Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Rabu, 29 Oktober 2025

Terbebasnya Nabi Yusuf A.S dari segala tuduhan diangkatnya Nabi Yusuf A.S menjadi pejabat negara

 Terbebasnya Nabi Yusuf A.S dari segala tuduhan diangkatnya Nabi Yusuf A.S menjadi pejabat negara

Utusan   itu   kembali   kepada   raja.   Raja   berteriak   ketika   melihatnya   sendirian: "Di mana Yusuf?" Utusan raja berkata: "Ia masih di penjara." Raja bangkit dari tempat      duduknya     lalu   berkata:    "Bukankah     aku   memerintahkanm untuk menghadirkannya?" Utusan raja berkata: "Ia menolak untuk keluar dari penjara kecuali   semua   tuduhan   yang   dialamatkan   kepadanya   dicabut.   Paduka   yang mulia bertanggung jawab  dalam      menyelesaikan         kasusnya      bersama wanita-wanita di istana yang telah memotong tangan mereka." Raja berkata: "Kalau   begitu,   panggillah   semua   isteri-isteri   menteri   dan   hadirkanlah   isteri al-Aziz. Saya minta semua hadir."

Terbebasnya Nabi Yusuf A.S dari segala tuduhan diangkatnya Nabi Yusuf A.S menjadi pejabat negara

Raja    merasa    bahawa     Yusuf   menghadapi      suatu  persoalan    di  mana    ia  tidak mengetahui secara pasti titik terangnya. Barangkali raja mendengar berbagai macam gosip dan desas-desus yang biasa terjadi di kalangan para menterinya dan kisah yang melibatkan isteri ketua menterinya dan Yusuf, tetapi raja itu tidak    begitu    peduli   dengan     apa    yang   didengarnya.      Sebab    cerita-cerita semacam ini sudah menjadi hal yang biasa dan sering terjadi di dunia istana yang glamor. Akhirnya, isteri al-Aziz dan semua wanita yang pernah dijamunya hadir di depan raja.

Raja bertanya: "Bagaimana cerita Yusuf yang sebenarnya? Apa yang kalian ketahui tentangnya? Apa benar ia terlibat dalam skandal seks? Salah   seorang   perempuan   memotong   pembicaraan   raja   dan   berkata:   "Demi Allah, kami tidak mengetahui bahawa ia melakukan suatu keburukan." Wanita yang lain berkata: "Yusuf adalah seorang yang suci bagaikan seorang malaikat." Kemudian      pandangan      tertuju   kepada    isteri  al-Aziz  yang   tampak     pucat.   Ia menampakkan   kerinduan   untuk   melihat   wajah   Yusuf.   Ia   mengaku   bahawa   ia telah   berbohong   dan   Yusuf   adalah   orang-orang   yang   benar.   Ia   benar-benar telah    menggoda      Yusuf   namun     Yusuf   menolak.     Ia  menegaskan      bahawa     ia benar-benar mengatakan yang sesungguhnya, bukan kerana takut kepada raja dan   juga   wanita-wanita   yang   lain.   Fikirannya   masih   berputar   sekitar   Yusuf. Akhirnya,   Yusuf   dibebaskan   dari   berbagai   tuduhan.   Allah   s.w.t   menceritakan

proses pengadilan ini dan penyusutan ini dalam firman-Nya:

"Raja   berkata:   (kepada   wanita-wanita   itu):   'Bagaimana   keadaanmu   ketika

kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepada- mu) ? Mereka berkata: Maha sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukkan darinya.   Berkata   isteri   al-Aziz:   'Sekarang   jelaslah   kebenaran   itu,   akulah yang    menggodanya     untuk      menundukkan   dirinya     (kepadaku)       dan sesungguhnya   dia   termasuk orang-orang yang benar.' Yusuf berkata:   'Yang demikian itu agar dia (al-Aziz) mengetahui bahawa sesungguhnya aku tidak berkhianat       kepadanya      di   belakangnya,      dan    bahawasanya       Allah    tidak meredhai tipu daya orang- orang yang berkhianat. " (QS. Yusuf: 51-52)

Al-Qur'an al-Karim menceritakan kepada kita proses pengakuan isteri al- Aziz dengan menggunakan lafal-lafal insipiratif yang mengisyaratkan adanya luapan emosi      dan    perasaan     yang    dalam:     "Akulah     yang    menggodanya        untuk menundukkan dirinya (kepadaku) dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang   benar.   "   Itu   adalah   suatu   penyaksian   yang   utuh   dari   wanita   tersebut tentang   dosanya   serta   kesucian   dan   kejujuran   Yusuf.   Suatu   kesaksian   yang tidak didorong oleh rasa takut atau rasa khawatir atau apa pun lainnya.

Konteks   Al-Qur'an   mengungkapkan   faktor   yang   lebih   dalam   dari   semua   ini. Yaitu    keinginan    wanita    itu  agar   lelaki   yang   telah   mencela     kesombongan feminisnya       tetap     menghormatinya.         Ia   tidak    ingin    lelaki   itu    terus merendahkannya sebagai wanita yang salah. Ia ingin meluruskan fikiran lelaki tentang   dirinya.     "Yang   demikian   itu   agar   dia   (al-Aziz)   mengetahui    bahawa sesungguhnya       aku   tidak   berkhianat    kepadanya     di  belakangnya."      Aku   tidak seburuk yang dibayangkannya. Barangkali ia mulai menangis ketika berkata:

"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), kerana sesungguhnya nafsu    itu  selalu   menyuruh      kepada     kejahatan,     kecuali   nafsu   yang    diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang. " (QS. Yusuf: 53)

Melalui   perenungan   ayat-ayat   tersebut,   kita   dapat   mengetahui   bahawa   isteri al-Aziz   mengikuti   agama   Nabi   Yusuf.   Ia   mengikuti   agama   tauhid.   Penahanan Yusuf   telah   membuat   perubahan   drastik   dalam   hidupnya.   Ia   beriman   kepada Tuhannya dan memeluk agama Yusuf. Ia mencintai Yusuf meskipun beliau jauh dan tidak bertemu dengannya.

0 comments:

Posting Komentar