Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Tampilkan postingan dengan label kondisi sakaratul maut bagi para ahli maksiat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kondisi sakaratul maut bagi para ahli maksiat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2026

Sakaratul Maut bagi ahli maksiat

Sakaratul Maut bagi ahli maksiat

Sebaliknya, pendosa atau kafir akan mendapat kunjungan dari sesuatu yang menunjukkan tempat untuknya yang buruk.

Sakaratul Maut bagi ahli maksiat


مسند أحمد ١١٦٠٥: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ كُلُّنَا نَكْرَهُ الْمَوْتَ قَالَ لَيْسَ ذَاكَ كَرَاهِيَةَ الْمَوْتِ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا حُضِرَ جَاءَهُ الْبَشِيرُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَا هُوَ صَائِرٌ إِلَيْهِ فَلَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَكُونَ قَدْ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَإِنَّ الْفَاجِرَ أَوْ الْكَافِرَ إِذَا حُضِرَ جَاءَهُ بِمَا هُوَ صَائِرٌ إِلَيْهِ مِنْ الشَّرِّ أَوْ مَا يَلْقَاهُ مِنْ الشَّرِّ فَكَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Siapa pun senang bertemu dengan Allah, maka Allah senang bertemu dengannya. Siapa pun tidak senang bertemu dengan Allah, maka Allah tidak senang bertemu dengannya." 

Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, kami semua tidak menyukai kematian?" Rasulullah SAW bersabda, "Bukan itu yang aku maksud, tetapi seorang yang beriman apabila menghadapi sakaratul maut, maka seorang pemberi kabar gembira utusan Allah datang menghampirinya seraya menunjukkan tempat kembalinya, hingga tidak ada sesuatu yang lebih dia sukai kecuali bertemu dengan Allah. Lalu Allah pun suka bertemu dengannya." 

"Adapun orang yang banyak berbuat dosa atau orang kafir, apabila telah menghadapi sakaratul maut, datang seseorang dengan menunjukkan tempat kembalinya yang buruk atau apa yang akan dijumpainya berupa keburukan. Maka itu membuatnya tidak suka bertemu Allah, hingga Allah pun tidak suka bertemu dengannya." (Musnad Ahmad).

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang zalim berada dalam tekanan sakaratul maut, sedangkan para malaikat memukuli dengan tangannya (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu.” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya,”(QS Al-An‘am: 93)"

Sedangkan pada ayat 93 Surat al-An'am, Ibnu Katsir mengatakan bahwa firman Allah: "Dan jika kamu melihat tatkala orang-orang zalim itu berada dalam kedahsyatan maut, yakni tengah sakratul-maut" dan bencananya, sedang para malaikat membentangkan tangan-tangannya, keluarkanlah nyawa-nyawa kalian, yakni, para malaikat memukul mereka hingga nyawa mereka keluar dari jasadnya.

Hal itu karena apabila orang kafir sekarat, maka para malaikat menyambutnya dengan azab, bencana, belenggu, neraka jahim, air yang bergolak, dan kemurkaan yang dahsyat serta hebat, lalu nyawa si kafir itu membandel, berpindah-pindah dalam tubuh si kafir dan menolak untuk keluar. Lalu para malaikat pun memukul mereka hingga nyawa kaum kafir keluar dari tubuhnya.


Read More