Keutamaan Bulan Sya’ban dan Amalan yang Dianjurkan
Bulan
Sya’ban merupakan bulan ke-delapan dalam kalender Hijriah yang penuh dengan
keberkahan. Selain bulan Rajab dan Ramadan, bulan Sya’ban juga memiliki
keistimewaan tersendiri yang tidak boleh dilewatkan. Bahkan, Rasulullah SAW
sendiri pun memperbanyak ibadah di bulan ini sebagai bentuk persiapan menyambut
Ramadan. Bulan ini juga dikenal sebagai bulan diangkatnya catatan amal manusia.
Mari simak keutamaan bulan Sya’ban lainnya dan amalan yang dianjurkan.
Beberapa keistimewaan bulan Syaban di antaranya :
1. Bulannya Rasulullah
SAW
Syaban dikenal sebagai
bulannya Rasulullah SAW sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
رَجَبٌ شَهْرُ اللَّهِ
وَ شَعْبَانُ شَهْرِي وَ رَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِي
Artinya; “ Rajab
adalah syahrullah (bulan Allah), Syaban bulanku, dan Ramadhan adalah bulan
umatku”.
2. Syahrul
Qurra’
Selain dijuluki
sebagai bulannya Rasulullah SAW, Syaban juga dijuluki sebagai Syahrul
Qurra’ (Bulan Para Ahli Alquran) karena di Syaban terdapat anjuran
untuk memperbanyak bacaan Alquran.
Salmah bin Kuhail
pernah mengatakan demikian:
وقال سلمة بن كهيل :
كان يقال : شهر شعبان شهر القراء .وكان حبيب بن أبي ثابت إذا دخل شعبان قال: هذا
شهر القراء. وكان عمرو بن قيس الملائي إذا دخل شعبان، أغلق حانوته وتفرغ لقراءة
القرآن.
“Bulan Syaban disebut
dengan Syahrul Qurra’ (Bulan para Ahli Alquran)”. Hubaib bin Abi Tsabit ketika
memasuki bulan Syaban berkata, “Bulan ini adalah bulan para Ahli Alquran.” Amar
bin Qais al-Mula’iy ketika memasuki bulan Syaban menutup tokonya dan menggunakan
waktunya untuk membaca Alquran.”
3. Bulan Bershalawat
Keistimewaan lain dari
Syaban adalah turunnya perintah dari Allah SWT untuk bershalawat kepada Nabi
Muhammad SAW. Perintah tersebut tertuang dalam Alquran Surat Al-Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ
وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا
صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمً
Artinya; “Sesungguhnya
Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang
beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh
penghormatan kepadanya.”
4. Bulan Merawat
Tanaman Amal
Para ulama
mengibaratkan bulan Syaban sebagai bulan merawat tanaman amal:
شهر رجب شهر للزرع و
شعبان شهر للسقي و رمضان شهر حصاد الزرع
Artinya: “Bulan Rajab
adalah masa menanam, Bulan Syaban adalah masa memupuk/merawat, dan Bulan
Ramadhan adalah masa memanen.”
5. Bulan Diangkatnya
Amal-Amal Manusia sekaligus Bulan Kegemaran Rasulullah Berpuasa
Keistimewaan lainnya
dari Syaban adalah diangkatnya amal-amal manusia. Karena pada bulan ini
amal-amal perbuatan manusia akan diangkat kepada Allah SWT, maka Rasulullah SAW
ingin amal-amal tersebut diangkat ketika beliau sedang menjalankan ibadah
puasa.
عَنْ أُسَامَةَ بْنَ
زَيْدٍ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ
الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ, قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ
عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ
إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ, فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Dari Usamah
bin Zaid berkata, “Aku bertanya: "Wahai Rasulullah SAW, aku tidak
melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Syaban (karena seringnya),
beliau menjawab, "Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak
orang, yaitu antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu diangkat amal-amal kepada
Allah Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku
berpuasa." (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Khuzaimah).
Itulah beberapa
keistimewaan yang terdapat dalam bulan Syaban. Dengan memahami keistimewaan
yang ada dalam Syaban, semoga kita dapat memaksimalkan ibadah dan mendekatkan
diri kepada Allah SWT, sehingga kita mendapatkan keberkahan dari Syaban. (Dhea
Oktaviana, ed: Nashih)
Amalan yang
Dianjurkan di Bulan Sya’ban
1. Memperbanyak Puasa
Sunah
Selain diangkatnya amal perbuatan, bulan
Sya’ban juga menjadi bulan di mana Rasulullah SAW paling sering berpuasa,
selain bulan Ramadan. dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan
Muslim, Aisyah RA berkata:
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW
berpuasa lebih banyak di bulan lain selain di bulan Sya’ban." (HR.
Bukhari & Muslim)
Banyak ulama menyarankan untuk memperbanyak
puasa sunnah di bulan ini, terutama pada hari Senin dan Kamis atau pertengahan
bulan (Ayamul Bidh).
2. Memperbanyak
Sholawat kepada Nabi
Bulan Sya’ban juga dikenal sebagai bulan
turunnya perintah untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana
firman Allah dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:
"Sesungguhnya Allah dan para
malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman,
bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan
kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56)
Dengan memperbanyak sholawat,
kita dapat meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mendapatkan
syafaatnya di hari kiamat.
3. Memperbanyak Doa
dan Istighfar
Karena bulan ini penuh keberkahan,
memperbanyak doa dan istighfar menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Bagi Anda
yang ingin membaca doa-doa harian dengan mudah,
4. Bersedekah dan
Berbagi dengan Sesama
Sedekah adalah amalan yang tidak hanya
membawa manfaat bagi orang lain, tetapi juga menjadi investasi pahala bagi
kita. Terlebih di bulan Sya’ban, di mana segala amal diangkat kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sedekah itu dapat menghapus dosa
sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)
5. Membaca dan Merenungkan
Al-Qur’an
Bulan Sya’ban juga dikenal sebagai Syahrul
Qurra’ atau bulan para pembaca Al-Qur’an. Para ulama salaf terdahulu
bahkan meningkatkan bacaan Al-Qur’an mereka di bulan ini sebagai persiapan
menyambut Ramadan. Membaca dan memahami Al-Qur’an tidak hanya memberikan
ketenangan jiwa, tetapi juga menjadi amalan yang dilipatgandakan pahalanya.




