Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Senin, 23 Februari 2026

KISAH NABI ILYASA'

 KISAH NABI ILYASA'

Bani Israel di taklukan bangsa assyria

Ilyasa' adalah anak dari Safet dan penerus Nabi Ilyas. Ilyasa' adalah Nabi selanjutnya untuk bangsa Israel. Dia menghadapi sikap penyangkalan Raja dan Ratu Israel terhadap agama sepeninggal Nabi Ilyas. 

KISAH NABI ILYASA'

Nabi Ilyasa' menunjukkan banyak mukjizat untuk menunjukkan kekuasaan Allah, tapi mereka malah menyebutnya tukang sihir, sama seperti ketika mereka menyebut Nabi Ilyas sebelumnya. Mereka terus membangkang sepanjang hidup Nabi Ilyasa. Setelah beberapa lama, bangsa Israel ditaklukkan oleh Bangsa Assyria. Bangsa Assyria menghancurkan Kuil Gunung dan menyebabkan kerusakan parah di Israel.

Kisah Ilyasa'

Nama Ilyasa disebut dalam kisah Nabi Ilyas, saat rasul itu dikejar-kejar kaumnya dan bersembunyi di rumah Ilyasa. Maka besar kemungkinan Ilyasa juga tinggal di seputar lembah sungai Jordan.

Ketika Ilyas bersembunyi di rumahnya, Ilyasa masih seorang belia. Saat itu ia tengah menderita sakit. Ilyas membantu menyembuhkan penyakitnya. Setelah sembuh, Ilyasa pun menjadi anak angkat Ilyas yang selalu mendampingi untuk menyeru ke jalan kebaikan. Ilyasa melanjutkan tugas kenabian tersebut begitu Ilyas meninggal. Ilyasa melanjutkan misi ayah angkatnya agar kaumnya kembali taat kepada ajaran Allah SWT.

Ilyasa kemudian mendapati bahwa manusia ternyata begitu mudah kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Nabi Ilyas wafat. Padahal masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Ilyas agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa tak lelah menyeru ke jalan kebaikan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar seruan Ilyasa, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar biasa.

Read More

Patung dwarapala

Berikut adalah informasi lebih lanjut tentang makna filosofis dan sejarah patung Dwarapala di Jawa:

 


Sejarah

 

- Patung Dwarapala mulai muncul di Jawa pada masa Kerajaan Mataram Kuno abad ke-8 hingga ke-10 Masehi, seiring dengan berkembangnya agama Hindu dan Buddha di wilayah tersebut.

- Di candi Hindu seperti Singosari dan Prambanan, mereka bertugas menjaga pintu masuk kompleks candi sebagai penjaga alam gaib. Di candi Buddha seperti Plaosan, mereka juga berperan sebagai pelindung yang melindungi tempat ibadah dan para bhikkhu.

- Pada masa kerajaan Islam, konsep Dwarapala tetap hidup dan diadaptasi di keraton, di mana mereka menjadi simbol penjaga keamanan dan kehormatan istana.

 


Makna Filosofis

 

- Simbol Perlindungan: Dwarapala mewakili kekuatan untuk melindungi dari bahaya fisik dan spiritual, serta menjaga keharmonisan lingkungan sekitarnya.

- Representasi Keseimbangan: Wajah yang menyeramkan namun memiliki makna positif menunjukkan bahwa kekerasan hanya digunakan untuk melindungi kebaikan, mencerminkan konsep guna karma (tindakan yang tepat) dalam ajaran Jawa.

- Peringatan Moral: Penampilannya yang gagah juga diartikan sebagai pengingat untuk menjaga sikap baik dan menghindari perilaku yang tidak benar saat memasuki tempat yang suci atau wilayah yang memiliki nilai penting

Patung Dwarapala di Jawa umumnya memiliki ciri khas sebagai berikut:

 


- Bentuk dan Postur: Berperawakan gemuk dengan tubuh besar, posisi setengah berlutut, dan seringkali menggenggam senjata gada atau tongkat. Wajahnya biasanya menyeramkan dengan mata melotot, bertaring, dan berambut ikal panjang.

- Bahan: Biasanya diukir dari batu andesit.

- Contoh: Patung Dwarapala terbesar di Jawa ada di Candi Singosari dengan tinggi 3,7 meter. Selain itu, juga terdapat di Candi Plaosan abad ke-9 dan beberapa keraton seperti Keraton Yogyakarta serta Keraton Surakarta. 

Apakah kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang makna filosofis atau sejarah patung Dwarapala di Jawa?



Apakah kamu tertarik untuk melihat salah satu patung Dwarapala secara langsung dan ingin tahu lokasi aksesnya yang paling mudah dari Kota Malang?

Tentu! Berikut beberapa lokasi patung Dwarapala yang mudah diakses dari Kota Malang:

 

1. Candi Singosari

 

- Lokasi: Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang (sekitar 15 km dari pusat kota Malang, bisa ditempuh dalam 30-45 menit dengan kendaraan pribadi atau ojek online).

- Informasi: Di sini terdapat patung Dwarapala terbesar di Jawa dengan tinggi 3,7 meter. Selain itu, kamu juga bisa melihat sisa-sisa kompleks candi yang kaya akan sejarah Kerajaan Singosari.

 

2. Candi Plaosan

 

- Lokasi: Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (sekitar 120 km dari Malang, bisa ditempuh dengan mobil dalam 2,5-3 jam atau naik kereta api hingga Stasiun Yogyakarta kemudian melanjutkan dengan kendaraan lokal).

- Informasi: Patung Dwarapala di sini menjaga pintu masuk kompleks candi Buddha yang indah, dengan detail ukiran yang sangat halus.


3. Keraton Kasepuhan Surakarta Hadiningrat (jika berkunjung ke Solo)

- Lokasi: Kota Surakarta, Jawa Tengah (sekitar 200 km dari Malang, tempuh sekitar 4 jam dengan mobil).

- Informasi: Patung Dwarapala di keraton ini diadaptasi dengan gaya Jawa Islam, menjadi simbol penjaga kehormatan istana.

Apakah kamu lebih memilih mengunjungi lokasi yang dekat dengan Malang seperti Candi Singosari, atau tidak keberatan melakukan perjalanan lebih jauh ke Candi Plaosan atau Keraton Solo?

Read More

Minggu, 22 Februari 2026

Tadabbur

Tadabbur adalah kegiatan merenungkan atau memperhatikan sesuatu secara mendalam.Tadabbur Al-Qur'an ,Memahami makna lafal Al-Qur'an, Memikirkan apa yang ditunjukkan, apa yang terkandung pada ayat-ayat Al-Qur'an, Memikirkan apa yang menjadi makna Al-Qur'an, Mengambil manfaat dan hikmah dari Al-Qur'an, Tunduk pada nasihat-nasihat Al-Qur'an, Patuh terhadap perintah Al-Qur'an

perintah tadabur




Surat Muhammad 24-26

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوۡنَ الۡقُرۡاٰنَ اَمۡ عَلٰى قُلُوۡبٍ اَ قۡفَالُهَا‏  ٢٤

Maka tidakkah mereka menghayati Alquran, ataukah hati mereka sudah terkunci?

اِنَّ الَّذِيۡنَ ارۡتَدُّوۡا عَلٰٓى اَدۡبَارِهِمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الۡهُدَىۙ الشَّيۡطٰنُ سَوَّلَ لَهُمۡ ؕ وَاَمۡلٰى لَهُمۡ‏ ٢٥

Sesungguhnya orang-orang yang berbalik (kepada kekafiran) setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, setanlah yang merayu mereka dan memanjangkan angan-angan mereka.

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمۡ قَالُوۡا لِلَّذِيۡنَ كَرِهُوۡا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ سَنُطِيۡعُكُمۡ فِىۡ بَعۡضِ الۡاَمۡرِ ۖۚ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ اِسۡرَارَهُمۡ‏ ٢٦

Yang demikian itu, karena sesungguhnya mereka telah mengatakan kepada orang-orang (Yahudi) yang tidak senang kepada apa yang diturunkan Allah, "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan," tetapi Allah mengetahui rahasia mereka.

Read More