Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Tampilkan postingan dengan label kisah nabi adam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah nabi adam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 April 2025

Kisah nabi Adam As

 KISAH NABI ADAM A.S

Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan

tumbuh-tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan

bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis

makhluk halus yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha

Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak

Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi

memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di

dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah

ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan

makhluk lain itu,mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain

itu, disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau

karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah

s.w.t.:"Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal

kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa

henti-hentinya, sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,

nescaya akan bertengkar satu dengan lain, akan saling bunuh-membunuh berebutan

menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya, sehingga

akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."

Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:

"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat

penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh

kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan

bukan sebagai sujud ibadah, karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada

sesama makhluk-Nya."

Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat, kering dan lumpur

hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke

dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna


Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,

yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang

akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya

serta yang terpendam di dalamnya. Iblis merasa dirinya lebih mulia,l ebih utama dan lebih

agung dari Adam, karena ia diciptakan dari unsur api, sedang Adam dari tanah dan

lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah

untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintah

oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang

telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"


Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari

api dan menciptakannya dari lumpur."

Karena kesombongan, kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang

diperintahkan, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan

mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan

melekat pada dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni

neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon

agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di

hari kiamat. Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari

kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan

sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari

syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat, dan akan mendatangi anak-anak

keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan

bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan

hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan

mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:

"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka

Jahanam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan

hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki

aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau

menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."


Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan

menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa

bumi, maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,

kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah

sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu, jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan

lebih mengerti dari Adam."

Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama bend

yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan

berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang

sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang

Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para

malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada

mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan

bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."


Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk

mendampinginya dan menjadi teman hidupnya, menghilangkan rasa kesepiannya dan

melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para

ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri

diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga, ia melihat Hawa sudah berada di

sampingnya. ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang

berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh

Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi.

"Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.

Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi

keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah

kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya, rasailah dan makanlah buah-buahan yang

lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan

mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di

dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan

menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis

itu adalah musuhmu dan musuh isterimu, ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret

kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."


Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh Allah dari Syurga akibat

bangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang

menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari

singgahsana kebesarannya. Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada

Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat

dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan

kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa

bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan

kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk

itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan

akan hidup kekal.Diulang-ulangilah pujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau

pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya

termakanlah pujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan

Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku

mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah

ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."

Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar

perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa

besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya

diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena pujukan Iblis. Ampunilah

dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak

mengampuni dan mengasihi kami."


Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran

yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan

rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi

mangsa pujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan

selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar

pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjad

pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan pujuka

Iblis yang terlaknat itu. Harapan untuk tinggal terus di syurga telah pudar karena perbuata

pelanggaran perintah Allah, hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang

merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh

sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka

untuk selama-lamanya. Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang

tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah

menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk

dikelolanya, akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan

Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manus

itu. Berfirmanlah Allah kepada mereka: "Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu

menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disana sampa

waktu yang telah ditentukan."


Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan

dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali. Mereka

harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan

menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna

kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi

suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling

bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu

Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan

yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju

kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.


Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah

ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25

Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan

Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oleh

otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh

para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan


Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan

bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada

mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan

nama-Nya.

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan

fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai,

lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi

manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak

terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan

Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan

musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah

pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah

ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan

kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan

maghfirah-Nya dapat mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik

bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan

kesalahan.

Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis

yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan

diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada

dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan

asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan

menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.




Read More

Selasa, 25 Februari 2025

KISAH NABI ADAM ALAYHI AL-SALÂM DALAM AL-QUR`AN(Tafsir Tematik) bagian 2

 


Surat Al A’raf 11-25

وَلَقَدۡ خَلَقۡنٰكُمۡ ثُمَّ صَوَّرۡنٰكُمۡ ثُمَّ قُلۡنَا لِلۡمَلٰۤٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ ۖ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ لَمۡ يَكُنۡ مِّنَ السّٰجِدِيۡنَ‏  ١١ قَالَ مَا مَنَعَكَ اَلَّا تَسۡجُدَ اِذۡ اَمَرۡتُكَ ؕ قَالَ اَنَا خَيۡرٌ مِّنۡهُ ۚ خَلَقۡتَنِىۡ مِنۡ نَّارٍ وَّخَلَقۡتَهٗ مِنۡ طِيۡنٍ‏ ١٢ قَالَ فَاهۡبِطۡ مِنۡهَا فَمَا يَكُوۡنُ لَـكَ اَنۡ تَتَكَبَّرَ فِيۡهَا فَاخۡرُجۡ اِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيۡنَ‏ ١٣ قَالَ اَنۡظِرۡنِىۡۤ اِلٰى يَوۡمِ يُبۡعَثُوۡنَ‏ ١٤ قَالَ اِنَّكَ مِنَ الۡمُنۡظَرِيۡنَ‏ ١٥ قَالَ فَبِمَاۤ اَغۡوَيۡتَنِىۡ لَاَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَاطَكَ الۡمُسۡتَقِيۡمَۙ‏  ١٦ ثُمَّ لَاَتِيَنَّهُمۡ مِّنۡۢ بَيۡنِ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ اَيۡمَانِهِمۡ وَعَنۡ شَمَآٮِٕلِهِمۡؕ وَلَاٰ تَجِدُ اَكۡثَرَهُمۡ شٰكِرِيۡنَ‏ ١٧ قَالَ اخۡرُجۡ مِنۡهَا مَذۡءُوۡمًا مَّدۡحُوۡرًا ؕ لَمَنۡ تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ لَاَمۡلَــٴَــنَّ جَهَنَّمَ مِنۡكُمۡ اَجۡمَعِيۡنَ‏ ١٨ وَيٰۤاٰدَمُ اسۡكُنۡ اَنۡتَ وَزَوۡجُكَ الۡجَـنَّةَ فَـكُلَا مِنۡ حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَلَا تَقۡرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوۡنَا مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‏ ١٩ فَوَسۡوَسَ لَهُمَا الشَّيۡطٰنُ لِيُبۡدِىَ لَهُمَا مَا وٗرِىَ عَنۡهُمَا مِنۡ سَوۡاٰتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهٰٮكُمَا رَبُّكُمَا عَنۡ هٰذِهِ الشَّجَرَةِ اِلَّاۤ اَنۡ تَكُوۡنَا مَلَـكَيۡنِ اَوۡ تَكُوۡنَا مِنَ الۡخٰلِدِيۡنَ‏ ٢٠ وَقَاسَمَهُمَاۤ اِنِّىۡ لَـكُمَا لَمِنَ النّٰصِحِيۡنَۙ‏ ٢١ فَدَلّٰٮهُمَا بِغُرُوۡرٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتۡ لَهُمَا سَوۡءٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخۡصِفٰنِ عَلَيۡهِمَا مِنۡ وَّرَقِ الۡجَـنَّةِ ؕ وَنَادٰٮهُمَا رَبُّهُمَاۤ اَلَمۡ اَنۡهَكُمَا عَنۡ تِلۡكُمَا الشَّجَرَةِ وَاَقُلْ لَّـكُمَاۤ اِنَّ الشَّيۡطٰنَ لَـكُمَا عَدُوٌّ مُّبِيۡنٌ‏ ٢٢ قَالَا رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ اَنۡفُسَنَا وَاِنۡ لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَـنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَـنَكُوۡنَنَّ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ‏ ٢٣ قَالَ اهۡبِطُوۡا بَعۡضُكُمۡ لِبَـعۡضٍ عَدُوٌّ ۚ وَلَـكُمۡ فِى الۡاَرۡضِ مُسۡتَقَرٌّ وَّمَتَاعٌ اِلٰى حِيۡنٍ‏ ٢٤ قَالَ فِيۡهَا تَحۡيَوۡنَ وَفِيۡهَا تَمُوۡتُوۡنَ وَمِنۡهَا تُخۡرَجُوۡنَ‏ ٢٥

 

Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat. "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.

(Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."

(Allah) berfirman, "Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina."

(Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan."

(Allah) berfirman, "Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu."(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.(Allah) berfirman, "Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barang siapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua."Dan (Allah berfirman), "Wahai Adam! Tinggallah engkau bersama istrimu dalam surga dan makanlah apa saja yang kamu berdua sukai. Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini. (Apabila didekati) kamu berdua akan termasuk orang-orang yang zalim."Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, "Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)."Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, "Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu,"dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka, "Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."(Allah) berfirman, "Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan."(Allah) berfirman, "Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan."

Surat Thaha 115-124

وَلَـقَدۡ عَهِدۡنَاۤ اِلٰٓى اٰدَمَ مِنۡ قَبۡلُ فَنَسِىَ وَلَمۡ نَجِدۡ لَهٗ عَزۡمًا‏ ١١٥ وَاِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ اَبٰى‏ ١١٦ فَقُلۡنَا يٰۤاٰدَمُ اِنَّ هٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوۡجِكَ فَلَا يُخۡرِجَنَّكُمَا مِنَ الۡجَـنَّةِ فَتَشۡقٰى‏ ١١٧ اِنَّ لَـكَ اَلَّا تَجُوۡعَ فِيۡهَا وَلَا تَعۡرٰىۙ‏ ١١٨ وَاَنَّكَ لَا تَظۡمَؤُا فِيۡهَا وَلَا تَضۡحٰى‏ ١١٩ فَوَسۡوَسَ اِلَيۡهِ الشَّيۡطٰنُ قَالَ يٰۤاٰدَمُ هَلۡ اَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الۡخُلۡدِ وَمُلۡكٍ لَّا يَبۡلٰى‏ ١٢٠ فَاَكَلَا مِنۡهَا فَبَدَتۡ لَهُمَا سَوۡاٰ تُہُمَا وَطَفِقَا يَخۡصِفٰنِ عَلَيۡهِمَا مِنۡ وَّرَقِ الۡجَـنَّةِوَعَصٰۤى اٰدَمُ رَبَّهٗ فَغَوٰىۖ‏ ١٢١ ثُمَّ اجۡتَبٰهُ رَبُّهٗ فَتَابَ عَلَيۡهِ وَهَدٰى‏ ١٢٢ قَالَ اهۡبِطَا مِنۡهَا جَمِيۡعًاۢ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ ۚ فَاِمَّا يَاۡتِيَنَّكُمۡ مِّنِّىۡ هُدًىۙ فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشۡقٰى‏  ١٢٣ وَمَنۡ اَعۡرَضَ عَنۡ ذِكۡرِىۡ فَاِنَّ لَـهٗ مَعِيۡشَةً ضَنۡكًا وَّنَحۡشُرُهٗ يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ اَعۡمٰى‏ ١٢٤ قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرۡتَنِىۡۤ اَعۡمٰى وَقَدۡ كُنۡتُ بَصِيۡرًا‏ ١٢٥

 

 

 

 

 

Dan sungguh telah Kami pesankan1 kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak.Kemudian Kami berfirman, "Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang,dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari."Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, "Wahai Adam! maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?"Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhan-Nya, dan sesatlah dia.1Kemudian Tuhannya memilih dia,1 maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.Dia (Allah) berfirman, "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?"

 

Surat Al Isra’ 61-65

وَاِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰۤٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَ قَالَ ءَاَسۡجُدُ لِمَنۡ خَلَقۡتَ طِيۡنًا ۚ‏ ٦١ قَالَ اَرَءَيۡتَكَ هٰذَا الَّذِىۡ كَرَّمۡتَ عَلَىَّ لَٮِٕنۡ اَخَّرۡتَنِ اِلٰى يَوۡمِ الۡقِيٰمَةِ لَاَحۡتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهٗۤ اِلَّا قَلِيۡلًا‏ ٦٢ قَالَ اذۡهَبۡ فَمَنۡ تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ فَاِنَّ جَهَـنَّمَ جَزَآؤُكُمۡ جَزَآءً مَّوۡفُوۡرًا‏ ٦٣ وَاسۡتَفۡزِزۡ مَنِ اسۡتَطَعۡتَ مِنۡهُمۡ بِصَوۡتِكَ وَاَجۡلِبۡ عَلَيۡهِمۡ بِخَيۡلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكۡهُمۡ فِى الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَوۡلَادِ وَعِدۡهُمۡ ؕ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيۡطٰنُ اِلَّا غُرُوۡرًا‏ ٦٤ اِنَّ عِبَادِىۡ لَـيۡسَ لَـكَ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطٰنٌ ؕ وَكَفٰى بِرَبِّكَ وَكِيۡلًا‏   ٦٥

Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu semua kepada Adam," lalu mereka sujud, kecuali Iblis. Ia (iblis) berkata, "Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"Ia (Iblis) berkata, "Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil."Dia (Allah) berfirman, "Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup.Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka." Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka."Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga."

Surat Al Hijr 28-44

وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰۤٮِٕكَةِ اِنِّىۡ خَالـِقٌۢ بَشَرًا مِّنۡ صَلۡصَالٍ مِّنۡ حَمَاٍ مَّسۡنُوۡنٍ‏ ٢٨ فَاِذَا سَوَّيۡتُهٗ وَنَفَخۡتُ فِيۡهِ مِنۡ رُّوۡحِىۡ فَقَعُوۡا لَهٗ سٰجِدِيۡنَ‏  ٢٩ فَسَجَدَ الۡمَلٰۤٮِٕكَةُ كُلُّهُمۡ اَجۡمَعُوۡنَۙ‏ ٣٠ اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ اَبٰٓى اَنۡ يَّكُوۡنَ مَعَ السّٰجِدِيۡنَ‏ ٣١ قَالَ يٰۤاِبۡلِيۡسُ مَا لَـكَ اَلَّا تَكُوۡنَ مَعَ السّٰجِدِيۡنَ‏ ٣٢ قَالَ لَمۡ اَكُنۡ لِّاَسۡجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقۡتَهٗ مِنۡ صَلۡصَالٍ مِّنۡ حَمَاٍ مَّسۡنُوۡنٍ‏ ٣٣ قَالَ فَاخۡرُجۡ مِنۡهَا فَاِنَّكَ رَجِيۡمٌۙ‏ ٣٤ وَّاِنَّ عَلَيۡكَ اللَّعۡنَةَ اِلٰى يَوۡمِ الدِّيۡنِ‏ ٣٥ قَالَ رَبِّ فَاَنۡظِرۡنِىۡۤ اِلٰى يَوۡمِ يُبۡعَثُوۡنَ‏ ٣٦ قَالَ فَاِنَّكَ مِنَ الۡمُنۡظَرِيۡنَۙ‏ ٣٧ اِلٰى يَوۡمِ الۡوَقۡتِ الۡمَعۡلُوۡمِ‏ ٣٨ قَالَ رَبِّ بِمَاۤ اَغۡوَيۡتَنِىۡ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمۡ فِى الۡاَرۡضِ وَلَاُغۡوِيَـنَّهُمۡ اَجۡمَعِيۡنَۙ‏ ٣٩ اِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ الۡمُخۡلَصِيۡنَ‏ ٤٠ قَالَ هٰذَا صِرَاطٌ عَلَىَّ مُسۡتَقِيۡمٌ‏ ٤١ اِنَّ عِبَادِىۡ لَـيۡسَ لَكَ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطٰنٌ اِلَّا مَنِ اتَّبَـعَكَ مِنَ الۡغٰوِيۡنَ‏ ٤٢ وَاِنَّ جَهَـنَّمَ لَمَوۡعِدُهُمۡ اَجۡمَعِيۡنَۙ‏ ٤٣ لَهَا سَبۡعَةُ اَبۡوَابٍؕ لِكُلِّ بَابٍ مِّنۡهُمۡ جُزۡءٌ مَّقۡسُوۡمٌ‏ ٤٤

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.1Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu.Dia (Allah) berfirman, "Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?"Ia (Iblis) berkata, "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk."Dia (Allah) berfirman, "(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat."Ia (Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan."Allah berfirman, "(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan,sampai hari yang telah ditentukan (Kiamat)."Ia (Iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) tampak indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."Dia (Allah) berfirman, "Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku."Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.Dan sungguh, Jahanam itu benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semuanya,(Jahanam) itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka.

 

 

 

 

Surat Al Kahfi 50

وَاِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰۤٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ كَانَ مِنَ الۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ اَمۡرِ رَبِّهٖؕ اَفَتَـتَّخِذُوۡنَهٗ وَذُرِّيَّتَهٗۤ اَوۡلِيَآءَ مِنۡ دُوۡنِىۡ وَهُمۡ لَـكُمۡ عَدُوٌّ ؕ بِئۡسَ لِلظّٰلِمِيۡنَ بَدَلًا‏  ٥٠

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim.

 

Surat Al Baqarah 30-38

وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اِنِّىۡ جَاعِلٌ فِى الۡاَرۡضِ خَلِيۡفَةًؕ قَالُوۡٓا اَتَجۡعَلُ فِيۡهَا مَنۡ يُّفۡسِدُ فِيۡهَا وَيَسۡفِكُ الدِّمَآءَۚ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَؕ قَالَ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ‏  ٣٠ وَعَلَّمَ اٰدَمَ الۡاَسۡمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمۡ عَلَى الۡمَلٰٓٮِٕكَةِ فَقَالَ اَنۡۢبِــُٔوۡنِىۡ بِاَسۡمَآءِ هٰٓؤُلَآءِ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ‏ ٣١ قَالُوۡا سُبۡحٰنَكَ لَا عِلۡمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمۡتَنَا ؕ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡعَلِيۡمُ الۡحَكِيۡمُ‏ ٣٢ قَالَ يٰٓـاٰدَمُ اَنۡۢبِئۡهُمۡ بِاَسۡمَآٮِٕهِمۡۚ فَلَمَّآ اَنۡۢبَاَهُمۡ بِاَسۡمَآٮِٕهِمۡۙ قَالَ اَلَمۡ اَقُل لَّـكُمۡ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ غَيۡبَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِۙ وَاَعۡلَمُ مَا تُبۡدُوۡنَ وَمَا كُنۡتُمۡ تَكۡتُمُوۡنَ‏ ٣٣ وَاِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡٓا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ اَبٰى وَاسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ الۡكٰفِرِيۡنَ‏ ٣٤ وَقُلۡنَا يٰٓـاٰدَمُ اسۡكُنۡ اَنۡتَ وَزَوۡجُكَ الۡجَـنَّةَ وَكُلَا مِنۡهَا رَغَدًا حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَلَا تَقۡرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوۡنَا مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‏  ٣٥ فَاَزَلَّهُمَا الشَّيۡطٰنُ عَنۡهَا فَاَخۡرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيۡهِ وَقُلۡنَا اهۡبِطُوۡا بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّۚ وَلَـكُمۡ فِى الۡاَرۡضِ مُسۡتَقَرٌّ وَّمَتَاعٌ اِلٰى حِيۡنٍ‏ ٣٦ فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنۡ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيۡهِؕ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيۡمُ‏ ٣٧ قُلۡنَا اهۡبِطُوۡا مِنۡهَا جَمِيۡعًا ​​ۚ فَاِمَّا يَاۡتِيَنَّكُمۡ مِّنِّىۡ هُدًى فَمَنۡ تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُوۡنَ‏ ٣٨

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah1 di bumi". Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui."Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, "Sebutkan kepada-Ku nama semua benda ini, jika kalian yang benar!"Mereka menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana."Dia (Allah) berfirman, "Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!" Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, "Bukankah telah Aku katakan kepada kalian, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan?"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis.1 Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.Dan Kami berfirman: "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada disana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini,1 nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!"2Lalu setan menggelincirkan keduanya dari surga1 sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman,"Turunlah kalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kalian ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan."Kemudian Adam menerima beberapa kalimat1 dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.Kami berfirman, "Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati."

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More