Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Sabtu, 01 November 2025

Kisah Kecerdasan Nabi Yusuf A.S

 Kisah Kecerdasan Nabi Yusuf A.S

Raja   berbicara     dengan    bahasa    kedua    dan  Yusuf   pun   menjawabnya   dengan bahasa Arab. Raja bertanya: "Bahasa apa ini?" Ini adalah bahasa Ismail, paman ayahku,   kata   Yusuf.   Kemudian   Yusuf   berbicara   dengan   raja   dengan   bahasa Ibrani. Raja bertanya: "Bahasa apa ini?" Yusuf berkata: "Ini adalah bahasa orang tuaku, Ibrahim, Ishak dan Yakub." Raja itu memang mampu berbicara dengan lebih dari satu bahasa namun ia mendapati Yusuf justru memiliki kemampuan berbahasa lebih tinggi darinya.

Kisah Kecerdasan Nabi Yusuf A.S

Raja   kagum   dengan   wawasan   luas   yang   dimiliki   Nabi   Yusuf   dan   kedalaman ilmunya   yang   mengesankan.   Kemudian   pembicaraan   menjalar   pada   masalah mimpi.      Yusuf   menasihati     raja   agar   memulai      rencana    yang    tepat   untuk mengumpulkan         makanan       dan   menyimpannya         dalam    rangka     menghadapi tahun-tahun      penceklik.    Yusuf   memberikan       pengertian    kepada    raja   bahawa kelaparan   akan   melanda   Mesir   dan   kota-kota   di   sekitarnya.   Oleh   kerana   itu, negeri Mesir harus siap-siap untuk menghadapi suasana yang sangat sulit itu, demikian   juga   negeri-negeri   di   sekitarnya.   Dari   sini   kita   memahami   bahawa negeri Mesir memiliki kedudukan penting dalam percaturan sejarah kuno. Raja bertanya      tentang     pelaksanaan      rencana.     Salah    satu   yang    dikatakannya sebagaimana disebutkan dalam tafsir al-Qurtubi: "Seandainya penduduk Mesir dapat melaksanakan apa-apa yang berkenaan dengan masalah ini. Tetapi sulit ditemukan di antara mereka orang-orang yang jujur."

Raja   mengisyaratkan   pada   kelompok  yang   berkuasa   dan   kelompok-   kelompok lain   di  sekitarnya   bahawa   untuk   mendapat        kejujuran    pada   kelompok   yang bergaya     hidup    mewah     tersebut   merupakan      hal   yang   sangat   sulit.  Setelah pengakuan raja kepada Yusuf tentang hakikat ini, Yusuf berkata: "Kalau begitu, jadikanlah   aku   sebagai   pengawas   atas   kekayaan   bumi.   Aku   adalah   seorang pengawas   yang   sangat   teliti   dan   berpengetahuan."   Tentu   dalam   pernyataan tersebut,   Yusuf   tidak   menginginkan   keuntungan   peribadi.   Sebaliknya,   Yusuf memikul amanat untuk memberikan makan bagi masyarakat yang lapar selama tujuh     tahun.    Yaitu,    masyarakat     yang    seandainya      mereka     lapar,    maka penguasanya   dapat   mempermainkan   mereka.   Dalam   masalah   ini,   sebenarnya terdapat pengorbanan Nabi Yusuf.

Konteks     Al-Qur'an    tidak  menetapkan       bahawa     raja  setuju.   Seakan-akan      Al- Qur'an     al-Karim     mengatakan       bahawa     permintaan      tersebut     mengandung persetujuan      sebagai    bentuk    penambahan      penghormatan       kepada    Yusuf    danmenunjukkan   kedudukannya   di   sisi   raja.   Jadi,   jawapan   raja   atas   permintaan Yusuf   tidak   disebutkan.     Akhirnya,    kita   memahami      bahawa   Yusuf    kemudian  berada      di  tempat     yang    diusulkannya.      Demikianlah      Allah   s.w.t   memberi kedudukan        kepada      Yusuf    di    negeri    Mesir.     Ia   menjadi      orang    yang bertanggungjawab             terhadap        pengelolaan         kekayaan         Mesir       dan perekonomiannya. Beliau menjadi ketua para menteri besar. Barangkali sesuai dengan   tradisi   saat   itu,   beliau  mendapat   dua   tugas   sekaligus:   tugas   sebagai kepala pemerintahan dan kepala urusan logistik.

Read More

Jumat, 31 Oktober 2025

Kisah Zulaikha wanita yang menggoda nabi Yusuf Memeluk Islam

 Kisah Zulaikha wanita yang menggoda nabi Yusuf  Memeluk Islam

Setelah   itu,   Al-Qur'an   al-Karim   tidak   menyebutkan   kisah   isteri   al-Aziz   secara penuh.  AlQur'an    malah    berpindah     ke   kisah   yang   lain  sehingga    kita   tidak mengetahui urusannya ketika ia mengakui kejahatannya lalu dibarengi dengan pernyataan keimanannya terhadap agama Nabi Yusuf.

Kisah Zulaikha wanita yang menggoda nabi Yusuf  Memeluk Islam

Berkenaaan   dengan   wanita   itu,   terdapat   banyak   dongeng   palsu   dan   bohong. Ada   yang   mengatakan   bahawa   suaminya   mati   lalu   ia   menikah   dengan   Yusuf. Kemudian diketahui bahawa ia masih perawan. Ia mengaku bahawa suaminya adalah seorang tua yang tidak suka mendekati wanita. Ada yang mengatakan bahawa matanya menjadi buta kerana saking seringnya ia menangis terhadap Yusuf, lalu ia keluar dari istana dan tersesat di jalan-jalan kota. Ketika Yusuf menjadi pembesar di istana, wanita itu berteriak dengan penuh kesakitan dan penyesalan   sambil   berkata:   "Maha   Suci   Allah   yang   menjadikan   seorang   raja budak       kerana     kemaksiatannya         dan     menjadikan       budak      raja    kerana ketaatannya." Kemudian Yusuf bertanya: "Suara siapa itu? Dikatakan padanya: "Itu   adalah    isteri  al-Aziz   yang   keadaannya       telah   berubah.    Sebelumnya ia menjadi   mulia   dan   kini   menjadi   hina."   Kemudian   Yusuf   memanggilnya   dan bertanya      kepadanya:     "Apakah     masih   tersisa   dalam    dirimu    rasa  cinta   pada diriku?" Wanita itu menjawab: "Sungguh, memandang wajahmu lebih aku cintai daripada   dunia.   Hai   Yusuf,   berikanlah   padaku   ujung   cemetimu."   Lalu   Yusuf memberikan kepadanya. Ia meletakkan di dadanya. Yusuf melihat cemeti itu bergetar     di  tangannya     dengan     goncangan     yang    sangat   keras   kerana    detak jantungnya       yang    kuat.    Masih    banyak     kebohongan-kebohongan           lain   dan dongeng-dongeng           lain   yang     berkenaan       dengannya.        Kisah-kisah     yang disampaikan itu semua laksana drama romantis yang berakhir pada kehancuran cinta.

Al-Qur'an     al-Karim     tidak   menyebutkan       akhir    dari  kehidupan      wanita    itu. Al-Qur'an   sengaja   menutup   kisahnya   setelah   ia   bersaksi   dan   beriman   kepada Nabi Yusuf. Tentu di balik semua ini terdapat tujuan agamis. Pada dasarnya, kisah   itu   adalah   kisah   Yusuf,   bukan   kisah   wanita   itu.   Jadi,   yang   ditonjolkan oleh Al-Qur'an adalah kisah Yusuf, bukan kisah isteri al- Aziz. Di balik semua ini juga terdapat tujuan seni yang tinggi. Wanita itu muncul dalam kisah itu dan ia bersembunyi atau menghilang di saat yang tepat. Ia bersembunyi ketika berada di puncak penderitaannya. Raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang tepat bagiku." Yusuf masuk menemui raja. Raja berbicara dengannya dengan bahasanya dan Yusuf pun mampu menjawabnya.

Read More

Kamis, 30 Oktober 2025

diangkatnya Nabi Yusuf A.S menjadi pejabat Negara

 diangkatnya Nabi Yusuf A.S menjadi pejabat Negara

"Dan raja berkata: 'Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang tepat bagiku.' Maka tatkala raja telah bercakap- cakap dengan dia, dia berkata: 'Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan        tinggi  lagi   dipercayai    pada    sisi  kami.'   Berkatalah     Yusuf: 'Jadikanlah      aku   bendaharawan       negara    (Mesir);   

diangkatnya Nabi Yusuf A.S menjadi pejabat Negara

sesungguhnya       aku   adalah orang     yang   pandai    menjaga,      lagi  berpengetahuan.'       Dan    demikian     Kami memberi   kedudukan   kepada   Yusuf   di   negeri   Mesir;   (dia   berkuasa   penuh) pergi   menuju   ke   mana   saja   yang   ia   kehendaki   di   bumi   Mesir   itu.   Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa saja yang Kami kehendaki dan Kami tidak     menyia- nyiakan     pahala     orang-orang      yang     berbuat     baik.    Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa." (QS. Yusuf: 54-57)

Read More

Rabu, 29 Oktober 2025

Terbebasnya Nabi Yusuf A.S dari segala tuduhan diangkatnya Nabi Yusuf A.S menjadi pejabat negara

 Terbebasnya Nabi Yusuf A.S dari segala tuduhan diangkatnya Nabi Yusuf A.S menjadi pejabat negara

Utusan   itu   kembali   kepada   raja.   Raja   berteriak   ketika   melihatnya   sendirian: "Di mana Yusuf?" Utusan raja berkata: "Ia masih di penjara." Raja bangkit dari tempat      duduknya     lalu   berkata:    "Bukankah     aku   memerintahkanm untuk menghadirkannya?" Utusan raja berkata: "Ia menolak untuk keluar dari penjara kecuali   semua   tuduhan   yang   dialamatkan   kepadanya   dicabut.   Paduka   yang mulia bertanggung jawab  dalam      menyelesaikan         kasusnya      bersama wanita-wanita di istana yang telah memotong tangan mereka." Raja berkata: "Kalau   begitu,   panggillah   semua   isteri-isteri   menteri   dan   hadirkanlah   isteri al-Aziz. Saya minta semua hadir."

Terbebasnya Nabi Yusuf A.S dari segala tuduhan diangkatnya Nabi Yusuf A.S menjadi pejabat negara

Raja    merasa    bahawa     Yusuf   menghadapi      suatu  persoalan    di  mana    ia  tidak mengetahui secara pasti titik terangnya. Barangkali raja mendengar berbagai macam gosip dan desas-desus yang biasa terjadi di kalangan para menterinya dan kisah yang melibatkan isteri ketua menterinya dan Yusuf, tetapi raja itu tidak    begitu    peduli   dengan     apa    yang   didengarnya.      Sebab    cerita-cerita semacam ini sudah menjadi hal yang biasa dan sering terjadi di dunia istana yang glamor. Akhirnya, isteri al-Aziz dan semua wanita yang pernah dijamunya hadir di depan raja.

Raja bertanya: "Bagaimana cerita Yusuf yang sebenarnya? Apa yang kalian ketahui tentangnya? Apa benar ia terlibat dalam skandal seks? Salah   seorang   perempuan   memotong   pembicaraan   raja   dan   berkata:   "Demi Allah, kami tidak mengetahui bahawa ia melakukan suatu keburukan." Wanita yang lain berkata: "Yusuf adalah seorang yang suci bagaikan seorang malaikat." Kemudian      pandangan      tertuju   kepada    isteri  al-Aziz  yang   tampak     pucat.   Ia menampakkan   kerinduan   untuk   melihat   wajah   Yusuf.   Ia   mengaku   bahawa   ia telah   berbohong   dan   Yusuf   adalah   orang-orang   yang   benar.   Ia   benar-benar telah    menggoda      Yusuf   namun     Yusuf   menolak.     Ia  menegaskan      bahawa     ia benar-benar mengatakan yang sesungguhnya, bukan kerana takut kepada raja dan   juga   wanita-wanita   yang   lain.   Fikirannya   masih   berputar   sekitar   Yusuf. Akhirnya,   Yusuf   dibebaskan   dari   berbagai   tuduhan.   Allah   s.w.t   menceritakan

proses pengadilan ini dan penyusutan ini dalam firman-Nya:

"Raja   berkata:   (kepada   wanita-wanita   itu):   'Bagaimana   keadaanmu   ketika

kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepada- mu) ? Mereka berkata: Maha sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukkan darinya.   Berkata   isteri   al-Aziz:   'Sekarang   jelaslah   kebenaran   itu,   akulah yang    menggodanya     untuk      menundukkan   dirinya     (kepadaku)       dan sesungguhnya   dia   termasuk orang-orang yang benar.' Yusuf berkata:   'Yang demikian itu agar dia (al-Aziz) mengetahui bahawa sesungguhnya aku tidak berkhianat       kepadanya      di   belakangnya,      dan    bahawasanya       Allah    tidak meredhai tipu daya orang- orang yang berkhianat. " (QS. Yusuf: 51-52)

Al-Qur'an al-Karim menceritakan kepada kita proses pengakuan isteri al- Aziz dengan menggunakan lafal-lafal insipiratif yang mengisyaratkan adanya luapan emosi      dan    perasaan     yang    dalam:     "Akulah     yang    menggodanya        untuk menundukkan dirinya (kepadaku) dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang   benar.   "   Itu   adalah   suatu   penyaksian   yang   utuh   dari   wanita   tersebut tentang   dosanya   serta   kesucian   dan   kejujuran   Yusuf.   Suatu   kesaksian   yang tidak didorong oleh rasa takut atau rasa khawatir atau apa pun lainnya.

Konteks   Al-Qur'an   mengungkapkan   faktor   yang   lebih   dalam   dari   semua   ini. Yaitu    keinginan    wanita    itu  agar   lelaki   yang   telah   mencela     kesombongan feminisnya       tetap     menghormatinya.         Ia   tidak    ingin    lelaki   itu    terus merendahkannya sebagai wanita yang salah. Ia ingin meluruskan fikiran lelaki tentang   dirinya.     "Yang   demikian   itu   agar   dia   (al-Aziz)   mengetahui    bahawa sesungguhnya       aku   tidak   berkhianat    kepadanya     di  belakangnya."      Aku   tidak seburuk yang dibayangkannya. Barangkali ia mulai menangis ketika berkata:

"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), kerana sesungguhnya nafsu    itu  selalu   menyuruh      kepada     kejahatan,     kecuali   nafsu   yang    diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang. " (QS. Yusuf: 53)

Melalui   perenungan   ayat-ayat   tersebut,   kita   dapat   mengetahui   bahawa   isteri al-Aziz   mengikuti   agama   Nabi   Yusuf.   Ia   mengikuti   agama   tauhid.   Penahanan Yusuf   telah   membuat   perubahan   drastik   dalam   hidupnya.   Ia   beriman   kepada Tuhannya dan memeluk agama Yusuf. Ia mencintai Yusuf meskipun beliau jauh dan tidak bertemu dengannya.

Read More

Selasa, 28 Oktober 2025

Kemajuan peradaban masa nabi Sulaiman AS

 Keunggulan Peradaban pada masa nabi Sulaiman AS

 Ia   meminta   pertolongan   dengan   rahmat Allah    s.w.t  lalu  Allah   s.w.t   menyembuhkannya        dan    merahmatinya.      Nabi Sulaiman   telah   membangun   masjid   atau   tempat   beribadah   sehingga   manusia menyembah Allah s.w.t di dalamnya. Rumah ini menunjukkan keunggulan seni arkitektur dan seni pahat. 

Kemajuan peradaban masa nabi Sulaiman AS


Orang-orang yang membangun rumah ini berjumlah puluhan   ribu   orang.   Tentu   setiap   kelompok   dari   mereka   memiliki   pekerjaan masing-masing.   Di   antara   mereka   ada   yang   mencairkan   tambang;   di   antara mereka       ada    tukang    pahat;     ada    yang    membelah       batu;    ada  yang memotong-motong kayu;    ada   yang    mendatangkan       rumput-rumput       dari Lebanon;    ada    yang melelehkan emas   dan  menjadikannya lempengan-lempengan          yang  mengkilat    untuk   menutupi   kayu  dan   menutupi dinding.

Bahkan  golongan jin juga  membantu pembangunan  rumah tersebut,   tentudengan     perintah    dan   bimbingan     Nabi   Sulaiman.    Mereka    membuat      patung- patung   yang   besar   dan   membuat   bejana   yang   besar   untuk   tempat,   makanan para tentera dan pekerja, yaitu bejana seperti gunung kerana saking beratnya dan   besarnya.   Mereka   juga   membuat   tempat-tempat   minum   yang   besarnya seperti    kolam.    Sulaiman     mengawasi     para   pekerjanya     dan    juga   mengurus masyarakatnya        di  mana    beliau   mengenali     masalah     mereka    dan   berusaha memecahkannya.   Beliau   juga   mengawasi   pasukannya   dari   kalangan   binatang dan burung. Beliau mengetahui apakah ada satu di antara mereka yang tidak hadir dan di mana ia pergi serta mengapa ia pergi.

Read More

Kisah Nabi Yusuf A.S mengartikan mimpi Raja

Kisah Nabi Yusuf A.S mengartikan mimpi Raja

Marilah     kita  berpindah     dari   penjara    ke   kamar    raja.   Si  raja  tertidur   dan bermimpi. Ia melihat dirinya berdiri di tepi Sungai Nil. Air sungai Nil turun di depan  matanya.      Air  Sungai    Nil  tenggelam     dan    habis   sehingga    sungai   itu menjadi       tumpukan      tanah    yang    kosong     dari   air.  

Kisah Nabi Yusuf A.S mengartikan mimpi Raja


Kemudian      ikan- ikan melompat-lompat   sehingga   tersembunyi   dalam   tanah   sungai.   Lalu   keluarlah dari sungai itu tujuh sapi yang gemuk dan keluar juga tujuh sapi yang kurus. Sapi-sapi yang kurus itu malah menyerang sapi-sapi yang gemuk. Sapi-sapi yang kurus   itu   anehnya   berubah   menjadi   binatang-  binatang   buas   yang   melahap sapi-sapi    yang    gemuk.    Dalam    mimpinya      itu,  raja  berdiri   dan   menyaksikan pemandangan   yang    mengerikan       dan    menakutkan       itu.    la  menyaksikan teriakan-teriakan   sapi-sapi   yang   gemuk   itu   saat   dimakan   oleh   sapi-sapi   yang kurus.

Kemudian   timbullah   di   atas   tepi   Sungai   Nil   tujuh   tangkai      hijau   dan   tujuh tangkai hijau itu tenggelam dalam tanah. Dan muncullah di tanah yang sama tujuh tangkai yang kering. Tiba-tiba raja bangun dari tidurnya dalam keadaan takut.   Raja   menceritakan   mimpinya   kepada   para   peramal,   para   dukun,   dan para menterinya. Ia meminta kepada mereka untuk menafsirkannya. Seorang peramal berkata: "Ini adalah hal yang cukup aneh, bagaimana sapi-sapi kurus dapat   memakan   sapi-sapi   yang   gemuk?   Saya   kira   ini   adalah   kembang   mimpi yang tidak ada artinya." Kemudian para ahli mimpi dan para penakwil mimpi dan   mereka   yang   ada   di   sekitar   raja   bersepakat   bahawa   mimpi   si   raja   tidak memiliki makna yang khusus, atau ia hanya sekadar kembang tidur yang tidak ada artinya. Berita   tentang   mimpi   raja   itu   sampai   di   telinga   orang   yang   memberi   minum raja.    Fikirannya     bergoncang     ketika    mendengar      mimpi     raja   itu.  Ia  mulai mengingat-ingat   mimpi   yang   dilihatnya   di   penjara.   Ia   mengingat,   bagaimana Yusuf     menakwilkan       mimpinya.      Ia   segera    menuju      ke   tempat     raja   dan menceritakan kepadanya peristiwa yang dialaminya bersama Yusuf. Ia berkata kepada       raja:    "Sesungguhnya       hanya     Yusuf     satu-satunya      yang     mampu mentafsirkan       mimpimu.      Sebenarnya      ia  telah   berpesan    kepadaku      agar   aku menyebut        keadaannya        di   depanmu       tetapi     terus    terang,     aku     lupa menyampaikan pesannya." Kemudian raja mengutus orang itu ke penjara untuk menemui        Yusuf   dan    bertanya     kepadanya      perihal    mimpinya.  

 Allah   s.w.t berfirman:

"Raja       berkata      (kepada       orang-orang        terkemuka         dari     kaumnya): 'Sesungguhnya         aku    bermimpi       melihat     tujuh    ekor     sapi   betina     yang gemuk-gemuk   dimakan   oleh   sapi   betina   yang   kurus-kurus   dan   tujuh   bulir (gandum)   yang   hijau   dan   tujuh   bulir   lainnya   yang   kering.   Hai   orang-orang yang termuka, terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat   menakwilkan   mimpiku.   Mereka   menjawab:   'Itu   adalah   mimpi-mimpi yang     kosong     dan    kami    sekali-kali    tidak   tahu    takwil    mimpi     itu.'  Dan berkatalah       orang    yang   selamat     di  antara    mereka      berdua    dan    teringat (kepada        Yusuf)      sesudah       beberapa       waktu       lamanya:       'Aku     akan memberitahukan           kepadamu       tentang     (orang    yang    pandai)    menakwilkanmimpi   itu,   maka   utuslah   aku   (kepadanya).'   (Setelah   pelayan   itu   berjumpa

dengan      Yusuf    dia  berseru):     'Yusuf,   hai   orang    yang   amat    dipercayai, terangkanlah        kepada     kami     tentang     tujuh     ekor    sapi    betina    yang gemuk-gemuk   yang   dimakan   oleh          tujuh   ekor   sapi   yang   kurus-kurus     dan tujuh   bulir   (gandum)   yang   hijau   dan   (tujuh)   lainnya   yang   kering   agar   aku kembali kepada orang-orang itu agar mereka mengetahuinya.'" (QS. Yusuf: 43-46)

Kamar raja menjadi gelap, sementara itu layar penjara menjadi terang. Yusuf tampak      berada    dalam    penjaranya.     Seorang    pemberi    minum     raja   datang padanya. Raja membutuhkan pendapatnya dan Allah s.w.t akan memenangkan urusan-Nya      tetapi   kebanyakan     manusia     tidak  menyedari. Utusan    raja   itu menanyakan tentang tafsir mimpi si raja. Yusuf tidak mensyaratkan kepadanya bahawa ia harus dikeluarkan dari penjara sebagai imbalan dari usahanya dalam mentafsirkan      mimpinya.     Yusuf    tidak  tidak   mengatakan      apa-apa    selain   ia berusaha     untuk    mentafsirkan     mimpi   raja.   Demikianlah     sikap  seorang    nabi ketika manusia datang padanya untuk meminta pertolongan meskipun mereka berbuat lalim kepadanya. Yusuf berkata kepada pemberi minum raja itu:

"Yusuf berkata: 'Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa;,    maka    apa   yang   kamu    tuai   hendaklah     kamu    biarkan    di  bulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun   yang   amat   sulit,   yang   menghabiskan   apa   yang   kamu   simpan   untuk menghadapinya (tahun yang sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang akan kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur." (QS. Yusuf: 47-49)

Yusuf   menjelaskan   kepada   utusan   raja   bahawa   negeri   Mesir   akan   mengalami masa-masa yang subur selama tujuh tahun di mana saat itu tanaman-tanaman akan tumbuh segar, dan hendaklah orang-orang Mesir tidak melampaui batas dalam memanfaatkan musim subur ini kerana setelah itu akan disusul dengan tujuh tahun paceklik. Pada musim itu, apa saja yang disimpan oleh penduduk Mesir   akan   habis.   Oleh kerana   itu,   cara   yang   terbaik   untuk   menyimpan   hasil tanaman        mereka       adalah,      hendaklah       mereka      membiarkannya  di tangkai-tangkainya agar ia tidak rosak atau terkena hama atau dapat berubah kerana cuaca.

Demikian      takwil  mimpi    raja   tersebut   terkuak.    Yusuf   justru  menambahkan pembicaraan tentang keadaan suatu tahun yang belum pernah dimimpikan oleh raja.   Yaitu   tahun   yang   penuh   dengan   kebahagiaan.   Tahun   di   mana   manusia mendapatkan   kurnia   dengan   banyaknya   tanaman-   tanaman   yang   tumbuh   dan melimpahnya air serta tumbuhnya anggur- anggur yang mereka tanam sehingga mereka   memeras   darinya   khamer.   Juga   tumbuh   pohon   zaitun   yang   mereka tanam yang mereka memeras darinya minyak zaitun. Tahun ini tidak terdapat dalam   mimpi   raja.   Ini   adalah   ilmu   khusus   yang   diperoleh   Nabi   Yusuf.   Yusufmenyampaikannya   kepada   pemberi   minum   raja   itu   dan   memesan   kepadanya agar    bahagian     ini   pun   juga    dikemukakan       kepada    raja   dan    masyarakat.

Akhirnya, pemberi minum itu kembali ke raja dan menceritakan semua yang didengarnya       dari   Yusuf.   Raja    menjadi    terhairan-hairan      dengan     apa   yang didengarnya. Ia kemudian berkata: "Siapa gerangan orang yang dipenjara ini. Sungguh   luar   biasa.   Ia   menceritakan   hal-hal   yang   akan   terjadi,   bahkan   lebih dari itu ia memberikan cara-cara untuk mengatasi persoalan yang akan terjadi itu tanpa meminta upah atau balasan atau agar ia dibebaskan dari penjara." Kemudian raja mengeluarkan perintah agar Yusuf dibebaskan dari penjara dan dihadirkan padanya. Lalu utusan raja pergi ke penjara. Utusan ini bukan utusan yang pertama, yaitu si pemberi minum raja. Ia adalah seseorang yang memiliki jabatan penting. Kemungkinan besar ia adalah salah seorang menteri. Ia pergi untuk   menemui   Yusuf   di   penjara.   Ia   meminta   kepada   Yusuf   agar   keluar   dari penjara guna menemui raja. Raja menginginkan agar ia segera menjumpainya.

Ternyata Yusuf menolak untuk keluar dari penjara kecuali semua tuduhan yang ditujukan   kepadanya   dicabut.   Tampak   bahawa   mereka   menuduhnya   terlibat dalam kasus pemotongan tangan para wanita. Mungkin mereka berkata: "Yusuf ingin    berbuat    aniaya    terhadap    wanita-wanita       itu,  lalu  kaum    wanita    inginmempertahankan   diri mereka   dengan   cara   memotong   tangan   mereka   dengan pisau." Alhasil, boleh jadi mereka menggunakan berbagai macam kebohongan yang   sulit   diterima,   tetapi   sebagaimana   kita   ketahui   segala   hal   sah-sah   saja dan   boleh   saja   jika   dilakukan   oleh   orang-orang   yang   hidup   di   istana   kerana hukum   yang   dipakai   di   sana   adalah   hukum   yang   mutlak.   Yusuf   tidak   mahu keluar   dari   penjara   itu   kecuali   bila   ditetapkan   bahawa   beliau   terlepas   dari segala tuduhan:

"Raja    berkata:     'Bawalah    dia   kepadaku.'     Maka     tatkala   utusan    itu  datang kepada       Yusuf,     berkatalah      Yusuf:     'Kembalilah       kepada      tuanmu      dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya.   Sesungguhnya   Tuhanku,   Maha   Mengetahui   tipu   daya   mereka.'" (QS. Yusuf: 50)

Read More