Allah ta'ala berfirman: “Dan andaikan kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang- orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar. Azab Allah yang demikian dahsyat itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri.
Dan sesungguhnya Allah sama sekali tidak menzalimi masing-masing dari hamba-hamba-Nya .Syaikh Khalid Al Mushlih hafizhahullah menjelaskan ayat ini, beliau mengatakan, “Allah 'azza wa jalla menyebutkan keadaan mereka yang mendapatkan adzab ketika dicabut ruh mereka. Kemudian setelah itu Allah ta'ala berfirman (yang artinya), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”. Setelah itu Allah menyebutkan tentang adzab yang membakar, yaitu adzab neraka. Semoga Allah ta'ala memberikan keselamatan kepada kita dari semua itu”. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah juga menyebutkan ayat ini sebagai salah satu dalil tentang adanya adzab kubur.
Allah ta'ala
berfirman: “Sekiranya engkau melihat
pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakaratul maut, sedang
para malaikat memukul dengan tangannya,
(sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu.” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan,
karena kamu mengatakan terhadap Allah
(perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu
menyombongkan diri terhadap
ayat-ayat-Nya As Safarini rahimahullah
mengatakan, “Ulama seorang muhaqqiq, Ibnul Qayyim, dalam kitab beliau Ar Ruh,
bahwa di antara dalil adanya adzab dan nikmat
kubur dalam Al
Qur'an Al Majid
adalah ayat “Sekiranya
engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan
sakaratul maut... ” (QS. Al An'am: 93).
Konteks ayat ini
secara jelas bicara
tentang kejadian ketika menjelang kematian”. Syaikh Shalih
bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah menjelaskan, “Konteks dari ayat ini,
kejadian tersebut terjadi ketika menjelang kematian. Dalam ayat
ini disebutkan bahwa
Malaikat mengabarkan (dan
Malaikat adalah makhluk yang jujur) bahwa ketika itu si mayit merasakan
adzab yang menghinakan. Jika adzab
yang menghinakan tersebut
terjadi ketika dunia berakhir, maka
tidak tepat perkataan
Malaikat “pada hari
ini kamu akan dibalas”. Sehingga
ini menunjukkan bahwa
yang dimaksud dengan
“adzab yang menghinakan” itu adalah adzab kubur”. Syaikh Muhammad
bin Shalih Al
Utsaimin rahimahullah juga menyebutkan
ayat ini sebagai salah satu dalil tentang adanya adzab kubur.

