Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Tampilkan postingan dengan label apakah benar azab dan nikmat kubur itu ada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apakah benar azab dan nikmat kubur itu ada. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Agustus 2026

apakah benar azab dan nikmat kubur itu ada

 Azab Kubur terdapat dalam hadits

andaikata memang benar bahwa permasalahan adzab kubur tidak ada dalam Al Qur’an, maka hadits-hadits shahih yang ada sudah cukup untuk  menetapkan  akidah  tentang  adzab  kubur  ini.

apakah benar azab dan nikmat kubur itu ada


andaikata memang benar bahwa permasalahan adzab kubur tidak ada dalam Al Qur’an, maka hadits-hadits shahih yang ada sudah cukup untuk  menetapkan  akidah  tentang  adzab  kubur  ini.  Klaim  bahwa  perkara aqidah  tidak  bisa  ditetapkan  dengan  hadits Ahad  yang  shahih  adalah  klaim yang  batil  yang  diselipkan  ke  dalam  ajaran  Islam.  Tidak  ada  imam  yang mengatakan  pendapat  demikian,  tidak  tidak  katakan  oleh  imam  madzhab yang  empat  atau  semisal  mereka.  Pendapat  ini  hanya  dikemukakan  oleh ulama ahli kalam yang sama sekali tidak didasari oleh dalil”47.   Beliau  juga  mengatakan,  “Adanya  pertanyaan  dua  Malaikat  di  alam 43 HR. Muslim no. 2867, dari sahabat Zaid bin Tsabit radhiallahu'anhu 44 Lihat kitab Silsilah Ahadits Shahihah penjelasan hadits nomor 158-159 45 HR. Muslim no. 2867, 7392 46 HR. Ahmad no. 14185, Al Albani berkata: “Shahih muttashil (bersambung) sesuai persyaratan Imam Muslim”. 47 As-Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, 1/244 kubur adalah benar adanya. Wajib untuk mengimaninya. Hadits tentang hal ini pun mutawatir”.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata: 

 “Suatu ketika ada dua orang tua dari kalangan Yahudi di Madinah datang  kepadaku. Mereka berdua berkata kepadaku bahwa orang yang sudah mati   diadzab di dalam kubur mereka. Aku pun mengingkarinya dan tidak  mempercayainya. Kemudian mereka berdua keluar. Lalu Nabi shallallahu’alaihi wasallam datang menemuiku. Maka aku pun menceritakan      apa yang dikatakan dua orang Yahudi tadi kepada beliau. Beliau lalu  bersabda: ‘Mereka berdua benar, orang yang sudah mati akan diadzab dan    semua binatang ternak dapat mendengar suara adzab tersebut’. Dan aku   pun melihat beliau senantiasa berlindung dari adzab kubur setiap selesai shalat”.

Hadits  ini menunjukkan  dengan  tegas  tentang  adanya  adzab  kubur  dan alam  kubur.  Diperkuat  lagi  dengan  pemahaman  Aisyah radhiallahu'anha yang menyampaikan hadits ini,   menunjukkan bahwa   Aisyah radhiallahu'anha juga meyakini adanya adzab kubur dan alam kubur. 48 idem 49 HR. Bukhari no.6005 

Dari Al Barra' bin Azib radhiallahu'anhu,  Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam “Jika seorang mukmin telah didudukkan di dalam kuburnya, ia kemudian     didatangi (oleh dua malaikat lalu bertanya kepadanya), maka dia akan menjawab dengan mengucapkan:’Laa ilaaha illallah wa anna muhammadan     rasuulullah’. Itulah yang dimaksud al qauluts tsabit dalam firman Allah      Ta’ala (yang artinya): ‘Allah meneguhkan orang-orang yang beriman                     dengan al qauluts tsabit’ (QS. Ibrahim: 27)”50.       Ini adalah dalil Al Qur’an sekaligus As Sunnah. Karena merupakan bukti bahwa surat Ibrahim ayat 27 berbicara tentang adzab kubur dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang menafsirkan demikian. Dalil ke empat       Dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu'anhu, ia berkata:      HR. Bukhari no.1369, Muslim no.7398                                

“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari sebagian    pekuburan di Madinah atau Makkah. Lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang diadzab di kuburnya. Beliau bersabda,   ‘Keduanya sedang diadzab. Tidaklah keduanya diadzab karena dosa besar (menurut mereka bedua)’, lalu Nabi bersabda: ‘Padahal itu merupakan dosa besar. Salah satu di antara keduanya diadzab karena tidak membersihkankan   bekas kencingnya, dan yang lain karena selalu melakukan namiimah (adu domba)”

DALIL AS SUNNAH  Dari  Anas  bin  Malik radhiallahu'anhu,  bahwa  Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:    

“Seandainya kalian tidak akan saling menguburkan, tentulah aku akan    berdoa kepada Allah agar memperdengarkan kepada kalian siksa kubur yang aku dengar”. Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan:    :                                        

“Setelah itu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam berbalik menghadap      kami, dan bersabda: mintalah perlindungan kepada

Allah dari adzab     neraka! Para sahabat pun berkata: kami meminta perlindungan kepada    Allah dari adzab neraka. Nabi bersabda: perlindungan kepada Allah dari adzab kubur. Nabi bersabda: mintalah        perlindungan kepada Allah dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi! Para sahabat pun berkata: kami meminta perlindungan kepada   Allah dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi. Nabi bersabda:   mintalah perlindungan kepada Allah dari fitnah dajjal! Para sahabat pun     berkata: kami meminta perlindungan kepada Allah dari fitnah dajjal mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur! Para sahabat pun berkata: kami meminta 42 HR. Muslim no.7393, Ahmad no.12026                               

D a l a m   k i t a b Silsilah Ahadits Shahihah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa syawahid, yaitu dari jalan Zaid bin Tsabit45 dan dari jalan Jabir bin Abdillah.Setelah itu, beliau memberikan penjelasan penting. Beliau berkata: “Dari beberapa  hadits  di  atas  terdapat  banyak  faedah,  yang  paling  penting  di antaranya:       Pertama, menetapkan adanya adzab kubur, dan hadits-hadits tentang hal i n i mutawatir.  Maka tidak  ada  lagi  kerancuan  bila  ada  yang  mengklaim bahwa hadits-hadits tentang hal ini adalah hadits Ahad.       Kedua, pun  andaikata  memang  benar  hadits-haditsnya  adalah  hadits Ahad,  tetap  wajib  mengimaninya  karena  Al  Qur’an  telah  menunjukkan kebenarannya. (Kemudian Syaikh Al Albani membawakan surat Ghafir ayat 45-46).

Read More