Siksa Kubur: Anak Durhaka
kepada Orang Tua
Berita Islam - Suatu hari Rasulullah Saw bersama dengan Ali bin Abi Thalib,
Fatimah az-Zahra, Imam Hasan dan Imam Husain pergi melewati kuburan Baqi’.
Tiba-tiba Rasulullah dan keluarganya mendengar teriakan dan meminta pertolongan
dari salah satu kuburan di sana.

Rasulullah Saw kemudian mendekati kuburan tersebut sambil berkata: “Wahai hamba
Allah, dengan idzin Allah, keluarkan kepalamu!”.
Tiba-tiba, kuburan tersebut terbelah dan keluarlah mayat seorang pemuda dengan
muka yang sangat hitam dan seluruh tubuhnya diikat dengan tali-tali dan rantai
besi.
Rasulullah Saw kemudian bersabda: “Celaka kamu, apa yang telah kamu perbuat di
dunia dahulu?”.
Pemuda itu menjawab: “Wahai Rasulullah, ibu saya tidak meridhai saya”.
Rasulullah Saw bertanya kembali: “Memangnya apa yang telah kamu perbuat
kepadanya?”.
Pemuda itu menjawab: “Suatu hari ketika masuk ke rumah, isteri saya mengadu
bahwa ibu saya telah memperlakukannya kurang baik. Saat itu ibu saya sedang
duduk di depan tungku sedang memasak roti. Tanpa berpikir panjang, tiba-tiba
saya berpihak kepada isteri saya dan akhirnya saya pegang tubuh ibu lalu saya
lemparkan ke dalam tungku. Mendengar kegaduhan di dalam rumah, para tetangga
akhirnya datang dan mencoba mengeluarkan ibu saya yang sudah berada di dalam
tungku. Akan tetapi meski tetangga dapat mengeluarkannya, namun salah satu
tangan dan buah dada ibu saya telah terbakar. Ibu saya kemudian mengangkat buah
dadanya yang sudah terbakar itu ke atas langit sambil berdoa: “Ya Allah, Engkau
adalah wakilku. Balaslah apa yang telah diperbuatnya kepadaku”. Wahai
Rasulullah, setelah ibu saya berdoa tadi, umur saya tidak lebih dari tiga hari
dan kini saya disiksa di dalam kubur. Saya selalu menunggu kedatanganmu agar
Anda mendoakan dan memohonkan ampun atas dosa saya tadi”.
Rasulullah Saw kemudian bersabda kepada para sahabatnya: “Hadirkan ibu pemuda
ini karena doa itu tidak akan dikabulkan tanpa ada keridhaan dari ibunya”.
Para sahabat pun kemudian menghadirkan ibu pemuda tadi.
Setelah berada di hadapan, Rasulullah Saw kemudian bersabda: “Ibu, maafkanlah
dosa anakmu itu karena kini ia sedang disiksa di dalam kubur”.
Ibunya berkata: “Tidak, saya tidak akan memaafkannya”.
Rasulullah Saw kemudian bersabda kembali: “Kalau demikian, anak ibu akan
terus-terusan disiksa di dalam kuburnya. Apakah ibu tidak merasa kasihan
kepadanya?”.
Setelah berpikir panjang, akhirnya sang ibu tadi memaafkan dosa anaknya itu.
Rasulullah Saw kemudian bersabda kembali: “Mengapa tadi ibu tidak memaafkannya
dan kini memaafkannya?”.
Ibu itu menjawab: “Tadinya saya tidak mau memaafkannya hanya saja saya melihat
pintu-pintu langit terbuka, kemudian saya melihat para malaikat sedang menyeret
dan mencambuk putra saya dengan pecut-pecut dan rantai yang dipenuhi dengan
api. Saya tidak tega melihat itu, dan akhirnya saya memaafkannya”.
Setelah ibunya memaafkan, kuburan pemuda itu akhirnya menjadi sepi dan tidak
terdengar teriakan lagi.
Note: Hormatilah ibumu dan sayangilah seperti sayang dan kasihnya yang telah di
berikan sewaktu dirimu masih balita, dan janganlah sekali-kali dirimu durhaka
kepadanya. Sesungguhnya ridha Allah tergantung ridha ibumu juga.
Kisah ini diambil dari Miftahul Janah, Qishash Haulal Umm
Read More