Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Tampilkan postingan dengan label Adzab Kubur Bagi Orang Kafir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adzab Kubur Bagi Orang Kafir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2026

Adzab Kubur Bagi Orang Kafir

 Allah ta'ala berfirman:  “dan Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada  mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari  terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras Al hafidz Ibnu Katsir rahimahullah  menjelaskan  ayat  ini,  “Arwah Fir’aun dan pengikutnya dihadapkan ke neraka setiap pagi dan petang terus- menerus hingga datang hari kiamat.

Adzab Kubur Bagi Orang Kafir


 Ketika kiamat datang barulah arwah dan jasad mereka sama-sama merasakan api neraka”. Beliau juga berkata, “Ayat-ayat ini adalah landasan kuat bagi Ahlussunnah tentang adanya adzab kubur.Memang  benar  bahwa  ada  penafsiran  lain  terhadap  ayat  ini.  Qatadah menafsirkan  bahwa maksud       ayat    (yang     artinya)     “Kepada       mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang  adalah taubiikh atau penghinaan terhadap  Fir’aun  dan  pengikutnya  dalam  keadaan  mereka  masih  hidup. Penafsiran ini walaupun tidak menetapkan adanya adzab kubur namun tidak menafikannya. Ibnu   Abbas radhiallahu’anhu   menafsirkan   bahwa   arwah mereka  ada  di  sayap  burung  hitam  yang  bertengger  di  atas  neraka  yang datang   di   kala   sore   dan   pagi   hari.   Penafsiran   Ibnu   Abbas   ini   pun menetapkan adanya alam kubur. Ahli tafsir yang terpengaruh permikiran mu’tazilah memang membantah bahwa ayat ini membicarakan adzab kubur. Semisal Az Zamakhsyari dalam Tafsir Al Kasyaf11 dan Fakhruddin Ar Razi dalam Mafatihul Ghaib12, dengan sebatas  bantahan  logika  semata.  Maka,  -insya  Allah-  penafsiran  yang  tepat adalah yang kami sebutkan di awal karena bersesuaian dengan dalil-dalil dari Al  Qur’an  dan  hadits  serta  pemahaman  salafus  shalih,  yang  akan  kami jelaskan nanti. Karena antara dalil itu saling menafsirkan dan tidak mungkin saling bertentangan.

Read More