Setelah penaklukan tersebut, Cambyses dan penerusnya, Darius I, secara resmi memerintah sebagai firaun Mesir. Hal ini membuat para sejarawan dapat melihat bagaimana Persia mencoba menyesuaikan diri dengan tradisi Mesir.
Beberapa sumber Yunani menggambarkan Cambyses sebagai penguasa yang kejam. Sejarawan Herodotus bahkan menulis bahwa Cambyses membunuh Psamtek III dan menodai tradisi keagamaan Mesir.
Namun sejumlah bukti arkeologis menunjukkan gambaran yang lebih rumit. Setelah penaklukan, Cambyses justru memerintahkan pemulihan Kuil Neith di Sais, sebuah tindakan yang menunjukkan upaya menghormati agama lokal.
Hal serupa juga terlihat dalam penghormatan terhadap banteng suci Apis, hewan yang sangat dihormati dalam kepercayaan Mesir. Cambyses bahkan meninggalkan prasasti pada sarkofagus Apis ketika hewan tersebut dimakamkan secara ritual. Tindakan ini menunjukkan bahwa ia berusaha tampil sebagai penguasa yang sah menurut tradisi Mesir.

0 comments:
Posting Komentar