Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Senin, 23 Februari 2026

Patung dwarapala

Berikut adalah informasi lebih lanjut tentang makna filosofis dan sejarah patung Dwarapala di Jawa:

 


Sejarah

 

- Patung Dwarapala mulai muncul di Jawa pada masa Kerajaan Mataram Kuno abad ke-8 hingga ke-10 Masehi, seiring dengan berkembangnya agama Hindu dan Buddha di wilayah tersebut.

- Di candi Hindu seperti Singosari dan Prambanan, mereka bertugas menjaga pintu masuk kompleks candi sebagai penjaga alam gaib. Di candi Buddha seperti Plaosan, mereka juga berperan sebagai pelindung yang melindungi tempat ibadah dan para bhikkhu.

- Pada masa kerajaan Islam, konsep Dwarapala tetap hidup dan diadaptasi di keraton, di mana mereka menjadi simbol penjaga keamanan dan kehormatan istana.

 


Makna Filosofis

 

- Simbol Perlindungan: Dwarapala mewakili kekuatan untuk melindungi dari bahaya fisik dan spiritual, serta menjaga keharmonisan lingkungan sekitarnya.

- Representasi Keseimbangan: Wajah yang menyeramkan namun memiliki makna positif menunjukkan bahwa kekerasan hanya digunakan untuk melindungi kebaikan, mencerminkan konsep guna karma (tindakan yang tepat) dalam ajaran Jawa.

- Peringatan Moral: Penampilannya yang gagah juga diartikan sebagai pengingat untuk menjaga sikap baik dan menghindari perilaku yang tidak benar saat memasuki tempat yang suci atau wilayah yang memiliki nilai penting

Patung Dwarapala di Jawa umumnya memiliki ciri khas sebagai berikut:

 


- Bentuk dan Postur: Berperawakan gemuk dengan tubuh besar, posisi setengah berlutut, dan seringkali menggenggam senjata gada atau tongkat. Wajahnya biasanya menyeramkan dengan mata melotot, bertaring, dan berambut ikal panjang.

- Bahan: Biasanya diukir dari batu andesit.

- Contoh: Patung Dwarapala terbesar di Jawa ada di Candi Singosari dengan tinggi 3,7 meter. Selain itu, juga terdapat di Candi Plaosan abad ke-9 dan beberapa keraton seperti Keraton Yogyakarta serta Keraton Surakarta. 

Apakah kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang makna filosofis atau sejarah patung Dwarapala di Jawa?



Apakah kamu tertarik untuk melihat salah satu patung Dwarapala secara langsung dan ingin tahu lokasi aksesnya yang paling mudah dari Kota Malang?

Tentu! Berikut beberapa lokasi patung Dwarapala yang mudah diakses dari Kota Malang:

 

1. Candi Singosari

 

- Lokasi: Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang (sekitar 15 km dari pusat kota Malang, bisa ditempuh dalam 30-45 menit dengan kendaraan pribadi atau ojek online).

- Informasi: Di sini terdapat patung Dwarapala terbesar di Jawa dengan tinggi 3,7 meter. Selain itu, kamu juga bisa melihat sisa-sisa kompleks candi yang kaya akan sejarah Kerajaan Singosari.

 

2. Candi Plaosan

 

- Lokasi: Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (sekitar 120 km dari Malang, bisa ditempuh dengan mobil dalam 2,5-3 jam atau naik kereta api hingga Stasiun Yogyakarta kemudian melanjutkan dengan kendaraan lokal).

- Informasi: Patung Dwarapala di sini menjaga pintu masuk kompleks candi Buddha yang indah, dengan detail ukiran yang sangat halus.


3. Keraton Kasepuhan Surakarta Hadiningrat (jika berkunjung ke Solo)

- Lokasi: Kota Surakarta, Jawa Tengah (sekitar 200 km dari Malang, tempuh sekitar 4 jam dengan mobil).

- Informasi: Patung Dwarapala di keraton ini diadaptasi dengan gaya Jawa Islam, menjadi simbol penjaga kehormatan istana.

Apakah kamu lebih memilih mengunjungi lokasi yang dekat dengan Malang seperti Candi Singosari, atau tidak keberatan melakukan perjalanan lebih jauh ke Candi Plaosan atau Keraton Solo?

0 comments:

Posting Komentar