BENTUK-BENTUK NIKMAT KUBUR
Telah
dijelaskan bahwa para
Nabi, para syuhada
dan kaum Mukminin akan mendapatkan nikmat di alam
kubur sesuai dengan iman dan amal shalih mereka. Mengenai apa saja dan
bagaimana nikmat mereka dapatkan di alam kubur ini adalah perkara gaib yang
seseorang tidak boleh berbicara kecuali berlandaskan pada dalil Al Qur'an dan
As Sunnah yang shahih. Berikut ini
beberapa bentuk nikmat
kubur yang disebutkan
dalam Al Qur'an dan hadits-hadits
yang shahih:.
1.Diberi tempat tidur yang berasal
dari surga .
2.Diberi pakaian yang berasal dari
surga
3.Dibukakan pintu surga ketika di alam
kubur, sehingga bisa merasakan keindahan, wangi serta sejuknya surga
4.Diluaskan kuburnya
5.Berbahagia dengan kabar gembira yang
disampaikan kepadanya oleh Malaikat
6.Ditemani oleh amal shalihnya yang
berupa sosok yang bagus, wangi dan menyejukkan hati
Enam hal tersebut berdasarkan haditsdari Al Barra' bin 'Azib
radhiallahu'anhu yang panjang.Bahwa Nabi Shallallahu'alaihi
Wasallam bersabda: “Kami keluar
bersama Nabi shallallahu'alaihi wasallam untuk mengiringi jenazah seorang
lelaki Anshar. Kami pun sampai di pemakaman. Ketika jenazah telah dikuburkan,
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam duduk dan kami pun duduk di sekitar
beliau. Kami diam seolah-olah di kepala kami ada burung-burung. Tangan beliau
membawa dahan yang beliau pukulkan ke
tanah. Beliau menengadahkan kepalanya sambil berkata:
"Mintalah perlindungan kepada
Allah dari adzab kubur (beliau mengucapkannya dua atau tiga kali)”."Beliau
lalu bersabda: Seorang hamba mukmin ketika berpisah dari dunia dan menghadapi
akhirat, malaikat turun dari langit untuk menemuinya dengan wajah putih seperti matahari. Mereka
membawa sebuah kain kafan dari surga dan minyak wangi dari surga. Kemudian
malaikat tersebut duduk di sisinya dan
mereka memenuhi pandangan si hamba. Kemudian malaikat maut 'alaihissalam pun datang dan duduk di
sisi kepalanya sambil mengatakan: "Wahai jiwa yang tenang, sambutlah
olehmu ampunan Allah dan keridhaan-Nya”.
Nabi melanjutkan: lantas ruh dari mayit tersebut keluar sebagaimana tetesan air
mengalir dari mulut kendi hingga sang malaikat selesai mencabutnya dari
badannya. Ketika sang malaikat mencabut
ruh, ia tidak melepaskan sedikit pun ruh tersebut dari tangannya walau sekejap mata pun, hingga ia selesai
mencabutnya. Kemudian ruh dimasukkan ke
dalam kain kafan dan minyak wangi tersebut. Maka si mayit meninggal dunia dengan aroma minyak wangi
yang paling harum yang ada di muka
bumi”. “Nabi melanjutkan: malaikat tersebut pun membawa naik ruh itu ke
langit.Dan tidaklah mereka melewati sekawanan malaikat lain kecuali mereka bertanya-tanya: "Ruh siapa yang wangi
ini?”. Para malaikat menjawab: "Ini
adalah ruh si Fulan bin Fulan, mereka sebut dengan nama terbaik yang digunakan oleh orang-orang untuk menyebutnya
ketika di dunia. Begitulah terus
hingga mereka sampai ke penghujung langit dunia dan mereka meminta untuk dibukakan, dan seketika itu
pun dibukakan. Para malaikat terus
menyebarkan kabar tentang si ruh tadi kepada penghuni langit berikutnya hingga sampai ke langit ke tujuh.
Kemudian Allah 'azza wa jalla memerintahkan: "Tulislah catatan hamba-Ku
ini di 'iliyyin dan kembalikanlah ia
ke bumi. Di sanalah Aku menciptakan mereka dan ke sanalah Aku mengembalikan mereka, serta di sana
jugalah Aku akan membangkitkan
mereka sekali lagi”. Kata Nabi: ruh tersebut pun dikembalikan ke jasadnya, kemudian dua
malaikat mendatanginya dan
mendudukkannya dan bertanya: “Siapa Rabb-mu?”. Ia menjawab, “Rabb-ku
adalah Allah”. Mereka bertanya lagi: "Apa agamamu?". Ia
menjawab, “agamaku Islam".
Keduanya bertanya lagi, "Bagaimana tentang seorangelaki yang diutus kepada
kamu?”. Si mayit menjawab, "Dia adalah
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam”. Keduanya bertanya,
"Darimana kamu tahu?” Ia menjawab, "Aku membaca Kitabullah (Al
Qur'an) kemudian aku mengimaninya dan membenarkannya “Seketika itu terdengar
seruan dari langit, "HambaKu berkata jujur! Hamparkanlah tempat tidur dari surga baginya
dan berilah ia pakaian dari surga, dan
bukakanlah pintu surgbaginya!”.
Nabi melanjutkan: “Hamba itu pun dapat mencium
harum dan wangi surga, dan kuburannya diperluas sejauh mata memandang. Lantas ia pun
didatangi oleh sesosok laki-laki berwajah tampan, pakaiannya indah, dan
wanginya harum. Malaikat berkata kepada
ruh tersebut, "Bergembiralah dengan kabar gembira yang telah dijanjikan kepadamu. Inilah hari yang
dijanjikan untukmu. Si mayit bertanya
(kepada sosok laki-laki tadi), “Siapa engkau? Wajahmu adalah wajah yang mendatangkan kebaikan!”. Si
laki-laki tampan menjawab, “Aku
adalah amalan shalihmu”. Kemudian ruh tadi pun berkata, "Ya
Rabb, segerakanlah hari Kiamat, sehingga
aku bisa kembali menemui keluargaku dan hartaku”.Diterangi kuburnya.Tidur
seperti malam pengantin Dua hal ini berdasarkan hadits dari
Abu Hurairah radhiallahu'anhu,
bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:
“Ketika salah seorang dari kalian dikuburkan,
maka akan datang kepadanya dua Malaikat
yang hitam dan bermata biru. Yang satu bernama Munkar dan yang lainnya bernama
Nakir. Keduanya bertanya: “Apa pendapatmu
mengenai lelaki ini (yaitu Rasulullah)?”. Si mayit menjawab sebagaimana
yang pernah dikatakan dahulu (ketika hidup): “Dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah
yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam
adalah hamba Allah dan Rasul-Nya”. Keduanya berkata: “Kami sudah mengetahui
bahwa kamu akan mengucapkan demikian”.
Kemudian kuburnya dilapangkan seluas tujuh puluh hasta dikali tujuh puluh
hasta. Lalu diterangi kuburnya, dan dikatakan
kepadanya: “Tidurlah!”. Namun si mayit berkata: “Biarkanlah aku
kembali kepada keluargaku untuk mengabarkan
kepada mereka”. Kedua Malaikat berkata:
”Tidurlah seperti tidur di malam pengantin, yang seseorang tidak dibangunkan kecuali oleh orang yang paling
dia cintai”. Hingga Allah
membangkitkannya dari tempat tidurnya tersebut. Adapun mayit orang munafik akan menjawab pertanyaan dengan
berkata: “Aku pernah mendengar
orang-orang mengatakan sesuatu, lalu aku sekedar ikut mengatakannya. Aku tidak tahu”. Kedua
Malaikat berkata: “Kami sudah tahu
mengatakan demikian”. Lalu dikatakan kepada bumi: “Himpitlah dia!”. Lantas bumi pun menghimpitnya hingga
tulang-tulangnya hancur. Dan dia terus diadzab di dalamnya hingga Allah
membangkitkan dari tempat tidurnya Al Mubarakfuri rahimahullah
menjelaskan: “Keadaannya diserupakan
seperti tidur di malam pengantin karena ia berada dalam kehidupan yang baik (di
alam kubur)”163. 9. Dalam keadaan bergembira dan diberi rezeki oleh Allah Allah
ta'ala berfirman:
“Dan jangan sekali-kali kamu mengira
bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu
hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki.
Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan berbahagia terhadap orang yang masih
tinggal di belakang yang belum menyusul
mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka berbahagia dengan
nikmat dan karunia dari Allah.Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala
orang-orang yang beriman .Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata, “Para
syuhada itu hidup di sisi Allah,
mereka dihadapkan kepada
surga sehingga mereka pun
merasakan kesenangan dan kebahagiaan”
Sumber :
165. 163 Tuhfatul Ahwazi, 5/134 164
QS. Ali Imran: 169 - 171 165 Dinukil dari Ma’alim At Tanzil, halaman 168 162.
162 HR. At Tirmidzi no. 1071, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam as Silsilah al
Ahadits ash Shahihah no. 1391 73 161 HR. Abu Daud no.4753, Ahmad no.17803,
dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud.

0 comments:
Posting Komentar