Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Tampilkan postingan dengan label kisah nabi luth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah nabi luth. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Oktober 2025

KISAH NABI LUTH A.S

 KISAH NABI LUTH A.S

Nabi Luth adalah anak saudara kepada Nabi Ibrahim a.s. iaitu ayahnya yang bernama Hasan bin Tareh. Nabi Luth diutuskan sebagai rasul kepada satu kaum yang mendiami sepanjang timur laut (Dari Israel - Yordania), Laut Mati. Ibukota Sodom terletak di Utara Basin [1], Laut Mati.

kisah nabi luth

Hampir keseluruhan kaum ini mengamalkan gaya hidup songsang, iaitu melakukan hubungan kelamin sesama sejenis iaitu lelaki dengan lelaki yakni meninggalkan perempuan. Perbuatan ini merupakan sesuatu penyelewengan fitrah yang amat buruk. Nabi Luth telah menyeru mereka untuk menghentikan perbuatan tersebut disamping menyampaikan seruan-seruan Allah, tetapi mereka mengabaikannya dan malah mereka mengingkari kenabiannya. Akhirnya, kaum Nabi Luth dimusnahkan dengan bencana yang sangat mengerikan dan dahsyat. Kejadian ini berlaku pada kira-kira tahun 1800 sebelum Masihi.

Kisah Dakwah Nabi Luth A.S

Di dalam Kitab Al-quran menceritakan kisah Nabi Luth yang menasihati kepada kaumnya sepertimana dalam Surah Asy-Syuara;

26:160 "Kaum Luth telah mendustakan para Rasul"

27:161 "Ketika saudara mereka Luth berkata kepada mereka,"Mengapa kamu tidak

bertakwa?"

27:162 "Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,"

27:163 "Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada ku"

27:164 "Dan aku tidak meminta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku hanyalah dari Tuhan seluruh alam"

27:165 "Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki (Homoseks) di antara manusia" 27:166 "dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk dijadikan sebagai isteri kamu? Kamu memang orang-orang yang melampaui batas'

27:167 " Mereka menjawab, " Wahai Luth! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang yang terusir"

27:168 " Dia (Luth) berkata, " Aku sungguh benci kepada perbuatan mu"

Kaum Luth telah mengancam Nabi Luth dan membencinya kerana mengajak kaumnya beriman. Ayat seterusnya dalam kitab Al-quran dikisahkan dalam Surah Al-Araf:

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah ) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan para pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri .” (QS. Al A'raaf, 7: 80-82) !

[sunting] Nabi Luth Diutuskan Oleh Allah Kepada Rakyat Sadom Masyarakat Sadum adalah masyarakat yang rendah paras moralnya dan rosak akhlak. Masyarakat Sadum tidak mempunyai pegangan agama atau nilai kemanusiaan yang beradab. Maksiat dan kemungkaran bermaharajalela dalam pergaulan hidup mereka. Pencurian dan perampasan harta milik merupakan kejadian hari-hari di mana yang kuat menjadi kuasa sedang yang lemah menjadi korban penindasan dan perlakuan sewenang-wenang. Maksiat yang paling menonjol yang menjadi ciri khas hidup mereka adalah perbuatan homoseksual {liwat} di kalangan lelakinya dan lesbian di kalangan wanitanya. Kedua-dua jenis kemungkaran ini begitu bermaharajalela di dalam masyarakat sehinggakan ia merupakan suatu kebudayaan bagi kaum Sadum.

Seorang pendatang yang masuk ke Sadum tidak akan selamat dari diganggu oleh mereka. Jika ia membawa barang-barang yang berharga maka dirampaslah barang-barangnya, jika ia melawan atau menolak menyerahkannya maka nyawanya tidak akan selamat. Akan tetapi jika pendatang itu seorang lelaki yang bermuka tampan dan berparas elok maka ia akan menjadi rebutan di antara mereka dan akan menjadi korban perbuatan keji lelakinya dan sebaliknya jika si pendatang itu seorang perempuan muda maka ia menjadi mangsa bagi pihak wanitanya pula.

Kepada masyarakat yang sudah sedemikian rupa keruntuhan moralnya dan sedemikian paras penyakit sosialnya diutuslah nabi Luth sebagai pesuruh dan Rasul-Nya untuk mengangkat mereka dari lembah kenistaan ,kejahilan dan kesesatan serta membawa mereka alam yang bersih ,bermoral dan berakhlak mulia. Nabi Luth mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah meninggalkan kebiasaan mungkar menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan kejahatan yang diilhamkan oleh iblis dan syaitan. Ia memberi penerangan kepada mereka bahwa Allah telah mencipta mereka dan alam sekitar mereka tidak meredhai amal perbuatan mereka yang mendekati sifat dan tabiat kebinatangan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran setimpal dengan amal kebajikan mereka. Yang berbuat baik dan beramal soleh akan diganjar dengan syurga di akhirat sedang yang melakukan perbuatan mungkar akan di balaskannya dengan memasukkannya ke dalam neraka Jahanam. Nabi Luth berseru kepada mereka agar meninggalkan adat kebiasaan iaitu melakukan perbuatan homoseksual dan lesbian. Luth menyatakan perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta menyalahi hikmah yang terkandung didalam penciptaan manusia menjadi dua jenis iaitu lelaki dan wanita. Juga kepada mereka di beri nasihat dan diajukan supaya menghormati hak dan milik masing-masing dengan meninggalkan perbuatan perampasan, perompakan serta pencurian yang selalu mrk lakukan di antara sesama mereka dan terutama kepada pengunjung yang datang ke Sadum. Diterangkan bahawa perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mereka sendiri, kerana perbuatan itu akan menimbulkan kekacauan dan ketidak amanan di dalam negeri sehingga masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya.

Demikianlah Nabi Luth, melaksanakan dakwahnya sesuai dengan tugas risalahnya.Ia tidak henti-henti menggunakan setiap kesempatan dan dalam tiap pertemuan dengan kaumnya secara berkelompok atau secara berseorangan mengajak agak mereka beriman dan percaya kepada Allah dan menyembah-Nya. Diajaknya Luth terhadap kaumnya untuk melakukan amal soleh dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar. Akan tetapi keruntuhan moral dan kerusakan akhlak sudah hidup lama di dalam pergaulan sosial mereka dan pengaruh hawa nafsu dan penyesatan syaitan sudah begitu kuat menguasai tindak-tanduk mereka, maka dakwah dan ajakkan Nabi Luth yyang dilaksanakan dengan kesabaran dan ketekunan tidak mendapat tempat di dalam hati dan fikiran mereka dan berlalu laksana suasana teriakan di tengah-tengah padang pasir .Telinga-telinga mereka sudah menjadi pekak bagi ajaran-ajaran Nabi Luth sedang hati dan fikiran mereka sudah tersumbat rapat dengan ajaran -ajaran syaitan dan iblis.

Akhirnya kaum Luth merasa dan kesal hati mendengar dakwah dan nasihat-nasihat Nabi Luth yang tidak putus-putus itu dan minta agar ia menghentikan aksi dakwahnya atau menghadapi pengusir dirinya dari sadum bersama semua keluarganya. dari pihak Nabi Luth pun sudah tidak ada harapan lagi masyarakat Sadum dapat terangkat dari lembah kesesatan dan keruntuhan moral mereka dan bahawa meneruskan dakwah kepada mereka yang sudah buta-tuli hati dan fikiran serta mensia-siakan masa. Ubat satu-satunya, menurut fikiran Nabi Luth untuk mencegah penyakit akhlak itu yang sudah parah itu menular kepada tetangga-tetangga dekatnya, ialah dengan membasmikan mereka dari atas bumi sebagai pembalasan ke atas terhadap kekerasan kepala mereka juga untuk menjadi ibrah dan pengajaran umat-umat disekelilingnya. beliau memohon kepada Allah agar kepada kaumnya masyarakat Sadum diberi pengajaran berupa azab di dunia sebelum azab yang menanti mereka di akhirat kelak.

Kabar Azab Kepada Kaum Soddom

Permohonan Nabi Luth dan doanya diperkenankan dan dikabulkan oleh Allah s.w.t. Dikirimkanlah kepadanya tiga orang malaikat menyamar sebagai manusia biasa. Mereka adalah malaikat yang bertemu kepada Nabi Ibrahim dengan membawa berita gembira atas kelahiran Nabi Ishaq, dan memberitahu kepada mrk bahwa dia adalah utusan Allah dengan tugas menurunkan azab kepada kaum Luth penduduk kota Sadum. Dalam kesempatan pertemuan mana Nabi Ibrahim telah mohon agar penurunan azab keatas kaum Sadum ditunda ,kalau-kalau mereka kembali sedar mendebgarkan dan mengikuti ajakan Luth serta bertaubat dari segala maksiat dan perbuatan mungkar. Juga dalam pertemuan itu Nabi Ibrahim mohon agar anaksaudaranya, Luth diselamatkan dari azab yang akan diturunkan keatas kaum Sadum permintaan mana oleh para malaikat itu diterima dan dijamin bahwa Luth dan keluarganya tidak akan terkena azab.

Para malaikat itu sampai di Sadum dengan menyamar sebagai lelaki muda yang berparas tampan dan badan yang berotot, tegap dan sasa tubuhnya. Dalam perjalanan mereka hendak memasuki kota, mereka berselisih dengan seorang gadis yang cantik dan ayu sedang mengambil dari sebuah perigi. Lelaki muda (malaikat) bertanya kepada si gadis kalau-kalau mereka diterima ke rumah sebagai tetamu. Si gadis tidak berani memberi keputusan sebelum ia beruding terlebih dahulu dengan keluarganya. Maka ditngglkanlah para lelaki muda itu oleh lalu pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberitahu ayahnya (Luth).

Mendengar khabar berita anak perempuannya, Nabi Luth menjadi bingung, jawapan apa yang harus ia berikan kepada para pendatang yang ingin bertemu ke rumahnya untuk beberapa waktu, namun menerima tetamu yang berparas tampan dan kacak akan mengundang risiko gangguan kepadanya dan kepada tetamu dari kaumnya yang tergila-gila untuk melakukan hubungan seks sejenis dengan anak muda yang mempunyai tubuh bagus dan paras wajah elok. Sedang kalau hal yang demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggungjawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat itu.

Nabi Luth memutuskan untuk menerima lelaki-lelaki muda itu sebagai tetamu di rumahnya. Luth hanya pasrah kepada Allah dan berlindung sekiranya terdapat segala rintangan yang akan datang. Lalu pergilah ia sendiri menjemput tetamu yang sedang menanti di pinggir kota dan diajaklah mereka bersama-sama ke rumah. Ketika itu, kota Sadum sudah diliputi kegelapan dan manusia sudah nyenyak tidur di rumah masing-masing.

Nabi Luth telah pun berpesan kepada isteri dan kedua puterinya agar merahsiakan kedatangan anak-anak lelaki muda itu. Jangan sampai terdengar dan diketahui oleh kaumnya. Namun, kedegilan isteri Nabi Luth, yang juga sehaluan dan sependirian dengan penduduk Sadum, telah membocorkan berita kedatangan tetamu Luth kepada mereka. Berita kedatangan tetamu Luth tersebar kerana isteri Nabi Luth. Datanglah beramai-ramai lelak-lelaki Sodom, yang buta seks ini, ke rumah Nabi Luth, berhajat untuk memuaskan nafsu seksual mereka, setelah lama tidak mendapat anak muda. Berteriaklah mereka memanggil Luth untuk lepas anak-anak muda itu, agar diberi kepada mereka untuk memuaskan nafsu.

Dengar teriakan mereka, Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mereka dan berseru agar mereka kembali ke rumah masing-masing dan jangan menggunggu tetamau yang datangnya dari jauh yang sepatutnya dihormati dan dimuliakan .Mereka diberi nasihat agar meninggalkan perbuatan kebiasaan mereka yang keji itu. Perbuatan mereka yang bertentangan dengan fitrah manusia dan kudrat alam di mana Allah telah menciptakan manusia berpasangan antara lelaki dengan perempuan untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makhluk yang termulia di atas bumi. Nabi Luth berseru agar mereka kembali kepada isteri-isteri mereka dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar yang tidak senonoh, sebelum mereka dilanda azab dan seksaan Allah.

Seruan dan nasihat-nasihat Nabi Luth tidak dihiraukan dan dipedulikan ,mereka bahkan mendesak akan menolak pintu rumahnya dengan paksa dan kekerasan jika pintu tidak di buka dengan sukarela. Merasa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan arus orang-orang lelaki kaumnya itu yang akan memaksakan kehendaknya dengan kekerasan berkatalah Nabi Luth secara terus terang kepada para tamunya:" Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam .Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan fizikal yang dapat menolak kekerasan mereka , tidak pula mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalaukan gangguan terhadap tetamu dirumahku sendiri.Mendengar keluh-resah Nabi Luth, lantas anak-anak muda itu memberitahu hal yang sebenar, mereka adalah malaikat-malaikat yang menyamar sebagai manusia yang diutus oleh Allah untuk menurunkan azab dan seksa atas rakyatnya kerana segala kemungkaran dan kemaksiat yang keji dan kotor.

Malaikat-malaikat itu menyuruh Nabi Luth membuka pintu rumahnya seluas mungkin agar dapat memberi kesempatan bagi orang -orang yang hauskan seks dengan lelaki itu masuk. Namun malangnya apabila pintu dibuka dan para penyerbu memijakkan kaki untuk masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mereka dan tidak dapat melihat sesuatu. Malaikat-malaikat tadi telah membutakan mata mereka. Lalu, diusap-usap dan digosok-gosok mata mereka, ternyata mereka sudah menjadi buta.

Sementara para penyerbu rumah Nabi Luth berada dalam keadaan kacau bilau berbentur antara satu dengan lain berteriak-teriak menanya-nanya gerangan apa yang menjadikan mereka buta dengan mendadak para berseru kepada Nabi Luth agar meninggalkan segera perkampungan itu bersama keluarganya, kerana masanya telah tiba bagi azab Allah yang akan ditimpakan. Para malaikat berpesan kepada Nabi Luth dan keluarganya agar perjalanan ke luar kota jangan seorang pun dari mereka menoleh ke belakang.

Nabi Luth keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama keluarganya terdiri dari seorang isteri dan dua puterinya berjalan cepat menuju keluar kota, tidak menoleh ke kanan mahupun kekiri sesuai dengan petunjuk para malaikat yang menjadi tamunya.Akan tetapi si isteri yang menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth tidak tergamak meninggalkan kaumnya. Ia berada dibelakang rombongan Nabi Luth berjalan perlahan-lahan tidak secepat langkah suaminya dan tidak henti-henti menoleh ke belakang karena ingin mengetahui apa yang akan menimpa atas kaumnya, seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat yang telah didengarnya sendiri. Dan begitu langkah Nabi Luth berserta kedua puterinya melewati batas kota Sadum, sewaktu fajar menyingsing, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya di bawah kaki rakyat Sadum, tidak terkecuali isteri Nabi Luth yang munafiq itu. Getaran itu mendahului suatu gempa bumi yang kuat dan hebat disertai angin yang kencang dan hujan batu sijjil yang menghancurkan dengan serta-merta kota Sadum berserta semua pemghuninya . Bertebaran mayat-mayat yang dilaknat oleh Allah S.W.T di kota Sodom, dan hancurlah kota tersebut yang berada di laluan manusia yang lalu-lalang. Namun, masih ditinggalkan kesan-kesan kehancuran kota tersebut oleh Allah S.W.T, sebagai peringatan kaum yang kemudian yang melalui di jalan tersebut. Demikianlah kebesaran dan ayat Allah yang diturunkan untuk menjadi pengajaran dan ibrah bagi

hamba-hamba-Nya yang mendatang.

Kisah Nabi Luth Di Dalam Al-Quran

Kisah Nabi Luth dalam Al-Quran terdapat pada 85 ayat dalam 12 surah diantaranya Surah Al-Anbiyaa ayat 74 dan 75 , Surah Asy-Syu'ara ayat 160 sehingga ayat 175 , Surah Hud ayat 77 sehingga ayat 83 , Surah Al-Qamar ayat 33 sehingga 39 dan surah At-Tahrim ayat 10 yang mengisahkan isteri Nabi Luth yang mengkhianati suaminya

Read More

Senin, 02 Juni 2025

sejarah Nabi Luth A.S

 Nabi Luth A.S

 Nabi   Luth   adalah   anak   saudara   dari   Nabi   Ibrahim.   Ayahnya   yang   bernama   Hasan   bin   Tareh adalah saudara sekandung dari Nabi Ibrahim. Ia beriman kepada bapa saudaranya Nabi Ibrahim mendampinginya          dalam    semua    perjalanan    dan   sewaktu     mereka     berada   di  Mesir    berusaha bersama dalam bidang perternakan   yang berhasil dengan baik binatang ternaknya berkembang biak   sehingga   dalam   waktu      yang   singkat   jumlah   yang   sudah   berlipat   ganda   itu   tidak   dapat ditampung   dalam   tempat   yang   disediakan   .   Akhirnya   perkongsian   Ibrahim-Luth   dipecah   dan binatang ternakan serta  harta milik perusahaan   mereka di bahagi dan berpisahlah   Luth dengan Ibrahim pindah ke Yordania dan bermukim di sebuah tempat bernama Sadum. Nabi Luth Diutuskan Oleh Allah Kepada Rakyat Sadum Masyarakat   Sadum   adalah   masyarakat           yang   rendah   tingkat   moralnya,rusak   mentalnya,   tidak mempunyai   pegangan     agama      atau   nilai   kemanusiaan       yang    beradab.     

kisah nabi luth


Kemaksiatan       dan kemungkaran bermaharajalela dalam pergaulan hidup mereka. Pencurian dan perampasan harta milik   menrupakan   kejadian   hari-hari   di   mana       yang   kuat   menjadi   kuasa   sedang   yang   lemah menjadi   korban   penindasan   dan   perlakuan   sewenang-wenang.   Maksiat   yang   paling   menonjol yang menjadi ciri khas hidup mereka adalah perbuatan homoseks {liwat} di kalangan lelakinya dan lesbian di kalangan wanitanya. Kedua-dua jenis kemungkaran ini begitu bermaharajalela di dalam masyarakat sehinggakan ianya merupakan suatu kebudayaan bagi kaum Sadum. Seorang pendatang yang masuk ke Sadum tidak akan selamat dari diganggu oelh mereka. Jika ia membawa barang-barang   yang berharga maka dirampaslah barang-barangnya, jika ia melawan atau menolak menyerahkannya maka nyawanya tidak akan selamat. Akan tetapi jika pendatang itu   seorang   lelaki   yang   bermuka   tampan   dan   berparas   elok   maka   ia   akan   menjadi   rebutan   di antara    mereka     dan   akan    menjadi    korban    perbuatan     keji  lelakinya    dan   sebaliknya     jika  si pendatang itu seorang perempuan muda maka ia menjadi mangsa bagi pihak wanitanya pula. Kepada   masyarakat   yang   sudah   sedemikian   rupa   keruntuhan   moralnya   dan   sedemikian   paras penyakit     sosialnya    diutuslah   nabi   Luth   sebagai    pesuruh    dan   Rasul-Nya

 untuk   mengangkat mereka     dari   lembah    kenistaan    ,kejahilan   dan   kesesatan    serta  membawa       mereka   alam   yang bersih   ,bermoral     dan   berakhlak   mulia.   Nabi    Luth   mengajak   mereka   beriman   dan   beribadah kepada   Allah   meninggalkan   kebiasaan   mungkar   menjauhkan   diri   dari   perbuatan   maksiat   dan kejahatan   yang diilhamkan oleh iblis dan syaitan. Ia memberi penerang kepada mereka bahwa Allah   telah   mencipta   mereka   dan   alam   sekitar   mereka   tidak   meredhai   amal   perbuatan   mereka yang   mendekati   sifat   dan   tabiat   kebinatangan   dan   tidak   sesuai   dengan   nilai-nilai   kemanusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran setimpal dengan amal kebajikan mereka. Yang berbuat baik    dan   beramal    soleh   akan   diganjar    dengan    syurga    di  akhirat  sedang    yang    melakukan perbuatan mungkar akan di balaskannya dengan memasukkannya ke dalam neraka Jahanam.

Nabi Luth berseru kepada mereka agar meninggalkan adat kebiasaan iaitu melakukan perbuatan homoseks dan lesbian karena perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta   menyalahi   hikmah   yang   terkandung   didalam   penciptaan   manusia   menjadi   dua   jenis   iaitu lelaki dan wanita. Juga kepada mereka di beri nasihat dan dianjurkan supaya menghormati hak dan    milik   masing-masing       dengan    meninggalkan       perbuatan    perampasan,      perompakan      serta pencurian yang selalu mereka lakukan di antara sesama mereka dan terutama kepada pengunjung yang   datang   ke   Sadum.   Diterangkan   bahwa   perbuatan-perbuatan   itu   akan   merugikan   mereka sendiri,  karena   akan   menimbulkan   kekacauan   dan   ketidak   amanan   di   dalam   negeri   sehingga masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya. Demikianlah Nabi Luth melaksanakan dakwahnya sesuai dengan tugas risalahnya.Ia tidak henti- henti    menggunakan       setiap  kesempatan      dan   dalam    tiap  pertemuan     dengan    kaumnya     secara berkelompok   atau   secara   berseorangan   mengajak   agak   mereka   beriman   dan   percaya   kepada Allah     menyembah-Nya         melakukan      amal   soleh   dan   meninggalkan       perbuatan     maksiat    dan mungkar.     

Akan   tetapi  keruntuhan    moral    dan  kerusakan     akhlak   sudah    berakar   sgt  di  dalam pergaulan   hidup   mereka   dan   pengaruh   hawa   nafsu   dan   penyesatan   syaitan   sudah   begitu   kuat menguasai   tindak-tanduk   mereka,   maka dakwah   dan   ajakkan   Nabi   Luth   yyang   dilaksanakan dengan   kesabaran   dan   ketekunan   tidak   mendapat   tanah yang   subur   di   dalam   hati   dan   fikiran mereka   dan   berlalu   laksana   suasana   teriakan   di   tengah-tengah  padang   pasir   .Telinga-telinga mereka sudah menjadi pekak bagi ajaran-ajaran Nabi Luth sedang hati dan fikiran mereka sudah tersumbat rapat dengan ajaran -ajaran syaitan dan iblis. Akhirnya kaum   Luth merasa dan kesal hati mendengar dakwah dan nasihat-nasihat Nabi   Luth yang   tidak   putus-putus   itu   dan   minta   agar   ia   menghentikan   aksi   dakwahnya   atau   menghadapi pengusir dirinya dari sadum bersama semua keluarganya. dari pihak Nabi Luth pun sudah tidak ada harapan lagi masyarakat Sadum dapat terangkat dari lembah kesesatan dan keruntuhan moral mereka   dan   bahawa  meneruskan   dakwah   kepada   mereka   yang   sudah   buta-tuli   hati   dan   fikiran serta   mensia-siakan      masa.   Ubat    satu-satunya,    menurut    fikiran   Nabi   Luth    untuk   mencegah penyakit   akhlak   itu   yang   sudah   parah   itu   menular   kepada   tetangga-tetangga   dekatnya,   ialah dengan   membasmikan   mereka   dari   atas   bumi   sebagai   pembalasan   ke   atas   terhadap   kekerasan kepala    mereka    juga   untuk   menjadi    ibrah   dan   pengajaran    umat-umat     disekelilingnya.     beliau memohon kepada Allah agar kepada kaumnya masyarakat Sadum diberi pengajaran berupa azab di dunia sebelum azab yang menanti mereka di akhirat kelak. Para Malaikat Tamunya Nabi Ibrahim Bertamu Kepada Nabi Luth.

Permohonan         Nabi    Luth    dan   doanya      diperkenankan       dan   dikabulkan      oleh   Allah    s.w.t. Dikirimkanlah kepadanya tiga orang malaikat menyamar sebagai manusia biasa. mereka adalah malaikat   yang   bertamu   kepada  Nabi   Ibrahim   dengan   membawa   berita   gembira   atas   kelahiran Nabi    Ishaq,   dan   memberitahu   kepada   mereka bahwa   dia   adalah   utusan   Allah   dengan   tugas menurunkan azab kepada kaum Luth penduduk kota Sadum. Dalam kesempatan pertemuan mana Nabi Ibrahim telah mohon agar penurunan azab keatas kaum Sadum ditunda ,kalau-kalau mereka kembali sedar mendebgarkan dan mengikuti ajakan Luth serta bertaubat dari segala maksiat dan perbuatan mungkar. Juga dalam pertemuan itu Nabi Ibrahim mohon agar anaksaudaranya, Luth diselamatkan   dari   azab   yang   akan   diturunkan   keatas   kaum   Saum   permintaan   mana   oleh   para malaikat itu diterima dan dijamin bahwa Luth dan keluarganya tidak akan terkena azab. Para   malaikat   itu   sampai   di   Sadum     dengan   menyamar   sebagai        lelaki  remaja    yang   berparas tampan   dan   bertubuh   yang   elok   dan   bagus.   Dalam   perjalanan   mereka   hendak   memasuki   kota, mereka   berselisih   dengan   seorang   gadis   yang   cantik   dan   ayu   sedang   mengambil   dari   sebuah perigi. Para malaikat atau lelaki remaja itu bertanya kepada si gadis kalau-kalau mereka diterima ke rumah sebagai tetamu. Si gadis tidak berani memberi keputusan sebelum ia beruding terlebih dahulu   dengan   keluarganya.   Maka   ditngglkanlah   para   lelaki   remaja   itu   oleh   si gadis   seraya   ia pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberitahu ayahnya. Si   ayah   iaitu   Nabi   Luth   sendiri  

mendengar   lapuran   puterinya   menjadi   binggung   jawapan   apa yang harus ia berikan kepada para pendatang yang ingin bertamu ke rumahnya untuk beberapa waktu, namun menerima tamu-tamu remaja yang berparas tampan dan kacak akan mengundang risiko   gangguan      kepadanya     dan   kepada    tamu-tamunya       dari  kaumnya      yang   tergila-gila   oleh remaja-remaja yang mempunyai tubuh bagus dan wajah elok.

Sedang kalau hal yang demikian itu   terjadi  ia  sebagai    tuan   rumah    harus   bertanggungjawab        terhadap    keselamatan      tamunya, padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya  menghadapi kaumnya   yang bengis-bengis dan haus maksiat itu. Timbang punya timbang dan fikir punya fikir akhirnya diputuskan oleh Nabi Luth bahwa ia akan menerima       mereka     sebagai   tamu    di   rumahnya     apa   pun    yang    akan   terjadi   sebagai    akibat keputusannya   ia   pasrahkan   kepada   Allah   yang   akan   melindunginya.   Lalu   pergilah   ia   sendiri menjemput tamu-tamu yang sedang menanti di pinggir kota dan diajaklah mereka bersama-sama ke rumah pada saat kota Sadum sudah diliputi kegelapan dan manusianya sudah nyenyak tidur di rumah masing-masing. Nabi    Luth    berusah    dab   berpesan    kepada    isterinya   dan   kedua    puterinya    agar  merahasiakan kedatangan tamu-tamu, jangan sampai terdengar dan diketahui oleh kaumnya. Akan tetapi isteri Nabi Luth yang memang sehaluan dan sependirian dengan penduduk Sadum telah membocorkan berita   kedatangan   para   tamu   dan   terdengarlah   oleh   pemuka-pemuka   mereka   bahwa   Luth   ada tetamu   terdiri   daripada   remaja-remaja   yang   tampan   parasnya   dan   memiliki   tubuh   yang   sangat menarik bagi para penggemar homoseks.

Terjadilah   apa   yang   dikhuatirkan   oleh   Nabi   Luth.   Begitu   tersiar   dari   mulut   ke   mulut   berita

kedatangan tamu-tamu remaja di rumah Luth, berdatanglah mereka ke rumahnya untuk melihat para   tamunya   dan   memuaskan   nafsunya.   Nabi   Luth   tidak   membuka   pintu   bagi   mereka   dan berseru   agar   mereka   kembali   ke   rumah   masing-masing   dan   jgn   menggunggu   tamu-tamu   yang datangnya   dari   jauh     yang   sepatutnya   dihormati     dan   dimuliakan   .

mereka   diberi      nasihat   agar meninggalkan adat kebiasaan yang keji itu yang bertentangan dengan fitrah manusia dan kudrat alam   di   mana   Tuhan   telah   menciptkan   manusia   berpasangan   antara   lelaki   dengan   perempuan untuk   menjaga   kelangsungan   perkembangan   umat   manusia   sebagai   makhluk   yang   termulia   di atas bumi. nabi Luth berseru agar mereka kembali kepada isteri-isteri mereka dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar yang tidak senonoh, sebelum mereka dilanda azab dan seksaan Allah. Seruan   dan   nasihat-nasihat   Nabi   Luth   dihiraukan   dan dipedulikan   ,mereka   bahkan   mendesak akan   menolak   pintu   rumahnya   dengan   paksa   dan   kekerasan   kalau   pintu   tidak   di   buka   dengan sukarela. Merasa bahwa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan arus orang-orang penyerbu dari kaumnya itu yang akan memaksakan kehendaknya dengan kekerasan berkatalah Nabi Luth secara terus terang kepada para tamunya:" Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan orang- orang   itu   menyerbu   ke   dalam   .Aku   tidak   memiliki   senjata   dan   kekuatan   fizikal   yang   dapat menolak kekerasan mereka , tidak pula mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalaukan gangguan terhadap tamu-tamuku dirumahku sendiri. Begitu   Nabi     Luth   selesai  mengucapkan   keluh-kesahnya   para   tamu           segera   mengenalkan       diri kepadanya dan memberi identitinya, bahawa mereka adalah malaikat-malaikat yang menyamar sebagai     manusia     yang    bertamu     kepadanya      dan   bahwa     mereka     datang  ke   Sadum     untuk melaksanakan tugas menurunkan azab dan seksa atas rakyatnya yang membangkang dan enggan membersihkan masyarakatnya dari segala kemungkaran dan kemaksiat yang keji dan kotor. Kepad Nabi Luth para malaikat itu menyarankan agar pintu rumahnya dibuka lebar-lebar untuk memberi   kesempatan   bagi   orang   -orang   yang   haus   homoseks   itu   masuk. 

 Namun   malangnya apabila   pintu   dibuka   dan   para   penyerbu   menindakkan   kaki         untuk   masuk,   tiba-tiba   gelaplah pandangan mereka dan tidak dapat melihat sesuatu. mereka mengusap-usap mata, tetapi ternyata sudah menjadi buta. Sementara para penyerbu rumah Nabi Luth berada dalam keadaan kacau bilau berbentur antara satu   dengan   lain   berteriak-teriak   menanya-nanya   gerangan   apa   yang   menjadikan   mereka   buta dengan mendadak para berseru kepada Nabi Luth agar meninggalkan segera perkampungan itu bersam   keluarganya,   karena   masanya   telah   tiba   bagi   azab   Allah   yang   akan   ditimpakan.   Para malaikat     berpesan    kepada    Nabi    Luth   dan   keluarganya     agar  perjalanan    ke   luar  kota   jangan seorang pun dari mereka menoleh ke belakang.

Nabi Luth keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama keluarganya terdiri dari seorang isteri   dan   dua   puterinya   berjalan   cepat   menuju   keluar   kota,   tidak   menoleh   ke   kanan   mahupun kekiri   sesuai   dengan   petunjuk   para   malaikat   yang   menjadi   tamunya.Akan   tetapi   si   isteri   yang menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth tidak tergamak meninggalkan kaumnya. Ia berada dibelakang rombongan   Nabi   Luth berjalan perlahan-lahan tidak secepat   langkah suaminya dan tidak   henti-henti   menoleh   ke   belakang   karena   ingin   mengetahui   apa   yang   akan   menimpa   atas kaumnya,   seakan-akan   menragukan   kebenaran   ancaman   para   malaikat   yang   telah   didengarnya sendiri.   Dan   begitu   langkah   Nabi   Luth   berserta   kedua   puterinya   melewati   batas   kota   Sadum, sewaktu fajar menyingsing, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya di bawah kaki rakyat Sadum, tidak terkecuali isteri Nabi   Luth   yang munafiq itu. Getaran itu mendahului suatu gempa bumi yang   kuat   dan   hebat   disertai   angin   yang   kencang   dan   hujan   batu   sijjil   yang   menghancurkan dengan   serta-merta   kota   Sadum   berserta   semua   pemghuninya   .Demikianlah   mukjizat   dan   ayat Allah    yang    diturunkan     untuk   menjadi     pengajaran    dan   ibrah   bagi   hamba-hamba-Nya          yang mendatang. Kisah Nabi Luth Di Dalam Al-Quran Kisah Nabi Luth dalam Al-Quran terdapat pada 85 ayat dalam 12 surah diantaranya surah "Al- Anbiyaa" ayat 74 dan 75 , surah "Asy-Syu'ara" ayat 160 sehingga ayat 175 , surah "Hud" ayat 77 sehingga ayat 83 , surah "Al-Qamar" ayat 33 sehingga 39 dan surah "At-Tahrim"

Read More