Kisah Nabi Musa A.S bertemu ibu kandungya
Bukan hanya isteri Fir'aun satu-satunya yang merasa sedih
dan menangis, ibu Musa adalah wanita
lain yang merasa
sedih dan menangis. Ketika
ia melemparkan Musa ke
sungai Nil, ia
merasa bahawa ia
sedang melemparkan buah hatinya
di sungai. Lalu peti yang dilemparkan itu hilang dibawa oleh air sungai dan
beritanya pun tersembunyi. Dan ketika datang waktu pagi, ibu Musa
merasakan kesedihan yang
selalu menghantuinya. Hampir saja
ia pergi ke istana Fir'aun untuk mendapatkan berita
tentang anaknya kalau bukan kerana Allah s.w.t memberi kedamaian dalam hatinya
sehingga ia menyerahkan urusan

anaknya kepada Allah
s.w.t. Alhasil, ia
berkata kepada saudara
perempuan Musa: "Pergilah dengan
tenang ke istana
Fir'aun dan berusahalah untuk mendapatkan berita tentang Musa dan
hendaklah engkau hati-hati agar jangan sampai mereka
mengetahuimu."
Kemudian saudara perempuan Musa
pergi dengan tenang. Akhirnya, ia
mendengarkan kisah tentang
Musa secara sempurna. Ia
melihat Musa dari
kejauhan dan mendengarkan suara tangisannya. Ia melihat mereka
dalam keadaan kebingungan di mana mereka tidak mengetahui bagaimana menyusuinya. Ia
mendengar bahawa Musa menolak setiap wanita yang mencuba
menyusuinya.
Saudara
perempuan Musa berkata
kepada para pengawal
Fir'aun: "Apakah kalian mahu
aku tunjukkan suatu keluarga yang dapat menyusuinya dan dapat
mengasuhnya." Isteri Fir'aun menjawab:
"Seandainya engkau dapat
membawa kepada kami wanita yang dapat menyusuinya dan dapat mengasuhnya
nescaya kami akan memberimu hadiah yang besar. Yakni sesuatu yang engkau
inginkan akan kami penuhi." Lalu
saudara perempuan Musa
itu kembali dan menghadirkan ibunya. Si
ibu menyusuinya dan
Musa pun menyusu
dengan tenang. Melihat hal itu, Isteri Fir'aun sangat gembira dan
berkata: "Bawalah dia sehingga masa penyusuannya selesai, lalu
kembalikanlah dia kepada kami dan kami
akan memberimu suatu
balasan yang besar
atas penyusuan dan pendidikan yang engkau berikan."
Demikianlah Allah
s.w.t mengembalikan Musa
kepada ibunya agar
ia merasa gembira dan
hatinya menjadi tenang
dan tidak bersedih
serta agar ia mengetahui bahawa
janji Allah s.w.t
benar dan bahawa
perintah- Nya dan ketentuan-Nya pasti
terlaksana meskipun banyak
rintangan dan tantangan.
Allah s.w.t berfirman:
"Dan
menjadi kosonglah hati
ibu Musa. Sesungguhnya hampir
saja ia menyatakan rahsia
tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia
termasuk orang-orang yang
percaya (kepada janji
Allah). Dan berkatalah ibu
Musa kepada saudara
Musa yang perempuan:
'Ikutilah dia.' Maka kelihatanlah olehnya Musa
dari jauh, sedang
mereka tidak mengetahuinya, dam
Kami cegah Musa
dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mahu
menyusui(nya) sebelum itu;
maka berkatalah saudara Musa: 'Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlu
bait yang akan memeliharanya untukmu dan
mereka dapat berlaku
baik kepadanya?'. Maka Kami
kembalikan Musa kepada
ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan
supaya ia mengetahui bahawa janji Allah itu
adalah benar, tetapi
kebanyakan manusia tidak
mengetahuinya." (QS.
al-Qashash: 10-13)
Ibu Musa menyempurnakan penyusuan lalu menyerahkannya ke
rumah Fir'aun. Saat itu Musa disenangi dan disukai semua orang.
Allah s.w.t berfirman:
Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang
datang dari- Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku."
(QS.Thaha: 39)
Read More