Para Malaikat Yang berada Di alam kubur
Malaikat Munkar
dan Nakir
Malaikat Munkar dan Nakir adalah dua
malaikat yang bertugas menanyai orang yang sudah meninggal di alam kubur.
· Tugas Malaikat Munkar
Menanyai orang yang cenderung memiliki
amalan buruk dan dosa
· Tugas Malaikat Nakir
Menanyai orang yang memiliki banyak
amalan baik daripada amalan buruknya
Beberapa pendapat dari sumber yang
tidak bisa diandalkan adanya perbedaan antara malaikat yang mendatangi orang
mukmin adalah Malaikat Mubassyar dan Mubasyir sedang orang yang meninggal dalam
keadaan tidak baik adalah malaikat munkar dan nakir
Wujud Malaikat
Munkar dan Nakir
· Dalam riwayat, wajah Nakir dan Mungkar
disifati demikian: Suara mereka ibarat petir menyambar, mata mereka ibarat
kilat mengkilat dan keluar api darinya, gigi mereka panjang dan menyeramkan
yang panjangnya sampai ke bumi, teriakan mereka membuat bulu tubuh mayit berdiri
karena ketakutan dan dia menjadi bisu
· datang memasuki kubur dua malaikat
yang hitam legam dan kedua taringnya menggores bumi, dan kedua malaikat itu
mempunyai rambut yang terikat sampai ke tanah, dan tiap keduanya memiliki suara
keras bagaikan petir yang menggelegar, dan mata kedua malaikat itu seperti
kilat yang menyambar, dan nafas mereka bagaikan angin badai. Di tangan kedua
malaikat itu memegang palu besi, bila dikumpulkan seluruh makhluk tidak akan
bisa mengangkatnya, dan bila dipukulkan kepada gunung yang paling besar maka
gunung itu akan hancur. Bila ahli kubur
yang memandang kedua malaikat itu, maka ia gemetar dan berusaha lari… (Lihat
kitab at Tadzkirah karya Imam Qurthubi penerbit Maktabah Darul Minhaj halaman
354).
· Di dalam sebuah hadits , disebut sosok
malaikat Munkar dan Nakir berwana hitam kebiru-biruan atau biru
kehitam-hitaman.
( إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ
أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَرُ النَّكِيرُ ، فَيَقُولَانِ
: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ ؟ فَيَقُولُ مَا كَانَ يَقُولُ : هُوَ عَبْدُ
اللَّهِ وَرَسُولُهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . فَيَقُولانِ : قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ هَذَا
، ثُمَّ يُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعًا فِي سَبْعِينَ ، ثُمَّ يُنَوَّرُ
لَهُ فِيهِ ، ثُمَّ يُقَالُ لَهُ : نَمْ ، فَيَقُولُ : أَرْجِعُ إِلَى أَهْلِي فَأُخْبِرُهُمْ
، فَيَقُولَانِ : نَمْ كَنَوْمَةِ الْعَرُوسِ الَّذِي لا يُوقِظُهُ إِلا أَحَبُّ أَهْلِهِ
إِلَيْهِ حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ .وَإِنْ كَانَ مُنَافِقًا
قَالَ : سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ فَقُلْتُ مِثْلَهُ لا أَدْرِي . فَيَقُولَانِ
: قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ ذَلِكَ ، فَيُقَالُ لِلأَرْضِ : الْتَئِمِي
عَلَيْهِ ، فَتَلْتَئِمُ عَلَيْهِ ، فَتَخْتَلِفُ فِيهَا أَضْلاعُهُ ، فَلا يَزَالُ
فِيهَا مُعَذَّبًا حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ ) والحديث حسنه
الألباني في صحيح الترمذي .
“Apabila mayit
atau salah seorang dari kalian sudah dikuburkan, ia akan didatangi dua malaikat
hitam dan biru, salah satunya Mungkar dan yang lain Nakir, keduanya berkata:
Apa pendapatmu tentang orang ini (Nabi Muhammad)?, maka ia menjawab sebagaimana
ketika di dunia: Abdullah dan Rasul-Nya, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang
berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan
Allah. Keduanya berkata: Kami telah mengetahui bahwa kamu dahulu telah
mengatakan itu. Kemudian kuburannya diperluas 70 x 70 hasta, dan diberi
penerangan, da dikatakan: Tidurlah. Dia menjawab: “Aku mau pulang ke rumah
untuk memberitahu keluargaku”. Keduanya berkata: “Tidurlah, sebagaimana
tidurnya pengantin baru, tidak ada yang dapat membangunkannya kecuali orang
yang paling dicintainya, sampai Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya
tersebut”.
·
Adapun
hadits Umar bin Khatab –radhiyallahu ‘anhu- yang anda sebutkan tadi, telah
diriwayatkan dari jalur yang lemah, di antaranya yang diriwayatkan oleh Abdur
Razaq dalam Mushannafnya (6738) dengan derajat ‘mursal’, dari Amr bin Dinar
bahwa Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda kepada Umar:
كيف بك يا عمر بفتاني القبر إذا أتياك يحفران الأرض بأنيابهما ،
ويطآن في أشعارهما ، أعينهما كالبرق الخاطف ، وأصواتهما كالرعد القاصف ، معهما مزربة
لو اجتمع عليها أهل منى لم يقلوها . قال عمر : وأنا على ما أنا عليه اليوم ؟ قال :
وأنت على ما أنت عليه اليوم . قال : إذاً أكفيكهما إن شاء الله
“Bagaimana
denganmu wahai Umar, dengan kedua fitnah kubur, apabila mereka berdua
mendatangimu dengan menggali tanah dengan taring-taringnya, berpijak pada
rambutnya, mata mereka seperti kilat yang menyambar, suara mereka seperti petir
yang menggelegar,keduanya membawa gada yang jika semua penduduk Mina berkumpul
mereka tidak akan mampu mengangkatnya. Umar berkata: Apakah saya seperti saat
saya di dunia ?, Rasulullah menjawab: “Engkau seperti saat engkau berada di
dunia sekarang”. Jadi, saya mencukupkan anda dari mereka berdua –insya Allah.
Malaikat Basyir
dan Mubasysyir
Para malaikat yang memasuki kubur
orang mukmin akan memperlakukan dia dengan wajah tampan dan setelah berlangsung
tanya-jawab, mereka akan memberikan kabar gembira surga kepadanya dan meluaskan
kuburnya dengan kenikmatan-kenikmatan Ilahi. Dua malaikat ini dinamai Basir dan
Mubasysyir.
sumber dari kedua
malaikat ini
Syaikh Mufid berkata: Dalam sebagian riwayat,
nama dua malaikat yang turun kepada orang kafir adalah Nākir dan Nakir dan nama
dua malaikat yang turun kepada orang mukmin adalah Mubasysyir dan Basyir.
Dikatakan bahwa penamaan dua malaikat orang kafir dengan Nakir dan Nākir
dikarenakan orang kafir mengingkari kebenaran, mengingkari malaikat tersebut
dan merasa tidak senang dengan kedatangan mereka, sementara penamaan dua
malaikat orang mukmin dengan Mubasysyir dan Basyir dikarenakan mereka berdua
mengabarkan kerelaan dan pahala Allah swt kepadanya. (Syarh Aqāid Shaduq atau
Tashhih al-I'tiqād, Syaikh Mufid, hlm.220; Ilm al-Yaqin, Faidh Kasyani, jld.2,
hlm.1073
Malaikat Ruman
Diriwayatkan
dari Abdullah bin Salam r.a.: Seorang malaikat masuk mendatangi mayat di
kuburnya sebelum kedatangan Malaikat Munkar dan Nakir, malaikat itu bernama
Ruman, berwajah cerah secerah matahari. Malaikat Ruman mendatangi mayat dan
berkata, “Tulislah semua amalmu yang baik dan yang jelek.” Mayat berkata pada
malaikat, “Dengan apa aku harus menulis? Di mana pena dan tintaku?”.
Malaikat
menjawab, ”Ludahmu itu tintamu dan penamu adalah jari-jarimu”. Mayat berkata,
“Di atas apakah aku harus menulis? Aku tidak ada kertas”. Malaikat Ruman
menyobekkan kain kafan dan memberikannya kepada mayat lalu berkata, “Ini
kertasmu dan tulislah”. Maka menulislah si mayat tersebut amal kebaikannya di
dunia kemudian sampailah pada amal buruknya, maka dia berhenti enggan menulisnya,
malu kepada Malaikat Ruman.
Malaikat
ruman berkata padanya, “Hai orang yang berdosa, mengapa kamu tidak malu kepada
Allah yang menciptakanmu, ketika kamu melakukan amal jelek sewaktu di dunia,
dan sekarang kamu malu kepadaku?”. Lalu Malaikat Ruman mengangkat tiang besar
dan memukulkannya kepada si mayat. Mayat berkata, “Aku akan menulis semua amal
baik dan amal burukku dalam lembaran ini”.
Sesudah
itu, Malaikat Ruman memerintahkan agar melipatnya, menandatanginya, dan
mengalungkannya di lehernya hingga hari kiamat. Hal ini sebagaimana firman
Allah SWT.:
وكل
انسان ألزمناه طائره في عنقه وتخرج له يوم القيامة كتابا يلقاه منشورا13
Dan setiap manusia telah kami
kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari kiamat kami
keluarakan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka”. (QS. Al-Isra’: ayat 13)
Dalam Kitab
Ad-durorul Fakhiroh imam Al-ghozzali
menjelaskan
قد روى عن ابن مسعود رضي الله عنه أنه قال يا رسول الله : ما أول ما
يلقى الميت إذا دخل قبره ؟ قال : يا ابن مسعود ما سألني عنه أحد إلا أنت .
فأول ما يناديه ملك اسمه رومان يجوس خلال المقابر فيقول : يا عبد الله اكتب
عملك . فيقول : ليس معي دواة و لا قرطاس فيقول : هيهات كفنك قرطاسك ، و
مدادك ريقك ، و قلمك إصبعك . فيقطع له قطعة من كفنه . ثم يجعل العبد يكتب ،
و إن كان غير كاتب في الدنيا . فيذكر حينئذ حسناته و سيئاته كيوم واحد ، ثم
يطوى الملك القطعة و يعلقها في عنقه
ثم قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : [ قوله تعالى : { و كل إنسان
ألزمناه طائره في عنقه }
Ibnu mas'ud -semoga Allah meridhoinya-
meriwayatkan bahwa beliau berkata
:" Wahai Rasululloh, apa hal pertama yang ditemui mayyit ketika masuk ke
kuburannya ?" Rasululloh : " wahai ibnu mas'ud, tidak ada seeorangpun
yang bertanya kepadaku tentang hal itu kecuali engkau yang pertama adalah seruan
malaikat yang bernama RUMAN, yang mengawasi segenap kuburan, kemudian dia
berkata : “wahai abdulloh, tulislah amalanmu”. Hamba menjawab : “saya tidak
membawa tinta, juga tidak membawa kertas”. Malaikat ruman berkata : “gunakanlah
kain kafanmu sebagai kertas, air liurmu sebagai tinta, dan jari jemarimu
sebagai pena”. Kemudian dia mengambil
sedikit kafannya dan mulailah hamba itu menulis. walaupun jika di dunia dia tidak dapat menulis, maka
waktu itu dia bisa menuliskan kebaikan
dan kejelekannya seperti waktu yang sama. Lalu malaikat Ruman melipat lembaran
tersebut dan mengalungkannya di lehernya.
Hal ini diriwayatkan dari Abdullah bin
Salam ra, bahwa seorang malaikat masuk mendatangi mayat di kuburnya sebelum
kedatangan malaikat Munkar dan Nakir.
Malaikat itu bernama Ruman yang
memiliki wajah cerah secerah matahari.Nah, untuk mengetahui secara lebih jelas
seperti apa sosok malaikat Ruman dan apa tugasnya, Malaikat Ruman adalah
malaikat yang ditugaskan untuk menjaga jenazah.Yakni berjaga di alam kubur
seseorang sebelum malaikat Munkar dan Nakir masuk untuk menguji keimanan
seseorang yang sudah meninggal.Di mana malaikat Munkar akan bertanya tentang
keburukan orang selama hidupnya. Sedangkan malaikat Nakir akan bertanya tentang
kebaikan orang selama hidupnya.Malaikat Ruman dikisahkan memiliki sifat yang
ramah, sabar, dan penyayang kepada manusia yang sudah meninggal dunia Tak hanya
memiliki sifat yang baik, malaikat Ruman juga memiliki wajah yang menyenangkan
dan meneduhkan.
Sosoknya tampak indah dan berseri-seri
serta mengeluarkan suara yang merdu dan membuat tenang. Itulah mengapa, jenazah
manusia yang bertemu dengan malaikat Ruman merasa nyaman.Kedatangan malaikat
Ruman tidaklah sendiri. Melainkan bersama malaikat Kiraman Katibin. Mereka
adalah malaikat yang mencatat berbagai amal baik dan buruk manusia selama hidup
di dunia.Saat mendekati jenazah manusia itu, malaikat tersebut bersikap hormat
dan mencurahkan kasih sayang.Kemudian malaikat Ruman akan memegang tangan kanan
orang yang sudah meninggal, lalu mengucapkan salam dan memperkenalkan
diri.Dalam menerima perlakukan malaikat Ruman yang lembut dan penuh kasih
sayang itu, jenazah manusia pun bisa merasakannya.Ia mendapatkan kedamaian dan
kehangatan dari perlakuan malaikat Ruman.
Tak berhenti di situ, malaikat Ruman
memberikan senyuman indahnya dan memuji jenazah itu atas keimanan dan
ketakwaannya. Setelah itu membacakan tentang amal jenazah di buku catatan
dengan suara yang jelas.Setiap amal baik dan buruk dijelaskannya dengan baik,
lengkap dengan nilai dari setiap amalan dan ganjaran apa yang nantinya akan
diberikan oleh Allah SWT.Jenazah mendengarkannya dengan penuh perhatian dan
menunjukkan ekspresi berbeda. Saat dibacakan amalan buruk, ia tampak sedih.
Namun, saat mendengar amalan baik, ia tampak senang.Setelah memberikan
penjelasan tentang amalan perbuatan manusia, malaikat Ruman pun berpamitan
kepada jenazah dengan mengucapkan salam.Kedatangan malaikat Ruman menghadirkan
ketenangan dan rasa percaya diri pada jenazah manusia. Mereka merasa lebih siap
dan berani ketika nantinya berhadapan dengan malaikat Munkar dan Nakir.
Seorang malaikat yang wajahnya
bercahaya silau seperti matahari akan memasuki kuburan si mayit sebelum
masuknya Malaikat Mungkar dan Nakir. Namanya adalah Ruman".
Kemudian malaikat tersebut duduk di
sampingnya dan berkata kepadanya: “Tulislah kebaikan maupun keburukan yang
telah kamu lakukan!”
Mayit tersebut menjawab: “Dengan apa
aku menulisnya? di mana penaku, tempat tinta dan tintaku?”
Malaikat menjawab: “Air liurmu adalah
tintamu, tanganmu adalah penamu”
Mayit bertanya kembali: “Di atas apa
aku menulisnya sedangkan aku tidak memiliki kertas?”
Nabi Muhammad SAW berkata: Kemudian
dipotongkan sebagian kain kafan mayat tadi lalu diberikan kepadanya.
Malaikat tadi berkata: “Ini sebagai
lembaran kertasmu dan tulislah semuanya!
Maka mayit tadi menuliskan semua apa
yang telah dikerjakannya di dunia semua jenis amal kebaikan. Ketika sampai pada
bagian menulis keburukan, mayit tadi merasa malu terhadap malaikat.
Malaikat bertanya kepadanya: “wahai
orang yang berbuat salah! Kenapa kamu tidak malu terhadap penciptamu sehingga
kamu berbuat keburukan di dunia dan sekarang kamu malu terhadapku?”.
Kemudian malaikat mengangkat tiang
maka dihempaskan di atasnya. Maka hamba tadi berkata: “angkatlah tiang jauh
dariku sehingga aku bisa menulis keburukanku.”
Setelah itu hamba tersebut menulis
semua kebaikan dan keburukannya di atas lembaran tadi. Kemudian malaikat
menyuruhnya untuk melipat lembaran dan membubuhkan stempel di atasnya.
Mayit tadi bertanya: “Dengan apa aku
membubuhkan stempel sedangkan aku tidak memiliki stempel?”
Malaikat menimpalinya: “Stempelkan
dengan kukumu!”. Mayit tadi langsung menstempel dengan kuku jarinya dan
menggantungkan lembaran tersebut di lehernya hingga hari kiamat.
Sebagaimana firman Allah yang artinya:
"Dan tiap-tiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya
(sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan kami keluarkan baginya pada
hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka".
Kemudian setelah itu masuklah Malaikat
Mungkar dan Nakir. Dan menjalankan tugasnya untuk menanyai manusia terhadap
perbuatannya yang telah dilakukan di atas permukaan bumi.

0 comments:
Posting Komentar