Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Rabu, 19 Agustus 2026

The Story of Prophet Yusuf (A.S.)

 (Kisah Nabi Yusuf A.S.)

Prophet Yusuf (A.S.) was the beloved son of Prophet Ya'qub (A.S.) and was blessed with exceptional beauty and wisdom.

Nabi Yusuf (A.S.) adalah putra tercinta dari Nabi Ya'qub (A.S.) dan dianugerahi ketampanan serta kebijaksanaan yang luar biasa.

 

The Story of Prophet Yusuf (A.S.)


As a young boy, Yusuf saw a dream where eleven stars, the sun, and the moon were prostrating to him.

Saat masih kecil, Yusuf bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya.

 

Jealous of their father’s deep love for Yusuf, his elder brothers plotted against him and threw him into a deep well.

Karena iri dengan kasih sayang ayah mereka yang mendalam kepada Yusuf, kakak-kakaknya bersekongkol dan melemparkannya ke dalam sumur yang dalam.

 

They lied to their father, claiming that a wolf had eaten Yusuf, leaving Ya'qub heartbroken.

Mereka membohongi ayah mereka dengan mengaku bahwa serigala telah memakan Yusuf, yang membuat Ya'qub sangat terpukul.

 

Travelers passing by found Yusuf in the well, rescued him, and sold him as a slave in Egypt to a noble minister named Al-Aziz.

Musafir yang lewat menemukan Yusuf di dalam sumur, menyelamatkannya, dan menjualnya sebagai budak di Mesir kepada seorang menteri mulia bernama Al-Aziz.

 

Yusuf grew up in Al-Aziz’s home, but when he rejected the immoral advances of the minister's wife, Zulaikha, he was falsely accused and sent to prison.

Yusuf tumbuh dewasa di rumah Al-Aziz, namun ketika beliau menolak godaan tak bermoral dari istri menteri, Zulaikha, beliau difitnah dan dimasukkan ke dalam penjara.

 

In prison, Allah blessed Yusuf with the divine gift of interpreting dreams.

Di dalam penjara, Allah mengaruniai Yusuf mukjizat berupa kemampuan menafsirkan mimpi.

 

When the King of Egypt had a disturbing dream about seven fat cows being eaten by seven lean ones, Yusuf accurately interpreted it as seven years of abundance followed by seven years of severe famine.

 

Ketika Raja Mesir bermimpi buruk tentang tujuh ekor sapi gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus, Yusuf dengan tepat menafsirkannya sebagai tujuh tahun masa subur yang diikuti tujuh tahun masa paceklik.

 

Impressed by his truthfulness, wisdom, and innocence, the King freed Yusuf and appointed him as the minister of finance over Egypt's storehouses.

Kagum atas kejujuran, kebijaksanaan, dan kesucian dirinya, Raja membebaskan Yusuf dan mengangkatnya sebagai menteri keuangan yang mengelola lumbung pangan Mesir.

 

During the years of famine, Yusuf's brothers traveled to Egypt seeking food, not realizing that the powerful minister was the brother they had betrayed.

Selama tahun-tahun paceklik, kakak-kakak Yusuf pergi ke Mesir untuk mencari makanan, tanpa menyadari bahwa menteri yang berkuasa itu adalah adik yang pernah mereka khianati.

 

Eventually, Yusuf revealed his identity to them, forgave them with great mercy, and invited his father and entire family to live in Egypt.

Pada akhirnya, Yusuf mengungkapkan identitasnya kepada mereka, memaafkan mereka dengan penuh kasih sayang, dan mengundang ayahnya serta seluruh keluarganya untuk tinggal di Mesir.

 

The story concluded as his parents and brothers bowed before him, fulfilling the divine dream Yusuf had seen as a child.

Kisah ini diakhiri dengan kedua orang tua dan saudara-saudaranya yang bersujud di hadapannya, memenuhi mimpi suci yang dilihat Yusuf saat masih kecil

0 comments:

Posting Komentar