Kisah Penyair Yang Selamat dari Fitnah Kubur
Catatan Kisah dibawah ini hanya cerita yang bisa diambil hikmah bukan sejarah ataupun riwayat
Syekh M Nawawi Banten mengangkat cerita para ulama terkait pengalaman Al-Imam Najmuddin Umar An-Nasafi RA.
Para
ulama pernah memimpikan Al-Imam Najmuddin Umar An-Nasafi RA setelah ia
dimakamkan. Mereka bertanya bagaimana pengalamannya menghadapi malaikat Munkar
dan Nakir.
كيف
أجبت منكرا ونكيرا فقال إنهما سألاني بالنثر فأجبتهما بالنظم فخرجا بإذن الله
تعالى
Artinya,
“’Bagaimana Anda menjawab Munkar dan
Nakir?’ An-Nasafi menjawab, ‘Keduanya bertanya kepadaku dengan bahasa prosa.
Tetapi kujawab keduanya dengan puisi. Lalu keduanya keluar meninggalkanku atas
izin Allah SWT,’”(Lihat Syekh M Nawawi, Tsimarul Yani‘ah, [Indonesia, Daru
Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 11). Adapun jawaban berbentuk
puisi untuk Munkar dan Nakir yang disampaikan oleh Al-Imam Najmuddin Umar
An-Nasafi RA dikutip oleh Syekh M Nawawi Banten sebagai berikut:
ربي
الله لا إله سواه * ورسولي محمد مصطفاه وولي كتاب ربي وديني * هو ما اختاره لنا
وارتضاه مذهبي مرتضى وفعلي ذميم * أسئل الله عفوه ورضاه
Artinya,
· Tuhanku Allah. Tiada tuhan selain Dia
· Dan rasulku Muhammad pilihan-Nya
Pemimpinku kitab Tuhanku dan agamaku
· Itulah yang dipilih dan diridhai-Nya
Mazhabku direstui tetapi perbuatanku tercela
