Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Kamis, 29 Oktober 2026

Kisah seorang Ibu yang ditinggal mati anaknya

 Kisah seorang Ibu yang ditinggal mati anaknya

Suatu hari seorang ibu tua mendatangi Imam Al-Hasan Al-Bashri. Ia baru saja ditinggal mati anaknya yang perempuan. Kepada Al-Hasan Al-Bashri, ia menyampaikan kerinduan mendalam kepada anaknya. Ia merasa kehilangan. Ia ingin mengetahui keadaan si anak. Ia ingin berjumpa dengan anaknya meski dalam mimpi.   

Al-Hasan Al-Bashri memahami perasaan yang dialami tamu tersebut. Ia kemudian menyarankan si ibu untuk melakukan sembahyang empat rakaat setelah sembahyang Isya.

Kisah seorang Ibu yang ditinggal mati anaknya


“Bacalah Surat Alhakumut Takatsur sekali setiap rakaat setelah pembacaan Surat Al-Fatihah. Lalu berbaringlah. Bacalah shalawat nabi hingga kau tertidur.”

Perempuan itu mendengarkan baik-baik fatwa Al-Hasan Al-Bashri. Ia segera pulang dan menjalankan fatwa tersebut. Terjadilah apa yang dikehendaki si ibu.

Ia dapat berjumpa dengan anak perempuannya yang telah meninggal. Tetapi ia begitu terkejut melihat anaknya terbelenggu dan terpasung dalam siksa kubur.   Bangun tidur, ia kembali menemui Al-Hasan Al-Bashri. Ia mengabarkan kondisi anaknya di alam barzakh. Mendengar cerita si ibu, Al-Hasan Al-Bashri pun sempat gelisah dan bimbang sesaat. Al-Hasan Al-Bashri menyarankan tamunya untuk bersedekah yang amalnya dihadiahkan untuk ahli kubur yang dimaksud.  

Ibu tersebut pulang. Ia mengikuti saran Al-Hasan Al-Bashri. Benar saja, kondisi anaknya berubah di alam kubur. Tetapi kali ini Al-Hasan Al-Bashri yang justru mimpi bertemu anak perempuan tersebut. Pada malam itu, Al-Hasan Al-Bashri seperti berada di taman surga yang terdapat sofa bagus di dalamnya. Di taman itu Al-Hasan Al-Bashri melihat seorang perempuan muda yang cantik dengan mahkota cahaya di kepala.   “Apakah Tuan mengenal saya?” perempuan muda itu menyapa Al-Hasan Al-Bashri.   “Tidak.”   “Aku putri dari seorang ibu tua yang mengunjungi Tuan.”   “Iya, tetapi bukan seperti (sebaik) ini ibumu menceritakan kondisimu,” kata Al-Hasan Al-Bashri terheran.   “Tuan benar, kemarin-kemarin keadaanku memang demikian (buruk dan tersiksa).”   “Lalu dengan apa kau mendapat kemuliaan seperti ini?”   “Di alam barzakh, kami berjumlah 70.000 orang menerima siksa kubur. Tetapi suatu hari ada seorang saleh yang baik hati melewati pemakaman kami. Ia membaca shalawat nabi sekali dan menghadiahkan pahalanya untuk kami sehingga Allah membebaskan kami dari siksa tersebut melalui keberkahan Rasulullah SAW. Keadaanku sampai berubah (180 derajat menjadi baik) seperti Tuan lihat sekarang,” jawab perempuan tersebut.

Cerita ini dikutip dari Tsimarul Yani‘ah fir Riyadhil Badi‘ah karya Syekh M Nawawi Banten. (Syekh M Nawawi, Tsimarul Yani‘ah, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 92). Wallahu a'lam.

Read More

Rabu, 28 Oktober 2026

KISAH AZAB KUBUR YANG SANGAT MENGERIKAN ...

 AZAB KUBUR YANG SANGAT MENGERIKAN ...

........ (Na'udzubillah Min Dzalik ..!!) ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Ini adalah kisah tentang seorang pemuda yang meninggal di RS di Oman, Pria berumur 18 tahun ini adalah seorang muslim dan diapun di kuburkan secara Islam setelah di mandikan.

KISAH AZAB KUBUR YANG SANGAT MENGERIKAN ...


Setelah proses penguburan sang ayah pemuda ini, begitu ragu dengan kematian anaknya, dan dia minta untuk di check ulang perihal kematian anaknya, Atas desakan ayah nya, kuburan yang baru ditutup tanah selama 3 jam itu pun di bongkar kembali.

Betapa shock sang ayah dan teman-teman dekat pemuda itu, Pria yang berumur 18 tahun setelah di kubur 3 jam cepat berubah menjadi seperti itu,

Mayat pemuda itu menjadi Biru dan terlihat menjadi jauh lebih tua dari usianya, mukanya hancur dan tulang belulangnya patah terlihat benda tumpul telah menghujam ditubuhnya. Matanya memancarkan keputus asaan dan ketakutan yang luar biasa,Keluarga pemuda itupun menanyakannya ke seorang guru yang mengerti agama Islam dan mengatakan dengan sebenarnya bahwa itulah siksa kubur yang Allah SWT dan Baginda Nabi Muhammad SAW telah peringatkan.

Sang ayah mengatakan selama hidup anaknya telah melalaikan sholat, Hidup bebas dan berbuat banyak dosa.Di dalam Hadis Nabi Muhammad Saw dijelaskan. Setelah kematian, roh orang yang meninggal akan kembali ke tubuh, kemudian dua malaikat akan datang, Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir, yang akan menayakan kepada KITA semua setelah mati: ..

"Siapa Tuhanmu?" orang beriman akan menjawab: "Tuhanku - Allah".

Kemudian Malaikat akan bertanya: "Apa agama Anda?" ia akan menjawab: "agama saya - Islam." 

Kemudian malaikat akan bertanya : "Siapa orang yang telah dikirim kepada Anda?" ia akan menjawab: "Dia adalah seorang nabi Allah."

Kemudian mereka akan bertanya kepadanya: "Bagaimana kau tahu?" Dia akan menjawab: "Aku membaca Kitab Allah dan mempercayai Nya.

Dan kemudian dari langit suara itu akan datang: "hamba-Ku telah berbicara kebenaran, berbaring ke tempat tidur dari surga dan membuka pintu surga" - kemudian akan penuh dengan kesenangan dan ia mulai merasakan kenikmatan surga dan makamnya menjadi luas, seluas mata memandang..

Baginda Nabi Muhammad (SAW) berkata tentang orang-orang yang berdosa. Setelah kematian roh orang mati akan kembali ke tubuh, kemudian dua malaikat akan datang dan bertanya,

"Siapa Tuhanmu?" ia akan menjawab: "Saya tidak tahu."

Kemudian malaikat akan bertanya: "Siapa orang yang telah dikirim kepada Anda?" ia kembali akan menjawab: Aku "tidak tahu" –

Dan kemudian dari langit suara itu akan datang: "Dia berbohong, Masukkan dia ke dalam api neraka, dan makamnya menjadi sempit dan tepinya akan menghimpit.

Dalam Hadis itu juga dikatakan bahwa malaikat sangat bersungguh-sungguh menyiksa orang-orang yang berdosa selama interogasi di alam kubur dan penyiksaan ini akan sangat mengerikan.

Cerita tentang anak muda 18 tahun ini adalah tanda bagi orang yang beriman, Akan kah kita mampu menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir saat di alam kubur ? Hanya yang tertutup mata hatinya oleh Allah yang tidak akan merasakan takutnya azab kubur.

Mereka punya mata tapi tidak melihat, mereka punya telinga tapi tidak mendengar? Apakah mereka adalah kita ..? Sebarkan pada Orang terdekat sehingga mereka terbuka mata hatinya dan terhindar dari azab kubur yang sangat pedih …

Cerita ini di terjemahkan dari bahasa lain ke dalam bahasa Indonesia, Saya mohon maaf bila ada kesalahan ...

Read More

Selasa, 27 Oktober 2026

Siksa Kubur: Kisah Nyata Kaki Mayat Isteri Zina Diserang Lintah 

Penilaian gejala seks bebas meningkat dalam masyarakat hari ini. Lebih menyedihkan itu bukan saja melibatkan remaja malah lebih banyak di kalangan individu dewasa yang bujang maupun yang telah menikah! Seperti yang pernah penulis kisahkan tentang kecurangan istri dan balasan yang diterima akibat perbuatan menduakan suami, kini sekali lagi penulis ingin menceritakan siksaan seorang wanita yang menikah tetapi masih melakukan seks bebas. Kisah ini diceritakan kepada penulis oleh Dukun Pakar Pengobatan Sakit Cinta, En. 

Siksa Kubur: Kisah Nyata Kaki Mayat Isteri Zina Diserang Lintah


Idris Zakaria yang kini menetap di Kampung Tasik Berangan, Pasir Mas, Kelantan. Kini ia bergiat fit berikhtiar mengobati masalah rumah tangga dan masalah cinta tidak kesampaian, mendapat cerita ini dari kasus-kasus yang telah diadukan kepadanya. Semoga kita mendapat manfaat dan pelajaran dari kisah ini.

"Dalam saya merawat seorang pasien, saya telah dikabarkan satu kisah tragis tentang seorang isteri curang. Jamilah istri Husin masih jelita meskipun telah beranak pinak. Ia pandai bergaya, bertudung litup, berkulit putih dan memiliki bentuk tubuh yang menarik. Jamilah mendapatkan sumber keuangan dengan cara berbisnis kecil-kecilan yaitu dengan menjual beras seludup dari Thailand untuk membantu suami yang saat itu hanya seorang petani di kampung. Ketika itu kegiatan penyelundupan beras tidak dikontrol oleh pemerintah seperti sekarang maka banyak para wanita terlibat dengan bisnis beras seludup dari Thailand. Pendapatan hasil penjualan beras seludup tidak seberapa hanya bisa menampung hidup sehari saja. "Jelas En.Idris.

Suami Jamilah Husin berumur 50an (bukan nama sebenarnya) merestui pekerjaan istrinya itu. Husin juga nampak tidak selincah istrinya, beliau berjiwa lembut dan menurut apa saja kata istrinya tanpa banyak protes. Semakin lama peran Husin sebagai kepala keluarga semakin pudar dek ketidaktegasan dirinya terhadap Jamilah yang semakin bebas ke sana ke mari.

Husin baik dan jujur
​​orangnya dan tidak banyak perangai. Jamilah keluar masuk rumah dan melakukan pekerjaan kadang-kadang pulang larut bahkan pernah juga tidak pulang untuk sehari dua tidak menjadi masalah pada Husin. Husin percaya akan apa yang Jamilah lakukan demi mencari uang dan membela nasib keluarganya.

Banyak wanita sekitar kampung Jamilah melakukan pekerjaan menjual beras seludup namun itu hanya sekadar bisa menghidupi kehidupan ala kadar saja. Berbeda dengan Jamilah yang menampakkan sedikit mewah dengan gelang dan rantai emas yang banyak di tubuhnya. Banyak orang memperdebatkan akan kelebihan Jamilah menampakkan mewah sebegitu. Maka ada beberapa orang yang ingin tahu bagaimana dia bekerja, sedangkan banyak juga yang melakukan pekerjaan sama namun tidak semewah Jamilah.

Sejak itu banyak mata yang mengintip setiap pergerakan Jamilah tanpa disadarinya. Pada mula-mulanya rahasia Jamilah terbongkar ketika pihak Imigrasi Thailand membuat pemeriksaan di perbatasan maka tertangkap beberapa orang yang mencoba menyelundupkan masuk beras dari Thailand termasuk Jamilah ditahan sama ketika itu.

Namun setelah beberapa jam kemudian nampak Jamilah dilepaskan oleh pejabat pabean Thailand dengan muka yang senyum dan beras seludupnya juga selamat dibawa balik ke Malaysia. Beberapa orang lain yang menyelundupkan masuk beras terpaksa membayar denda dan beras terpaksa dirampas Sikap tidak puas teman penyelundup lain mulai membuak-buak mengapa Jamilah terlepas sedangkan mereka menerima nasib sebaliknya. Maka penyelidikan dilakukan oleh beberapa orang yang tidak puas tersebut. Maka pada suatu hari mereka mengetahui ternyata Jamilah telah memberikan suap dengan Petugas Bea Cukai Thailand berkenaan dengan meniduri dirinya.

Bahkan korupsi tersebut bukan sekali dua bahkan telah banyak kali terjadi setiap kali tidak bisa membolosi diri ditahan Bea Cukai Thailand di perbatasan. Tidak lama kemudian dapat lagi berita mengatakan Jamilah juga membuat bisnis sampingan ketika berada di Thailand. Rupa-rupanya Jamilah memperdagangkan tubuhnya sebagai pelacur dengan pria Thailand. Maka tidak mustahil Jamilah mampu membeli emas yang banyak.

Maka heboh diceritakan akan kisah Jamilah yang sedemikian rupa, masyarakat tidak heran dengan kemewahan yang Jamilah miliki malah dicemuhi dan dipandang jijik terhadapnya oleh orang kampung serta masyarakat setempat. Tergamak Jamilah melakukan hal terkutuk demikian semata-mata mencari sedikit kemewahan. Husin telah diberitahu gejala istrinya itu namun Husin tidak percaya cerita seperti itu dan membuat tidak tahu saja.

Husin yang sudah lewat 50an mungkin juga tidak segagah dulu lagi sedangkan Jamilah berusia lewat 40an masih bernafsu tidak mustahil ia satu perlakuan yang terdesak disamping minat pada uang. Husin hanya berserah pada Allah, hendak menuduh istrinya selingkuh ia tidak memiliki cukup bukti dan tidak melihat dengan mata kepala sendiri.

Selang beberapa tahun kemudian Jamilah diserang sakit kepala lalu demam dan jatuh sakit. Makin hari makin parah sakit Jamilah. Selang beberapa minggu kemudian Jamilah mengalami maut yang parah. Pada hari sakaratul maut Jamilah dikatakan menyalak seperti anjing untuk beberapa kali kurang dari sepuluh salakan sebelum nyawanya habis. Jamilah habis nyawa dalam kondisi menyedihkan matanya terbelalak sementara lidahnya terjelir. Anggota keluarga yang berkumpul juga merasa aneh akan perilaku Jamilah menyalak sebelum menghembuskan nafas terakhir dan mati dalam kondisi yang demikian. Upacara kematian seperti biasa orang desa lakukan untuk menyempurnakan jenazah Jamilah.

Setelah dikafankan liang lahat diukur dan digali tibalah waktu untuk dimakamkan. Setelah jenazah Jamilah dimasukkan ke liang lahat tiba-tiba ditemukan panjang liang lahat itu tidak cukup untuk menyimpan mayatnya. Mayat Jamilah diatur dan liang lahat di panjang sekali lagi namun masih tidak cukup panjang lagi. Diulangi kali ketiga diperpanjang lagi liang lahat itu pun begitu juga masih tidak cukup panjang. Satu kejadian luar biasa terjadi mayat Jamilah disimpan begitu tanpa memperpanjang lagi liang lahadnya.

Setelah semua keluarga pulang ke rumah tiba waktu untuk Husin membuat sertifikat kematian Jamilah pada hari itu juga. Bila diminta kartu identitas dari anak perempuannya kata anaknya itu, "Allah, abah sewaktu mengkafankan mayat ibu saya berada kartu identifikasi atas jenazah mak, berarti kartu identitas itu ada bersama mayat mak dalam kubur" Husin agak terganggu memarahi anak perempuannya itu namun terpaksa memanggil penggali kubur di situ agar menggali kembali liang lahat kubur arwah Jamilah yang baru beberapa jam dimakamkan tadi.

Maka kubur itu digali kembali, alangkah terkejutnya beberapa orang yang menurut Husin termasuk diri saya sendiri melihat mayat Jamilah telah didatangi beberapa ekor ulat seperti lintah namun bertaring menggigit tubuh mayat Jamilah. Husin menyingkirkan beberapa ekor ulat itu beberapa kali namun ulat yang sama itu kembali ke tempat asal di mana ia menggigit tubuh mayat Jamilah tadi. Kejadian itu amat pelik sekali.

Setelah itu mayat Jamilah harus dipusingkan agar tangan bisa diseluk ke dalam bungkusan kain kafannya untuk mendapatkan kartu identitasnya. Dalam mengiringkan mayat Jamilah itu sekali lagi kejutan terjadi. Ada ribuan ekor ulat seperti lintah bertaring itu berada di bawah mayat Jamilah. Segera kami menimbusnya kembali setelah berhasil mendapatkan kartu identitasnya itu.

Saya tidak dapat membayangkan akan apakah rahasia sebenarnya kejadian yang Allah pertunjukkan seperti itu. Namun saya terasa agak seram dan insaf bila melihat kejadian aneh seperti itu untuk pertama kali dalam sejarah hidup saya. Di dunia lagi Allah sudah menunjukkan azabnya apalagi diakhirat kelak.

Saya bisa memberikan gambaran atas kejadian begitu bahwa kita manusia tidak bisa lari dari azab pembalasan jika melakukan salah yang besar atau dosa yang besar. Untuk istri-istri tetapkan iman, jangan berlaku curang pada suami kita niscaya dosanya amatlah besar. Dosa berzina sudah cukup besar tidak tertanggung untuk yang masih bujang, apalagi wanita yang bergelar isteri berzina. Nauzubillah ... hanya Allah saja yang mengetahui akan siksaannya kelak.

Di dunia lagi sudah Allah tunjukkan maka sama-sama kita ambil iktibarnya agar ia tidak berulang lagi di masa depan pada diri kita atau keluarga kita, minta disisihkan Allah.

Kisah dari: En. Idris
Diketik ulang oleh: Berita Islam (BIC)

Di bagikan oleh Mushola al-Islah Jl leces no 5 kebonagung

Read More

Senin, 26 Oktober 2026

Siksa Kubur Akibat dari Air Kencing dan Menfitnah

 Siksa Kubur Akibat dari Air Kencing dan Menfitnah

Mendapatkan siksa di alam kubur merupakan gambaran dari jeleknya amal atau perbuatan seseorang ketika masih hidup di Dunia. Penyebab dari siksa tersebut diantaranya seperti yang ada pada hadis dibawah.

Siksa Kubur Akibat dari Air Kencing dan Menfitnah



Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a. beliau berkata:

Pada suatu hari ketika Rasulullah SAW tengah berjalan melintasi hiythan (pekuburan) di Madinah atau Makkah, beliau mendengar suara kesakitan dua orang yang sedang mengalami siksa kubur. Nabi Muhammad Saw. Bersabda,”dua orang ini disiksa karena melakukan dosa besar”. Nabi Muhammad Saw Menambahkan, ”benar ! (mereka disiksa karena satu dosa besar). Yang seorang tidak membersihkan dirinya dari kotoran air kencing, sementara yang lainnya karena suka memfitnah”. Nabi Muhammad Saw. Kemudian meminta sebatang ranting hijau (dari sebuah pohon kurma), mematahkannya (menjadi dua bagian) dan menyimpannya masing-masing satu patahan di atas kedua kuburan itu. Ketika sahabat-sahabatnya bertanya kenapa Nabi Muhammad Saw. Melakukan hal itu, Nabi Muhammad Saw. Menjawab, “aku berharap barangkali dapat mengurangi siksaan mereka hingga dua batang ranting itu kering”.

Dari hadis diatas dapat kita simpulkan sebagai berikut:

Pertama, bahwa tidak adanya membersihkan diri dari kotoran air kencing dapat menyebabkan disiksa di alam kubur. Perlu diketahui, bahwa baik buruknya keadaan di akherat nanti tergantung pula pada baik atau buruknya keadaan ketika di alam kubur.

Kedua, menfitnah juga merupakan salah satu daripada dosa besar, dan dapat menyebabkan seseorang (si pemitnah) disiksa di alam kubur
Read More

Minggu, 25 Oktober 2026

Siksa Kubur: Anak Durhaka kepada Orang Tua

 Siksa Kubur: Anak Durhaka kepada Orang Tua

Berita Islam - Suatu hari Rasulullah Saw bersama dengan Ali bin Abi Thalib, Fatimah az-Zahra, Imam Hasan dan Imam Husain pergi melewati kuburan Baqi’. Tiba-tiba Rasulullah dan keluarganya mendengar teriakan dan meminta pertolongan dari salah satu kuburan di sana.



Rasulullah Saw kemudian mendekati kuburan tersebut sambil berkata: “Wahai hamba Allah, dengan idzin Allah, keluarkan kepalamu!”.

Tiba-tiba, kuburan tersebut terbelah dan keluarlah mayat seorang pemuda dengan muka yang sangat hitam dan seluruh tubuhnya diikat dengan tali-tali dan rantai besi.

Rasulullah Saw kemudian bersabda: “Celaka kamu, apa yang telah kamu perbuat di dunia dahulu?”.

Pemuda itu menjawab: “Wahai Rasulullah, ibu saya tidak meridhai saya”.

Rasulullah Saw bertanya kembali: “Memangnya apa yang telah kamu perbuat kepadanya?”.

Pemuda itu menjawab: “Suatu hari ketika masuk ke rumah, isteri saya mengadu bahwa ibu saya telah memperlakukannya kurang baik. Saat itu ibu saya sedang duduk di depan tungku sedang memasak roti. Tanpa berpikir panjang, tiba-tiba saya berpihak kepada isteri saya dan akhirnya saya pegang tubuh ibu lalu saya lemparkan ke dalam tungku. Mendengar kegaduhan di dalam rumah, para tetangga akhirnya datang dan mencoba mengeluarkan ibu saya yang sudah berada di dalam tungku. Akan tetapi meski tetangga dapat mengeluarkannya, namun salah satu tangan dan buah dada ibu saya telah terbakar. Ibu saya kemudian mengangkat buah dadanya yang sudah terbakar itu ke atas langit sambil berdoa: “Ya Allah, Engkau adalah wakilku. Balaslah apa yang telah diperbuatnya kepadaku”. Wahai Rasulullah, setelah ibu saya berdoa tadi, umur saya tidak lebih dari tiga hari dan kini saya disiksa di dalam kubur. Saya selalu menunggu kedatanganmu agar Anda mendoakan dan memohonkan ampun atas dosa saya tadi”.

Rasulullah Saw kemudian bersabda kepada para sahabatnya: “Hadirkan ibu pemuda ini karena doa itu tidak akan dikabulkan tanpa ada keridhaan dari ibunya”.

Para sahabat pun kemudian menghadirkan ibu pemuda tadi.

Setelah berada di hadapan, Rasulullah Saw kemudian bersabda: “Ibu, maafkanlah dosa anakmu itu karena kini ia sedang disiksa di dalam kubur”.

Ibunya berkata: “Tidak, saya tidak akan memaafkannya”.

Rasulullah Saw kemudian bersabda kembali: “Kalau demikian, anak ibu akan terus-terusan disiksa di dalam kuburnya. Apakah ibu tidak merasa kasihan kepadanya?”.

Setelah berpikir panjang, akhirnya sang ibu tadi memaafkan dosa anaknya itu.

Rasulullah Saw kemudian bersabda kembali: “Mengapa tadi ibu tidak memaafkannya dan kini memaafkannya?”.

Ibu itu menjawab: “Tadinya saya tidak mau memaafkannya hanya saja saya melihat pintu-pintu langit terbuka, kemudian saya melihat para malaikat sedang menyeret dan mencambuk putra saya dengan pecut-pecut dan rantai yang dipenuhi dengan api. Saya tidak tega melihat itu, dan akhirnya saya memaafkannya”.

Setelah ibunya memaafkan, kuburan pemuda itu akhirnya menjadi sepi dan tidak terdengar teriakan lagi.

Note: Hormatilah ibumu dan sayangilah seperti sayang dan kasihnya yang telah di berikan sewaktu dirimu masih balita, dan janganlah sekali-kali dirimu durhaka kepadanya. Sesungguhnya ridha Allah tergantung ridha ibumu juga.

Kisah ini diambil dari Miftahul Janah, Qishash Haulal Umm



Read More

Sabtu, 24 Oktober 2026

Hal yang menyebabkan seorang hamba mendapat siksa kubur

 Hal yang menyebabkan seorang hamba mendapat siksa kubur

Kalo kita membayangkan tentang adanya siksa kubur yang sangat mengerikan, mungkin kita tidak berani berbuat dosa yang akan menyebabkan kita di siksa di alam kubur.

Hal yang menyebabkan seorang hamba mendapat siksa kubur



Ibnu Qoyyim Rahimahullah, dalam kitab Ar-Ruh menyebutkan ada beberapa dosa dan maksiat yang dapat menyebabkan kita disiksa di alam kubur, antaralain :

1. Melalaikan Solat
2. Membaca al-Quran kemudian melupakannya
3. Tidak bersuci setelah membuang hadas kecil
4. Berkata bohong
5. Tidak membayar zakat
6. Corak kehidupan yang berlebih-lebihan
7. Memakan riba
8. Rasuah
9. Memfitnah sesama saudara muslim
10. Khianat terhadap amanah
11. Enggan menolong sesama muslim
12. Meminum arak
13. Berzina
14. Membunuh

Di atas adalah beberapa dosa yang dapat menyebabkan kita di siksa di alam kubur, dan semoga saja kita bisa terhindar dari dosa-dosa tersebut. Amin....

Read More

Jumat, 23 Oktober 2026

Kiswah Ka’bah

 Kiswah Ka’bah


Mungkin sudah tidak aneh lagi melihat kain hitam yang menutupi Ka’bah. Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa selimut Ka’bah yang dinamakan “Kiswah” itu ternyata harganya sangat mahal, yaitu 20 juta real atau sekitar Rp 50 milyar.

Kiswah Ka’bah



Selimut Ka’bah itu terbuat dari sutera murni berwarna hitam pekat.

Kiswah dihiasi benang berlapis emas dan perak untuk membuat sulaman kaligrafi berupa ayat-ayat Al-Qur'an dan ornamen-ornamen bernuansa Islam. Tulisan itu membentuk angka V (angka tujuh dalam tulisan Arab).

Salah satu kalimat yang ditulis di Kiswah Ka’bah adalah Allah Jalla Jalalah, Laailaahaillallah, Muhammad Rasulullah. Terdapat lima bagian Kiswah yang menutupi Ka’bah. Empat bagian untuk menutupi empat sisi Ka’bah, termasuk bagian atasnya. Sedangkan satu bagian lagi untuk menutup bagian pintu.

Ka’bah telah dipilih Allah Swt sebagai Baitullah atau rumah Allah yang menjadi pusat kiblat bagi seluruh umat Islam di dunia untuk melakukan shalat lima waktu.

Kiswah pertama kali dibuat oleh seorang pengrajin bernama Adnan bin ‘Ad dengan bahan baku kulit unta. Namun dalam perkembangannya, Kiswah dibuat dari kain sutera.

Untuk membuat sebuah Kiswah diperlukan 670 Kg bahan sutera atau sekitar 600 meter persegi kain sutera yang terdiri dari 47 potong kain. Masing-masing potongan tersebut berukuran panjang 14 meter dan lebar 95 cm. Ukuran itu sudah disesuaikan untuk menutupi bidang kubus Ka’bah pada keempat sisinya. Sedangkan untuk hiasan berupa pintalan emas diperlukan 120 Kg emas dan beberapa puluh kilogram perak.

Sejak 1931, Kiswah untuk menutupi Ka’bah diproduksi di sebuah pabrik yang terletak di pinggir kota Mekkah. Dalam pabrik tersebut, pembuatan Kiswah dilakukan secara modern dengan menggunakan mesin tenun modern pula.

Di pabrik Kiswah yang areanya seluas 10 hektare itu dipekerjakan sekitar 240 pengrajin Kiswah.

Di balik Kiswah hitam, ada kain berwarna putih yang disebut Bithana Kiswah. Kain itu berfungsi untuk menyerap uap dari dinding Ka’bah dan menghalangi panas yang diserap dari kain Kiswah yang hitam. Kain ini mengandung daya serap tinggi untuk menghindarkan panas yang berlebihan dan mencegah dinding Ka’bah retak.

Sekian perjumpaan kali ini,semoga dapat bermanfaat bagi yang membacanya. Akhirul-kalam...

Read More