NABI SAW MENCONTOHKAN KETIKA MEMBAYAR HUTANG, MEMBAYARNYA DIBERI TAMBAHAN
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ
قَالَ مِسْعَرٌ أُرَاهُ قَالَ ضُحًى فَقَالَ صَلِّ رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ لِي
عَلَيْهِ دَيْنٌ فَقَضَانِي وَزَادَنِي
Dari
Jabir bin ‘Abdullah berkata, “Aku datang menemui Nabi SAW saat beliau berada di
masjid -Mis’ar berkata, “Menurutku Jabir berkata, ‘Saat waktu dluha.’- Jabir
bin ‘Abdullah berkata, “Beliau bersabda: “Shalatlah dua rakaat.” Ketika itu
beliau mempunyai hutang kepadaku. Maka beliau membayarnya dan memberi tambahan
kepadaku.” HR Bukhari
Hadis diatas menjelaskan bahwa Nabi saw mengembalikan hutangnya dengan memberi tambahan sebagai ungkapan rasa syukur atau terimakasihnya kepada yang member pinjaman. Meskipun begitu, tidak boleh bagi pemberi pinjaman untuk mensyaratkan bahwa ketika nanti mengembalikan hutang maka harus diberi tambahan atau kelebihan. Kalau memberi tambahan itu dilakukan dengan sukarela, maka itulah yang dicontohkan oleh Nabi saw

0 comments:
Posting Komentar