan penuh perhatian, merasa bahagia ketika amal baiknya diakui dan balasannya yang mulia, serta merasa menyesal dan sedih ketika amal buruknya diungkapkan.

Ruman kemudian menutup buku catatan dan memberikannya kepada Kiraman Katibin.

Ia lalu mengenakan kain kafan putih yang bersih dan wangi pada jenazah. Setelah itu, Ruman mengucapkan salam perpisahan kepada jenazah.Ruman dan Kiraman Katibin pergi, menunggu Malaikat Munkar dan Nakir yang akan datang.Jenazah merasakan ketenangan dan keyakinan setelah mendapatkan perawatan dan bimbingan dari Malaikat Ruman.

Ia merasa siap untuk menghadapi ujian dari Malaikat Munkar dan Nakir, dengan harapan mendapatkan rahmat dan pertolongan dari Allah.

 Hal ini sebagaimana firman Allah SWT.:

وكل انسان ألزمناه طائره في عنقه وتخرج له يوم القيامة كتابا يلقاه منشورا (13)

“Dan setiap manusia telah kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari kiamat kami keluarakan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka”. (QS. Al-Isra’: ayat 13)

Setelah itu, Malaikat Munkar dan Nakir masuk menjalankan tugasnya yaitu menanyai si mayat dengan beberapa pertanyaan.

Ketika orang yang melanggar perintah Allah melihat buku amalnya di hari kiamat, maka ketika Allah memerintahkan untuk membacanya, ketika sampai di amal buruknya dia berdiam, Allah SWT. berkata, “Mengapa engakau tidak membacanya?”. Dia menjawab, “Aku malu kepada Engkau”. Kemudian Allah berkata, “Mengapa kamu tidak malu kepadaku saat kau mengerjakan keburukan di dunia dan sekarang kamu malu kepadaku?”. Hamba itu terdiam dan menyesal, tetapi penyesalannya tidak ada gunanya. Allah SWT. berfirman:

خذوه فغلوه (30) ثم الجحيم صلوه (31)

“(Allah berfirman), “tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya, kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala”. (QS.Al-Haqqah: ayat 30-31).

kitab daqaiqul akhbar

 

Read More

Selasa, 07 Juli 2026

Ziarah Kubur

 Ziarah Kubur

Dari sekumpulan riwayat dapat dipahami bahwa tekanan atau siksa kubur tidak dikhususkan bagi orang-orang kafir dan orang-orang musyrik saja namun diperuntukkan bagi orang-orang yang berdosa. 

Ziarah Kubur


Jika seorang mukmin di dunia melakukan dosa-dosa dan kesulitan-kesulitan duniawi atau penyakit-penyakit, sekaratul maut nyaris tidak mampu sepenuhnya menebus dosa-dosanya ada kemungkinan dia akan terkena oleh tekanan dan siksa kubur. Tekanan dan siksa kubur untuk orang-orang yang beriman adalah tebusan dari dosa-dosa mereka. Azab kubur dengan amal perbuatan manusia dan catatan yang ada padanya sangat bervariasi. Yaitu dia akan di azab sesuai dengan amal perbuatannya. Abu Basir berkata kepada: Aku mengatakan kepada Imam Shadiq as: Apakah ada seseorang yang selamat dari azab kubur? Ia mengatakan, kita berlindung kepada Allah dari azab kubur. Alangkah sedikitnya orang-orang yang selamat dari azab kubur. 

Hingga para nabi dan para imam maksum, walaupun mereka terjauhkan dari siksa kubur, namun mereka masih berlindung kepada Allah dari kesulitan-kesulitan dan kesendirian alam kubur dan mereka masih membutuhkan keakraban dengan orang lain. Sayidah Fatimah sa dalam wasiatnya memohon kepada Imam Ali as, agar ia tidak ditinggalkan sendirian setelah pemakaman:

فَاَکْثِرْ مِنْ تِلاوَةِ القرآن وَ الدُّعَاءِ فَاِنَّها ساعَةٌ یحْتاجُ الْمیتُ فیها اِلی اُنْسِ الاَحْیاءِ

Maka setelah engkau memakamkanku, maka perbanyaklah membaca Al-Quran dan berdoa di atas pusaraku(makam), karena di saat-saat seperti itu, orang-orang yang sudah mati merasa akrab dan senang dengan orang-orang yang masih hidup. 

Imam Khomeini ra dalam bukunya, Empat puluh Hadis menulis: Dengan berasumsikan bahwa manusia tidak tertimpa dengan dosa-dosa lainnya - walaupun biasanya ini sesuatu yang tidak mungkin terjadi secara normal – karena dia milik dunia dan mencintainya adalah sebab terperangkapnya dia pada kesulitan. Bahkan tolak ukur lamanya alam kubur atau barzakh disebabkan kecintaan-kecintaan tersebut yang mana semakin berkurang kecintaan tersebut maka kuburan dan Barzah seseorang semakin bercahaya dan semakin luas juga tinggal di dalamnya akan terasa ringan dan tidak lama.

Beberapa pendapat tentang riwayat tersebut

Bagi sebagian pendapat, kegiatan tersebut tidak dibenarkan karena tidak pernah dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabatnya alias (bid'ah). Menurut sebagian pendapat lagi, hal itu dibolehkan.Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila salah seorang kamu meninggal dunia, maka janganlah kamu menahannya, segerakanlah ia ke kubunya, bacakanlah di sisi al-Fatihah dan di sisi kedua kakinya akhir surat al-Baqarah di kuburnya." Selain menyampaikan hadits Rasulullah SAW, UAS juga menyampaikan pendapat al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dengan sanad Hasan.

Pendapat Imam Syafi'i.

Imam Syafi'i dan para ulama Mazhab Syafi'i berkata,“Dianjurkan membaca sebagian Alquran di sisi kubur. Mereka berkata, jika mereka mampu mengkhatamkan Alquran secara keseluruhan, maka itu baik.

Sementara menurut pendapat Imam an-Nawawi mengatakan, para ulama menganjurkan membaca Alquran di sisi kubur berdasarkan hadits ini (hadits tentang Rasulullah Saw menancapkan pelepah kurma). Karena, jika tasbih pelepah kurma saja diharapkan meringankan azab kubur, maka bacaan Alquran lebih utama.

"Wallahu a'lam," katanya.

Imam Nawawi seperti ditulis dalam kitab al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, juz.V hal 294 menganjurkan berdiam diri sejenak di sisi kubur setelah pemakaman, berdoa untuk mayat dan memohonkan ampunan untuknya. Pendapat Imam Nawawi ini juga disebutkan Imam Syafi'i secara nash, disepakati oleh para ulama mazhab Syaf'i. Mereka berkata:

"Dianjurkan membacakan beberapa bagian Alquran, jika mengkhatamkan Alquran, maka lebih afdhal. Sekelompok ulama mazhab Syafi'i berkata: Dianjurkan supaya ditalqinkan.

Pendapat Mazhab Hanbali

Sementara pendapat Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Al-Khallal berkata. “Al-Hasan bin Ahmad al-Warraq memberitahukan kepada saya, Ali bin Musa al-Haddad menceritakan kepada saya, ia seorang periwayat yang shaduq (benar), ia berkata

"Saya bersama Imam Ahmad bin Hanbal dan Muhammad in Qudamah al Jauhari pada suatu pemakaman jenazah, ketika mayat itu rela dimakamkan, ada seorang laki-laki buta membaca alquran di sisi kepala jenazah. Lalu Imam Ahmad berkata kepadanya.

"Wahai kamu, sesungguhnya membaca Alquran di sisi kubur itu bid'ah". Ketika kami keluar dari pekuburan, Muhammad bin Qudamah berkata kepada Imam Ahmad bin Hanbal, 'Wahai Abu Abdillah (Imam Ahmad), apa pendapatmu tentang Mubasysyir al-Halabi?”

Pendapat Mazhab Hanbali

Sementara pendapat Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Al-Khallal berkata. “Al-Hasan bin Ahmad al-Warraq memberitahukan kepada saya, Ali bin Musa al-Haddad menceritakan kepada saya, ia seorang periwayat yang shaduq (benar), ia berkata

"Saya bersama Imam Ahmad bin Hanbal dan Muhammad in Qudamah al Jauhari pada suatu pemakaman jenazah, ketika mayat itu rela dimakamkan, ada seorang laki-laki buta membaca alquran di sisi kepala jenazah. Lalu Imam Ahmad berkata kepadanya.

"Wahai kamu, sesungguhnya membaca Alquran di sisi kubur itu bid'ah". Ketika kami keluar dari pekuburan, Muhammad bin Qudamah berkata kepada Imam Ahmad bin Hanbal, 'Wahai Abu Abdillah (Imam Ahmad), apa pendapatmu tentang Mubasysyir al-Halabi?”

Imam Ahmad bin Hanbal menjawab. "Tsiqah (tepercaya).

Muhammad bin Qudamah bertanya, “Apakah engkau ada menulis riwayat darinya?” Imam Ahmad menjawab,“Ya".

Muhammad bin Qudamah berkata, “Mubasysyir telah memberitakan kepadaku dari Abdullah bin al-Ala' al-Lajlaj, dari bapaknya, sesungguhnya ia berpesan, apabila ia dikuburkan, agar dibacakan di sisi kepalanya awal surat al-Baqarah dan penutupnya. Ia berkata, 'Aku telah mendengar Abdullah bin Umar berpesan seperti itu'.

Imam Ahmad berkata, “Kembalilah, katakanlah kepada laki-laki itu agar terus membaca".

Al-Hasan bin ash-Shabah az-Za'farani berkata,"Saya bertanya kepada Imam Syafi'i tentang membaca Alquran di sisi kubur". Imam Syafi'i menjawab “Boleh".

Al-Khallal menyebutkan riwayat dari asy-Sya'bi, ia berkata, “Orang-orang Anshar itu, apabila ada yang meninggal dunia di antara mereka, maka mereka datang ke kuburnya, mereka membacakan Alquran di sisi kuburnya”.

Al-Khallal berkata, “Abu Yahya an-Naqid memberitakan kepada saya,ia berkata, 'Saya mendengar al-Hasan bin al-Jarawi berkata, 'Saya melewati kubur saudari saya, lalu saya bacakan surat al-Mulk karena riwayat tentang surat al-Mulk. Lalu datang seorang laki-laki kepada saya dan berkata, 'Sesungguhnya aku melihat saudarimu dalam mimpi, ia berkata, 'Semoga Allah Swt memberikan balasan kebaikan kepada Abu Ali, aku mendapatkan manfaat dari apa yang telah ia baca”.

Al-Khallal berkata, “Al-Hasan bin al-Haitsam memberitakan kepada saya, ia berkata, 'Saya, telah mendengar Abu Bakar bin al-Athrasy bin Binti Abi Nadhr bin at-Tamar berkata, 'Ada seorang aki-laki datang ke kubur ibunya pada hari Jumat, lalu ia membacakan surat Yasin.

Kemudian pada hari lain ia membacakan surat Yasin. Kemudian ia mengatakan, 'Ya Allah, jika Engkau memberikan balasan pahala untuk bacaan surat Yasin ini, maka jadikanlah ia untuk para penghuni pekuburan ini'.

Pada Jumat berikutnya, ada seorang perempuan datang, ia berkata, 'Apakah engkau fulan anak si fulanah?'. Laki-laki itu menjawab, 'Ya'. Perempuan itu berkata.

"Sesungguhnya anak perempuan saya telah meninggal dunia, saya melihatnya dalam mimpi, ia duduk di tepi kuburnya'. Lalu saya bertanya, 'Apa yang membuatmu duduk di sini?'.  Ia menjawab, Sesungguhnya si fulan anak fulanah datang ke kubur ibunya, ia' telah membaca surat Yasin dan ia jadikan balasan pahalanya untuk penghuni pekuburan ini, maka kami mendapatkannya', atau Allah memberikan ampunan untuk kami', atau seperti itu.

Pendapat Imam al-Buhuti

Wajib beriman kepada azab kubur. Dianjurkan bagi orang yang berziarah ke kubur agar melakukan perbuatan yang dapat meringankan azab kubur, walaupun hanya sekadar meletakkan pelepah kurma basah di kubur berdasarkan khabar. Diwasiatkan oleh al-Buraidah agar melakukan itu.

Disebutkan oleh Imam al-Bukhari. Meskipun hanya sekadar zikir dan membaca Alquran di sisi kubur berdasarkan khabar tentang pelepah kurma. Jika dengan tasbih pelepah kurma diharapkan meringankan azab kubur, tentulah bacaan Alquran lebih utama.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, sesungguhnya ia menganjurkan apabila ia dikuburkan agar dibacakan di sisi kepalanya awal surat al-Baqarah dan penutup surat al-Baqarah, diriwayatkan oleh al-Alka'i.

Pendapat Syekh Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah

Para ahli fiqh berbeda pendapat tentang hukum membaca Alquran. Menurut Imam Syafi'i dan Imam Muhammad Bin Hasan hukumnya dianjurkan, karena berkah dekatnya membaca Alquran dengan kubur.

Pendapat ini disetujui oleh al-Qadhi Iyadah dah al-Qurafi dari kalangan mazhab Maliki. Menurut Imam Ahmad bin Hanbal boleh, menurut Imam Malik dan Imam Abu Hanifah makruh, karena tidak terdapat dalam sunnah.

Read More

Senin, 06 Juli 2026

Kenikmatan Alam Kubur

 Kenikmatan Alam Kubur

Kenikmatan pertama  untuk ahli kubur yang beriman adalah Allah SWT. Mereka memantapkan hatinya untuk menghadapi segala prosedur yang ada di alam barzakh. Dikutip dari buku Tafsir Ilmi tentang Kiamat terbitan Kemenaghal tersebut ditegaskan dalam Surat Ibrahim Ayat 27.

Kenikmatan Alam Kubur

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يُثَبِّتُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِۚ وَيُضِلُّ اللّٰهُ الظّٰلِمِيْنَۗ وَيَفْعَلُ اللّٰهُ مَا يَشَاۤءُ 

Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Allah menyesatkan orang-orang yang zalim, dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (QS Ibrahim Ayat 27)

Ibnu Qayyim memberi komentar atas ayat tersebut, bahwa orang mukmin dapat melihat neraka yang Allah telah menjaganya (untuk tidak masuk ke dalam neraka) dari dalam kuburnya. Ia juga diperlihatkan kamarnya di surga. Selain itu, Allah menyinari kuburnya dan menjadikannya lapang, sehingga orang mukmin itu dapat tidur dalam kuburnya dengan sebaik-baik tidur.

Berikut gambaran nikmat kubur bagi orang-orang yang bertakwa:

  1. Kuburannya dilapangkan sejauh pandangan mata
  2. Kuburannya penuh dengan nuansa hijau sampai hari kebangkitan
  3. Mendapat wewangian dari surga
  4. Mendapat ranjang dan pakaian dari surga
  5. Mendapat pintu menuju surga
  6. Malaikat mendatanginya dalam bentuk lelaki yang tampan, bajunya bagus, baunya wangi

Mendapat seruan dari langit, "Hamba-Ku benar. Beri dia ranjang dari surga, berikan pakaian dari surga dan bukakanlah pintu menuju surga baginya!"

Rasulullah Saw bersabda tentang orang beriman yang bisa menjawab pertanyaan Malaikat Mungkar dan Nakir:

فيُنادِي مُنادٍ من السماء أنْ صدَق عبدي فأفرِشُوه من الجنَّة، وألبِسُوه من الجنَّة، وافتَحوا له بابًا إلى الجنَّة، فيأتيه من رِيحها وطِيبها، ويُفسَح له في قبره مدَّ بصره.

 

Artinya: “Maka ada suara yang menyeru dari langit: “HambaKu telah benar, maka bentangkanlah untuknya tempat tidur dari surga, berilah dia pakaian dari surga, dan bukakan pintu untuknya menuju surga, sehingga angin dan aroma wangi surga sampai kepadanya, dan kemudian dilapangkan kuburannya sejauh mata memandang.” (HR Ahmad dan An-Nasai)

Maka berdasarkan hadis di atas terdapat lima hal kenikmatan yang akan didapatkan oleh orang beriman;

Pertama. Ia akan dibentangkan untuknya kasur dari surga.

Kedua. Akan dipakaikan kepadanya pakaian para ahli surga.

Ketiga. Dibukakan pintu surga agar wanginya semerbak mengitasi kuburnya sehingga ia akan merasa bahagai selalu hanya karena melihatnya.

Keempat. Kuburnya akan diluaskan sepanjang mata memandang. Dalam hadis riwayat Muslim dikatakan akan diluaskan sepanjang 70 dzira.

Kelima. Diberikan kabar gembira dengan keridhaan Allah atas dirinya sehingga ia berharap agar cepat datang hari kiamat dan kehidupan alam barzakh berakhir.

Wallahu’alam.

Read More

Minggu, 05 Juli 2026

Adzab Kubur

 Adzab Kubur

Salah satu dalil yang menggambarkan hal ini adalah Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar.

azab kubur


إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ يُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: Sesungguhnya apabila meninggal salah satu diantaramu, maka ditampakkan kepadanya, setiap pagi dan sore, tempat tinggalnya. Jika dia termasuk ahli surga maka surgalah tempat tinggalnya, dan bila dia ahli neraka maka nerakalah tempat tinggalnya. Kemudian dikatakan, “inilah tempat tinggalmu, sampai nanti engkau dibangkitkan di hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar).

Azab Kubur (bahasa Arab:عذاب القبر) adalah kesengsaraan dan penghimpitan yang dihadapi manusia setelah meninggal dan ketika dia masuk ke alam barzakh. Kita tidak mengetahui dengan detail apa dan bagaimana mereka mendapatkan tekanan azab di alam kubur; sebagian meyakini bahwa azab tersebut akan dirasakan oleh jasad yang dimakamkan di bawah tanah dan sebagian meyakini bahwa itu akan dirasakan oleh jiwa dan raga secara barzakh.

Azab kubur memiliki berbagai macam bagian yang salah satunya adalah penghimpitan dan tekanan kuburan itu sendiri. Ayat-ayat dan riwayat-riwayat Ahlulbait as mengupas sebagian dari hakikat tersebut, dan ada sebuah riwayat dari Imam Shadiq as yang mengatakan bahwa tidak sedikit dari manusia yang merasakan azab kubur itu.

Begitu pula sekelompok dari Ahlusunah meyakini bahwa menangisnya sanak keluarga dekat mayit akan menambah azab di dalam kuburnya.

Apa itu Azab Kubur?

Apa dan bagaimana azab kubur itu, kebanyakannya sampai saat ini masih belum jelas bagi kita dan bentuk metafisik kehidupan setelah mati sangat sukar dicerna oleh orang-orang yang dari sejak lahir bergelut dengan dunia materi. Apa yang dijelaskan dalam Alquran dan hadis dalam menggambarkan keadaan-keadaan tersebut juga sesuai dengan nilai-nilai materi manusia dan sukarnya penggambaran-penggambaran tersebut sebagaimana ketika kita ingin menggambarkan perbedaan warna kepada seorang yang buta yang mana dalam hal ini kita terpaksa menggunakan istilah-istilah yang mereka kenal namun selama ia tidak melihat maka sama sekali dia tidak akan mengenal hakikat warna tersebut. Namun yang penting adalah kita mengetahui apa yang menyebabkan tekanan atau siksa kubur dan apa yang menyebabkan manusia selamat dari tekanan dan siksaan tersebut.

Dalam banyak ayat dan riwayat telah disinggung sebagian sudut dari kehidupan di dalam kubur. Allamah Majlisi telah mengutip 127 riwayat yang mengulas tema tersebut dalam Bihar al-Anwar, pada jilid ke-6. Dan telah dinukil juga dari doa-doa dan Munajat Ahlulbait as bahwa berkali-kali meminta perlindungan kepada Allah swt dari ketakutan dan hukuman berat dari azab kubur.

Siksa kubur tidak hanya berkaitan dengan orang-orang yang dikubur di tanah bahkan mencakup setiap orang yang telah menjadi mayit. Imam Shadiq as ditanya: Apakah siksa dan tekanan kubur juga sampai kepada orang yang disalibkan dan tidak dikuburkan? Dia mengatakan: Dia (Allah) yang bumi ada dalam komandonya, udara dalam perintahnya, kemudian Allah berfirman, mengilhamkan kepada udara wahyu untuk menghimpit dan menekannya lebih keras dan lebih berat dari kuburan.

Hadis ini menyatakan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, akan ditunjukkan kepadanya tempat tinggalnya setiap pagi dan sore. Jika dia termasuk ahli surga, maka tempat tinggalnya adalah surga, namun jika dia termasuk ahli neraka, maka tempat tinggalnya adalah neraka. Hal ini menegaskan bahwa setiap individu akan mendapatkan hasil dari amal perbuatannya di dunia.

Selain itu, ada juga riwayat Hadis dari Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa seseorang dapat diberi siksa kubur karena perilaku tertentu, seperti kurang menjaga kebersihan atau suka mengadu domba.

Dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi melewati dua kuburan, maka beliau bersabda:

إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا بِنِصْفَيْنِ ثُمَّ غَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا فَقَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Artinya: “Sesungguhnya keduanya tidak disiksa kubur karena sebab yang besar. Satu di antara keduanya disiksa karena tidak bersih dari air kencingnya, dan yang satu lagi karena suka mengadu domba.” Kemudian Nabi meminta untuk diambilkan pelepah kurma dan membelahnya menjadi dua, selanjutnya beliau bersabda: “Mudah-mudahan meringankan mereka selama belum kering keduanya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis ini, Nabi Muhammad menyampaikan bahwa dua orang yang meninggal tersebut menerima siksa kubur, satu karena tidak menjaga kebersihan dari air kencingnya, dan yang lainnya karena suka mengadu domba. Namun demikian, Nabi juga berusaha untuk meringankan siksa kubur keduanya dengan mengambil pelepah kurma dan membaginya menjadi dua bagian.

Selain itu, terdapat riwayat lain yang menyatakan bahwa Nabi pernah mendengar suara dari kuburan di waktu maghrib dan menyampaikan bahwa seorang Yahudi sedang disiksa di kuburnya. Hal-hal ini menunjukkan bahwa siksa kubur adalah suatu realitas yang dapat dialami oleh individu yang berbuat dosa.

Dalam tuntunan Nabi yang selalu dibaca pada waktu salat di waktu duduk tahiyyat, terdapat permohonan perlindungan dari empat hal, termasuk di antaranya adalah perlindungan dari siksa kubur. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga diri dari siksa kubur dan berdoa agar terhindar darinya.

Gambaran Siksa kubur

  • Ular berbisa melilit tubuh
  • Pintu neraka jahanam terbuka, sehingga asap dan panas apinya sampai ke alam kubur
  • Malaikat memukul telinga dengan gada besi
  • Kuburan menghimpit dan menyempit
  • Ditemani amalan buruk yang menyerupai wujud yang mengerikan
  • Suasana azab kubur digambarkan dalam Al-Qur'an dan hadits sebagai tempat yang gelap, penuh siksa, dan tekanan.

Gambaran suasana azab kubur

  1. Kuburan gelap
  2. Kuburan menyempit dan menghimpit tulang belulang
  3. Diberi alas dari api neraka
  4. Dipukul palu besi di wajah
  5. Dililit ular
  6. Ditunjukkan pemandangan neraka
  7. Ditemani wujud mengerikan
  8. Dibuka pintu neraka jahanam, sehingga asap dan panas apinya sampai ke alam kubur


Read More

Sabtu, 04 Juli 2026

Itsbat ‘Adzab al-Qabr wa Sual al-Malakain kitab tentang alam kubur

 Abu Bakar Ahmad bin al-Husain bin Ali bin Musa al-Khasrujaradi al-Baihaqi as-Syafi’I dalam kitabnya yang berjudul Itsbat ‘Adzab al-Qabr wa Sual al-Malakain 

Itsbat ‘Adzab al-Qabr wa Sual al-Malakain  kitab tentang alam kubur


Di alam tersebut, ia akan menunggu hingga hari kiamat datang. Kehidupan barzah adalah pintu gerbang menuju akhirat.

Di alam ini, manusia akan menerima balasan atas amal yang dilakukannya selama di dunia. Bila buruk akan mendapatkan siksa, demikian sebaliknya. Kebaikan yang dijalani sepanjang hayatnya kelak berbuah manis di barzah.

Keyakinan akan siksa dan nikmat kubur serta keberadaan alam barzah merupakan bagian akidah utama dalam Islam yang harus diimani. Terlebih, banyak terdapat teks, baik Alquran, hadis, maupun riwayat salaf yang menjadi dasar keniscayaan perkara tersebut.Topik inilah yang hendak dipaparkan Al-Baihaqi dalam kitabnya yang berjudul “Itsbat Adzab Al-Qabr wa Sual Al-Malakain”. Melalui karya yang naskah manuskripnya diperoleh di Perpustakaan Ahmad III Turki itu, Al-Baihaqi hendak membeberkan argumentasi tentang siksa kubur dan hal ihwal yang berkenaan dengannya.

Nuansa penulisan yang terbaca di karya tulis tokoh yang bernama lengkap Abu Bakar Ahmad bin Al-Husain bin Ali bin Musa Al-Khasrujaradi Al-Baihaqi As-Syafi’i ini kental dengan konsep yang kerap dipakai dalam kajian hadis, yaitu pola periwayatan.

Tak heran, penikmat kitab ini akan disuguhi rentetan sanad di tiap hadis ataupun atsar yang dikutip. Menunjukkan validitas memang, tetapi pada saat bersamaan, gaya seperti ini membuat kitab kurang praktis dibaca. Untungnya, kondisi ini diperingan dengan klasifikasi kitab ke dalam bab-bab yang berjumlah 31 konsideran.

Read More

Jumat, 03 Juli 2026

orang yang bebas dari ujian alam kubur

 Orang-Orang Yang Terpelihara Dari Ujian Dan Siksa Kubur

Sebagian kaum Mu’min yang melakukan amal-amal besar atau tertimpa musibah besar akan terjaga dari fitnah atau ujian dan azab kubur, Diantara mereka :

orang yang bebas dari ujian alam kubur


Pertama : Orang yang mati syahid

An-Nasa’i rahimahullah meriwayatkan dalam Sunan-nya bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, mengapa kaum Mu’min diuji dalam kubur kecuali yang mati syahid?” Beliau menjawab, “Cukuplah baginya ujian kilatan pedang di atas kepalanya.”

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ

Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya. (QS Ali Imran Ayat 169)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَرِحِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۙ وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِالَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ اَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۘ

Mereka bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya dan bergirang hati atas (keadaan) orang-orang yang berada di belakang yang belum menyusul mereka, yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (QS Ali Imran Ayat 170)

Kedua : Seseorang yang gugur ketika bertugas jaga di jalan Allah

Fadhdhalah ibn Ubaid meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda, “Setiap orang yang meninggal amalnya ditutup, kecuali yang meninggal ketika bertugas jaga di jalan Allah. Amalnya terus tumbuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah kubur.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)

Ketiga : Seseorang yang meninggal hari Jum’at

Dalam hadits Abdullah ibn ‘Amr, Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap Muslim yang meninggal pada hari Jum’at akan dijaga oleh Allah dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Keempat : Seseorang yang meninggal karena sakit perut

Abdullah bin Yasar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku pernah duduk bersama Sulaiman bin Shard dan Khalid ibn ‘Urafthah. Mereka menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang meninggal karena sakit perut. Keduanya ingin menyaksikan jenazahnya. Salah satunya mengatakan kepada yang lain, ‘Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Orang yang meninggal karena sakit perut tidak akan diadzab di dalam kubur.’ Yang satunya menjawab, ‘Engkau benar.’ (HR. An-Nasa’i dan At-Tirmidzi)

Read More

Kamis, 02 Juli 2026

penyebab dan cara menghindari Adzab kubur

 Sebab-Sebab Siksa Kubur

Sebab-sebab yang menjadikan seseorang mendapatkan siksa kubur ada dua bagian, mujmal (global) dan mufash-shal (rinci).

penyebab dan cara menghindari Adzab kubur

Sebabnya secara mujmal (global), yaitu kebodohan terhadap Allah ta’ala, menyia-nyiakan perintah-Nya, dan menerjang larangan-Nya. Sedangkan sebabnya secara mufash-shal (rinci), adalah perkara-perkara yang dijelaskan oleh nash-nash sebagai sebab siksa kubur.

Berikut ini adalah di antara sebab mufash-shal sehingga kita bisa menjauhinya:

1. Namimah, yaitu menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain untuk merusak hubungan mereka.
2. Tidak menutupi diri ketika buang hajat.
3. Ghulul, yaitu mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi oleh imam.
4. Dusta.
5. Memahami al-Qur’ân namun tidak mengamalkannya.
6. Zina
7. Riba
8. Mayit yang ditangisi keluarganya, jika mayit tersebut tidak melarang sebelumnya.

Hal-Hal Yang Menyelamatkan Dari Siksa Kubur

Perkara yang akan menyelamatkan seseorang dari adzab kubur adalah orang yang mempersiapkan diri sebelum menghadapi kematian yang datang tiba-tiba. Di antara persiapan menghadapi maut adalah segera bertaubat, menunaikan kewajiban syariat, memperbanyak amal shalih, memperbaiki akidah, berjihad, berbuat baik pada orang tua, menyambung silaturahim, dan amal-amal shalih lainnya. Dengan amalan tersebut Allah ta’ala memberinya jalan keluar dari tiap kesulitan dan kesusahan.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dengan mengutip hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Abu Hatim dalam shahih-nya, “Sesungguhnya orang mati dapat mendengar suara langkah kaki orang-orang yang pergi meninggalkannya. Jika ia seorang Mu’min, maka shalat berada di dekat kepalanya, puasa berada di sebelah kanannya, zakat disebelah kirinya, perbuatan baik seperti berkata benar, silaturahim, dan perbuatan baik kepada manusia berada di dekat kaki. Ia lalu didatangi (oleh malaikat) dari arah kepalanya, maka shalat berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’ Kemudian ia didatangi dari sebelah kanan, maka puasa berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’ Kemudian ia didatangi dari sebelah kiri, maka zakat berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’ Kemudian ia didatangi dari arah kedua kakinya, maka perbuatan baik, seperti berkata benar, silaturahim, dan berbuat baik kepada manusia, berkata, ‘Di arahku tidak ada jalan masuk.’ Lalu dikatakan kepadanya, ‘Duduklah.’ Ia pun duduk. Kepadanya ditampakkan bentuk serupa matahari yang hampir terbenam. Ia ditanya, ‘Siapa lelaki ini yang dulu bersama kalian? Apa pendapatmu tentangnya?’ Ia menjawab, ‘Tinggalkan aku, aku ingin shalat.’ Mereka menyahut, ‘Sungguh kamu akan melakukannya, tetapi jawablah pertanyaan kami.’ Ia berkata, ‘Apa pertanyaan kalian?’ Mereka menanyakan, ‘Apa pendapatmu tentang lelaki ini yang dulu bersama kalian? Apa persaksianmu terhadapnya?’ Ia menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa ia adalah utusan Allah, dan dia membawa kebenaran dari Allah.’ Lalu dikatakan kepadanya, ‘Dengan dasar keimanan itulah kau telah hidup, dan dengan dasar itu kau telah mati, dan dengan dasar itu pula kau akan dibangkitkan, insya Allah.’ Kemudian dibukakan baginya pintu surga, lalu dikatakan kepadanya, ‘Ini tempat tinggalmu di surga dan segala yang telah Allâh siapkan untukmu.’ Ia bertambah senang dan gembira. Kemudian dibukakan pintu neraka, dan dikatakan, ‘Itu adalah tempat tinggalmu dan segala yang telah Allâh siapkan untukmu (jika kau mendurhakai-Nya).’ Ia bertambah senang dan gembira. Kemudian kuburnya diluaskan seluas tujuh puluh hasta dan diterangi cahaya, jasadnya dikembalikan seperti semula, dan ruhnya dijadikan di dalam penciptaan yang baik, yaitu burung yang bertengger di pohon surga.”

Memohon Perlindungan Kepada Allah ta’ala Dari Fitnah  Dan Adzab Kubur

Fitnah (ujian) dan adzab kubur adalah masalah besar, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan dari hal itu, baik dalam shalat maupun di luar shalat. Beliau pun sangat menekankan kepada umatnya untuk memohon perlindungan kepada Allah dari segala fitnah dan azab kubur.

Read More