Beberapa pendapat tentang adanya malaikat munkar dan nakir di alam kubur
Imam Abu Ja'far Ath Thahawi rahimahullah dalam matan Al Aqidah Ath Thahawiyah beliau mengatakan: HR. At Tirmidzi no. 1071, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam as Silsilah al Ahadits ash Shahihah no. 1391 Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad bin Salamah ath-Thahawi, seorang ulama madzhab Hanafi dari desa Thaha di Mesir. Seorang ahli fikih dan ahli hadits. Dikenal dengan kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang menjelaskan prinsip-prinsip akidah Ahlussunnah. Beliau wafat pada tahun 321H.
“(Kami mengimani) adanya pertanyaan
malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur, bertanya tentang Rabb-nya, agamanya
dan Nabinya. Sebagaimana khabar yang
datang dari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dan dari para sahabatnya
ridhwanullah 'alaihim”. Dan pertanyaan-pertanyaan ini tidak bisa dihafal
jawabannya dan tidak bisa dicurangi. Yang mampu menjawabnya adalah orang yang
benar imannya dan akidahnya terhadap
Allah dan Rasul-Nya.
Sebagaimana firman Allah ta'ala: “Allah meneguhkan orang-orang
yang beriman dengan al qauluts tsabit . Ibnu Qathan “Para ulama sepakat bahwa
adzab kubur itu benar adanya, dan manusia akan
diuji dengan pertanyaan di alam kubur, setelah ruh mereka dikembalikan
ke jasadnya. Allah pun akan mengokohkan orang-orang yang Allah cintai .
menjawab pertanyaan itu). Dan para ulama
sepakat bahwa mereka tidak akan
merasakan pedihnya kematian lagi setelah itu. Para ulama Islam dari
kalangan Ahlussunnah juga sepakat bahwa adzab kubur itu benar adanya, dan
mereka sepakat tentang adanya malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur”.
Maka cara agar
kita dapat menjawab
pertanyaan di alam
kubur adalah dengan mengokohkan
akidah kita, dengan
mempelajari dan mengamalkan ilmu-ilmu akidah
dan tauhid, terutama ilmu yang membahas tentang mengenal Allah ta'ala,
nama-nama-Nya,
sifat-sifat-Nya,
hak-hak-Nya, juga ilmu tentang mengenal Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, namanya, nasabnya, perjalanan
hidupnya, hak-haknya, sunnah-sunnahnya, dan juga ilmu tentang agama Islam secara umum.
Dan inilah landasan-landasan utama dalam agama Islam. Oleh
karena itu Syaikh
Muhammad bin Abdil
Wahhab rahimahullah, beliau membuat kitab Al Ushul Ats Tsalatsah yang
berisi tentang penjelasan ringkas
tentang mengenal Allah,
mengenal Islam dan
mengenal Nabi Shallallahu'alaihi
Wasallam.
Adapun orang kafir, orang munafik dan
orang yang ada keraguan dalam imannya,
mereka tidak bisa
menjawab pertanyaan di
alam kubur dengan benar. Mereka akan mengatakan, “hah.. hah.. saya tidak tahu. Dahulu ketika
di dunia
saya mendengar orang-orang
mengucapkan sesuatu, maka
saya ikuti saja . Syaikh
Muhammad bin Shalih Al
Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Renungkanlah ucapan ““hah.. hah..
saya tidak tahu” ini! Ini menunjukkan bahwa
ia seakan-akan teringat
sesuatu dan berusaha
mengingatnya, namun tidak bisa.
Ketika seseorang teringat
sesuatu dan tidak
bisa menghadirkan ingatan itu,
ia akan merasakan
kegalauan yang amat
sangat, dibandingkan jika ia
tidak tahu sama sekali“.
Sumber :

0 comments:
Posting Komentar