Pertanyaan malaikat kepada orang yang mati tenggelam dan semisalnya
Pada
dasarnya, semua orang yang mati dalam keadaan apapun pasti akan mengalami alam
kubur, tanpa terkecuali. Dan alam kubur itu berbeda dengan alam dunia.
Sehingga tidak ada
bedanya seseorang yang
di alam dunia
ia dikubur mayatnya dengan
baik ataukah hilang
mayatnya, hancur lebur menjadi debu,
tenggelam, dimakan binatang sampai tak
bersisa atau semisalnya. Allah
ta'ala Maha Kuasa menghidupkan mereka semua di alam kubur. Allah ta'ala
berfirman: “Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya. Ia berkata: “Siapakah yang
dapat menghidupkan tulang belulang, yang
telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Rabb yang
menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. Yaitu Rabb yang
menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api)
dari kayu itu.
Syaikh Muhammad
bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan: “Peristiwa pertama
yang dialami setelah
kematian adalah fitnah
kubur. Manusia akan diuji di dalam kubur mereka. Semua manusia yang
meninggal, baik yang dikuburkan
di dalam kubur,
ataupun jasadnya tergeletak
di atas tanah (tidak
dikubur), atau jasadnya
dimakan oleh binatang
buas, atau jasadnya hancur
terhempas angin, semua
akan mengalami ujian
di alam kubur”.
Syaikh Muhammad Ali Farkus hafizhahullah menjelaskan:
“Sudah kita ketahui bersama
bahwa pertanyaan dua
Malaikat kepada jenazah
yang dikubur adalah setelah
ia diletakkan di
dalam kubur. Sebagaimana
sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
“Sesungguhnya seorang hamba ketika diletakkan
di kuburnya, lalu kerabatnya mulai berpulangan, ia mendengar suara sandal
mereka. Kemudian datanglah dua Malaikat, lalu kedua Malaikat itu menjadikan
mayit duduk….Adapun mayat yang
tidak dikuburkan, semisal
dimakan hewan buas, atau dimakan ikan besar, atau
tenggelam, sampai ia menjadi debu. Atau juga orang yang hancur lebur terkena
bom. Mereka ini tidak diragukan lagi pasti akan
ditanya juga oleh
dua Malaikat, namun
tidak diketahui bagaimana kaifiyah(cara)-nya. Karena
perkara ini adalah
perkara gaib yang tauqifiy (diketahui dengan dalil), dan
tidak boleh meng-qiyas-kan dunia gaib dengan dunia nyata.Adapun
adzab kubur itu
dirasakan oleh jiwa
dan raganya,berdasarkan kesepakatan
ulama ahlus sunnahwaljama’ah.Jiwanya yang mendapat nikmat
dan adzabnya pada
raganya namun keduanya
saling berhubungan. Barangsiapa yang
mati dan ia
layak mendapat adzab
kubur, maka ia akan mendapatkannya, baik ia dikubur ataupun tidak (lebih
jelasnya lihat kitab Ar Ruh karya Ibnul Qayyim, hal 81-88)147.
Sumber
:
147 Sumber:
http://www.ferkous.com/site/rep/Ba18.php https://dorar.net/aqadia/2152
143 QS.
Yasin: 78-80 144Syarhu Haditsi Jibril 'alaihissalam, halaman 37 145 Seorang
ulama Ahlussunnah dari Aljazair 146 HR. Bukhari no.1374, Muslim no.7395
141 Akan
disebutkan haditsnya di bab “Penghimpitan di alam kubur” 142 Diringkas dari
Mausu'ah Aqdiyah Durarus Saniyyah, bab “Fitnatul Qabri”,

0 comments:
Posting Komentar