Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 18 Oktober 2026

Siksa Kubur Seorang Pelacur

 Siksa Kubur Seorang Pelacur

Dari salah satu Narasumber yang menceritakan dalam salah satu tulisannya

Ketika itu, tepatnya pada malam jum'at 19/12, saya berniat untuk tidur di masjid dikarenakan akan bai'at tarikat kepada seorang Mursyid (Simbah Ridhwan). Setelah saya sampai ke rumah beliau tepat pada jam 21:36, saya disuruh untuk mengambil air wudhu dahulu dan setelah itu tidur. Saya pun melaksanakan perintah beliau, kata Om Arifin.

Siksa Kubur Seorang Pelacur




Sebelum tidur, saya berdo'a terlebih dahulu. Tidur di mulai dan bunga-bunga mimpi mulai menghampiri, tambah Om Arifin.

"Dalam mimpi tersebut saya menjumpai seorang wanita yang lagi disiksa, dan siksa itu amatlah menyeramkan sekali. Saya melihat dengan jelas (dalam mimpi itu), wanita tersebut di tusuk dengan besi panas dari kemaluannya hingga ke mulutnya," kata Om Arifin.

"Tidak cuma itu, selain di tusuk dari kemaluan hingga mulutnya seorang wanita tersebut juga di bakar dalam api," tambah Om Arifin.

Saya pun dalam mimpi itu bertanya-tanya, apa sebab dari timbulnya siksa tersebut!. "apa mungkin karena wanita tersebut tukang zina?" kata om saya.

Akhirnya, sekitar jam 02:49 saya terbangun dan langsung mengambil air wudhu. Setelah itu, saya shalat tahajud dahulu lalu berdo'a kepada Allah agar terhindar dari azabnya yang amatlah menyeramkan, kata Om saya lagi.

Sambil menunggu shalat subuh, saya kembali berfikir "apa maksu dari mimpi tesebut?!" tambah om saya.

Demikianlah sedikit uraian kisah dalam mimpi tersebut yang bisa saya tuliskan dalam artikel ini, dan semoga dapat bermanfaat buat semua yang membacanya. Amin..

mengambil air wudhu. Setelah itu, saya shalat tahajud dahulu lalu berdo'a kepada Allah agar terhindar dari azabnya yang amatlah menyeramkan, kata Om saya lagi.

Sambil menunggu shalat subuh, saya kembali berfikir "apa maksu dari mimpi tesebut?!" tambah om saya.

Demikianlah sedikit uraian kisah dalam mimpi tersebut yang bisa saya tuliskan dalam artikel ini, dan semoga dapat bermanfaat buat semua yang membacanya. Amin..

Read More

Sabtu, 17 Oktober 2026

Kisah Penggali Kubur

 Kisah Penggali Kubur

Terdapat seorang pemuda yang kerjanya adalah menggali kubur dan mencuri kain kafan untuk dijual. Pada suatu hari, pemuda tersebut berjumpa dengan seorang alim/ahli ibadah untuk menyatakan kekesalannya dan keinginan untuk bertaubat kepada Allah SWT.

Kisah Penggali Kubur


Dia berkata, "Sepanjang aku menggali kubur untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 perkara ganjil yang menimpa mayat-mayat tersebut. Lantaran aku merasa sangat insaf atas perbuatanku yang sangat keji itu dan ingin sekali bertaubat."

Yang pertama, "aku lihat mayat yang pada siang harinya menghadap kiblat. Tetapi apabila aku menggali semula kuburnya pada waktu malam, aku lihat wajahnya telahpun membelakangkan kiblat. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?" tanya pemuda itu.

"Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah SWT sewaktu hidupnya. Lantaran Allah SWT menghinakan mereka dengan memalingkan wajah mereka dari mengadap kiblat, bagi membedakan mereka daripada golongan muslim yang lain," jawab ahli ibadah tersebut.

Sambung pemuda itu lagi, "Golongan yang kedua, aku lihat wajah mereka sangat elok semasa mereka dimasukkan ke dalam liang lahat. Tatkala malam hari ketika aku menggali kubur mereka, aku melihat wajah mereka telah berubah menjadi ****. Mengapa begitu halnya, wahai tuan guru?"

Jawab ahli ibadah tersebut, "Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang meremehkan dan meninggalkan solat sewaktu hidupnya. Sesungguhnya solat merupakan amalan yang pertama sekali dihisab. Jika shalatnya sempurna, maka sempurnalah amalan-amalan kita yang lain,"

Pemuda itu menyambung lagi, "Wahai tuan guru, golongan yang ketiga yang aku lihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan seperti biasa saja. Apabila aku menggali kuburnya pada waktu malam, ku lihat perutnya terlalu gelembung, keluar pula ulat yang terlalu banyak daripada perutnya itu."

Jawab ahli ibadah tersebut "Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda," balas ahli ibadah itu lagi.

Golongan keempat, ku lihat mayat yang jasadnya bertukar menjadi batu bulat yang hitam warnanya. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?”

Jawab ahli ibadah itu, "Wahai pemuda, itulah golongan manusia yang derhaka kepada kedua ibu bapanya sewaktu hayatnya. Sesungguhnya Allah SWT sama sekali tidak redha kepada manusia yang menderhakai ibu bapanya."

"Ku lihat ada pula mayat yang kukunya amat panjang, hingga membelit-belit seluruh tubuhnya dan keluar segala isi dari tubuh badannya," sambung pemuda itu.

"Anak muda, mereka itulah golongan yang gemar memutuskan silaturrahim. Semasa hidupnya mereka suka memulakan pertengkaran dan tidak bertegur sapa lebih daripada 3 hari. Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda, bahawa sesiapa yang tidak bertegur sapa melebihi 3 hari bukanlah termasuk dalam golongan umat baginda," jelas ahli ibadah tersebut.

"Wahai guru, golongan yang keenam yang aku lihat, sewaktu siangnya lahatnya kering kontang. Tatkala malam ketika aku menggali semula kubur itu, ku lihat mayat tersebut terapung dan lahadnya dipenuhi air hitam yang amat busuk baunya,"

"Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba sewaktu hayatnya," jawab ahli ibadah tadi.

"Wahai guru, golongan yang terakhir yang aku lihat, mayatnya sentiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya. Mengapa demikian halnya wahai tuan guru?" tanya pemuda itu lagi.

Jawab ahli ibadah tersebut, "Wahai pemuda, mereka itulah golongan manusia yang berilmu. Dan mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat mereka. Inilah golongan yang beroleh keredhaan dan kemuliaan di sisi Allah SWT baik sewaktu hayatnya mahupun sesudah matinya. Ingatlah, sesungguhnya daripada Allah kita datang dan kepada-Nya jualah kita akan kembali. Kita akan di pertanggungjawabkan atas setiap amal yang kita lakukan, hatta walaupun amalan sebesar zarah.

Setelah Anda membaca kisah ini. Sampaikan atau hantarkan kepada sahabat dan rakan-rakan anda. Mudah-mudahan amalan baik yang sedikit ini diambil kira oleh Allah Taala di Akhirat kelak. Aamiin. (Zilzaal)

Read More

Jumat, 16 Oktober 2026

Kisah Pemuda dialam kubur yang mencari ridha orang tuanya

 Kisah Pemuda dialam kubur yang mencari ridha orang tuanya

Catatan : Kisah di bawah ini hanya sebuah cerita  bukan sejarah atau riwayat

Dikisahkan Syekh Ibrahim al Matlubi, seorang ulama terkenal bertemu dengan seorang pemuda dalam Sebuah pertemuan.  Pemuda itu kaya namun rajin beribadah. Disebutkan bahwa pemuda itu selalu memberikan pertolongan kepada fakir miskin. Syekh Ibrahim sangat terkesan, kemudian beramah tamah dengan pemuda tersebut. Namun ada yang janggal terhadap pemuda tadi.

Kisah Pemuda dialam kubur yang mencari ridha orang tuanya


Ia tampak murung seperti memikirkan sesuatu. Lalu Syekh Ibrahim berkata “Wahai anak muda tampaknya ada sesuatu yang membebani pikiranmu.” “Iya,”jawabnya singkat. Syekh Ibrahim kemudian memandang pemuda tersebut dengan sorot mata yang tajam. Ulama ini dikenal mempunyai ketajaman mata batin. Tidak seberapa lama Syekh Ibrahim berkata,” Wahai anakku apa yang salah denganmu. Engkau rajin sekali beribadah dan beramal saleh namun kamu tampak murung. Barangkali ada orang yang tidak rida terhadapmu?” “Ya memang ada. Orang tuaku yang tidak rida denganku,” jawabnya. “Ayo kita ke kuburannya.

 Barangkali mereka akan rida kepadamu,” ajak wali tersebut ke tempat orang tua dia dikubur. Lantas mereka berjalanlah berangkat, wali tersebut dan pemuda ke kubur yang dimaksud. Dalam catatan Syekh Yusuf Al Kurdi yang ikut waktu itu terjadi keajaiban. Syekh Yusuf berkata,” Demi Allah aku benar-benar melihat orang tuanya keluar dari kubur sambil membersihkan debu dari kepalanya ketika Syekh Ibrahim al Matlubi memanggilnya. Syekh Ibrahim tampak berdiri dan kemudian berkata,” Orang-orang fakir datang kepada anakmu untuk mendapat pertolongannya.

Semoga hatimu senang dengan anakmu ini.” Maka orang tua pemuda tersebut berkata,” Aku bersaksi kepada Anda semua bahwa aku telah rela dengannya.” Setelah itu Syekh Ibrahim berkata,” Kembalilah ke tempat asalmu.” Maka jenazah orang tua si pemuda itu masuk ke kuburnya lagi. Menurut Syekh Yusuf peristiwa ini terjadi di Masjid Jami Syarafuddin di ujung Kota Hasiniyah Mesir.

 Banyak keistimewaan yang dimiliki oleh Syekh Ibrahim. Selain cerita diatas Syekh Ibrahim merupakan ulama yang ‘dimentori’ langsung oleh Rasulullah SAW. Sufi besar Abdul Wahab as Sya’roni menulis dalam kitabnya Thabaqat al Auliya’ : Beliau dalam poros besar kewalian. Beliau tidak memiliki syekh selain Rasulullah saw. Dia sering bermimpi dalam tidurnya dan menceritakan pada ibunya. Ibunya berkata,” Anakku, laki-laki itu adalah orang yang bisa bertemu Nabi SAW dalam keadaan terjaga.” Setelah itu beliau bisa bertemu dengan Nabi SAW dalam keadaan terjaga.” Kemudian bisa bertemu dengan Nabi SAW dalam keadaan sadar dan berbicara dengan beliau dalam berbagai hal. Ibunya berkata,” Sekarang engkau telah memulai derajat kelelakian.” Wallahu A’lam.

Read More

Kamis, 15 Oktober 2026

Kisah Penyair Yang Selamat dari Fitnah Kubur

 Kisah Penyair Yang Selamat dari Fitnah Kubur

Catatan Kisah dibawah ini hanya cerita yang bisa diambil hikmah bukan sejarah ataupun riwayat

Syekh M Nawawi Banten mengangkat cerita para ulama terkait pengalaman Al-Imam Najmuddin Umar An-Nasafi RA. 

Kisah Penyair Yang Selamat dari Fitnah Kubur


Para ulama pernah memimpikan Al-Imam Najmuddin Umar An-Nasafi RA setelah ia dimakamkan. Mereka bertanya bagaimana pengalamannya menghadapi malaikat Munkar dan Nakir.

كيف أجبت منكرا ونكيرا فقال إنهما سألاني بالنثر فأجبتهما بالنظم فخرجا بإذن الله تعالى

Artinya,

“’Bagaimana Anda menjawab Munkar dan Nakir?’ An-Nasafi menjawab, ‘Keduanya bertanya kepadaku dengan bahasa prosa. Tetapi kujawab keduanya dengan puisi. Lalu keduanya keluar meninggalkanku atas izin Allah SWT,’”(Lihat Syekh M Nawawi, Tsimarul Yani‘ah, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 11). Adapun jawaban berbentuk puisi untuk Munkar dan Nakir yang disampaikan oleh Al-Imam Najmuddin Umar An-Nasafi RA dikutip oleh Syekh M Nawawi Banten sebagai berikut:

ربي الله لا إله سواه * ورسولي محمد مصطفاه وولي كتاب ربي وديني * هو ما اختاره لنا وارتضاه مذهبي مرتضى وفعلي ذميم * أسئل الله عفوه ورضاه  

Artinya,

·       Tuhanku Allah. Tiada tuhan selain Dia

·       Dan rasulku Muhammad pilihan-Nya Pemimpinku kitab Tuhanku dan agamaku

·       Itulah yang dipilih dan diridhai-Nya Mazhabku direstui tetapi perbuatanku tercela

Aku memohon Allah ampunan dan ridha-Nya.”
Read More

Rabu, 14 Oktober 2026

Kisah Tsabit Al-Banani Bertemu Pemuda yang Sudah Meninggal

 Kisah Tsabit Al-Banani Bertemu Pemuda yang Sudah Meninggal

Ash-Shaltu ibn Dinar meriwayatkan dari Al-Hasan, dari Jabir bin Abdullah, yang menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ أَعْمَالَكُمْ تُعْرَضُ عَلَى عَشَائِرِكُمْ وَأَقْرِبَائِكُمْ فِي قُبُورِهِمْ، فَإِنْ كَانَ خَيْرًا اسْتَبْشَرُوا بِهِ، وَإِنْ كَانَ غَيْرَ ذَلِكَ قَالُوا: اللَّهُمَّ أَلْهِمْهُمْ أَنْ يَعْمَلُوا بِطَاعَتِكَ 

 Artinya, “Sungguh, amal-amal kalian ditunjukkan kepada keluarga dan kerabat kalian di dalam alam kubur mereka. Jika amal kalian baik, mereka gembira. Namun, jika amal kalian tidak baik, mereka berdoa, ‘Ya Allah, berilah mereka ilham untuk berbuat ketaatan kepada-Mu,’” (HR. Abu Dawud ath-Thayalisi).

Kisah Tsabit Al-Banani Bertemu Pemuda yang Sudah Meninggal


Sejalan dengan hadits di atas, ada sebuah kisah yang disebutkan oleh Syekh Muhammad ibn Abu Bakar dalam Kitab Al-Mawa‘izh Al-‘Ushfuriyyah.

Dikisahkan ada seorang yang bernama Tsabit Al-Banani yang memiliki suatu kebiasaan baik, yakni berziarah kubur setiap malam Jumat dan berdoa di sana sampai waktu subuh menjelang.

Suatu ketika, di tengah munajatnya, ia dilanda rasa kantuk yang luar biasa hingga akhirnya tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi melihat ahli kubur keluar dari kubur mereka dengan pakaian yang sangat bagus dan wajah putih berseri-seri. Tak lama berselang, datanglah hidangan yang berisi rupa-rupa makanan untuk masing-masing mereka. Namun, tampak di antara mereka ada seorang anak muda yang berwajah pucat pasi, berambut kusut,  berhati sedih, dan berpakaian lusuh. Kepala menunduk sambil berlinang air mata. Rupanya tidak ada hidangan apa pun baginya. Saat ahli kubur yang lain pulang membawa kegembiraan, ia justru pulang membawa kesedihan.

 Saat ditanya keadaannya oleh Tsabit, “Wahai anak muda, siapakah kamu sesungguhnya? Saat orang-orang mendapat makanan, lalu pulang membawa kebahagiaan, kamu tak mendapat hidangan apa-apa dan malah tampak diliputi kesedihan.” Dengan raut kebingungan, si pemuda menjawab, “Wahai pemimpin Muslimin, aku ini terasing di tengah mereka. Aku tak memiliki seorang pun yang mengingatku dengan kebaikan dan doa.

 Sementara mereka memiliki sanak keluarga dan kerabat, yang semuanya mengingat mereka dengan doa, kebaikan, dan sedekah. Saban malam Jumat, mereka dikirimi rupa-rupa kebaikan dan pahala sedekah. Saat di dunia, aku dan ibuku akan menunaikan ibadah haji karena kami berniat menjalankannya. Ketika memasuki wilayah Mesir, Allah berkehendak lain. Dia memanggilku dan aku dikubur oleh ibuku di kuburan ini. Sejak menikah lagi, ibuku menjadi lupa kepadaku. Tidak pernah ingat kepadaku dengan doa atau sedekah. Itulah sebabnya aku menjadi putus asa dan sedih setiap saat.” Tsabit lantas bertanya, “Wahai anak muda, coba ceritakan di mana ibumu sekarang? Aku akan mengabarinya tentang kamu dan keadaanmu.” “Hai pemimpin Muslimin, ibuku di kampung ini, di negeri ini.

 Silakan kabarkan saja. Jika ia tidak percaya kepada Tuan, sampaikan  saja padanya, ‘Di kantongmu ada 100 mitsqal perak warisan dari sang ayah dan itu adalah hak anaknya yang harus disedekahkan,” kata si pemuda. Setelah Tsabit berusaha mencari, akhirnya ibu si pemuda ditemukan. Ia menyampaikan kepadanya tentang kabar putranya, sekaligus menyampaikan perihal 100 mitsqal perak  yang disebutkan tadi. Mendengar kabar demikian, si wanita langsung tak sadarkan diri. Setelah beberapa lama, ia kembali sadar dan langsung menyerahkan 100 mitsqal perak tadi kepada Tsabit, seraya berpesan, “Aku mewakilkan saja kepadamu untuk menyedekahkan perak ini demi anakku yang terasing.” Tsabit lantas menerima perak itu dan menyedekahkannya untuk anak muda tadi.

 Saat bertemu lagi malam Jumat, Tsabit kembali berangkat menziarahi saudara-saudaranya. Ia bermimpi lagi seperti sebelumnya. Dalam mimpi, ia berjumpa kembali dengan si pemuda, namun sekarang ia tampak gembira, mengenakan pakaian bagus, dan berwajah putih. Saat itu, si pemuda berkata, “Wahai pemimpin Muslimin, Allah telah merahmatimu, sebagaimana engkau telah menyayangiku.” Dari di kisah di atas, dapat dipetik beberapa pelajaran sebagai berikut:   Orang yang meninggal atau ahli kubur masih dapat memperoleh manfaat dari kebaikan keluarga dan kerabatnya.  

Tak hanya memperoleh manfaat, ahli kubur juga merasa gembira atau sedih karena amalah keluarganya.   Memang benar, ahli kubur sudah terputus amalnya, tapi masih diberi kesempatan untuk mendoakan keluarganya.   Cukup masyhur pendapat ulama yang menyebutkan bahwa setiap malam Jumat, ahli kubur diberi tahu siapa saja orang-orang yang mendoakan atau menziarahi kuburnya.   Bentuk kebaikan orang yang masih hidup kepada orang tua yang telah tiada atau siapa saja yang sudah meninggal adalah menziarahi kuburnya, mendoakan, berinfak atas namanya,  bersedekah untuknya, dan melanjutkan kebaikan-kebaikannya. Dari penggalan kisah di atas, jelaslah bahwa kedua orang tua atau para ahli kubur akan sedih dengan keburukan keluarganya dan akan gembira dengan kebaikan mereka. (Lihat: al-Mawa‘izh al-‘Ushfuriyyah, hal. 18-19).

Read More

Selasa, 13 Oktober 2026

Kisah Mimpi putera Umar bin Khattab

 Kisah Mimpi putera Umar bin Khattab

Adalah wajib hukumnya bagi setiap muslim dan mukmin mengimani bahwa kelak di alam kubur akan ada pertanyaan dari dua malaikat Munkar dan Nakir kepada si mayit. Kedua malaikat ini sering kali digambarkan berwajah bengis dan menakutkan.

Kisah Mimpi putera Umar bin Khattab

Tak ayal, terkadang seseorang bertanya-tanya pada diri sendiri; mampukah ia kelak menjawab pertanyaan kedua malaikat kubur itu, sedang melihat fisik keduanya saja sudah terbayang begitu menakutkan? Lain halnya dengan Sayyidina Umar bin Khattab. Ketika Rasulullah menjelaskan bagaimana wujud fisik menyeramkan malaikat Munkar dan Nakir sahabat yang ditakuti setan ini justru seakan hendak melawannya. Imam Jalaludin As-Suyuthi dalam kitabnya Al-Hâwî lil Fatâwî menuliskan sebuah riwayat dari Al-Jazuli dalam kitab Syarhur Risâlah, bahwa satu ketika Rasulullah berbicara kepada para sahabat perihal Munkar dan Nakir.

Digambarkannya malaikat Munkar dan Nakir akan mendatangi seorang mayit di kuburan dalam bentuk yang begitu menyeramkan; berkulit hitam, bengis, keras, dan sifat-sifat buruk dan menakutkan lainnya. Lalu kedua malaikat itu akan menanyai si mayit. Mendengar penuturan Rasulullah itu Sayyidina Umar bertanya, “Rasul, apakah saat di kuburan nanti aku sebagaimana sekarang ini?” “Ya,” jawab Rasul. “Kalau begitu,” timpal Umar kemudian, “demi Allah akan aku lawan kedua malaikat itu!” Konon, ketika Sayyidina Umar bin Khattab meninggal dunia putra beliau yang bernama Abdullah bermimpi bertemu dengannya. Dalam mimpi itu Abdullah menanyakan ihwal bapaknya di alam kubur. Oleh Umar pertanyaan anaknya itu dijawab, “Aku didatangi dua malaikat. Keduanya bertanya kepadaku, siapa Tuhanmu, siapa nabimu? Aku jawab, Tuhanku Allah dan nabiku Muhammad. Lalu kepadanya aku tanyakan, kalian berdua, siapa Tuhanmu? Mendapat pertanyaan seperti itu kedua malaikat itu saling berpandangan. Salah satunya berkata, ini Umar bin Khattab.

Lalu keduanya pergi meninggalkanku.” Demikian lah Sayyidina Umar bin Khattab, ia tak hanya berani di dunia saja, tapi di alam kubur pun keberaniannya tetap kuat. Kisah tentang orang-orang yang menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir sebagaimana jawaban Umar di atas tidak sedikit. Banyak ulama dalam berbagai kitabnya yang meriwayatkan kisah-kisah semisal. Seperti Yazid bin Harun yang ketika ditanya kedua malaikat perihal siapa Tuhan dan nabinya, beliau menjawab, “Pertanyaan seperti ini diajukan kepadaku? Sementara delapan puluh tahun lamanya aku mengajarkan jawabannya kepada banyak orang.” Lalu kedua malaikat itu pergi meninggalkannya. As-Suyuthi dalam kitabnya di atas menjelaskan bahwa ada segolongan orang yang kelak di alam kuburnya sama sekali tak ditanya oleh kedua malaikat Munkar dan Nakir seperti para syuhada, shidiqin, dan lainnya. Mungkinkah diri kita menjadi bagian yang dikecualikan itu? Wallahu a’lam.

Read More

Senin, 12 Oktober 2026

Kisah Umar bin Khatab membentak malaikat munkar dan nakir

 Kisah Tentang Alam Kubur

Kisah Umar bin Khatab membentak malaikat munkar dan nakir

Umar Bin Khattab adalah khalifah kedua Kekhalifahan Rasyidin yang berkuasa pada tahun 634 M sampai 644 M. Dalam Islam Sunni, Umar digolongkan sebagai salah satu Khulafaur Rasyidin. Ia juga merupakan salah satu sahabat dari Nabi Islam Muhammad dan juga merupakan ayah dari Hafshah, istri Muhammad

Kisah Umar bin Khatab membentak malaikat munkar dan nakir


Pada masa itu, Umar merupakan sosok yang terkenal dan paling disegani. Selain karena ia sahabat nabi, ia juga terkenal karena sosoknya yang sangat pemberani dan tak pernah mengenal kata takut semasa hidupnya. Bahkan, para iblis pun takut saat berhadapan dengan Umar Bin Khattab.kisah ini dikisahkan dalam kitab Nasikhul Ibad oleh Syekh Nawani al Bantani, saat Umar wafat, sahabatnya Ali bin Abi Thalib pernah meminta kas atau terbukanya tirai gaib kepada Allah SWT untuk melihat Umar di dalam kubur Permintaan tersebut selanjutnya dikabulkan Allah SWT dan saat itu, Ali melihat Umar di dalam kubur.

Saat itu dilihatnya Munkar Nakir datang menemui Umar didalam kubur. Dimana malaikat Munkar dan Nakir digambarkan sangat menyeramkan yakni matanya laksana kendil yang terbakar serta bau busuk yang sangat menyengat.

Sayyidina Ali waktu itu sangat senang sebab waktu itu ia mengira Umar akan ketakutan saat dihampiri oleh kedua malaikat itu. Namun, secara tiba-tiba Umar bangkit dan membentak kedua malaikat, Munkar dan Nakir itu.

Pada saat itu, Umar meminta agar kedua malaikat itu bersikap lebih sopan kepadanya. Ia juga pada saat itu memperkenalkan dirinya pada Munkar dan Nakir.

"Hai Munkar dan Nakir apakah kalian tahu sedang berhadapan dengan siapa? ," tanya Umar

"Yang sopan," lanjutnya

Kedua malaikat itu pun kaget sebab keduanya baru pertama kali dibentak dan baru kali itu ada yang berani membentaknya. Kedua malaikat itu pun lantas mempertayakan siapa sosok manusia yang berani membentaknya itu

"Memang kamu siapa?," tanya malaikat

"Saya ini temannya kekasih Allah," jawab Umar

Akhirnya Munkar dan Nakir bertanya kepada Allah mengenai sosok yang baru saja ia temui itu. Allah pun kemudian menyarankan kepada keduanya agar lebih sopan kepada orang mukmin seperti Umar bin Khattab itu.

Sejak kejadian tersebut, Munkar dan Nakir tidak pernah lagi tampil seram di hadapan Umar bin Khattab.

Read More