Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Kamis, 25 Desember 2025

Kisah raksasa auj bin unuq

 Auj Bin Unuq Cucu Nabi Adam yang Badannya Setinggi dan Sebesar Gunung

auj bin unuq

Auj Bin Unuq Cucu Nabi Adam yang Badannya Setinggi dan Sebesar Gunung  Disebutkan bahwa Auj bin Unuq terlahir seratus tahun sebelum wafatnya Nabi Adam as. Ibunya bernama Anaq, putri dari Nabi Adam asBanyak yang mengatakan bahwa Auj dilahirkan oleh ibunya dari sebuah perzinaan (lahir tanpa melalui pernikahan). Auj merupakan seorang kafir yang sangat kejam, jahat, sombong dan tidak berperikemanusiaan. Dikutip dari buku Kisah Para Nabi karya Imam Ibnu Katsir, Auj bin Unuq atau Ibnu Inaq ini telah hidup sejak masa Nabi Nuh AS hingga masa Nabi Musa AS.

Ukuran setiap jari tangannya ialah tiga hasta. Ketika berdiri, awan berada di sekitar pingggulnya. Seluruh binatang takut padanya. Mereka akan lari ketakutan begitu melihat Auj bin Unuq. Raksasa Auj bin Unuq sering disebut dalam berbagai kitab sejarah kuno, terutama dalam konteks pertempuran melawan para nabi.

Kisah mengenai Auj bin Unuq ini sendiri terbagi menjadi dua versi, dan tidak dapat diketahui mana yang benar atau tidak. Sebab, keberadaan Auj bin Unuq sendiri lekat dengan kisah dongeng karena tak memiliki sumber serta dasar yang kuat.

Auj bin Unuq disebut sebagai keturunan Nabi Adan AS dan memiliki tubuh raksasa. Ia hidup di zaman Nabi Nuh AS hingga Nabi Musa AS. Ketika Nabi Nuh diperintahkan membuat bahtera, Auj bin Unuq ikut membantu beliau dalam pembuatan bahtera itu. Dia membawakan kayu-kayu yang berat dari hutan.

Untuk membalas jasanya, Nabi Nuh as selalu memberinya roti. Auj sangat membenci penduduk kota yang memusuhi Nabi Nuh as. Dan apabila ia datang ke kota, semua orang takut dan gemetar melihat kedatangannya.Tatkala Nabi Nuh merampungkan membuat bahtera dan banjir mulai datang, Auj memohon kepada Nabi Nuh agar ia diberi tempat dalam bahtera tersebut. Akan tetapi Nabi Nuh menolak keinginannya itu. Saat banjir melanda seluruh dunia, tinggi air tidak mencapai lutut Auj bin Unuq, Auj pun hidup hingga masa Nabi Musa as.

Kisah Auj bin Unuq Versi Kedua

Dari sumber lain, Auj bin Unuq dikisahkan sebagai seorang raksasa keturunan Nabi Adam AS yang memiliki sifat kejam, sombong, dan jahat. Dikisahkan, Auj bin Unuq ini mengejek dan mengolok-olok Nabi Nuh AS dengan perkataan yang buruk. Salah satu perkataannya yaitu ketika sedang berada di bahtera Nabi Nuh, dia berkata, "Mangkuk apa yang kamu buat ini?"

Masih terdapat riwayat-riwayat lain yang mengatakan tentang keburukan Auj bin Unuq. Namun sangat sedikit sumber yang mengisahkannya karena kisah ini merupakan mitos yang bertentangan dengan dalil, baik secara akal ataupun naqal (Al-Qur'an dan hadits).

Auj bin Unuq Mitos atau Fakta? 

Secara akal, jika anak Nabi Nuh yang dibinasakan karena kekufurannya padahal ayahnya adalah seorang Nabi, bagaimana mungkin Auj bin Unuq yang lebih kufur dan dzalim tidak dibinasakan.

Secara naqal, Allah SWT berfirman dalam surat As Safaat ayat 80-82,

Artinya: "Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. Kemudian Kami tenggelamkan yang lain."

Di antara doa Nabi Nuh yang dikabulkan juga disebutkan dalam Al-Qur'an,

"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi."

Mitos Auj bin Unuq ini juga bertentangan dengan hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dengan tinggi 60 hasta. Kemudian semakin lama tinggi manusia semakin berkurang, hingga saat ini." Hadits tersebut merupakan hadits yang shahih, terpercaya, dapat diandalkan, dan terjaga.

Hadits tersebut juga menunjukkan bahwa tidak ada keturunan Nabi Adam yang memiliki tubuh lebih tinggi dari Nabi Adam. Dalam bukunya, Ibnu Katsir berpandangan bahwa kisah Auj bin Unuq adalah mitos belaka dan cerita yang hanya dikarang oleh beberapa orang zindik dan pelaku dosa (musuh-musuh Nabi Muhammad SAW).

Sayangnya, informasi mengenai kehidupan Auj bin Unuq sangat terbatas dan tidak banyak yang diketahui tentang dirinya. Dari kisah tersebut, maka sudah sepantasnya sebagai umat muslim yang beriman untuk memilah dan mencari sumber yang shahih berdasarkan dalil (Al-Qur'an dan hadits).

Kisah Auj bin Unuq terdapat dari buku Kisah Para Nabi karya Imam Ibnu Katsir, 

0 comments:

Posting Komentar