Mushola Al-Islah Jl leces no.7 Sonosari Kab.Malang kumpulan doa rezeki,kumpulan doa tasawuf,makrifat,bahasa arab,sejarah kerajaan islam,sejarah kerajaan indonesia,sejarah kebudayaan islam

Jumat, 11 September 2026

APAKAH RUH DI DALAM KUBUR BISA SALING MENGUNJUNGI?

 APAKAH RUH DI DALAM KUBUR BISA SALING  MENGUNJUNGI?

Para  ulama  berbeda  pendapat  apakah  ruh  orang-orang  Mukmin  dapat saling   mengunjungi satu sama lain   di   alam   kubur?   Sebagian   ulama mengatakan bahwa ruh orang Mukmin bisa mengunjungi ruh orang Mukmin yang lain. Di antara yang berpendapat demikian adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim rahimahumallah. Mereka berdalil dengan   hadits   dari  Abu   Hurairah radhiallahu'anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Ketika seorang Mukmin mendekati ajalnya, para malaikat rahmat datang   menemuinya dengan membawa kain sutra berwarna putih. Mereka berkata:    “Keluarlah engkau sebagai ruh yang diridhai dan menuju kepada rahmat Allah, dengan bau yang harum dan tidak dimurkai oleh Allah!”. Lalu ruh    orang tersebut pun keluar dengan bau misik yang paling harum. Sampai-sampai para malaikat berebut satu sama lain untuk mendapatkannya.    

APAKAH RUH DI DALAM KUBUR BISA SALING  MENGUNJUNGI?


Kemudian mereka membawanya sampai ke pintu langit. Lalu penduduk langit pun berkata: “Betapa harumnya ruh yang kalian bahwa ini dari bumi!”.  Lalu para malaikat pun mendatangi ruh-ruh kaum mukminin yang lain. Ruh-ruh kaum Mukminin bergembira dengan kedatangan ruh tersebut, dengan kegembiraan yang melebihi kegembiraan ketika bertemu orang yang lama tidak bertemu”  “Lalu mereka bertanya kepada ruh yang baru datang: “Apa yang telah  dilakukan oleh si Fulan? Apa yang telah dilakukan si Fulan?”. Sebagian ruh      tersebut berkata: “Biarkanlah ia, karena ia baru terlepas dari kelelahan    dunia”. Maka ruh yang baru datang tadi berkata: “Tidakkah si Fulan yang      (kalian tanyakan) sudah bertemu dengan kalian?”. Sebagian yang lain    menjawab: “Berarti ia telah dibawa ke tempat kembalinya yaitu neraka  Hawiyah”. Adapun seorang kafir jika telah mendekati ajalnya, para malaikat  adzab datang membawa kain kafan yang kasar. Malaikat berkata: “Keluarlah  engkau dengan kemurkaan Allah dan dalam keadaan dimurkai Allah, menuju  kepada siksa Allah 'azza wa jalla. Lalu ia keluar dalam keadaan bau bangkai yang paling busuk.

Kemudian mereka membawanya hingga pintu bumi. Lalu    para penduduk langit berkata: “Betapa busuknya bau ruh ini!”. Lalu para malaikat membawanya menemui ruh orang-orang kafir lainnya”. Hadits ini menunjukkan adanya  pertemuan antara    ruh-ruh  kaum Mukminin satu dengan lainnya. Bahkan mereka berbincang-bincang tentang keadaan orang-orang yang masih hidup.                   

radhiallahu'anhu yang lain.  Dari  Abu  Hassan Al A'raj rahimahullah, ia berkata: “Aku berkata kepada Abu Hurairah radhiallahu'anhu: dua anakku baru meninggal. Dapatkah anda sampaikan hadits dari Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam yang dapat menghibur hati kami ketika kehilangan keluarga kami? Abu Hurairah menjawab: Baiklah, beliau      Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda:  “Anak-anak kecil kaum  Mukminin yang wafat mereka akan menjadi anak-anak kecil di surga.

Salah seorang dari mereka akan bertemu dengan ayahnya atau dengan keduaorang tuanya, kemudian ia memegang baju atau tangan orang tuanya  sebagaimana aku (Rasulullah) memegang pinggiran bajumu ini (wahai Abu  Hurairah). Tidak akan terlepas hingga Allah memasukkannya beserta orang  tuanya ke dalam surga.Hadits ini menunjukkan bahwa ruh anak-anak kecil dari kaum Mukminin akan bertemu dengan ruh orang tuanya sebelum mereka masuk ke surga.  Syaikhul  Islam  Ibnu  Taimiyah rahimahullah  mengatakan:  “Mengenai pertanyaan “apakah ruh seorang Mukmin akan bertemu dengan ruh-ruh dari kelurganya dan kerabatnya?”. Jawabannya, dalam hadits dari Abu Ayyub Al Anshari dan selainnya dari para salaf, juga dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu  Hatim  dalam Ash  Shahih,  dari  Nabi Shallallahu'alaihi  Wasallam beliau bersabda:

  “Seorang mayit ketika ruhnya dibawa ke atas, ia akan bertemu dengan ruh-ruh yang lain. Ruh-ruh tersebut pun bertanya tentang keadaan orang-orang yang masih hidup. Sebagian ruh tadi berkata: “biarkan dia istirahat terlebih  dahulu!”. Yang lain lalu bertanya lagi: “apa yang dilakukan si Fulan”. Ruh  yang baru datang menjawab: “Oh, si Fulan mengamalkan amalan shalih”.  Yang lain lalu bertanya lagi: “apa yang dilakukan si Fulan”. Ruh yang baru  datang menjawab: “Bukankah si Fulan telah datang kepada kalian?”. Para   ruh menjawab: “Tidak pernah”. Yang lain lagi berkata: “Berarti ia telah   dibawa ke neraka Hawiyah.Demikian juga, Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah menjelaskan hal yang  senada. 

Beliau  mengatakan:  “Arwah  itu  ada  dua  macam:  pertama, arwah yang diadzab, kedua, arwah yang mendapatkan nikmat. Adapun arwah yang  diadzab  maka  adzab  yang  mereka  dapatkan  membuat  mereka  tidak mungkin untuk saling mengunjungi dan saling bertemu. Adapun arwah yang mendapatkan  nikmat,  mereka  dibebaskan  dan  tidak  dikekang  sama  sekali. Sehingga mereka saling dapat bertemu dan berkunjung satu sama lain. Dan mereka saling bertukar cerita tentang apa yang mereka dapati di dunia dan tentang keadaan orang-orang di dunia. Sehingga  setiap  ruh  ketika  itu  akan  bersama  dengan  para rafiq-nya (temannya)  yang  dahulu  mereka  mengamalkan  amalan  yang  sama. Adapun ruh Nabi kita Shallallahu'alaihi Wasallam ada di ar-Rafiqul A'la. Allah ta'ala berfirman:  “Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu  akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan  orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. 

Kebersamaan orang-orang serupa amalannya ini terjadi di dunia, di alam barzakh dan di akhirat. Seseorang akan bersama yang ia cintai di tiga alam ini. ... dan Allah ta'ala juga berfirman: “Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,      dan masuklah ke dalam surga-Ku.Maksudnya,  masuklah  ke  dalam  golonganmereka  (orang-orang  yang diridhai) dan jadilah bersama mereka. Dan ini dikatakan kepada ruh ketika ia mati.  Dan  Allah Subhanahu  wa  Ta'ala telah  mengabarkan  tentang  keadaan para syuhada,“Mereka hidup di sisi Rabb mereka, dan mereka diberi rezeki (olehAllah). Allah ta'ala juga berfirman tentang mereka:      

“Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan   bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum    menyusul mereka. Allah ta'ala juga berfirman tentang mereka: “Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah.    

Ayat-ayat ini adalah dalil bahwa mereka saling bertemu satu sama lain, dari tiga sisi pandang: Pertama, mereka berada di sisi Rabb mereka, dalam keadaan diberi rezeki. Jika  mereka  dalam  keadaan  demikian  dan  hidup,  artinya  mereka  saling bertemu satu sama lain.

Kedua: mereka bergembira dengan saudara-saudara mereka yang menyusul mereka dan bertemu dengan mereka. Ketiga: lafadz “yastabsyirun ” secara bahasa Arab memberikan makna bahwa mereka  saling  memberi  kabar  gembira  satu  sama  lain.  Maknanya  sama dengan fi'il “yatabasyarun

Sumber

”195. 193 QS. Ali Imran: 170 194 QS. Ali Imran: 171 195Ar Ruh, karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah, halaman 17 - 18 Para ulama juga berdalil  dengan  hadits  dari Abu  Hurairah 187 HR. An Nasa'i no.1832, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan An Nasa'i. 188 HR. Muslim no.2635 189Majmu Al Fatawa,190 QS. An Nisa: 69 191 QS. Al Fajr: 27 - 30 192 QS. Ali Imran: 16924/368 

0 comments:

Posting Komentar