Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Selasa, 18 Agustus 2026

Perbedaan pendapat tentang azab kubur

 Perbedaan pendapat tentang azab kubur

Madzhab Ahlussunnah menetapkan adanya adzab kubur, sebagaimana telah    kami sebutkan. Berbeda dengan Khawarij dan mayoritas Mu'tazilah serta sebagian Murji'ah, yang mereka menafikan adanya adzab kubur”.Al Mulla Ali Al Qarirahimahullah mengatakan:“Hadits-hadits tentang adzab kubur sangat banyak riwayatnya, dan mencapai  level mutawatir dari segi makna. Ahlussunnah sepakat tentang adanya adzab kubur. Berbeda dengan sebagian ahlul bid'ah”.

Perbedaan pendapat tentang azab kubur


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:  “Ketahuilah, madzhab salaful ummah dan para imamnya adalah meyakini bahwa mayit ketika meninggal ia akan mendapatkan nikmat atau diberi adzab (di alam kubur). Dan itu akan dirasakan oleh ruh dan badannya. Dan ruh akan tetap ada setelah berpisah dengan badan, dalam keadaan ruh tersebut mendapat nikmat atau mendapat adzab. Dan terkadang ruh itu bersambungan    dengan badannya, sehingga ketika itu ruh dan badan keduanya merasakan 79 Syarhu Shahih Muslim karya An Nawawi, 17/322 80 Abul Hasan Ali bin Sulthan Muhammad Al Qari, seorang ulama Hanafiyah. “Al Mulla” adalah julukan penghormatan     yang biasanya diberikan kepada ulama atau tokoh-tokoh penting, yang biasa digunakan oleh orang Afghanistan,  Bukhari dan Parsi. Ali Al Qari lahir di Harrah (Afghanistan) namun tinggal di kota Makkah. Beliau pakar di bidang     fikih, hadits, ushul fikih dan tafsir. Wafat pada tahun 1014H.  81 Syarhu Musnadi Abi Hanifah, halaman 368    

nikmat atau adzab”82.       Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan: “Adzab kubur itu benar adanya, sebagaimana ditegaskan di dalam as-Sunnah dan  zahir  dari  ayat-ayat  Al  Qur'an,  serta  ijma'  ulama  kaum  Muslimin. Sehingga ada tiga jenis dalil yang mendasarinya.        Adapun   dalil   dari   as-Sunnah   adalah   sabda   Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam:    “Mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur!

Mintalah   perlindungan kepada Allah dari adzab kubur! Mintalah perlindungan  kepada Allah dari adzab kubur!Adapun   dalil   ijma',   yaitu   para   ulama   sepakat   menganjurkan   untuk membaca doa berikut ini dalam shalat:    “Aku meminta perlindungan kepada Allah dari adzab Jahannam dan dari   adzab kubur .    

Sampai-sampai  orang  awam  yang  bukan  ahlul  ijma'  juga  menyepakati hal ini. Adapun zahir dari ayat Al Qur'an, semisal firman Allah ta'ala (yang artinya) : “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras                      ” (QS. Ghafir: 46)”86. 82 Majmu' Al Fatawa Syaikhil Ibni Taimiyah, 4/284 83  Abu Abdillah Muhammad bin Shalih bin Muhammad bin Sulaiman Al-'Utsaimin, seorang pakar fikih dan ulama besar  Ahlussunnah di abad 20. Dilahirkan di kota Unaizah Saudi Arabia. Beliau pernah menjabat sebagai ketua Hai'ah      Kibarul Ulama di zamannya. 84  Dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib, hadits no. 3558 85  HR. Al Bukhari no.1377, Muslim no.588, dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu'anhu 86 Majmu' Fatawa war Rasail Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, 17/433-434  

 Nukilan-nukilan  di  atas  secara  jelas  menunjukkan  bahwa  para  ulama Ahlussunnah  ijma'  (sepakat)  dalam  mengimani  adanya  alam  kubur,  nikmat kubur, adzab kubur dan fitnah kubur. Tidak ada keraguan di dalamnya sama sekali.

0 comments:

Posting Komentar