Surah Asy-Syams ini memiliki keistimewaan dan keutamaan tersendiri. Dalam kitab Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar, Muhammad bin Abdul Wahid Al-Ghafiqi menyebutkan beberapa riwayat mengenai keutamaan surah Al-Syams ini.
Pertama, orang yang membaca surah Al-Syams setiap pagi, maka dia akan aman dari setiap sesuatu yang menakutkan. Hal ini berdasarkan riwayat berikut;
عن ابي بن كعب عن النبي صلى الله عليه وسلم قال من قرأ سورة والشمس وضحاها في كل غداة امن من كل خوف
Dari Ubay bin Ka’ab, dari Nabi Saw bersabda; Barangsiapa membaca surah ‘Wasy syamsi wa dhuhaha’ setiap pagi, maka dia akan aman dari setiap hal yang menakutkan.
Kedua, membaca surah Al-Syams pahalanya seperti bersedekah dengan seisi langit dan bumi. Ini berdasarkah riwayat berikut;
عن ابي بن كعب قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من قرأ سورة والشمس وضحاها فكأنما تصدق بكل شيئ طلعت عليه الشمس والقمر
Dari Ubay bin Ka’ab, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda; Barangsiapa membaca surah ‘Wasy syamsi wa dhuhaha’, maka seakan-akan dia bersedekah dengan segala sesuatu yang terbit atasnya matahari dan bulan.
Ketiga, mendapatkan ampunan dosa. Ini berdasarkan riwayat berikut;
روي عن النبي صلى الله عليه وسلم انه قال من قرأ سورة والشمس وضحاها غفرله ما غربت عليه الشمس وما طلعت
Diriwayatkan dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda; Barangsiapa membaca surah ‘Wasy syamsi wa dhuhaha’, maka diampuni dosa yang tenggelam dan terbit atasnya matahari.
Surat Asy-Syam
وَا
اشَمّسِ وَضُحٰهَا ١
Demi matahari dan sinarnya pada waktu dhuha
(ketika matahari naik sepenggalah)
وَااْقَمَرِ
اِذَا تَلٰهَا ٢
demi bulan saat
mengiringinya
وَاانَّهَارِ
اِذَا جَلّٰهَا ٣
demi siang saam
menampakkannya
وَا
لَّيْلِ اِذَا يَغْشٰهَا ٤
demi malam saat
menutupinya(gelap gulita)
وَا
اسَّمَآ ءِ وَمَابَنٰهَا ٥
demi langit serta
pembuatannya
وَا
لْاَرْضِ وَمَا طَحٰهَا ٦
demi bumi serta
penghamparannya
وَنَفْسٍ
وَّمَاسَوّٰ هَا ٧
dan demi jiwa
serta penyempurnaan (ciptaan)-Nya
فَاَلْهَمَهَا
فُجُوْ رَهَاوَتَقْوٰهَا ٨
lalu Dia
mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya
قَدْ
اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰهَا ٩
sungguh beruntung
orang yang menyucikan (jiwa itu)
وَقَدْخَابَ
مَنْ دَسّٰهَا ١٠
dan sungguh rugi
orang yang mengotorinya
كَذَّ
بَتْ ثَمُوْ دُ بِطَغْوٰهَآ ١١
(kaum) samud
telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas
اِذِانْبَعَثَ
اَشْقَهَا ١٢
ketika orang yang
paling celaka di antara mereka bangkit (untuk menyembelih unta)
فَقَالَ
لَهُمْ رَسُوْاللّٰهِ نَاقَةَاللهِ وَسُقْيٰهَا ١٣
Rasul Allah
(saleh) lalu berkata kepada mereka,"(Biarkanlah)unta betina Allah ini
beserta minumannya"
فَكَذَّ
بُوْهُ فَعَقَرُوْهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوّٰهَا ١٤
Namun mereka
kemudian mendustakannya (Saleh)dan menyembelih (unta betina) itu Maka Tuhan
membinasakan mereka karena dosa-dosanya,lalu meratakan mereka (dengan tanah)
وَلَايَخَا
فُ عُقْبٰهَا ١٥
Dia tidak takut
terhadap akibatnya
