Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Selasa, 01 September 2026

Beberapa pendapat tentang adanya malaikat munkar dan nakir di alam kubur

 Beberapa pendapat tentang adanya malaikat munkar dan nakir di alam kubur

Imam Abu Ja'far Ath Thahawi rahimahullah dalam matan Al Aqidah Ath Thahawiyah beliau mengatakan: HR. At Tirmidzi no. 1071, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam as Silsilah al Ahadits ash Shahihah no. 1391 Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad bin Salamah ath-Thahawi, seorang ulama madzhab Hanafi dari desa Thaha di Mesir. Seorang ahli fikih dan ahli hadits. Dikenal dengan kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang menjelaskan prinsip-prinsip akidah Ahlussunnah. Beliau wafat pada tahun 321H.  

Beberapa pendapat tentang adanya malaikat munkar dan nakir di alam kubur
                              

“(Kami mengimani) adanya pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur, bertanya tentang Rabb-nya, agamanya dan Nabinya. Sebagaimana    khabar yang datang dari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dan dari para sahabatnya ridhwanullah 'alaihim”. Dan pertanyaan-pertanyaan ini tidak bisa dihafal jawabannya dan tidak bisa dicurangi. Yang mampu menjawabnya adalah orang yang benar imannya dan  akidahnya  terhadap  Allah  dan  Rasul-Nya.  Sebagaimana  firman  Allah ta'ala: “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan al qauluts tsabit . Ibnu Qathan “Para ulama sepakat bahwa adzab kubur itu benar adanya, dan manusia akan  diuji dengan pertanyaan di alam kubur, setelah ruh mereka dikembalikan ke jasadnya. Allah pun akan mengokohkan orang-orang yang Allah cintai .                             

 menjawab pertanyaan itu). Dan para ulama sepakat bahwa mereka tidak akan  merasakan pedihnya kematian lagi setelah itu. Para ulama Islam dari kalangan Ahlussunnah juga sepakat bahwa adzab kubur itu benar adanya, dan mereka sepakat tentang adanya malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur”. Maka  cara  agar  kita  dapat  menjawab  pertanyaan  di  alam  kubur  adalah dengan  mengokohkan  akidah  kita,  dengan  mempelajari  dan  mengamalkan ilmu-ilmu   akidah   dan   tauhid,   terutama ilmu yang membahas tentang mengenal  Allah ta'ala,  nama-nama-Nya,  sifat-sifat-Nya,  hak-hak-Nya,  juga ilmu  tentang mengenal Nabi Shallallahu'alaihi  Wasallam, namanya, nasabnya,  perjalanan  hidupnya,  hak-haknya,  sunnah-sunnahnya, dan  juga ilmu tentang agama Islam secara umum. Dan inilah landasan-landasan utama dalam agama Islam.       Oleh  karena  itu  Syaikh  Muhammad  bin  Abdil  Wahhab rahimahullah, beliau membuat kitab Al Ushul Ats Tsalatsah yang berisi tentang penjelasan ringkas   tentang   mengenal   Allah,   mengenal   Islam   dan   mengenal   Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam.

Adapun orang kafir, orang munafik dan orang yang ada keraguan dalam imannya,  mereka  tidak  bisa  menjawab  pertanyaan  di  alam  kubur  dengan benar. Mereka akan mengatakan,  “hah.. hah.. saya tidak tahu. Dahulu ketika di  dunia  saya  mendengar  orang-orang  mengucapkan  sesuatu,  maka  saya ikuti saja   .  Syaikh  Muhammad  bin  Shalih Al  Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Renungkanlah ucapan ““hah.. hah.. saya tidak tahu” ini! Ini menunjukkan bahwa  ia  seakan-akan  teringat  sesuatu  dan  berusaha  mengingatnya,  namun tidak  bisa.  Ketika  seseorang  teringat  sesuatu  dan  tidak  bisa  menghadirkan ingatan  itu,  ia  akan  merasakan  kegalauan  yang  amat  sangat,  dibandingkan jika ia tidak tahu sama sekali“.

Sumber :

Al Iqna' fi Masail al Ijma', 1/50 140Syarhu Haditsi Jibril 'alaihissalam, halaman 38  (untuk 136 Matan Al Aqidah Ath Thahawiyah, poin ke-80 137 QS. Ibrahim: 27 138 Abul Hasan Ali bin Al Qathan Al Fasi. Ulama hadits dari Maghrib (Mauritania). Dikenal dengan kitabnya  “Bayanul Wahmi wal Iham” yang 

0 comments:

Posting Komentar