Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 06 September 2026

BENTUK-BENTUK NIKMAT KUBUR

 BENTUK-BENTUK NIKMAT KUBUR     

Telah  dijelaskan  bahwa  para  Nabi,  para  syuhada  dan  kaum  Mukminin akan mendapatkan nikmat di alam kubur sesuai dengan iman dan amal shalih mereka. Mengenai apa saja dan bagaimana nikmat mereka dapatkan di alam kubur ini adalah perkara gaib yang seseorang tidak boleh berbicara kecuali berlandaskan pada dalil Al Qur'an dan As Sunnah yang shahih.  Berikut  ini  beberapa  bentuk  nikmat  kubur  yang  disebutkan  dalam  Al Qur'an dan hadits-hadits yang shahih:.

BENTUK-BENTUK NIKMAT KUBUR


1.Diberi tempat tidur yang berasal dari surga . 

2.Diberi pakaian yang berasal dari surga

3.Dibukakan pintu surga ketika di alam kubur, sehingga bisa merasakan keindahan, wangi serta sejuknya surga

4.Diluaskan kuburnya

5.Berbahagia dengan kabar gembira yang disampaikan kepadanya oleh Malaikat

6.Ditemani oleh amal shalihnya yang berupa sosok yang bagus, wangi dan menyejukkan hati

Enam hal tersebut  berdasarkan haditsdari Al Barra' bin 'Azib radhiallahu'anhu  yang  panjang.Bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:     “Kami keluar bersama Nabi shallallahu'alaihi wasallam untuk mengiringi jenazah seorang lelaki Anshar. Kami pun sampai di pemakaman. Ketika jenazah telah dikuburkan, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam duduk dan kami pun duduk di sekitar beliau. Kami diam seolah-olah di kepala kami ada burung-burung. Tangan beliau membawa dahan yang beliau pukulkan ke       tanah. Beliau menengadahkan kepalanya sambil berkata: "Mintalah   perlindungan kepada Allah dari adzab kubur (beliau mengucapkannya dua atau tiga kali)”."Beliau lalu bersabda: Seorang hamba mukmin ketika berpisah dari dunia dan menghadapi akhirat, malaikat turun dari langit untuk menemuinya  dengan wajah putih seperti matahari. Mereka membawa sebuah kain kafan dari surga dan minyak wangi dari surga. Kemudian malaikat tersebut duduk  di sisinya dan mereka memenuhi pandangan si hamba. Kemudian malaikat  maut 'alaihissalam pun datang dan duduk di sisi kepalanya sambil mengatakan: "Wahai jiwa yang tenang, sambutlah olehmu ampunan Allah     dan keridhaan-Nya”. Nabi melanjutkan: lantas ruh dari mayit tersebut keluar sebagaimana tetesan air mengalir dari mulut kendi hingga sang malaikat selesai mencabutnya dari badannya. Ketika sang malaikat  mencabut ruh, ia tidak melepaskan sedikit pun ruh tersebut dari tangannya    walau sekejap mata pun, hingga ia selesai mencabutnya. Kemudian ruh  dimasukkan ke dalam kain kafan dan minyak wangi tersebut. Maka si mayit  meninggal dunia dengan aroma minyak wangi yang paling harum yang ada   di muka bumi”. “Nabi melanjutkan: malaikat tersebut pun membawa naik ruh itu ke langit.Dan tidaklah mereka melewati sekawanan malaikat lain kecuali mereka   bertanya-tanya: "Ruh siapa yang wangi ini?”. Para malaikat menjawab:  "Ini adalah ruh si Fulan bin Fulan, mereka sebut dengan nama terbaik yang  digunakan oleh orang-orang untuk menyebutnya ketika di dunia. Begitulah      terus hingga mereka sampai ke penghujung langit dunia dan mereka   meminta untuk dibukakan, dan seketika itu pun dibukakan. Para malaikat      terus menyebarkan kabar tentang si ruh tadi kepada penghuni langit  berikutnya hingga sampai ke langit ke tujuh. Kemudian Allah 'azza wa jalla memerintahkan: "Tulislah catatan hamba-Ku ini di 'iliyyin dan     kembalikanlah ia ke bumi. Di sanalah Aku menciptakan mereka dan ke  sanalah Aku mengembalikan mereka, serta di sana jugalah Aku akan        membangkitkan mereka sekali lagi”. Kata Nabi: ruh tersebut pun     dikembalikan ke jasadnya, kemudian dua malaikat mendatanginya dan  mendudukkannya dan bertanya: “Siapa Rabb-mu?”. Ia menjawab, “Rabb-ku adalah Allah”. Mereka bertanya lagi: "Apa agamamu?". Ia menjawab,   “agamaku Islam". Keduanya bertanya lagi, "Bagaimana tentang seorangelaki yang diutus kepada kamu?”. Si mayit menjawab, "Dia adalah  Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam”. Keduanya bertanya, "Darimana kamu tahu?” Ia menjawab, "Aku membaca Kitabullah (Al Qur'an) kemudian aku mengimaninya dan membenarkannya “Seketika itu terdengar seruan dari langit, "HambaKu berkata jujur!  Hamparkanlah tempat tidur dari surga baginya dan berilah ia pakaian dari   surga, dan bukakanlah pintu surgbaginya!”.

 Nabi melanjutkan: “Hamba itu pun dapat mencium harum dan wangi surga, dan kuburannya diperluas    sejauh mata memandang. Lantas ia pun didatangi oleh sesosok laki-laki berwajah tampan, pakaiannya indah, dan wanginya harum. Malaikat   berkata kepada ruh tersebut, "Bergembiralah dengan kabar gembira yang    telah dijanjikan kepadamu. Inilah hari yang dijanjikan untukmu. Si mayit    bertanya (kepada sosok laki-laki tadi), “Siapa engkau? Wajahmu adalah  wajah yang mendatangkan kebaikan!”. Si laki-laki tampan menjawab, “Aku      adalah amalan shalihmu”. Kemudian ruh tadi pun berkata, "Ya Rabb,  segerakanlah hari Kiamat, sehingga aku bisa kembali menemui keluargaku dan hartaku”.Diterangi kuburnya.Tidur seperti malam pengantin  Dua hal ini  berdasarkan hadits  dari  Abu  Hurairah radhiallahu'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:        

 “Ketika salah seorang dari kalian dikuburkan, maka akan datang kepadanya  dua Malaikat yang hitam dan bermata biru. Yang satu bernama Munkar dan yang lainnya bernama Nakir. Keduanya bertanya: “Apa pendapatmu   mengenai lelaki ini (yaitu Rasulullah)?”. Si mayit menjawab sebagaimana yang pernah dikatakan dahulu (ketika hidup): “Dia adalah hamba Allah dan  Rasul-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam adalah hamba Allah dan Rasul-Nya”. Keduanya berkata: “Kami sudah mengetahui bahwa kamu akan    mengucapkan demikian”. Kemudian kuburnya dilapangkan seluas tujuh puluh hasta dikali tujuh puluh hasta. Lalu diterangi kuburnya, dan dikatakan  kepadanya: “Tidurlah!”. Namun si mayit berkata: “Biarkanlah aku kembali   kepada keluargaku untuk mengabarkan kepada mereka”. Kedua Malaikat   berkata: ”Tidurlah seperti tidur di malam pengantin, yang seseorang tidak     dibangunkan kecuali oleh orang yang paling dia cintai”. Hingga Allah     membangkitkannya dari tempat tidurnya tersebut. Adapun mayit orang       munafik akan menjawab pertanyaan dengan berkata: “Aku pernah       mendengar orang-orang mengatakan sesuatu, lalu aku sekedar ikut    mengatakannya. Aku tidak tahu”. Kedua Malaikat berkata: “Kami sudah     tahu mengatakan demikian”. Lalu dikatakan kepada bumi: “Himpitlah    dia!”. Lantas bumi pun menghimpitnya hingga tulang-tulangnya hancur. Dan dia terus diadzab di dalamnya hingga Allah membangkitkan dari tempat tidurnya Al Mubarakfuri rahimahullah menjelaskan:  “Keadaannya diserupakan seperti tidur di malam pengantin karena ia berada dalam kehidupan yang baik (di alam kubur)”163. 9. Dalam keadaan bergembira dan diberi rezeki oleh Allah Allah ta'ala berfirman:

“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat  rezeki. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya,  dan berbahagia terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum  menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak    bersedih hati. Mereka berbahagia dengan nikmat dan karunia dari Allah.Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman .Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata, “Para syuhada itu hidup di sisi Allah,  mereka  dihadapkan  kepada  surga  sehingga mereka  pun  merasakan kesenangan dan kebahagiaan”

Sumber :

165. 163 Tuhfatul Ahwazi, 5/134 164 QS. Ali Imran: 169 - 171 165 Dinukil dari Ma’alim At Tanzil, halaman 168 162. 162 HR. At Tirmidzi no. 1071, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam as Silsilah al Ahadits ash Shahihah no. 1391 73 161 HR. Abu Daud no.4753, Ahmad no.17803, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud.

0 comments:

Posting Komentar