Pembebasan Babilonia
Pada tahun 540 Sebelum Masehi, Cyrus merebut Kerajaan Elam di Mesopotamia timur. Kekaisaran Persia Akhemeniyah kini berbatasan dengan Kekaisaran Neo-Babilonia. Pada saat itu Kekaisaran Neo-Babilonia diperintah oleh Nabonidus.
Nabonidus berkuasa melalui kudeta dan kemudian berselisih dengan pendeta kuat Marduk, salah satu dewa utama Babilonia. Tindakan itu membuat Nabonidus sangat tidak populer di kalangan masyarakat Babilonia. Di sisi lain, masyarakat Babilonia memandang Cyrus sebagai calon pembebas.
Cyrus menginvasi Babilonia pada tahun 539 Sebelum Masehi. Pasukan Kekaisaran Persia Akhemeniyah dengan cepat mengalahkan tentara Babilonia dalam pertempuran singkat di tepi Sungai Efrat.
Nabonidus melarikan diri ketika Cyrus mendekati kota Babel itu sendiri. Babel adalah salah satu kota terbesar di Timur Dekat Kuno. “Kota itu memiliki populasi cukup besar dan pertahanan yang mengesankan,” ungkap Holmes.
Pasukan Persia Akhemeniyah merebut kota tersebut dengan mengalihkan Sungai Efrat ke kanal terdekat. Hal tersebut memungkinkan mereka mengarungi dasar sungai dan memasuki kota pada malam hari.
Babilonia kemudian jatuh tanpa perlawanan dan Cyrus mencegah pasukannya menjarah kota tersebut. Nabonidus menyerah tak lama kemudian. Cyrus the Great akhirnya menguasai seluruh Mesopotamia, Siria, dan Levant. Kekaisaran besarnya sekarang menjadi yang terbesar yang pernah ada di dunia kuno.

0 comments:
Posting Komentar