Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Jumat, 12 Juni 2026

Alam dunia

 Alam dunia

Allah menciptakan alam semesta ini dengan susunan yang teratur dalam aspek biologi, fisika, kimia, dan geologi beserta semua kaidah sains.Alam dunia adalah tempat tinggal manusia saat masih hidup. Alam dunia merupakan salah satu dari tiga alam yang dilewati manusia, yaitu dunia, barzakh, dan akhirat.

Alam dunia


  • Alam dunia adalah refleksi dari jasad, sedangkan ruh adalah bagiannya.
  • Alam dunia merupakan dunia fisik dan kehidupan secara umum.
  • Skala alam terbentang dari sub-atomik sampai kosmik.
  • Studi tentang alam merupakan bagian besar dari ilmu pengetahuan.

Penciptaan alam semesta menurut Islam

Alam semesta diciptakan dalam dua tahap, yaitu dalam bentuk asap (dukhan) dan kemudian membentuk benda-benda langit.

Alam semesta diciptakan dengan susunan yang teratur dalam aspek biologi, fisika, kimia, dan geologi.

Alam semesta diciptakan secara haq, bukan main-main, dan bukan bathil.

Manusia sebagai khalifah di bumi

  • Manusia diciptakan sebagai khalifah yang bertanggung jawab sebagai pemimpin dan pengelola alam.
  • Manusia harus menjaga alam semesta agar tetap terpelihara, lestari, dan bermanfaat.
  • Manusia harus menghormati ajaran agama dan nilai-nilai lingkungan.
  • Manusia harus membentuk masyarakat yang berkelanjutan, menjaga alam semesta, dan mewariskan dunia yang lebih baik kepada generasi mendatang.

Arti hidup dalam Islam

Arti hidup dalam Islam ialah ibadah.

Ibadah yang dimaksud adalah ibadah dalam setiap aspek kehidupan, bukan hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja.

Alam Dunia

apa yang dimaksud dengan alam? Dalam kajian ilmu tauhid alam ialah segala sesuatu selain Allah. Demikian pendapat al-Ghazali (lahir 450/451H  wafat 505/511 M) Berarti defenisi ini bertahan sudah hampir 1000 tahun, kendatipun kata Campell  di abad-abad pertengahan sudah dipisahkan manusia dan alam. Adanya alam semesta bukti adanya al-Khaliq (Sang Pencipta). Semesta yang bisa kita lihat adalah alam sekitar (a1am yang dekat) dan kita belajarnya  dalam matkul biologi. Ilmunya sangat luas: sintologi, parasitologi, patologi, embriologi, hymatologi, anatomi, hezeana, zoologi, botani, taksonomi, bakteriologi, dan lain-lain. Masa Allah Banjarmasin hanya punya satu doktor patologi (dr. SP) baru saja meninggal) dan Masa Allah di Banjarmasin hanya ada satu orang doktor atom sementara Israil ada lebih  dari 600 orang. Maha Benar Allah. sesuatu yang tidak kita lihat adalah lebih besar dan lebih luas ari alam sekitar kita yang  dapat kita lihat dan rasakan.

 Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Mu’min: 37 ”Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Definisi alam ini (ma siwa Allah) tentu sangat luas, mencakup segala fenomena alam fisik dan juga kehidupan secara umum, baik dunia nyata atau dunia ghaib. Istilah kawniyyah secara bahasa berasal dari kata كون sama dengan عالم artinya alam, dunia, kosmos. Dr. Abd al-Hadi Na¡r  mengatakan الكون هو كتاب الله المنظور .. هو كتاب الله المادى  (al-kawn adalah kitab Allah yang bisa diamati; alam materi). Istilah ayat-ayat kawniyyah diduga pertama kali dipakai oleh Ibn Katsir (wafat 774 H) ketika beliau menjelaskan tentang ayat-ayat Alquran yang berkaitan fenomena langit, bumi, malam dan siang dengan sebutan آيات الله الكونبة     Kata  الكونية muncul 4 kali dalam tafsir Ibn Katsir, 2 kali dipakai untuk menunjuk ayat-ayat Alquran tentang fenomena alam  dan 2 kali menunjuk kepada hukum alam dengan term  أحكام الكونية  dan  مشيئته الكونية , termasuk al-ahkam al-Jazibiyyah (hukum gravitasi). Contoh firman Allah yang maksudnya: ”dan Kami menciptakan langit tanpa tiang menurut penglihatanmu”.

Sebenarnya langit itu bertiang. Tiang langit adalah hukum-hukum gravitasi yang membuat keseimbangan sehingga benda-benda langit tidak jatuh (kisfam minas sama) ke bumi atau tidak ada sesuatu yang retak (ma tara fi khalqi al-rahman min tafawut) (min li al-bayan)Ayat-ayat tentang alam semesta cukup banyak di dalam Alquran bila frase alam semesta tersebut kita samakan  al-sam± wa al-samaw±t. Ayatnya lebih 305 ayat dan ada 42 ayat yang berbicara alam fisis selebihnya metafisika eskatologis (ma wara al-maddah). Ini belum termasuk fernomena angin, air, tumbuh-tumbuhan, besi, batu, api, dlsb. Dari 42 ayat tsb kata langit berkonotasi  segala apa yang ada di atas kita. Bumi dan  langit serta yang ada di antara keduanya  juga disebut langit. Jadi arti langit nencakup bintang-bintang, matahari, bulan,   astroide, planet, garis edar bintang-bintang, hukum gravitasi, atmosfer,  scattering effect dll.  Frase ini juga menunjuk kepada alkawn al-kubr± (jagat raya)  dan al-kawn al-shugr±  (alam kecil/alam sekitar). Kata lain al-²y±t al-Kawniyyah (alam materi, sebagai lawan al-‘±lam al-ruh³: alam ruh/immateri/ghaib). Jumlah ayatnya menurut Thanthawi Jauhari, Ahmad Baiquni, dan Al-Ghazali  mengatakan 750ayat, Agus Purwanto mengklasifikasi    ada 800 ayat, dan bahkan Zaglul mengatakan lebih dari 1000 ayat. Jaglul berpendapat al-‘ilm yukasyfsyif al-ayah(ilmu menyingkap ayat).

 

Agar lebih jelas berikut ini sebagian hasil telaah al-sama wa al-samawat dalam Alquran:

Ayat-ayat tentang proses penciptaan dan ekspansi alam semesta QS 41:11, QS 21:30, QS 7: 54, QS 10:3, QS 57:4, QS 32:4, QS 11: 7, dan QS 51: 17.

Ayat-ayat yang menyatakan bahwa Allah menciptakan tujuh langit (tujuh yang bersusun, tujuh yang dahsyat dan tujuh jalan) QS 2:29, QS 67;3, QS 71:15, QS 65:12, QS 17:44, QS 41:12, QS 78:12, dan QS 23:17.

Ayat-ayat yang menyatakan bahwa langit berpintu-pintu QS 7:40, QS 54:11, QS 78:19, dan QS 15: 14-15.

Ayat-ayat tentang adanya makhluk hidup di langit yang patuh dan bersujud kepadaNya QS 13:15, QS 16:49, QS 17:44, QS 19:93, QS 21:19, dan QS 55:29.

Ayat-ayat yang matahari, bulan, dan bintang beredar di langit pada garis edarnya QS 25:61, QS 37:6, QS 51:7, dan QS 41:12,

Ayat-ayat yang menyatakan bahwa di langit ada lapisan-lapisan atmosfir dan atom  QS 6:125 dan 34:3.

Ayat-ayat yang menyatakan langit dibangun tanpa tiang (isyarat bagi hukum gravitasi) QS 13:2  dan 31:10.

Ayat-ayat yang menyatakan fungsi langit dan hujan turun dari langit QS 2:27, QS 7:96, QS 11:52, dan QS 21:32.

Ayat-ayat yang menyatakan benda langit ditahan agar tidak jatuh dan sebagian ada yang jatuh ke bumi QS 22:65 dan QS 52:44.

Ayat-ayat yang menyatakan bahwa pada hari kiamat langit akan diciutkan dan mengeluarkan kabut putih QS 21:104 dan 25:25.

Contohnya alam semesta ini berdasarkan surat al-Anbiya: 30 tadinya langit dan bumi bersatu padu. kemudian Kami ciptakan satu ledakan hebat dan masing-masing benda terdorong keluar menjauh dari pusat gravitasinya    كانتا رتقا ففتقناهما   saya cenderung menerjemahkan  terjadinya suatu ledekan hebat karena kata fafataqnahuma menurut mufassir Ibn Abbas fashalna bainahuma bil hawa: memisah antara keduanya dengan proses pemuaian benda-benda  langit. Dari sini terjadi ekspansi (perluasan)  dan pendinginan dalam waktu ribuan tahun sehingga ada benda seperti korek api tapi berat massanya berjuta-juta ton. Jadi  kalau penciptaan ini dikatakan 6 periode/ ayyam.lebih bisa. Lalu bagaimana  hubungannya dengan kiamat…? Hari kiamat menurut Alquran sudah jelas. Di dalam surat al-Anbiya: 104  git benda-benda di alam semesta digambarkan kathayyis sijjil  lil kutub seperti golongan kertas dan di dalam hadis  qabadha bi yaminihi  langit digenggam Tuhan dengan tangan kanannya. Maksud kedua ayat ini alam semesta diciutkan karena dia kehabisan daya dorong. Semua benda langit (galaksi) menurut surah yang lain  berjatuhan. Kalau adik-adikku  mahasiswa paham fisika /IPA  mengerti hukum energy potensial dan energy kinetic; bahkan hukum yang menyatakan: “benda yang bergerak akan tetap bergerak”. Misalnya ada benda sejenis komet Helley  yang panjang 10 km jatuh di laut Jawa atau peraian menuju Trisakti Banjarmasin , maka wilayah Banjarmasin akan terjadi Tsunami dan  kecepatan angin 2500 km perjam. Semua bangunan bertingkat akan roboh. Bayangkan kalau jatuh ke bumi itu adalah bintang-bintang yang diameternya 86 tahun perjalanan pesawat dengan kecepatan 1000 km/t. Yang punya bintang Antares di rasi scorpionya maka ketahuilah besarnya 12.000 kali lebih besar dari matahari.

Sebagai lawan dari al-’alam al-m±di (alam materi) adalah al-’±lam al-r­hiy  (alam `ruh atau alam immateri). Di akhir zaman ini banyak bentuk-bentuk kemusyrikan bertebaran: sim salabim orang sehat jadi lumpuh. Lantas apa hubungannya  dengan alam ruh?  Begini saudaraku. Alam ruh ini sedang dijelajah  oleh penghuni bumi ini. Alam ruhi  melakukan tadakhul. dan memperkenalkan diri bahwa mereka hidup dan tidak mati lagi selamanya. Kehidupannya berbeda dengan kehidupan di bumi ini. Ada barzakh (tirai) yang menghalangi kita utk eksodus  ke alam ruh/ghaib, tapi sebaliknya  mereka bisa tadakhul  menjadi irisan dan bercakap-cakap dengan manusia yang mereka pilih. Pengetahuan dan terknologi mereka statis, sesekali mereka membeli mobil/sepeda motor untuk koleksi saja. Masalahnya mereka bisa bergerak dengan cepat dari Banjarmasin ke Amuntai atau Kandangan dalam wakatu sekejap mata (tharfata  ’ainin) karena itu mungkin saja lebih cepat mengidentifikasi suatu masalah dan  menghadap kembali ke manusia yang memanggil mereka. Segera permintaan akan dipenuhi. Ingat mereka bisa saja ERROW dan berdasarkan isyarat hadis shahih mereka berkelompok-kelompok, mereka  tidak  beranakpinak, hidup terus dan tidak mati sampai   Tuhan bertanya kepada Nabi  Idris: ”Siapakah raja hari  ini? Idris menjawab ”bagi Allah (kekuasaan) Yang Satu lagi Maha Memaksa”.

 

   لمن الملك اليوم ؟   للــــه الواحد الكها ر    (الأية)

 Wallahu a’lam bi shawwab

 

Read More

Kamis, 11 Juni 2026

Alam Rahim

Alam Rahim

Janji setia di alam rahim adalah janji yang diucapkan manusia kepada Allah SWT sebelum lahir ke dunia. Janji ini berupa pengakuan keesaan Allah SWT dan Istiqomah untuk menyembah-Nya.

alam rahim

 berproses dari nuthfah (sperma dan ovum) selama 40 hari. Kemudian berkembang dan berubah menjadi‘alaqoh (yang menempel di dinding rahim) selama 40 hari. Kemudian berkembang dan berubah menjadi mudlghoh (segumpal daging). Sesudah berproses selama 40 hari, manusia yang semula masih dalam bentuk mudlghoh (segumpal daging), telah menjadi sempurna sebagai janin. Ketika usia kehamilan telah mencapai 120 hari (4 bulan), maka Allah SWT menyempurnakan penciptaan manusia dengan meniupkan ruh ke dalam tubuh janin.

Pada saat itu, Allah SWT juga mengutus malaikat untuk menuliskan kembali 4 (empat) ketentuan (takdir atau nasib) yang akan dialami oleh setiap manusia. Yaitu; (1). Rizkinya (2). Ajal atau masa kematiannya (3). Amal perbuatannya, baik atau buruk (4). Berbahagia dan beruntung atau celaka. Sebagaimana difirmankan dalam

surat al-A’raf ayat 189:

“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah digaulinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (dalam beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah Kami termasuk orang-orang yang bersyukur.”

Demikian juga dalam surat al-Mukminun (23) ayat 12–14:

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia, makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik”.

Berdasarkan firman Allah SWT dalam surat al-Mu’minun ayat 12-14 di atas dapat disimpulkan bahwa terbentuknya janin dalam rahim ibu adalah melalui 6 (enam) tahap (fase) sbb:

Tahap pertama; penciptaan janin dalam bentuk saripati air mani (nuthfah) yang disebut sulalah. Allah SWT menjelaskan bahwa manusia diciptakan “dari saripati air mani yang hina”. Manusia bukan diciptakan dari seluruh mani yang keluar dari suami–istri, tetapi hanya dari bagian yang sangat halus. Itulah yang dimaksud dengan “sulalah”. Menurut riset yang telah dilakukan oleh para ahli anatomi dan embriologi, bahwa manusia itu tercipta hanya dari satu sel sperma saja. Sungguh hal itu sangat sedikit sekali bila dibanding dengan jutaan sel sperma yang keluar dari seorang pria. Sulalah adalah kata yang paling tepat dan cocok untuk menggambarkan proses terbentuknya janin, karena satu dari jutaan sperma seorang pria bergerak menuju ke dalam rahim untuk membuahi ovum seorang wanita.

Tahap kedua disebut ‘alaqoh. “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah (‘alaqoh).” ‘Alaqoh juga berarti nama dari binatang kecil yang hidup di air dan di tanah (sebangsa lintah) yang terkadang menempel di mulut binatang pada waktu minum air di rawa–rawa. Bentuk janin pada fase ini sangat mirip sekali dengan binatang lintah tersebut. Bahkan kalau keduanya difoto bersamaan, niscaya manusia tidak akan mampu membedakkan bentuk dan gambar keduanya.

Tahap ketiga, disebut mudghah (segumpal daging). Dalam kelanjutan surat al-Mukminun di atas dijelaskan, ”Lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging.”

Tahap keempat ditandai dengan muncul dan tumbuhnya tulang. “Dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang.” Para ahli dan spesialis dalam bidang medis telah menyimpulkan bahwa tulang itu muncul sebelum daging sebagai penutupnya. Setelah itu barulah muncul daging. Hal ini baru diketahui oleh para ahli pada zaman sekarang, itu pun dengan bantuan alat–alat fotografi.

Tahap kelima, pembungkusan tulang dengan daging. “Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging…” Didahulukannya penciptaan tulang sebelum daging, karena daging membutuhkan tulang untuk menempel padanya. Maka tulang mesti sudah ada sebelum daging.

Tahap keenam adalah perubahan janin ke bentuk yang lain. “Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain…” Menurut Dr Ahmad Hamid Ahmad, bersamaan dengan berakhirnya pekan ketujuh, panjang Mudghah sudah mencapai 8–16 milimeter” Termasuk yang membedakan pada periode ini adalah; bahwa tulang yang semula berbentuk bengkok menyerupai bulan sabit, kini mulai berubah lurus dan tegap. Di tambah lagi ada sesuatu yang membedakan janin dengan makhluk hidup yang lain, yaitu sempurnanya bentuk tubuh pada pekan ke delapan. Begitulah, proses penciptaan janin di dalam rahim seorang ibu, hingga akhirnya dilahirkan pada usia kehamilan sembilan bulan. Sungguh Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Proses penciptaan manusia pada ayat di atas, dijelaskan lebih rinci lagi oleh sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari sahabat Abdullah ibn Mas’ud RA.

Dari Abdullah ibn Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata: bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda kepada kami, dan beliau adalah orang yang jujur lagi dipercaya: “Sesungguhnya tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya, selama 40 hari berupa nuthfah (air mani yang kental), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah yang menempel di dinding rahim) selama itu juga (40 hari), lalu menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu, kemudian diutus kepadanya malaikat untuk meniupkannya ruh, dan dia diperintahkan mencatat empat hal (kalimat) yang telah ditentukan: rezekinya, ajalnya, amalnya, nasibnya apakah celaka atau bahagia. Demi Dzat Allah yang tiada tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang di antara kalian ada yang telah melaksanakan perbuatan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dan surga hanyalah sehasta, namun dia telah didahului oleh al-kitab (ketetapan/takdir), maka dia mengerjakan perbuatan ahli neraka, lalu akhirnya dia masuk ke dalamnya (menjadi penghuni neraka). Di antara kalian ada yang mengerjakan perbuatan ahli al-naar (penduduk neraka), sehingga jarak antara dirinya dan neraka hanya sehasta. Akan tetapi dia telah didahului oleh takdirnya, maka dia mengerjakan perbuatan ahli surga, sehingga akhirnya dia memasukinya (menjadi penghuni surga).”

Di samping tercipta dari unsur tanah yang rendah, secara ruhaniah manusia tercipta dari ruh Allah Yang Maha Agung. Sebagaimana difirmankan dalam surat as-Sajdah (32) ayat 9:

“Kemudian Dia (Allah) menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”.

Para ulama telah sepakat, bahwa ruh ditiupkan pada janin ketika janin berusia 120 hari, terhitung sejak pertemuan sel sperma dengan ovum. Artinya, peniupan ruh tersebut terjadi ketika janin telah berusia empat bulan penuh, masuk bulan kelima. Ruh adalah suatu unsur rohani yang menjadikan manusia hidup. Adapun substansi atau hakikat ruh tidak ada manusia yang mampu mengetahui. Hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Sebagaimana telah di firmankan dalam surat al-Isra’ ayat 85:

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”

Read More

Kamus indonesia kawi

Kamus Indonesia - Kawi design by Afif

📚 Kamus Indonesia - Kawi

🔱Design by Afif🔱

Terjemahkan kata atau kalimat lengkap dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Kawi (Bahasa Jawa Kuno)

Hasil Terjemahan (Kawi):

📌 Keterangan penggunaan kamus

Kamus ini berfungsi sebagai alat penerjemah sederhana yang bisa digunakan untuk menerjemahkan satu kalimat dari bahasa indonesia ke bahasa Kawi cocok digunakan untuk mempermudah menghafal kosakata by Afif

Read More

Rabu, 10 Juni 2026

Alam Roh

 Perjalanan manusia menuju Tuhan


alam roh

Alam roh atau alam arwah adalah alam tempat manusia berada sebelum lahir ke dunia. Di alam ini, manusia berada dalam wujud ruh tanpa jasad

tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan dan berapa lama manusia hidup di alam ruh atau alam arwah. Jauh sebelum hidup di alam dunia, bahkan sebelum ayah dan ibu kita menikah, kita sebagai manusia telah diciptakan oleh Allah SWT dan mengalami kehidupan di sebuah alam yang disebut alam ruh atau arwah. Ketika masih berada di alam arwah ini, Allah SWT telah mengambil kesaksian dari setiap jiwa atau ruh manusia. Pada saat itu, seluruh manusia ditanya oleh Allah SWT; “Bukankah Aku adalah Tuhan dan Raja kalian? Dan bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Aku, Dzat Yang Maha Esa yang tiada sekutu bagi-Nya?”. Maka seluruh manusia yang berada di alam ruh atau alam arwah pun menjawab, “Betul, Engkau adalah Tuhan dan Raja kami, dan tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau Dzat Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya”.

Jadi ketika berada di alam ruh atau alam arwah, semua manusia telah mengakui (i’tiraf) dan beriman serta meyakini tentang adanya Allah SWT, Dzat Yang Maha Esa. Tidak ada seorang pun yang mengingkari (kafir) terhadap keberadaan Allah SWT. Sebagai mana telah difirmankan dalam surat al-A’raf ayat 172:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"(Q.S al-Araf 172)

“Sesungguhnya Aku akan mempersaksikan langit tujuh tingkat dan bumi tujuh tingkat untuk menjadi saksi terhadap kalian, serta menjadikan nenek moyang kalian Adam sebagai saksi, agar kalian tidak mengatakan pada hari kiamat kelak, “Kami tidak pernah berjanji mengenai hal itu”. Ketahuilah bahwasanya tiada Tuhan selain Aku semata, tidak ada Rabb selain diri-Ku, dan janganlah sekali-kali kalian mempersekutukan-Ku. Sesungguhnya Aku akan mengutus kepada kalian para Rasul-Ku yang akan mengingatkan kalian tentang perjanjian ini. Selain itu, Aku juga akan menurunkan kitab-kitab-Ku”. Maka mereka pun berkata, “Kami bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan kami, tidak ada Tuhan selain hanya Engkau semata”. Dengan demikian mereka telah mengakui hal tersebut. Kemudian Adam diangkat di hadapan mereka dan Adam pun melihat kepada mereka. Di antara mereka ada orang-orang yang kaya dan ada juga orang-orang yang miskin; ada orang-orang yang baik dan ada juga orang-orang yang buruk. Lalu Adam berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana kalau Engkau menyamakan di antara hamba-hamba-MU itu?”. Allah menjawab, “Sesungguhnya Aku sangat suka untuk disyukuri”. Dan Adam melihat para nabi di antara mereka seperti pelita yang memancarkan cahaya”. (HR. Ahmad)

Inilah peristiwa yang terjadi di alam ruh atau alam arwah, di mana setiap jiwa dari manusia telah diambil kesaksian dan melakukan perjanjian kepada Allah SWT, bahwa Allah SWT Dzat Yang Maha Esa adalah Rabb mereka. Hal ini disaksikan oleh Nabi Adam dan penduduk langit. Allah SWT sengaja melakukan hal ini, agar kelak pada hari kiamat tidak ada satupun manusia yang mengingkari perjanjian tersebut dengan mengatakan bahwa ketika hidup di alam dunia mereka menyekutukan Allah atau mengikuti agama nenek moyang mereka semata-mata karena tidak pernah ada perjanjian atau petunjuk dari Allah SWT. Kebanyakan manusia memang lupa terhadap perjanjian tersebut. Oleh karena itu, Allah SWT mengingatkan mereka dengan cara mengutus para Rasul serta menurunkan kitab suci untuk mereka. Sebagaimana telah difirmankan dalam surat al-Hadid ayat 8:

“Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman”.

Menurut para ahli tafsir, pertanyaan Allah SWT kepada para manusia sewaktu berada di alam arwah bukanlah dalam bentuk wahyu yang disampaikan kepada mereka, tetapi dalam bentuk kehendak dan mengadakan (al-iradah wa al-takwin). Sedangkan jawaban para manusia kepada Allah SWT, bukalah dalam bentuk jawaban dengan lisan (المقال لسان), melainkan dengan sikap (لسان الحال).

Berdasarkan ayat di atas dapat diketahui, bahwa pada dasarnya setiap manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan beriman dan meyakini kebenaraan agama Islam. Inilah fitrah manusia. Jika dalam kehidupan di alam dunia, ternyata banyak orang yang kafir, musyrik (polytheis), mulhid (ateis), atau munafik, maka hal itu adalah sebuah penyimpangan dari fitrah manusia yang diyakini sejak berada di alam arwah. Sebagaimana telah difirmankan dalam surat al-Rum ayat 30:

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Pengertian fitrah pada ayat di atas adalah ciptaan Allah SWT. Yakni manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan memiliki naluri beragama, yaitu agama tauhid, agama yang mengakui keesaan Allah SWT. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar. Mereka bisa terjerumus pada kesalahan tersebut hanyalah lantaran pengaruh lingkungan hidup mereka.[HR]

Imam Ibnu Kasir, Tafsir Ibn Katsir, juz 2 h. 261 – 264. Lihat juga Tafsir al-Razi, juz 15 h. 46.

2Prof. Dr. Wahbab al-Zuhaili, al-Tafsir al-Munier, Daar al-Fikr al-Mu’ashir, Beirut, Cet. I, tahun 1991, juz 9 h. 157.


Read More

Selasa, 09 Juni 2026

tentang alam penantian

 

Hani budak Utsman ibn Affan meriwayatkan hadis, ketika Utsman berhenti di sebuah kuburan lalu menangis tersedu-sedu sampai basah janggutnya. Lalu ditanyakan kepadanya, “wahai Utsman ketika disebutkan surga dan neraka engkau tidak menangis. Namun engkau malah menangis ketika berdiri di depan kubur. Mengapa?” Maka Utsman menjawab, “sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah bersabda: “Aku tidak pernah melihat pemandangan yang paling mengerikan dibandingkan alam kubur.” (H.R Tirmidzi)

alam barzakh


Ustadz Amir As-Soronji mengatakan alam kubur merupakan tempat pertama dari beberapa tempat yang akan dilalui manusia setelah meninggal. Sesuai dengan sabda Rasulullah apabila selamat di kubur maka tempat setelahnya akan menjadi lebih mudah. Sebaliknya jika di alam kubur tidak selamat maka di setelahnya akan lebih sulit.

Ketika diperlihatkan surga oleh Allah, akan berkata: “Ya Allah, segerakanlah terjadinya kiamat.” Sebaliknya dengan orang kafir, ketika diperlihatkan azab pedih yang sudah dipersiapkan Allah, ia akan berkata: “Ya Allah, jangan kau datangkan kiamat.”

“Di alam kubur ada kenikmatan kubur bagi orang mukmin. Tapi ia meminta untuk disegerakan hari kiamat karena nikmatnya lebih besar. Sedang orang fajir atau durhaka karena siksaan di hari kiamat jauh lebih pedih dan menakutkan daripada yang sedang dirasakannya di alam kubur, maka ia minta tidak disegerakan. Oleh karena itu, jangan lupa kita untuk berdoa memohon agar dijauhkan dari siksa kubur. Sebab azab kubur benar adanya,” pesan Ustadz Amir As-Soronji.

Kegelapan Alam Kubur

Di alam kubur juga penuh dengan kegelapan. Ustadz Amir As-Soronji menceritakan sebuah kisah di masa Rasulullah, dulu terdapat seorang wanita yang sering membersihkan masjid Nabawi. Rasulullah merasa kehilangan karena tidak nampak. Lalu para sahabat menyampaikan jika wanita tersebut telah meninggal dunia tadi malam dan telah dikubur di malam itu juga. Para sahabat mengatakan jika ia tidak sampai hati jika harus membangunkan Rasulullah yang sedang istirahat.

Rasululah meminta kepada para sahabat untuk menunjukan letak kuburannya, lalu beliau menyalatinya dan bersanda: “Kuburan itu sungguh sangat gelap bagi setiap penghuninya. Dan sesungguhnya Allah meneranginya bagi mereka dengan salatku tadi.” (HR. Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibn Majah, Baihaqi, dan Ahmad).

Dalam hadis tersebut, dapat dipetik faedah di dalamnya yakni keutamaan membersihkan masjid. Dimana Rasulullah datang ke kuburannya dan menyalatinya. Kemudian di alam kubur penuh dengan kegelapan namun Allah Swt. akan meneranginya jika terdapat orang yang bersedia menyalatinya.

Himpitan Alam Kubur

Ketika mayit diletakan di kuburan, maka kubur akan menghimpitnya. Tidak ada seorang pun yang akan dapat menghindarinya baik orang dewasa maupun anak kecil, baik orang saleh maupun kafir. Semua akan mengalami himpitan kubur.

Disebutkan dalam beberapa hadis bahwa kubur menghimpit Sa’ad bin Muadz. Ustadz Amir As-Soronji menjelaskan bahwa Beliau merupakan sahabat Rasulullah yang kematiannya Arsy Allah bergetar, pintu-pintu langit terbuka, dan terdapat 70 ribu malaikat menyaksikannya.

Dalam Sunan An-Nasa’I diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda, “Inilah yang membuat Arsy bergerak, pintu-pintu langit dibuka, dan disaksikan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh ia dihimpit dan dijepit oleh kubur, tetapi kemudian dibebaskan.”

“Saad pernah terhimpit lalu dibebaskan darinya. Sepantasnya kita takut himpitan ini, udah gelap, apa kita tidak takut? Maka kita takut dan bertaubat pada Allah. Anak-anak pun yang meninggal tidak akan selamat darinya. Anak-anak kecil yang mungkin dia tidak punya dosa tetap akan merasakan himpitan ini,” jelas Ustadz Amir As-Soronji.

Fitnah Alam Kubur

Apabila ada seorang hamba diletakan di kuburnya maka datang malaikat dengan penampilan yang menakutkan atau mengerikan. Dari Abu Hurairah berkata Rasulullah bersabda, “Apabila mayat dari kalian diletakan, ia akan didatangi dua malaikat hitam dan kebiru-biruan, salah satunya bernama Munkar dan kedua Nakir.

Keduanya akan bertanya, Apa pendapatmu tentang orang ini (Nabi Muhammad)? Makai ia akan menjawab sebagaimana di dunia, “Abdullah dan Rasul-Nya, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Kedua malaikat berkata ‘Kami telah mengetahui bahwa kamu dahulu telah mengatakan itu.’ Kemudian kuburannya diperluas 70×70 hasta dan diberi penerangan dan dikatakan tidurlah!

Apabila yang meninggal adalah orang kafir, sebagaimana dalam HR. Tirmidzi, ketika ditanya ia akan menjawab, Aku mendengar orang mengatakan aku pun mengikutinya dan saya tidak tahu. Kedua malaikat berkata, Kami berdua sudah mengetahui bahwa kamu dahulu mengatakan itu. Dikatakan kepada bumi himpitlah dia, maka dihimpitlah jenazah tersebut sampai tulang rusuknya berserakan, dan ia akan selalu merasakan azab sampai Allah bangkitkan dari tempat tidurnya.”

 

Read More