Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Senin, 16 Februari 2026

apa arti azali

 Zaman azali artinya zaman sebelum diciptakannya manusia oleh Allah Swt. Terjemahnya : “Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfus) sebelum Kami mewujudkannya.dengan kata lain ketetapan yang sudah ada sebelum segala sesuatu ada, termasuk manusia. Azali juga dapat diartikan sebagai wujud yang tidak pernah hilang. 

azali

kata azali sendiri berarti ketetapan yang sudah ada sebelum keberadaan atau kelahiran semua makhluk termasuk manusia Wujud Azali merupakan wujud yang tidak diawali ketiadaan dan tidak pernah diakhiri ketiadaan atau bisa disebut wujud yang tidak pernah hilang. Yang termasuk wujud azali ini ialah Allah swt. Wujud kedua ialah wujud abadi yaitu diawali ketiadaan dan tidak akan pernah diakhir ketiadaan.

  • Wujud azali

Wujud yang tidak diawali ketiadaan dan tidak pernah diakhiri ketiadaan. Allah SWT termasuk wujud azali. 

  • Takdir azali

Ketetapan Allah sebelum penciptaan langit dan bumi. Ketetapan ini berkaitan dengan kebahagiaan, kesengsaraan, ajal, dan rezeki manusia. 

  • Azali pada makhluk

Azali dapat dinisbatkan dengan zaman, misalnya ungkapan, “Kita masih belum ada, ketika zaman azali”. 

Dalam ilmu kalam, jika azali disematkan kepada Allah dan sifat-Nya, maka tidak ada kaitannya dengan zaman. Contohnya, perkataan “al-Quran sudah ada sejak zaman azali” tidak benar. Perkataan yang benar adalah “al-Quran azali

Kehidupan azali adalah kehidupan yang dipetakan oleh Sang Maha Berkehendak yaitu Allah SWT, sedang kehdupan non azali adalah kehidupan yang di petakan oleh seluruh makhluk dengan ikhtiar yang diberikan Allah SWT dengan menggunakan potensi kreatif yang dimiliki dalam dunia semesta manusia.

Read More

Minggu, 15 Februari 2026

Memohon Petunjuk

Memohon Cahaya Petunjuk Ilahi: Ayat-Ayat Al-Qur'an yang Menyejukkan Jiwa

Setiap insan pasti pernah merasakan keraguan, kebingungan, atau kesulitan dalam menjalani kehidupan. Di saat-saat seperti itulah, hati kita secara naluriah mencari pegangan, mencari sumber petunjuk yang paling hakiki. Al-Qur'an, kitab suci umat Islam, hadir sebagai pelita bagi kegelapan hati, menawarkan ayat-ayat yang begitu indah untuk memohon petunjuk dari Sang Maha Pemberi Petunjuk, Allah SWT.

Kekuatan Doa Memohon Petunjuk dalam Al-Qur'an

Terdapat banyak ayat dalam Al-Qur'an yang secara eksplisit maupun implisit mengajarkan kita cara memohon petunjuk. Salah satu yang paling sering kita panjatkan dalam shalat adalah "Ihdinash-shiraathal-mustaqiim" (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus), yang terdapat dalam Surah Al-Fatihah ayat 6. Ayat ini menjadi pengingat bahwa kita senantiasa membutuhkan bimbingan Allah dalam setiap langkah.

 


Selain itu, ayat-ayat seperti QS. Al-Baqarah: 286 yang berbunyi, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Ia mendapat pahala [dari kebajikan] yang dikerjakannya dan ia mendapat siksa [dari kejahatan] yang dikerjakannya. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan beban yang berat kepada kami sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami atas kaum yang kafir." juga menjadi bukti nyata betapa Allah Maha Pengasih dan Penyayang terhadap hamba-Nya yang memohon kemudahan dan petunjuk.

Mengapa Memohon Petunjuk Itu Penting?

Memohon petunjuk bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah kebutuhan spiritual yang mendalam. Dengan memohon petunjuk, kita mengakui keterbatasan diri dan menyerahkan segala urusan kepada Allah. Ini adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya, di mana kita berusaha semaksimal mungkin lalu berdoa agar diberikan hasil terbaik. Petunjuk Ilahi akan membimbing kita pada jalan kebaikan, menjauhkan dari kesesatan, serta memberikan ketenangan dan keyakinan dalam menghadapi segala ujian.

 

Bagaimana Cara Mengamalkannya?

 

Selain rutin memanjatkan doa-doa yang diajarkan Al-Qur'an, memohon petunjuk juga bisa diwujudkan dalam bentuk usaha nyata. Carilah ilmu, konsultasikan masalah kepada orang yang berilmu, dan selalu berdoa agar diberikan kemudahan dalam mencari solusi. Ingatlah, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri yang berusaha mengubahnya. Semoga kita senantiasa dalam limpahan petunjuk-Nya.

 

Al-Kahfi 9-10

اَمۡ حَسِبۡتَ اَنَّ اَصۡحٰبَ الۡـكَهۡفِ وَالرَّقِيۡمِۙ كَانُوۡا مِنۡ اٰيٰتِنَا عَجَبًا‏ ٩

اِذۡ اَوَى الۡفِتۡيَةُ اِلَى الۡـكَهۡفِ فَقَالُوۡا رَبَّنَاۤ اٰتِنَا مِنۡ لَّدُنۡكَ رَحۡمَةً وَّهَيِّئۡ لَـنَا مِنۡ اَمۡرِنَا رَشَدًا‏ ١٠

Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqīm1 itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."

Al Qasas 22-24

وَلَـمَّا تَوَجَّهَ تِلۡقَآءَ مَدۡيَنَ قَالَ عَسٰى رَبِّىۡۤ اَنۡ يَّهۡدِيَنِىۡ سَوَآءَ السَّبِيۡلِ‏ ٢٢

وَلَـمَّا وَرَدَ مَآءَ مَدۡيَنَ وَجَدَ عَلَيۡهِ اُمَّةً مِّنَ النَّاسِ يَسۡقُوۡنَ وَوَجَدَ مِنۡ دُوۡنِهِمُ امۡرَاَتَيۡنِ تَذُوۡدٰنِ ۚ قَالَ مَا خَطۡبُكُمَا ؕ قَالَـتَا لَا نَسۡقِىۡ حَتّٰى يُصۡدِرَ الرِّعَآءُ وَاَبُوۡنَا شَيۡخٌ كَبِيۡرٌ‏  ٢٣

فَسَقٰى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلّٰٓى اِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ اِنِّىۡ لِمَاۤ اَنۡزَلۡتَ اِلَىَّ مِنۡ خَيۡرٍ فَقِيۡرٌ‏ ٢٤

Dan ketika dia menuju ke arah negeri madyan, dia berdoa lagi, "Mudah-mudahan Tuhanku menunjuki aku ke jalan yang benar."

Dan ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang perempuan sedang menghambat (ternaknya). Dia (Musa) berkata, "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua (perempuan) itu menjawab, "Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya."

Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan apa pun yang Engkau turunkan kepadaku."

Doa Memohon Petunjuk

Read More

NABI SULAIMAN a.s. DENGAN JIN IFRIT

 NABI SULAIMAN a.s. DENGAN JIN IFRIT

Pada masa pemerintahan Nabi Allah Sulaiman, semua binatang, syaitan dan jin

adalah   dibawah   kekuasaan   pemerintahan   kerajaan   Nabi   Sulaiman.   Kisah   ini adalah     diantara   kisah-kisah    yang   terjadi   semasa    pemerintahan       Nabi   Allah Sulaiman.

NABI SULAIMAN a.s. DENGAN JIN IFRIT

Oleh kerana baginda amat dihormati, ramailah manusia, binatang dan jin ingin berbakti kepada baginda. Pada suatu hari Jin Ifrit telah keluar daripada bandar Baitulmaqdis   kerana   ingin   mencari   sebiji   mutiara   yang   sangat   cantik   untuk dihadiahkan kepada Nabi Sulaiman supaya dia mendapat pujian daripada Nabi Sulaiman   dan   sekaligus   ingin   membuktikan   kepada   jin   dan   syaitan   yang   lain bahawa       dialah   jin   yang    paling   disayangi     oleh   Nabi    Sulaiman.     Secara senyap-senyap Jin Ifrit keluar supaya tidak diketahui oleh makhluk yang lain. Setelah sampai di Laut Merah Jin Ifrit menyelam di dasar lautan untuk mencari mutiara      tersebut.    Setelah    puas   menyelam,      mutiara     tersebut    tidak   juga dijumpai      oleh   Jin  Ifrit  sehingga    sampai     ke   suatu   tempat     yang   berbatu, ternampak olehnya kilauan dari celah-celah batu tersebut. Setelah diamatinya ternyata     kilauan    tersebut    adalah   mutiara     yang   sangat   cantik    yang   dicari- carinya.   Jin   Ifrit   terus   mangambil   mutiara   tersebut   dan   berenang   sehingga sampai ke tepi pantai.

Semasa perjalanan pulang, Jin Ifrit tidak mengetahui bahawa dia telah diekori oleh jin lain yang bernama Bota. Bota terus mengejar Jin Ifrit dan memintas lalu merampas mutira tersebut. Jin Ifrit sangat marah lalu mengejar Bota. Oleh kerana   Bota   lari   dengan   pantas   ke   arah   selatan   menyebabkan   Jin   Ifrit   tidak dapat mengejarnya lagi. Jin Ifrit sangat takut kalau-kalau diketahui oleh Raja Jin   bahawa     mutiara     tersebut   telah   hilang.   Tidak    lama   kemudian      Jin  Ifrit mendengan suara memanggilnya. Ifrit mengenali suara tersebut adalah suara Raja   Jin.   Dengan   segera   Ifrit   pergi   mengadap   Raja   Jin.   Raja   Jin   bertanya kepada Ifrit "Mana mutiara tersebut ?" Ifrit menjawab "Mutiara tersebut telah dirampas oleh Bota".

Raja Jin mengambil keputusan untuk mempersempahkan kes tersebut kepada Nabi     Sulaiman.    Satelah    tiba   dihadapan     Nabi    Sulaiman,     baginda    bertanya kepada      Raja   Jin  "Apakah    kesalahan     Ifrit?".  Raja  jin  menjawab      "Ifrit  telah menghilangkan        sebiji  mutiara     yang   sangat    cantik".   Nabi   Sulaiman     berkata kepada      Ifrit  "Adakah   kamu     telah  menyembunyikan         mutiara    tersebut?"    Ifrit menafikannya dan menceritakan apa yang sebenarnya berlaku. Nabi Sulaiman berkata "Aku akan panggil semua jin dan syaitan untuk diperiksa". "Sementera itu   kamu   akan   dipenjarakan   terlebih   dahulu   sehingga   kamu   dibuktikan   tidak bersalah" kata Nabi Sulaiman.

Salah seorang yang mendengar perbicaraan tersebut ialah Perdana Menterinya yang   bernama   Asif.   Beliau   adalah   seorang   yang   bijak   dan   tahu   bahawa   Bota adalah   salahseorang   hamba   kepada   orang   lain.   Beliau   berkata   kepada   Nabi Sulaiman   "   Allah   menjadikan   peristiwa   sebagai   pembuka   jalan   kepada   Nabi Sulaiman   supaya   pergi   ke   selatan   untuk   berjuang   pada   jalan   Allah   seperti baginda janjikan dahulu". "Mungkin Raja tersebut masih menyembah berhala" sambung   Perdana   Menteri.   Nabi   Sulaiman   menerima   kata-kata   tersebut   lalu baginda   berangkat   ke   Baitulmaqdis   untuk   beribadah   dan   bersyukur   kepada Allah keatas nikmatNya.

Read More

Sabtu, 14 Februari 2026

KUBAH AJAIB

 NABI SULAIMAN a.s. DENGAN KUBAH AJAIB

Pada   suatu   hari   Nabi   Allah   Sulaiman   telah   menerima   wahyu   daripada   Allah supaya   pergi ke tepi pantai   untuk   menyaksikan   suatu   benda   yang   ajaib yang akan ditunjukkan kepada Nabi Sulaiman. Setelah bersiap sedia, Nabi Sulaiman berangkat ke tepi pantai yang di nyatakan di dalam wahyu. Baginda di iringi oleh kaum jin, manusia dan binatang.

kubah ajaib

Setibanya     di  pantai,    Nabi   Sulaiman    terus   mengintai-ngintai      untuk   mencari sesuatu   seperti   yang   dikatakan   oleh   Allah.   Setelah      lama   mencari   ,baginda belum lagi menjumpai apa-apa. Kata salah seorang daripada mereka "Mungkin tersalah tempat". Tetapi baginda menjawab "Tidak, di sinilah tempatnya". Nabi Sulaiman      mengarahkan       Jin   Ifrit  supaya    menyelam      ke   dalam    laut   untuk meninjau   apa-apa   yang   pelik   atau   ajaib.   Jin   Ifrit   menyelam   agak   lama   juga barulah ia kembali kepada Nabi Sulaiman dan memaklumkan bahawa dia tidak menjumpai   apa-apa   benda   yang   ajaib.   Tanya   Nabi   Sulaiman   "Apakah   kamu menyelam   sehingga   dasar   laut"   Jawab   Jin   Ifrit   "Tidak".   Nabi   Sulaiman   pun mengarahkan   Jin   Ifrit   yang   kedua   supaya   menyelam   sehingga   ke   dasar   laut. Setelah puas menyelam dan mencari benda-benda yang di katakan oleh Nabi Sulaiman, Jin Ifrit yang kedua juga tidak menjumpai apa-apa yang ajaib dan ia melaporkan kepada Nabi Sulaiman.

Perdana Menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya telah berbisik ke telinga Nabi Sulaiman dan memohon kebenaran untuk menolongnya. Setelah mendapat izin Nabi Sulaiman, dia membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut. Tidak lama kemudian Asif menjumpai sebuah kubah yang sangat cantik. Kubah tersebut   mempunyai   empat   penjuru,   setiap   penjuru   mempunyai   pintu.   Pintu pertama diperbuat daripada mutiara, pintu kedua diperbuat daripada zamrud berwarna   merah,   pintu   ketiga   diperbuat   daripada   jauhar   dan   pintu   keempat diperbuat   daripada   zabarjad.   Pintu-pintu   tersebut   terbuka   luas,   tetapi   yang peliknya air tidak masuk ke dalam kubah tersebut walaupun pintunya terbuka luas.

Dengan kuasa yang diberikan oleh Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman melihat kubah     tersebut     dengan    penuh     takjub    di  atas   kebesaran     Allah.    Baginda berangkat      untuk   melihat    kubah    tersebut,    setelah   menjenguk      ke   dalam    di dapati    ada   seorang    pemuda      berada    di  dalamnya.     Pemuda     tersebut    masih belum      sedar   walaupun      kubahnya     telah    diangkat    ke   darat    kerana    asyik bermunajat       kepada    Allah.   Nabi   Sulaiman     memberi     salam    kepada    pemuda tersebut.   Pemuda   tersebut   menyambut   salam   dengan   perasaan   terkejutnya apabila      melihat    orang     ramai    sedang     berada     di   situ.   Nabi    Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu bahawa beliau adalah Nabi Allah Sulaiman.      Pemuda     itu  bertanya    "Dari  manakan      mereka    ini  dan   bagaimana mereka datang?". Pemuda itu merasa hairan dan setelah menjenguk keluar dia mendapati        bahawa      kubahnya      telah    berada     di   darat.    Nabi    Sulaiman memberitahu   pemuda   itu   bahawa   mereka   datang   kerana   diperintahkan   oleh Allah untuk melihat keajaiban yang dikurniakan Allah kepadanya.

Setelah mendapat izin dari pemuda itu Nabi Sulaiman meninjau ke dalamnya untuk   melihat   benda   yang   ajaib   yang   dihiasi   di   dalamnya.   Keindahan   yang terdapat   di   dalam   kubah   itu   sungguh   menakjubkan.   Nabi   Sulaiman   bertanya kepada pemuda tersebut bagaimana dia boleh berada di dalam kubah ini yang terletak     di  dasar   laut.  Pemuda      tersebut    menceritakan      bahwa    dia   telah berkhidmat   kepada   kedua   ibu   bapanya  selama   70   tahun.  Bapanya   seorang yang   lumpuh   manakala   ibunya   pula   seorang   yang   buta.   Suatu   hari   ketika ibunya     hendak    meninggal     dunia,    ibunya   memanggilnya       dan    memaklumkan bahawa   ibunya   telah   rela   di   atas   khidmat   yang   diberikan   olehnya.  Ibunya berdoa kepada Allah supaya anaknya dipanjangkan umur dan sentiasa taat kepada Allah. Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian bapanya pula meninggal dunia. Sebelum bapanya meninggal dunia, bapanya juga telah memanggilnya dan memaklumkan bahawa dia juga telah rela di atas khidmat yang    diberikan    olehnya.   Bapanya      telah   berdoa     sebelum     meninggal     dunia supaya anaknya di letakkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh syaitan.

Doa kedua dua orang tuanya telah dimakbulkan oleh Allah. Pada suatu hari ketika   pemuda   tersebut   bersiar-siar   di   tepi   pantai   ia   terlihat   sebuah   kubah yang sedang terapung-apung di tepi pantai. Ketika pemuda tadi menghampiri kubah tersebut .

Ada suara menyeru supaya pemuda itu masuk ke dalam kubah tersebut. Sebaik sahaja ia masuk kubah dan meninjau di dalamnya tiba-tiba ia bergerak dengan pantas     dan   tenggelam     ke   dasar   laut.   Tidak   lama    kemudian     muncul     satu lembaga seraya memperkenalkan bahawa dia adalah malaikat yang di utuskan Allah.   Malaikat   itu   memaklumkan   bahawa   kubah   itu   adalah   kurniaan   Allah kerana khidmatnya kepada orang tuannya dan beliau boleh tinggal di dalamnya selama     mana    dia   suka,   segala   makan     dan   minum     akan   dihidangkan     pada bila-bila    masa    ia  memerlukannya.       Malaikat    itu  memaklumkan bahwa    dia

diperintahkan Allah untuk membawa kubah tersebut ke dasar laut. Semenjak dari itu pemuda tersebut terus bermunajat kepada Allah sehingga hari ini. Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda itu "Berapa lamakah kamu berada di dalam   kubah ini"   Pemuda   itu   menjawab   "Saya   tidak   menghitungnya   tetapi   ia mula   memasukinya   semasa   pemerintahan   Nabi   Allah   Ibrahim   a.s   lagi".   Nabi Sulaiman   menghitung   ".   Ini   bermakna   kamu   telah   berada   di   dalam   kubah   ini selama dua ribu empat ratus tahun". Nabi Sulaiman berkata  "Rupa mu tidak berubah malah sentiasa muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya".      Nabi   Sulaiman     bertanya    pemuda     itu  samada     dia   mahu    pulang bersamanya".       Jawab   pemuda   tadi  "Nikmat   apa   lagi   yang   harus   aku   pinta selain   daripada   nikmat   yang   dikurniakan   oleh   Allah   kepada   ku   ini".  Nabi Sulaiman      bertanya"Adakah      kamu     ingin  pulang    ke  tempat     asal  mu"   Jawab pemuda   itu   "Ya,   silalah   hantar   aku   ke   tempat   asalku".    Nasi   Sulaiman   pun memerintahkan         Perdana    Menterinya     membawa       kubah    tersebut    ke  tempat asalnya.

Setelah     kubah   tersebut    diletakkan    ke  tempat    asal,   Nabi  Sulaiman     berkata kepada kaumnya "Kamu semua telah melihat keajaiban yang dikurniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang Allah berikan kepada orang yang taat kepada   orang   tuanya   dan   betapa   seksanya   orang   yang   menderhaka   kepada kedua   ibu   bapanya".   Nabi   Sulaiman   pun   berangkat   pulang   ke   tempatnya   dan bersyukur   kepada   Allah   Taala   kerana   telah   memberi   kesempatan   kepadanya untuk menyaksikan perkara yang ajaib.

 

Read More

Jumat, 13 Februari 2026

sejarah haikal sulaiman


 Haikal Sulaiman

Tempat ibadah Sulaiman atau Haikal Sulaiman terletak di Ursyilim (Yarusalem). Ia adalah sentral ibadah kaum Yahudi dan simbol sejarah kaum Yahudi serta sebagai     kebanggaan      mereka.     Raja    Sulaiman     telah   membangunnya         dan mengeluarkan        harta   yang   tidak   sedikit   untuk   mendirikannya.    

sejarah haikal sulaiman

  Bahkan     ia memerlukan seratus delapan puluh ribu pekerja. Sulaiman telah mendatangkan emas dari Thirsis dan kayu dari Lebanon dan batu mulia dari Yaman. Setelah tujuh tahun dari pembangunan yang terus-menerus, Haikal Sulaiman menjadi sempurna. Saat itu ia menjadi kekaguman dan simbol kejayaan di dunia.

Berulang     kali  ada   usaha   untuk   menghancurkan       bangunan     tersebut.   Orang- orang yang tamak dan para penyerang bertujuan untuk merampas harta benda yang     bernilai   yang    terdapat    dalam     Haikal    Sulaiman.    Mereka     merosak sebahagian   darinya   lalu   salah   seorang   raja   berusaha   memperbaikinya   kerana saking cintanya kepada orang-orang Yahudi. Pada kali ini pembangunan tempat beribadah itu membutuhkan waktu empat puluh enam tahun sehingga ia pun menjadi   suatu   bangunan   yang   besar   yang   menakjubkan   yang   dikelilingi   oleh tiga   pagar   besar.   Ia   terdiri   dari   dua   halaman   besar:   yaitu   halaman   luar   dan halaman      dalam.   Halaman     dalam    dibangun    di  atas  tiang-tiang   ganda    yang terbuat dari marmar. Sedangkan halaman luar dari tempat ibadah itu meliputi gerbang-gerbang   besar   yang   ditutup   oleh   emas   dan   sepuluh   pintu   gerbang dilapisi dengan tembaga Kurnusus. Para raja terus memberikan hadiah untuk pembangunan dan penyempurnaan tempat ibadah itu sampai akhir zamannya, sehingga   tempat   peribadatan   itu   memuat   perbendaharaan   harta   yang   tidak ternilai.

Tujuan   utama   dari   pembangunan   Haikal   Sulaiman   adalah   untuk   menyembah kepada   Allah   s.w.t   di   dalamnya.   Tempat   ibadah   itu   merupakan   masjid   bagi orang-orang   yang   bertauhid   dan   orang-orang   mukmin.   Tentu   keindahan   dan kebesarannya tidak dimaksudkan memalingkan manusia dari menyembah selain Allah    s.w.t.   Dan   barangkali    kebesaran     bangunan     itu   merupakan     simbol kekuatan   negara   dan   kekuatan   akidahnya.   Namun   sesuai   dengan   perjalanan waktu,     mulailah   terjadi   perubahan     dan  penyimpangan.       Seharusnya    ibadah hanya     ditujukan   kepada    Allah   s.w.t,  tiba-tiba   kaum    berpaling   dan   malah mengagumi kulit dan meninggalkan hakikat.

Akhirnya,     nasib    tempat    ibadah     itu  sama     dengan    nasib    yang   dialami tempat-tempat       ibadah    lainnya.   Haikal  Sulaiman    adalah    simbol   tauhid   dan penyembahan        kepada    Allah   s.w.t  yang    tiada  sekutu    bagi-Nya.    Kemudian berlalulah     tahun    demi    tahun    sehingga    berubahlah      haikal   itu   menjadi lempengan       emas     yang    mengkilat    yang    menyembunyikan         di   bawahnya kepentingan agama Yahudi.

"Orang-orang       Yahudi   menodai     kesucian     tempat    ibadah    itu  dan   mereka melecehkan   keindahannya   di   mana   mereka   menjadikannya   sebagai   pasar, tempat     jual-beli.   Kemudian     tempat    itu  disesaki   oleh   para   penjual   sapi, kambing,      dan   merpati     hingga   tempat     itu  menjadi    kotor    dan   berubah menjadi kandang binatang. Di tempat itu terjadi kegaduhan dan kebisingan di   mana   orang-orang   melakukan   transaksi   jual-beli   dan   menukar   wang   di situ." (Injil Matta)

Ketika   tempat   ibadah   itu   kehilangan   hakikatnya   dan   menjadi   pasar   tempatberdagang, Allah s.w.t mengutus orang-orang yang menghancurkan tempat itu.

Allah s.w.t berfirman:

"Dan     telah    Kami     tetapkan     terhadap      Bani   Israil   dalam     kitab    itu: 'Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti   kamu   akan   menyombongkan   diri   dengan   kesombongan   yang   besar. Maka   apabila   datang   saat   hukuman   bagi   (kejahatan)   pertama   dari   kedua (kejahatan)       itu,  Kami    datangkan      kepadamu       hamba-hamba        Kami    yang mempunyai          kekuatan       yang     besar,      lalu    mereka       merajalela       di kampung-kampung,   dan   itulah   ketetapan   yang   pasti   terlaksana.   Kemudian Kami   berikan   kepadamu   giliran   untuk   mengalahkan   mereka   kembali   dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu sekelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (bererti) kamu berbuat      baik   bagi  dirimu    sendiri    dan   jika  kamu     berbuat    jahat,   maka (kejahatan)       yang    kedua,     (Kami     datangkan      orang-orang       lain)   untuk menyuramkan         muka-    muka     kamu    dan   mereka     masuk    ke   dalam    masjid, sebagaimana        musuh-     musuhmu       memasukinya        pada    kali   pertama     dan membinasakan           sehabis-habisnya        apa     saja     yang     mereka       kuasai. Mudah-mudahan   Tuhanmu   akan   melimpahkan   rahmat-Nya   kepadamu;   dan kiranya     kamu     kembali     kepada     (kederhakaan),       nescaya     Kami    kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang- orang yang tidak beriman." (QS. al-Isra': 4-8)

Ayat-ayat     tersebut    menunjukkan       tentang    hukum    azali   yang   tidak   pernah berubah pada kehidupan bangsa dan umat di mana umat itu akan tampak kuat selama     mereka     berpegangan      dengan    tali  Allah   s.w.t   dan   ketika   mereka meninggalkan   hakikat   kekuatan.   iaitu   kekuatan   yang   bersandar   kepada   Allah s.w.t    dan   mereka     memilih    menyembah       selain-Nya    dan   menjadikan     dunia sebagai     tujuan   hidup    mereka,    maka    ketika   ini  terjadi,   Allah   s.w.t  akan mengutus kepada mereka orang-orang yang menghancurkan mereka.

Para    mufasir    menyebutkan       bagaimana      terjadinya    peristiwa   penghancuran Haikal Sulaiman dan penghancuran Baitul Maqdis. Mereka mengatakan: "Allah s.w.t   mewahyukan   kepada   salah   seorang   nabi   dari   kalangan   Bani   Israil   yang bernama       Armiya    ketika   muncul     berbagai     kemaksiatan     di   tengah-tengah mereka,   hendaklah   engkau   menyampaikan   kepada   kaummu   dan   beritahukan kepada   mereka   bahawa   mereka   memiliki   hati   tetapi   mereka   tidak   mengerti; mereka   memiliki      mata   tetapi   mereka   tidak   melihat;     dan  mereka   memiliki telinga tetapi mereka tidak mendengar.

Kemudian      nabi   itu  menerima     wahyu     dan  ia  diperintahkan     untuk   bertanya kepada     Bani   Israil,  apakah    salah   seorang    mereka    merasa    gembira     ketika bermaksiat kepada Allah s.w.t, dan apakah seseorang merasa sedih dan gelisah ketika taat kepada Allah s.w.t. Haiwan biasanya ingat kepada tempat asalnya dan kembali kepadanya, sedangkan kaum itu justru meninggalkan asal-muasal mereka yang hakiki, yaitu hakikat tauhid. Jadi, sebenarnya mereka lebih jahat dari binatang."

Demikianlah kalimat-kalimat Ilahi disampaikan di tengah-tengah para pendeta dan   para   penguasa,   namun   para   pendeta   justru   membuat   tuhan   lain   selain Allah    s.w.t   dan   mereka     menggiring     manusia     untuk   menyembah       sesama manusia.   Adapun   para   penguasa,   mereka   membangkang   pada   nikmat   Allah s.w.t dan merasa tenang dengan azab Allah s.w.t yang dahsyat. Mereka tertipu dengan     dunia.    Mereka    mencampakkan        Kitab   Allah   s.w.t   dan   melupakan janji-Nya.     Mereka     mengubah-ubah        Kitab    Allah   s.w.t   (Taurat).     Mereka menciptakan kebohongan kepada para rasul-Nya dan membunuh mereka tanpa alasan yang benar.

Sedangkan para fuqaha dan orang-orang cerdik, mereka mempelajari sesuatu sesuai dengan kepentingan mereka. Mereka mengambil sebahagian Kitab dan meninggalkan   sebahagiannya.   Mereka   mendukung   para   penguasa   yang   lalim yang membuat penyelewengan dalam agama. Mereka justru mentaati penguasa itu meskipun benar-benar bermaksiat kepada Allah s.w.t. Mereka membatalkan perjanjian dengan Allah s.w.t.

Sementara itu, anak-anak nabi, maka mereka menjadi orang-orang yang kalah. mereka berharap agar Allah s.w.t menolong mereka seperti ayah- ayah mereka ditolong.   Mereka   tidak   ingat   bagaimana   sikap   wara'   ayah-   ayah   mereka   dan bagaimana       mereka     mencurahkan       usaha    mereka,     bahkan    darah    mereka tertumpah tetapi mereka sabar dan mereka tetap percaya kepada janji Allah s.w.t, sehingga Dia memuliakan agamanya dan memenangkan mereka.

Demikianlah       Armiya     terus   menyiarkan       berita   tentang     kebenaran      dan mengingatkan       kaumnya     dan    memberi     mereka    kesempatan      terakhir   untuk bangkit     dan   kembali    pada   agama     tauhid.   Kalau   tidak,   Allah   s.w.t   akan mengutus kepada mereka seorang penguasa yang bengis di mana pasukannya bagaikan sekawanan awan yang akan menghancurkan bangunan-bangunan yang mereka bangun dan akan meninggalkan desa yang mereka huni dalam keadaan yang   mengerikan.   Ibnu   Katsir   berkata   dengan   menukil   apa   yang   dinyatakan oleh Ibnu Asakir:

"Duhai     Ilya   dan     penghuninya,      bagaimana       mereka     dihinakan     dengan pembunuhan        dan   mereka     menjadi    tawanan-tawanan        yang    hina,   tempat-tempat istana mereka yang mengagumkan menjadi tempat-tempat tinggalnya haiwan-haiwan buas. Aku akan menghancurkan mereka dengan berbagai azab. Jika langit menurunkan hujan di atas bumi, maka bumi tidak akan tumbuh. Bila tumbuh suatu tumbuhan di bumi, maka itu adalah sebagai rahmat-Ku terhadap binatang-binatang.       Jika  mereka    menanam      sesuatu,    maka    tanaman    mereka akan dikuasai oleh hama dan jika ada tumbuhan yang selamat darinya, maka Aku akan cabut darinya keberkahan, dan jika mereka berdoa Aku tidak akan mengabulkan   dan   jika   mereka   meminta,   maka   Aku   tidak   akan   memberi   dan jika   mereka   menangis,   maka   aku   tidak   akan   menyayangi,   dan   jika   mereka berusaha   bersikap   rendah   diri,   maka   Aku   akan   memalingkan   wajah-Ku   dari mereka."

Ilya   menyampaikan       kepada    kaumnya     tentang    azab   Allah   s.w.t  yang    akan meliputi   segala   sesuatu,   namun   orang-orang   Yahudi   menyambut   dakwahnya dengan      kebohongan      dan   kemaksiatan      dan    mereka     menuduhnya       dengan kebohongan.

Mereka     berkata    kepadanya,      "Bagaimana     engkau    berbohong     dan   mengaku bahawa Allah s.w.t akan menghancurkan bumi-Nya dan masjid-masjid- Nya lalu siapa yang akan menyembah-Nya jika tidak ada seorang pun di muka bumi yang menyembah-Nya, juga tidak ada masjid dan tidak ada Kitab. Sungguh engkau telah gila wahai Ilya." Akhirnya pertentangan antara Ilya dan kaumnya berakhir pada   pemenjaraannya.   Pada   saat   yang   sama,   datanglah   pasukan   Bakhtansir menuju   mereka.   Orang-orang   Yahudi   terkejut   ketika   mendengar   suara   derap kaki kuda dan suara panah-panah yang melayang dan bau kebakaran. Pasukan itu memasuki desa-desa dan kota-kota. Mereka mengelilingi segenap penjuru kota    dan   desa.   Pemimpin     pasukan    itu  menyerbu     orang-orang     Yahudi    dan menghancurkan        mereka:     sepertiga   dibunuh,    sepertiga    ditawan,    sementara wanita-wanita tua dan lelaki-lelaki tua dibiarkan hidup.

Baitul   Maqdis   dihancurkan   dan   tempat   ibadah   itu   pun   hancur.   Orang-   orang laki-laki    dibunuh      dan    benteng-benteng        kukuh     pun    dibakar,     bahkan ulama-ulamanya dan fuqaha-fuqahanya dibunuh dan tak seorang pun hidup di antara mereka. Rumah-rumah orang-orang Yahudi tidak lagi dihuni kecuali oleh burung hantu dan binatang buas. Lalu sebahagian orang-orang Yahudi dari Bani Israil  meninggalkan      tempat    itu  dan   tempat    itu  pun  menjadi     tempat    yang tandus     untuk   waktu    yang   lama   sehingga    Allah   s.w.t  mengizinkan      kepada sebahagian cucu dari kaum itu untuk kembali dan mereka pun kembali. Selama     terjadi   peristiwa   yang    berdarah    tersebut,    Uzair  tidur   dan   dialahsatu-satunya yang menjaga Taurat.

Read More