Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Minggu, 01 November 2026

Hari Akhir

 Hari Akhir

Dalam agama Islam, pengertian tentang hari akhir adalah hari kiamat yang didahului dengan musnahnya alam semesta ini. Jadi pada hari ini akan musnahnya seluruh makhluk yang masih hidup. Bumi pun akan berganti, bukannya bumi atau langit yang sekarang ini (Sayyid Sabiq). Beriman kepada hari akhir termasuk rukun yang kelima dari enam rukun Iman dalam aqidah agama kita, Islam.

Hari Akhir


Selanjutnya Allah swt. menciptakan alam lain yang disebutnya Alam Akhirat. Di situlah makhluk akan dibangkitkan yakni dihidupkan lagi setelah mereka mati, ruhnya dikembalikan dalam tubuhnya dan dengan demikian mereka akan mengalami kehidupan yang kedua kalinya. Setelah dibangkitkan (diba'ats) lalu setiap jiwa akan dihisab (dipertunjukkan) seluruh amal yang berupa kebaikan dan krluirukan, maka barang siapa yang kebaikannya melebihi keburukannya, tentunya oleh Allah Ta'ala akan dimasukkan dalam surga, sedang barang siapa yang keburukannya lebih banyak dari kebaikannya, maka akan dimasukkan ke dalam neraka.

Keadaan pada hari kiamat itu penuh bahaya dan krsengsaraan yang mengerikan, kecuali bagi orang yang brriman. Keadaan yang sangat berbahaya itu (pada hari kiamat) wajib kita imani, artinya percaya bahwa akan terjadi keadaan yang demikian itu, kemudian sadar akan tergugah hatinya mengerjakan iman, ibadah dan amal saleh. Iman dan amal saleh itulah penyebab utama bagi keselamatan orang dari bahaya-bahaya yang dahsyat pada hari kiamat dan dari siksa neraka. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti atau tidak mau mengerti dan tidak percaya, ada juga yang mendustakan sama sekali. Atau ada pula kepercayaannya setengah-setengah, terbukti dengan adanya perbuatan-perbuatan mereka yang menjurus ke arah perbuatan menurutkan kemauan nafsunya, bahkan berani melanggar larangan-larangan dan meninggalkan yang wajib, tidak mau bersiap-siap untuk bekalnya di akhirat dan bekal untuk bepergian yang amat jauh menempuh perjalanan beribu-ribu tahun, yang akan berakhir di tempat yang menguntungkan dan menggembirakan ialah surga dan mungkin sampai di tempat yang berbahaya ialah Neraka Jahanam.

Adapun sebab-sebabnya manusia kurang atau tidak percaya adanya hari kiamat itu, karena di dunia ini tidak ada contoh-contoh yang sama dengan keadaan di akhirat. Seumpama di dunia ini tidak ada bukti-bukti yang nyata yaitu lahirnya bayi atau anak binatang dari perut ibunya atau induk semangnya, kemudian dikatakan bahwa di sana ada Dzat Yang Maha Kuasa yang membuat keadaan semacam itu, niscaya manusia lebih membohongkan daya hari kiamat. Allah berfirman dalam surat Al-Qiyämah (75) ayat 36 - 40 yang berbunyi:

Artinya: "Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?"

 

Percaya kepada hari akhir merupakan salah satu rukun atau sendi dari rukun iman, akar dan merupakan bagian pokok dari aqidah, bahkan sebagai unsur terpenting di samping kepercayaan kepada Allah Ta'ala. Yang demikian itu sebabnya ialah karena percaya kepada Allah Ta'ala akan dapat meyakinkan sumber pertama yang dari padanya itulah timbul segala yang ada di alam semesta ini, sedang percaya kepada hari kiamat akan dapat meyakinkan bagaimana kejadian yang terakhir bagi segenap makhluk yang pernah ada. Al-Qur'an memberikan perhatian yang sangat istimewa terhadap penetapan keimanan pada hari akhir itu. Perhatian yang besar ini dapat diketahui antara lain Allah Ta'ala tidak mengemukakan hari kiamat itu dengan nama satu sebutan saja, tetapi menggunakan nama-nama yang berlainan dan setiap nama menunjukkan pengertian apa yang terjadi pada hari itu (Sayyid Sabiq) sebagaimana tersebut di bawah ini:

1.    Hari Ba'ats (yaum al-Ba'tsi), sebagaimana firman-Nya dalam surat Ar-Rum (30) ayat 56: Artinya: "Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir), sungguh kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. Maka inilah hari berbangkit itu, tetapi (dahulu) kamu tidak meyakini (nya)".

2.    Hari Qiyamat (yaum al-Qiyamah), sebagaimana firman- Nya dalam Al-Qur'an surat Az-Zumar (39) ayat 60: Artinya: "Dan pada hari Kiamat, engkau akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, wajahnya menghitam...."

3.    Saat (yaum al-Sa'ah), sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur/an surat Al-Qamar (54) ayat 1: Artinya: "Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah”.

4.    Akhirat (yaum al-Aakhirah), sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an surat Al-Ala (87) ayat 16-17: Artinya: "Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal

5.    Hari Din (yaum al-din), sebagaimana firman-Nya dalam Al-Our'an surat Al-Fatihah (1) ayat 4:  Artinya: "Pemilik hari pembalasan".

6.    Hari Hisab (yaum al-hisab), sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Mu'min (40) ayat 27, yang artinya: Dan (Musa) berkata, sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri, tidak beriman kepada hari (perhitungan amal)."

7.    Hari Fath (yaum al-fathi), sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an surat As-Sajdah (32) ayat 29: Artinya: "Katakanlah, pada hari (kemenangan) itu, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan."

8.    Hari Talaq (yaum al-talaq), sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an surat Al-Mu'min (40) ayat 15-16 yang artinya: "Dialah Yang Mahatinggi derajat-Nya, yang memiliki' Arsy', yang menurunkan (wahyu) dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat), (yaitu) pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. "

9.    Yaum al-Hasrah, artinya hari penyesalan, sebagaimana firman Allah swt. dalam surat Maryam (19) ayat 39, yang artinya: "Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman. "

10.           Yaum al-Haq, artinya hari yang pasti terjadi, sebagaimana firman Allah swt. dalam Al-Qur'an surat an-Naba' (78) ayat 39. Artinya: "Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya. "

11.           Yaum al-Jam'i, artinya hari berkumpul, sebagaimana disebutkan dalam surat asy-Syura (42) ayat 7 yang artinya: "Dan demikianlah Kami wahyukan Al-Qur'an kepadamu dalam bahasaArab agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk ibukota Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) di sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak diragukan adanya. "

12.           Yaum al-Khulud, artinya hari kekekalan, sebagaimana firman Allah dalam surat Qäf (50) ayat 34, yang artinya: "Masuklah ke dalam surga dengan aman dan damai. Itulah hari yang abadi. "

13.           Yaum al-Fashli, artinya hari keputusan, sebagaimana firman-Nya dalam surat Ad-Dukhan (44) ayat 40, yang artinya: "Sungguh hari keputusan (hari Kiamat) adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya. "

14.           Yaum al-Wa'id, artinya hari terlaksananya ancaman, sebagimana firman-Nya dalam Al-Our'an surat Qaf (50) ayat 20. Artinya: "Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari yang diancamkan."

15.           Yaum al-Khuruj, artinya hari keluar dari kubur, sebagaimana firman Allah swt. dalam Al-Our'an surat Qaf (50) ayat 42. Artinya: "(Yaitu) pada hari (ketika) mereka mendengar suara dahsyat dengan sebenarnya. Itulah hari keluar (dari kubur)."

16.           Yaum At-Tagabun, artinya hari ditampakkan kesalahan- kesalahan, sebagaimana firman Allah swt. dalam surat At-Tagabun (64) ayat 9. Artinya: "(Ingatlah) pada hari ketika Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun, itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan...."

17.           Yaum al-Tanad, artinya hari pemanggilan, sebagaimana firman Allah swt. dalam surat Al-Mu'min (23) ayat 32. Artinya: "Dan wahai kaumku. Sesungguhnya aku benar- benar khawatir terhadapmu akan (siksaan) hari saling memanggil."

18.           Yaum al-Mau'ud, artinya hari yang dijanjikan, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Buruj (85) ayat 2 yang artinya: "Dan demi hari yang dijanjikan."

19.           Yaum al-Kabir, artinya hari yang besar. Firman Allah swt. dalam surat Hud (11) ayat 3. Artinya: "Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksaan yang besar (hari kiamat)."

20.           Yaum al-Asir, artinya hari yang sulit. Firman Allah swt. dalam surat Al-Muddassir (74) ayat 9.

artinya: "Maka itulah hari yang serba sulit." Demikian nama-nama hari akhir dari duapuluhsatu nama yang tersebut dalam Al-Qur'an.

Read More

Sabtu, 31 Oktober 2026

yaum al qiyamah

 yaum al qiyamah

Kiamat menurut bahasa adalah hari kehancuran dunia, kata ini diserap dari bahasa Arab "Yaum al Qiyamah" , yang arti sebenarnya adalah hari kebangkitan umat. Sedangkan hari kiamat (kehancuran alam semesta beserta isinya) dalam bahasa arab adalah "As-Saa’ah". Secara istilah Yaumul Qiyamah sering diartikan hari kiamat (kehancuran alam semesta beserta isinya). Yaumul Qiyamah sama halnya dengan Yawm ad-Din yang artinya suatu periode (masa) dimana akan terjadi kebangkitan sebuah komunitas umat manusia yang hidup berdasarkan agama Allah (dinullah).

yaum al qiyamah


Hari akhir disebut juga dengan hari kiamat, artinya hari kebangkitan. Pada hari kebangkitan ini semua manusia yang telah meninggal dibangkitkan kembali untuk mempertanggung-jawabkan semua amal perbuatannya selama hidup di dunia.Pada saat terjadinya hari akhir, semua makhluk yang ada di dunia ini akan musnah, langit hancur, gunung-gunung meletus, lautan meluap, dan bumi memuntahkan segala isinya.

Kiamat dibedakan menjadi dua macam yaitu kiamat sugra dan kiamat kubra. Kiamat sugra atau kiamat kecil adalah matinya seseorang atau binatang yang lain secara bergiliran, sedangkan kiamat kubra atau kiamat besar adalah hancurnya dunia seisinya secara serentak.Hari akhir atau hari kiamat adalah hari berakhirnya seluruh proses kehidupan makhluk hidup di dunia. Beriman kepada hari akhir (hari kiamat) artinya mempercayai dengan sepenuh hati bahwa hari kiamat itu pasti akan datang dan seluruh ummat manusia akan kembali dibangkitkan dari alam kubur untuk menerima pengadilan dari Allah swt sebagai hakim yang Maha Adil.

Beriman kepada hari akhir atau hari kiamat termasuk rukun iman yang kelima. Orang Islam harus meyakini terhadap adanya hari akhir/kiamat. Meyakini terhadap hari akhir bagi orang beriman hukumnya wajib. Orang yang tidak mempercayai adanya hari akhir berarti imannya tidak sempurna. Hal tersebut sama juga tidak mempercayai terhadap kebenaran Al-Qur’an, sedangkan Al-Qur’an adalah kalamullah yang kebenarannya bersifat mutlak (pasti benar). Dengan demikian dapat juga dikatakan sebagai orang yang mengingkari Allah SWT., sedangkan ingkar termasuk dosa besar.

Hari akhir / kiamat pasti datang dan tidak diragukan lagi seperti dalam Q.S Al-Hajj ayat 7 :

yaum al qiyamah

Artinya : “dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.”

Tentang kapan datangnya hari kiamat itu tidak ada seorang pun yang mengetahuinya karena semua adalah rahasia Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW. ketika ditanya oleh sahabat, beliau pun tidak mengetahuinya, namun sebelum datang saatnya hari kiamat itu ada tanda-tanda besar.

Read More

Jumat, 30 Oktober 2026

Yaumul Qiyamah

 Pengertian Hari Kiamat

Hari kiamat adalah peristiwa dimana alam semesta beserta isinya hancur luluh yang membunuh semua makhluk didalamnya tanpa terkecuali.Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh malaikat israfil atas perintah dari Allah SWT.

Yaumul Qiyamah


Jenis jenis Kiamat

Kiamat ada 2 macam yaitu :

1.    Kiamat sughra atau kiamat kecil

Kiamat sugra adalah kiamat kecil yang sering terjadi didalam kehidupan manusia yaitu kematian. Setelah mati roh seseorang akan berada dialam barzakh atau alam kubur yang merupakan alam antara dunia dan akhirat.

2.    Kiamat Kubra atau kiamat besar

Kiamat kubra adalah kiamat yang mengakhiri kehidupan didunia ini karena hancurnya alam semesta beserta isinya. Setelah kiamat besar maka manusia akan menjalani alam barzah atau alam kubur.

Tanda-tanda hari kiamat akan tiba

1.    Asap ditimur dan barat

2.    Munculnya dajal

3.    Muncul binatang melata dibumi atau dabatul art

4.    Terbit matahari sebelah barat

5.    Turunnya Nabi Isa A.S

6.    Keluarnya yakjud dan makjud

7.    Gerhana ditimur dan barat

8.    Gerhana di gazirah Arab

Nama Nama Surga

1.    Surga firdaus

2.    Surga Adn

3.    Surga na’iim

4.    Surga Ma’wa

5.    Surga Darussalam

6.    Surga Daarul Muqoomah

7.    Surga Maqoomul Amiin

8.    Surga Khuldi

 

Nama Nama Neraka

1.    Neraka Huthamah

2.    Neraka Hawiah

3.    Neraka Jahannam

4.    Neraka Jahim

5.    Neraka Saqar

6.    Neraka sa’ir

7.    Neraka wail

Peristiwa Setelah Hari Kiamat

 

1.    Yaumul Barzakh

Yaitu hari penantian seluruh umat manusia yang telah meninggal. Yaitu nanti masa dibangkitkan manusia dari alam kubur untuk menghadap kepada Allah guna mempertanggung jawabkan semua dosanya

2.    Yaumul ba’ats

Yaitu hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur untuk diarahkan menuju ke padang mahsyar. Kebangkitan manusia ini terjadi setelah ditiupkannya sangkakala yang kedua oleh malaikat israfil.

3.    Yaumul Mahsyar

Yaitu hari dikumpulkannya seluruh manusia yang telah dibangkitkan dari kuburnya , disebuah padang yang sangat luas bernama Padang Mahsyar.

4.    Yaumul Hisab

Yaitu hari ditimbangnya seluruh amal baik dan buruk manusia untuk menerima keadilan dan balasannya masing masing.

 

Read More

Kamis, 29 Oktober 2026

Kisah seorang Ibu yang ditinggal mati anaknya

 Kisah seorang Ibu yang ditinggal mati anaknya

Suatu hari seorang ibu tua mendatangi Imam Al-Hasan Al-Bashri. Ia baru saja ditinggal mati anaknya yang perempuan. Kepada Al-Hasan Al-Bashri, ia menyampaikan kerinduan mendalam kepada anaknya. Ia merasa kehilangan. Ia ingin mengetahui keadaan si anak. Ia ingin berjumpa dengan anaknya meski dalam mimpi.   

Al-Hasan Al-Bashri memahami perasaan yang dialami tamu tersebut. Ia kemudian menyarankan si ibu untuk melakukan sembahyang empat rakaat setelah sembahyang Isya.

Kisah seorang Ibu yang ditinggal mati anaknya


“Bacalah Surat Alhakumut Takatsur sekali setiap rakaat setelah pembacaan Surat Al-Fatihah. Lalu berbaringlah. Bacalah shalawat nabi hingga kau tertidur.”

Perempuan itu mendengarkan baik-baik fatwa Al-Hasan Al-Bashri. Ia segera pulang dan menjalankan fatwa tersebut. Terjadilah apa yang dikehendaki si ibu.

Ia dapat berjumpa dengan anak perempuannya yang telah meninggal. Tetapi ia begitu terkejut melihat anaknya terbelenggu dan terpasung dalam siksa kubur.   Bangun tidur, ia kembali menemui Al-Hasan Al-Bashri. Ia mengabarkan kondisi anaknya di alam barzakh. Mendengar cerita si ibu, Al-Hasan Al-Bashri pun sempat gelisah dan bimbang sesaat. Al-Hasan Al-Bashri menyarankan tamunya untuk bersedekah yang amalnya dihadiahkan untuk ahli kubur yang dimaksud.  

Ibu tersebut pulang. Ia mengikuti saran Al-Hasan Al-Bashri. Benar saja, kondisi anaknya berubah di alam kubur. Tetapi kali ini Al-Hasan Al-Bashri yang justru mimpi bertemu anak perempuan tersebut. Pada malam itu, Al-Hasan Al-Bashri seperti berada di taman surga yang terdapat sofa bagus di dalamnya. Di taman itu Al-Hasan Al-Bashri melihat seorang perempuan muda yang cantik dengan mahkota cahaya di kepala.   “Apakah Tuan mengenal saya?” perempuan muda itu menyapa Al-Hasan Al-Bashri.   “Tidak.”   “Aku putri dari seorang ibu tua yang mengunjungi Tuan.”   “Iya, tetapi bukan seperti (sebaik) ini ibumu menceritakan kondisimu,” kata Al-Hasan Al-Bashri terheran.   “Tuan benar, kemarin-kemarin keadaanku memang demikian (buruk dan tersiksa).”   “Lalu dengan apa kau mendapat kemuliaan seperti ini?”   “Di alam barzakh, kami berjumlah 70.000 orang menerima siksa kubur. Tetapi suatu hari ada seorang saleh yang baik hati melewati pemakaman kami. Ia membaca shalawat nabi sekali dan menghadiahkan pahalanya untuk kami sehingga Allah membebaskan kami dari siksa tersebut melalui keberkahan Rasulullah SAW. Keadaanku sampai berubah (180 derajat menjadi baik) seperti Tuan lihat sekarang,” jawab perempuan tersebut.

Cerita ini dikutip dari Tsimarul Yani‘ah fir Riyadhil Badi‘ah karya Syekh M Nawawi Banten. (Syekh M Nawawi, Tsimarul Yani‘ah, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 92). Wallahu a'lam.

Read More

Rabu, 28 Oktober 2026

KISAH AZAB KUBUR YANG SANGAT MENGERIKAN ...

 AZAB KUBUR YANG SANGAT MENGERIKAN ...

........ (Na'udzubillah Min Dzalik ..!!) ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Ini adalah kisah tentang seorang pemuda yang meninggal di RS di Oman, Pria berumur 18 tahun ini adalah seorang muslim dan diapun di kuburkan secara Islam setelah di mandikan.

KISAH AZAB KUBUR YANG SANGAT MENGERIKAN ...


Setelah proses penguburan sang ayah pemuda ini, begitu ragu dengan kematian anaknya, dan dia minta untuk di check ulang perihal kematian anaknya, Atas desakan ayah nya, kuburan yang baru ditutup tanah selama 3 jam itu pun di bongkar kembali.

Betapa shock sang ayah dan teman-teman dekat pemuda itu, Pria yang berumur 18 tahun setelah di kubur 3 jam cepat berubah menjadi seperti itu,

Mayat pemuda itu menjadi Biru dan terlihat menjadi jauh lebih tua dari usianya, mukanya hancur dan tulang belulangnya patah terlihat benda tumpul telah menghujam ditubuhnya. Matanya memancarkan keputus asaan dan ketakutan yang luar biasa,Keluarga pemuda itupun menanyakannya ke seorang guru yang mengerti agama Islam dan mengatakan dengan sebenarnya bahwa itulah siksa kubur yang Allah SWT dan Baginda Nabi Muhammad SAW telah peringatkan.

Sang ayah mengatakan selama hidup anaknya telah melalaikan sholat, Hidup bebas dan berbuat banyak dosa.Di dalam Hadis Nabi Muhammad Saw dijelaskan. Setelah kematian, roh orang yang meninggal akan kembali ke tubuh, kemudian dua malaikat akan datang, Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir, yang akan menayakan kepada KITA semua setelah mati: ..

"Siapa Tuhanmu?" orang beriman akan menjawab: "Tuhanku - Allah".

Kemudian Malaikat akan bertanya: "Apa agama Anda?" ia akan menjawab: "agama saya - Islam." 

Kemudian malaikat akan bertanya : "Siapa orang yang telah dikirim kepada Anda?" ia akan menjawab: "Dia adalah seorang nabi Allah."

Kemudian mereka akan bertanya kepadanya: "Bagaimana kau tahu?" Dia akan menjawab: "Aku membaca Kitab Allah dan mempercayai Nya.

Dan kemudian dari langit suara itu akan datang: "hamba-Ku telah berbicara kebenaran, berbaring ke tempat tidur dari surga dan membuka pintu surga" - kemudian akan penuh dengan kesenangan dan ia mulai merasakan kenikmatan surga dan makamnya menjadi luas, seluas mata memandang..

Baginda Nabi Muhammad (SAW) berkata tentang orang-orang yang berdosa. Setelah kematian roh orang mati akan kembali ke tubuh, kemudian dua malaikat akan datang dan bertanya,

"Siapa Tuhanmu?" ia akan menjawab: "Saya tidak tahu."

Kemudian malaikat akan bertanya: "Siapa orang yang telah dikirim kepada Anda?" ia kembali akan menjawab: Aku "tidak tahu" –

Dan kemudian dari langit suara itu akan datang: "Dia berbohong, Masukkan dia ke dalam api neraka, dan makamnya menjadi sempit dan tepinya akan menghimpit.

Dalam Hadis itu juga dikatakan bahwa malaikat sangat bersungguh-sungguh menyiksa orang-orang yang berdosa selama interogasi di alam kubur dan penyiksaan ini akan sangat mengerikan.

Cerita tentang anak muda 18 tahun ini adalah tanda bagi orang yang beriman, Akan kah kita mampu menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir saat di alam kubur ? Hanya yang tertutup mata hatinya oleh Allah yang tidak akan merasakan takutnya azab kubur.

Mereka punya mata tapi tidak melihat, mereka punya telinga tapi tidak mendengar? Apakah mereka adalah kita ..? Sebarkan pada Orang terdekat sehingga mereka terbuka mata hatinya dan terhindar dari azab kubur yang sangat pedih …

Cerita ini di terjemahkan dari bahasa lain ke dalam bahasa Indonesia, Saya mohon maaf bila ada kesalahan ...

Read More

Selasa, 27 Oktober 2026

Siksa Kubur: Kisah Nyata Kaki Mayat Isteri Zina Diserang Lintah 

Penilaian gejala seks bebas meningkat dalam masyarakat hari ini. Lebih menyedihkan itu bukan saja melibatkan remaja malah lebih banyak di kalangan individu dewasa yang bujang maupun yang telah menikah! Seperti yang pernah penulis kisahkan tentang kecurangan istri dan balasan yang diterima akibat perbuatan menduakan suami, kini sekali lagi penulis ingin menceritakan siksaan seorang wanita yang menikah tetapi masih melakukan seks bebas. Kisah ini diceritakan kepada penulis oleh Dukun Pakar Pengobatan Sakit Cinta, En. 

Siksa Kubur: Kisah Nyata Kaki Mayat Isteri Zina Diserang Lintah


Idris Zakaria yang kini menetap di Kampung Tasik Berangan, Pasir Mas, Kelantan. Kini ia bergiat fit berikhtiar mengobati masalah rumah tangga dan masalah cinta tidak kesampaian, mendapat cerita ini dari kasus-kasus yang telah diadukan kepadanya. Semoga kita mendapat manfaat dan pelajaran dari kisah ini.

"Dalam saya merawat seorang pasien, saya telah dikabarkan satu kisah tragis tentang seorang isteri curang. Jamilah istri Husin masih jelita meskipun telah beranak pinak. Ia pandai bergaya, bertudung litup, berkulit putih dan memiliki bentuk tubuh yang menarik. Jamilah mendapatkan sumber keuangan dengan cara berbisnis kecil-kecilan yaitu dengan menjual beras seludup dari Thailand untuk membantu suami yang saat itu hanya seorang petani di kampung. Ketika itu kegiatan penyelundupan beras tidak dikontrol oleh pemerintah seperti sekarang maka banyak para wanita terlibat dengan bisnis beras seludup dari Thailand. Pendapatan hasil penjualan beras seludup tidak seberapa hanya bisa menampung hidup sehari saja. "Jelas En.Idris.

Suami Jamilah Husin berumur 50an (bukan nama sebenarnya) merestui pekerjaan istrinya itu. Husin juga nampak tidak selincah istrinya, beliau berjiwa lembut dan menurut apa saja kata istrinya tanpa banyak protes. Semakin lama peran Husin sebagai kepala keluarga semakin pudar dek ketidaktegasan dirinya terhadap Jamilah yang semakin bebas ke sana ke mari.

Husin baik dan jujur
​​orangnya dan tidak banyak perangai. Jamilah keluar masuk rumah dan melakukan pekerjaan kadang-kadang pulang larut bahkan pernah juga tidak pulang untuk sehari dua tidak menjadi masalah pada Husin. Husin percaya akan apa yang Jamilah lakukan demi mencari uang dan membela nasib keluarganya.

Banyak wanita sekitar kampung Jamilah melakukan pekerjaan menjual beras seludup namun itu hanya sekadar bisa menghidupi kehidupan ala kadar saja. Berbeda dengan Jamilah yang menampakkan sedikit mewah dengan gelang dan rantai emas yang banyak di tubuhnya. Banyak orang memperdebatkan akan kelebihan Jamilah menampakkan mewah sebegitu. Maka ada beberapa orang yang ingin tahu bagaimana dia bekerja, sedangkan banyak juga yang melakukan pekerjaan sama namun tidak semewah Jamilah.

Sejak itu banyak mata yang mengintip setiap pergerakan Jamilah tanpa disadarinya. Pada mula-mulanya rahasia Jamilah terbongkar ketika pihak Imigrasi Thailand membuat pemeriksaan di perbatasan maka tertangkap beberapa orang yang mencoba menyelundupkan masuk beras dari Thailand termasuk Jamilah ditahan sama ketika itu.

Namun setelah beberapa jam kemudian nampak Jamilah dilepaskan oleh pejabat pabean Thailand dengan muka yang senyum dan beras seludupnya juga selamat dibawa balik ke Malaysia. Beberapa orang lain yang menyelundupkan masuk beras terpaksa membayar denda dan beras terpaksa dirampas Sikap tidak puas teman penyelundup lain mulai membuak-buak mengapa Jamilah terlepas sedangkan mereka menerima nasib sebaliknya. Maka penyelidikan dilakukan oleh beberapa orang yang tidak puas tersebut. Maka pada suatu hari mereka mengetahui ternyata Jamilah telah memberikan suap dengan Petugas Bea Cukai Thailand berkenaan dengan meniduri dirinya.

Bahkan korupsi tersebut bukan sekali dua bahkan telah banyak kali terjadi setiap kali tidak bisa membolosi diri ditahan Bea Cukai Thailand di perbatasan. Tidak lama kemudian dapat lagi berita mengatakan Jamilah juga membuat bisnis sampingan ketika berada di Thailand. Rupa-rupanya Jamilah memperdagangkan tubuhnya sebagai pelacur dengan pria Thailand. Maka tidak mustahil Jamilah mampu membeli emas yang banyak.

Maka heboh diceritakan akan kisah Jamilah yang sedemikian rupa, masyarakat tidak heran dengan kemewahan yang Jamilah miliki malah dicemuhi dan dipandang jijik terhadapnya oleh orang kampung serta masyarakat setempat. Tergamak Jamilah melakukan hal terkutuk demikian semata-mata mencari sedikit kemewahan. Husin telah diberitahu gejala istrinya itu namun Husin tidak percaya cerita seperti itu dan membuat tidak tahu saja.

Husin yang sudah lewat 50an mungkin juga tidak segagah dulu lagi sedangkan Jamilah berusia lewat 40an masih bernafsu tidak mustahil ia satu perlakuan yang terdesak disamping minat pada uang. Husin hanya berserah pada Allah, hendak menuduh istrinya selingkuh ia tidak memiliki cukup bukti dan tidak melihat dengan mata kepala sendiri.

Selang beberapa tahun kemudian Jamilah diserang sakit kepala lalu demam dan jatuh sakit. Makin hari makin parah sakit Jamilah. Selang beberapa minggu kemudian Jamilah mengalami maut yang parah. Pada hari sakaratul maut Jamilah dikatakan menyalak seperti anjing untuk beberapa kali kurang dari sepuluh salakan sebelum nyawanya habis. Jamilah habis nyawa dalam kondisi menyedihkan matanya terbelalak sementara lidahnya terjelir. Anggota keluarga yang berkumpul juga merasa aneh akan perilaku Jamilah menyalak sebelum menghembuskan nafas terakhir dan mati dalam kondisi yang demikian. Upacara kematian seperti biasa orang desa lakukan untuk menyempurnakan jenazah Jamilah.

Setelah dikafankan liang lahat diukur dan digali tibalah waktu untuk dimakamkan. Setelah jenazah Jamilah dimasukkan ke liang lahat tiba-tiba ditemukan panjang liang lahat itu tidak cukup untuk menyimpan mayatnya. Mayat Jamilah diatur dan liang lahat di panjang sekali lagi namun masih tidak cukup panjang lagi. Diulangi kali ketiga diperpanjang lagi liang lahat itu pun begitu juga masih tidak cukup panjang. Satu kejadian luar biasa terjadi mayat Jamilah disimpan begitu tanpa memperpanjang lagi liang lahadnya.

Setelah semua keluarga pulang ke rumah tiba waktu untuk Husin membuat sertifikat kematian Jamilah pada hari itu juga. Bila diminta kartu identitas dari anak perempuannya kata anaknya itu, "Allah, abah sewaktu mengkafankan mayat ibu saya berada kartu identifikasi atas jenazah mak, berarti kartu identitas itu ada bersama mayat mak dalam kubur" Husin agak terganggu memarahi anak perempuannya itu namun terpaksa memanggil penggali kubur di situ agar menggali kembali liang lahat kubur arwah Jamilah yang baru beberapa jam dimakamkan tadi.

Maka kubur itu digali kembali, alangkah terkejutnya beberapa orang yang menurut Husin termasuk diri saya sendiri melihat mayat Jamilah telah didatangi beberapa ekor ulat seperti lintah namun bertaring menggigit tubuh mayat Jamilah. Husin menyingkirkan beberapa ekor ulat itu beberapa kali namun ulat yang sama itu kembali ke tempat asal di mana ia menggigit tubuh mayat Jamilah tadi. Kejadian itu amat pelik sekali.

Setelah itu mayat Jamilah harus dipusingkan agar tangan bisa diseluk ke dalam bungkusan kain kafannya untuk mendapatkan kartu identitasnya. Dalam mengiringkan mayat Jamilah itu sekali lagi kejutan terjadi. Ada ribuan ekor ulat seperti lintah bertaring itu berada di bawah mayat Jamilah. Segera kami menimbusnya kembali setelah berhasil mendapatkan kartu identitasnya itu.

Saya tidak dapat membayangkan akan apakah rahasia sebenarnya kejadian yang Allah pertunjukkan seperti itu. Namun saya terasa agak seram dan insaf bila melihat kejadian aneh seperti itu untuk pertama kali dalam sejarah hidup saya. Di dunia lagi Allah sudah menunjukkan azabnya apalagi diakhirat kelak.

Saya bisa memberikan gambaran atas kejadian begitu bahwa kita manusia tidak bisa lari dari azab pembalasan jika melakukan salah yang besar atau dosa yang besar. Untuk istri-istri tetapkan iman, jangan berlaku curang pada suami kita niscaya dosanya amatlah besar. Dosa berzina sudah cukup besar tidak tertanggung untuk yang masih bujang, apalagi wanita yang bergelar isteri berzina. Nauzubillah ... hanya Allah saja yang mengetahui akan siksaannya kelak.

Di dunia lagi sudah Allah tunjukkan maka sama-sama kita ambil iktibarnya agar ia tidak berulang lagi di masa depan pada diri kita atau keluarga kita, minta disisihkan Allah.

Kisah dari: En. Idris
Diketik ulang oleh: Berita Islam (BIC)

Di bagikan oleh Mushola al-Islah Jl leces no 5 kebonagung

Read More

Senin, 26 Oktober 2026

Siksa Kubur Akibat dari Air Kencing dan Menfitnah

 Siksa Kubur Akibat dari Air Kencing dan Menfitnah

Mendapatkan siksa di alam kubur merupakan gambaran dari jeleknya amal atau perbuatan seseorang ketika masih hidup di Dunia. Penyebab dari siksa tersebut diantaranya seperti yang ada pada hadis dibawah.

Siksa Kubur Akibat dari Air Kencing dan Menfitnah



Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a. beliau berkata:

Pada suatu hari ketika Rasulullah SAW tengah berjalan melintasi hiythan (pekuburan) di Madinah atau Makkah, beliau mendengar suara kesakitan dua orang yang sedang mengalami siksa kubur. Nabi Muhammad Saw. Bersabda,”dua orang ini disiksa karena melakukan dosa besar”. Nabi Muhammad Saw Menambahkan, ”benar ! (mereka disiksa karena satu dosa besar). Yang seorang tidak membersihkan dirinya dari kotoran air kencing, sementara yang lainnya karena suka memfitnah”. Nabi Muhammad Saw. Kemudian meminta sebatang ranting hijau (dari sebuah pohon kurma), mematahkannya (menjadi dua bagian) dan menyimpannya masing-masing satu patahan di atas kedua kuburan itu. Ketika sahabat-sahabatnya bertanya kenapa Nabi Muhammad Saw. Melakukan hal itu, Nabi Muhammad Saw. Menjawab, “aku berharap barangkali dapat mengurangi siksaan mereka hingga dua batang ranting itu kering”.

Dari hadis diatas dapat kita simpulkan sebagai berikut:

Pertama, bahwa tidak adanya membersihkan diri dari kotoran air kencing dapat menyebabkan disiksa di alam kubur. Perlu diketahui, bahwa baik buruknya keadaan di akherat nanti tergantung pula pada baik atau buruknya keadaan ketika di alam kubur.

Kedua, menfitnah juga merupakan salah satu daripada dosa besar, dan dapat menyebabkan seseorang (si pemitnah) disiksa di alam kubur
Read More