APAKAH NIKMAT DAN AZAB KUBUR DIRASAKAN OLEH JASAD ATAU RUH?
Para ulama berselisih pendapat mengenai apakah nikmat dan adzab kubur dirasakan manusia oleh ruhnya atau jasadnya, ataukah keduanya sekaligus?Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan:“Adzab dan nikmat kubur bisa terjadi pada ruh dan badan sekaligus.
Ini adalah kesepakatan ulama
Ahlussunnah wal Jama'ah. Terkadang ruh diberi
nikmat dan diadzab dalam keadaan terpisah dari badan. Namun
terkadang dalam keadaan tersambung
dengan badannya, sehingga nikmat dan adzab dirasakan keduanya. Dalam keadaan
ini ruh dan badan merasakan yang sama seperti dirasakan ruh ketika bersendirian
dari badan. Lalu apakah mungkin adzab dan nikmat kubur terjadi pada badan saja
tanpa dirasakan ruh? Dalam hal ini ada dua pendapat yang masyhur dari para
ulama hadits dan sunnah. Dan ada juga
pendapat-pendapat yang syadz (nyeleneh)
yang tidak dikatakan oleh para ulama Ahlussunnah dan ulama
hadits.Pendapat yang mengatakan bahwa hanya ruh saja yang merasakan nikmat dan adzab sedangkan badan tidak akan
merasakannya, ini adalah perkataan orang-orang falasifah (ahli filsafat) yang
mereka mengingkari adanya ma'adul abdan
(dipulihkannya kondisi jasad manusia setelah mati). Mereka adalah orang-orang yang kufur berdasarkan
kesepakatan ulama kaum
Muslimin”172. Syaikh Muhammad
bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan:
“Asalnya yang merasakan
adalah ruh. Karena
hukum-hukum yang terjadi setelah kematian itu untuk ruh.
Sedangkan jasad ketika itu sudah mati. Maka kita ketahui jasad mayat tidak memerlukan
life support setelah ia meninggal, ia
tidak perlu makan
dan tidak perlu
minum. Bahkan jasad
tersebut akan dimakan belatung.
Sehingga asalnya yang merasakan ini adalah ruh. Namun Syaikhul Islam
Ibnu Taimiyah mengatakan
bahwa terkadang ruh itu
tersambungkan dengan badannya. Sehingga
adzab dan nikmat
kubur dirasakan oleh keduanya ... Dengan demikian para ulama mengatakan
bahwa terkadang ruh tersambungkan dengan
jasadnya. Sehingga adzab
kubur dirasakan oleh ruh
dan badannya juga.
Dan nampaknya ini
juga dikuatkan oleh hadits yang
Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda di dalamnya: “Sesungguhnya kuburan
bagi orang kafir akan disempitkan sehingga
meremukkan tulang-tulangnya . Ini
menunjukkan bahwa terkadang
adzab itu terjadi
pada jasad karena tulang-tulang itu ada pada jasad”
Sumber :
174. 172Majmu' Al Fatawa, 4/282 173
HR. Abu Daud no.4753, An Nasa'i no.2001, Ibnu Majah no.1549. Dishahihkan Al
Albani dalam Shahih Abu Daud . 174Majmu' Al-Fatawa war Rasail Syaikh Muhammad
bin Shalih Al Utsaimin, 1/25 168. 166
HR. Abu Daud no. 4753, Ahmad no.17803, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu
Daud. 167 QS. Nuh: 25 168Syarhu Tsalatsatil Ushul, hal. 50 - 51
