Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Sabtu, 12 September 2026

ARWAH GENTAYANGAN

 ARWAH GENTAYANGAN      

Orang yang sudah wafat, mereka berada di alam kubur dalam keadaan mendapatkan nikmat ataumendapatkan adzab. Mereka tidak   bisa memberikan  manfaat  atau  bahaya  terhadap  orang  yang  masih  hidup. Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikanorang-orang yang mati mendengar. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:   “Dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur  dapat mendengar. Bahkan  orang-orang  kafir  merasakan  penyesalan  dan  berharap  bisa kembali hidup di dunia. Allah ta'ala berfirman:   "Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata),  “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah   kami ke dunia.

ARWAH GENTAYANGAN


Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin".  Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa orang yang sudah mati maka ia tidak dapat  hidup  kembali  di  alam  dunia.  Tidak  dapat  lagi  beramal,  baik  amal kebaikan  maupun  amal  keburukan. Dari  Abu  Hurairah radhiallahu'anhu, bahwa NabiShallallahu'alaihi Wasallam bersabda: "Ketika seorang insan mati, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat,dan anak shalih yang mendoakannya" . Dan  alam  kubur  adalah  awal  perjalanan  akhirat.

 Sehingga  orang  yang sudah mati, ia sudah ada di alam akhirat, tidak lagi hidup di alamdunia. Dari Utsman  bin  Affan radhiallahu’anhu, bahwa  Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Alam kubur adalah awal perjalanan akhirat, barang siapa yang berhasil di alam kubur, maka setelahnya lebih mudah. Barang siapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih berat.Maka dalam akidah Islam, tidak ada yang namanya arwah gentayangan, arwah penasaran, mayat hidup, zombi atau semisalnya yang tercakup dalam keyakinan bahwa orang yang sudah mati bisa hidup kembali di alam dunia.Ruh  orang  yang  sudah  mati,  mereka  di  alam  barzakh  dalam  keadaan menikmati        nikmat kubur  atau diadzab  di dalam kubur, tidak ada kemungkinan  ketiga.

Ibnu  Qayyim Al  Jauziyah rahimahullah  menjelaskan: “Arwah  itu  ada  dua  macam:

pertama,  arwah  yang  diadzab, 

kedua,  arwah yang mendapatkan nikmat”.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan: “Di antara  akidah  Ahlussunnah  wal  Jamah'ah  adalah  mengimani  adanya  adzab kubur  dan  nikmat  kubur.  Keadaan  mayit  di  alam  kubur,  bisa  jadi  ia  diberi nikmat, atau diberi adzab.

Ahlussunnah wal Jama'ah mengimani hal ini. Dan Nabi  Shallallahu'alaihi Wasallam  telah  mengabarkan  bahwa  alam  kubur  itu bisa  jadi  akan  menjadi  taman  surga,  atau  bisa  jadi  akan  menjadi  halaman neraka. Wajib bagi seorang Mukmin untuk mengimani hal ini”.Dan  telah  kita  sampaikan  kelemahan  hadits  yang  menyatakan  bahwa arwah orang yang meninggal dapat mengunjungi rumahnya dan keluarganya. Hadits tersebut tidak bisa menjadi hujjah. Selain itu, keyakinan adanya arwah gentayangan atau arwah penasaran, ini bertentangan dengan akal sehat. Andaikan ruh orang yang sudah mati bisa bergentayangan  dan  bisa  penasaran,  kemudian  bisa  bebas  berjalan  kesana- kemari, membantu keluarganya, atau mengganggu orang-orang yang hidup, dan semisalnya, tentu tidak ada orang yang takut mati. Karena setelah mati pun masih bisa beramal, baik amalan shalih maupun amalan buruk. Bahkan semua  orang  mungkin  ini  mati  saja  karena  digambarkan  kehidupan  setelah mati itu begitu santainya, bisa bergentayangan dan jalan-jalan kesana-kemari.

Maka kemana perginya akal sehat?! Adapun  penampakan-penampakan  yang  dilihat  oleh  sebagian  orang, yang  disangka sebagai arwah gentayangan,mereka adalah setan dari kalangan jin.Sebagian jin   terkadang   menampakkan   diri   dalam   bentuk manusia203  yang  sudah  meninggal  sehingga  disangka  sebagai  arwah  yang hidup kembali. Tujuan akhirnya agar manusia terjerumus ke dalam berbagai bentuk kebid'ahan dan kesyirikan. Allahul musta'an .

Dalam hadits riwayat Al Bukhari (2311), disebutkan bahwa Abu Hurairah radhiallahu'anhu bertemu dengan jin yang menampakkan dirinya sebagai seorang remaja yang ingin mencuri harta zakat. 

 Sumber :

201 Ar Ruh, karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah, halaman 17. 202 Majmu' al Fatawa wal Maqalat Syaikh Ibnu Baz, 28/66 203 196 QS. An Naml: 80 197 QS. Fathir: 198 QS. As-Sajdah: 12 199 HR. Muslim no.1631 200 HR. At Tirmidzi no.2308, ia berkata: “hasan gharib”, dihasankan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Futuhat     Rabbaniyyah, 4/192

0 comments:

Posting Komentar