Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Kamis, 19 Maret 2026

Pertempuran Salamis.

Segera setelah penjarahan Athena oleh Persia, armada Yunani di bawah komando Themistocles memancing armada Persia ke Selat Salamis. Orang Yunani memahami bahwa jika mereka kalah di sini, maka seluruh Yunani akan terbuka untuk invasi. Mereka bertahan dan melawan jumlah yang lebih besar, memberikan luka yang parah pada Persia. Pasukan Yunani menenggelamkan ratusan kapal dengan kerugian hanya 40 kapal mereka sendiri.



Begitu kacau pertempuran itu sehingga orang Yunani bahkan tidak yakin akan kemenangan mereka sampai asap menghilang keesokan paginya. Namun akhirnya, mereka melihat Persia mundur. Xerxes, yang telah mendirikan takhtanya di Gunung Aigaleo yang menghadap selat, berada dalam suasana hati yang buruk. Konon, beberapa orang kehilangan kepala mereka.

Setelah pertempuran, sejumlah kecil pengungsi Athena kembali ke kota mereka dan mendapati rumah-rumah mereka terbakar. Kehancuran di Athena adalah pemandangan yang menyedihkan.

Read More

Athena Terbakar

Pada bulan September 480 Sebelum Masehi, armada Persia tiba di Teluk Phaleron. Sejumlah kecil orang Yunani yang membentengi diri di Akropolis dengan cepat dikalahkan, dan Xerxes memerintahkan kota itu untuk dibakar. Akropolis hancur, termasuk Kuil Athena Kuno dan Parthenon Tua.


Athena Terbakar

Herodotus menulis, “Orang-orang Persia yang datang lebih dulu pergi ke gerbang, yang mereka buka, dan membantai penduduk. Dan setelah mereka mengalahkan semua orang Athena, mereka menjarah kuil dan membakar seluruh akropolis.”


Read More

Kedatangan pasukan persia di tanah yunani 300 spartan

Para pendeta wanita dan bendahara akan tinggal untuk menjaga harta karun di Akropolis. Harta karun ini akan disembunyikan, seperti barang-barang berharga milik orang lain yang akan pergi. Banyak barang dikubur dengan harapan barang-barang itu akan ada di sana ketika pemiliknya kembali.

Kedatangan pasukan persia di tanah yunani 300 spartan


Untuk memperlambat laju pasukan Persia dan untuk mengulur waktu, Yunani mengirimkan pasukan kecil untuk menghambat Persia di titik sempit Thermopylae. Ribuan orang Yunani yang dipimpin oleh Raja Leonidas dan 300 Spartan mempertahankan celah tersebut selama 2 hari. Mereka memanfaatkan celah sempit itu untuk mengurangi keunggulan jumlah pasukan Persia.

Secara bersamaan, armada Yunani kuno menghalangi armada Persia yang sangat besar di Selat Artemisium antara Euboea dan Thessaly. Armada Yunani terdiri dari yang berjumlah kurang dari 300 kapal. Aksi angkatan laut tersebut melindungi sayap utara pasukan Yunani di Thermopylae.

Namun, setelah pasukan Yunani di darat dikalahkan, angkatan laut Yunani mundur ke Athena untuk menyelesaikan evakuasi. “Menurut sejarawan Yunani Herodotus, evakuasi itu dimulai beberapa hari setelah Pertempuran Artemisium,” Beyer menambahkan.

Setelah kedua pertempuran tersebut, seluruh Boeotia dan Attica terbuka bagi Persia. Dua kota yang telah melawan invasi, Thespiae dan Plataea, dijarah dan dihancurkan. Sejarawan modern Robert Garland menulis bahwa pemandangan di Athena pasti kacau. Pengungsi dari daerah lain di Attika akan berdatangan ke Athena dengan harapan dievakuasi juga. Pemandangan di pelabuhan pasti penuh keputusasaan. Orang-orang lelah, lapar, dan haus.

Satu abad setelah peristiwa itu, Plutarch membayangkan air mata saat keluarga dipisahkan, dan lolongan anjing peliharaan yang ditinggalkan. Kota Troezen, khususnya, melakukan upaya besar untuk menampung masuknya orang dalam jumlah besar. Para pengungsi Athena diberi tunjangan harian kecil dengan biaya publik. Sementara anak-anak diizinkan memetik buah dari pohon di dalam dan sekitar kota. Pendidikan juga direncanakan dan diberikan kepada anak-anak Athena.

Read More

Evakuasi Yunani sebelum kedatangan persia

Pada April 480 SM, pasukan Persia yang sangat besar berjumlah ratusan ribu orang menyeberangi Hellespont di atas dua jembatan ponton raksasa. Tujuan mereka adalah penaklukan Yunani kuno.



10 tahun sebelumnya, Persia telah mencoba melakukannya dan gagal total, dikalahkan telak dalam Pertempuran Marathon. Kali ini, raja Persia, Xerxes, memastikan ia memiliki jumlah pasukan yang cukup. Ia berencana untuk menuntaskan apa yang gagal dilakukan ayahnya, Raja Darius, 10 tahun sebelumnya.

Namun, orang Yunani kuno tidak berpuas diri. Mereka tahu Persia akan kembali, dan mereka telah mempersiapkannya. Dibantu oleh peningkatan produksi di tambang perak Laurium, Athena menggunakan pendapatan tersebut untuk membangun dan melengkapi armada 200 kapal. Athena pun memiliki dominasi angkatan laut atas negara-kota Yunani lainnya selain mampu membantu melawan ukuran armada Persia yang sangat besar.

Pada saat Persia menyeberang ke Yunani kuno, evakuasi Athena telah dimulai. Karena meramalkan apa yang akan terjadi, orang Yunani kuno berkonsultasi dengan Oracle Delphi. Oracle Delphi menyarankan mereka untuk meninggalkan kota. Pada kunjungan kedua, dia memberi tahu mereka untuk mengandalkan “tembok kayu” mereka. Oleh politisi dan jenderal, Themistocles, tembok kayu diartikan sebagai armada.

Sejak musim dingin tahun 481 SM, evakuasi telah direncanakan. “Evakuasi ini akan membutuhkan relokasi sekitar 100.000 orang, dan merupakan usaha besar,” tulis Greg Beyer di laman The Collector.

Mayoritas penduduk akan dipindahkan ke kota Troezen di Peloponnese, 80 km jauhnya. Orang tua dan barang-barang yang masih bisa diselamatkan akan dikirim ke pulau Salamis di lepas pantai Attica di sebelah barat Athena.

Read More

pertempuran pelusium mesir-persia bagian 2

dengan memanfaatkan kepercayaan masyarakat mesir terhadap kucing, Cambyses II memerintahkan pasukannya menempatkan kucing dan hewan-hewan suci lain di garis depan. Beberapa catatan bahkan menyebutkan gambar kucing dilukis di perisai prajurit Persia.

pertempuran pelusium mesir-persia bagian 2


Pertempuran meletus di dekat kota Pelusium, gerbang timur Delta Nil. Di sanalah pasukan Persia menunjukkan strategi tak biasa, menjadikan kucing sebagai senjata psikologis.

Bagi orang Mesir, pemandangan itu mengguncang batin mereka. Mereka takut melukai hewan-hewan suci yang diyakini sebagai titisan dewa. Ketakutan dan kebingungan itu cukup bagi Persia untuk memecah pertahanan Mesir.Dalam waktu singkat, barisan Mesir runtuh, dan kemenangan mutlak berpihak pada Cambyses. Mesir pun jatuh ke tangan Persia, menandai berakhirnya Dinasti ke-26 dan lahirnya masa kekuasaan asing yang dikenal sebagai Dinasti ke-27.

Namun, apakah kisah penggunaan kucing ini benar-benar terjadi? Sejumlah sejarawan, termasuk Polyaenus dari Yunani, mencatat peristiwa itu, meski detailnya masih diperdebatkan.Ada yang meyakini kisah ini simbolis, mewakili kecerdikan Persia dalam membaca kelemahan budaya musuhnya. Ada pula yang menilai bahwa penggunaan hewan hidup sebagai “tameng” memang terjadi dan berperan besar dalam kemenangan mereka.

Apa pun kenyataannya, Pertempuran Pelusium menjadi contoh langka tentang bagaimana faktor psikologis dan pemahaman budaya bisa mengubah jalannya sejarah.Kemenangan Persia bukan hanya hasil keunggulan militer, tetapi juga bukti bahwa peperangan sejatinya juga berlangsung di medan kepercayaan dan rasa takut.

Kekuasaan Persia di Mesir berlangsung lebih dari satu abad. Meskipun menjadi penjajah, mereka tetap menghormati budaya lokal dengan mengadopsi gelar firaun dan memadukan dewa-dewa Mesir ke dalam sistem kepercayaan mereka.

Read More

Pertempuran Pelusium bagian 1

Pertempuran Pelusium pada 525 Sebelum Masehi menjadi saksi strategi perang yang tak biasa. Saat itu, Kekaisaran Persia di bawah Cambyses II berhadapan dengan Mesir yang dipimpin Firaun Psamtik III.

Namun, yang membuat perang ini begitu terkenal bukan sekadar karena dampak politiknya, melainkan taktik unik Persia. Di mana, mereka memanfaatkan kucing, hewan suci bagi bangsa Mesir, sebagai senjata psikologis di medan tempur.


Kekaisaran Persia, atau Akhemeniyah, merupakan salah satu kekaisaran terkuat dan terluas di dunia kuno. Didirikan oleh Cyrus Agung pada abad ke-6 Sebelum Masehi, wilayahnya membentang dari Lembah Indus hingga perbatasan Yunani.Setelah Cyrus wafat, Cambyses II naik takhta pada 530 Sebelum Masehi dan melanjutkan ambisi ayahnya. Target berikutnya ialah Mesir, kekuatan besar di bawah Dinasti ke-26.

Mesir saat itu dikenal sebagai peradaban maju dalam arsitektur, matematika, dan seni. Namun hubungan kedua bangsa kian tegang. Di satu sisi, Firaun Psamtik III waspada terhadap ekspansi Persia.Di sisi lain, Persia melihat penaklukan Mesir sebagai langkah strategis untuk memperluas kekuasaan dan prestise.

Di Mesir kuno, kucing memegang posisi yang unik dan dihormati. Penghormatan yang mendalam terhadap kucing ini terjalin erat dengan kepercayaan agama dan praktik budaya orang Mesir, yang menjadikan mereka lebih dari sekadar hewan di mata masyarakat.

Kucing, atau "Mau" sebagaimana dikenal di Mesir kuno, dikaitkan dengan dewi Bastet, yang juga dikenal sebagai Bast.Bastet, sering digambarkan sebagai singa betina dalam representasi awalnya dan kemudian sebagai kucing domestik, adalah dewi rumah, kesuburan, dan persalinan.

Ia juga merupakan pelindung firaun dan dewa matahari Ra. Hubungan ini memberi kucing aura suci, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kehidupan keagamaan dan budaya di Mesir kuno.Orang Mesir percaya bahwa kucing dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan. Mereka dipelihara di rumah sebagai jimat pelindung, dan gambarnya digunakan dalam seni dan perhiasan.Membunuh kucing, bahkan secara tidak sengaja, dianggap dosa besar dan dapat dihukum mati.

Penghormatan ini meluas hingga pada titik di mana, saat terjadi kebakaran, orang Mesir akan fokus menyelamatkan kucing sebelum mencoba memadamkan api. Kucing juga dimumikan dan dikubur bersama pemiliknya, dan kuburan kucing yang luas telah ditemukan oleh para arkeolog. Hal ini semakin membuktikan status sakral mereka.

Read More

Perseteruan Raja dan Nabi Yahya AS

 Perseteruan Raja  dan Nabi Yahya AS

Kemudian terjadilah pergelutan hebat antara Nabi Yahya dan pemerintah yang berkuasa. Salah seorang penguasa di zaman itu adalah seorang yang lalim dan sempit akalnya. Kerosakan tersebar di istananya. Ia mendengar berita tentang Yahya. Ia heran kerana banyaknya manusia yang memberikan penghargaan dan penghormatan yang luar biasa kepada Yahya sedangkan ia sebagai seorang raja tidak mendapatkan penghormatan yang demikian besar.

Perseteruan Raja  dan Nabi Yahya AS

Raja tersebut ingin memperkosa isteri saudaranya di mana ia mempunyai anak perempuan yang memiliki kecantikan yang terkenal. Dalam cerita disebutkan bahwa   anak   perempuan   itu   mampu   melakukan   tarian   yang   mengagumkan sambil   memakai   tujuh   helai   baju.   Setiap   ia   menari,   maka   terlepaslah   setiap baju yang dipakainya dan pada tarian yang terakhir, ia tampak dalam keadaan telanjang.

Raja   bertanya   kepada   Yahya,   apakah   ia   boleh   menikahi   isteri   saudaranya. Yahya menjawab, itu tidak diperbolehkan. Raja tetap berbicara kepada Yahya dan mendesak kepadanya agar membolehkannya menikah dengan wanita yang disukainya   itu,   dan   hendaklah   Yahya   mencari   solusi   atau   fatwa   yang   sangat memuaskannya. Namun Yahya menolak keras untuk memenuhi permintaan raja itu.   Kemudian      Yahya    pun   meninggalkannya.        Akhirnya,    raja   tampak  marah

kepada   Yahya   dan   memerintahkan   agar   Yahya   dipenjara.   Kemudian   raja   itu pun   memperkosa   isteri   saudaranya.  

Read More