Terbebasnya Nabi Yusuf A.S dari segala tuduhan diangkatnya Nabi Yusuf A.S menjadi pejabat negara
Utusan itu kembali kepada raja. Raja berteriak ketika melihatnya sendirian: "Di mana Yusuf?" Utusan raja berkata: "Ia masih di penjara." Raja bangkit dari tempat duduknya lalu berkata: "Bukankah aku memerintahkanm untuk menghadirkannya?" Utusan raja berkata: "Ia menolak untuk keluar dari penjara kecuali semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya dicabut. Paduka yang mulia bertanggung jawab dalam menyelesaikan kasusnya bersama wanita-wanita di istana yang telah memotong tangan mereka." Raja berkata: "Kalau begitu, panggillah semua isteri-isteri menteri dan hadirkanlah isteri al-Aziz. Saya minta semua hadir."
Raja merasa bahawa Yusuf menghadapi suatu persoalan di mana ia tidak mengetahui secara pasti titik terangnya. Barangkali raja mendengar berbagai macam gosip dan desas-desus yang biasa terjadi di kalangan para menterinya dan kisah yang melibatkan isteri ketua menterinya dan Yusuf, tetapi raja itu tidak begitu peduli dengan apa yang didengarnya. Sebab cerita-cerita semacam ini sudah menjadi hal yang biasa dan sering terjadi di dunia istana yang glamor. Akhirnya, isteri al-Aziz dan semua wanita yang pernah dijamunya hadir di depan raja.
Raja bertanya: "Bagaimana cerita Yusuf yang sebenarnya? Apa yang kalian ketahui tentangnya? Apa benar ia terlibat dalam skandal seks? Salah seorang perempuan memotong pembicaraan raja dan berkata: "Demi Allah, kami tidak mengetahui bahawa ia melakukan suatu keburukan." Wanita yang lain berkata: "Yusuf adalah seorang yang suci bagaikan seorang malaikat." Kemudian pandangan tertuju kepada isteri al-Aziz yang tampak pucat. Ia menampakkan kerinduan untuk melihat wajah Yusuf. Ia mengaku bahawa ia telah berbohong dan Yusuf adalah orang-orang yang benar. Ia benar-benar telah menggoda Yusuf namun Yusuf menolak. Ia menegaskan bahawa ia benar-benar mengatakan yang sesungguhnya, bukan kerana takut kepada raja dan juga wanita-wanita yang lain. Fikirannya masih berputar sekitar Yusuf. Akhirnya, Yusuf dibebaskan dari berbagai tuduhan. Allah s.w.t menceritakan
proses pengadilan ini dan penyusutan ini dalam firman-Nya:
"Raja berkata: (kepada wanita-wanita itu): 'Bagaimana keadaanmu ketika
kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepada- mu) ? Mereka berkata: Maha sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukkan darinya. Berkata isteri al-Aziz: 'Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku) dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar.' Yusuf berkata: 'Yang demikian itu agar dia (al-Aziz) mengetahui bahawa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahawasanya Allah tidak meredhai tipu daya orang- orang yang berkhianat. " (QS. Yusuf: 51-52)
Al-Qur'an al-Karim menceritakan kepada kita proses pengakuan isteri al- Aziz dengan menggunakan lafal-lafal insipiratif yang mengisyaratkan adanya luapan emosi dan perasaan yang dalam: "Akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku) dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar. " Itu adalah suatu penyaksian yang utuh dari wanita tersebut tentang dosanya serta kesucian dan kejujuran Yusuf. Suatu kesaksian yang tidak didorong oleh rasa takut atau rasa khawatir atau apa pun lainnya.
Konteks Al-Qur'an mengungkapkan faktor yang lebih dalam dari semua ini. Yaitu keinginan wanita itu agar lelaki yang telah mencela kesombongan feminisnya tetap menghormatinya. Ia tidak ingin lelaki itu terus merendahkannya sebagai wanita yang salah. Ia ingin meluruskan fikiran lelaki tentang dirinya. "Yang demikian itu agar dia (al-Aziz) mengetahui bahawa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya." Aku tidak seburuk yang dibayangkannya. Barangkali ia mulai menangis ketika berkata:
"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), kerana sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang. " (QS. Yusuf: 53)
Melalui perenungan ayat-ayat tersebut, kita dapat mengetahui bahawa isteri al-Aziz mengikuti agama Nabi Yusuf. Ia mengikuti agama tauhid. Penahanan Yusuf telah membuat perubahan drastik dalam hidupnya. Ia beriman kepada Tuhannya dan memeluk agama Yusuf. Ia mencintai Yusuf meskipun beliau jauh dan tidak bertemu dengannya.

0 comments:
Posting Komentar