Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 15 Februari 2026

Memohon Petunjuk

Memohon Cahaya Petunjuk Ilahi: Ayat-Ayat Al-Qur'an yang Menyejukkan Jiwa

Setiap insan pasti pernah merasakan keraguan, kebingungan, atau kesulitan dalam menjalani kehidupan. Di saat-saat seperti itulah, hati kita secara naluriah mencari pegangan, mencari sumber petunjuk yang paling hakiki. Al-Qur'an, kitab suci umat Islam, hadir sebagai pelita bagi kegelapan hati, menawarkan ayat-ayat yang begitu indah untuk memohon petunjuk dari Sang Maha Pemberi Petunjuk, Allah SWT.

Kekuatan Doa Memohon Petunjuk dalam Al-Qur'an

Terdapat banyak ayat dalam Al-Qur'an yang secara eksplisit maupun implisit mengajarkan kita cara memohon petunjuk. Salah satu yang paling sering kita panjatkan dalam shalat adalah "Ihdinash-shiraathal-mustaqiim" (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus), yang terdapat dalam Surah Al-Fatihah ayat 6. Ayat ini menjadi pengingat bahwa kita senantiasa membutuhkan bimbingan Allah dalam setiap langkah.

 


Selain itu, ayat-ayat seperti QS. Al-Baqarah: 286 yang berbunyi, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Ia mendapat pahala [dari kebajikan] yang dikerjakannya dan ia mendapat siksa [dari kejahatan] yang dikerjakannya. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan beban yang berat kepada kami sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami atas kaum yang kafir." juga menjadi bukti nyata betapa Allah Maha Pengasih dan Penyayang terhadap hamba-Nya yang memohon kemudahan dan petunjuk.

Mengapa Memohon Petunjuk Itu Penting?

Memohon petunjuk bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah kebutuhan spiritual yang mendalam. Dengan memohon petunjuk, kita mengakui keterbatasan diri dan menyerahkan segala urusan kepada Allah. Ini adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya, di mana kita berusaha semaksimal mungkin lalu berdoa agar diberikan hasil terbaik. Petunjuk Ilahi akan membimbing kita pada jalan kebaikan, menjauhkan dari kesesatan, serta memberikan ketenangan dan keyakinan dalam menghadapi segala ujian.

 

Bagaimana Cara Mengamalkannya?

 

Selain rutin memanjatkan doa-doa yang diajarkan Al-Qur'an, memohon petunjuk juga bisa diwujudkan dalam bentuk usaha nyata. Carilah ilmu, konsultasikan masalah kepada orang yang berilmu, dan selalu berdoa agar diberikan kemudahan dalam mencari solusi. Ingatlah, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri yang berusaha mengubahnya. Semoga kita senantiasa dalam limpahan petunjuk-Nya.

 

Al-Kahfi 9-10

اَمۡ حَسِبۡتَ اَنَّ اَصۡحٰبَ الۡـكَهۡفِ وَالرَّقِيۡمِۙ كَانُوۡا مِنۡ اٰيٰتِنَا عَجَبًا‏ ٩

اِذۡ اَوَى الۡفِتۡيَةُ اِلَى الۡـكَهۡفِ فَقَالُوۡا رَبَّنَاۤ اٰتِنَا مِنۡ لَّدُنۡكَ رَحۡمَةً وَّهَيِّئۡ لَـنَا مِنۡ اَمۡرِنَا رَشَدًا‏ ١٠

Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqīm1 itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."

Al Qasas 22-24

وَلَـمَّا تَوَجَّهَ تِلۡقَآءَ مَدۡيَنَ قَالَ عَسٰى رَبِّىۡۤ اَنۡ يَّهۡدِيَنِىۡ سَوَآءَ السَّبِيۡلِ‏ ٢٢

وَلَـمَّا وَرَدَ مَآءَ مَدۡيَنَ وَجَدَ عَلَيۡهِ اُمَّةً مِّنَ النَّاسِ يَسۡقُوۡنَ وَوَجَدَ مِنۡ دُوۡنِهِمُ امۡرَاَتَيۡنِ تَذُوۡدٰنِ ۚ قَالَ مَا خَطۡبُكُمَا ؕ قَالَـتَا لَا نَسۡقِىۡ حَتّٰى يُصۡدِرَ الرِّعَآءُ وَاَبُوۡنَا شَيۡخٌ كَبِيۡرٌ‏  ٢٣

فَسَقٰى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلّٰٓى اِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ اِنِّىۡ لِمَاۤ اَنۡزَلۡتَ اِلَىَّ مِنۡ خَيۡرٍ فَقِيۡرٌ‏ ٢٤

Dan ketika dia menuju ke arah negeri madyan, dia berdoa lagi, "Mudah-mudahan Tuhanku menunjuki aku ke jalan yang benar."

Dan ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang perempuan sedang menghambat (ternaknya). Dia (Musa) berkata, "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua (perempuan) itu menjawab, "Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya."

Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan apa pun yang Engkau turunkan kepadaku."

Doa Memohon Petunjuk

0 comments:

Posting Komentar