Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Rabu, 19 Agustus 2026

The Story of Prophet Ismail (A.S.)

 (Kisah Nabi Ismail A.S.)

Prophet Ismail (A.S.) was the beloved son of Prophet Ibrahim (A.S.) and Hajar.

Nabi Ismail (A.S.) adalah putra tercinta dari Nabi Ibrahim (A.S.) dan Hajar.

 

The Story of Prophet Ismail (A.S.)

When Ismail was still an infant, Allah commanded Ibrahim to leave him and his mother in the barren desert of Makkah.

Ketika Ismail masih bayi, Allah memerintahkan Ibrahim untuk meninggalkannya bersama ibunya di padang pasir Makkah yang tandus.

 

Hajar ran seven times between the hills of Safa and Marwah searching for water to save her thirsty child.

Hajar berlari tujuh kali di antara bukit Safa dan Marwah untuk mencari air demi menyelamatkan putranya yang kehausan.

 

Allah answered her prayers by causing a spring of fresh water to gush forth near Ismail’s feet, which became known as the Well of Zamzam.

Allah mengabulkan doanya dengan memancarkan sumber air segar di dekat kaki Ismail, yang kemudian dikenal sebagai Sumur Zamzam.

 

As Ismail grew into a righteous young boy, Allah tested Ibrahim through a profound dream.

Saat Ismail tumbuh menjadi anak muda yang saleh, Allah menguji Ibrahim melalui sebuah mimpi yang amat berat.

 

Ibrahim dreamed that Allah was commanding him to sacrifice his only son, Ismail.

Ibrahim bermimpi bahwa Allah memerintahkannya untuk mengorbankan putra tunggalnya, Ismail.

 

When Ibrahim shared the dream with Ismail, the obedient son willingly accepted Allah’s command and encouraged his father to follow it.

Ketika Ibrahim menyampaikan mimpi tersebut kepada Ismail, sang putra yang taat dengan ikhlas menerima perintah Allah dan mendorong ayahnya untuk melaksanakannya.

 

Just as Ibrahim was about to carry out the sacrifice, Allah stopped him and replaced Ismail with a large ram from Paradise.

Saat Ibrahim hendak melaksanakan penyembelihan tersebut, Allah menghentikannya dan menggantikan Ismail dengan seekor domba jantan yang besar dari Surga.

 

This act of complete submission and devotion became the foundation for the annual celebration of Eid al-Adha.

Tindakan kepatuhan dan pengabdian yang utuh ini menjadi landasan bagi perayaan tahunan Iduladha.

 

Years later, Ismail helped his father, Prophet Ibrahim, rebuild the Kaaba as a sanctuary of monotheistic worship.

 

Bertahun-tahun kemudian, Ismail membantu ayahnya, Nabi Ibrahim, membangun kembali Ka'bah sebagai tempat suci peribadatan tauhid.

 

Prophet Ismail (A.S.) is remembered as a noble messenger, a patient son, and an ancestor of Prophet Muhammad (S.A.W.).

Nabi Ismail (A.S.) dikenang sebagai rasul yang mulia, seorang putra yang sabar, dan merupakan garis keturunan leluhur dari Nabi Muhammad (S.A.W.).

0 comments:

Posting Komentar