Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Sabtu, 15 Agustus 2026

NABI SAW MENCONTOHKAN KETIKA MEMBAYAR HUTANG, MEMBAYARNYA DIBERI TAMBAHAN

 NABI SAW MENCONTOHKAN KETIKA MEMBAYAR HUTANG, MEMBAYARNYA DIBERI TAMBAHAN

 

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ قَالَ مِسْعَرٌ أُرَاهُ قَالَ ضُحًى فَقَالَ صَلِّ رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ لِي عَلَيْهِ دَيْنٌ فَقَضَانِي وَزَادَنِي

Dari Jabir bin ‘Abdullah berkata, “Aku datang menemui Nabi SAW saat beliau berada di masjid -Mis’ar berkata, “Menurutku Jabir berkata, ‘Saat waktu dluha.’- Jabir bin ‘Abdullah berkata, “Beliau bersabda: “Shalatlah dua rakaat.” Ketika itu beliau mempunyai hutang kepadaku. Maka beliau membayarnya dan memberi tambahan kepadaku.” HR Bukhari

NABI SAW MENCONTOHKAN KETIKA MEMBAYAR HUTANG, MEMBAYARNYA DIBERI TAMBAHAN


Hadis diatas menjelaskan bahwa Nabi saw mengembalikan hutangnya dengan memberi tambahan sebagai ungkapan rasa syukur atau terimakasihnya kepada yang member pinjaman. Meskipun begitu, tidak boleh bagi pemberi pinjaman untuk mensyaratkan bahwa ketika nanti mengembalikan hutang maka harus diberi tambahan atau kelebihan. Kalau memberi tambahan itu dilakukan dengan sukarela, maka itulah yang dicontohkan oleh Nabi saw

0 comments:

Posting Komentar