Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Rabu, 07 Oktober 2026

KUMPULAN HADITS TENTANG PERTANYAAN DI ALAM KUBUR

 PERTANYAAN DI ALAM KUBUR      

Dari penjelasan   PADA ARTIKEL SEBELUMNYA   dapat   dipahami   bahwa   semua   orang   akan mengalami fitnah (ujian) kubur, kecuali para Nabi dan syuhada. Fitnah kubur adalah  pertanyaan  yang  ditanyakan  dua  Malaikat  di  alam  kubur.Barang siapa  yang  bisa  menjawabnya  maka  ia  selamat. 

PERTANYAAN DI ALAM KUBUR


Namun  yang  tidak  bisa menjawabnya ia akan binasa. Dalam hadits riwayat Abu Daud yang panjang disebutkan mengenai pertanyaan  dua   Malaikat di alam kubur dan konsekuensinya setelah melewati pertanyaan tersebut bagi orang mukmin dan orang yang kafir. Hadits-hadits tentang pertanyaan di alam kubur      Dari   Al Barra' bin 'Azib radhiallahu'anhu, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: “Ruh orang (mukmin) yang meninggal akan mendengar hentakan kaki orang-   orang yang menguburkannya ketika mereka mulai berpulangan. Kemudian Fitnah kubur bukanlah siksa kubur sebagaimana sangkaan sebagian orang. Fitnah kubur berbeda dengan adzab kubur.

  setelah itu datanglah dua Malaikat yang garang dan membentaknya. Kedua  malaikat tersebut mendudukan sang mayit dan bertanya: siapa Rabb-mu? Ia menjawab: Rabb-ku adalah Allah. Kedua Malaikat bertanya: apa agamamu?  Ia menjawab: Agamaku Islam. Kedua Malaikat bertanya: siapa orang yang   diutus untuk kalian? Ia menjawab: ia adalah Rasulullah Shallallahu'alaihi  Wasallam. Kedua Malaikat bertanya: Kemudian apa ilmumu? Ia menjawab:   aku membaca Al Qur'an, aku beriman kepadanya, dan membenarkannya. Maka seorang akan ditanya siapa Rabb-nya, apa agamanya dan siapa     Nabinya? Dan itu adalah ujian terakhir yang diujikan kepada seorang Mukmin.

 Adapun  orang-orang  kafir  dan  munafik,  mereka  tidak  bisa  menjawab pertanyaan di alam kubur. Disebutkan dalam lanjutan hadits:    “Ruh orang (kafir) yang meninggal akan mendengar hentakan kaki orang-   orang yang menguburkannya ketika mereka mulai berpulangan. Kemudian  setelah itu datanglah dua Malaikat yang garang dan membentaknya. Kedua  malaikat tersebut mendudukan sang mayit dan bertanya: siapa Rabb-mu? Ia menjawab: Hah.. hah.. aku tidak tahu. Kedua Malaikat bertanya: Hah.. hah.. aku tidak tahu. Ia menjawab: Hah.. hah.. aku tidak tahu. Kedua Malaikat  bertanya: siapa orang yang diutus untuk kalian? Apakah engkau tidak tahu   namanya? Bukankah dia Muhammad.

 Ia menjawab: Hah.. hah.. aku tidak   tahu. Aku pernah mendengar orang-orang menyebutnya. Maka dikatakan kepadanya: Engkau tidak belajar Al Qur'an, engkau tidak membaca Al Qur'an. Kemudian diserukan dari langit: Engkau telah mendustakan Al Qur'an. Lalu ia pun diperlihatkan bagian dari neraka . Dari Al Barra' bin Azib radhiallahu'anhu,  Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda mengenai pertanyaan di alam kubur:“Jika seorang mu’min telah didudukkan di dalam kuburnya, ia kemudian     didatangi (oleh dua malaikat lalu bertanya kepadanya), maka dia akan menjawab dengan mengucapkan:’Laa ilaaha illallah wa anna muhammadan    rasuulullah’. Itulah yang dimaksud al qauluts tsabit dalam firman Allah  Ta’ala (yang artinya): ‘Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan al qauluts tsabit’ (QS. Ibrahim: 27).Juga terdapat riwayat  yang mauquf  dari Abdullah  bin  Mas'ud radhiallahu'anhu, bahwa beliau berkata:“Sesungguhnya kalian kelak akan didudukkan di dalam kubur kalian.

Lalu malaikat akan bertanya: siapa anda. Jika yang ditanya adalah seorang   Mukmin, ia akan menjawab: aku adalah hamba Allah dalam keadaan hidup     atau mati, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah  kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan   Rasul-Nya. Seketika itu diluaskan kuburnya sesuai kehendak Allah. Ia pun  bisa melihat tempat tinggalnya di surga dari dalam kuburnya. Lalu turunlah  pakaian dari surga yang akan dipakainya.    

Adapun jika yang ditanya adalah orang kafir, ketika ditanya: siapa anda? Orang itu menjawab: saya tidak tahu, saya tidak tahu, sampai 3x. Seketika itu  disempitkan kuburnya sampai copot semua persendiannya dan saling  bersinggungan satu sama lain. Lalu didatangkan ular-ular dari sisi kuburnya,  yang mematuk dan memakannya. Jika ia teriak kesakitan, maka akan   dipakaikan penutup kepala dari besi panas padanya”. Nama malaikat yang bertanya di alam kubur Nama  dua  malaikat  yang  memberi  pertanyaan  di  alam  kubur  adalah Munkar dan Nakir. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:  Diriwayatkan oleh Ath Thabari dalam Tahdzibul Atsar .  “Ketika salah seorang dari kalian dikuburkan, maka akan datang kepadanya  dua Malaikat yang hitam dan bermata biru. Yang satu bernama Munkar dan      yang lainnya bernama Nakir. Keduanya bertanya: “Apa pendapatmu   mengenai lelaki ini (yaitu Rasulullah)?”. Si mayit menjawab sebagaimana yang pernah dikatakan dahulu (ketika hidup): “Dia adalah hamba Allah dan  Rasul-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain  Allah dan Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam adalah hamba Allah dan Rasul-Nya”. Keduanya berkata: “Kami sudah mengetahui bahwa kamu akan  mengucapkan demikian.... Hakekat fitnah kubur dan cara agar bisa menjawabnya Hadits-hadits diatas menunjukkan dengan tegas tentang adanya pertanyaan dari dua malaikat di alam kubur.

Dan bahwa pertanyaan di alam kubur terdiri dari tiga pertanyaan:    

1. Siapa Rabb-mu?   

2. Siapa Nabimu?     3. Apa agamamu?

Imam Abu Ja'far Ath Thahawi rahimahullah  dalam  matan Al Aqidah Ath Thahawiyah beliau mengatakan: “(Kami mengimani) adanya pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam    kubur, bertanya tentang Rabb-nya, agamanya dan Nabinya. Sebagaimana khabar yang datang dari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dan dari para sahabatnya ridhwanullah 'alaihim”.

Dan pertanyaan-pertanyaan ini tidak bisa dihafal jawabannya dan tidak bisa dicurangi. Yang mampu menjawabnya adalah orang yang benar imannya dan  akidahnya  terhadap  Allah  dan  Rasul-Nya.

Sebagaimana  firman  Allah ta'ala: “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan al qauluts tsabit .  Ibnu Qathan rahimahullah berkata:“Para ulama sepakat bahwa adzab kubur itu benar adanya, dan manusia akan  diuji dengan pertanyaan di alam kubur, setelah ruh mereka dikembalikan ke jasadnya. Allah pun akan mengokohkan orang-orang yang Allah cintai (untuk menjawab pertanyaan itu). Dan para ulama sepakat bahwa mereka tidak akan  merasakan pedihnya kematian lagi setelah itu.

Para ulama Islam dari kalangan Ahlussunnah juga sepakat bahwa adzab kubur itu benar adanya, dan mereka sepakat tentang adanya malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur”. Maka  cara  agar  kita  dapat  menjawab  pertanyaan  di  alam  kubur  adalah dengan  mengokohkan  akidah  kita,  dengan  mempelajari  dan  mengamalkan ilmu-ilmu   akidah  dan   tauhid,   terutama   ilmu   yang   membahas   tentang mengenal  Allah ta'ala, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya,hak-hak-Nya,juga ilmu tentang mengenal Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, namanya, nasabnya, perjalanan  hidupnya,  hak-haknya,sunnah-sunnahnya,dan  juga ilmu tentang agama Islam secara umum. Dan inilah landasan-landasan utama dalam agama Islam. Oleh  karena itu  Syaikh  Muhammad  bin  Abdil  Wahhab rahimahullah, beliau membuat kitab Al Ushul Ats Tsalatsah yang berisi tentang penjelasan ringkas   tentang   mengenal   Allah,   mengenal   Islam   dan   mengenal   Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam.

Adapun orang kafir, orang munafik dan orang yang ada keraguan dalam imannya,  mereka  tidak  bisa  menjawab  pertanyaan  di  alam  kubur  dengan benar. Mereka akan mengatakan,  “hah.. hah.. saya tidak tahu. Dahulu ketika di  dunia  saya  mendengar  orang-orang  mengucapkan  sesuatu,  maka  saya ikuti saja.Syaikh  Muhammad  bin  Shalih Al  Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Renungkanlah ucapan ““hah.. hah.. saya tidak tahu” ini! Ini menunjukkan bahwa  ia  seakan-akan  teringat  sesuatu  dan  berusaha  mengingatnya,  namun tidak  bisa.  Ketika  seseorang  teringat  sesuatu  dan  tidak  bisa  menghadirkan ingatan  itu,  ia  akan  merasakan  kegalauan  yang  amat  sangat,  dibandingkan jika ia tidak tahu sama sekali“.

Sumber :

136 Matan Al Aqidah Ath Thahawiyah, poin ke-80 137 QS. Ibrahim: 27 138 Abul Hasan Ali bin Al Qathan Al Fasi. Ulama hadits dari Maghrib (Mauritania). Dikenal dengan kitabnya  “Bayanul     Wahmi wal Iham” yang dipuji oleh para ulama. Beliau wafat pada tahun 628H

131 HR. Abu Daud no. 4753, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud 132 HR. Bukhari no.1369, Muslim no.7398

134 HR. At Tirmidzi no. 1071, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam as Silsilah al Ahadits ash Shahihah no. 1391 135 Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad bin Salamah ath-Thahawi, seorang ulama madzhab Hanafi dari desa Thaha di Mesir.     Seorang ahli fikih dan ahli hadits. Dikenal dengan kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang menjelaskan prinsip-prinsip      akidah Ahlussunnah. Beliau wafat pada tahun 321H.

130 HR. Abu Daud no. 4753, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud

0 comments:

Posting Komentar