CERITA TENTANG DAJJAL
Dajjal atau Al-Masih Ad-Dajjal berasal dari bahasa arab yaitu
دجال yang berarti
pendusta, sedangkan المسيح yaitu ممسوح العين yang berarti matanya buta sebelah. Dajjal juga disebutkan
oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan orang yang matanya seperti
anggur yang keluar dan kepalanya seperti kepala ular.
Dalam sebuah Riwayat, ada seorang sahabat yang bernama Tamim
Ad-Dary pernah berjumpa dengan Dajjal di sebuah pulau.
Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya aku demi Allah tidak mengumpulkan
kalian bukan karena ada pengharapan atau rasa takut. Melainkan aku mengumpulkan
kalian karena ada Tamim Ad-Dary,yang dahulunya seorang Nashrani kemudian dia
datang untuk masuk Islam. Dia menceritakan kepadaku sebagaimana yang telah
kusampaikan kepada kalian tentang Dajjal. Dia menceritakan bahwa dia berlayar
dengan sebuah perahu bersama 30 orang dari Lakhm dan Judzam. Mereka
diombang-ambingkan ombak selama sebulan di laut. Lalu mereka berlabuh menuju
sebuah pulau sampai terbenam matahari. Mereka duduk-duduk di dekat perahu lalu
mereka didatangi seekor binatabf yang banyak bulunya sampai-sampai mereka tidak
dapat membedakan antara bagian depan dan belakangnya. Mereka berkata: Celaka
kamu, apakah kamu ini? Binatang itu menjawab: Aku adalah mata-mata. Mereka
bertanya: Mata-mata apa? Dia menjawab: wahai kalian pergilah kepada orang yang
berada di dalam gua itu, karena dia merindukan berita dari kalian. Tamim Ad-Dary
berkata: saat itu, binatang tersebut menyebut nama seseorang, kami
meninggalkannya karena dia adalah syaithan betina. Kemudian dia (Tamim Ad-Dary)
bertaka: Lalu kami berangkat segera hingga memasuki gua. Tiba-tiba didalam gua
itu ada seorang yang pernah kami lihat. Dia diikat rantai yang kuat, kedua
tangan dan lehernya disatukan, lutut sampai mata kakinya diikat dengan besi.
Kami berkata: Celaka kamu, siapakah kamu ini? Dia menjawab: Sesungguhnya kamu
telah mengetahui tentang aku, kini beritahukan kepadaku siapakah kalian ini?
Mereka menjawab: Kami adalah manusia dari bangsa Arab. Kami menaiki perahu dan
dihantam gelombang selama satu bulan, kemudian kami berlabuh kepulai ini. Kami
duduk di tepi pantai dan kami didatangi seekor binatang yang berbulu lebat. Kami
bertanya kepadanya: Celakalah kamu, siapa kamu?dia menjawab: saya adalah
mata-mata. Kami bertanya: mata-mata apa? Dia menjawab: wahai kalian pergilah
kepada orang yang berada di dalam gua itu, karena dia merindukan berita dari
kalian. Maka kamipun segera datang kepada kamu. Kami takut pada binatang itu
dan kami takut ia adalah syaithan betina. Orang itu berkata: ceritakan kepadaku
kurma Baisan. Kami menjawab: tentang apa yang engkau mau tahu? Orang tersebut
menjawab: adakah kurmanya berbuah? Kami menjawab: Ya! Lalu dia berkata: akan
tetapi pohon kurma itu hampir tidak akan berbuah. Lalu dia berkata: ceritakan
kepadaku tentang danau Thabariyyah. Lalu kami bertanya: tentang apa yang ingin
kamu tahu? Dia menjawab: adakah danau itu masih berair?. Mereka menjawab: Ya,
danau itu masih berair. Dia berkata: sesungguhnya air tasik itu hampir habis.
Dia berkata: ceritakan kepadaku tentang mata air zughar. Mereka bertanya:
tentang apa yang ingin kamu ketahui? Dia bertanta: apakah air itu masih
memancarkan air? Adakah penduduknya masih bercocok tanam dari mata air itu?
Kami menjawab: Ya, ia masih berair dan
penduduknya masih bercocok tanam menggunakan airnya. Dia bertanya lagi:
terangkan kepadaku tentang nabi yang di utus kepada orang-orang yang buta
huruf, apa yang dia lakukan? Mereka menjawab: dia telah keluar dari Makkah
menuju Yathrib. Dia berkata: adakah orang-orang Arab memeranginya? Kami
menjawab: Ya. Dia bertanya: Bagaimana caranya dia melayani mereka? Lalu kami
menceritakan kepadanya bahwa baginda telah menundukkan orang-orang Arab
terdekatnya, sehingga mereka mengikutinya. Dia bertanya: benarkah begitu? Kami
menjawab: ya. Dia pun berkata: adapun, adalah lebih baik mereka menaatinya.
Sesungguhnya aku akan memberitahu kepada kalian mengenai diriku. Bahwa aku
adalah Dajjal.” (HR. Muslim)
Ciri-ciri Dajjal
Dajjal memiliki ciri-ciri yang disebutkan oleh Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam berbagai riwayat, yaitu:
1.
Rambutnya Keriting
2.
Pendek
Sebagaimana Rasulullah
bersabda,
إنِّي قد حدَّثتُكم
عن الدَّجَّالِ ، حتَّى خشيتُ ألَّا تعقِلوا ، إنَّ مسيحَ الدَّجَّالِ رجلٌ قصيرٌ
أفحَجُ جعدٌ أعوَرُ مطموسُ العينِ ليس بناتئةٍ ولا حجراءَ ، فإن ألبس عليكم
فاعلَموا أنَّ ربَّكم ليس بأعورَ.
“Sungguh, aku telah menceritakan kepada kalian tentang
Dajjal, hingga aku khawatir kalian tidak mampu memahaminya. Sesungguhnya
Al-Masih Ad-Dajjal adalah seorang laki-laki yang pendek,berkaki bengkok,
berambut keriting, buta sebelah dan matanya tidak telalu menonjol dan tidak
pula terlalu tenggelam. Maka jika kalian merasa binggung, maka ketahuilah bahwa
Tuhan kalian tidak bermata juling. (HR. Abu Dawud no. 4320)
3.
Jidadnya agak menonjol dan
bertuliskan kata كافر yang hanya dapat
dibaca oleh seorang mu’min.
إنَّهُ مَكْتوبٌ بينَ عينيهِ كافرٌ ،
يقرؤهُ من كَرِهَ عَملَهُ ، أو يقرؤهُ كلُّ مُؤمِنٍ ، وقال: تعلَّموا أنَّهُ لَن
يَرى أحدٌ منكُم ربَّهُ حتَّى يموتَ.
“Diantara kedua matanya
bertuliskan Ka-Fa-Ra yang dapat dibaca oleh orang yang membenci perbuatannya
atau bisa dibaca oleh setiap orang mu’min. (HR. Muslim)
4.
Dapat mengatur cuaca, sebagaimana
diceritakan dalam Shahih Muslim nomor 2937.
فَيَأْتي علَى القَوْمِ فَيَدْعُوهُمْ، فيُؤْمِنُونَ به
وَيَسْتَجِيبُونَ له، فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ
“Ia mendaangi dan menyeru
kaum, mereka menerimanya. Ia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka
langitpun menurunkan hujan.”
5.
Berjalan dengan cepat seperti
hembusan angin
6.
Membawa air dan api
Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda dari Hudzaifah bin Al-Yaman dalam kitab Shahih
Al-Jami’ nomor 2196,
إنَّ مع الدَّجَّالِ إذا خرج ماءً و نارًا ، فأما الذي يرى الناسُ أنها
النارُ فماءٌ باردٌ ، و أما الذي يرى الناسُ أنها ماءٌ باردٌ
“sesungguhnya bersamanya ada air dan api, apinya adalah air
dingin dan airnya adalah api.”
Para pengikut Dajjal
1.
Yahudi
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِن يَهُودِ أصْبَهانَ، سَبْعُونَ
ألْفًا عليهمُ الطَّيالِسَة
“Yang mengikuti Dajjal adalah
orang Yahudi dari Ashbahan (Iran) dan jumlahnya sebanyak 70.000 orang dan
mereka memakai thilsah.” (HR. Muslim no. 2994)
2.
Wanita
Sebagaimana sabda Rasulullah
Shallallahu ‘alahi wasallam,
ينزِلُ الدجالُ في هذِهِ السَّبِخَةِ بِمَرِّ قَنَاةٍ فيَكُونُ أكثَرُ مَنْ
يَخْرُجُ إليه النساءُ حتَّى إِنَّ الرجلَ لَيَرْجِعُ إلى حَمِيمِهِ وإِلَى
أُمِّهِ وابنَتِهِ وأُخْتِهِ فيوثِقُهَا رباطًا مخافَةَ أنْ تَخْرُجَ إليْهِ ثمَّ
يُسَلِّطُ اللهُ المسلمينَ علَيْهِ فيقتُلُونَهُ ويقتُلُونَ شِيعَتَهُ حتَّى إِنَّ
اليهودِيَّ لَيَخْتَبِئُ تَحْتَ الشجرةِ والحجرِ فيقولُ الحجرُ أو الشجرَةُ
للْمُسْلِمِ هَذَا يَهُودِيٌّ تحْتِي فَاقْتُلْهُ
“Dajjal akan turun ke Mirqonah, dan mayoritas pengikutnya
adalah kaum wanita, sampai-sampai ada seorang laki-laki yang pergi ke
istirinya, ibunya, putrinya, saudarinya, dan bibinya kemudian mengikatnya
karena khawatir keluar menuju Dajjal.” (HR. Ahmad)
3.
Arab Badui, hal ini pernah disabdakan
Rasulullah di dalam Riwayat Ibnu Majah.
4.
Khawarij
Sebagaimana Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“akan muncul suatu kelompok yang
membaca Al-Qur’an tetapi tidak tidak sampai kerongkongan mereka. Setiap kali
mereka muncul, maka akan dibasmi habis sampai keluar pasukan besar mereka yaitu
Dajjal.” (HR. Ibnu Majah no. 174)
Tempat-tempat yang tidak dapat didatangi Dajjal
Dajjal tidak dapat memasuki empat tempat ketika
kemunculannya, yaitu kota Makkah, kota Madinah, baitul Maqdis dan gunung Ath-Thur.
Hal ini pernah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam
sabdanya,
لا يأتي أربعةَ
مساجدَ الكعبةُ ومسجدُ الرسولِ ومسجدُ الأقصى والطورِ
“Tidak akan dimasuki Dajjal empat tempat; Masjid Ka’bah
(Masjidil Haram), Masjid Rasul (Masjid Nabawi), Masjid Al-Aqsha, Dan Ath-Thur.” (HR. Ahmad)
Kiat-kiat agar selamat dari Dajjal
1.
Menuntut ilmu, karena dengan belajar
ilmu agama terlebih-lebih ilmu hadits, seorang muslim akan mengetahui hal-hal seputar
keberadaan Dajjal.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menceritakan
seorang pemuda yang mengetahui sifat-sifat Dajjal dari apa yang pernah
disampaikan Rasulullah sebelumnya, namun pemuda tersebut dibunuh oleh Dajjal.
يَخْرُجُ
الدَّجَّالُ فَيَتَوَجَّهُ قِبَلَهُ رَجُلٌ مِنَ المُؤْمِنِينَ، فَتَلْقاهُ
المَسالِحُ، مَسالِحُ الدَّجَّالِ، فيَقولونَ له: أيْنَ تَعْمِدُ؟ فيَقولُ:
أعْمِدُ إلى هذا الذي خَرَجَ، قالَ: فيَقولونَ له: أوَ ما تُؤْمِنُ برَبِّنا؟
فيَقولُ: ما برَبِّنا خَفاءٌ، فيَقولونَ: اقْتُلُوهُ، فيَقولُ بَعْضُهُمْ
لِبَعْضٍ: أليسَ قدْ نَهاكُمْ رَبُّكُمْ أنْ تَقْتُلُوا أحَدًا دُونَهُ، قالَ:
فَيَنْطَلِقُونَ به إلى الدَّجَّالِ، فإذا رَآهُ المُؤْمِنُ، قالَ: يا أيُّها
النَّاسُ هذا الدَّجَّالُ الذي ذَكَرَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ،
قالَ: فَيَأْمُرُ الدَّجَّالُ به فيُشَبَّحُ، فيَقولُ: خُذُوهُ وشُجُّوهُ،
فيُوسَعُ ظَهْرُهُ وبَطْنُهُ ضَرْبًا، قالَ: فيَقولُ: أوَ ما تُؤْمِنُ بي؟ قالَ:
فيَقولُ: أنْتَ المَسِيحُ الكَذّابُ، قالَ: فيُؤْمَرُ به فيُؤْشَرُ بالمِئْشارِ
مِن مَفْرِقِهِ حتَّى يُفَرَّقَ بيْنَ رِجْلَيْهِ، قالَ: ثُمَّ يَمْشِي
الدَّجَّالُ بيْنَ القِطْعَتَيْنِ، ثُمَّ يقولُ له: قُمْ، فَيَسْتَوِي قائِمًا،
قالَ: ثُمَّ يقولُ له: أتُؤْمِنُ بي؟ فيَقولُ: ما ازْدَدْتُ فِيكَ إلَّا
بَصِيرَةً، قالَ: ثُمَّ يقولُ: يا أيُّها النَّاسُ إنَّه لا يَفْعَلُ بَعْدِي
بأَحَدٍ مِنَ النَّاسِ، قالَ: فَيَأْخُذُهُ الدَّجَّالُ لِيَذْبَحَهُ، فيُجْعَلَ
ما بيْنَ رَقَبَتِهِ إلى تَرْقُوَتِهِ نُحاسًا، فلا يَسْتَطِيعُ إلَيْهِ سَبِيلًا،
قالَ: فَيَأْخُذُ بيَدَيْهِ ورِجْلَيْهِ فَيَقْذِفُ به، فَيَحْسِبُ النَّاسُ
أنَّما قَذَفَهُ إلى النَّارِ، وإنَّما أُلْقِيَ في الجَنَّةِ
فَقالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ
عليه وسلَّمَ: هذا أعْظَمُ النَّاسِ شَهادَةً عِنْدَ رَبِّ العالَمِينَ
“Dajjal muncul lalu seseorang dari
kalangan kaum mu`minin menuju ke arahnya lalu bala tentara Dajjal yang bersenjata
menemuinya, mereka bertanya, ‘Kau mau kemana? ‘ Mu`min itu menjawab, ‘Hendak ke
orang yang muncul itu.’ Mereka bertanya, ‘Apa kau tidak beriman ada tuhan kami?
‘ Mu`min itu menjawab: ‘Rabb kami tidaklah samar.’ Mereka berkata, ‘Bunuh dia.’
Lalu mereka saling berkata satu sama lain, ‘Bukankah tuhan kita melarang kalian
membunuh seorang pun selain dia.’ Mereka membawanya menuju Dajjal. Saat orang
mu`min melihatnya, ia berkata, ‘Wahai sekalian manusia, inilah Dajjal yang
disebut oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Lalu Dajjal
memerintahkan agar dibelah. Ia berkata, ‘Ambil dan belahlah dia.’ Punggung dan
perutnya dipenuhi pukulan lalu Dajjal bertanya, ‘Apa kau tidak beriman padaku?
‘ Mu`min itu menjawab, ‘Kau adalah Al Masih pendusta? ‘ Lalu Dajjal
memerintahkannya digergaji dari ujung kepala hingga pertengahan antara kedua
kaki. Setelah itu Dajjal berjalan di antara dua potongan tubuh itu lalu
berkata, ‘Berdirilah!’ Tubuh itu pun berdiri. Selanjutnya Dajjal bertanya
padanya, ‘Apa kau beriman padaku?’ Ia menjawab, ‘Aku semakin mengetahuimu.’
Setelah itu Dajjal berkata, ‘Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak ada
seorang pun yang dilakukan seperti ini setelahku.’ Lalu Dajjal mengambilnya
untuk disembelih, kemudian antara leher dan tulang selangkanya diberi perak,
tapi Dajjal tidak mampu membunuhnya. Kemudian kedua tangan dan kaki orang itu
diambil lalu dilemparkan, orang-orang mengiranya dilempari ke neraka, tapi
sesungguhnya ia dilemparkan ke surga.” Setelah itu Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia adalah manusia yang kesaksiannya paling agung
di sisi Rabb seluruh alam.” (HR. Muslim no. 2938)
Hadits ini sekaligus mengisyaratkan bahwa pemuda tersebut
dapat mengetahui dia adalah Dajjal dikarenakan ia mempunyai ilmu akan hal itu.
2.
Mengenali sifat-sifat Dajjal
3.
Berdoa dengan doa berlindung dari
fitnah Dajjal sebelum salam pada saat shalat.
Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
إِذَا تَشَهَّدَ
أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ باللَّهِ مِن أَرْبَعٍ يقولُ: اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ
بِكَ مِن عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا
وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Apabila diantara kalian selesai bertasyahud akhir, maka
berlindunglah kepada Allah dari 4 hal, beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam
mengucapkan, ‘Ya Allah aku berlindung kepadamu dari siksa Jahannam, siksa
kubur, dari fitnahnya kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah
Al-Masih Ad-Dajjal’.” (HR. Muslim no. 588)
4.
Menghafalkan 10 ayat Surah Al-Kahf,
sebagaimana sabda Rasulullah:
مَنْ حَفِظ عَشْرَ آياتٍ مِنْ أَوَّلِ سورةِ الكهفِ
عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ . وفي رِوايةٍ : مِنْ آخِرِ سورةِ الكهفِ
“Siapa yang menghafalkan
sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahfi maka ia akan telindung dari Dajjal.” (HR. Muslim no. 809)
5.
Berusaha menjauhi Dajjal ketika
kemunculannya
Dajjal akan tinggal di muka bumi selama 40 hari, dimana hari
pertama lamanya akan seperti 1 tahun, kemudian hari kedua akan seperti 1 bulan
lamanya, hari ketiga akan seperti 1 pekan dan hari-hari berikutnya sama seperti
hari-hari biasa pada umumnya 1 hari.
Al-Masih Ad-Dajjal dalam sebuah riwayat nantinya akan dibunuh
oleh Nabi Isa ‘Alaihissalam, Nabi Isa turun di negeri Damaskus (beberapa
Kilometer daerah Palestina). Setelah Dajjal terbunuh maka semua manusia pada saat
itu akan masuk Islam, termasuk para Ahli Kitab.
Allah Ta’ala Berfirman:
وَإِنْ مِنْ أَهْلِ
الْكِتَابِ إِلا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ
يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا
Artinya: “Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak
beriman kepadanya ('Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia ('Isa)
akan menjadi saksi mereka.” (QS. An-Nisa' Ayat 159)
Wallahu ‘alam.

0 comments:
Posting Komentar