Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Sabtu, 27 Desember 2025

Kisah Nabi Musa memegang janggut nabi Harun

 Musa yang selama ini telah bersusah payah membentuk dan memberi keimanan kepada mereka. Sewaktu Nabi Musa menyeberangi Laut Merah setelah pulang dari Mesir, kaki kuda yang ditunggangi oleh Nabi Musa telah tenggelam dalam pasir   di   tengah   lautan   yang   kering   itu.   Dengan   segala   usaha   yang   dilakukan oleh    Nabi   Musa,   kuda   yang    ditungganginya     tetap   tidak   mahu    meneruskan perjalanan untuk menyeberangi Laut Merah. 

kisah janggut nabi harun

Kerana itu Allah telah mengutuskan malaikat Jibrail dengan menunggang kuda betina. Melihat lawan sejenisnya kuda yang ditunggangi oleh Nabi Musa telah mengejar kuda yang ditunggangi oleh Malaikat Jibrail. Samiri yang ikut serta dalam rombongan tersebut telah mengambil segenggam pasir bekas tapak kaki kuda yang ditunggangi oleh Jibrail dan disimpannya untuk dijadikan azimat. 

Apabila tiba masa yang sesuai iaitu semasa Nabi Musa bersunyi di Bukit Sina, Samiri    membuat   patung   seekor   lembu   daripada   emas   murni.   Setelah         siap, patung   itu   diisinya   dengan   pasir   yang   di   ambil   dari   bekas   tapak   kaki   kuda Jibrail.   Dalam     waktu    yang   singkat   sahaja    patung    lembu    tersebut    dapat mengeluarkan        suara.   Melihat   keadaan     tersebut,    umat    Nabi   Musa    datang berduyun-duyun kepada Samiri. Samiri memimpin mereka menyembah patung lembu yang menakjubkan itu. 

Nabi Harun sangat marah setelah melihat umatnya menyembah berhala, lalu berusaha      mencegah      umatnya     daripada    terus   syirik  kepada     Allah   bahkan umatnya   mengancam   Nabi   Harun   untuk   membunuhnya   jika   Nabi   Harun   terus melarang mereka menyembah patung lembu tersebut. Nabi Harun tidak dapat berbuat   apa-apa   untuk   melarang   mereka   daripada   terus   menyembah   patung tersebut. Setelah kembali daripada Bukit Sina, Nabi Musa sangat marah kerana melihat umatnya telah murtad. 

Nabi   Harun   telah   di   persalahkan   dalam   hal   ini.   Dalam   keadaan   marah   yang tidak dapat dikawal Nabi Musa telah menarik janggut Nabi Harun menyebabkan janggut yang dipegang oleh Nabi Musa telah bertukar menjadi putih manakala janggut yang tidak terkena tangan Nabi Musa kekal berwarna hitam. Sejak itu janggut Nabi Harun mempunyai dua warna iaitu putih dan hitam. 


Read More

Jumat, 26 Desember 2025

JANGGUT NABI HARUN a.s. BERWARNA DUA

 JANGGUT NABI HARUN a.s. BERWARNA DUA

Nabi    Musa   Alaihisalam    telah   diperintahkan    oleh   Allah   Subhanahu     Wataala supaya   pergi   ke   bukit   Sina   untuk   menerima   wahyu.   Semasa   pemergian   Nabi Musa,    segala   urusan   telah   diserahkan    kepada    saudaranya    Nabi   Harun    a.s. Pemergian Nabi Musa mengambil masa selama 40 hari dan 40 malam.

JANGGUT NABI HARUN a.s. BERWARNA DUA


Ketiadaan Nabi Musa a.s telah mengembirakan seorang musuh dalam selimut bernama Samiri. Dia telah memunafaat masa ini untuk menyesatkan kaum NabiMusa yang selama ini telah bersusah payah membentuk dan memberi keimanan kepada mereka. Sewaktu Nabi Musa menyeberangi Laut Merah setelah pulang dari Mesir, kaki kuda yang ditunggangi oleh Nabi Musa telah tenggelam dalam pasir   di   tengah   lautan   yang   kering   itu.   Dengan   segala   usaha   yang   dilakukan oleh    Nabi   Musa,   kuda   yang    ditungganginya     tetap   tidak   mahu    meneruskan perjalanan untuk menyeberangi Laut Merah.

Kerana itu Allah telah mengutuskan malaikat Jibril dengan menunggang kuda betina. Melihat lawan sejenisnya kuda yang ditunggangi oleh Nabi Musa telah mengejar kuda yang ditunggangi oleh Malaikat Jibrail. Samiri yang ikut serta dalam rombongan tersebut telah mengambil segenggam pasir bekas tapak kaki kuda yang ditunggangi oleh Jibrail dan disimpannya untuk dijadikan azimat.

Apabila tiba masa yang sesuai iaitu semasa Nabi Musa bersunyi di Bukit Sina, Samiri    membuat   patung   seekor   lembu   daripada   emas   murni.   Setelah         siap, patung   itu   diisinya   dengan   pasir   yang   di   ambil   dari   bekas   tapak   kaki   kuda Jibril.   Dalam     waktu    yang   singkat   sahaja    patung    lembu    tersebut    dapat mengeluarkan        suara.   Melihat   keadaan     tersebut,    umat    Nabi   Musa    datang berduyun-duyun kepada Samiri. Samiri memimpin mereka menyembah patung lembu yang menakjubkan itu.

Nabi Harun sangat marah setelah melihat umatnya menyembah berhala, lalu berusaha      mencegah      umatnya     daripada    terus   syirik  kepada     Allah   bahkan umatnya   mengancam   Nabi   Harun   untuk   membunuhnya   jika   Nabi   Harun   terus melarang mereka menyembah patung lembu tersebut. Nabi Harun tidak dapat berbuat   apa-apa   untuk   melarang   mereka   daripada   terus   menyembah   patung tersebut. Setelah kembali daripada Bukit Sina, Nabi Musa sangat marah kerana melihat umatnya telah murtad.

Nabi   Harun   telah   di   persalahkan   dalam   hal   ini.   Dalam   keadaan   marah   yang tidak dapat dikawal Nabi Musa telah menarik janggut Nabi Harun menyebabkan janggut yang dipegang oleh Nabi Musa telah bertukar menjadi putih manakala janggut yang tidak terkena tangan Nabi Musa kekal berwarna hitam. Sejak itu janggut Nabi Harun mempunyai dua warna yaitu putih dan hitam.

Read More

Kamis, 25 Desember 2025

Kisah raksasa auj bin unuq

 Auj Bin Unuq Cucu Nabi Adam yang Badannya Setinggi dan Sebesar Gunung

auj bin unuq

Auj Bin Unuq Cucu Nabi Adam yang Badannya Setinggi dan Sebesar Gunung  Disebutkan bahwa Auj bin Unuq terlahir seratus tahun sebelum wafatnya Nabi Adam as. Ibunya bernama Anaq, putri dari Nabi Adam asBanyak yang mengatakan bahwa Auj dilahirkan oleh ibunya dari sebuah perzinaan (lahir tanpa melalui pernikahan). Auj merupakan seorang kafir yang sangat kejam, jahat, sombong dan tidak berperikemanusiaan. Dikutip dari buku Kisah Para Nabi karya Imam Ibnu Katsir, Auj bin Unuq atau Ibnu Inaq ini telah hidup sejak masa Nabi Nuh AS hingga masa Nabi Musa AS.

Ukuran setiap jari tangannya ialah tiga hasta. Ketika berdiri, awan berada di sekitar pingggulnya. Seluruh binatang takut padanya. Mereka akan lari ketakutan begitu melihat Auj bin Unuq. Raksasa Auj bin Unuq sering disebut dalam berbagai kitab sejarah kuno, terutama dalam konteks pertempuran melawan para nabi.

Kisah mengenai Auj bin Unuq ini sendiri terbagi menjadi dua versi, dan tidak dapat diketahui mana yang benar atau tidak. Sebab, keberadaan Auj bin Unuq sendiri lekat dengan kisah dongeng karena tak memiliki sumber serta dasar yang kuat.

Auj bin Unuq disebut sebagai keturunan Nabi Adan AS dan memiliki tubuh raksasa. Ia hidup di zaman Nabi Nuh AS hingga Nabi Musa AS. Ketika Nabi Nuh diperintahkan membuat bahtera, Auj bin Unuq ikut membantu beliau dalam pembuatan bahtera itu. Dia membawakan kayu-kayu yang berat dari hutan.

Untuk membalas jasanya, Nabi Nuh as selalu memberinya roti. Auj sangat membenci penduduk kota yang memusuhi Nabi Nuh as. Dan apabila ia datang ke kota, semua orang takut dan gemetar melihat kedatangannya.Tatkala Nabi Nuh merampungkan membuat bahtera dan banjir mulai datang, Auj memohon kepada Nabi Nuh agar ia diberi tempat dalam bahtera tersebut. Akan tetapi Nabi Nuh menolak keinginannya itu. Saat banjir melanda seluruh dunia, tinggi air tidak mencapai lutut Auj bin Unuq, Auj pun hidup hingga masa Nabi Musa as.

Kisah Auj bin Unuq Versi Kedua

Dari sumber lain, Auj bin Unuq dikisahkan sebagai seorang raksasa keturunan Nabi Adam AS yang memiliki sifat kejam, sombong, dan jahat. Dikisahkan, Auj bin Unuq ini mengejek dan mengolok-olok Nabi Nuh AS dengan perkataan yang buruk. Salah satu perkataannya yaitu ketika sedang berada di bahtera Nabi Nuh, dia berkata, "Mangkuk apa yang kamu buat ini?"

Masih terdapat riwayat-riwayat lain yang mengatakan tentang keburukan Auj bin Unuq. Namun sangat sedikit sumber yang mengisahkannya karena kisah ini merupakan mitos yang bertentangan dengan dalil, baik secara akal ataupun naqal (Al-Qur'an dan hadits).

Auj bin Unuq Mitos atau Fakta? 

Secara akal, jika anak Nabi Nuh yang dibinasakan karena kekufurannya padahal ayahnya adalah seorang Nabi, bagaimana mungkin Auj bin Unuq yang lebih kufur dan dzalim tidak dibinasakan.

Secara naqal, Allah SWT berfirman dalam surat As Safaat ayat 80-82,

Artinya: "Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. Kemudian Kami tenggelamkan yang lain."

Di antara doa Nabi Nuh yang dikabulkan juga disebutkan dalam Al-Qur'an,

"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi."

Mitos Auj bin Unuq ini juga bertentangan dengan hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dengan tinggi 60 hasta. Kemudian semakin lama tinggi manusia semakin berkurang, hingga saat ini." Hadits tersebut merupakan hadits yang shahih, terpercaya, dapat diandalkan, dan terjaga.

Hadits tersebut juga menunjukkan bahwa tidak ada keturunan Nabi Adam yang memiliki tubuh lebih tinggi dari Nabi Adam. Dalam bukunya, Ibnu Katsir berpandangan bahwa kisah Auj bin Unuq adalah mitos belaka dan cerita yang hanya dikarang oleh beberapa orang zindik dan pelaku dosa (musuh-musuh Nabi Muhammad SAW).

Sayangnya, informasi mengenai kehidupan Auj bin Unuq sangat terbatas dan tidak banyak yang diketahui tentang dirinya. Dari kisah tersebut, maka sudah sepantasnya sebagai umat muslim yang beriman untuk memilah dan mencari sumber yang shahih berdasarkan dalil (Al-Qur'an dan hadits).

Kisah Auj bin Unuq terdapat dari buku Kisah Para Nabi karya Imam Ibnu Katsir, 

Read More

Rabu, 24 Desember 2025

silsilah bani israil

Ibnu Abbas ra pernah mengisahkan:

" Saya pernah hadir di kumpulan orang-orang Yahudi. Lalu, Nabi bertanya kepada mereka, 'Tahukah kalian bahwa Israel adalah nama Yakub?' Mereka menjawab, 'Iya benar'. Kata Nabi saw, 'Ya Allah saksikanlah'." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad)

Israel sendiri adalah julukan untuk Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim. 

Yehudi Istilah ini awalnya digunakan untuk merujuk pada keturunan Yehuda  putra keempat Ya'qub

"Yisra'el" dapat diartikan sebagai "yang berjalan dengan Allah" atau "yang berjuang dengan Allah Israel yang adalah Yakub bin Ishak bin Ibrahim as memiliki makna sebagai hamba Allah. Karena 'isra' sendiri berarti hamba dan 'el' berarti Allah.Sehingga, nama Israel adalah Nabi Yakub as yang artinya adalah hamba Allah. Sedangkan dalam Islam sendiri disebut dengan nama Abdullah.

 Isteri

Lea — putri Laban. Melahirkan enam putra dan seorang putri.

Rahel — putri Laban, adik Lea. Melahirkan dua putra.

Bilha — budak Rahel. Melahirkan dua putra.

Zilpa — budak Lea. Melahirkan dua putra.

silsilah bani israil

Putera

  • Ruben — putra dengan Lea
  • Simeon — putra dengan Lea
  • Lewi — putra dengan Lea. Sebagian besar nabi dan imam (pemuka agama) Bani Israil merupakan keturunan Lewi. Beberapa keturunannya antara lain Musa, Harun, Samuil (Samuel), Ilyas (Elia), Zakariyya, dan Yahya (Yohanes Pembaptis). Sebagian pendapat menyatakan bahwa Maryam (Maria) termasuk keturunan Lewi.
  • Yehuda — putra dengan Lea. Keturunannya menjadi raja dari Kerajaan Israel (di antaranya Dawud (Daud) dan Sulaiman (Salomo)) dan Kerajaan Yehuda. Sebagian pendapat menyatakan bahwa Maryam termasuk keturunan Yehuda.
  • Dan — putra dengan Bilha
  • Naftali — putra dengan Bilha
  • Gad — putra dengan Zilpa
  • Asyer — putra dengan Zilpa
  • Isakhar — putra dengan Lea
  • Zebulon — putra dengan Lea
  • Yusuf — putra dengan Rahel. Keturunan Yusuf terbagi menjadi dua:Efraim — putra kedua Yusuf. Keturunannya antara lain Yusya' (Yosua) dan Ilyasa' (Elisa).Manasye — putra pertama Yusuf. Sebagian pendapat menyatakan bahwa Thalut termasuk suku Manasye.
  • Benyamin — putra dengan Rahel. Salah satu keturunannya adalah Yunus. Sebagian pendapat menyatakan bahwa Thalut termasuk keturunan Benyamin.

Puteri

  • Dina — putri dengan Lea


Read More

Selasa, 23 Desember 2025

golongan muktazilah

 Sejarah Lahirnya Aliran Mu’tazilah.

 Secara harfiah kata Mu’tazilah berasal dari I’tazalah yang berarti berpisah atau memisahkan diri yang berarti juga menjauh atau menjauhkan diri. Muktazilah adalah aliran teologi dalam Islam yang berlandaskan akal atau rasional. Aliran ini juga dikenal sebagai "kaum rasionalis Islam".

golongan muktazilah


  Secara tekhnis istilah Mu’tazilah menunjuk pada dua golongan, yaitu :

a. Golongan pertama muncul sebagai respon politik murni, golongan ini tumbuh sebagai kaum netral politik, khususnya dalam arti bersikap lunak dalam menangani pertentangan  antara Ali bin Abi Thalib dan lawan lawannya, terutama Mu’awiyah, Aisyah, Thalhah   dan Abdullah bin Zubeir. Golongan inilah   yang mula mula disebut kaum Mu’tazilah  karena mereka menjauhkan diri dari masalah pertikaian khilafah. Kelompok ini bersikap  netral tanpa stigma teologi.

b. Golongan kedua muncul sebagai respon persoalan teologi yang berkembang di kalangan Khawarij  dan Murji’ah  akibat adanya peristiwa  Tahkim. Golongan ini muncul karena mereka berbeda pendapat dengan golongan Khawarij dan Murji’ah tentang pemberian status kafir terhadap pelaku dosa besar.

 Beberapa  versi  tentang  pemberian  nama  Mu’tazilah  berpusat  pada  peristiwa  yang  terjadi antara Washil bin Atha dan temannya Amr bin Ubaid dan Hasan Al Basri di Basrah.

Ketika Washil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh Hasan al Basri di mesjid Basrah, datanglah seseorang yang bertanya mengenai pendapat Hasan Al Basri tentang orang yang berdosa  besar.  Ketika   Hasan   Barsi   masih   berpikir  Washil  mengemukakan   pendapatnya dengan mengatakan: “ Saya berpendapat bahwa orang yang berbuat dosa besar bukanlah  mukmin dn bukan pula kafir, tetapi berada pada posisi di antara keduanya, tidak mukmin dan tidak kafir.” Kemudian Washil menjauhkan diri dari Hasan Al Basri dan pergi ke tempat lain   di   lingkungan   mesjid.   Di   tempat   itu  Washil  mengulangi   pendapatnya   di   hadapan pengikutnya. Dengan adanya peristiwa ini Hasan Al Basri berkata: “ Washil menjauhkan diri   dari  kita (I’tazaala  anna)     maka    dengan    adanya    peristiwa   ini  maka   Washil   dan kelompoknya dinamakan kaum Mu’tazilah.

 Versi lain dikemukakan olehAl Baghdadi ia mengatakan bahwa Washil dan temannya Amr bin Ubaid diusir oleh Hasan Al Basri dari majlisnya karena ada pertikaian tentang masalah   qadla  dan   orang   yang  berbuat   dosa  besar,   lalu   keduanya   menjauhkan   diri   dari Hasan Al Basri dan berpendapat bahwa orang yang berdosa besar itu tidak mukmin dan tidak pula kafir. Oleh karena itu golongan ini dinamakan golongan Mu’tazilah.

 Versi lain dikemukakan oleh Tasy Kubra Zadah yang menyebut bahwa Qatadah bin Da’mah pada suatu hari masuk mesjid Basrah dan bergabung dengan majlis Amr bin Ubaid yang disangkanya adalah majlis Hasan Al Basri. Setelah mengetahui bahwa majlis tersebut bukan majlis Hasan Al Basri maka ia berdiri dan meninggalkan tempat sambil berkata: “ini  kaum Mu’tazilah.”Sejak itulah kaum tersebut dinamakan kaum Mu’tazilah.

 Al Mas’udi memberikan keterangan tentang asal usul kemunculan Mu’tazilah tanpa menghubungkannya dengan peristiwa antara Washil dan Hasan Al Basri. Tetapi mereka diberi Mu’tazilah karena berpendapat bahwa orang yang berdosa bukanlah mukmin dan bukan pula kafir, tetapi menduduki tempat diantara kafir dan mukmin. (al manzila bain al manzilatain)

Di   samping   keterangan   keterangan   ini   ada   teori   baru   yang   dikemukakan   oleh Ahmad Amin bahwa nama Mu’tazilah sudah terdapat sebelum adanya peristiwa  Washil dengan Hasan Al Basri dan sebelum timbulnya pendapat tentang posisi diantara dua posisi  jika hal ini digunakan untuk orang orang yang tidak mau ikut campur dengan peristiwa  peristiwa yang terjada pada masa Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Mu’awiyah bin   Sofwan dan lain lain.( golongan yang saling bertikai).

 Dengan   demikian   golongan  Mu’tazilah  mempunyai   corak   politik   yang   diawali dengan peristiwa peristiwa khalifah yang dilanjutkan dengan persoalan persoalan teologi dan falsafat ke dalam ajaran ajaran Mu’tazilah.

       Untuk mengetahui dengan jelas asal usul nama Mu ’tazilahini memang sulit karena berbagai   pendapat   diungkapkan   oleh   para   ahli   tetapi   belum   adanya   kata   sepakat   antara mereka dari mana asal usul nama Mu’tazilah tersebut. Menurut hemat penulis bahwa nama mu’tazilah  itu  muncul  dari  sikap  orang  orang  pada  masa   itu.  Tetapi  yang   jelas   bahwa golongan Mu’tazilah merupakan aliran teologi yang mengedepankan akal sehingga mereka  mendapat nama “kaum rasionalis Islam.”

Kaum  Mu’tazilah  adalah   golongan   yang   membawa   persoalan   persoalan   teologi yang lebih mendalam dan bersifat filosofis dibanding dengan persoalan persoalan   yang dibawa kaum Khawarij dan Murji’ah.

Read More

Senin, 22 Desember 2025

Khasiat Dzikir Asmaul Husna

Khasiat Dzikir Asmaul Husna:Dzikir Asmaul Husna adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Asmaul Husna adalah nama-nama Allah SWT yang indah dan agung, seperti Al-Rahman, Al-Rahim, Al-Malik, dan lain-lain.

Khasiat dari berdzikir dengan Asmaul Husna antara lain:

  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT
  • Meningkatkan iman dan takwa
  • Mendapatkan ketenangan hati dan jiwa
  • Memperoleh keberkahan dan kesuksesan
  • Mendapatkan perlindungan dari Allah SWT
  • Meningkatkan kesadaran akan kebesaran Allah SWT
Khasiat Dzikir Asmaul Husna


Cara berdzikir dengan Asmaul Husna:

  • Membaca nama-nama Allah SWT dengan khusyuk dan penuh penghayatan
  • Mengulangi nama-nama Allah SWT sebanyak mungkin
  • Menghayati makna dan sifat-sifat Allah SWT yang terkandung dalam nama-namaNya
  • Berdoa dan memohon kepada Allah SWT dengan menggunakan nama-nama-Nya yang indah.

Dzikir Asmaul Husna

No Dzikir Link
1 dzikir asmaul husna Allah Khasiat dzikir Asmaul husna Allah
2 dzikir asmaul husna arrahman Khasiat dzikir Asmaul husna Ar Rahman
3 dzikir asmaul husna arrahim Khasiat dzikir Asmaul husna Ar Rahim
4 Khasiat dzikir Asmaul husna Al Malik
5 Khasiat dzikir Asmaul husna Al Quddus
6 Khasiat dzikir Asmaul husna As Salam
7 Khasiat dzikir Asmaul husna Al Mu’min
8 Khasiat dzikir Asmaul husna Al Muhaimin
9 Khasiat dzikir Asmaul husna Al ‘Aziiz
10 Khasiat dzikir Asmaul husna Al Jabbar
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99

Contoh dzikir Asmaul Husna:

  • Ya Rahman, Ya Rahim... (membaca nama-nama Allah SWT dengan khusyuk)
  • Allahumma inni as'aluka bi-ismika Al-Rahman Al-Rahim... (berdoa dengan menggunakan nama-nama Allah SWT)

Istiqomah dalam melakukan segala amalan agar mendapatkan hasil maksimal

Read More

Kisah Nabi Harun AS gagal menjaga keimanan bani israil

 Kisah Nabi Harun AS gagal menjaga keimanan bani israil

Sebelum Nabi Musa naik untuk bertemu dengan Tuhannya, ia menjadikan saudaranya, Harun, sebagai khalifahnya untuk kaumnya. Harun diangkatnya sebagai wakilnya yang bertanggungjawab    untuk   mengurus    kaumnya.  

Kisah Nabi Harun AS gagal menjaga keimanan bani israil

Musa   berjalan   menuju   ke   Harun,   lalu   ia   meletakkan   papan   Taurat   dengan tangannya di atas tanah. Tampaknya api kemarahan telah membakamya. Musa memegang   Harun   dari   rambut   kepalanya   sampai   rambut   janggutnya   sambil berkata: "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,    (sehingga)    kamu    tidak   mengikuti     aku?   Maka    apakah    kamu     telah (sengaja) menderhakai perintahku?" (QS. Thaha: 92-93) Musa    bertanya,    "Apakah    Harun    tidak   mentaati    perintahnya,    bagaimana      ia mendiamkan        fitnah   ini;  bagaimana     ia  tetap   bersama     mereka     dan   tidak meninggalkan mereka serta berlepas diri dari perbuatan mereka; bagaimana ia tetap diam   dan   tidak  berusaha   melawan   mereka,   bukankah orang   yang   diam atau   membiarkan   suatu   kesalahan   itu   bertanda   bahawa   ia   merestuinya   atau bahagian dari kesalahan itu?" Keheningan semakin meningkat ketika gelora api kemarahan       Musa    semakin    membara.      Harun    berbicara     kepada    Musa    dan meminta      kepadanya      untuk   melepaskan      kepalanya    dan   janggutnya     kerana mereka   berdua   berasal   dari   ibu   yang   satu.   Harun   mengingatkan   Musa   akan kedekatan   hubungannya   melalui   ibu,   bukan   melalui   ayah   agar   hal   itu  

lebih dapat membuat Musa merasa kasihan kepadanya:

"Harun menjawab: 'Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku.'" (QS. Thaha: 94)

Harun   memberi pengertian  kepada      Musa    bahawa    ia  sama   sekali   tidak bermaksud        menentang       perintahnya,      dan    ia  pun    tidak   menunjukkan   sikap merestui   penyembahan         anak    sapi,   tetapi   ia   khuatir    jika  ia  meninggalkan mereka   dan    pergi   lalu  Musa    bertanya     kepadanya,       mengapa      ia  tidak   tetap tinggal     bersama  mereka?     Mengapa      seorang     yang   bertanggungjawab     kepada mereka   justru   meninggalkan   mereka?   Di   samping   itu,   ia   juga   khuatir   jika   ia memerangi      mereka    dengan kekerasan   maka  terjadi    peperangan      di   antara mereka.       Lalu    Musa     akan     bertanya    kepadanya,  mengapa       ia   membikin perpecahan   di   antara   mereka   dan   mengapa   ia   tidak   menunggu   kembalinya Musa 

Nabi Harun sangat marah setelah melihat umatnya menyembah berhala, lalu berusaha      mencegah      umatnya  daripada    terus   syirik  kepada     Allah   bahkan umatnya   mengancam   Nabi   Harun   untuk   membunuhnya   jika   Nabi   Harun   terus melarang mereka menyembah patung lembu tersebut. Nabi Harun tidak dapat berbuat   apa-apa   untuk   melarang   mereka   daripada   terus   menyembah   patung tersebut. Setelah kembali daripada Bukit Sina, Nabi Musa sangat marah kerana melihat umatnya telah murtad. Nabi   Harun   telah   di   persalahkan   dalam   hal   ini.   Dalam   keadaan   marah   yang tidak dapat dikawal Nabi Musa telah menarik janggut Nabi Harun menyebabkan janggut yang dipegang oleh Nabi Musa telah bertukar menjadi putih manakala janggut yang tidak terkena tangan Nabi Musa kekal berwarna hitam. Sejak itu janggut Nabi Harun mempunyai dua warna iaitu putih dan hitam.

Read More

Minggu, 21 Desember 2025

Kisah Nabi Harun AS

 Kisah Nabi Harun AS

Sebelum Nabi Musa naik untuk bertemu dengan Tuhannya, ia menjadikan saudaranya, Harun, sebagai khalifahnya untuk kaumnya. Harun diangkatnya sebagai wakilnya yang bertanggungjawab    untuk   mengurus    kaumnya.  Musa   berjalan   menuju   ke   Harun,   lalu   ia   meletakkan   papan   Taurat   dengan tangannya di atas tanah. 

kisah nabi harun


Tampaknya api kemarahan telah membakamya. Musa memegang   Harun   dari   rambut   kepalanya   sampai   rambut   janggutnya   sambil berkata: "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,    (sehingga)    kamu    tidak   mengikuti     aku?   Maka    apakah    kamu     telah (sengaja) menderhakai perintahku?" (QS. Thaha: 92-93) Musa    bertanya,    "Apakah    Harun    tidak   mentaati    perintahnya,    bagaimana      ia mendiamkan        fitnah   ini;  bagaimana     ia  tetap   bersama     mereka     dan   tidak meninggalkan mereka serta berlepas diri dari perbuatan mereka; bagaimana ia tetap diam   dan   tidak  berusaha   melawan   mereka,   bukankah orang   yang   diam atau   membiarkan   suatu   kesalahan   itu   bertanda   bahawa   ia   merestuinya   atau bahagian dari kesalahan itu?" Keheningan semakin meningkat ketika gelora api kemarahan       Musa    semakin    membara.      Harun    berbicara     kepada    Musa    dan meminta      kepadanya      untuk   melepaskan      kepalanya    dan   janggutnya     kerana mereka   berdua   berasal   dari   ibu   yang   satu.   Harun   mengingatkan   Musa   akan kedekatan   hubungannya   melalui   ibu,   bukan   melalui   ayah   agar   hal   itu  

lebih dapat membuat Musa merasa kasihan kepadanya:

"Harun menjawab: 'Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku.'" (QS. Thaha: 94)

Harun   memberi pengertian  kepada      Musa    bahawa    ia  sama   sekali   tidak bermaksud        menentang       perintahnya,      dan    ia  pun    tidak   menunjukkan   sikap merestui   penyembahan         anak    sapi,   tetapi   ia   khuatir    jika  ia  meninggalkan mereka   dan    pergi   lalu  Musa    bertanya     kepadanya,       mengapa      ia  tidak   tetap tinggal     bersama  mereka?     Mengapa      seorang     yang   bertanggungjawab     kepada mereka   justru   meninggalkan   mereka?   Di   samping   itu,   ia   juga   khuatir   jika   ia memerangi      mereka    dengan kekerasan   maka  terjadi    peperangan      di   antara mereka.       Lalu    Musa     akan     bertanya    kepadanya,  mengapa       ia   membikin perpecahan   di   antara   mereka   dan   mengapa   ia   tidak   menunggu   kembalinya Musa 

Nabi Harun sangat marah setelah melihat umatnya menyembah berhala, lalu berusaha      mencegah      umatnya  daripada    terus   syirik  kepada     Allah   bahkan umatnya   mengancam   Nabi   Harun   untuk   membunuhnya   jika   Nabi   Harun   terus melarang mereka menyembah patung lembu tersebut. Nabi Harun tidak dapat berbuat   apa-apa   untuk   melarang   mereka   daripada   terus   menyembah   patung tersebut. Setelah kembali daripada Bukit Sina, Nabi Musa sangat marah kerana melihat umatnya telah murtad. Nabi   Harun   telah   di   persalahkan   dalam   hal   ini.   Dalam   keadaan   marah   yang tidak dapat dikawal Nabi Musa telah menarik janggut Nabi Harun menyebabkan janggut yang dipegang oleh Nabi Musa telah bertukar menjadi putih manakala janggut yang tidak terkena tangan Nabi Musa kekal berwarna hitam. Sejak itu janggut Nabi Harun mempunyai dua warna iaitu putih dan hitam.

Read More

Hizib Lathif

Hizib Lathif adalah salah satu jenis doa atau wirid yang biasa dibaca oleh umat Islam, terutama dalam tradisi Sufi. Hizib Lathif biasanya dibaca untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan dari Allah SWT.

Hizib Lathif


Hizib Lathif terdiri dari beberapa ayat Al-Qur'an dan doa-doa yang dipilih untuk dibaca secara khusus. Pembacaan Hizib Lathif biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti setelah shalat fardhu atau sebelum tidur.

 

بِسمِاللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اِلٰى حَضْرَ ةِ حِزِبِ الَّلطيْفِ الْفَا تِحَةْ....

 

بِسمِاللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

بِخَفِيِّ لُطْفِ اللّٰهِ بِلَطِيْفِ صُنْعِ اللّٰهِ بِجَمِيْلِ سِتْرِ اللهِ دَ خَلْتُ فِىكَنَفِ اللّٰهِ صَلّى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ بِيَاهٍ ٣ Xء اُهَيْلٍ  ٣X اَهْيَا شٍ ٣X  حَجَبْتُ نَفْسِى  بِجَا بِ اللّٰهِ وَ مَنَعْتُهَا بِاٰ يَا تِ اللهِ وَ بِاْ لاٰ يَاتِ اْلبَيِّنَا تِ اْلبَيِّنَا تِ وَبِحَقِّ مَنْ يُحْيِ الْعِظَاَ مَ وَهِىَ رَمِيْمٌ جِبْرِيْلُ عَنْ يَمَيْنِى   مانوليه كٓبلَاكڠ   وَمِيْكَئِيلُ عَنْ يَسَا رِ ى   مانوليه كٓا كيرِى  وَ سَيِّدُ نَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللّٰهِ عَليْهِ وَ سَلَّمَ فِ اَمَا مِى   مڠهَا دف كادڤن كآدوَا تا ڠن دى اڠكت سديكيت دان كآدواجَا ر تلونجؤ يا  عَصَا مُوسٰى فِى يَدِى    سَمبيل مڠكاڠكام كد وا تلا ڤاء تاڠن دان د ي كر أكن    وَمَنْ رَاٰ نِى هابَنِى   سَمبيل مڠكاڠكام كآ داو تاڠن دانْ تَا ڠن دا ن  د ي كر أكن   وَخَا تَمُ سَيِّدِنَا سُلَيْمَا نَ عَلٰ لِسَانِى   ليدهدى كىلوم  فَمَنْ تَكَلَّمْتُ عَلَيْهِ قَضَى حَاجَتِي    ليد هيا تتڤ دي كالم   دان د الم حاتييا مڠوچف وسيلة دان ما يبو تكن حاجتيا  و سلتثا كفد اسيا فا سا جَا خصصو ياكفدا ملائكة مكائل دان ِسرفِيل جڠن كڤدا ملا ئكَة عزرئيل بهايا    يَا اَللهُ يَا رَسُوْ لَ اللّٰهِ  يَسَيِّدِى الشيخ محى امدين عبدالقا دار الجيلَانى    سَيا مو هنكفد اڠكو مو هنكنله كڤد اكاڤد اللّه سمڬدن سيا دى ايسكرامة دان معجزات ايت حزباللطيف يڠتله سياويردجن

 

Bacaan terakhir bisa diganti tulisan berikut

خُصُوْصًا اِلىَ رُوْحِ شَيخْ عَبْدُ اْلقاَدِرْ اْلجَيْلاَنِىْ وَصَاحِبِ حِزِبْ لَطِيفْ شَيْئٌ ِللهِ لَهُمُ اْلفَاتِحَةْ…….

KHUSUSHON ILAA RUUHI SYAIKHI ABDUL QODIR ZAELANI WA SHOHIBI HIZIB LATHIIF SYAIUN LILLAAHI LAHUMUL FATIHAH…………

 

Bissmillaahirahmanirahiim

Bikhafiyin lutfhillahi bilathiifi shun’illaaihi bujamiili sitrillaahi dakhaltu fii kanafillaahi shallallaahu ‘alaihi wasallama,biyaahiin 3x uhailin 3x, ahyaasyin 3x hajajtu nafsii bihijaabillaahi wamana’’tuha bi-aayatillaahi wabil-aaytil bayyinaati wabihaqqqi man yuhyil ‘’ilahaama wahiya ramiimun jibriilu ‘an yamiini (menoleh kekanan) wa-israfilu an waraa-ii (menoleh kebelakang) wamikaiilu’an yasaarii (menoleh ke kiri) wasayyidunaa muhammadun shallahu ‘alaihi wasallama (menghadap ke depan)  kedua tangan diangkat dan kedua tangannya diangkat sedikit dan kedua jari menggenggam kedua telapak tangan dan digerak-gerakan ) wakhatama sayyidinna sulaimana alaa lisaanii(lidah dikulum)faman takallamtu ‘alaihi qadha haajati (lidahnya tetap dikulum dan dalam hatinya mengucap wasilah dan menyebutkan hajatnya wasilah nya kepada siapa saja khusunya kepada mlaikat mikail,israfil jangan kepada malaikat izrail bahaya) Ya Allah Ya Rasulullah yaa sayyidi syaikh muhdiyyin abdil qadir jailani saya memohon kepada engkau mohonkan kepada Allah semoga badan saya diisi karamah dan mukjizat hizib lathif yang telah saya wiridkan

Cara mengamalkan Hizib Lathif

1.berpuasa selama 9 hari

2.selama berpuasa hizib lathif dibaca sesudah shalat fardhu sebanyak 11 kali

3.setelah selesai berpuasa hizib lathif diwiridkan sesudah maghrib dan subuh 1 kali secara istiqomah (terus menerus)

Khasiat Hizib lathif

1.selamat dari bala’’ atau bencana apa saja

2.diberikan kesabaran dalam hatinya dan rukun dalam pergaulannya

3.bila sesudah ashar dibaca 1kali secara istiqomah (terus menerus) insya Allah diberikan keluasan rezeki

4.bila menghadapi musuh siapa saja bacalah 1 kali lalu telapak kaki kanan di hentakan ke tanah insya Allah musuh anda tidak mempunyai kekuatan dan daya apa-apa

5.jika anda difitnah oleh orang yang zhalim bacalah hizib lathif sebanyak 41kali setelah selesai shalat ashar insya Allah dengan barokah dan karomah hizib lathif orang yang zhalim tersebut akan mendapat balasan atas perbuatannya berupa apa saja mungkin berupa penyakit kuning,minggat dari rumah berubah akalnya kacau pikirannya dan lain-lain yang ditentukan oleh Allah Swt

 

 

HIZIB LATHIIF

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ اَللّهُمَّ بِخَفِيِّ لُطْفِ اللهِ بِلَطِيْفِ صُنْعِ اللهِ بِجَمِيْلِ سِتْرِ اللهِ دَخَلْتُ فِىْ كَنَفِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَاهٍ × 3 اُهَيْلٍ ×3 اَهْياَسٍ ×3.حَجَبْتُ نَفـْسِيْ بِحِجَابِ اللهِ وَمَنَعْتُهَا بِاَيَاتِ اللهِ َوبِاْلاَيَاتِ الْبَيِّنَاتِ وَبِحَقِّ مَنْ يُحْيىِ اْلعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمُ جِبْرِيْلُ عَنْ يَمِيْنِىْ

( meniup kearah kanan)

وَمِيْكَائِيلُ عَنْ يَسَرِىْ

( meniup kearah kiri)

وَاِسْْرَافِيلُ عَنْ وَرَائِى

( meniup kebelakang)

وَعِزْرَائِيلُ عَنْ فَوْقِي

( meniup kearah atas)

وَسَيِّّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِِ وَسَلَّمْ فِىْ اَمَامِىْ

( meniup kearah depan)

وَعَصَى مُوْسَى فِىْ يَدِىْ

( meniup kearah kedua tangan)

وَمَنْ رَاَنِىْ هَابَنِىْ وَخَاتـَمُ سَيِّدِنَا سُلَيْمَانَ عَلَى لِسَانِىْ فَمَنْ تَكَلَّمْتُ عَلَيْهِِ قَضَى حَاجَتِىْ ونو ر يوسفَ على وجهى فمن رأني أحبني والله من ورا ءهم محيطٌ بل هو قرْانٌ مجيدٌ في لوح ٍ محفوظ فا الله خير حا فظا وهو أر حم الرا حمين وصلى الله على سيدنا محمد و على اله وصحبه وسلم

 

 

Tulisan Latin

 

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM. ALLOHUMMA BIKHOFIYILLOH. BILAFZHI SHUN ‘ILLOH. BIJAMIILI SITRULLOH. FII KANAFIYILLOH. WATASAFA’TU BIROSULILLAAHI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM. BIYAHIN 3 X AHILIN 3 X AHYASIN 3 X HAJATTU NAFSI BIHIJAABILLAAH. WAMANA’TUHAA BIAATIN WABIL AAYAATILLAAHIL BAYYINAATI. WABIHAQQI MAN YUHYIL ‘IDZHOOMA WAHIYA ROMIIM. MALAIKAT JIBRIL AN YAMINII ( meniup ke arah kanan ).

WA MALAIKAT MIKAIL AN YASARII ( meniup ke arah kiri ).

WA MALAIKAT ISROFIL AN WARO-II ( meniup ke arah belakang ).

WA MALAIKAT IZRAIL AN FAUQII ( meniup ke arah atas ).

WA SAYYIDINA MUHAMMADIN SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM FII AMAAMII ( meniup ke arah depan ).

WA ‘ASHO SAYYIDINAA MUSA FII YADII

( meniup ke arah kedua tangan ).

WA NUURU SAYYIDINAA YUSUF ALA WAJHII. WAMAN RO-ANII HAABANII. WAKHOTAMA SAYYIDINAA SULAIMANA ‘ALAA LISAANII. FAMAN TAKALLAMTU ‘ALAIHI QODHO HAAJATII .

 

Fadhilah :

 

a. Setelah shalat Ashar dibaca 1 x dengan istiqomah Insya Allah diberi mudah rizqinya.

b. Disayang oleh segenap manusia dan kelihatan berwibawa.

c. Diberi keberanian dan tidak gentar menghadapi lawan yang berbadan tinggi besar, para penjahat dan oknum militer.

d. Selamat dari bacokan golok, tusukan pisau, tebasan pedang dan aneka macam senjata tajam lainnya.

e. Senjata api baik laras panjang maupun laras pendek ( pistol ) dibuat macet tidak dapat meletus.

f. Selamat dari ledakan bom dan sejenisnya.

g. Selamat dari pukulan tangan kosong maupun hantaman benda tumpul.

h. Dengan tiupan mulut lawan yang menyerang dengan emosi akan dibuat terpental.

i. Selamat dari pengeroyokan massal dan tanah bila di garis memakai tangan lawan tidak dapat mengejarnya.

j. Selamat dari serangan bangsa jin, setan, silam, silum dan sileman baik yang hidup di darat, di angkasa maupun yang hidup di air.

k. Selamat dari serangan binatang buas dan hewan-hewan melata.

l. Selamat dari serangan ilmu hitam seperti teluh, tenung, santet dan sihir.

m. Untuk kekuatan pukulan tangan.

- Bisa menghadapi musuh yang menggunakan ilmu gaib seperti menghadapi musuh yang memiliki aji Gelap Ngampar, aji Senggoro Macan, aji Braja Musti dsb.

- Diberi sabar hatinya dan rukun persahabatannya.

- Bila difitnah oleh orang jahat Hizib ini dibaca sebanyak 41 x setelah shalat Ashar. Insya Allah berkat barokah dan karomah ini Hizib orang jahat tersebut diberi balasan oleh Allah berupa apa saja.

- Bila menghadapi musuh siapa saja dibaca 1 x terus kaki kanan dijejakkan ke bumi 1 x. Insya Allah musuh anda tidak punya daya apa-apa.

 

Cara mengamalkannya :

Di puasai puasa bila ruh selama 7 hari dan sebelumnya mandi keramas terlebih dahulu pada hari pertama puasa. Selama puasa pada tengah malam Anda shalat Taubat, shalat Hajat Khusus, dilanjutkan silsilah kepada :

ِالَى حَضَرَةِ النَّبِىِّ اْلُمْصَطفَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَعَلَى َالِهِ وَاَصْحَاِبهِ وَاَزْوَاجِهِ وَذُرِّ يَّاتِهِ وَاَصْحَابِ اْلكِرَامِ شَيْئ ٌ ِللهِ َلهُمُ اْلفَاِتحَهْ…….

ILAA HADROTIN NABIYYIL MUSHTHOFAA MUHAMMAD ROSULULLOHI SHOLALLAAHU ‘ALAIHI WASSALAM WA ‘ALAA AALIHI, WA ASHAABIHI, WA AZWAJIHI, WA DZURRIYYATIHI ASHHABUL KIROMI SYAIUN LILLAAHI LAHUMUL FATIHAH………..

ِالَى رُوْحِ مَلاَئِكَةْ جِبْرِيلْ وَاِلَى ُرْوحِ مَلاَئِكَةْ مِيْكَائِيلْ وَاِلىَ رُوْحِ مَلاَئِكَةْ اِسْرَافِيلْ وَاِلََى ُرْوحِ مَلاَئِكَةْ عِزْرَاعِيلْ شَيْئٌ ِللهِ لَهُمُ اْلفَاتِحَة…….

ILAA RUUHI MALAIKAT JIBRIL, WA ILAA RUUHI MALAIKAT MIKAIL, WA ILAA RUUHI MALAIKAT ISROFIL, WA ILAA RUUHI MALAIKAT IZRAIL SYAIUN LILLAAHI LAHUMUL FATIHAH……..

ِالَى حَضَرَةِ النَّبِىْ ُيْوسُفْ عَلَيـْهِ السَّلاَمْ وَاِلَى ُروْحِ نَبِيْ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمْ وَاِلىَ رُوْحِ نَبِيْ سُلَيْمَانْ عَلَيْهِ السَّلاَمْ شَيْئٌ ِللهِ لَهُمُ اْلفَاتِحَة…….

ILAA HADROTIN NABI YUSUF ALAIHISSALAM, WA ILAA RUUHI NABI MUSA ALAIHISSALAM, WA ILAA RUUHI NABI SULAIMAN ALAIHISSALAM SYAIUN LILLAAHI LAHUMUL FATIHAH……….

خُصُوْصًا اِلىَ رُوْحِ شَيخْ عَبْدُ اْلقاَدِرْ اْلجَيْلاَنِىْ وَصَاحِبِ حِزِبْ لَطِيفْ شَيْئٌ ِللهِ لَهُمُ اْلفَاتِحَةْ…….

KHUSUSHON ILAA RUUHI SYAIKHI ABDUL QODIR ZAELANI WA SHOHIBI HIZIB LATHIIF SYAIUN LILLAAHI LAHUMUL FATIHAH…………


Video Hizib Lathif


Read More