Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 11 Oktober 2026

Para Malaikat Yang berada Di alam kubur

 Para Malaikat Yang berada Di alam kubur

Malaikat Munkar dan Nakir

Malaikat Munkar dan Nakir adalah dua malaikat yang bertugas menanyai orang yang sudah meninggal di alam kubur.

·       Tugas Malaikat Munkar

Menanyai orang yang cenderung memiliki amalan buruk dan dosa

·       Tugas Malaikat Nakir

Menanyai orang yang memiliki banyak amalan baik daripada amalan buruknya

Para Malaikat Yang berada Di alam kubur


Beberapa pendapat dari sumber yang tidak bisa diandalkan adanya perbedaan antara malaikat yang mendatangi orang mukmin adalah Malaikat Mubassyar dan Mubasyir sedang orang yang meninggal dalam keadaan tidak baik adalah malaikat munkar dan nakir

Wujud Malaikat Munkar dan Nakir

·       Dalam riwayat, wajah Nakir dan Mungkar disifati demikian: Suara mereka ibarat petir menyambar, mata mereka ibarat kilat mengkilat dan keluar api darinya, gigi mereka panjang dan menyeramkan yang panjangnya sampai ke bumi, teriakan mereka membuat bulu tubuh mayit berdiri karena ketakutan dan dia menjadi bisu

·       datang memasuki kubur dua malaikat yang hitam legam dan kedua taringnya menggores bumi, dan kedua malaikat itu mempunyai rambut yang terikat sampai ke tanah, dan tiap keduanya memiliki suara keras bagaikan petir yang menggelegar, dan mata kedua malaikat itu seperti kilat yang menyambar, dan nafas mereka bagaikan angin badai. Di tangan kedua malaikat itu memegang palu besi, bila dikumpulkan seluruh makhluk tidak akan bisa mengangkatnya, dan bila dipukulkan kepada gunung yang paling besar maka gunung itu akan hancur.  Bila ahli kubur yang memandang kedua malaikat itu, maka ia gemetar dan berusaha lari… (Lihat kitab at Tadzkirah karya Imam Qurthubi penerbit Maktabah Darul Minhaj halaman 354).

·       Di dalam sebuah hadits , disebut sosok malaikat Munkar dan Nakir berwana hitam kebiru-biruan atau biru kehitam-hitaman.

 

( إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَرُ النَّكِيرُ ، فَيَقُولَانِ : مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ ؟ فَيَقُولُ مَا كَانَ يَقُولُ : هُوَ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . فَيَقُولانِ : قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ هَذَا ، ثُمَّ يُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعًا فِي سَبْعِينَ ، ثُمَّ يُنَوَّرُ لَهُ فِيهِ ، ثُمَّ يُقَالُ لَهُ : نَمْ ، فَيَقُولُ : أَرْجِعُ إِلَى أَهْلِي فَأُخْبِرُهُمْ ، فَيَقُولَانِ : نَمْ كَنَوْمَةِ الْعَرُوسِ الَّذِي لا يُوقِظُهُ إِلا أَحَبُّ أَهْلِهِ إِلَيْهِ حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ .وَإِنْ كَانَ مُنَافِقًا قَالَ : سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ فَقُلْتُ مِثْلَهُ لا أَدْرِي . فَيَقُولَانِ : قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ ذَلِكَ ، فَيُقَالُ لِلأَرْضِ : الْتَئِمِي عَلَيْهِ ، فَتَلْتَئِمُ عَلَيْهِ ، فَتَخْتَلِفُ فِيهَا أَضْلاعُهُ ، فَلا يَزَالُ فِيهَا مُعَذَّبًا حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ ) والحديث حسنه الألباني في صحيح الترمذي .

“Apabila mayit atau salah seorang dari kalian sudah dikuburkan, ia akan didatangi dua malaikat hitam dan biru, salah satunya Mungkar dan yang lain Nakir, keduanya berkata: Apa pendapatmu tentang orang ini (Nabi Muhammad)?, maka ia menjawab sebagaimana ketika di dunia: Abdullah dan Rasul-Nya, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Keduanya berkata: Kami telah mengetahui bahwa kamu dahulu telah mengatakan itu. Kemudian kuburannya diperluas 70 x 70 hasta, dan diberi penerangan, da dikatakan: Tidurlah. Dia menjawab: “Aku mau pulang ke rumah untuk memberitahu keluargaku”. Keduanya berkata: “Tidurlah, sebagaimana tidurnya pengantin baru, tidak ada yang dapat membangunkannya kecuali orang yang paling dicintainya, sampai Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya tersebut”.

·        Adapun hadits Umar bin Khatab –radhiyallahu ‘anhu- yang anda sebutkan tadi, telah diriwayatkan dari jalur yang lemah, di antaranya yang diriwayatkan oleh Abdur Razaq dalam Mushannafnya (6738) dengan derajat ‘mursal’, dari Amr bin Dinar bahwa Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda kepada Umar:

 كيف بك يا عمر بفتاني القبر إذا أتياك يحفران الأرض بأنيابهما ، ويطآن في أشعارهما ، أعينهما كالبرق الخاطف ، وأصواتهما كالرعد القاصف ، معهما مزربة لو اجتمع عليها أهل منى لم يقلوها . قال عمر : وأنا على ما أنا عليه اليوم ؟ قال : وأنت على ما أنت عليه اليوم . قال : إذاً أكفيكهما إن شاء الله

 

“Bagaimana denganmu wahai Umar, dengan kedua fitnah kubur, apabila mereka berdua mendatangimu dengan menggali tanah dengan taring-taringnya, berpijak pada rambutnya, mata mereka seperti kilat yang menyambar, suara mereka seperti petir yang menggelegar,keduanya membawa gada yang jika semua penduduk Mina berkumpul mereka tidak akan mampu mengangkatnya. Umar berkata: Apakah saya seperti saat saya di dunia ?, Rasulullah menjawab: “Engkau seperti saat engkau berada di dunia sekarang”. Jadi, saya mencukupkan anda dari mereka berdua –insya Allah.

 

Malaikat Basyir dan Mubasysyir

Para malaikat yang memasuki kubur orang mukmin akan memperlakukan dia dengan wajah tampan dan setelah berlangsung tanya-jawab, mereka akan memberikan kabar gembira surga kepadanya dan meluaskan kuburnya dengan kenikmatan-kenikmatan Ilahi. Dua malaikat ini dinamai Basir dan Mubasysyir.

sumber dari kedua malaikat ini

 Syaikh Mufid berkata: Dalam sebagian riwayat, nama dua malaikat yang turun kepada orang kafir adalah Nākir dan Nakir dan nama dua malaikat yang turun kepada orang mukmin adalah Mubasysyir dan Basyir. Dikatakan bahwa penamaan dua malaikat orang kafir dengan Nakir dan Nākir dikarenakan orang kafir mengingkari kebenaran, mengingkari malaikat tersebut dan merasa tidak senang dengan kedatangan mereka, sementara penamaan dua malaikat orang mukmin dengan Mubasysyir dan Basyir dikarenakan mereka berdua mengabarkan kerelaan dan pahala Allah swt kepadanya. (Syarh Aqāid Shaduq atau Tashhih al-I'tiqād, Syaikh Mufid, hlm.220; Ilm al-Yaqin, Faidh Kasyani, jld.2, hlm.1073

Malaikat Ruman

Diriwayatkan dari Abdullah bin Salam r.a.: Seorang malaikat masuk mendatangi mayat di kuburnya sebelum kedatangan Malaikat Munkar dan Nakir, malaikat itu bernama Ruman, berwajah cerah secerah matahari. Malaikat Ruman mendatangi mayat dan berkata, “Tulislah semua amalmu yang baik dan yang jelek.” Mayat berkata pada malaikat, “Dengan apa aku harus menulis? Di mana pena dan tintaku?”.

Malaikat menjawab, ”Ludahmu itu tintamu dan penamu adalah jari-jarimu”. Mayat berkata, “Di atas apakah aku harus menulis? Aku tidak ada kertas”. Malaikat Ruman menyobekkan kain kafan dan memberikannya kepada mayat lalu berkata, “Ini kertasmu dan tulislah”. Maka menulislah si mayat tersebut amal kebaikannya di dunia kemudian sampailah pada amal buruknya, maka dia berhenti enggan menulisnya, malu kepada Malaikat Ruman.

Malaikat ruman berkata padanya, “Hai orang yang berdosa, mengapa kamu tidak malu kepada Allah yang menciptakanmu, ketika kamu melakukan amal jelek sewaktu di dunia, dan sekarang kamu malu kepadaku?”. Lalu Malaikat Ruman mengangkat tiang besar dan memukulkannya kepada si mayat. Mayat berkata, “Aku akan menulis semua amal baik dan amal burukku dalam lembaran ini”.

Sesudah itu, Malaikat Ruman memerintahkan agar melipatnya, menandatanginya, dan mengalungkannya di lehernya hingga hari kiamat. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT.:

وكل انسان ألزمناه طائره في عنقه وتخرج له يوم القيامة كتابا يلقاه منشورا13

Dan setiap manusia telah kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari kiamat kami keluarakan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka”. (QS. Al-Isra’: ayat 13)

Dalam Kitab Ad-durorul Fakhiroh imam  Al-ghozzali menjelaskan

قد روى عن ابن مسعود رضي الله عنه أنه قال يا رسول الله : ما أول ما يلقى  الميت إذا دخل قبره ؟ قال : يا ابن مسعود ما سألني عنه أحد إلا أنت . فأول  ما يناديه ملك اسمه رومان يجوس خلال المقابر فيقول : يا عبد الله اكتب عملك  . فيقول : ليس معي دواة و لا قرطاس فيقول : هيهات كفنك قرطاسك ، و مدادك  ريقك ، و قلمك إصبعك . فيقطع له قطعة من كفنه . ثم يجعل العبد يكتب ، و إن  كان غير كاتب في الدنيا . فيذكر حينئذ حسناته و سيئاته كيوم واحد ، ثم يطوى  الملك القطعة و يعلقها في عنقه

ثم قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : [ قوله تعالى : { و كل إنسان ألزمناه طائره في عنقه }


Ibnu mas'ud -semoga Allah meridhoinya- meriwayatkan  bahwa beliau berkata :" Wahai Rasululloh, apa hal pertama yang ditemui mayyit ketika masuk ke kuburannya ?" Rasululloh : " wahai ibnu mas'ud, tidak ada seeorangpun yang bertanya kepadaku tentang hal itu kecuali engkau yang pertama adalah seruan malaikat yang bernama RUMAN, yang mengawasi segenap kuburan, kemudian dia berkata : “wahai abdulloh, tulislah amalanmu”. Hamba menjawab : “saya tidak membawa tinta, juga tidak membawa kertas”. Malaikat ruman berkata : “gunakanlah kain kafanmu sebagai kertas, air liurmu sebagai tinta, dan jari jemarimu sebagai pena”. Kemudian  dia mengambil sedikit kafannya dan mulailah hamba itu menulis. walaupun  jika di dunia dia tidak dapat menulis, maka waktu itu dia bisa  menuliskan kebaikan dan kejelekannya seperti waktu yang sama. Lalu malaikat Ruman melipat lembaran tersebut dan mengalungkannya di lehernya.

Hal ini diriwayatkan dari Abdullah bin Salam ra, bahwa seorang malaikat masuk mendatangi mayat di kuburnya sebelum kedatangan malaikat Munkar dan Nakir.

 

Malaikat itu bernama Ruman yang memiliki wajah cerah secerah matahari.Nah, untuk mengetahui secara lebih jelas seperti apa sosok malaikat Ruman dan apa tugasnya, Malaikat Ruman adalah malaikat yang ditugaskan untuk menjaga jenazah.Yakni berjaga di alam kubur seseorang sebelum malaikat Munkar dan Nakir masuk untuk menguji keimanan seseorang yang sudah meninggal.Di mana malaikat Munkar akan bertanya tentang keburukan orang selama hidupnya. Sedangkan malaikat Nakir akan bertanya tentang kebaikan orang selama hidupnya.Malaikat Ruman dikisahkan memiliki sifat yang ramah, sabar, dan penyayang kepada manusia yang sudah meninggal dunia Tak hanya memiliki sifat yang baik, malaikat Ruman juga memiliki wajah yang menyenangkan dan meneduhkan.

Sosoknya tampak indah dan berseri-seri serta mengeluarkan suara yang merdu dan membuat tenang. Itulah mengapa, jenazah manusia yang bertemu dengan malaikat Ruman merasa nyaman.Kedatangan malaikat Ruman tidaklah sendiri. Melainkan bersama malaikat Kiraman Katibin. Mereka adalah malaikat yang mencatat berbagai amal baik dan buruk manusia selama hidup di dunia.Saat mendekati jenazah manusia itu, malaikat tersebut bersikap hormat dan mencurahkan kasih sayang.Kemudian malaikat Ruman akan memegang tangan kanan orang yang sudah meninggal, lalu mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.Dalam menerima perlakukan malaikat Ruman yang lembut dan penuh kasih sayang itu, jenazah manusia pun bisa merasakannya.Ia mendapatkan kedamaian dan kehangatan dari perlakuan malaikat Ruman.

Tak berhenti di situ, malaikat Ruman memberikan senyuman indahnya dan memuji jenazah itu atas keimanan dan ketakwaannya. Setelah itu membacakan tentang amal jenazah di buku catatan dengan suara yang jelas.Setiap amal baik dan buruk dijelaskannya dengan baik, lengkap dengan nilai dari setiap amalan dan ganjaran apa yang nantinya akan diberikan oleh Allah SWT.Jenazah mendengarkannya dengan penuh perhatian dan menunjukkan ekspresi berbeda. Saat dibacakan amalan buruk, ia tampak sedih. Namun, saat mendengar amalan baik, ia tampak senang.Setelah memberikan penjelasan tentang amalan perbuatan manusia, malaikat Ruman pun berpamitan kepada jenazah dengan mengucapkan salam.Kedatangan malaikat Ruman menghadirkan ketenangan dan rasa percaya diri pada jenazah manusia. Mereka merasa lebih siap dan berani ketika nantinya berhadapan dengan malaikat Munkar dan Nakir.

 

Seorang malaikat yang wajahnya bercahaya silau seperti matahari akan memasuki kuburan si mayit sebelum masuknya Malaikat Mungkar dan Nakir. Namanya adalah Ruman".

Kemudian malaikat tersebut duduk di sampingnya dan berkata kepadanya: “Tulislah kebaikan maupun keburukan yang telah kamu lakukan!”

Mayit tersebut menjawab: “Dengan apa aku menulisnya? di mana penaku, tempat tinta dan tintaku?”

Malaikat menjawab: “Air liurmu adalah tintamu, tanganmu adalah penamu”

Mayit bertanya kembali: “Di atas apa aku menulisnya sedangkan aku tidak memiliki kertas?”

Nabi Muhammad SAW berkata: Kemudian dipotongkan sebagian kain kafan mayat tadi lalu diberikan kepadanya.

Malaikat tadi berkata: “Ini sebagai lembaran kertasmu dan tulislah semuanya!

Maka mayit tadi menuliskan semua apa yang telah dikerjakannya di dunia semua jenis amal kebaikan. Ketika sampai pada bagian menulis keburukan, mayit tadi merasa malu terhadap malaikat.

Malaikat bertanya kepadanya: “wahai orang yang berbuat salah! Kenapa kamu tidak malu terhadap penciptamu sehingga kamu berbuat keburukan di dunia dan sekarang kamu malu terhadapku?”.

Kemudian malaikat mengangkat tiang maka dihempaskan di atasnya. Maka hamba tadi berkata: “angkatlah tiang jauh dariku sehingga aku bisa menulis keburukanku.”

Setelah itu hamba tersebut menulis semua kebaikan dan keburukannya di atas lembaran tadi. Kemudian malaikat menyuruhnya untuk melipat lembaran dan membubuhkan stempel di atasnya.

Mayit tadi bertanya: “Dengan apa aku membubuhkan stempel sedangkan aku tidak memiliki stempel?”

Malaikat menimpalinya: “Stempelkan dengan kukumu!”. Mayit tadi langsung menstempel dengan kuku jarinya dan menggantungkan lembaran tersebut di lehernya hingga hari kiamat.

Sebagaimana firman Allah yang artinya: "Dan tiap-tiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka".

Kemudian setelah itu masuklah Malaikat Mungkar dan Nakir. Dan menjalankan tugasnya untuk menanyai manusia terhadap perbuatannya yang telah dilakukan di atas permukaan bumi.

 

Read More