Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Selasa, 07 April 2026

Mukjizat Nabi Isa AS menghidupkan orang yang sudah mati

 Mukjizat Nabi Isa AS menghidupkan orang yang sudah mati

Bahkan beliau mampu menghidupkan orang-orang   yang   mati   dari   kuburan   mereka   sehingga   mereka   keluar   dalam keadaan hidup dengan izin Allah SWT. 

Mukjizat Nabi Isa AS menghidupkan orang yang sudah mati


Para    ahli  tafsir  mengatakan      bahawa     Nabi   Isa  menghidupkan       empat    orang. Pertama,      al-Azir  yaitu   temannya.      Kemudian     dua   orang    anak   laki-laki  dari seorang     tua,   dan   seorang    anak   perempuan      satu-satunya     dari  seorang    ibu. Mereka   adalah   tiga   orang   yang   mati   di   zaman   Nabi   Isa.   Ketika   orang-   orang Yahudi      melihat    hal    tersebut,    mereka      berkata:    

"Engkau    menghidupkan orang-orang   yang   mati   dan   kematian   mereka   tidak   lama   .Barangkali   mereka tidak  mati   tapi   mereka   sekadar   mengalami   keadaan   tidak  sedarkan   diri atau mati suri. Lalu mereka meminta kepada Nabi Isa untuk membangkitkan Sam bin Nuh dari kematiannya. Para   ahli   tafsir   mengatakan   bahawa   Nabi   Isa   bertanya   kepada   mereka,   "Di manakah   kaum   kuburan   Sam   bin   Nuh?"   Mereka   keluar   bersama   Isa   sehingga mereka      mencapai     kuburan.     Lalu  Nabi    Isa  berdoa    kepada    Allah   SWT    agar menghidupkan orang yang mati di situ.

Sam bin Nuh keluar dari kuburannya, dan rambut dikepala-nya tampak beruban. Isa berkata kepadanya: "Bagaimana rambut   di   kepalamu   bisa      beruban,    sementara   di   zamanmu   kau   tidak.   ada uban," Sam berkata: "Ya Ruhullah, aku mendengar engkau berdoa untukku lalu aku     mendengar      suara    yang    mengatakan,      aku    akan    mengabulkan       wahai Ruhullah. Aku mengira bahawa kiamat telah tiba. kerana takutnya kepada hal itu sehingga rambut di kepalaku beruban." Apa pun yang dikatakan berkaitan dengan cerita itu yang menyebutkan tentang bagaimana   Nabi   Isa   menghidupkan   orang-orang   yang   mati,   namun   kita   tidak mengetahui konteks Al-Qu'ran serta perincian-perincian yang menjelaskan hal tersebut.      Allah    SWT     hanya     menyebutkan        bahawa      Isa   menghidupkan orang-orang yang mati dengan izin-Nya. Kita percaya bahawa Nabi Isa mampu menghidupkan        mereka     tetapi   kita   tidak  mengetahui      apakah     mereka    mati kembali setelah dihidupkan atau mereka sempat menjalani kehidupan selama beberapa saat. Nabi Isa terus berjalan di jalan Allah SWT.

Read More

Senin, 06 April 2026

Mukjizat yang luar biasa Nabi Isa AS

 Mukjizat yang luar biasa Nabi Isa AS

Bahkan diutusnya para nabi itu sendiri mengandung rahmat Allah SWT terhadap kaum mereka. Isa terus berdoa kepada Allah SWT agar merahmati kaumnya. Beliau menyuruh kaumnya agar menyayangi diri mereka sendiri dan beriman kepada Allah SWT.

Mukjizat yang luar biasa Nabi Isa AS


Kehidupan   Nabi   Isa   menggambarkan   kezuhudan   dan   ketaatan   dalam   ibadah. Mu'tamar bin Sulaiman berkata, sebagaimana diriwayatkan Ibnu 'Asakir: "Nabi Isa menemui kaumnya dengan memakai pakaian dari wol. Beliau keluar dalam keadaan   tidak   beralas   kaki   sambil   menangis   serta   wajahnya   tampak   pucat kerana     kelaparan     dan   bibimya    tampak     kering   kerana    kehausan.     Nabi    Isa berkata,   "salam   kepada   kalian   wahai   Bani   Israil.   Aku   adalah   seseorang   yang meletakkan       dunia    di   tempatnya      sesuai    dengan     izin  Allah    SWT,    tanpa bermaksud membanggakan diri. Apakah kalian mengetahui di mana rumahku?" Mereka menjawab: "Di mana rumahmu wahai Ruhullah?" Nabi     Isa menjawab:       "Rumahku      adalah    masjid,    wewangianku       adalah     air makananku       adalah   rasa   lapar,   pelitaku   adalah    bulan   di  waktu    malam   dan solatku   di   waktu   musim   dingin   di   saat   matahari   terletak  di   timur,   bungaku adalah   tanaman-tanaman   bumi,   pakaianku   terbuat   dari   wol,   syiarku   adalah takut kepada Tuhan Yang Maha Mulia, teman-temanku adalah orang-orang yang fakir,   orang-orang   yang   sakit,   dan   orang-orang   yang   miskin.   Aku   memasuki waktu pagi dan aku tidak mendapati sesuatu pun di rumahku begitu juga aku memasuki waktu sore dan aku tidak menemukan sesuatu pun di rumahku. Aku adalah seseorang yang jiwanya bersih dan tidak tercemar. Maka siapakah yang lebih kaya daripada aku?" Isa   terus   melakukan   dakwahnya.

 Ia   didukung   oleh   mukjizat   dari   Allah   SWT. Nabi Isa mampu membuat bentuk burung dari tanah kemudian ia meniupnya, maka   tanah   itu   menjadi   burung   dengan   izin   Allah   SWT.   Selain   itu,   ujungbajunya yang sederhana jika tersentuh orang yang sakit, maka orang itu akan sembuh. Bahkan jika Isa meletakkan tangannya di atas mata orang yang buta atau orang yang terkena sakit belang nescaya ia akan sembuh. Jadi, Nabi Isa didukung oleh mukjizatyang luar biasa.

Read More

Minggu, 05 April 2026

Fitnah pendeta yahudi kepada seorang wanita

 Fitnah pendeta yahudi kepada seorang wanita

Mula-mula pemerintahan       Romawi     tidak   turut   campur    dalam    masalah    tersebut    kerana mereka      melihat    bahawa  itu   hanya    sekadar    perselisihan    dalaman     antara kelompok-kelompok   Yahudi.   Bagi   mereka,   selama  orang-orang   Yahudi   sibuk dengan   masalah   mereka   sendiri   dan   tidak   peduli   dengan   kekuasaan,   mereka pun tidak turut campur.

Fitnah pendeta yahudi kepada seorang wanita


 Kemudian para pendeta Yahudi mulai merancang suatu persekongkolan untuk menyingkirkan   Isa.   Mereka   ingin   mengusir   Isa   dan   membuktikan   bahawa   Isa datang   untuk   menghancurkan   syariat   Musa.   Syariat   Musa   memutuskan   untuk merejam wanita yang berzina. Para pendeta Yahudi menghadirkan wanita yang salah   yang   berhak   direjam.

Mereka   berkumpul   di   sekeliling   Isa   dan   bertanya kepadanya:       "Tidakkah     syariat   menetapkan       untuk  merejam      wanita    yang bersalah?"   Isa   menjawab:   "Benar,"   Mereka   berkata:   "Ini   adalah   wanita   yangbersalah." Isa memandang wanita itu dan ia pun melihat para pendeta Yahudi. Isa   mengetahui      bahawa     para   pendeta     Yahudi   lebih   banyak    kesalahannya daripada   wanita   tersebut.   Para   pendeta   itu   menunggu   jawapan   Isa.   Jika   ia mengatakan       bahawa      wanita    itu  tidak   berhak    dibunuh,    maka     berarti   ia menentang syariat Musa, dan jika ia mengatakan bahawa ia berhak dibunuh, maka ia justru menghancurkan dirinya sendiri yang membawa syariat cinta dan toleransi.    Nabi   Isa  memahami       bahawa     ini  adalah    persekongkolan.    

 Beliau tersenyum   dan   wajahnya   tampak   bercahaya.   Kemudian   beliau   melihat   para pendeta Yahudi dan wanita itu sambil berkata: "Barang siapa di antara kalian yang tidak memiliki kesalahan, maka hendaklah ia merejam wanita itu." Suara   beliau   yang   keras   itu   memecahkan   keheningan   tempat   penyembahan. Beliau    menetapkan      peraturan    baru   yang   berhubungan      dengan    hukum     yang dijatuhkan     kepada    orang   yang   berbuat    salah.   Hendaklah     orang   yang   tidak berbuat   salah   menghukum   orang   yang   salah   dan   tidak   berhak   seseorang   pun dari   kalangan   manusia   untuk  menghukum   orang   yang   bersalah   jika   ia   sendiri bersalah,   tetapi   yang   menghukumnya   adalah   Allah   SWT   yang   Maha   Suci   dan Maha Tinggi dan Allah SWT adalah Maha Pengasih di antara yang mengasihi. Nabi Isa keluar dari tempat penyembahan itu. Tiba-tiba, wanita itu mengejar dari   belakangnya.   Lalu   wanita   itu   mengeluarkan   dari   pakaiannya   satu   botol dari minyak yang berharga. Ia berdiri di depan Isa dan menjatuhkan dirinya di atas kedua kaki Isa lalu menciumnya dan membasuhnya dengan minyak wangi dan air mata. Setelah itu, ia mengeringkan kedua kakinya dengan rambutnya.

Bagi     wanita    itu,   al-   Masih    mempakan       harapan     terakhir    yang    dapat menyelamatkannya.   Lalu   keluarlah   dari   belakang   Isa   seorang   tokoh   pendeta Yahudi.   Ia   berdiri   menyaksikan   pemandangan   tersebut   dan   ia   merasa   kagum terhadap     kasih   sayang   Isa.  Isa  melihat    kepadanya     dan   bertanya;    "Seorang kreditor yang memiliki dua orang debitor, salah satunya berhutang lima ratus dinar dan yang lain lima puluh dinar." Pendeta itu berkata: "Ya." Isa berkata: "Tak   seorang   pun   dari   mereka   berdua   yang   memiliki   wang   yang   cukup   untuk melunasi     wangnya.     Lalu  si  kreditor   memaafkan      mereka    dan   membebaskan mereka dari hutang." Pendeta berkata: "Ya." Kemudian Isa bertanya: "Siapa di antara   mereka   yang   paling   senang   kepada   kreditor   itu?"   Pendeta   menjawab: "Tentu    yang   berhutang     lebih  besar.''  Isa  berkata:    "Benar   apa   yang   engkau ucapkan. Lihatlah wanita ini. Aku telah masuk ke rumahmu tetapi engkau tidak memberikan kepadaku air agar aku dapat membasuh wajahku, tetapi wanita itu   membasuh   kedua   kakiku   dengan   air   mata   lalu   ia   mengusapnya   dengan rambut   kepalanya.  

Begitu   juga   engkau   tidak   memberikan   ciuman   kepadaku tetapi wanita ini tidak merasa puas dengan hanya mencium kedua kakiku. Jadi, hatimu sungguh sangat keras tetapi hati wanita itu dipenuhi dengan rasa cinta. Maka     barang   siapa   yang   banyak   mencintai      nescaya    kesalahan-kesalahannya akan   diampuni."   Kemudian   Isa  menoleh   ke   wanita   itu   dan   memerintahkannya untuk bangkit dari tanah sambil berkata: "Ya Allah, ampunilah wanita ini dan hilangkanlah kesalahan-kesalahannya." Nabi   Isa   berusaha   menyedarkan   para   pendeta   Yahudi   bahawa   para   dai   yang menyeru   di   jalan   Allah   SWT   bukanlah   algojo   yang   bengis   yang   menerapkan hukum syariat tanpa melihat keadaan masyarakat yang bersalah, tetapi mereka datang   dan   membawa   ajaran   Allah   SWT   yang   merupakan   ajaran   yang   penuh dengan   rahmat   kepada   manusia.   Jadi,   rahmat   adalah   tujuan   semua   dakwah Ilahi ini.

Read More

Sabtu, 04 April 2026

Penyampaian dakwah Nabi Isa AS

 Penyampaian dakwah Nabi Isa AS

Dakwah      Nabi   Isa  juga   berbenturan     dengan    arus   materialisme     yang   sangat mendominasi        masyarakat  saat   itu.  Oleh   kerana    itu,  beliau   mengingatkan manusia dari perbuatan munafik, pamrih, tamak, dan gila pujian.

Penyampaian dakwah Nabi Isa AS


Begitu juga beliau mengingatkan mereka dari sifat rakus terhadap kekayaan dunia; beliau mengingatkan   agar   jangan   sampai  mereka   menimbun   harta   di   dunia.   Yakni, hendak lah mereka tidak memfokuskan perhatian mereka pada urusan-urusan duniawi      semata     yang    sifatnya    tidak   abadi.    Tetapi    hendaklah      mereka memfokuskan   perhatian   mereka   pada   hal-hal  yang   bersifat   samawi (ukhrawi) kerana itu bersifat abadi. Nabi     Isa    memberitahu       kepada      masyarakatnya       agar     mereka     menjadi orang-orang yang teliti saat memilih gaya hidup mereka kerana pada gilirannya akal mereka akan menjadi cermin darinya. Kecenderungan manusia itu terkait kuat dengan hatinya. Jika hati tertuju kepada cahaya langit, maka kehidupan manusia akan tampak bersinar tetapi jika hati tertuju pada kegelapan dunia, maka kehidupannya   pun   tampak   gelap.   Nabi   Isa   mengingatkan   kaumnya   dari sikap   pamrih   dan   cinta   dunia.   Beliau   mengajak   mereka   untuk   teliti   dalam memilih     majikan     yang   mereka    mengabdi      kepadanya     kerana    manusia    tidak dapat   mengabdi   kepada   dua   majikan   dalam   satu   waktu.   Boleh   jadi   ia   akan menjadikan   harta   sebagai   majikannya,   atau   boleh   jadi   ia   akan   menjadikan Allah   SWT   sebagai   tuannya.  

Jika   ia   menyembah   harta,   maka   berarti   ia   jauh dari   penyembahan   terhadap   Tuhannya.   Oleh   kerana   itu,   hendaklah   manusia menjauhi dunia, seperti makanan dan pakaian di mana mereka akan dikuasai oleh kegelisahan dan ketidaktenangan serta keraguan tentang penjagaan Allah SWT   kepada   mereka.   Allah   SWT   telah   berjanji   untuk   memenuhi   kebutuhan hamba-hamba-Nya dalam kehidupan. Ketika timbul kegelisahan dan keraguan pada diri mereka, maka itu dikeranakan keraguan mereka terhadap penjagaan Allah SWT dan ketidakpercayaan mereka kepada janji-janjinya dan rahmat-Nya serta   bimbingan-Nya.   Allah   SWT   lah   yang   menciptakan   mereka   dan   Dia   pula yang   menjamin   kehidupan   mereka   dan   melindungi   mereka.   Bahkan   Dia   juga melindungi makhluk yang paling kecil urusannya seperti burung di langit dan kumbang-kumbang di kebun. Nabi Isa memberitahu kaumnya bahawa hanya memperhatikan dunia adalah hal yang salah, yang tidak pantas dilakukan oleh orang-orang yang beragama. Itu adalah     sikap   para   penyembah       berhala    kerana   penyembah       berhala    tidak mengetahui       apa    yang   lebih   baik   darinya,    sedangkan     orang-    orang    yang beragama mengetahui bahawa di sana terdapat bimbingan Ilahi yang mengajakmereka untuk percaya kepada Allah SWT dan tidak begitu peduli dengan dunia. Allah SWT mengetahui kebutuhan-kebutuhan mereka lebih daripada apa yang mereka      ketahui;   Allah   SWT    akan   melindungi     mereka     dan   akan   menjamin kehidupan   mereka.   kerana   itu,   yang   layak   bagi   mereka   adalah,   hendaklah mereka   memohon   agar   diberi   kekuasaan   Allah   SWT   dan   kebaikan   dari-Nya. Yakni kehidupan rohani dan apa yang dikandungnya dari kebahagiaan abadi. Di samping itu, Nabi Isa menasihati mereka agar jangan terlalu pusing dengan kejadian-kejadian yang akan datang dan persoalan-persoalan esok hari kerana esok     hari   sudah    berjalan     sebagaimana      mestinya.     Jika    kebutuhan   dan penderitaan   datang   silih   berganti,   maka   bantuan   dan   perlindungan   Ilahi   pun terus datang silih berganti. Dakwah Nabi Isa juga berbenturan dengan dualisme yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat.

Kita saksikan sebagaimana mereka suka mendapatkan kebaikan yang ditujukan kepada diri mereka, maka mereka pun biasa untuk melakukan kejahatan kepada orang-orang lain. Demikianlah, kehidupan       orang-orang      Yahudi    dicemari     sikap    dualisme     ini.  

Nabi    Isa mewasiatkan   kepada   manusia   agar   mereka   memperlakukan   sesama   mereka sesuai dengan akidah yang mengatakan: "Perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau memperlakukan dirimu sendiri" Nabi     Isa  terus  melangsungkan       dakwahnya      dan    mengajak     manusia     untuk menyembah        Allah   SWT   serta   tidak   menyekutukan-Nya,        sebagaimana      beliau juga   mengajak   manusia   untuk   membersihkan   rohani   serta   hati   dan   berusaha memasuki kerajaan langit. Dakwah Nabi Isa itu sangat memukul kalangan para pendeta   Yahudi.   Kalimat-kalimat   yang   dilontarkan   Nabi   Isa   bagaikan   senjata yang    siap   menerpa     wajah    mereka     dan   menyatakan      peperangan      terhadap mereka        serta    menyingkap        kedok     kemunafikan        mereka.       Mula-mula pemerintahan       Romawi     tidak   turut   campur    dalam    masalah    tersebut    kerana mereka      melihat    bahawa  itu   hanya    sekadar    perselisihan    dalaman     antara kelompok-kelompok   Yahudi.   Bagi   mereka,   selama   orang-orang   Yahudi   sibuk dengan   masalah   mereka   sendiri   dan   tidak   peduli   dengan   kekuasaan,   mereka pun tidak turut campur.

Read More

Jumat, 03 April 2026

pengertian punden berundak

Punden berundak atau teras berundak adalah struktur tata ruang bangunan yang berupa teras atau trap berganda yang mengarah pada satu titik dengan tiap teras semakin tinggi posisinya. Struktur ini kerap ditemukan pada situs kepurbakalaan di Nusantara, sehingga dianggap sebagai salah satu ciri kebudayaan asli Nusantara.



Struktur dasar punden berundak ditemukan pada situs-situs purbakala dari periode kebudayaan Megalit-Neolitikum pra-Hindu-Buddha masyarakat Austronesia, meskipun ternyata juga dipakai pada bangunan-bangunan dari periode selanjutnya, bahkan sampai periode Islam masuk di Nusantara. Persebarannya tercatat di kawasan Nusantara sampai Polinesia,[1] meskipun di kawasan Polinesia tidak selalu berupa undakan, dalam struktur yang dikenal sebagai marae oleh orang Maori. Masuknya agama-agama dari luar sempat melunturkan praktik pembuatan punden berundak pada beberapa tempat di Nusantara, tetapi terdapat petunjuk adanya adopsi unsur asli ini pada bangunan-bangunan dari periode sejarah berikutnya, seperti terlihat pada Candi BorobudurCandi Ceto, dan Kompleks Pemakaman Raja-raja Mataram di Imogiri.

Kata "punden" (atau pundian) berasal dari bahasa Jawa. Kata pepundhèn yang berarti "objek-objek pemujaan", mirip pengertiannya dengan konsep kabuyutan pada masyarakat Sunda. Dalam punden berundak, konsep dasar yang dipegang adalah para leluhur atau pihak yang dipuja berada pada tempat-tempat tinggi (biasanya puncak gunung). Istilah punden berundak menegaskan fungsi pemujaan/penghormatan atas leluhur, tidak semata struktur dasar tata ruangnya.


Fungsi punden berundak

Punden berundak memiliki fungsi sebagai alat atau sarana untuk melakukan pemujaan terhadap roh-roh leluhur, terkadang juga punden berundak digunakan sebagai tempat atau wadah persembahan atau sesajen. Pemujaan roh-roh leluhur pada zaman dahulu dianggap sebagai bentuk untuk mencegah datangnya bencana atau musibah.[2]


Filosofi punden berundak

Bangunan punden berundak biasanya berjumlah ganjil, umumnya bangunan punden berundak ini memiliki tiga tingkatan yang disetiap tingkatannya memiliki filosofi yaitu :


Tingkatan pertama, memiliki filosofi yaitu melambangkan kehidupan janin pada saat manusia masih berada di dalam kandungan atau rahim.

Tingkatan kedua, memiliki filosofi yaitu melambangkan kehidupan manusia dalam menjalani kehidupan didunia saat ini.

Tingkatan ketiga, memiliki filosofi yaitu melambangkan kehidupan manusia pada saat sudah meninggal dunia.

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Punden_berundak

pengertian punden berundak

Read More

Risalah Nabi Isa AS

 Risalah Nabi Isa AS

Al-Quran al-Karim menceritakan kepada kita bahawa esensi dakwah al-Masih tidak banyak berubah dari esensi dakwah para nabi sebelumnya, yaitu menyuarakan   Islam   yang   intinya   adalah   menebarkan   tauhid   yang   sempurna hanya   serta   menyerahkan   diri   kepada   Allah:  

Risalah Nabi Isa AS


"Sembahlah   Allah,   Tuhanku   dan Tuhan kalian." Al-Quran memberitahu kita bahawa yang mengatakan kalimat tersebut adalah Isa.   Kalimat    tersebut   adalah    kalimat   yang    sama   yang   pernah    disampaikan seluruh   nabi,   meskipun   nama   mereka,   sifat   mereka,   mukjizat   mereka,   baju mereka, bahasa mereka, usia mereka, bentuk mereka, dan warna kulit mereka tidak   sama.   Mereka   semua   bersepakat   untuk   menyuarakan   Islam   dan   hanya menyerahkan diri kepada Allah SWT serta beriman bahawa Allah SWT adalah Tuhan mereka dan Tuhan alam semesta.

Tiada sekutu bagi-Nya dan tiada yang setara dengan-Nya. Dia Maha Esa yang tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tiada sesuatu pun yang menyerupai-Nya. Isa tidak mengatakan persoalan tauhid lebih banyak atau lebih sedikit dari apa yang   pernah disampaikan   oleh   para   nabi.   Al-Quran   datang   kira-   kira   setelah lima ratus tahun dari pengangkatan Nabi Isa. Allah SWT, melalui ilmu-Nya yang azali   mengetahui   apa   yang   terjadi   di   tengah-   tengah   kaum   Masehi   di   mana mereka      berselisih  tentang    hakikat    Isa.  Oleh  kerana    itu,  Al-Quran    al-Karim berusaha menyingkap dialog mereka yang belum terjadi. Allah SWT berfirman: "Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: 'Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan   kepada   manusia:   'Jadikanlah   aku   dan   ibuku   dua   orang   tuhan selain    Allah?'   Isa  menjawab:      'Maha    Suci   Engkau,     tidaklah   patut    bagiku mengatakan        apa   yang    bukan    hakku    (mengatakannya).        Jika   aku   pernah mengatakannya,          maka     tentulah    Engkau     telah    mengetahuinya.  

 Engkau mengetahui apa   yang   ada pada   diriku   dan   aku   tidak mengetahui apa   yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib.    Aku    tidak   pernah    mengatakan       kepada    mereka     kecuali    apa   yang Engkau      perintahkan     kepadaku      (mengatakannya)       yaitu:   'Sembahlah      Allah, Tuhanku,   dan   Tuhanmu,'   dan   aku   menjadi   saksi   terhadap   mereka   selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.'" (QS. al-Maidah: 116-117) Al-Quran   secara   tegas   mengatakan   bahawa   dakwah   al-Masih   adalah   dakwah tauhid.     Al-Quran    ingin   mengatakan      bahawa     al-Masih   terlepas    dari  segala tuduhan   yang   dialamatkan   kepadanya,   yaitu   tuduhan   bahawa   ia   anak   Tuhan atau ia justru tuhan itu sendiri.

"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali     apa   yang    Engkau    perintahkan      kepadaku     (mengatakannya)    yaitu: 'Sembahlah Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu." Nabi Isa pergi berdakwah di jalan Allah SMT. Inti dakwahnya adalah, bahawa tidak ada perantara antara Pencipta dan makhluk; tidak ada perantara antara seorang   penyembah   dan   yang   disembah.   Allah   SWT   menurunkan   kitab   Injil kepada Nabi Isa. Ia adalah kitab suci yang datang untuk membenarkan Taurat dan   berusaha   menghidupkan   syariatnya   yang   pertama.   Injil   adalah   cahaya, petunjuk,     dan   peringatan bagi   orang-orang    yang    bertakwa.    Nabi   Isa  ingin meluruskan      tafsiran   orang-orang     Yahudi    terhadap    syariat   di  mana    mereka menyampaikan         tafsir  dari   syariat   itu   secara   harfiah    dan   sesuai dengan kepentingan mereka. Nabi Isa menenangkan orang-orang yang menjaga syariat bahawa ia tidak datang untuk menghilangkan syariat, tetapi ia datang untuk menyempurnakannya           dan   menyelesaikan      tugas   para   nabi.  Namun     Isa  lebih menekankan pada penafsiran esensinya, bukan kepada bentuk lahiriahnya. Nabi    Isa  memberi     pengertian     kepada   orang-orang     Yahudi    bahawa     sepuluh wasiat yang dibawa oleh Isa mengandung makna-makna yang lebih dalam dari apa    yang   mereka     bayangkan.     Wasiat   yang    keenam    bukan    hanya    melarang pembunuhan         materi,     sebagaimana       yang     mereka      fahami     tetapi    juga menyangkut penindasan dan usaha mencelakakan orang lain.

Sedangkan wasiat yang    ke   tujuh   bukan    hanya    melarang     zina   (dalam    pengertian    terjadinya hubungan      antara    laki-laki  dengan    perempuan      melalui   cara-cara    yang   tidak sah), tetapi zina berarti segala bentuk perbuatan yang menjurus kepada dosa. Misalnya,     ketika   mata   diarahkan     kepada    lawan   jenis   disertai  syahwat   dan hasrat   seksual,   maka   itu   pun   berarti   zina.   Nabi   Isa   berkata:   "Sesungguhnya lebih baik bagi manusia untuk menghindarkan matanya dari sesuatu yang dapat menghancurkannya daripada ia harus hancur dengan mata itu sendiri. Syariat yang   dibawa   oleh   Isa   melarang   untuk   melanggar   sumpah   dan   janji   Nabi   Isa memberi       pengertian     kepada     kaumnya      bahawa     hendaklah      mereka     tidak melakukan sumpah palsu kerana merupakan "kesalahan   besar   jika   nama   Allah   dibuat   main-main   di   atas   mulut-mulut manusia." (Injil Mata 21 sampai 48).

Read More

Kamis, 02 April 2026

asal usul khodam macan putih

Di Indonesia, khodam macan putih dikenal sebagai sosok penjaga gaib yang berasal dari budaya Jawa. Namun, tidak ada catatan sejarah yang pasti mengenai kapan persisnya kepercayaan ini mulai dikenal di Indonesia. 🕵️‍♀️



Asal Usul:

Konsep khodam itu sendiri merupakan bagian dari tradisi spiritual dan supranatural yang berkembang di berbagai budaya Nusantara, termasuk Jawa. Macan putih seringkali dikaitkan dengan kekuatan gaib, keberanian, dan kewibawaan.

Penyebaran:

Kepercayaan terhadap khodam macan putih ini kemungkinan besar tersebar melalui cerita rakyat, legenda, dan ajaran spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi, terutama di kalangan masyarakat yang masih memegang teguh tradisi leluhur.

Jadi, meskipun sulit menentukan tanggal pastinya, khodam macan putih telah lama menjadi bagian dari kepercayaan spiritual masyarakat Indonesia, khususnya Jawa

asal usul khodam macan putih

@gampanggolek.duik

♬ nhạc nền - Tiến Vĩ | Định Giá Kênh Tiktok
Read More