Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Selasa, 28 Oktober 2025

Kisah Nabi Yusuf A.S mengartikan mimpi Raja

Kisah Nabi Yusuf A.S mengartikan mimpi Raja

Marilah     kita  berpindah     dari   penjara    ke   kamar    raja.   Si  raja  tertidur   dan bermimpi. Ia melihat dirinya berdiri di tepi Sungai Nil. Air sungai Nil turun di depan  matanya.      Air  Sungai    Nil  tenggelam     dan    habis   sehingga    sungai   itu menjadi       tumpukan      tanah    yang    kosong     dari   air.  

Kisah Nabi Yusuf A.S mengartikan mimpi Raja


Kemudian      ikan- ikan melompat-lompat   sehingga   tersembunyi   dalam   tanah   sungai.   Lalu   keluarlah dari sungai itu tujuh sapi yang gemuk dan keluar juga tujuh sapi yang kurus. Sapi-sapi yang kurus itu malah menyerang sapi-sapi yang gemuk. Sapi-sapi yang kurus   itu   anehnya   berubah   menjadi   binatang-  binatang   buas   yang   melahap sapi-sapi    yang    gemuk.    Dalam    mimpinya      itu,  raja  berdiri   dan   menyaksikan pemandangan   yang    mengerikan       dan    menakutkan       itu.    la  menyaksikan teriakan-teriakan   sapi-sapi   yang   gemuk   itu   saat   dimakan   oleh   sapi-sapi   yang kurus.

Kemudian   timbullah   di   atas   tepi   Sungai   Nil   tujuh   tangkai      hijau   dan   tujuh tangkai hijau itu tenggelam dalam tanah. Dan muncullah di tanah yang sama tujuh tangkai yang kering. Tiba-tiba raja bangun dari tidurnya dalam keadaan takut.   Raja   menceritakan   mimpinya   kepada   para   peramal,   para   dukun,   dan para menterinya. Ia meminta kepada mereka untuk menafsirkannya. Seorang peramal berkata: "Ini adalah hal yang cukup aneh, bagaimana sapi-sapi kurus dapat   memakan   sapi-sapi   yang   gemuk?   Saya   kira   ini   adalah   kembang   mimpi yang tidak ada artinya." Kemudian para ahli mimpi dan para penakwil mimpi dan   mereka   yang   ada   di   sekitar   raja   bersepakat   bahawa   mimpi   si   raja   tidak memiliki makna yang khusus, atau ia hanya sekadar kembang tidur yang tidak ada artinya. Berita   tentang   mimpi   raja   itu   sampai   di   telinga   orang   yang   memberi   minum raja.    Fikirannya     bergoncang     ketika    mendengar      mimpi     raja   itu.  Ia  mulai mengingat-ingat   mimpi   yang   dilihatnya   di   penjara.   Ia   mengingat,   bagaimana Yusuf     menakwilkan       mimpinya.      Ia   segera    menuju      ke   tempat     raja   dan menceritakan kepadanya peristiwa yang dialaminya bersama Yusuf. Ia berkata kepada       raja:    "Sesungguhnya       hanya     Yusuf     satu-satunya      yang     mampu mentafsirkan       mimpimu.      Sebenarnya      ia  telah   berpesan    kepadaku      agar   aku menyebut        keadaannya        di   depanmu       tetapi     terus    terang,     aku     lupa menyampaikan pesannya." Kemudian raja mengutus orang itu ke penjara untuk menemui        Yusuf   dan    bertanya     kepadanya      perihal    mimpinya.  

 Allah   s.w.t berfirman:

"Raja       berkata      (kepada       orang-orang        terkemuka         dari     kaumnya): 'Sesungguhnya         aku    bermimpi       melihat     tujuh    ekor     sapi   betina     yang gemuk-gemuk   dimakan   oleh   sapi   betina   yang   kurus-kurus   dan   tujuh   bulir (gandum)   yang   hijau   dan   tujuh   bulir   lainnya   yang   kering.   Hai   orang-orang yang termuka, terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat   menakwilkan   mimpiku.   Mereka   menjawab:   'Itu   adalah   mimpi-mimpi yang     kosong     dan    kami    sekali-kali    tidak   tahu    takwil    mimpi     itu.'  Dan berkatalah       orang    yang   selamat     di  antara    mereka      berdua    dan    teringat (kepada        Yusuf)      sesudah       beberapa       waktu       lamanya:       'Aku     akan memberitahukan           kepadamu       tentang     (orang    yang    pandai)    menakwilkanmimpi   itu,   maka   utuslah   aku   (kepadanya).'   (Setelah   pelayan   itu   berjumpa

dengan      Yusuf    dia  berseru):     'Yusuf,   hai   orang    yang   amat    dipercayai, terangkanlah        kepada     kami     tentang     tujuh     ekor    sapi    betina    yang gemuk-gemuk   yang   dimakan   oleh          tujuh   ekor   sapi   yang   kurus-kurus     dan tujuh   bulir   (gandum)   yang   hijau   dan   (tujuh)   lainnya   yang   kering   agar   aku kembali kepada orang-orang itu agar mereka mengetahuinya.'" (QS. Yusuf: 43-46)

Kamar raja menjadi gelap, sementara itu layar penjara menjadi terang. Yusuf tampak      berada    dalam    penjaranya.     Seorang    pemberi    minum     raja   datang padanya. Raja membutuhkan pendapatnya dan Allah s.w.t akan memenangkan urusan-Nya      tetapi   kebanyakan     manusia     tidak  menyedari. Utusan    raja   itu menanyakan tentang tafsir mimpi si raja. Yusuf tidak mensyaratkan kepadanya bahawa ia harus dikeluarkan dari penjara sebagai imbalan dari usahanya dalam mentafsirkan      mimpinya.     Yusuf    tidak  tidak   mengatakan      apa-apa    selain   ia berusaha     untuk    mentafsirkan     mimpi   raja.   Demikianlah     sikap  seorang    nabi ketika manusia datang padanya untuk meminta pertolongan meskipun mereka berbuat lalim kepadanya. Yusuf berkata kepada pemberi minum raja itu:

"Yusuf berkata: 'Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa;,    maka    apa   yang   kamu    tuai   hendaklah     kamu    biarkan    di  bulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun   yang   amat   sulit,   yang   menghabiskan   apa   yang   kamu   simpan   untuk menghadapinya (tahun yang sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang akan kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur." (QS. Yusuf: 47-49)

Yusuf   menjelaskan   kepada   utusan   raja   bahawa   negeri   Mesir   akan   mengalami masa-masa yang subur selama tujuh tahun di mana saat itu tanaman-tanaman akan tumbuh segar, dan hendaklah orang-orang Mesir tidak melampaui batas dalam memanfaatkan musim subur ini kerana setelah itu akan disusul dengan tujuh tahun paceklik. Pada musim itu, apa saja yang disimpan oleh penduduk Mesir   akan   habis.   Oleh kerana   itu,   cara   yang   terbaik   untuk   menyimpan   hasil tanaman        mereka       adalah,      hendaklah       mereka      membiarkannya  di tangkai-tangkainya agar ia tidak rosak atau terkena hama atau dapat berubah kerana cuaca.

Demikian      takwil  mimpi    raja   tersebut   terkuak.    Yusuf   justru  menambahkan pembicaraan tentang keadaan suatu tahun yang belum pernah dimimpikan oleh raja.   Yaitu   tahun   yang   penuh   dengan   kebahagiaan.   Tahun   di   mana   manusia mendapatkan   kurnia   dengan   banyaknya   tanaman-   tanaman   yang   tumbuh   dan melimpahnya air serta tumbuhnya anggur- anggur yang mereka tanam sehingga mereka   memeras   darinya   khamer.   Juga   tumbuh   pohon   zaitun   yang   mereka tanam yang mereka memeras darinya minyak zaitun. Tahun ini tidak terdapat dalam   mimpi   raja.   Ini   adalah   ilmu   khusus   yang   diperoleh   Nabi   Yusuf.   Yusufmenyampaikannya   kepada   pemberi   minum   raja   itu   dan   memesan   kepadanya agar    bahagian     ini   pun   juga    dikemukakan       kepada    raja   dan    masyarakat.

Akhirnya, pemberi minum itu kembali ke raja dan menceritakan semua yang didengarnya       dari   Yusuf.   Raja    menjadi    terhairan-hairan      dengan     apa   yang didengarnya. Ia kemudian berkata: "Siapa gerangan orang yang dipenjara ini. Sungguh   luar   biasa.   Ia   menceritakan   hal-hal   yang   akan   terjadi,   bahkan   lebih dari itu ia memberikan cara-cara untuk mengatasi persoalan yang akan terjadi itu tanpa meminta upah atau balasan atau agar ia dibebaskan dari penjara." Kemudian raja mengeluarkan perintah agar Yusuf dibebaskan dari penjara dan dihadirkan padanya. Lalu utusan raja pergi ke penjara. Utusan ini bukan utusan yang pertama, yaitu si pemberi minum raja. Ia adalah seseorang yang memiliki jabatan penting. Kemungkinan besar ia adalah salah seorang menteri. Ia pergi untuk   menemui   Yusuf   di   penjara.   Ia   meminta   kepada   Yusuf   agar   keluar   dari penjara guna menemui raja. Raja menginginkan agar ia segera menjumpainya.

Ternyata Yusuf menolak untuk keluar dari penjara kecuali semua tuduhan yang ditujukan   kepadanya   dicabut.   Tampak   bahawa   mereka   menuduhnya   terlibat dalam kasus pemotongan tangan para wanita. Mungkin mereka berkata: "Yusuf ingin    berbuat    aniaya    terhadap    wanita-wanita       itu,  lalu  kaum    wanita    inginmempertahankan   diri mereka   dengan   cara   memotong   tangan   mereka   dengan pisau." Alhasil, boleh jadi mereka menggunakan berbagai macam kebohongan yang   sulit   diterima,   tetapi   sebagaimana   kita   ketahui   segala   hal   sah-sah   saja dan   boleh   saja   jika   dilakukan   oleh   orang-orang   yang   hidup   di   istana   kerana hukum   yang   dipakai   di   sana   adalah   hukum   yang   mutlak.   Yusuf   tidak   mahu keluar   dari   penjara   itu   kecuali   bila   ditetapkan   bahawa   beliau   terlepas   dari segala tuduhan:

"Raja    berkata:     'Bawalah    dia   kepadaku.'     Maka     tatkala   utusan    itu  datang kepada       Yusuf,     berkatalah      Yusuf:     'Kembalilah       kepada      tuanmu      dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya.   Sesungguhnya   Tuhanku,   Maha   Mengetahui   tipu   daya   mereka.'" (QS. Yusuf: 50)

0 comments:

Posting Komentar