Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Tampilkan postingan dengan label adakah nikmat kubur itu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adakah nikmat kubur itu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2026

seperti apa nikmat kubur

Nikmat Kubur

Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah memaparkan,“Allah ta’ala mengabarkan bahwa para syuhada itu hidup di alam barzakh dalam keadaan senantiasa diberi rezeki oleh Allah,

adakah nikmat kubur itu


Surat al-Baqarah 154

وَلَا تَقُوۡلُوۡا لِمَنۡ يُّقۡتَلُ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ اَمۡوَاتٌؕ بَلۡ اَحۡيَآءٌ وَّلٰـكِنۡ لَّا تَشۡعُرُوۡنَ‏ ١٥٤

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya"

sebagaimana dalam hadits yang terdapat pada Shahih Muslim… (lalu beliau menyebutkan haditsnya)”  Mengenai    keadaan para syuhada yang setelah wafat mendapat kenikmatan di sisi Allah di alam barzakh adalah pendapat jumhur mufassirin, di   antaranya   Mujahid, Qatadah,  Abu Ja’far, ‘Ikrimah, Jalalain, Al Baghawi, Al Alusi, dll.Mereka hanya berbeda       pendapat tentang bagaimana bentuk rezeki atau kesenangan tersebut.  

Sumber  :

 16 Alam barzakh artinya alam kubur. Al barzakh secara bahasa artinya sesuatu yang ada di antara dua hal (Lisaanul 'Arab).  Alam kubur disebut sebagai alam barzakh karena ia ada di antara alam dunia dan alam akhirat.

17 Tafsir Al Qur’an Azhim, 1/446

 18 Taisiir Kariim Ar Rahman, halaman 264

Ayat  ini  sejalan  dengan  ayat  lain  dalam  surat  Ali  Imran,  Allah  ta'ala berfirman:

Surat al-Imran 169-171

وَلَا تَحۡسَبَنَّ الَّذِيۡنَ قُتِلُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ اَمۡوَاتًا ​ؕ بَلۡ اَحۡيَآءٌ عِنۡدَ رَبِّهِمۡ يُرۡزَقُوۡنَۙ‏ ١٦٩

فَرِحِيۡنَ بِمَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنۡ فَضۡلِهٖۙ وَيَسۡتَبۡشِرُوۡنَ بِالَّذِيۡنَ لَمۡ يَلۡحَقُوۡا بِهِمۡ مِّنۡ خَلۡفِهِمۡۙ اَ لَّا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُوۡنَۘ‏  ١٧٠

۞ يَسۡتَبۡشِرُوۡنَ بِنِعۡمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَفَضۡلٍۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيۡعُ اَجۡرَ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ ۚ‏ ١٧١

“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati;

sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat  rezeki. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya,  dan berbahagia terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum  menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak    bersedih hati. Mereka berbahagia dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman”    

Sebagaimana  juga  penjelasan  dari  Al  Hasan  Al  Bashri rahimahullah, “Para  syuhada  itu  hidup  di  sisi  Allah,  mereka  dihadapkan  kepada  surga sehingga mereka pun merasakan kesenangan dan kebahagiaan. Sebagaimana arwah Fir’aun dan kaumnya yang dihadapkan ke neraka setiap pagi dan sore hari  sehingga  mereka  merasakan  kesengsaraan”23.  Artinya,  para  syuhada 18  Lihat Tafsir Ath Thabari, 3/214 19  Tafsir Jalalain, halaman 160. Disebut sebagai Jalalain (dua Jalal), karena kitab tafsir ini ditulis oleh Jalaluddin Al      Suyuthi dan Jalaluddin Al Mahalli rahimahumallah. 20  Ma’alim At Tanzil, halaman 168 21  Ruuhul Ma’ani, 2/64 22  QS. Ali Imran: 169 - 171 23  Dinukil dari Ma’alim At Tanzil, halaman 168

merasakan   kebahagiaan   dan   kesenangan   di   alam barzakh   sebagaimana Fir’aun merasakan kesengsaraan juga di alam barzakh. Sehingga jelas bahwa ayat-ayat di atas menunjukkan adanya adzab kubur dan nikmat kubur.

Read More