Adzab Kubur
Salah satu
dalil yang menggambarkan hal ini adalah Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari
Ibnu ‘Umar.
إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ
عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ
يُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: Sesungguhnya apabila meninggal salah satu
diantaramu, maka ditampakkan kepadanya, setiap pagi dan sore, tempat
tinggalnya. Jika dia termasuk ahli surga maka surgalah tempat tinggalnya, dan
bila dia ahli neraka maka nerakalah tempat tinggalnya. Kemudian dikatakan,
“inilah tempat tinggalmu, sampai nanti engkau dibangkitkan di hari kiamat.”
(HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar).
Azab Kubur (bahasa
Arab:عذاب القبر) adalah kesengsaraan dan penghimpitan yang dihadapi manusia
setelah meninggal dan ketika dia masuk ke alam barzakh. Kita tidak
mengetahui dengan detail apa dan bagaimana mereka mendapatkan tekanan azab di
alam kubur; sebagian meyakini bahwa azab tersebut akan dirasakan oleh jasad
yang dimakamkan di bawah tanah dan sebagian meyakini bahwa itu akan dirasakan
oleh jiwa dan raga secara barzakh.
Azab kubur memiliki berbagai macam bagian
yang salah satunya adalah penghimpitan dan tekanan kuburan itu sendiri. Ayat-ayat dan
riwayat-riwayat Ahlulbait
as mengupas sebagian dari hakikat tersebut, dan ada sebuah
riwayat dari Imam
Shadiq as yang mengatakan bahwa tidak sedikit dari manusia yang
merasakan azab kubur itu.
Begitu pula sekelompok dari Ahlusunah meyakini
bahwa menangisnya sanak keluarga dekat mayit akan menambah azab di dalam
kuburnya.
Apa itu Azab Kubur?
Apa dan bagaimana azab kubur itu,
kebanyakannya sampai saat ini masih belum jelas bagi kita dan bentuk metafisik
kehidupan setelah mati sangat sukar dicerna oleh orang-orang yang dari sejak
lahir bergelut dengan dunia materi. Apa yang dijelaskan dalam Alquran dan hadis
dalam menggambarkan keadaan-keadaan tersebut juga sesuai dengan nilai-nilai
materi manusia dan sukarnya penggambaran-penggambaran tersebut sebagaimana
ketika kita ingin menggambarkan perbedaan warna kepada seorang yang buta yang
mana dalam hal ini kita terpaksa menggunakan istilah-istilah yang mereka kenal
namun selama ia tidak melihat maka sama sekali dia tidak akan mengenal hakikat
warna tersebut. Namun yang penting adalah kita mengetahui apa yang menyebabkan
tekanan atau siksa kubur dan apa yang menyebabkan manusia selamat dari tekanan
dan siksaan tersebut.
Dalam banyak ayat dan riwayat telah
disinggung sebagian sudut dari kehidupan di dalam kubur. Allamah Majlisi telah
mengutip 127 riwayat yang mengulas tema tersebut dalam Bihar al-Anwar, pada
jilid ke-6. Dan telah dinukil juga dari doa-doa dan Munajat Ahlulbait as bahwa
berkali-kali meminta perlindungan kepada Allah swt dari ketakutan dan hukuman
berat dari azab kubur.
Siksa kubur tidak hanya berkaitan dengan
orang-orang yang dikubur di tanah bahkan mencakup setiap orang yang telah
menjadi mayit. Imam Shadiq as ditanya: Apakah siksa dan tekanan kubur juga
sampai kepada orang yang disalibkan dan tidak dikuburkan? Dia mengatakan: Dia
(Allah) yang bumi ada dalam komandonya, udara dalam perintahnya, kemudian Allah
berfirman, mengilhamkan kepada udara wahyu untuk menghimpit dan menekannya
lebih keras dan lebih berat dari kuburan.
Hadis ini
menyatakan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, akan ditunjukkan kepadanya
tempat tinggalnya setiap pagi dan sore. Jika dia termasuk ahli surga, maka
tempat tinggalnya adalah surga, namun jika dia termasuk ahli neraka, maka
tempat tinggalnya adalah neraka. Hal ini menegaskan bahwa setiap individu akan
mendapatkan hasil dari amal perbuatannya di dunia.
Selain itu, ada juga riwayat Hadis dari
Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa seseorang dapat diberi siksa kubur
karena perilaku tertentu, seperti kurang menjaga kebersihan atau suka mengadu
domba.
Dari Ibnu
‘Abbas bahwa Nabi melewati dua kuburan, maka beliau bersabda:
إِنَّهُمَا
لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا
يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ
ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا بِنِصْفَيْنِ ثُمَّ غَرَزَ فِي كُلِّ
قَبْرٍ وَاحِدَةً فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا فَقَالَ
لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا
Artinya: “Sesungguhnya keduanya tidak disiksa
kubur karena sebab yang besar. Satu di antara keduanya disiksa karena tidak
bersih dari air kencingnya, dan yang satu lagi karena suka mengadu domba.”
Kemudian Nabi meminta untuk diambilkan pelepah kurma dan membelahnya menjadi
dua, selanjutnya beliau bersabda: “Mudah-mudahan meringankan mereka selama
belum kering keduanya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis ini, Nabi Muhammad menyampaikan
bahwa dua orang yang meninggal tersebut menerima siksa kubur, satu karena tidak
menjaga kebersihan dari air kencingnya, dan yang lainnya karena suka mengadu
domba. Namun demikian, Nabi juga berusaha untuk meringankan siksa kubur
keduanya dengan mengambil pelepah kurma dan membaginya menjadi dua bagian.
Selain
itu, terdapat riwayat lain yang menyatakan bahwa Nabi pernah mendengar suara
dari kuburan di waktu maghrib dan menyampaikan bahwa seorang Yahudi sedang
disiksa di kuburnya. Hal-hal ini menunjukkan bahwa siksa kubur adalah suatu
realitas yang dapat dialami oleh individu yang berbuat dosa.
Dalam tuntunan Nabi yang selalu dibaca pada
waktu salat di waktu duduk tahiyyat, terdapat permohonan perlindungan dari
empat hal, termasuk di antaranya adalah perlindungan dari siksa kubur. Hal ini
menunjukkan pentingnya menjaga diri dari siksa kubur dan berdoa agar terhindar
darinya.
Gambaran
Siksa kubur
- Ular berbisa melilit tubuh
- Pintu neraka jahanam terbuka, sehingga asap dan panas apinya sampai ke alam kubur
- Malaikat memukul telinga dengan gada besi
- Kuburan menghimpit dan menyempit
- Ditemani amalan buruk yang menyerupai wujud yang mengerikan
- Suasana azab kubur digambarkan dalam Al-Qur'an dan hadits sebagai tempat yang gelap, penuh siksa, dan tekanan.
Gambaran
suasana azab kubur
- Kuburan gelap
- Kuburan menyempit dan menghimpit tulang belulang
- Diberi alas dari api neraka
- Dipukul palu besi di wajah
- Dililit ular
- Ditunjukkan pemandangan neraka
- Ditemani wujud mengerikan
- Dibuka pintu neraka jahanam, sehingga asap dan panas apinya sampai ke alam kubur






