Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Tampilkan postingan dengan label PENGHIMPITAN DI ALAM KUBUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGHIMPITAN DI ALAM KUBUR. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2026

PENGHIMPITAN DI ALAM KUBUR

 PENGHIMPITAN DI ALAM KUBUR     

Ahlussunnah  mengimani  bahwa  di  alam  kubur  akan  terjadi  peristiwa  (penghimpitan).Ini didasari oleh beberapa hadits  yang shahih. Di antaranya: Hadits dari   Aisyah radhiallahu'anha,bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:"Sesungguhnya di alam kubur akan terjadi penghimpitan.Andaikan ada orang yang selamat darinya, maka sungguh Sa'ad bin Mu'adz akan selamat darinya"148. *  Hadits  dari  Abdullah  bin  Umar radhiallahu'anhu,  bahwa  bahwa  Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda ketika Sa'ad bin Mu'adz radhiallahu'anhu meninggal:    "Lelaki ini membuat Arsy berguncang, dan akan dibukakan baginya pintu- pintu langit, dan ia akan dipersaksikan oleh 70 Malaikat sebagai orang yang baik. Namun ia mengalami penghimpitan di alam kubur kemudian terlepas   darinya"1.Hadits dari Abu Ayyub Al Anshari radhiallahu'anhu, bahwa ketika  ada  seorang  anak  kecilyang meninggal    

 

PENGHIMPITAN DI ALAM KUBUR

     

"Andaikan ada orang yang selamat dari penghimpitan di alam kubur,  sungguh anak ini akan selamat"150. Siapa saja yang mengalami penghimpitan?  Ulama sepakat  bahwa  orang  kafir  dan  munafik  pasti  akan  mengalami penghimpitan.        Sebagaimana  dalam hadits dari Al Barra' bin'Azib radhiallahu'anhu bahwa  Nabi Shallallahu'alaihi  Wasallam bersabda tentang orang kafir dan munafik: "...Kemudian kuburnya pun menghimpitnya hingga remuk tulang- tulangnya".Kemudian,  jumhur  ulama  mengatakan  bahwa  para  Nabi  dan  Rasul 'alaihimussalam  tidak  mengalami  penghimpitan  di  alam kubur.

As  Suyuthi rahimahullah mengatakan:"Pendapat yang ma'ruf, para Nabi tidak mengalami penghimpitan". Al Munawi rahimahullah mengatakan:  "Saya katakan, pendapat yang mengecualikan para Nabi dari terkenapenghimpitan adalah pendapat yang kuat. Adapun mengecualikan para wali,  maka ini pendapat yang tidak tepat. Tidakkah anda lihat bagaimana Sa'ad bin  Mu'adz saja yang kedudukannya tinggi tetap mengalami penghimpitan?!"153.      Adapun  orang-orang  beriman  selain  para  Nabi  dan  Rasul,  maka  ada khilaf  yang  kuat  di  tengah  ulama  apakah  mereka  mengalami  penghimpitan ataukah tidak? Sebagian ulama mengatakan bahwa para auliya' (orang-orang shalih) tidak mengalami penghimpitan di alam kubur. Namun pendapat yang kuat   (sebagaimana   disebutkan   Al   Munawi)   adalah   bahwa   orang-orang beriman selain para Nabi dan Rasul, mereka semua mengalami penghimpitan tanpa  terkecuali.  Sebagaimana  zahir  dari  hadits  Aisyah radhiallahu'anha. Oleh  karena  itu,  Ibnu  Abi  Mulaikah rahimahullah,  seorang  tabi'in,  beliau berkata:  "Tidak ada yang selamat dari penghimpitan, bahkan Sa'ad bin Mu'adz saja  tidak selamat. Padahal satu sapu tangan beliau itu lebih baik daripada dunia  dan seisinya!"154. Bahkan  anak  kecil  yang  belum  terkena  beban  syariat  saja  terkena penghimpitan sebagaimana dalam hadits Abu Ayyub radhiallahu'anhu.  Bagaimana bentuk penghimpitan yang dialami orang-orang beriman?      Walaupun orang-orang beriman mengalami penghimpitan di alam kubur, namun   bentuknya   berbeda   dengan   yang   dialami   orang-orang   kafir   dan munafik. Ada dua pendapat ulama dalam masalah ini:      Pertama:   penghimpitan   yang   mereka   rasakan   adalah   penghimpitan maknawi,  yang  berupa  rasa  takut  dan  gelisah.  Bukan  penghimpitan  kubur secara hakiki. Abu Bakar At Taimi rahimahullah mengatakan:                                        

"Para ulama mengatakan: bentuk penghimpitan di alam kubur itu pada  asalnya karena bumi bagaikan ibu bagi manusia. Di sana mereka diciptakan,kemudian tiba-tiba ia tidak lagi berada di bumi untuk waktu yang lama.Ketika anak-anak bumi ini dikembalikan kepadanya, maka ia merasakan kesempitan sebagaimana sempitnya seorang ibu yang kehilangan anaknya". Kedua: penghimpitan yang mereka rasakan adalah penghimpitan hakiki, namun hanya sebentar. Al Munawi rahimahullah mengatakan:     "Seorang mukmin yang sempurna imannya, akan mengalami penghimpitan,  kemudian dengan cepat segera dilepaskan. Sedangkan seorang mukmin yang    ahli maksiat akan diperlama penghimpitannya. Sedangkan penghimpitan         orang kafir akan selamanya dihimpit atau hampir selamanya"156. Kapan terjadi penghimpitan di dalam kubur?      Penghimpitan di alam kubur terjadi sebelum pertanyaan dua malaikat."Penghimpitan di alam kubur terjadi sebelum pertanyaan dua Malaikat". Al Muzanni rahimahullah dalam Syarhus Sunnah beliau berkata: “Kemudian mereka setelah mengalami penghimpitan, mereka akan ditanya(oleh malaikat)”. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan: "Hadits-hadits shahih menunjukkan bahwa seseorang ketika ia berhasil  menjawab pertanyaan dua malaikat di dalam kubur dengan benar, maka akan    dilapangkan kuburnya. Jika hadits tentang penghimpitan itu shahih, maka     maknanya, pertama kali ia masuk ke dalam kubur, ia akan dihimpit oleh kubur, kemudian akan dilapangkan (setelah menjawab pertanyaan)"159.  Wallahu a'lam. Semoga Allah ta'ala memberikan kita al qauluts tsabit di kehidupan dunia dan di alam kubur dan melindungi kita dari adzab kubur

Sumber :

160.  157Fatawa Ar Ramli, 6/33 158Syarhus Sunnah lil Muzanni, poin ke 10 159Liqa Babil Maftuh, 17/36 160 Diringkas dari penjelasan Syaikh Abdullah bin Abduh Nu'man Al Awadhi dan Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid hafizhahumallah. 

153Faidhul Qadir, 5/313 154 Diriwayatkan dalam kitab Az Zuhd karya Hannad bin as-Sarri (1/125).  150 HR. Ath Thabarani dalam Mu'jam Al Kabir (4/121), dishahihkan Al Albani dalam as-Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah     no. 2164 151 HR. Abu Daud no. 4753, Ahmad no.17803, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud 152Syarhus Shudur bi Syarhi Haalil Mauta wal Qubur, karya As Suyuthi, halaman. 114  : 148 HR. Ahmad (6/55), dishahihkan Al Albani dalam as-Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no.1695 149 HR. An Nasa'i no.2055, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa'i    Ar Ramli rahimahullah mengatakan: 155 Tafsir Ibnu Rajab, 2/373 156Faidhul Qadir, 2/168

Read More