Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Sabtu, 15 Agustus 2026

The story of prophet Hud

 The story of prophet Hud

Allah sent Prophet Hud A.S. to the people of ‘Ad, who lived in a region known as Al-Ahqaf in Yemen.Allah mengutus Nabi Hud A.S. kepada kaum ‘Ad, yang tinggal di wilayah yang dikenal sebagai Al-Ahqaf di Yaman.



The people of ‘Ad were blessed with great physical strength and built magnificent, lofty buildings.Kaum ‘Ad dikaruniai kekuatan fisik yang besar dan membangun bangunan-bangunan yang megah dan tinggi.

However, they became arrogant due to their wealth and power, and began worshiping idols instead of Allah.Namun, mereka menjadi sombong karena kekayaan dan kekuasaan mereka, dan mulai menyembah berhala, bukan Allah.

Prophet Hud A.S. preached to them with patience, asking them to believe in one God and seek forgiveness.Nabi Hud A.S. berdakwah kepada mereka dengan sabar, meminta mereka untuk beriman kepada Tuhan Yang Satu dan memohon ampunan.

He said, "O my people! Worship Allah; you have no deity other than Him." Beliau berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah; tidak ada Tuhan bagimu selain Dia."

The leaders of the ‘Ad rejected his message, calling him foolish and a liar.Para pemimpin kaum ‘Ad menolak pesannya, menyebutnya bodoh dan pendusta.

They challenged Hud to bring down the punishment he warned them about.Mereka menantang Hud untuk mendatangkan azab yang beliau peringatkan kepada mereka.

As a first punishment, Allah sent a severe drought that dried up their fertile lands.Sebagai azab pertama, Allah mengirimkan kekeringan parah yang mengeringkan tanah subur mereka.

Despite this, the ‘Ad people remained stubborn and refused to repent.Meskipun demikian, kaum ‘Ad tetap keras kepala dan menolak untuk bertobat.

Finally, Allah sent a fierce, roaring wind that lasted for seven nights and eight days.Akhirnya, Allah mengirimkan angin kencang yang menderu-deru yang berlangsung selama tujuh malam dan delapan hari.

The wind destroyed everything in its path and wiped out the people of ‘Ad completely.Angin itu menghancurkan segala sesuatu yang dilaluinya dan memusnahkan kaum ‘Ad sepenuhnya.

Only Prophet Hud A.S. and his followers were saved by Allah’s mercy.Hanya Nabi Hud A.S. dan para pengikutnya yang diselamatkan oleh rahmat Allah.

Read More

NABI SAW MENCONTOHKAN KETIKA MEMBAYAR HUTANG, MEMBAYARNYA DIBERI TAMBAHAN

 NABI SAW MENCONTOHKAN KETIKA MEMBAYAR HUTANG, MEMBAYARNYA DIBERI TAMBAHAN

 

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ قَالَ مِسْعَرٌ أُرَاهُ قَالَ ضُحًى فَقَالَ صَلِّ رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ لِي عَلَيْهِ دَيْنٌ فَقَضَانِي وَزَادَنِي

Dari Jabir bin ‘Abdullah berkata, “Aku datang menemui Nabi SAW saat beliau berada di masjid -Mis’ar berkata, “Menurutku Jabir berkata, ‘Saat waktu dluha.’- Jabir bin ‘Abdullah berkata, “Beliau bersabda: “Shalatlah dua rakaat.” Ketika itu beliau mempunyai hutang kepadaku. Maka beliau membayarnya dan memberi tambahan kepadaku.” HR Bukhari

NABI SAW MENCONTOHKAN KETIKA MEMBAYAR HUTANG, MEMBAYARNYA DIBERI TAMBAHAN


Hadis diatas menjelaskan bahwa Nabi saw mengembalikan hutangnya dengan memberi tambahan sebagai ungkapan rasa syukur atau terimakasihnya kepada yang member pinjaman. Meskipun begitu, tidak boleh bagi pemberi pinjaman untuk mensyaratkan bahwa ketika nanti mengembalikan hutang maka harus diberi tambahan atau kelebihan. Kalau memberi tambahan itu dilakukan dengan sukarela, maka itulah yang dicontohkan oleh Nabi saw
Read More

Jumat, 14 Agustus 2026

The story of prophet Noah

 The story of prophet Noah

Allah sent Prophet Nuh A.S. to guide his people who had turned away from God and worshiped idols.Allah mengutus Nabi Nuh A.S. untuk membimbing kaumnya yang telah berpaling dari Tuhan dan menyembah berhala.

The story of prophet Noah


For many centuries, Nuh patiently preached the message of Islam, urging them to believe in one God, but they rejected him.Selama berabad-abad, Nuh dengan sabar menyampaikan ajaran Islam, mendesak mereka untuk beriman kepada Tuhan yang Satu, tetapi mereka menolaknya.

Only a few people, mostly the poor and weak, believed in Nuh and followed his teachings.Hanya sedikit orang, kebanyakan orang miskin dan lemah, yang beriman kepada Nuh dan mengikuti ajarannya.

Nuh warned his people of a severe punishment from Allah if they continued to disobey Him.Nuh memperingatkan kaumnya tentang azab yang pedih dari Allah jika mereka terus mendurhakai-Nya.

The leaders of the people mocked Nuh and called him a liar, refusing to accept his message.Para pemimpin kaum itu mengolok-olok Nuh dan menyebutnya pendusta, menolak untuk menerima pesannya.

Finally, Allah commanded Nuh to build a large Ark to save himself, his followers, and pairs of every animal.Akhirnya, Allah memerintahkan Nuh untuk membangun sebuah Bahtera besar untuk menyelamatkan dirinya, para pengikutnya, dan sepasang dari setiap jenis hewan.

When Nuh began to build the Ark, people laughed at him for building a ship so far from the sea.Ketika Nuh mulai membangun Bahtera, orang-orang menertawakannya karena membangun kapal yang begitu jauh dari laut.

As Nuh predicted, Allah sent a Great Flood that covered the entire land, drowning all the disbelievers.Seperti yang diramalkan Nuh, Allah mengirimkan Banjir Besar yang menutupi seluruh daratan, menenggelamkan semua orang yang tidak beriman.

Prophet Nuh’s own wife and one of his sons refused to believe in his message and were also drowned in the flood.Istri Nabi Nuh sendiri dan salah satu putra beliau menolak untuk beriman pada pesannya dan juga ikut tenggelam dalam banjir.

After the floodwaters receded, the Ark rested on a mountain, and Nuh and his followers were saved.Setelah air banjir surut, Bahtera itu berlabuh di sebuah gunung, dan Nuh serta para pengikutnya selamat.

The story of Prophet Nuh A.S. teaches us about the importance of patience, faith, and the punishment for those who reject God.Kisah Nabi Nuh A.S. mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran, iman, dan azab bagi mereka yang menolak Tuhan.

Read More

MEMBAYAR HUTANG KEPADA ALLAH SWT

 MEMBAYAR HUTANG KEPADA ALLAH SWT

 

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ فَلَمْ تَحُجَّ حَتَّى مَاتَتْ أَفَأَحُجُّ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ حُجِّي عَنْهَا أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ أَكُنْتِ قَاضِيَةً اقْضُوا اللَّهَ فَاللَّهُ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ

Dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anha bahwa ada seorang wanita dari suku Juhainah datang menemui Nabi SAW lalu berkata: “Sesungguhnya ibuku telah bernadzar untuk menunaikan haji namun dia belum sempat menunaikannya hingga meninggal dunia, apakah boleh aku menghajikannya?”. Beliau menjawab: “Tunaikanlah haji untuknya. Bagaimana pendapatmnu jika ibumu mempunyai hutang, apakah kamu wajib membayarkannya?. Bayarlah hutang kepada Allah karena (hutang) kepada Allah lebih patut untuk dibayar”. HR Bukhari

MEMBAYAR HUTANG KEPADA ALLAH SWT


عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَقُولُ كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنْ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Abu Salamah berkata; Aku mendengar ‘Aisyah RA berkata: “Aku berhutang puasaRamadhan dan aku tidak bisa mengqadha’nya kecuali pada bulan Sya’ban”. Yahya berkata: “Karena dia sibuk karena atau bersama Nabi SAW.” HR Bukhari

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

Dari ‘Aisyah ra bahwa Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa meninggal dunia dan memiliki hutang puasa maka walinya (boleh) berpuasa untuknya”. HR Bukhari 1816 –

عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ أَفَأَقْضِيهِ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَدَيْنُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى

Dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata; “Datang seorang laki-laki kepada Nabi SAW lalu berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meningal dunia dan dia mempunyai kewajiban (hutang) puasa selama sebulan, apakah aku boleh menunaikannya?”. Beliau SAW berkata: “Ya”, Beliau melanjutkan: “Hutang kepada Allah lebih berhak untuk dibayar”. HR Bukhari

Read More

Kamis, 13 Agustus 2026

The Story of Prophet Idris

 The Story of Prophet Idris

Prophet Idris A.S. was the second prophet mentioned in the Quran, known for his extraordinary wisdom and devotion to Allah. Nabi Idris A.S. adalah nabi kedua yang disebutkan dalam Al-Qur'an, yang dikenal karena kebijaksanaan luar biasa dan ketakwaannya kepada Allah.

The Story of Prophet Idris


He was the great-grandson of Prophet Seth A.S. and lived several generations after Prophet Adam A.S. Beliau adalah cicit dari Nabi Syits A.S. dan hidup beberapa generasi setelah Nabi Adam A.S.

Prophet Idris A.S. was the first human to write with a pen and record knowledge using written script. Nabi Idris A.S. adalah manusia pertama yang menulis menggunakan pena dan mencatat ilmu pengetahuan menggunakan tulisan tangan.

Allah blessed him with vast knowledge, making him a pioneer in mathematics, astronomy, and seamanship. Allah memberkahi beliau dengan ilmu yang luas, menjadikannya pelopor dalam bidang matematika, astronomi, dan ilmu pelayaran.

He was also skilled in tailoring, being the first person to sew and wear stitched clothes instead of animal skins. Beliau juga ahli dalam menjahit, menjadi orang pertama yang menjahit dan mengenakan pakaian bersulam alih-alih kulit hewan.

Despite his achievements, Prophet Idris A.S. remained humble and devoted his time to worshipping Allah continuously. Meskipun memiliki berbagai pencapaian, Nabi Idris A.S. tetap rendah hati dan mendedikasikan waktunya untuk beribadah kepada Allah secara terus-menerus.

He preached the message of monotheism to his people, guiding them away from sin and back to the right path. Beliau menyampaikan ajaran tauhid kepada kaumnya, membimbing mereka agar menjauhi dosa dan kembali ke jalan yang benar.

Because of his righteousness and patience, Allah praised Prophet Idris A.S. in the Quran as a truthful and noble man. Kena kebaikan dan kesabarannya, Allah memuji Nabi Idris A.S. dalam Al-Qur'an sebagai seorang yang jujur dan mulia.

Allah granted him a high status and raised him to a exalted position in Heaven. Allah memberikannya kedudukan yang tinggi dan mengangkatnya ke tempat yang mulia di Surga.

The life of Prophet Idris A.S. teaches us the value of seeking knowledge, working hard, and maintaining strong faith. Kisah hidup Nabi Idris A.S. mengajarkan kita pentingnya menuntut ilmu, bekerja keras, dan menjaga iman yang teguh.

Read More

Doa agar terhindar dari hutang

 Ada tiga macam doa yang dikutip dari Imam Bukhari.

عَنْ عُرْوَةَ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلَاةِ وَيَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنْ الْمَغْرَمِ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ

Dari ‘Urwah bahwa ‘Aisyah radliallahu ‘anha mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah SAW berdo’a dalam shalat: ” ALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHRAM ” (Ya Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan terlilit hutang).

Doa agar terhindar dari hutang


Lalu ada seseorang yang bertanya: “Mengapa anda banyak meminta perlindungan dari hutang, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya seseorang apabila sedang berhutang ketika dia berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering menyelisihinya”. (HR Bukhari)

أَخْبَرَنَا عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنْ الْمَغْرَمِ فَقَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ وَعَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَعِيذُ فِي صَلَاتِهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Telah mengabarkan kepada kami ‘Urwah bin az-Zubair, dari ‘Aisyah isteri Nabi SAW, dia telah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah SAW di dalam shalat membaca do’a: ‘ALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ‘ADZAABIL QABRI, WA A’UUDZU BIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL, WA A’UUDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WA FITNATIL MAMAAT. ALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHRAM (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masihid Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang).

Tiba-tiba ada seseorang berkata kepada beliau, “Kenapa tuan banyak meminta perlindungan dari hutang?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya seseorang apabila berhutang dia akan cenderung berkata dusta dan berjanji lalu mengingkarinya.” Dan dari Az-Zuhri ia berkata, ‘Urwah bin az-Zubair telah mengabarkan kepadaku, bahwa ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW dalam shalatnya meminta perlindungan dari fitnah Dajjal.” (HR Bukhari)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأَبِي طَلْحَةَ الْتَمِسْ غُلَامًا مِنْ غِلْمَانِكُمْ يَخْدُمُنِي حَتَّى أَخْرُجَ إِلَى خَيْبَرَ فَخَرَجَ بِي أَبُو طَلْحَةَ مُرْدِفِي وَأَنَا غُلَامٌ رَاهَقْتُ الْحُلُمَ فَكُنْتُ أَخْدُمُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا نَزَلَ فَكُنْتُ أَسْمَعُهُ كَثِيرًا يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Abu Thalhah: “Carilah seorang ghulam (anak kecil sebagai pelayan) dari ghulam milikmu untuk melayaniku selama keberangkatan ke Khaibar. Maka Abu Thalhah keluar bersamaku dengan memboncengku. Saat itu aku adalah seorang anak kecil yang hampir baligh. Aku melayani Rasulullah SAW saat beliau singgah, dan aku selalu mendengar beliau banyak berdo’a: “ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI WAL BUKHLI WAL JUBNI WA DLAL’ID DAINI WA GHALABATIR RIJAAL” (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari (sifat) gelisah, sedih, lemah, malas, kikir, pengecut, terlilit hutang dan dari keganasan orang”). HR Bukhari 2679

Read More

Rabu, 12 Agustus 2026

The Story of Prophet Adam

 The Story of Prophet Adam

Allah created Prophet Adam A.S. from clay as the first human being and the ancestor of all mankind. Allah menciptakan Nabi Adam A.S. dari tanah liat sebagai manusia pertama dan leluhur seluruh umat manusia.

The Story of Prophet Adam

Allah taught Adam the names of all things and commanded the angels to prostrate before him out of respect. Allah mengajarkan Adam nama-nama segala benda dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya sebagai bentuk penghormatan.

All angels obeyed Allah's command, but Iblis refused due to pride, claiming he was superior because he was created from fire. Semua malaikat mematuhi perintah Allah, tetapi Iblis menolak karena sombong dan mengaku lebih mulia karena diciptakan dari api.

Due to his arrogance and disobedience, Iblis was banished from Paradise and vowed to mislead humanity until the end of time. Karena kesombongan dan pembangkangannya, Iblis diusir dari Surga dan berjanji akan menyesatkan umat manusia hingga akhir zaman.

Allah created Hawwa (Eve) from Adam to be his companion, and they both lived peacefully in Paradise. Allah menciptakan Hawa dari Adam untuk menjadi pendampingnya, dan mereka berdua hidup dengan damai di Surga.

Allah allowed them to enjoy everything in Paradise except for one forbidden tree. Allah mengizinkan mereka menikmati segala hal di Surga kecuali satu pohon yang dilarang.

Iblis deceived Adam and Hawwa by whispering false promises, leading them to eat from the forbidden tree. Iblis menipu Adam dan Hawa dengan membisikkan janji-janji palsu, hingga membuat mereka memakan buah dari pohon terlarang tersebut.

Realizing their mistake immediately, Adam and Hawwa felt deep remorse and prayed for Allah's forgiveness. Setelah menyadari kesalahan mereka secara langsung, Adam dan Hawa merasa sangat menyesal dan berdoa memohon ampunan Allah.

Allah accepted their sincere repentance, but He sent them down to Earth to fulfill their duty as His vicegerents. Allah menerima taubat mereka yang tulus, tetapi Dia menurunkan mereka ke Bumi untuk menjalankan tugas sebagai khalifah-Nya.

On Earth, Prophet Adam A.S. and Hawwa built a family and taught their children to worship Allah alone and live in righteousness. Di Bumi, Nabi Adam A.S. dan Hawa membangun keluarga serta mengajarkan anak-anak mereka untuk hanya menyembah Allah dan hidup dalam kebaikan.

Read More

Explore the complete stories of the 25 Prophets in Islam

Discover the inspiring journey of faith, patience, and divine wisdom. Explore the complete stories of the 25 Prophets in Islam with detailed historical insights and spiritual lessons for everyday life.



Indonesian:

Temukan perjalanan iman, kesabaran, dan hikmah ilahi yang menginspirasi. Jelajahi kisah lengkap 25 Nabi dalam Islam dengan wawasan sejarah yang mendalam dan pelajaran spiritual untuk kehidupan sehari-hari.


Tabel Interaktif 25 Nabi & Rasul

Daftar Interaktif 25 Nabi & Rasul

No Gambar Nama Nabi Ringkasan Kisah Utama Aksi
Read More

Hadits seputar doa azab kubur

 Hadits seputar doa azab kubur

Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu'anha, ia berkata:“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berdoa

Hadits seputar doa azab kubur


ketika sedang shalat  dengan doa (yang artinya): ‘Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab  kubur, dari fitnah al masih ad dajjal, dari fitnahnya orang yang masih hidup atau yang telah mati. Ya Allah aku berlindung kepadamu dari dari perbuatan dosa dan hutang’”57. 56  HR. Ahmad no.14152. Syu'aib Al Arnauth dalam takhrij-nya mengatakan: “Sanad hadits ini shahih sesuai syarat  Muslim”. Demikian juga yang dikatakan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah (no. 3954). 57  HR. Bukhari no. 832, 6376, Muslim no. 589                                   

'Auf bin Malik Al Asyja'i radhiallahu'anhu, ia mengatakan: “Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam pernah shalat jenazah, dan aku   menghafalkan doa yang beliau ucapkan, yaitu:

Ya Allah, berilah ampunan baginya dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah ia. Berilah  kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah ia dengan  air, es dan salju. Bersihkanlah dia dari kesalahannya sebagaimana Engkau   bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang      lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya  semula, istri yang lebih baik dari istrinya semula. Masukkanlah ia ke dalam surga, lindungilah ia dari adzab kubur dan adzab neraka

 Dan  sebenarnya  masih  banyak  lagi  dalil  dari  hadits-hadits  yang  shahih mengenai adzab kubur. Karena para ulama mengatakan hadits-hadits tentang adzab   dan nikmat   kubur   itu   mencapai   level mutawatir karena   sangat banyaknya. Yang sebagian hadits-hadits tersebut akan kami sebutkan dalam bab  “Beberapa Keyakinan Ahlussunnah Terkait Alam Kubur.58 HR. Muslim no. 963

Read More

Selasa, 11 Agustus 2026

apakah alam kubur itu menakutkan

 Kengerian Azab Kubur

Dari Utsman bin Affan radhiallahu’anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Alam  kubur adalah awal perjalanan akhirat, barang siapa yang berhasil di alam    kubur, maka setelahnya lebih mudah. Barang siapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih berat”. Utsman radhiallahu’anhu berkata, “Aku tidak   pernah memandang sesuatu yang lebih mengerikan dari kuburan . HR. Bukhari no.6055,

Kengerian Azab Kubur


 

Muslim no.703 52 HR. At Tirmidzi no.2308, ia berkata: “hasan gharib”, dihasankan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Futuhat     Rabbaniyyah, 4/192 Dari Umar binKhathab radhiallahu'anhu, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya mayit itu diadzab (di dalam kuburnya) ketika keluarganyamenangisinya"  Dalam riwayat lain: "Sesungguhnya mayit itu diadzab (di dalam kuburnya) ketika keluarganya melakukan niyahah terhadapnya"

Dari Abu Ayyub Al Anshari radhiallahu'anhu, ia berkata:  “Suatu hari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam keluar rumah tatkala     matahari telah tenggelam. Beliau mendengar suara-suara, lalu bersabda: “Orang-orang Yahudi sedang diadzab di kuburan mereka  ”. Dalil ke delapan Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu'anhu, ia berkata: 53 HR. Bukhari no. 1304, Muslim no. 929 54 HR. Bukhari no. 1292, Muslim no. 927 55 HR. Al Bukhari no. 1375, Muslim no. 2869 “Suatu hari Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam pergi ke kebun kurma milik  Bani Najjar. Beliau mendengar suara-suara dari orang-orang Bani Najjar   yang telah meninggal di zaman Jahiliyah. Mereka sedang diadzab di dalam  kuburnya. Kemudian beliau pun keluar dalam keadaan ketakutan dan  memerintahkan para sahabatnya untuk berlindung dari adzab kubur”

Read More

Senin, 10 Agustus 2026

Alfatihah 49 kali

 *Al-Fatihah dibaca 49x* itu termasuk amalan yang banyak diamalkan ulama & guru tarekat.


Angka 49 = 7 x 7. Angka 7 sendiri punya kedudukan khusus di Al-Fatihah karena disebut "As-Sab'ul Matsani" = 7 ayat yang diulang-ulang.


### *Faedah Al-Fatihah 49x yang sering disebut*


1.  *Penyembuh / Ruqyah Syifa*  

    Al-Fatihah dijuluki "Asy-Syifa" = penyembuh.  

    Dibaca 49x untuk hajat kesembuhan diri sendiri atau orang lain, ditiupkan ke air lalu diminum.  

    Hadits: _"Al-Fatihah itu obat untuk segala penyakit kecuali kematian"_

2.  *Pembuka rezeki & urusan*  

    Banyak yang mengamalkan 49x setelah sholat subuh/dhuha untuk melancarkan rezeki, urusan, dan dimudahkan segala hajat.

3.  *Perlindungan & benteng*  

    49x dibaca untuk pagar diri, rumah, dan keluarga dari gangguan jin, sihir, dan bala.

4.  *Menguatkan hati & menenangkan jiwa*  

    Karena isinya pujian + doa + jalan lurus. Dibaca berulang bikin hati adem dan fokus ke Allah.

5.  *Untuk hajat khusus*  

    Misalnya: minta jodoh, kelancaran ujian, hutang lunas. Caranya: setelah sholat hajat, baca Al-Fatihah 49x sambil menghadirkan hajatnya.


### *Cara pengamalan yang umum*

1.  *Waktu*: Paling bagus habis sholat subuh, tengah malam, atau malam Jumat

2.  *Cara*: Wudhu → sholat hajat 2 rakaat → baca Al-Fatihah 49x  

    Tiap 7x boleh berhenti sebentar, berdoa, lalu lanjut lagi sampai 49x

3.  *Niat*: "Ya Allah, dengan keberkahan Al-Fatihah 49x, kabulkan hajatku..."

4.  *Konsisten*: Biasanya 7 hari, 21 hari, atau 40 hari berturut-turut


### *Catatan penting*

1.  *Ini bukan wajib*. Ini ijazah/amalan. Yang wajib tetap sholat 5 waktu.

2.  *Adab dulu*: Yakin bahwa yang mengabulkan Allah, bukan angkanya. Angka 49 hanya wasilah.

3.  *Tetap ikhtiar*: Kalau untuk sakit tetap berobat, kalau rezeki tetap kerja.


Intinya: *Al-Fatihah 49x = doa + dzikir + ruqyah*. Isinya udah lengkap: puji Allah, minta pertolongan, minta jalan lurus.


Kamu mau mengamalkan untuk hajat apa? Biar bisa sekalian aku kasih adab doa yang pas setelahnya 🙏

Read More

apakah benar azab dan nikmat kubur itu ada

 Azab Kubur terdapat dalam hadits

andaikata memang benar bahwa permasalahan adzab kubur tidak ada dalam Al Qur’an, maka hadits-hadits shahih yang ada sudah cukup untuk  menetapkan  akidah  tentang  adzab  kubur  ini.

apakah benar azab dan nikmat kubur itu ada


andaikata memang benar bahwa permasalahan adzab kubur tidak ada dalam Al Qur’an, maka hadits-hadits shahih yang ada sudah cukup untuk  menetapkan  akidah  tentang  adzab  kubur  ini.  Klaim  bahwa  perkara aqidah  tidak  bisa  ditetapkan  dengan  hadits Ahad  yang  shahih  adalah  klaim yang  batil  yang  diselipkan  ke  dalam  ajaran  Islam.  Tidak  ada  imam  yang mengatakan  pendapat  demikian,  tidak  tidak  katakan  oleh  imam  madzhab yang  empat  atau  semisal  mereka.  Pendapat  ini  hanya  dikemukakan  oleh ulama ahli kalam yang sama sekali tidak didasari oleh dalil”47.   Beliau  juga  mengatakan,  “Adanya  pertanyaan  dua  Malaikat  di  alam 43 HR. Muslim no. 2867, dari sahabat Zaid bin Tsabit radhiallahu'anhu 44 Lihat kitab Silsilah Ahadits Shahihah penjelasan hadits nomor 158-159 45 HR. Muslim no. 2867, 7392 46 HR. Ahmad no. 14185, Al Albani berkata: “Shahih muttashil (bersambung) sesuai persyaratan Imam Muslim”. 47 As-Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, 1/244 kubur adalah benar adanya. Wajib untuk mengimaninya. Hadits tentang hal ini pun mutawatir”.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata: 

 “Suatu ketika ada dua orang tua dari kalangan Yahudi di Madinah datang  kepadaku. Mereka berdua berkata kepadaku bahwa orang yang sudah mati   diadzab di dalam kubur mereka. Aku pun mengingkarinya dan tidak  mempercayainya. Kemudian mereka berdua keluar. Lalu Nabi shallallahu’alaihi wasallam datang menemuiku. Maka aku pun menceritakan      apa yang dikatakan dua orang Yahudi tadi kepada beliau. Beliau lalu  bersabda: ‘Mereka berdua benar, orang yang sudah mati akan diadzab dan    semua binatang ternak dapat mendengar suara adzab tersebut’. Dan aku   pun melihat beliau senantiasa berlindung dari adzab kubur setiap selesai shalat”.

Hadits  ini menunjukkan  dengan  tegas  tentang  adanya  adzab  kubur  dan alam  kubur.  Diperkuat  lagi  dengan  pemahaman  Aisyah radhiallahu'anha yang menyampaikan hadits ini,   menunjukkan bahwa   Aisyah radhiallahu'anha juga meyakini adanya adzab kubur dan alam kubur. 48 idem 49 HR. Bukhari no.6005 

Dari Al Barra' bin Azib radhiallahu'anhu,  Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam “Jika seorang mukmin telah didudukkan di dalam kuburnya, ia kemudian     didatangi (oleh dua malaikat lalu bertanya kepadanya), maka dia akan menjawab dengan mengucapkan:’Laa ilaaha illallah wa anna muhammadan     rasuulullah’. Itulah yang dimaksud al qauluts tsabit dalam firman Allah      Ta’ala (yang artinya): ‘Allah meneguhkan orang-orang yang beriman                     dengan al qauluts tsabit’ (QS. Ibrahim: 27)”50.       Ini adalah dalil Al Qur’an sekaligus As Sunnah. Karena merupakan bukti bahwa surat Ibrahim ayat 27 berbicara tentang adzab kubur dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang menafsirkan demikian. Dalil ke empat       Dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu'anhu, ia berkata:      HR. Bukhari no.1369, Muslim no.7398                                

“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari sebagian    pekuburan di Madinah atau Makkah. Lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang diadzab di kuburnya. Beliau bersabda,   ‘Keduanya sedang diadzab. Tidaklah keduanya diadzab karena dosa besar (menurut mereka bedua)’, lalu Nabi bersabda: ‘Padahal itu merupakan dosa besar. Salah satu di antara keduanya diadzab karena tidak membersihkankan   bekas kencingnya, dan yang lain karena selalu melakukan namiimah (adu domba)”

DALIL AS SUNNAH  Dari  Anas  bin  Malik radhiallahu'anhu,  bahwa  Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:    

“Seandainya kalian tidak akan saling menguburkan, tentulah aku akan    berdoa kepada Allah agar memperdengarkan kepada kalian siksa kubur yang aku dengar”. Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan:    :                                        

“Setelah itu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam berbalik menghadap      kami, dan bersabda: mintalah perlindungan kepada

Allah dari adzab     neraka! Para sahabat pun berkata: kami meminta perlindungan kepada    Allah dari adzab neraka. Nabi bersabda: perlindungan kepada Allah dari adzab kubur. Nabi bersabda: mintalah        perlindungan kepada Allah dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi! Para sahabat pun berkata: kami meminta perlindungan kepada   Allah dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi. Nabi bersabda:   mintalah perlindungan kepada Allah dari fitnah dajjal! Para sahabat pun     berkata: kami meminta perlindungan kepada Allah dari fitnah dajjal mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur! Para sahabat pun berkata: kami meminta 42 HR. Muslim no.7393, Ahmad no.12026                               

D a l a m   k i t a b Silsilah Ahadits Shahihah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa syawahid, yaitu dari jalan Zaid bin Tsabit45 dan dari jalan Jabir bin Abdillah.Setelah itu, beliau memberikan penjelasan penting. Beliau berkata: “Dari beberapa  hadits  di  atas  terdapat  banyak  faedah,  yang  paling  penting  di antaranya:       Pertama, menetapkan adanya adzab kubur, dan hadits-hadits tentang hal i n i mutawatir.  Maka tidak  ada  lagi  kerancuan  bila  ada  yang  mengklaim bahwa hadits-hadits tentang hal ini adalah hadits Ahad.       Kedua, pun  andaikata  memang  benar  hadits-haditsnya  adalah  hadits Ahad,  tetap  wajib  mengimaninya  karena  Al  Qur’an  telah  menunjukkan kebenarannya. (Kemudian Syaikh Al Albani membawakan surat Ghafir ayat 45-46).

Read More

Minggu, 09 Agustus 2026

bagaimana kondisi azab dan nikmat kubur itu

 Maka, hukuman berupa neraka ini terjadi di alam barzakh. Sebagaimana Allah ta'ala berfirman  (yang  artinya)  : 

“Neraka  ditunjukkan  kepada  mereka  pagi  dan sore hari     (QS. Ghafir: 46). Ini terjadi di alam barzakh, sebelum hari akhirat. Neraka ditunjukkan kepada mereka di pagi dan sore hari sampai hari Kiamat. Ini adalah dalil tentang adanya adzab kubur. Wal 'iyyadzubillah”.Dan masih banyak lagi dalil dari Al Qur’an Al Karim yang menetapkan adzab kubur sekiranya kita mau merujuk pada penjelasan para ulama. 38 HR. Abu Daud no.4753, Ahmad no.17803, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud. 39 Syarhu Aqidati Ahlissunnah wal Jama'ah, hal. 440 40 QS. Nuh: 25 41 Syarhu Tsalatsatil Ushul, hal. 50 - 51

hal yang dialami oleh penghuni kubur

Menurut opini penulis yang fakir ini dialam kubur orang yang sudah meninggal hanya akan merasakan hawa surga atau neraka dan ditampakan kepedihan atau kenikmatan kelak di surga atau neraka tergantung perbuatan masing-masing jadi masih belum siksaan seperti yang ada di dalam neraka hanya kemungkinan siksaan atau azab itu datang dari malaikat munkar dan nakir tetapi para penghuni kubur menunggu datangnya hari kiamat hanya dengan menyaksikan kenikmatan surga bagi para kaum mukmin dan menyaksikan penderitaan neraka bagi para pendosa

Read More