Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 30 November 2025

Kisah Mukjizat Nabi Musa AS

 Kisah Mukjizat Nabi Musa AS

Musa   mengetahui bahawa   telah   tiba   waktunya   untuk   menunjukkan   mukjizat   yang   dibawanya. Setelah diancam akan dimasukan ke dalam penjara, ia berkata kepada Fir'aun: "Musa   berkata:   'Dan   apakah   (kamu   akan   melakukan   ini)   kendatipun   aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?'" (QS. asy- Syu'ara': 30) Musa   menantang   kepada   Fir'aun   dan   Fir'aun   menerima   tantangannya.   Fir'aun ingin tahu sejauh mana kebenaran Musa. "Fir'aun   berkata:   'Datangkanlah   sesuatu   (keterangan)   yang   nyata   itu,   jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar.'" (QS. asy- Syu'ara': 30-31)

Kisah Mukjizat Nabi Musa AS


Musa   melemparkan   tongkatnya   di   ruangan   yang   besar   itu.   Mula-mula   Fir'aun menganggap   bahawa   tongkat   yang   dibawanya   jatuh   kerana   Musa   gementar menghadapinya.         Setelah    Fir'aun    meminta      padanya     bukti   atas   kebenaran dakwahnya, tiba-tiba tongkat yang menyentuh tanah itu berubah menjadi ular yang   besar   yang   bergerak   dengan   cepat   dan   gesit.   Ular   itu   menuju   ke   arah Fir'aun. Fir'aun tampak pucat kerana takut. Ia tampak gementar di kerusinya kemudian   ia   berteriak   agar   mereka   menjauhkan   ular   itu   darinya.   Nabi   Musa menghulurkan tangannya ke ular itu lalu ular itu kembali menjadi tongkat yang ada    di  tangannya      sebagaimana      semula.    Setelah    peristiwa    itu,  keheningan menyeliputi       istana     Fir'aun.    Nabi    Musa     kembali     menunjukkan        kepada orang-orang       yang    berdiri   di   sekitarnya,    mukjizatnya       yang   kedua.     Musa memasukkan tangannya di sakunya lalu mengeluarkannya. Tiba-tiba tangan itu menjadi   putih   seperti   bulan;   tangan   itu   tiba-tiba   mengeluarkan   cahaya   yang memenuhi penjuru istana. Akhirnya, semua orang yang hadir di situ merasakan kekaguman   yang   luar   biasa   sedangkan   Fir'aun   wajahnya   tampak   menghijau kerana saking takutnya.

Allah s.w.t berfirman: "Maka Musa melemparkan tongkatnya, yang tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular   yang   nyata.   Dan   ia   menarik   tangannya   (dari   dalam   bajunya),   maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang- orang yang melihatnya." (QS. asy-Syu'ara': 32-33)

Keheningan semakin menyelimuti istana Fir'aun. Pengaruh dua mukjizat yang dibawa   oleh   Nabi   Musa   tertanam   pada   jiwa   orang-orang   yang   hadir   di   situ. Pertama-tama mereka merasakan ketakutan dalam diri mereka kemudian Nabi Musa   mengembalikan   tangannya   ke   sakunya   lalu   tangannya   kembali   seperti semula. Fir'aun berkata: "Sekarang, pergilah kalian berdua. Nanti kita akan lanjutkan perbincangan kita." Musa memalingkan wajahnya dan keluar dari istana. Fir'aun tampak      terpukul    atas   peristiwa     itu.  Fikirannya     mulai   berputar-putar.       Ia membayangkan   apa   yang   terjadi   di   istananya   dan   di   wilayah   kekuasaannya seandainya berita tentang dua mukjizat itu tersebar di tengah-tengah manusia, lalu    manusia      mulai     membicarakan        tentang     Musa     dan    Harun.   

 Fir'aun mengeluarkan perintahnya agar orang- orang yang melihat peristiwa itu tidak membuka hal itu kepada masyarakat umum, tetapi para pembantu istana dan sebahagian dari Bani Israil menyaksikan dua peristiwa itu. Akhirnya, mulailah terjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat ramai tentang dua mukjizat itu. Fir'aun benar-benar terdiam ketika menghadapi dua mukjizat yang dibawa oleh Nabi Musa. Ketika Musa keluar dari istana Fir'aun yang sebelumnya merasa takut dan gementar, kini menjadi marah. Ia meluapkan kemarahan itu kepada menterinya dan para pembantunya. Tiba-tiba ia bersikap kasar kepada mereka tanpa sebab yang diketahui. Fir'aun memerintahkan mereka untuk keluar dari ruangannya dan meningggalkan dirinya sendirian. Fir'aun   berusaha   untuk  menghadapi masalah   itu   dengan   lebih tenang.

Read More