Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Kamis, 17 September 2026

DALIL AL QUR'AN ADANYA ALAM KUBUR

 DALIL AL QUR'AN ADANYA ALAM  KUBUR

Dalil pertama Allah ta'ala berfirman:  “dan Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada  mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari  terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Firaun dan   kaumnya ke dalam azab yang sangat keras Al hafidz Ibnu Katsir rahimahullah  menjelaskan  ayat  ini,  “Arwah Fir’aun dan pengikutnya dihadapkan ke neraka setiap pagi dan petang terus- menerus hingga datang hari kiamat. Ketika kiamat datang barulah arwah dan jasad mereka sama-sama merasakan api neraka”. 

DALIL AL QUR'AN ADANYA ALAM  KUBUR

Beliau juga berkata, “Ayat- ayat ini adalah landasan kuat bagi Ahlussunnah tentang adanya adzab kubur. Hal ini juga senada dengan penjelasan jumhur ahli tafsir seperti Mujahid  , Al Alusi ,Asy  Syaukani ,  Al  Baidhawi ,  Muhammad  Amin  Asy  Syinqithi , Abdurrahman As Sa’di . 2   QS. Al Mu’min: 45-46 3   Tafsir Al Qur’an Azhim (Tafsir Ibnu Katsir), 7/146 4   Lihat An Nukat wal’ Uyun, 4/39, karya Al Mawardi 5   Ruuhul Ma’ani (Tafsir Al Alusi), 18/103 6   Fathul Qadir, 6/328 7   Anwar At Tanziil (Tafsir Al Baidhawi), 5/130 8   Adhwa’ Al Bayan, 7/82 9   Taisiir Kariim Ar Rahman (Tafsir As Sa'di), halaman 738                                   

 Memang  benar  bahwa  ada  penafsiran  lain  terhadap  ayat  ini.  Qatadah menafsirkan  bahwa maksud       ayat    (yang     artinya)     “Kepada       mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang  adalah taubiikh atau penghinaan terhadap  Fir’aun  dan  pengikutnya  dalam  keadaan  mereka  masih  hidup. Penafsiran ini walaupun tidak menetapkan adanya adzab kubur namun tidak menafikannya. Ibnu   Abbas radhiallahu’anhu   menafsirkan   bahwa   arwah mereka  ada  di  sayap  burung  hitam  yang  bertengger  di  atas  neraka  yang datang   di   kala   sore   dan   pagi   hari.   Penafsiran   Ibnu   Abbas   ini   pun menetapkan adanya alam kubur. Ahli tafsir yang terpengaruh permikiran mu’tazilah memang membantah bahwa ayat ini membicarakan adzab kubur. Semisal Az Zamakhsyari dalam Tafsir Al Kasyaf11 dan Fakhruddin Ar Razi dalam Mafatihul Ghaib12, dengan sebatas  bantahan  logika  semata.  Maka,  -insya  Allah-  penafsiran  yang  tepat adalah yang kami sebutkan di awal karena bersesuaian dengan dalil-dalil dari Al  Qur’an  dan  hadits  serta  pemahaman  salafus  shalih,  yang  akan  kami jelaskan nanti. Karena antara dalil itu saling menafsirkan dan tidak mungkin saling bertentangan.

Dalil ke dua  Allah ta'ala berfirman: “Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah  nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan)   yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya . Al  Imam  Al  Bukharirahimahullah,  dalam Shahih-nya  membuat  judul b a b   (bab  dalil-dalil  tentang  adzab  kubur)  lalu  beliau menyebutkan   ayat   di   atas.   Ini   menunjukkan   bahwa   Imam  Al   Bukhari memahami bahwa ayat di atas adalah dalil tentang adanya adzab kubur dan alam kubur. Seorang   pakar   tafsir   di   zaman   ini,   Syaikh  Abdurrahman  As   Sa’di -rahimahullah- menjelaskan, “Ayat ini adalah dalil adanya adzab dan nikmat kubur.  Karena  dari  konteks  kalimat,  adzab  yang  ditujukan  kepada  orang- orang  kafir  tersebut  dirasakan  ketika  sakaratul  maut,  ketika  dicabut  nyawa dan setelahnya”.

 

Dalil ke tiga  Allah ta'ala berfirman: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup,  tetapi kamu tidak menyadarinya. Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah memaparkan,“Allah ta’ala mengabarkan bahwa para syuhada itu hidup di alam barzakh dalam keadaan senantiasa diberi rezeki oleh Allah, sebagaimana dalam hadits yang terdapat pada Shahih Muslim… (lalu beliau menyebutkan haditsnya)”.Mengenai        keadaan para syuhada yang setelah wafat mendapat kenikmatan di sisi Allah di alam barzakh adalah pendapat jumhur mufassirin, di   antaranya   Mujahid,   Qatadah,   AbuJa’far,‘Ikrimah,Jalalain,Al Baghawi,Al Alusi, dll.

Mereka hanya berbeda pendapat  tentang bagaimana bentuk rezeki atau kesenangan tersebut.  Ayat  ini  sejalan  dengan  ayat  lain  dalam  surat  Ali  Imran,  Allah  ta'ala berfirman:“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat  rezeki. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya,  dan berbahagia terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum  menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak    bersedih hati. Mereka berbahagia dengan nikmat dan karunia dari Allah.       Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman       Sebagaimana  juga  penjelasan  dari  Al  Hasan  Al  Bashri rahimahullah, “Para  syuhada  itu  hidup  di  sisiAllah,  mereka  dihadapkan  kepada  surga sehingga mereka pun merasakan kesenangan dan kebahagiaan. Sebagaimana arwah Fir’aun dan kaumnya yang dihadapkan ke neraka setiap pagi dan sore hari  sehingga  mereka  merasakan  kesengsaraan”. Artinya,  para  syuhada merasakan   kebahagiaan   dan   kesenangan   di   alam barzakh   sebagaimana Fir’aun merasakan kesengsaraan juga di alam barzakh. Sehingga jelas bahwa ayat-ayat di atas menunjukkan adanya adzab kubur dan nikmat kubur.

Dalil ke empat Allah ta'ala berfirman:“Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu, ada   orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang- orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau   (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti  mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan   kepada azab yang besar .  Yang dimaksud dengan “mereka akan Kami siksa dua kali” dalam ayat ini,  menurut  Qatadah  dan  Muhammad  bin  Ishaq  adalah  adzab  kubur  dan adzab di akhirat. Sedangkan menurut Al Hasan Al Bashri, salah satu riwayat dari  Qatadah  dan  Ibnu  Juraij rahimahumullah  adalah  adzab  ketika  masih hidup di dunia dan adzab kubur.  Ath  Thabari rahimahullah merajihkan dengan mengatakan: “Dua adzab tersebut terjadi sebelum mereka diadzab di neraka. Dan pendapat yang kuat, salah satu dari adzab tersebut adalah adzab kubur”.

Dalil ke lima Allah ta'ala berfirman:  “Dan andaikan kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-       orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan    berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar. Azab Allah yang demikian dahsyat itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri.   Dan sesungguhnya Allah sama sekali tidak menzalimi masing-masing dari hamba-hamba-Nya         .Syaikh  Khalid  Al  Mushlih hafizhahullah  menjelaskan  ayat  ini,  beliau mengatakan,         “Allah  'azza  wa  jalla  menyebutkan  keadaan  mereka  yang mendapatkan adzab ketika dicabut ruh mereka. Kemudian setelah itu Allah ta'ala  berfirman  (yang  artinya),  “Rasakanlah  olehmu  siksa  neraka  yang membakar”. Setelah itu Allah menyebutkan tentang adzab yang membakar, yaitu  adzab  neraka.  Semoga  Allah  ta'ala  memberikan  keselamatan  kepada kita    dari   semua      itu”29.    Syaikh      Muhammad  bin    Shalih   Al  Utsaimin rahimahullah  juga  menyebutkan  ayat  ini  sebagai  salah  satu  dalil  tentang adanya adzab kubur.

Dalil ke enam  Allah ta'ala berfirman:  “Sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya,      (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu.” Pada hari ini kamu akan   dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan  terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu     menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya  As Safarini rahimahullah mengatakan, “Ulama seorang muhaqqiq, Ibnul Qayyim, dalam kitab beliau Ar Ruh, bahwa di antara dalil adanya adzab dan nikmat  kubur  dalam  Al  Qur'an  Al  Majid  adalah  ayat  “Sekiranya  engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakaratul maut... ”  (QS. Al An'am:  93).  Konteks  ayat  ini  secara  jelas  bicara  tentang kejadian ketika menjelang kematian”.       Syaikh     Shalih     bin   Fauzan   Al Fauzan hafizhahullah   menjelaskan, “Konteks dari ayat ini, kejadian tersebut terjadi ketika menjelang kematian. Dalam  ayat  ini  disebutkan  bahwa  Malaikat  mengabarkan  (dan  Malaikat adalah makhluk yang jujur) bahwa ketika itu si mayit merasakan adzab yang menghinakan.  Jika  adzab  yang  menghinakan  tersebut  terjadi  ketika  dunia berakhir,  maka  tidak  tepat  perkataan  Malaikat  “pada  hari  ini  kamu  akan dibalas”.  Sehingga  ini  menunjukkan  bahwa  yang  dimaksud  dengan  “adzab yang menghinakan” itu adalah adzab kubur”. Syaikh   Muhammad  bin    Shalih   Al Utsaimin rahimahullah  juga menyebutkan ayat ini sebagai salah satu dalil tentang adanya adzab kubur.

Dalil ke tujuh   Allah ta'ala berfirman:  “(yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan     baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), “Salamun     ‘alaikum (semoga keselamatan terlimpah kepada engkau), masuklah ke       dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan    Ath  Thabari rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan: “Maksudnya, para  Malaikat  mencabut  ruh  mereka  orang-orang  yang  bertakwa  sambil mengatakan:   “Salamun   'alaikum!   Masuklah   ke   surga”.   Sebagai   kabar gembira  dari  Allah  yang  disampaikan  oleh  para  Malaikat”.  Mengenai al busyra atau kabar gembira di saat kematian ini, akan dijelaskan lebih detail di bab “Al busyra menjelang kematian” di buku ini. Syaikh  Muhammad  bin  Shalih Al  Utsaimin rahimahullah menjelaskan: “Di  antara  akidah  Ahlussunnah  wal  Jama'ah  adalah  menetapkan  adanya nikmat  kubur.  Dalilnya  firman Allah ta'ala  ...  (beliau  menyebutkan  ayat  di atas). Mereka diwafatkan oleh para Malaikat dalam keadaan baik, maksudnya baik akidah mereka, dan baik pula amalan mereka. Maka para Malaikat pun berkata  menjelang  kematian  si  hamba  tersebut,  “masuklah  ke  dalam  surga karena apa yang telah kamu kerjakan!”. Ini dikatakan oleh para Malaikat di hari ketika si hamba wafat”.       Jika  ada  yang  bertanya,  “Andai  kejadian  ini  terjadi  di  alam  kubur, mengapa       dikatakan  “masuklah   ke   dalam   surga...  ?   Bukankah   hal   ini menunjukkan kejadian tersebut terjadi di akhirat?”. Jawabannya sebagaimana telah dijelaskan oleh Ath Thabari, rahimahullah bahwa perkataan  “masuklah ke  dalam  surga.. itu  adalah  kabar  gembira  dari  para  Malaikat.  Sehingga tidak bertentangan dengan keterangan bahwa perkataan tersebut disampaikan di alam kubur. Demikian juga Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah  menjelaskan: “Dikatakan demikian karena terdapat dalam sebuah hadits yang shahih: “Ia  akan  diluaskan  kuburnya,  dan  akan  dibukakan  baginya  pintu surga.   

Sehingga   ia   mendapatkan   harum   dan   nikmatnya   surga   yang menyejukkan matanya.  S e m o g a  k i t a t e r m a s u k  o r a n g   y a n g mendapatkannya. Dan dalam firman Allah ta'ala (yang artinya) “masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan”, huruf ba' di sini adalah ba'sababiyah”.   Sehingga   dalam   ayat   ini   para   Malaikat   seolah   ingin mengatakan: “kamu akan masuk surga karena telah melakukan sebab-sebab yang membuat seseorang masuk surga”. Bukan berarti si hamba masuk surga ketika itu. 

Dalil ke delapan   Allah ta'ala berfirman:     “Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu  dimasukkan ke dalam neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selainAllah”.  Syaikh  Shalih  bin  Fauzan  Al  Fauzan  menjelaskan  tentang  ayat  ini: “Fir'aun mendapatkan hukuman, yaitu Allah tenggelamkan ia dan kaumnya di  laut.  Kemudian  setelah  itu,  Allah  masukkan  mereka  ke  dalam  neraka. Sebagaimana  firman  Allah  ...  (beliau  membawakan  ayat  di  atas).  Maka, hukuman berupa neraka ini terjadi di alam barzakh. Sebagaimana Allah ta'ala berfirman  (yang  artinya)  :  “Neraka  ditunjukkan  kepada  mereka  pagi  dan sore hari     (QS. Ghafir: 46). Ini terjadi di alam barzakh, sebelum hari akhirat. Neraka ditunjukkan kepada mereka di pagi dan sore hari sampai hari Kiamat. Ini adalah dalil tentang adanya adzab kubur. Wal 'iyyadzubillah”.  Dan masih banyak lagi dalil dari Al Qur’an Al Karim yang menetapkan adzab kubur sekiranya kita mau merujuk pada penjelasan para ulama.

Sumber :

38 HR. Abu Daud no.4753, Ahmad no.17803, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud. 39 Syarhu Aqidati Ahlissunnah wal Jama'ah, hal. 440 40 QS. Nuh: 25 41 Syarhu Tsalatsatil Ushul, hal. 50 - 51 35 QS. An Nahl: 32 36 Tafsir Ath Thabari, 7/580 37 Syarhu Aqidati Ahlissunnah wal Jama'ah, hal. 439 31 QS. Al An'am: 93 32 Lawaihul Anwar As Saniyyah wa Lawaqihul Afkar As Saniyyah, 2/157 33 Al Irsyad ila Shahihil I'tiqad, hal. 275 34 Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyyah (hal. 437) dan juga Syarhu Aqidati Ahlissunnah wal Jama'ah (hal. 443) 28  QS. Al Anfal: 50 – 51 29 Syarhu Lum'atil I'tiqad, 12/12 30 Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyyah, hal. 437

24 QS. At Taubah: 101 25 Tafsir At Thabari no.17130, Tafsir Al Qur'anil Azhim (7/273) 26 Tafsir At Thabari no.17131, 17132, 17133 27 Tafsir Ath Thabari, 14/445

18  Lihat Tafsir Ath Thabari, 3/214 19  Tafsir Jalalain, halaman 160. Disebut sebagai Jalalain (dua Jalal), karena kitab tafsir ini ditulis oleh Jalaluddin Al      Suyuthi dan Jalaluddin Al Mahalli rahimahumallah. 20  Ma’alim At Tanzil, halaman 168 21  Ruuhul Ma’ani, 2/64 22  QS. Ali Imran: 169 - 171 23  Dinukil dari Ma’alim At Tanzil, halaman 168                                 

13 QS. Al An’am: 93 14 Taisiir Kariim Ar Rahman, halaman 264 15 QS. Al Baqarah: 154 16 Alam barzakh artinya alam kubur. Al barzakh secara bahasa artinya sesuatu yang ada di antara dua hal (Lisaanul 'Arab).     Alam kubur disebut sebagai alam barzakh karena ia ada di antara alam dunia dan alam akhirat. 17 Tafsir Al Qur’an Azhim, 1/446 Lihat An Nukat Wal’Uyun, 4/39 11 Al Kasyaf, 6/118 12 Mafatihul Ghaib, 13/342                                

0 comments:

Posting Komentar